spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1704

Akhirnya Kominfo Umumkan Pemenang Proyek Palapa Ring

0

Telko.id – kementrian Komunikasi dan Informtika (KOMINFO) akhirnya mengumumkan pemenang dari proyek Palapa Ring pada Jumat(22/1). Melalui Keterangat pers yang diterima oleh tim Telko.id, Kominfo setidaknya menyampakan bebrapa hal terkait dengan proyek Palapa Ring. Sekedar Informasi, Proyek Palapa Ring adalah proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses pitalebar (broadband) di Indonesia.

Sementara untuk Ruang lingkup Proyek Palapa Ring adalah sebagai berikut:

  1. Melayani daerah non-financially feasible (tidak layak secara bisnis/keuangan);
  2. Pemerintah berperan menyediakan penjaminan;
  3. Distruktur sebagai PPP/Kerjasama Pemerintah Badan Usaha; dan
  4. Merupakan proyek PPP pertama di sektor telekomunikasi.

Proyek Palapa Ring akan melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia dan terbagi menjadi tiga paket wilayah yakni, Wilayah Barat, Tengah dan Timur. Untuk pemenang paket wilayah barat, dimenangkan oleh konsorsium Moratel – Triasmitra dengan komposisi Moratel memegang 90% dan 10% untuk Trasmitra. Proyek paket barat ini diperkirakan akan menghaiskan biaya sekiar US$ 40,39 Juta. Untuk target penyelesaian proyek ini, pemerintah menargetkan pada akhir ahun 2018 dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2019.

Sementara Untuk Paket Tengah, tender ini dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima. Dengan Presentase sebagai berikut : PT LEN (51 %), PT. Teknologi Riset Global Investama (34 %), PT. Sufia Technologies (5%), PT. Bina Nusantara Perkasa (5%) dan PT Multi Kontro Nusantara (5%). Paket Tengah akan meliputi 17 kabupaten atau kota di Indonesia bagian Barat yang akan terhubung dengan serat optik di darat dan laut sepanjang 1.676 KM. Estimasi biaya untuk pembangunan Paket Tengah ini akan mencapai US$47,08 juta

Paket Timur akan meliputi 35 kabupaten atau kota di wilayah timur sepanjang 5.681 KM di laut dan darat. Estimasi biaya untuk Paket Timur ini sebesar US$143,18 juta. Peserta tender untuk Paket Timur ini adalah PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima—PT Hitachi High Technologies Indonesia—PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, Telkom dan Huawei. Namun, sangat disayangkan pengummuman pemenang tender Paket Timur ditunda dan perlu dilakukan penyiapan ulang karena kompleksitas profil medan di wilayah Timur.

Tahun Lalu, China Mobile Sukses Kantongi 312 Juta Pengguna 4G

0

Telko.id – China Mobile benar-benar mendorong kecepatan pertumbuhan 4G mereka pada akhir tahun lalu. Hal tersebut tergambar dari menambahnya 45 juta sambungan 4G pada bulan November dan Desember, sehingga total pengguna 4G mereka mencapai 312 juta user.

Dilansir dari Mobile World Live, Jumat (22/1), operator yang memiliki pangsa pasar mobile sebesar 63 persen di China ini juga merupakan operator 4G terbesar di dunia. Hal tersebut dilihat dari lonjakan basis pengguna 4G mereka, yakni sebesar 222 juta pengguna di tahun lalu.

Sekedar informasi, selama sepuluh bulan pertama di tahun 2015, penambahan rata-rata pengguna China Mobile mencapai 17,7 juta koneksi 4G per bulan, dengan tingkat kenaikan menjadi 22,5 juta pada bulan November dan Desember.

Total koneksi China Mobile juga meningkat dari 19 juta menjadi 826 juta koneksi pada akhir tahun. Sementara terjadi penurunan pada pelanggan 3G dari 246 juta menjadi 167 juta selama 12 bulan terakhir. Hasil ini secara tidak langsung membuktikan kesuksesan program migrasi pengguna 3G ke 4G perusahaan tahun lalu.

