spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 25

Linknet Resmi Kelola Jaringan Utama dan IoT di Kawasan EJIP

Telko.id – PT Link Net Tbk (Linknet) resmi memperluas kemitraan strategisnya dengan PT East Jakarta Industrial Park (EJIP). Perusahaan infrastruktur digital itu kini mengelola jaringan utama sekaligus menghadirkan solusi Internet of Things (IoT) di kawasan industri tersebut.

Penandatanganan addendum kerja sama dilakukan pada 13 Mei 2026 di Cikarang. Langkah ini menandai perluasan layanan Linknet di EJIP, yang sebelumnya hanya mencakup penyediaan dedicated internet bagi para tenant. Kini, Linknet juga akan mengelola infrastruktur telekomunikasi utama kawasan.

“Transformasi digital adalah kunci untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di era modern,” ujar Andy Rif’at Jusuf, Direktur EJIP. Ia menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik perluasan kemitraan dengan Linknet yang membawa solusi AI-Powered CCTV dan infrastruktur IoT canggih ke dalam kawasan.

Salah satu layanan baru yang dihadirkan adalah AI-Powered CCTV. Solusi ini mencakup pemantauan perimeter security untuk area perbatasan EJIP, traffic management untuk mendeteksi parkir liar serta memantau kecepatan kendaraan, hingga water level detection untuk memantau ketinggian air sebagai langkah mitigasi risiko lingkungan.

Dengan sistem manajemen lalu lintas yang lebih cerdas dan deteksi dini risiko lingkungan, EJIP diyakini akan menjadi kawasan industri yang semakin tangguh dan aman. “Ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan investasi strategis untuk menjamin keamanan maksimal dan efisiensi operasional bagi seluruh tenant kami,” tegas Andy.

Addendum ini menjadi langkah strategis bagi EJIP dalam menghadirkan kawasan industri yang lebih modern dan terintegrasi secara digital. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menjawab kebutuhan operasional tenant yang semakin dinamis melalui dukungan infrastruktur konektivitas dan solusi IoT yang andal.

Ronald C. Lesmana, Chief Enterprise Business Officer Linknet, menegaskan bahwa addendum ini menunjukkan peran perusahaan yang lebih luas. “Linknet tidak hanya menyediakan layanan internet, tetapi juga berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang andal bagi kawasan industri strategis di Indonesia,” katanya.

Melalui konektivitas yang stabil dan solusi IoT yang tepat guna, Linknet ingin membantu tenant menjalankan operasional bisnis dengan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak bagi pertumbuhan industri nasional,” tambah Ronald.

Sebelumnya, Linknet telah menyediakan layanan dedicated internet untuk mendukung kebutuhan konektivitas tenant di kawasan industri tersebut. Dengan perluasan layanan ini, Linknet semakin memperkuat perannya dalam menghadirkan konektivitas yang stabil, aman, dan berketahanan tinggi untuk mendukung aktivitas bisnis tenant selama 24/7.

Langkah Linknet ini sejalan dengan tren percepatan infrastruktur digital yang juga dilakukan oleh berbagai pemain industri di Indonesia. Kolaborasi dengan kawasan industri strategis seperti EJIP menjadi model bisnis yang potensial untuk direplikasi di kawasan lainnya.

EJIP sendiri merupakan salah satu kawasan industri terkemuka di Indonesia yang menaungi berbagai perusahaan manufaktur global. Dengan tambahan solusi IoT dan keamanan berbasis AI, kawasan ini diharapkan semakin menarik bagi investor asing yang membutuhkan standar operasional tinggi.

Linknet, yang merupakan bagian dari grup Axiata, telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri infrastruktur teknologi. Perusahaan ini menjangkau jaringan lebih dari 5 juta rumah di lebih dari 70 kota melalui lini bisnis utamanya, yakni Linknet Fiber, Linknet Enterprise, dan Linknet Media.

Ekspansi layanan Linknet di EJIP juga menjadi bukti bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal semakin mendesak, tidak hanya untuk sektor residensial tetapi juga untuk kawasan industri. Solusi IoT seperti AI-Powered CCTV menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengelola kawasan.

Ke depannya, kolaborasi serupa antara penyedia infrastruktur dan pengelola kawasan industri diperkirakan akan semakin marak. Hal ini didorong oleh kebutuhan tenant akan keamanan, efisiensi operasional, dan konektivitas yang tidak terputus.

Dengan adanya addendum ini, Linknet menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berkelanjutan bagi sektor industri di Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang untuk menjalin kemitraan strategis serupa dengan kawasan industri lainnya di tanah air.

Samsung Galaxy A57 vs Galaxy A55 5G? Ini Keunggulan yang Paling Terasa

Telko.id – Sedang berpikir untuk upgrade smartphone? Di masa sekarang, kebutuhan akan smartphone yang mampu mengikuti gaya hidup serba cepat memang semakin meningkat.

