spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1769

OpenBTS, Apakah Itu?

0

Untuk sebagian orang, mungkin belum mengetahui apa itu open BTS. Walaupun sudah sering mendengar dari beberapa media dan praktisi IT, namun banyak juga yang tidak tahu pengertian sesungguhnya dari Open BTS tersebut dan apa kegunaan nya bagi industri telekomunikasi Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu, salah satu praktisi IT ternama di Indonesia, Onno W. Purbo pernah memeragakan cara membuat dan mengoperasikan Open BTS tersebut pada salah satu ajang di Bali. Nah, apa sih sebetulnya OpenBTS tersebut? Simak ulasannya berikut ini?

Pengertian OpenBTS

Open BTS adalah sebuah aplikasi yang berjalan pada platform linux. Open BTS sejatinya merupakan sebuah aplikasi yang opensource namun dalam pengadaan alatnya/hardwarenya harus membeli. Open BTS sebenarnya tidak berbeda jauh dengan BTS(Base Transceiver Station) pada umumnya.
Open BTS menggunakan perangkat keras yang bernama USRP(Universal Software Radio Peripheral) untuk memancarkan signal jaringan standar selular (GSM).

Komponen dasar sistem Open BTS relatif sederhana di bandingkan BTS yang sebenarnya dan cara kerjanya hampir mirip. Open BTS dalam penggunaannya dapat digunakan di daerah yang terpencil dan terisolir dari listrik maupun koneksi internet.

Sementara itu, USRP sendiri berfungsi sebagai transceiver(pemancar dan penerima) sinyal GSM. Untuk penomoran dan manajemen lalu lintas suara(voice) digunakan aplikasi Asterisk(protokol VoIP SIP). Fungsi Asterisk mirip perangkat MSC(Mobile Switching Center) pada sistem GSM. Karena itu Asterisk juga disebut soft switch karena berbasis piranti lunak. Sedang untuk SMS memakai aplikasi Jabber protokol XMPP. Semua aplikasi ini free dan open source.

Mengenai jangkauan, OpenBTS ini bisa menjangkau hingga radius 20 km sehingga socok untuk diterapkan di wilayah pelosok yang tidak terjangkau jaringan seluler. Selain itu, SIM card yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan di OpenBTS ini.

Legalkah ?

Ketika praktisi Onno w.Purbo mencoba mengimplementasikan OpenBTS di Indonesia, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai penggunaan teknologi Open BTS masih terlarang karena belum ada regulasi yang mengaturnya secara detail.

Namun, Jika mengacu pada Undang Undang Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi pasal 3; telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antar bangsa. Termasuk dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi Pasal 6. Dari pembeberan pasal-pasal dari regulasi di atas, jelas bahwa penyelenggara jasa teleponi dasar dapat dilakukan oleh non-operator asal ada ijin menteri.

Sistem kerja OpenBTS

Skema kerja dari OpenBTS adalah OpenBTS mengganti infrastruktur tradisional dari operator GSM, dari Base Transceiver Station (BTS) ke belakangnya. Dari yang biasanya traffik diteruskan ke Mobile Switching Center (MSC), pada OpenBTS trafik di terminasi pada box yang sama dengan cara mem-forward data ke Asterisk PBX melalui SIP dan Voice-over-IP (VoIP). Sementara itu, referensi air interface (Um) menggunakan software-defined radio (SDR) pada Universal Software Radio Peripheral (USRP) USB board.

Penerapan OpenBTS

Penerapan pertama dari OpenBTS adalah ketika dipasang di sebuah negara kecil yang bernama Niue pada 2010 silam. Niue adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan penduduk sekitar 1700 orang yang tidak menarik bagi penyelenggara telekomunikasi mobile. Struktur biaya OpenBTS sangat cocok untuk Niue yang sangat mendambakan layanan selular tapi tidak bisa membeli sistem base station GSM konvensional. Di papua juga merupakan lokasi penerapan OpenBTS. Tercatat sejak tahun 2014, Kurtis Heimerl membangun OpenBTS di salah satu daerah terpencil dekat wamena.

Demikianlah sedikit informasi mengenai OpenBTS. Jika memang anda memiliki informasi lebih detail mengenai OpenBTS, silahkan submit komentar di kolom komentar yang sudah disediakan.

Bandung ICT Expo, Sinergikan Komunitas IT Untuk Pacu Industri

0

Bandung – Salah satu pameran teknologi yang cukup dilirik oleh para investor yaitu Bandung ICT Expo pada akhir pekan ini akhirnya dibuka. Di hadiri oleh para pemangku kepentingan, dosen, serta perusahaan yang bergerak dibidang IT, Bandung ICT Expo memamerkan hasil karya para mahasiswa dari Telkom University. Bertempat di Telkom University atau yang dulu dikenal dengan sebutan STT Telkom, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa exhibitor yang juga pemain lama dalam pasar ICT di Indonesia.

Selain tentunya dihadiri oleh beberapa perusahaan yang berada di bawah naungan PT. Telkom Tbk, serta beberapa pemain lama seperti, Huawei, ZTE serta Alcatel Lucent. Beberapa perusahaan yang bermarkas di Bandung seperti PT Len Nusantara juga ikut ambil bagian dalam perhelatan ini.

