Mengintip Kesiapan Ekosistem Industri Telekomunikasi di Era 4G

Jakarta – Sejak awal tahun ini sejatinya 4G LTE telah di gaungkan, namun hingga kuartal terakhir di tahun ini saja, jaringan super cepat generasi terbaru itu nyatanya belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.

Beberapa faktor yang menyebabkan lemah nya implementasi ini diantaranya adalah jaringan 4G pada operator seluler belum sepenuhnya maksimal, selain itu, ketersediaan smartphone 4G LTE dengan harga yang terjangkau juga cukup langka di Indonesia.

Alexander Rusli selaku CEO dari PT. Indosat Tbk mengungkapkan jika LTE Indosat pada frekuensi 1800 Indosat akan sangat ready dan beliau juga mengungkapkan tidak ada masalah untuk 4G LTE. “ Persiapannya sudah dari dua tahun lalu, sekarang tinggal di-on-kan, dan mulai tahun ini sudah siap dioperasikan sesuai kebijakan pemerintah,’ungkap Alex.

Alex menambahkan, “Jika operator yang terus di genjot untuk teknologi 4G namun vendor ponsel tidak bergerak cepat, maka teknologi ini tidak akan berjalan dengan baik, sehingga kedua-duanya harus saling mendukung,”

Sehingga Alex berharap, kejelasan pemerintah yang menyatakan penggunaan teknologi 4G-LTE resmi pada November tahun ini,  semua sudah berjalan beriringan,baik kesiapan oprator dan ketersediaan ponsel yang mendukung teknologi 4G.

Jaringan
Tidak hanya operator, vendor penyedia jaringan menjadi pihak yang sibuk melakukan berbagai persiapan. Bahkan mereka paling awal, karena layanan 4G bertumpu pada kesiapan teknologi jaringan yang disediakan mereka.

Handset
Pihak yang juga tidak ketinggalan di Era 4G , yaitu vendor handset. Salah satu yang disoroti yaitu mengenai tren penggunaan smartphone yang semakin kepada layanan akses data, terutama akses ke media sosial.

Menurut penuturan Janto Djojo, Chief Marketing Officer Wiko Mobile Indonesia yang hadir pada acara diskusi tersebut, meski jumlah netizen lokal terus mengalami kenaikan, namun hanya 26 persen yang mengakses social media. Ini yang kemudian membuka ruang lega bagi pengguna yang belum menyentuh media sosial agar ikutan kecanduan berselancar di dunia maya.

Sebagai perbandingan, sebanyak 50 persen netizen Singapura sudah melek social media. Namun karena jumlah penduduknya tidak sepadan dengan Indonesia, maka hitungan angka pengguna jejaring sosialnya masih berada di bawah.

Paska memasuki era 4G LTE, Janto menilai bahwa harapan untuk terus menumbuhkan pengguna internet, terutama sosial media, sangat besar. Akan tetapi, harus membawa hal yang produktif. “Jangan sampai memberikan ke masyarakat malah dampak yang buruk,” ujar pria berkacamata tersebut.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0