Perangkat baru yang kita harapkan tidak hanya perangkat yang makin cerdas untuk mendampingi berbagai aktivitas sehari-hari, tetapi juga nyaman digunakan dari awal hingga penghujung hari.

Di tahun 2026, Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G sebagai opsi upgrade dari Galaxy A sebelumnya. Mengusung peningkatan yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna modern, ponsel ini memberikan beberapa peningkatan nyata mulai dari sisi desain, performa hingga pengalaman penggunaan AI yang semakin seamless.

“Galaxy A57 5G dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih modern dan premium bagi pengguna, mulai dari desain yang diperbarui, lebih tipis hanya 6.9mm dan hanya 179 gram sehingga nyaman digenggam untuk waktu yang lama. Pengalaman semakin lengkap dengan layar Super AMOLED+ berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz yang memberikan visual menonton lebih imersif dan tetap jelas di berbagai kondisi,” ujar Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Menurut Annisa, pengguna menginginkan peningkatan performa, Galaxy A57 5G telah didukung performa Exynos 1680 yang makin responsif, siap mendukung aktivitas harian jadi lebih lancar, termasuk memproses penggunaan AI dengan efisien.

Jika sedang mempertimbangkan untuk upgrade ke smartphone baru, tentu kita ingin mengetahui peningkatan yang diberikan. Berikut beberapa poin peningkatan yang dimiliki Galaxy A57 5G, ketika dibandingkan dengan ponsel keluaran 2 tahun lalu, Galaxy A55 5G:

Desain Lebih Tipis, Makin Premium

Galaxy A55 5G memiliki ketebalan 8,2mm dan berat 213g. Kini, Galaxy A57 5G tampil dengan desain yang lebih tipis dan ringan, menghadirkan kenyamanan ekstra untuk penggunaan sepanjang hari.

Dengan ketebalan hanya 6,9mm dan bobot 179 gram, perangkat ini mampu memberikan pengalaman yang lebih ergonomis saat digenggam, tidak mudah membuat tangan pegal dan tetap nyaman dan tampil premium dalam berbagai aktivitas.

Galaxy A57 5G menjadi perangkat paling tipis di jajaran Galaxy A series

Keunggulan ini semakin terasa saat digunakan dalam mobilitas tinggi, mulai dari dimasukkan ke dalam saku sambil berjalan dan commuting berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian saat lari menggunakan running belt, tidak perlu khawatir dengan perangkat yang berat dan mengganggu.

Tidak hanya itu, smartphone baru dari Samsung ini tampil dengan desain kamera terbaru yang lebih clean, stylish dan premium dibandingkan generasi sebelumnya.

Galaxy A57 5G tampil makin premium dengan desain ambient island

Pengalaman Layar Lebih Luas dengan Bezel yang Makin Tipis

Smartphone baru dari Samsung ini dilengkapi layar Super AMOLED+ yang berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz dan Vision Booster mampu menghadirkan visual yang lebih hidup dan tajam.

Ini lebih luas daripada layar Super AMOLED 6,6 inci Galaxy A55 5G. Vision Booster pada perangkat ini juga lebih terang hingga 1900 nits, lebih tinggi daripada nilai maksimum 1200 nits pada Galaxy A55 5G.

Ditambah, bezel yang semakin tipis, nyata terlihat jika dibandingkan Galaxy A55 5G, memberikan pengalaman layar yang berbeda yaitu lebih luas dan imersif sangat cocok untuk menonton, scrolling, bermain game.

Bezel Galaxy A57 5G makin tipis dibandingkan Galaxy A55 5G

Performa Lebih Kencang dan Suhu Tetap Stabil

Mengintip dari dapur pacu, Galaxy A57 5G ditenagai prosesor terbaru Exynos 1680 yang menghadirkan peningkatan CPU, NPU, terutama GPU dibandingkan Galaxy A55 5G yang ditenagai Exynos 1480.

Ini membuat kinerja Galaxy A57 5G lebih stabil dan responsif untuk produktivitas, multitasking, gaming, hingga penggunaan sehari-hari. Pemrosesan AI pun lebih lancar, seperti Circle to Search atau Gemini, juga AI on-device seperti Voice Transcription yang baru ada di Galaxy A57 5G.

Didukung baterai 5000mAh yang tahan seharian, dengan dukungan Super Fast Charging, pengguna dapat tetap produktif sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan daya.

Selain itu, dukungan vapor chamber hingga 13% lebih besar mampu menjaga menjaga suhu perangkat tetap stabil bahkan saat digunakan bermain game Mobile Legends secara intensif hingga 3 jam, suhu tetap terjaga di bawah 40 derajat.

Jika dibandingkan dengan Galaxy A55 5G, pengalaman penggunaan pada perangkat terbaru Samsung ini terasa lebih smooth, stabil dan minim lag.

Suhu Galaxy A57 5G berhasil di bawah 40 derajat saat main Game.