Bukan hanya itu, para mahasiswa Telkom University juga tidak mau kalah dalam berunjuk gigi pada kegiatan ini, berbagai karya penelitian, pengembangan informasi, seni dari para rektor serta mahasiswa dihadirkan pada pegelaran ini.

Salah satu inovasi dari mahasiswa Telkom adalah aplikasi artificial intelegent shalat, aplikasi unik ini menghadirkan tata cara sholat secara visual yang berjalan pada smartphone dan tablet berplatform android.

Kegiatan ini sendiri mengangkat tema “strengthening collaborative innovation for community and industry” dengan maksud dapat mendorong para komunitas IT dalam bersinergi untuk memacu perkembangan industri ICT di Tanah Air.

Kegiatan ini berlangsung hingga hari sabtu tanggal 12 Septrember 2015, bertempat di convention hall kampus Telkom. Bandung ICT Expo juga menampilkan rangkaian seminar, presentasi produk&talkshow, pemberian penghargaan creative industry, serta ICT Creative Contest.

“Potensi ini harus disalurkan melalui berbagai jalan, antara lain dengan menambahkan jaringan yang luas dan erat dengan dunia industri, kami sadar, hubungan yang erat ini harus tetap terjaga,  sebagai langkah untuk mendorong perkembangan dunia ICT di tanah air dan memperluas jaringan,” jelas Prof. Ir. Mochamad Ashari, Rektor Telkom University.

Beliau juga mengungkapkan harapannya bahwa gelaran bandung ICT Expo ini dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas mengenai pentingnya teknologi informasi untuk mendorong daya saing industri kreatif serta kesiapan menghadapi MEA.

Di hari terakhir, akan ada award dari PT Telkom kepada para industry kreatif yang bergerak di bidang ICT, selain itu masih ada juga beberapa talkshow dari Telkom Foundation serta Telkom Indonesia.

Mengintip Kesiapan Ekosistem Industri Telekomunikasi di Era 4G

0

Jakarta – Sejak awal tahun ini sejatinya 4G LTE telah di gaungkan, namun hingga kuartal terakhir di tahun ini saja, jaringan super cepat generasi terbaru itu nyatanya belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.

Beberapa faktor yang menyebabkan lemah nya implementasi ini diantaranya adalah jaringan 4G pada operator seluler belum sepenuhnya maksimal, selain itu, ketersediaan smartphone 4G LTE dengan harga yang terjangkau juga cukup langka di Indonesia.

Alexander Rusli selaku CEO dari PT. Indosat Tbk mengungkapkan jika LTE Indosat pada frekuensi 1800 Indosat akan sangat ready dan beliau juga mengungkapkan tidak ada masalah untuk 4G LTE. “ Persiapannya sudah dari dua tahun lalu, sekarang tinggal di-on-kan, dan mulai tahun ini sudah siap dioperasikan sesuai kebijakan pemerintah,’ungkap Alex.

Alex menambahkan, “Jika operator yang terus di genjot untuk teknologi 4G namun vendor ponsel tidak bergerak cepat, maka teknologi ini tidak akan berjalan dengan baik, sehingga kedua-duanya harus saling mendukung,”

Sehingga Alex berharap, kejelasan pemerintah yang menyatakan penggunaan teknologi 4G-LTE resmi pada November tahun ini,  semua sudah berjalan beriringan,baik kesiapan oprator dan ketersediaan ponsel yang mendukung teknologi 4G.

Jaringan
Tidak hanya operator, vendor penyedia jaringan menjadi pihak yang sibuk melakukan berbagai persiapan. Bahkan mereka paling awal, karena layanan 4G bertumpu pada kesiapan teknologi jaringan yang disediakan mereka.

Handset
Pihak yang juga tidak ketinggalan di Era 4G , yaitu vendor handset. Salah satu yang disoroti yaitu mengenai tren penggunaan smartphone yang semakin kepada layanan akses data, terutama akses ke media sosial.

Menurut penuturan Janto Djojo, Chief Marketing Officer Wiko Mobile Indonesia yang hadir pada acara diskusi tersebut, meski jumlah netizen lokal terus mengalami kenaikan, namun hanya 26 persen yang mengakses social media. Ini yang kemudian membuka ruang lega bagi pengguna yang belum menyentuh media sosial agar ikutan kecanduan berselancar di dunia maya.

Sebagai perbandingan, sebanyak 50 persen netizen Singapura sudah melek social media. Namun karena jumlah penduduknya tidak sepadan dengan Indonesia, maka hitungan angka pengguna jejaring sosialnya masih berada di bawah.

Paska memasuki era 4G LTE, Janto menilai bahwa harapan untuk terus menumbuhkan pengguna internet, terutama sosial media, sangat besar. Akan tetapi, harus membawa hal yang produktif. “Jangan sampai memberikan ke masyarakat malah dampak yang buruk,” ujar pria berkacamata tersebut.

 

Indosat Tunggu Izin Pemerintah Untuk 4G 1800 Mhz

0

Jakarta – Di temui pada acara Selular Forum di sebuah tempat di bilangan SCBD Jakarta, Alexander Rusli selaku CEO dari Indosat mengakui bahwa Indosat sebenarnya sudah sangat siap dan mengatakan segala persiapannya sudah dimulai sejak dua tahun lalu.