Sementara rival mereka, China Telecom menambahkan sekitar 12,3 juta sambungan baru pada tahun 2015, dengan total sambungan menjadi 198 juta. Operator terbesar ketiga di China ini memiliki pangsa pasar sebesar 15 persen, dengan menggabungkan pengguna 3G dan 4G ke dalam angka agregat. Namun, menurut GSMA Intelijen, pada Desember tahun lalu koneksi 4G mereka mencapai 55 juta user.

Pemain Nomor dua di negeri Tirai Bambu, China Unicom mengalami penurunan basis pengguna selama 11 bulan berturut-turut dan hanya memiliki jumlah pengguna sekitar 286 juta pengguna. Mereka telah kehilangan sepuluh juta sambungan sejak akhir 2014 dan hanya memiliki 17 juta koneksi 4G pada akhir 2015, menurut GSMA Intelligence.

Berbicara mengenai aliansi antara China Unicom dan China Telecom, China Mobile mengaku aliansi ini tidak menjadi ancaman dan belum bisa memperkecil kesenjangan dengan China Mobile. [ak/if]

Terjun ke Layanan Pesan Antar, Uber Kenalkan UberEats

0

Telko.id – Perusahaan teknologi Uber akan segera meluncurkan sebuah aplikasi baru untuk layanan pesan antar makanan mereka pada akhir Maret dengan nama UberEats. Menurut laporan Wall Street Journal, layanan UberEats baru akan tersedia untuk 10 kota di Amerika Serikat, seperti New York, Los Angeles dan Chicago.

UberEats yang saat ini masih menjadi salah satu fitur di aplikasi Uber, awalnya hanya memberikan layanan pengiriman untuk makan siang saja, namun saat ini durasi mereka akan diperpanjang. Aplikasi ini telah tersedia selama lebih dari satu bulan di Toronto antara jam 10:00 pagi hingga 10:00 malam dimana Uber bermitra dengan 100 restoran di sana.

Biaya pengiriman akan bervariasi tergantung pada kota, namun perkiraan harga standar berada pada kisaran $ 5. Perusahaan juga akan menarik pungutan biaya dari restoran untuk setiap pemesanan. Uber masih akan menawarkan layanan makan siang untuk pengiriman di bawah 10 menit, yang mereka namai Instant Delivery.

Dilansir dari Mobile World Live, Jumat (22/1), dalam beberapa tahun terakhir Uber telah memiliki hasil yang beragam ketika mencoba bermain di logistik lokal, mulai dari mengangkut segala sesuatu seperti pakaian desainer di New York hingga mengantar pasta gigi di Washington DC.

Sekedar informasi, beberapa startup di Amerika Serikat yang menawarkan layanan serupa seperti Postmates dan DoorDash tentunya juga berpeluang menjadi pesaing dari Uber.

Sebelumnya Sidecar Technologies juga membuat aplikasi serupa untuk mencoba peruntungan di pengiriman makanan dan paket selama setahun terakhir, namun sayangnya mereka gagal dan menjual asetnya ke General Motors.

Dalam sebuah posting blog, co-founder dan CEO Sidecar, Sunil Paul menyalahkan Uber, Ia mengatakan, “kami tidak dapat bersaing dengan Uber, perusahaan yang memiliki lebih banyak modal dari yang lain dalam sejarah dan terkenal dengan perilaku anti-kompetitif.”

Pekan lalu, Uber meluncurkan fitur untuk pengembangan yang disebut Uber Trip Experience, yang nantinya akan menghubungkan penumpang dengan aplikasi favorit mereka pada awal perjalanan ketika mereka mungkin memiliki waktu luang. [ak/if]

RedHat Hadirkan “Kuliah” Online Bagi Para Pelanggan Di Asia Pasifik

0

Telko.id – Red Hat, sebagai penyedia solusi open source, belum lama ini mengumumkan peluncuran Program Pelatihan Virtual untuk Kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut bertujuan guna membantu menghadirkan solusi pelatihan online dan kursus secara real-time mengenai teknologi Red Hat bagi para pelanggan, mitra, dan profesional TI.