Kamera dan Hasil Foto Makin Awesome

Perangkat terbaru dari Samsung ini turut menghadirkan peningkatan pada segi kamera, menghasilkan foto dan video yang makin jernih di berbagai kondisi pencahayaan. Mulai dari momen hangout bersama teman, city night view, konten di spot estetik hingga aktivitas harian, hasilnya tetap terang, detail dan minim noise.

Perbedaan dengan generasi sebelumnya, terlihat bahwa hasil foto pada Galaxy A57 5G lebih terang, jernih dan minim noise, dibandingkan foto yang dihasilkan Galaxy A55 5G.

Hasil foto pada Galaxy A57 makin jernih dan minim noise

Perbandingan Galaxy A57 5G vs Galaxy A55 5G

FiturGalaxy A57 5GGalaxy A55 5G
Desain6.9mm dan berat 179g (lebih tipis dan ringan)8.2mm dan berat 213g
Layar6.7inci, Super AMOLED+, 120 Hz, Vision Booster hingga 1900 nits6.6” inci, Super AMOLED, 120Hz, Vision Booster hingga 1200 nits
PerformaExynos 1680 (lebih kencang dan responsif)Exynos 1480
KameraTriple camera belakang dengan peningkatan ISP dan mode Low NoiseTriple camera belakang

Dengan keunggulan pada desain, layar, performa, dan kamera, jelas bahwa perangkat baru dari Samsung ini menghadirkan peningkatan yang cocok bagi anak muda masa kini yang ingin mengupgrade ponselnya. 

Smartphone ini telah tersedia di toko offline dan online Samsung di seluruh Indonesia dengan pilihan warna Awesome Navy, Awesome Gray, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac. Perangkat ini tersedia pada harga retail yang direkomendasikan mulai dari Rp 7.599.000 dalam 3 varian: 8/128GB, 8/256GB, dan 12/256GB.

Hingga 31 Mei 2026, pengguna dapat menikmati penawaran spesial terbaru dengan total keuntungan senilai hingga Rp5.400.000. Tidak hanya itu, terdapat pilihan skema cicilan melalui Finance+ dengan bunga 0% dan DP 0%, sehingga pengguna dapat menikmati perangkat terbaru dengan awesome deal.

Bagi pengguna yang memiliki Galaxy generasi sebelumnya, bisa  memanfaatkan program trade-in cashback dan program jaminan harga trade-in dengan nilai terbaik.

Misalnya, pengguna Galaxy A55 5G varian 128GB ingin menukarkan ke Galaxy A57 5G varian 128GB, konsumen cukup membayar lebih ringan Rp 350 ribuan per bulan selama 12 bulan.

ZTE-Telkom Teken MoU Percepat Infrastruktur Digital

Telko.id – ZTE Corporation dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan solusi dan infrastruktur digital di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Jakarta pada 13 Mei 2026.

Kemitraan antara ZTE dan Telkom ini akan berfokus pada pengembangan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan next-generation connectivity.

Tujuannya adalah mempercepat inovasi, meningkatkan layanan digital, serta mendukung sektor enterprise dan pemerintahan. Kedua perusahaan ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh dan kompetitif.

Zhu Yang, Sales Director ZTE Indonesia, mengatakan, “Kami bangga dapat memperkuat kolaborasi dengan Telkom Indonesia, salah satu penggerak utama ekosistem digital di Asia Tenggara. Kemitraan ini mencerminkan visi bersama kami untuk membangun infrastruktur digital yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi ZTE dan kekuatan pasar Telkom, kami berharap dapat menciptakan nilai baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Dari perspektif Telkom, kolaborasi ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan. Telkom tengah berevolusi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi perusahaan berbasis infrastruktur dan platform digital yang terintegrasi. Sebelumnya, Telkom juga telah menandatangani perjanjian spin-off fiber senilai Rp35,7 triliun sebagai bagian dari transformasi ini.

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa kemitraan strategis memainkan peran penting dalam mempercepat agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Kolaborasi ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan di masa depan. Selanjutnya, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas di bidang data center, konektivitas, dan platform berbasis cloud, sekaligus menjadikan AI sebagai penggerak utama untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan kami. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, dan kompetitif di Indonesia maupun di tingkat regional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, ZTE akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan teknologinya di tingkat global. Fokusnya mencakup infrastruktur digital, solusi berbasis AI, dan platform terintegrasi.

Semua itu untuk mendukung Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat potensi layanan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih scalable dan aman.

Fokus pada AI dan Cloud Computing

Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah pengembangan layanan berbasis AI. Telkom sebelumnya telah menegaskan bahwa AI menjadi andalan utama dalam strategi bisnisnya. Perusahaan bahkan memfokuskan diri pada empat portofolio bisnis dengan AI sebagai penggerak utama. Langkah ini menunjukkan keseriusan Telkom dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan daya saing.

Kolaborasi dengan ZTE dinilai akan memperkuat kapabilitas Telkom di bidang data center dan platform berbasis cloud. Dengan infrastruktur yang lebih solid, Telkom dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan enterprise maupun pemerintahan. Hal ini sejalan dengan visi ZTE untuk mendukung transformasi digital di berbagai negara.

Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan next-generation connectivity. ZTE memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi konektivitas generasi terbaru, termasuk 5G.

Sebelumnya, ZTE juga telah menandatangani MoU dengan Telkom untuk pengembangan 5G. Langkah ini mempertegas komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan jaringan yang lebih cepat dan andal.

Dukungan untuk Ekonomi Digital Indonesia

Kerja sama ini juga mendukung upaya berkelanjutan Telkom dalam mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan disiplin eksekusi. Setiap inisiatif yang dijalankan diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Ke depannya, ZTE dan Telkom akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi. Ruang lingkupnya mencakup pengembangan infrastruktur digital, solusi enterprise, layanan berbasis AI, dan pengembangan kapabilitas. Semua itu untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Inisiatif serupa juga terlihat di ekosistem Telkom Group. Misalnya, Telkomsel baru-baru ini menggelar Solution Day 2025 untuk mendorong inovasi AI dan 5G bagi industri. Sementara itu, TransTRACK dan BTP Telkom University juga menjalin kerja sama riset inovatif. Semua langkah ini menunjukkan komitmen Telkom Group dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Dengan adanya kemitraan strategis ini, ZTE dan Telkom optimistis dapat menciptakan nilai baru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Icha)

QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

Telko.id – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus memperluas jangkauannya di China.

Setelah sebelumnya terintegrasi dengan Alipay dan UnionPay, kini QRIS dibidik untuk dapat terhubung dengan WeChat Pay, salah satu platform pembayaran digital terbesar di negara tersebut.

Melansir dari Kompas, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, saat ini QRIS RI-China yang baru diluncurkan pada 30 April 2026, baru dapat digunakan melalui platform Alipay dan UnionPay.

“Ke depan kami sudah bicara untuk kemungkinan WeChat Pay dan juga MPC, itu adalah mobile payment juga akan bekerjasama. Jadi mereka sudah membangun satu single QR. Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) antara Indonesia dan China.

Dengan integrasi tersebut, pengguna dari Indonesia nantinya dapat melakukan transaksi di merchant yang mendukung WeChat Pay hanya menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung QRIS.

Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem pembayaran antarnegara.

Santoso pun mengaku telah mencoba langsung penggunaan QRIS Antarnegara di China dan menilai implementasinya berjalan cukup baik, meski belum tersebar luas di seluruh merchant.

“Di mereka yang ada masalah karena baru dua kan. Mereka harus mengintegrasikan, mereka harus merubah menjadi satu platform. Platform ini sebenarnya sudah ada di platform domestik, cuma kita meminta bisa enggak ini juga melayani internasional,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penggunaan QRIS RI-China memiliki potensi besar seiring tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan China.

“Total pemain kita kebanyakan mikro dan UMKM kan di Indonesia, sekitar 44-45 jutaan. Kalau di China kita tahu di sana penduduknya besar dan pemainnya juga banyak. Yang kami pernah mendengar itu mereka hampir mendekati ratusan juta sampai ke UMKM-UMKM dan turis itu di sana baik jasa maupun barang juga,” kata Santoso.

Integrasi ini dapat memberikan pengalaman transaksi lintas negara yang lebih sederhana.

Wisatawan Indonesia di China nantinya cukup menggunakan aplikasi pembayaran lokal yang biasa dipakai sehari-hari tanpa perlu membawa banyak uang tunai atau kartu tambahan.

Di masa depan, ekspansi QRIS ke lebih banyak platform dan negara berpotensi mempercepat terbentuknya ekosistem pembayaran digital ASEAN dan Asia yang lebih terhubung, efisien, dan mandiri.

QRIS Berpeluang Ekspansi ke Vietnam dan Filipina

Telko.id – Bank Indonesia membuka peluang perluasan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke Vietnam dan Filipina sebagai bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini melanjutkan ekspansi QRIS yang sebelumnya sudah terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Melansir dari Kumparan, Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan.

“Kita coba lihat peluangnya, bagaimana nanti dengan Filipina, juga dengan Vietnam. Kami masih melihat ini negara-negara yang punya potensi untuk bisa dikembangkan ke depan. Kita akan pelajari, kita akan lihat peluang ternyata sama,” ujar Widi di sela-sela gelaran World of Coffee di Bangkok, Thailand, Kamis (7/5).

Baca Juga:

Melalui integrasi lintas negara ini, pengguna nantinya dapat melakukan pembayaran di luar negeri cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari Indonesia, tanpa perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu internasional.

Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang dan memproses transaksi melalui jaringan pembayaran masing-masing negara.

BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay.

“Nah ini sementara ini dengan PromptPay, kita coba tingkatkan dari sisi pengguna dan dari sisi merchant, nanti mungkin kita bisa evaluasi lagi, dan kalau ada peluang untuk bisa bekerja sama dengan lebih banyak, maksudnya sistem pembayaran yang lain, kita coba kembangkan,” jelasnya.