Mengenai jaringan 4G sendiri, sejatinya Indosat telah menggelar jaringan 4G LTE di beberapa kota besar Di Indonesia seperti Bali. Namun jaringan 4G tersebut masih berjalan pada frekuensi 900 Mhz. dengan frekuensi ini Indosat hanya memiliki pita jaringan sebesar 5 Mhz saja sehingga cakupan 4G yang dimiliki mereka juga hanya terbatas. Indosat juga tidak terlalu yakin dengan frekuensi 900 Mhz miliknya, pasalnya selain ketersediaan device yang sedikit, serta ketersediaan nya maksimum hanya 5 Mhz sehingga yang lebih banyak berperan adalah 3G mereka yang memiliki kecepatan hingga 42Mbps.

Untuk kecepatan Akses data sendiri, pada frekuensi 900 Mhz Indosat memiliki kecepatan download hingga 185 Mbps dan 41mbps untuk upload nya. Sementara untuk kota-kota yang sudah tercover jaringan 4G LTE Indosat adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Balikpapan.

“Sebenarnya sejak dua tahun lalu sejak kita modernisasi sebenarya kita sudah LTE ready, maka dari itu saya kembali menekankan bahwa handset nya juga harus siap, karena kami di sisi jaringan sudah sangat siap dan sangat mubazir jika jaringan sudah siap namun handset nya belum memadai,” tuturnya.

Beliau juga mengungkapkan untuk di frekuensi 1800 Mhz , Indosat hanya tinggal menunggu dari jadwal pemerintah yang rencananya akan mulai digulirkan pada akhir November tahun ini.

Sebagai informasi, Spektrum 1800Mhz mampu memberikan kecepatan maksimal mengingat kapasitas yang dapat disediakan oleh operator di pita ini minimal 10Mhz sehingga secara teori dapat menghasilkan kecepatan hingga 129Mbps. Sedangkan jika di frekuensi 900Mhz operator hanya mampu mengalokasikan lebar pita 5Mhz saja dengan kecepatan maksimal 42Mbps yang sama saja dengan kecepatan 3G hanya berbeda latency yang dihasilkan saja.

Faktor banyaknya pelanggan juga ikut mempengaruhi kecepatan transfer data, semakin banyak pelanggan tentunya jalur akan semakin sesak yang berarti kecepatan akan terpengaruh. Dengan pita jaringan yang lebih lebar, tentunya akan menyediakan kecepatan yang lebih stabil walaupun banyak pelanggan yang menggunakannya.

Alex juga menambahkan, ketersediaan handset yang mengakomodir jaringan 1800 Mhz juga perlu diperhatikan, karena jika di pasaran smartphone dan tablet yang mendukung teknologi ini masih tergolong mahal, tentu nya para pengguna juga tidak akan dapat menikmati kecepatan berinternet seperti ini.

Disinggung mengenai infrastructure sharing yang sedang di galakkan oleh pemerintah, Alex merespon dengan cukup baik upaya ini dan sangat terbuka mengenai hal ini. Beliau mengatakan, “intinya bagaimana bisa save cost agar bisa mendeliver secara lebih murah. Saya lebih baik menurunkan cost, ketimbang menaikan harga” ungkapnya. (AK/HZ)

Mengenali Ransomware dan Tips Pencegahannya

0

Jakarta – Salah satu virus yang sedang naik daun yaitu Ransomware cukup mengegerkan publik dunia beberapa waktu lalu. Ransomware sendiri memang identik dengan situs porno dengan melihat kecenderungan para pengunjung di situs dewasa tersebut.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai malware yang sedang jadi buah bibir ini, mari kita simak ulasan mengenai Ransomware yang telah di rangkum oleh Tim Telko.id.

Apa itu Ransomware ?

Ransomware adalah jenis malware yang membatasi akses ke sistem komputer yang menginfeksi dalam beberapa cara, dan meminta para korban untuk membayar sejumlah uang tebusan kepada operator malware tersebut untuk menghapus pembatasan.

Pada beberapa kasus, ransomware mengenkrip file pada sistem di komputer namun tidak meminta tebusan. Tapi pada kasus lain dan yang saat ini sedang marak adalah virus ini mengunci sistem dan meminta sejumlah uang kepada korban agar akses tersebut dapat di buka kembali. Ransomware biasa nya muncul sebagai trojan dan beberapa diantara nya seperti file yang sah dan bukan seperti virus.

Ransomware awalnya begitu populer di Rusia. Namun, saat ini jumlah korban yang terjangkit sudah masuk kedalam skala internasional. Hal tersebut terlihat pada Juni 2013, ketika perusahaan antivirus McAfee merilis data jumlah serangan ransomware pada tahun tersebut sebanyak 250.000 serangan dan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat pada kuartal pertama di 2014 lalu.

Sampai dengan bulan Juni tahun ini, total serangan dari ransomware telah merampas sekitar 15 Juta Dollar Amerika Serikat.