Tujuan dari inisiatif baru ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat akses terhadap pelatihan teknologi open source Red Hat, sehingga membantu mengatasi kendala jarak akibat pelatihan yang dipusatkan di satu lokasi dan melatih lebih banyak orang mengenai teknologi Red Hat, serta mempersiapkan para peserta untuk memenuhi persyaratan sertifikasi Red Hat.

Para pengguna dapat memilih di antara beragam jenis kursus jarak jauh yang berkaitan dengan produk dan solusi Red Hat untuk manajemen sistem operasi, administrasi, integrasi aplikasi, maksimalisasi, virtualisasi, pengembangan cloud hybrid, dan lain-lain.

Kursus-kursus tersebut saat ini tersedia dalam bahasa Inggris untuk Australia, Selandia Baru, serta wilayah Asean (termasuk Indonesia), Hong Kong dan India. Tahun depan, program pelatihan virtual ini rencananya juga akan tersedia dalam bahasa Jepang, Korea dan China untuk pasar Jepang, Korea dan Tiongkok.

Untuk mengakses pelatihan virtual tersebut, peserta hanya perlu menginstal satu program pada komputer mereka. Setelah menyelesaikan kursus, peserta tersebut dapat mengunjungi kantor mitra pelatihan Red Hat yang berwenang di negara mereka untuk mengikuti ujian sertifikasi Red Hat.

Nantinya, Red Hat juga menawarkan alat uji kompatibilitas secara online, sehingga peserta dapat menguji sistem mereka untuk memastikan sistem dan akses internet mereka memenuhi persyaratan. Dengan demikian, mereka dapat merasakan pengalaman yang memuaskan dalam sesi belajar di kelas dan laboratorium.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Red Hat menawarkan diskon khusus sebesar 25% pada peluncuran program ini untuk Australia, Selandia Baru, wilayah Asean, Hong Kong dan India bagi semua peserta yang mengikuti pelatihan virtual Red Hat dari bulan Desember 2015 hingga Februari 2016 mendatang.

Trend Mobile Data di Gedung Bakal Meningkat Hingga 600% di 2020

Telko.id – Trafik mobile data saat ini mulai banyak dilakukan dalam ruangan. Bukan hanya di luar ruang saja. Fenomena ini ke depan akan semakin meningkat lagi. Bahkan pada 2015 lalu, trafik WiFi dari perangkat mobile meningkat terus melalui jaringan 4G. Namun, pada 2018, trafik data via WiFi akan melebih Itu trafik gabungan seluler 2G, 3G dan 4G. Itu sebabnya, teknologi WiFi menjadi penting untuk dapat mengakomodir kebutuhan tersebut.

Pada penelitian ABI Research, adopsi 4G dan WiFi akan mendorong trafik di bangunan menjadi 53 exabyte per bulan pada tahun 2020. “Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh operator jaringan Mobile, penyedia host netral, bangunan, perusahaan dan tempat pemilik. Baik melalui jaringan 4G maupun WiFi,” kata Nick Marshall, Direktur Riset di ABI Research.

Marshall juga menjelaskan bahwa trafik konten Video akan melesat, melebihi semua jenis konten lain. Proyeksinya, bisa tumbuh hingga sepukuh kali lipat antara tahun 2015 hingga 2020 nanti. Lokasi yang diperkirakan trafiknya tinggi adalah di gedung perkantoran dan komersial, tempat olahraga, transportasi dan kesehatan. Kemudian diikuti pada posisi ke dua adalah pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Laporan tersebut menunjukan bahwa kawasan Asia Pasifik akan terus mengkonsumsi data secara wireless. Setidaknya, setengah dari konsumsi dunia. Wilayah ini menjadi populasi kedua terbesar dan paling agresif membangun jaringan WiFi dan 4G.