Widi menambahkan penggunaan QRIS lintas negara turut mendukung penguatan nilai tukar rupiah karena transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction.

“Nah ini kan ada nanti mengurangi juga permintaan terhadap mata uang yang cukup kuat ya, dolar, jadi ini nanti bisa juga membuat Rupiah semakin menguat,” ujar dia.

Duta Besar RI untuk Thailand, Hari Prabowo, mengatakan masyarakat Thailand memiliki karakter yang sangat terbuka terhadap transformasi digital dan pembayaran non-tunai.

Dia menjelaskan integrasi antara QRIS dan PromptPay membuat sistem pembayaran Indonesia kini bisa diterima di banyak toko di Thailand.

Menurut dia, perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memudahkan wisatawan kedua negara dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung stabilitas moneter Indonesia.

Perluasan QRIS ke lebih banyak negara akan mempermudah aktivitas perjalanan maupun transaksi internasional sehari-hari.

Pembayaran bisa dilakukan langsung dari aplikasi lokal yang sudah digunakan sehari-hari, sehingga pengalaman transaksi lintas negara menjadi lebih praktis tanpa perlu banyak aplikasi tambahan.

Huawei WATCH FIT 5 Series, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series di Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Smartwatch anyar ini hadir dalam dua varian, yakni Basic dan Pro, dengan harga mulai dari Rp2,399 juta.

Seri terbaru ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama pada fitur kesehatan. Untuk pertama kalinya di industri, Huawei menghadirkan Diabetes Risk Study pada varian Pro, sebuah fitur pemantauan risiko diabetes yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

“Dengan semangat ‘Now Is Your Spark’, Huawei menghadirkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series sebagai smartwatch stylish dan powerful dengan fitur Ultra-Health & Sports,” demikian pernyataan resmi Huawei dalam siaran persnya.

Smartwatch ini dirancang untuk masyarakat modern dengan mengusung filosofi “FIT” yaitu Fashion, Innovation, dan Thinness. Kehadirannya diharapkan memperkuat posisi Huawei sebagai pemimpin pasar wearable global setelah mencapai status Top 1 Global Wearable Brand.

Kedua varian akan mulai tersedia di Indonesia pada 21 Mei 2026. HUAWEI WATCH FIT 5 Basic dibanderol Rp2.399.000, sementara HUAWEI WATCH FIT 5 Pro dijual mulai Rp3.699.000.

Fitur Kesehatan Revolusioner: Diabetes Risk Study dan ECG

Fitur unggulan HUAWEI WATCH FIT 5 Pro adalah Diabetes Risk Study. Fitur ini berbasis teknologi photoplethysmography (PPG) untuk memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro di pergelangan tangan. Pengembangannya dilakukan bersama institusi dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 3-14 hari, siang dan malam. Data denyut nadi dikumpulkan dan dipadukan dengan profil pengguna seperti usia, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan. Algoritma khusus kemudian menganalisis risiko dan mengkategorikannya menjadi rendah, sedang, atau tinggi.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis WATCH FIT 5 Series di Indonesia, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Selain itu, HUAWEI WATCH FIT 5 Pro juga dilengkapi fitur Comprehensive Cardiovascular Insights melalui CE-Certified ECG dan Pulse Wave Arrhythmia Analysis. Fitur Multidimensional Emotional Wellbeing 2.0, HRV yang lebih mendalam, dan advanced sleep tracking turut melengkapi paket pemantauan kesehatan preventif ini.

Sementara itu, varian Basic juga dibekali Pulse Wave Arrhythmia Analysis, Scientific Sleep Evaluation, pemantauan kondisi emosional multi-dimensi, serta panduan mini workout. Sistem ini didukung sensor gerak (accelerometer) untuk meminimalkan gangguan pembacaan akibat aktivitas.

Desain Premium dengan Layar Lebih Besar

HUAWEI WATCH FIT 5 Pro mengusung layar AMOLED 1,92 inci dengan rasio screen-to-body 83% dan kecerahan hingga 3.000 nits. Bobotnya hanya 30,4 gram. Material titanium case dan 2.5D sapphire glass memperkuat kesan premium. Teknologi ceramic coating dan micro arc oxidation meningkatkan durabilitas hingga 130%.

Varian Basic hadir dengan layar AMOLED 1,82 inci, kecerahan 2.500 nits, dan bobot hanya 27 gram. Material 2.5D tempered curved glass dan 7000 series aluminium alloy memberikan keseimbangan antara desain stylish dan durabilitas.

HUAWEI WATCH FIT 5 Basic tersedia dalam lima pilihan warna: Silver, Purple, White, Black, dan Green. Sementara varian Pro hadir dalam Orange, White, dan Black dengan sentuhan desain oil-filling.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis WATCH FIT 5 Series di Indonesia, Bawa Deteksi Diabetes Pertama

Kedua varian juga mendukung personalisasi tampilan layar melalui fitur customizable watch face.