Cara Kerja Ransomware

Ransomware biasanya menyebar sebagai trojan dan memasuki komputer melalui sistem. Penetrasi ransomware sejatinya bervariasi, diantara nya hanya menampilkan pemberitahuan peringatan palsu. Sementara penetrasi lain dari ransomware adalah memberikan pemberitahuan palsu dari yang di keluarkan oleh perusahaan atau lembaga  ketika pengguna membuka situs porno ataupun situs software bajakan. Sementara penetrasi lainnya adalah memberikan pemberitahuan palsu mengenai aktivasi software dan meminta pengguna untuk mengaktivasi ulang software.

Bukan hanya itu, penetrasi dari ransomware lainnya adalah dalam bentuk sebuah aplikasi yang di rancang untuk mengunci atau membatasi sistem sampai pembayaran di lakukan, biasanya dengan menetapkan Windows Shell untuk dirinya sendiri atau bahkan memodifikasi master boot record untuk mencegah sistem operasi dari boot sampai diperbaiki.

Tebusan uang umum nya menjadi tujuan dari para cracker kepada korbannya dengan menggunakan ransomware ini. Para korban biasanya diminta untuk membayar sejumlah uang melalui transfer bank, sms premium atau payment voucher service.

Cara mencegah masuknya Ransomware

Berikut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah perangkat mobile menjadi korban ransomware :

1.Pastikan perangkat mobile Anda disertai program antivirus. Memang antivirus yang baik harganya mahal, tapi cukup ampuh untuk mengamankan data-data Anda.

2.Biasakan lakukan back-up semua data Anda. Jaga-jaga jika penjahat kriminal mencuri data Anda dan menghapusnya secara remot.

3.Jangan unduh data dari sumber yang tidak jelas dan tidak terpercaya. Sebab bisa jadi itu jebakan para penyebar malware.

4.Hindari mengklik sembarang web, walau itu sangat menggoda.

5.Sebisa mungkin jangan lakukan jailbreak pada iPhone, iPad atau iPod Touch Anda, karena hal tersebut akan menghilangkan fitur keamanan dari Apple.

6.Jika menyadari Anda sudah jadi korban ransomware, jangan panik. Coba gunakan antivirus untuk menghapus virus tersebut untuk meminimalisir efek dengan mengkarantinanya.

7.Jangan menghubungkan perangkat mobile yang sudah terkena virus ke PC atau laptop Anda karena hanya akan menyebarkan virus ke sana.

8.Serahkan pada ahli keamanan komputer untuk menanganinya. Ini adalah langkah terbaik daripada Anda harus berusaha menyelesaikannya sendiri.

Untuk PC :
1. Jangan mengklik sembarang web yang tidak terpercaya.

2. Hidari website yang mengandung iklan seperti netcoupon, dan lain-lain.

3. Gunakan antivirus seperti kaspersky yang juga melindungi aktivitas internet anda.

4. Jangan membuka situs porno. Karena ransomware biasanya sering menyelinap dari situs tersebut.

Hisense Ramaikan Pasar Smartphone Indonesia

0

Jakarta – Pabrikan asal Tiongkok Hisense akhirnya “mengibarkan benderanya” sendiri di Indonesia, setelah sebelum hanya berada di balik layar dari kesuksesan Andromax smartfren. Memulai debutnya di Indonesia, Hisense memboyong dua smartphone andalannya, Pureshot dan Pureshot+.

Hisense melihat Indonesia memiliki potensi sangat besar di segmen smartphone. Potensi inilah yang akan digarap oleh Hisense dengan menawarkan produk-produk smartphone berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting. Karena itu kami memutuskan untuk masuk ke Indonesia. Kami akan fokus pada smartphone di segmen premium, karena segmen ini punya potensi besar di masa depan,” kata Stephen Qu, President Director PT Hisense International Indonesia, di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa Hisense optimis dapat bersaing dan akan menjadi salah satu pemain besar di Indonesia. “Kami punya keunggulan teknologi dan produk yang tak kalah dengan merek besar lainnya. Tapi dari segi harga, sangat kompetitif,” tambahnya.

Hisense Pureshot dan Pureshot+ dirancang sebagai smartphone premium yang memiliki keistimewaan pada kemampuan imaging (kamera), dan bisa berjalan di semua jaringan operator.

Hisense Pureshot dan Pureshot+ memiliki kesamaan dari sisi spesifikasinya, yang membedakan hanya ukuran layar dan kapasitas baterainya. Hisense Pureshot menggunakan display LCD TFT 5 inci, HD 1280 x 720 piksel, sementara Hisense Pureshot+ memiliki ukuran layar yang lebih besar dari PureShot yakni LCD TFT 5,5 inci, HD 1280 x 720 piksel.

Begitupun soal respon serta sensitifitas, touchscreen dari duo PureShot ini bisa mendeteksi sentuhan jari dengan baik meski Anda memakai sarung tangan. Layarnya juga telah dilapisi anti gores Corning Gorilla Glass 3.

Hisense Pureshot dan Pureshot Plus

Dari sisi desain, Hisense Pureshot tampil dengan sisi sudut melengkung 2.5D glass screen.  Panel depan di desain dengan sisi sudut melengkung dan dibalut sentuhan glossy, dan kedua sisinya diproteksi bezel logam.

Sementara sektor kamera, Hisense membekali keduanya dengan kamera 13 MP dengan dual LED flash. Resolusi maksimum untuk mode 4:3 adalah 4160 x 3120 piksel (13MP). Sementara pada mode 16:9, kita bisa menikmati resolusi 3264×1836 piksel (6MP).

Sementara untuk kamera depan, Hisense PureShot menanamkan sensor kamera 5 MP dilengkapi dengan LED flash. Selain itu, fitur-fitur terkini, seperti Autofocus, Geo-tagging, tauch focus, face detection, panorama, dan HDR sudah tersedia di smatphone ini.

Untuk jeroannya, prosesor octa-core 64-bit, Qualcomm Snapdragon 415 dengan clockspeed 1.4GHz menjadi andalan Hisense PureShot. Ditandemkan dengan GPU Adeno 405 dan RAM 2GB membuat kinerja Hisense Pureshot lebih gesit. Smartphone ini juga diklaim mampu melahap game-game berat atau menjalankan banyak aplikasi sekaligus secara bersamaan dengan baik.

Hisense PureShot memiliki memori yang lega dengan kapasitas 16GB. Untuk memperbesar ruang penyimpanannya. Hisense menyisipkan slot memori microSD. Sementara untuk kapasitas baterainya sebesar 2200 mAh.

Untuk konektifitasnya, Hisense PureShot memiliki kemampuan mengoperasikan kartu SIM CDMA dan GSM pada kedua slot SIM-nya.  Artinya dengan kemampuan hybrid-nya, semua jaringan milik operator di Indonesia kompatibel dengan Hisense Pureshot.

Dengan modem X5 LTE yang ada di dalam chipset Snapdragon 415, Hisense Pureshot  dan Pureshot+ mendukung konektivitas 4G LTE Cat. 4 baik FDD maupun TDD. Konektivitas 4G LTE Cat. 4 memiliki kecepatan download hingga 150 Mbps dan upload hingga 50 Mbps.

Kedua slot SIM card pada Hisense Pureshot dan Pureshot+ mendukung konektivitas 4G LTE FDD pada Band 2 (1.900 MHz), Band 3 (1.800 MHz), Band 5 (850 MHz), Band 8 (900 MHz), dan Band 26 (extd 850 MHz).

Saat ini Hisense Pureshot  dan Pureshot+ sudah tersedia di pasar Indonesia. Untuk harganya, Hisense Pureshot dibanderol pada harga Rp 2.699.000, sementara untuk Hisense Pureshot+ dipatok pada harga Rp 3.199.000.[BS]

Tiga Operator Berlomba Tawarkan Paket Haji Murah

0

Jakarta – Musim haji selalu mejadi momen yang dinanti-nanti. Tidak hanya oleh mereka yang akan menunaikan ibadah tersebut, tetapi juga para penyedia layanan telekomunikasi. Tahun ini, tiga operator besar di tanah air, yakni Telkomsel, XL Axiata dan Indosat kembali hadir dengan sejumlah penawaran menariknya. Diklaim mudah dan terjangkau, berikut adalah beberapa tawaran yang akan membuat para Jamaah Haji asal Indonesia senantiasa terhubung dengan keluarga tercintanya.

Telkomsel

Sebagai salah satu operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel hadir dengan paket murah bagi para jamaah Haji asal Indonesia yang hendak menunaikan ibadah Haji.

Mengusung nama Paket Haji 3 in 1, paket haji Telkomsel menghadirkan layanan Telpon, SMS dan internet yang murah bagi para Jamaah haji asal Indonesia. Dalam hal ini, operator pelat merah ini bekerjasama dengan operator seluler di Arab Saudi agar menghasilkan tarif yang cukup terjangkau.

Sebagai informasi, Telkomsel menghadirkan layanan roaming gift untuk keluarga jamaah di Indonesia.

Setelah para jamaah mengaktifkan paket tersebut, pelanggan akan dibebankan tarif telpon ke nomor lokal dari Arab Saudi, ke Indonesia dan juga ke negara lain dengan tarif Rp.6000 per menit. Sedangkan untukenerima telepon, jamaah akan di bebankan tarif Rp.3000 per menit.

Sementara untuk tarif sms dan internet, pengguna akan dikenakan biaya masing-masing Rp 1000 per sms saat mengirim ke semua nomor tujuan, dan Rp 35.000 per hari jika ingin berinternet ria.

Untuk mempermudah para jamaah, Telkomsel menghadirkan paket dengan rentang waktu 20 hari. Paket tersebut terdiri dari 40 menit telpon ke nomor Indonesia, 40 menit terima telpon, 40 sms dan internet sepuasnya selama 20 hari.

Cara mengaktifkannya pun terbilang mudah. Pelanggan cukup menghubungi *266*15# sebelum akhirnya dikenakan biaya sebesar Rp. 550.000. Tarif itu sendiri akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2015.

XL Axiata

Tak berbeda dengan Telkomsel yang menghadirkan paket murah meriah untuk para Jamaah Haji Indonesia, tahun ini PT. XL Axiata pun menghadirkan berbagai layanan komunikasi yang terjangkau untuk pelanggannya yang akan beribadah di tanah suci. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah para jemaah haji dalam berkomunikasi dengan sanak keluarganya di Indonesia, selain tentunya untuk lebih mengkhusyukan ibadah Haji mereka juga. 