Performa Olahraga dengan Tracking Presisi Tinggi

HUAWEI WATCH FIT 5 Series dilengkapi teknologi Sunflower Positioning System untuk pelacakan lokasi presisi pada aktivitas seperti running, trail run, dan bersepeda. Dual-band positioning dengan GPS 6 satelit membantu navigasi akurat di area perkotaan maupun outdoor.

Khusus varian Pro, fitur Ultra-Sport mendukung olahraga outdoor seperti golf dengan akses ke lebih dari 17.000 peta lapangan global, freediving hingga 40 meter, hiking, diving, serta offline maps global. Fitur checkpoint dan ETA to checkpoint juga tersedia untuk trail run.

Untuk aktivitas lari, smartwatch ini didukung scientific running metrics seperti running power dan Running Ability Index. Data olahraga dapat disinkronkan langsung ke aplikasi Strava.

Kedua varian mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk racket sports tracking untuk tenis, badminton, dan padel dengan analisis mendalam terhadap jenis pukulan dan intensitas ayunan.

Baterai Tahan Lama dan Fitur Pintar

HUAWEI WATCH FIT 5 Series memiliki daya tahan baterai hingga 10 hari untuk penggunaan normal, dan hingga 21 jam untuk penggunaan intens seperti trail run. Kapasitas penyimpanan mencapai 64GB.

Fitur pendukung lainnya termasuk Bluetooth calling, message notifications, dan kompatibilitas dengan iOS dan Android. Smartwatch ini juga akan segera mendukung pembayaran via LinkAja QR Payment di jaringan merchant modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Selama periode penjualan 21 Mei – 20 Juni 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan hadiah senilai Rp699 ribu berupa HUAWEI FreeBuds SE 3, 1 bulan membership HUAWEI Health+, serta 1 bulan HUAWEI Watch Face VIP.

HUAWEI WATCH FIT 5 Series akan tersedia di HUAWEI Store, e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, erafone, dan eraspace. Secara offline, perangkat ini bisa didapatkan di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli Store, Urban Republic, Digiplus, dan partner store resmi Huawei.

Peluncuran ini menandai langkah maju Huawei dalam menghadirkan teknologi kesehatan preventif yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna. Fitur Selam 150 Meter pada seri sebelumnya menunjukkan komitmen Huawei pada inovasi wearable. Ke depan, fitur serupa mungkin akan diadopsi oleh merek lain untuk memperluas ekosistem kesehatan digital di Indonesia. (Icha)

OpenAI Ungkap Kebiasaan Pengguna ChatGPT Sehari-Hari

Telko.id – OpenAI mulai mengungkap bagaimana kebiasaan dari penggunanya dalam memanfaatkan ChatGPT sehari-hari. Data ini menunjukkan bahwa penggunaan AI kini semakin luas dan tidak lagi terbatas untuk sekedar mencari jawaban sederhana atau eksperimen teknologi.

Melansir dari Tekno, OpenAI membagikan data terbaru yang menujukkan bahwa layanan ini diakses oleh 800 juta orang setiap minggunya. Pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk beragam keperluan, mulai dari menyusun rencana perjalanan hingga bantuan memilih makanan segar.

Mayoritas pengguna memanfaatkan ChatGPT sendiri untuk aktivitas seperti menulis, merangkum dokumen, mencari ide, hingga membantu pekerjaan kantor dan belajar.

Namun, menariknya, pola penggunaan mulai bergeser ke arah yang lebih personal, termasuk untuk brainstorming, hingga menjadi teman disuksi sehari-hari.

Menariknya, aktivitas mengunggah foto untuk diedit ternyata jauh lebih populer dibandingkan permintaan pembuatan gambar AI dari awal. Hal ini menandakan pengguna lebih membutuhkan bantuan AI untuk menyempurnakan aset visual yang sudah mereka miliki.

Penggunaan multimodal juga disebut meningkat secara signifikan. Pengguna kini tidak hanya mengetik teks, tetapi mulai memanfaatkan fitur gambar, suara, hingga analisis file untuk berbagai kebutuhan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa AI mulai berkembang dari sekadar chatbot menjadi platform interaksi digital yang lebih lengkap.

Baca Juga:

Data penggunaan juga memperlihatkan bahwa pengguna cenderung semakin bergantung pada AI untuk mempercepat pekerjaan sehari-hari.

Mulai dari membuat email, menyusun presentasi, mencari refrensi hingga membantu coding. AI kini menjadi bagian dari workflow di masyarakat.

Data yang dihimpun dari Tech Radar, adanya perbedaan pola penggunaan di Negara Inggris. Masyarakat di sana lebih sering menggunakan ChatGPT untuk tugas praktis seperti rekomendasi kecantikan, bimbingan belajar, dan pengeditan materi komunikasi.