Layanan terbaru dari XL ini adalah program Roaming Haji, dimana para pelanggan akan dikenakan tarif yang cukup murah dan mudah diingat. Tidak tanggung-tanggung, Rp 3.500 per menit dikenakan Xl untuk jamaah haji yang ingin melakukan panggilan ke semua nomor Indonesia dan ke nomor lokal Arab Saudi. Sedangkan untuk menerima panggilan telepon, mereka akan dikenakan tarif Rp 3.500 per menit.

Untuk layanan SMS, pelanggan hanya dikenakan tarif Rp. 3.500 per SMS ke nomor atau operator mana pun. Sementara untuk menerima SMS tidak dikenakan biaya. Kedua layanan ini langsung dapat digunakan tanpa harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Jika pelanggan ingin melakukan panggilan ke negara lain selain ke nomor Indonesia dan nomor Arab Saudi, maka pelanggan akan dikenakan tarif Rp. 35.000 per menit.


Selain nelpon dan SMS, pelanggan juga tetap bisa menikmati layanan Internet dan BlackBerry
full service selama ibadah haji. Pun demikian dengan gratis layanan Internet/ BlackBerry full service selama satu hari.

Yang terakhir (gratis Internet 1 hari), dapat diperoleh pelanggan dengan mendaftarkan diri pada paket Internet bulanan dengan harga minimum Rp 49.000. Sementara untuk menikmati layanan BlackBerry full service gratis selama satu hari, pelanggan harus terdaftar dalam paket BlackBerry full service bulanan.

Pelanggan cukup membayar Rp 25.200 per hari untuk XL pascabayar dan XL prabayar agar dapat menggunakan layanan Internet dan BlackBerry full service. Mekanisme layanan Internet dan BlackBerry full service akan langsung aktif saat tiba di luar negeri baik untuk XL pascabayar maupun XL prabayar.

Pelanggan XL pascabayar dapat mengaktifkan fitur layanan roaming dengan menghubungi 817 atau mengunjungiXL Center terdekat sebelum meninggalkan tanah air. Aktivasi mudah tanpa harus menyimpan deposit.

Indosat

Tidak mau kalah dengan dua operator besar lainnya, Indosat juga menghadirkan layanan paket haji bagi para pelanggannya. Masih sama mudah dan sederhananya dengan Telkomsel dan XL, Indosat bahkan merangkum informasi mengenai tarif hajinya ini dengan sistem tabel sehingga mempermudah para pelanggan untuk mendapatkan informasi perihal layanan tarif haji tersebut.

Layanan utama Prorgam Haji Indosat 2015 adalah Bebas Biaya Terima Telpon di Arab Saudi setiap hari selama 3 menit (bersifat akumulatif) sehingga jamaah lebih leluasa berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Untuk layanan Internet dan BlackBerry sepuasnya seharian, misalnya, pelanggan hanya akan dikenakan tarif Rp. 25.000 per hari. Sementara untuk pelanggan IM3 dan Mentari, diberikan tiga pilihan berlangganan Paket Data, yang terdiri dari paket 10 hari dengan biaya Rp 220.000, paket 20 hari dengan biaya 385.000 dan paket 40 hari dengan biaya Rp 550.000.

Untuk mengaktifkan ketiga paket tersebut, Anda cukup menghubungi 12250#OK melalui ponsel Anda.

Saat menerima panggilan telpon di tanah suci, pelanggan akan diberikan gratis 3 menit tiap hari, diikuti Rp 3.000 per menit setelahnya, jika panggilan tersebut berasal dari nomor Indosat. Sementara jika panggilan itu tidak berasal dari nomor Indosat, pelanggan akan dikenakan tarif Rp 3.000 per menit, tanpa ada gratisan. Tarif Rp 4.000 per menit dikenakan ketika pelanggan melakukan panggilan ke Indonesia, 2.000 per menit saat melakukan panggilan lokal dan Rp 10.000 per menit saat melakukan panggilan internasional.

Nah, kabar baik bagi pelanggan yang lebih suka menggunakan layanan SMS. Di sini Indosat hanya mengenakan biaya Rp 700 per menit untuk mengirim SMS, sementara untuk menerima SMS tidak dikenakan biaya. [AK/IF]

13 Startup Bersaing di Ajang Techventure Startup Internasional Challenge 2015

0

Jakarta – Tahun ini, total 13 startup akan berlomba di ajang Techventure Internasional Startup Challenge untuk memperebutkan hadiah uang sebesar S$ 50.000 serta ruang inkubasi.

Pada ajang kali ini hadir juga 7 startup Singapura seperti, EdgeBotix Pte Ltd, Igloohome, Innovfusion Pte Ltd, Intraix Pte Ltd, Nodis Pte Ltd, Sypher Labs dan Tip Biosystems Pte Ltd.

Sebagai informasi, Innovfusion sebuah perusahaan perangkat medis Singapura memenangkan Singapura Startup Challenge pada 14 Juli 2015 lalu dan berhak menerima hadiah uang tunai sebesar S$ 30.000 serta mengamankan satu tempat untuk bersaing di Techventure Internasional Startup kali ini.