Temuan yang mengejutkan adalah rendahnya penggunaan fitur pengkodean atau coding di wilayah tersebut. Fitur ini menempati peringkat bawah yang mengindikasikan bahwa fungsi teknis pemrograman belum menjadi prioritas utama bagi pengguna umum di Inggris.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana AI perlahan berubah dari teknologi tambahan menjadi tools utama dalam aktivitas digital.

Namun, semakin tingginya penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait privasi data, akurasi informasi, dan potensi ketergantungan pengguna terhadap sistem AI.

Bagi industri sendiri, pola ini menjadi sinyal bahwa masa depan AI kemungkinan akan bergerak menuju personal AI assistant yang semakin terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari pengguna.

OpenAI Luncurkan Daybreak untuk Perkuat Keamanan Siber

Telko.id – OpenAI resmi meluncurkan inisiatif keamanan siber bernama Daybreak, sebuah program yang difokuskan untuk memperkuat keamanan siber menggunakan teknologi AI. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatkan ancaman digital yang kini semakin kompleks dan sulit dideteksi secara manual.

Menurut siaran Engadget pada Senin (11/5), Daybreak dikembangkan berdasarkan premis bahwa pertahanan siber harus dibangun ke dalam perangkat lunak sejak awal dan tidak hanya berfokus pada menemukan dan memperbaiki kerentanan.

Daybreak dirancang untuk membantu mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber dengan lebih cepat menggunakan kemamuan AI generatif dan machine learning.

Sistem ini mampu memproses data keamanan dalam jumlah besar secara real-time untuk menemukan pola serangan yang mungkin terlewat oleh sistem konvensional.

Program ini juga ditujukan untuk membantu organisasi dan peneliti keamanan dalam menghadapi ancaman baru, termasuk serangan otomatis berbasis AI yang mulai banyak digunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Dengan pendekatan AI, proses identifikasi ancaman dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan metode tradisional yang masih banyak bergantung pada analisis manual.

Baca Juga:

OpenAI menyampaikan bahwa Daybreak menggunakan model-model kecerdasan buatan milik perusahaan, termasuk agen khusus Codex Security yang bisa digunakan untuk memindai basis kode, memvalidasi temuan berisiko tertinggi, dan memperbaikinya.​​​​​​​

Daybreak akan mengandalkan model AI GPT-5.5 untuk keperluan umum dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber untuk sebagian besar alur kerja keamanan defensif seperti peninjauan kode secara aman, analisis malware, validasi tambalan, dan rekayasa deteksi ancaman.

Sementara itu, model GPT-5.5-Cyber disiapkan untuk kebutuhan yang lebih khusus seperti simulasi serangan siber, pengujian penetrasi, dan validasi sistem keamanan secara terkontrol.

OpenAI bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan keamanan siber seperti Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Oracle, dan Akamai, dalam pengembangan Daybreak ini.

Inisiatif Daybreak ini disebut sebagai pesaing project Glasswing milik Anthropic, layanan keamanan siber dengan dukungan model kecerdasan buatan Claude Mythos Preview.

Kehadiran Daybreak menunjukkan bahwa Ai kini tidak hanya menjadi sumber ancaman baru, tetapi juga menjadi alat utama dalam pertahanan siber modern.

Perkembangan ini berpotensi menghadirkan sistem keamanan digital bagi pengguna yang lebih proaktif dan responsive terhadap ancaman online.

Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Perseroan mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sementara normalized net income mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4%.

Pendapatan konsolidasi tercatat Rp146,7 triliun, dengan EBITDA konsolidasi Rp72,2 triliun dan margin EBITDA 49,2%. Normalized EBITDA tercatat Rp73,2 triliun dengan margin 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, Telkom mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025. Angka ini terdiri dari capital gain 28,4% dan dividend yield 7,3%.

Respons positif pasar ini didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi menjadi fokus utama perseroan sejak 2025.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Empat Pilar Transformasi TLKM 30

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence, yang memperkuat prinsip tata kelola perusahaan baik.

Hal ini mendorong peningkatan disiplin organisasi berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses efisien, serta peningkatan kualitas layanan.

Pada pilar kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business. Implementasi strategi ini tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026.

Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Pilar ketiga berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber.

Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding. Sebelumnya, spin-off InfraNexia telah menjadi salah satu inisiatif kunci perseroan.

Sebagai pilar keempat, Telkom menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empat segmen Operating Company (OpCo), yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan dan mengharmonisasi lini bisnis.

Dampak Perubahan Kebijakan Akuntansi

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi. Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi.

Perseroan juga melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Inisiatif ini memperkuat praktik tata kelola transparan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset.

Segmen B2C masih menjadi kontributor utama pendapatan. Telkomsel berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025 sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian.

Trafik data meningkat signifikan 15% YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) bergerak ke arah pemulihan positif mulai paruh kedua 2025. Di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga tepat sasaran dan keunggulan kualitas jaringan.