Perusahaan tersebut mengembangkan sistem infus medis menggunakan pompa jarum suntik dengan algoritma untuk mengantisipasi rasa sakit pasien dan menghilangkan nyeri ketika melahirkan.

Sementara itu, finalis dari startup Singapura yang lain yakni Intraix Pte Ltd menggunakan Smart Meters, Smart Plugs and Smart Sensors untuk memberikan modul optimasi yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi rumah tangga.

Startup lainnya yang berjuang di ajang ini adalah Alphaopen, CarbonTRACK, EasyShip, Family Traveller, Pinticks and Theia yang kesemuanya berasal dari Rusia, Australia, Hong Kong, Inggris, Turki dan Taiwan, CarbonTRACK, akan mempresentasikan platform manajemen energi yang mengelola energi di lingkungan perumahan dan komersial, dengan aplikasi spesifik untuk rumah, energi terbarukan, Big Data dan Internet of Things.

Techventure sendiri merupakan sebuah wadah untuk technopreneur global dan investor di Asia Tenggara untuk bertemu. Dengan jumlah investor lebih dari 50, baik yang berasal dari global maupun lokal, serta lebih dari 160 startup dan 1.000 peserta.

Aki Nakamura, Managing Director, Intellectual Capital Management mengatakan, “Perusahaan saya adalah sebuah perusahaan konsultan inovasi yang membantu MNC Sales di Jepang, pasar Jepang besar, sudah jenuh, dan perusahaan-perusahaan Jepang membutuhkan jalan yang berbeda untuk tumbuh; dan Asia Tenggara, setelah China, adalah pilihan yang tepat dalam hal itu. “

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 21-22 September 2015 di Marina Bay Sands, Techventure mempertemukan para investor dengan startup melalui pertemuan yang difasilitasi dan ditargetkan pada hari kedua. Kemudia presentasi dari startups kepada investor akan diatur dan diharapkan akan diadaka sesi investor berpresentasi.

Acara ini akan menampilkan lebih dari 100 startup lokal dan global yang inovatif dari beragam bidang teknologi. [AK/IF]

Targetkan Kecepatan Download 50Mbps, Jerman Siapkan Puluhan Triliun Rupiah

0

JAKARTA – Internet super cepat adalah dambaan semua orang di setiap negara saat ini. Pasalnya, kehadiran konektivitas super cepat akan semakin menunjang keseharian para pengguna internet.

Setiap negara memiliki batas standar kecepatan internet, dan di negara ini standar kecepatan internet mereka bisa tergolong “menakjubkan”

Seperti dilansir dari laman Ubergizmo, Rabu (9/9/2015), Jerman menjadi negara yang rencananya akan menetapkan standar download speed mereka menjadi 50mbps sebelum tahun 2018 berakhir.

Dengan kata lain, kecepatan download tersebut akan menjadikan kecepatan internet Jerman 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan standar kecepatan internet di berbagai negara di seluruh dunia.

Bersumber dari beberapa laporan mengenai kecepatan internet di seluruh dunia menjelaskan, rata-rata kecepatan internet di setiap negara di seluruh penjuru dunia adalah 5mbps. Jika memang Jerman berhasil merealisasikan rencana tersebut, maka mereka akan memiliki kecepatan internet 10 kali lebih cepat dibandingkan negara-negara lain di seantero jagat.

Hal tersebut tentunya akan cukup mengusik Korea Selatan sebagai pemegang rekor kecepatan standar internet dengan 24 Mbps. Sementara Jerman sendiri saat ini memiliki kecepatan 10 Mbps.

Untuk merealisasikan hal tersebut, sejatinya Jerman tidak memerlukan usaha yang sulit, sebab saat ini pembangunan infrastruktur mengenai target tersebut telah rampung sebanyak 70%. Dan untuk memastikan 30% sisanya, Pemerintah Jerman telah mengucurkan dana sekitar € 2.7 milyar agar target tersebut dapat terlaksana[. Nah, bagaimana dengan Negara kita tercinta ini? [AK/IF]

 

Dapatkan Dua Pemodal, eFishery Perluas Jaringan Distribusi

0

JAKARTA – Produsen alat pemberi pakan ikan pintar (smart fish feeder) asal Indonesia, eFishery baru-baru ini mengumumkan telah mendapatkan investasi pra-seri A dari Aqua-spark, dana investasi berbasis di Belanda, dan modal ventura asal Indonesia bernama Ideosource. Jumlah pendanaan yang tidak diungkapkan ini akan digunakan untuk mengembangkan jaringan distribusi eFishery hingga ke skala nasional, dan juga untuk melakukan perekrutan.

Sebagai startup Internet of Things (IoT) di bidang peternakan ikan dan udang, eFishery ingin memecahkan salah satu tantangan utama di industri akuakultur komersil: proses pemberian pakan. Pemberian pakan ikan biasanya memakan antara 50 hingga 80 persen biaya operasi peternakan ikan.