Content image for article: Telkom Bukukan Kinerja FY25 Resilien, TSR Capai 35,7%

Pada segmen B2B Infrastructure, pendapatan tercatat Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber. Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center, dan dua fasilitas co-location data center di Singapura yang dikelola NeutraDC. TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX.

Bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan net income margin 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung rasio penyewa 1,57x atas 40.230 menara telekomunikasi, menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Sejalan dengan itu, konsolidasi Mitratel terus berjalan untuk optimalisasi aset.

Pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Sementara segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital.

Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan.

Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional.

“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan,” tutup Dian. (Icha)

Kinerja XLSMART Q1 2026, Pendapatan Tumbuh 38%

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengawali Q1 tahun 2026 dengan kinerja solid. Pendapatan perusahaan tumbuh 38% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 11,84 triliun pada kuartal pertama 2026.

Pertumbuhan ini didorong oleh integrasi jaringan pasca merger dan ekspansi layanan 5G. Laba bersih yang dinormalisasi (normalized PAT) bahkan melonjak 254% YoY menjadi Rp 1,37 triliun. EBITDA yang dinormalisasi juga tumbuh 26% YoY menjadi Rp 5,43 triliun dengan margin 46%.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan fokus perusahaan saat ini. “Fokus utama XLSMART saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G pelanggan di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/5/2026).

Ia menambahkan, integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi fondasi utama. Hal ini untuk membangun pengalaman digital generasi berikutnya di Indonesia. XLSMART optimistis berada pada posisi yang lebih siap menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik.

Perusahaan juga terus membangun organisasi yang agile dan kolaboratif. Tujuannya untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang unggul. “Kami percaya konektivitas berkualitas merupakan fondasi penting untuk mempercepat transformasi digital nasional,” tutup Rajeev.

Content image for article: XLSMART Buktikan Kinerja Solid di Q1 2026, Pendapatan Tumbuh 38%

Layanan Data Jadi Penopang Utama

Kontribusi layanan data dan digital menjadi tulang punggung bisnis XLSMART. Sektor ini menyumbang 91,8% terhadap total pendapatan perusahaan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kualitas pasar dan optimalisasi portofolio pelanggan.

Blended ARPU (Average Revenue Per User) meningkat menjadi Rp 47,3 ribu. Angka ini naik dari periode sebelumnya, menunjukkan peningkatan utilisasi layanan data bernilai tambah. Trafik layanan data juga tumbuh 36% YoY menjadi 3.867 Petabytes.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas tinggi menjadi pendorong utama. Streaming video, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud semakin diminati. Hal ini sejalan dengan strategi XLSMART untuk memperkuat kualitas jaringan secara berkelanjutan.

Ekspansi 5G dan Pengakuan Global

XLSMART terus mempercepat pengembangan layanan 5G. Pendekatan blanket coverage diterapkan di berbagai kota strategis. Hingga akhir Maret 2026, layanan 5G telah hadir di 43 kota dan akan terus diperluas.

Jumlah BTS meningkat 54% YoY menjadi lebih dari 253 ribu BTS. Infrastruktur yang kuat ini menjadi fondasi untuk mendukung transformasi digital nasional. Selama periode Ramadan dan Idulfitri, trafik data meningkat hingga 21%, namun kualitas layanan tetap terjaga.

Prestasi internasional juga diraih XLSMART. Perusahaan meraih penghargaan Ookla Speedtest Awards 2025 sebagai Fastest 5G Network di Indonesia. Selain itu, XLSMART masuk dalam daftar TIME Best Companies Asia-Pacific 2026.

Pengakuan ini menegaskan positioning XLSMART sebagai perusahaan telekomunikasi dengan kualitas jaringan kompetitif. Budaya perusahaan yang kuat juga menjadi nilai tambah. Hal ini sejalan dengan kinerja solid yang ditunjukkan operator telekomunikasi di Indonesia.

Percepatan konsolidasi jaringan juga berjalan baik. Hingga Q1 2026, sekitar 40,3 ribu site telah diintegrasikan ke jaringan XLSMART. Penambahan 4,9 ribu site baru juga dilakukan untuk memperluas cakupan.

Perseroan telah menyelesaikan sekitar 77% target tower dismantling. Ini bagian dari realisasi sinergi dan efisiensi operasional pasca merger. Belanja modal (capex) hingga Q1 2026 tercatat Rp 2,25 triliun.

Dana tersebut difokuskan untuk integrasi jaringan, ekspansi 5G, dan modernisasi infrastruktur. XLSMART juga mengoptimalkan strategi multi-brand melalui XL Prepaid, AXIS, SMARTFREN, XL PRIORITAS, XL SATU, dan Enterprise. Strategi ini menjangkau kebutuhan pelanggan yang beragam di berbagai segmen pasar.

Dengan jaringan yang semakin luas dan ekspansi 5G yang agresif, XLSMART optimistis memainkan peran strategis. Perusahaan siap mempercepat transformasi digital nasional dan menghadirkan konektivitas bermakna bagi masyarakat Indonesia. (Icha)