Memberi pakan terlalu banyak akan berdampak negatif pada lingkungan dalam berbagai cara, berhubung banyak makanan ikan yang akhirnya terbuang percuma. Makanan yang terbuang ini nantinya juga akan berdampak buruk pada kesehatan ternak.

Di lain hal, ikan mungkin tidak dapat bertahan hidup bila kurang diberi pakan. Rumit dan tidak terukurnya metode pemberian pakan dalam skala komersil pada akhirnya akan berdampak pada kerugian ekonomi bagi peternak.

eFishery menyediakan solusi berbasis teknologi yang inovatif dengan harga terjangkau untuk menyelesaikan masalah – dalam bentuk pemberi pakan otomatis yang menggunakan sensor untuk mengukur nafsu makan ikan, dan memberikan pakan dalam dosis yang dibutuhkan. Didesain untuk peternak skala kecil dan besar, sistem eFishery bisa menangkap nafsu makan, mendistribusikan makanan secara otomatis, dan memberikan laporan konsumsi makanan di smartphone peternak secara real time.

Dalam keterangan tertulisnya, (9/9/2015), Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, Co-Founder dan CEO eFishery menguraikan keinginannya untuk memecahkan ketidakefisienan kegiatan pemberian pakan di bisnis peternakan ikan ini.

“Saya menemukan masalah ini saat menjadi peternak ikan juga dulu. Para pekerja memberi pakan ikan secara tidak efisien, dan peternak tidak memiliki teknologi apapun untuk mengendalikan proses pemberian pakan. Kami menciptakan produk ini untuk membuat bisnis peternakan ikan dan udang menjadi semakin efisien, nyaman, dan memiliki akuntabilitas, ungkapnya.”

eFishery mendapatkan uang dengan menjual alat pemberi pakan pintar kepada peternak dan distributor. Mereka juga mendapatkan penghasilan dari biaya langganan pemakaian software yang digunakan untuk memonitor dan menganalisa aktivitas pemberian pakan ikan secara real time di smartphone atau tablet tiap bulannya. Rata-rata, sistem pemberian pakan otomatis eFishery mengurangi jumlah makanan yang digunakan sebesar 21 persen.

Dalam dua tahun terakhir, eFishery telah menjual ratusan unit pemberi pakan. Terdapat lebih dari 17.000 peternakan ikan dan udang yang sedang berdiskusi dengan eFishery untuk menjadi klien, beberapa diantaranya merupakan bisnis dari Thailand, Singapura, India, Tiongkok, Brazil, dan sejumlah negara di Afrika.

“Kami sangat bersemangat ingin memecahkan tantangan global dalam hal pemberian pakan ikan bersama eFishery,” ujar Amy Novogratz, Partner di Aqua-spark. “Indonesia memiliki sekitar 3,3 juta kolam ikan dan 2,7 juta peternakan ikan. Solusi ini juga dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi berbagai industri secara global yang terjangkit masalah yang sama. eFishery berpotensi dapat menentukan standar baru untuk bisnis akuakultur dan membuat industrinya semakin transparan, berbasis data, dan akuntabel – semua faktor yang akan membuat semua bisnis di sektor ini menjadi lebih menarik di mata investor.”

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Andrias Ekoyuono, VP of Business Development Ideosource. “eFishery merupakan contoh sempurna sebuah perusahaan yang sedang menyelesaikan masalah nyata di pasar yang menguntungkan,” katanya.

Sebagai informasi, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), lebih dari 96 persen aktivitas peternakan ikan di seluruh dunia terkonsentrasi di Asia. Di Indonesia saja, pangsa pasar industri akuakultur bernilai sebesar Rp 76 triliun.

eFishery akan bergabung di jaringan besar Aqua-spark yang berisikan para ahli, organisasi, institusi, dan perusahaan portofolio yang saling bekerja sama untuk menciptakan bisnis hebat dan membangun industri akuakultur global. Digabungkan dengan keahlian Ideosource di bidang teknologi Indonesia, kedua investor akan dapat mendukung visi jangka panjang eFishery.

Startup asal Bandung ini akan menggunakan dana barunya untuk tiga hal. Mereka akan menjangkau lebih banyak distributor, menemukan mitra lokal, dan mengembangkan pangsa pasarnya secara agresif di Indonesia.

Saat ini produk eFishery baru tersedia di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatra. Perusahaan juga akan mengimplementasikan model penyewaan dimana para peternak dapat menyewa produk eFishery dan membayar penggunaannya tiap bulan, atau bahkan membayar setelah musim panen. Dengan begitu, peternak skala kecil dapat lebih mudah mengadopsi teknologi eFishery.

eFishery akan segera mengembangkan platform software-nya, menciptakan dashboard yang lebih baik untuk pengguna, dan menambah berbagai fitur dan kompatibilitas ikan dalam alatnya. Untuk melakukan hal itu, perusahaan akan merekrut talenta terbaik di bagian teknologi (hardware dan software) dan juga di bagian akuakultur.

Sebelumnya, eFishery telah memenangkan sejumlah penghargaan lokal dan internasional seperti Get in The Ring 2014 dan Indonesia ICT Award 2013. Dengan pengumuman ini, eFishery telah menjadi salah satu startup IoT pertama yang mendapatkan investasi dari modal ventura. [IF]