“Dengan kondisi 80% trafik data berasal dari dalam ruangan, maka distribusi system antenna harus bisa mengakomodir trafik data yang berasal dari mobile dan WiFi,” ujar Marshall menjelaskan. Perusahaan yang bermain di DAS atau Distributed Antenna System serta vendor peralatan mobile akan diuntungkan dengan adanya ledakan trafik data ini.

Di Amerika Utara sudah menunjukan bahwa belanja DAS terus meningkat. Diikuti oleh wilayah Asia-Pasific dan kemudian Eropa. Perusahaan yang memimpin DAS ini termasuk Alcatel-Lucent, Cobham, Cisco, CommScope, Corning, Dali Wireless, Ericsson, JMA Wireless, Nokia Networks, Wireless Telecom Group dan Zinwave. Perusahaan tersebut, maupun perusahaan lainnya akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan DAS ini. Termasuk juga para mobile operator yang akan memenuhi lonjakan trafik tersebut. (Icha)

Netflix Blokir Konten AS di Australia

0

Telko.id – Kehadiran Netflix di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia, tampaknya tak pernah benar-benar berjalan mulus seperti yang diinginkan. Jika di Indonesia layanan ini sempat dirumorkan akan diblokir, di Australia polemik yang membayanginya lain lagi. Netflix tampaknya dibuat pusing oleh permasalahan konten.

Menurut laporan Engadget, Jumat (22/1), Netflix mengatakan akan menjatuhkan palu pada orang yang menggunakan VPN (atau cara lain yang sejenis) untuk mengakses konten di luar lokasi geografis. Dan hari ini, raksasa streaming itu tampaknya tidak ingin membuang-buang waktu. Menurut uFlix, layanan berbayar yang memungkinkan siapa saja di Australia mengubah pengaturan alamat IP dan DNS mereka untuk tujuan hiburan, Netflix telah mulai memblokir pelanggan dari melihat video yang hanya ditujukan untuk AS.

“Anda tampaknya menggunakan unblocker atau proxy. Harap matikan salah satu layanan ini dan coba lagi,” kata Netflix kepada beberapa pelanggan Australia.

Namun, blokade ini tampaknya hanya akan mempengaruhi beberapa pengguna saja saat ini, uFlix mengatakan dalam sebuah posting blog, mencatat bahwa mereka mengharapkan jumlah ini meningkat dalam waktu dekat.

“Kami sedang mencari solusi untuk menemukan cara-cara baru dan meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada mereka yang saat ini hanya mendapatkan Netflix Australia,” tambah uFlix.

Saat ini, blokade tersebut mungkin hanya terjadi di Australia, namun tidak menutup kemungkinan Netflix juga akan turut memperluas praktek ini ke tempat lain. Indonesia, mungikn?

Dell Buka Pusat Penelitian IoT Pertama di Asia Pasifik

0

Telko.id – Dell telah membuka tempat penelitian dan lab IoT pertama mereka di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ), yang bernama Dell Solution Centre dan bermarkas di Singapura.

Dilansir dari Telecom Asia, Lab ini dilengkapi dengan fasilitas baru hasil kerjasama dengan Intel. Beberapa fitur dari Dell dan solusi IoT dari Intel dengan fasilitas platform yang end-to-end akan memungkinkan para pelanggan untuk menguji produk dan berkonsultasi dengan ahli teknis Dell.

Sekedar informasi, ini merupakan laboratorium IOT ketiga Dell secara global, setelah sukses pada peluncuran dari laboratorium di Silicon Valley di Amerika Serikat dan Limerick, Irlandia.

Untuk di Singapura sendiri, akan berfokus pada perangkat cerdas dan gateway, mempercepat koneksi sistem ke cloud dan memungkinkan end-to-end analisis untuk mengubah data yang besar menjadi sebuah insight.

Mitra lain dalam ekosistem IOT ini, yakni pengembang Independen Vendor Software (ISV) juga akan dapat manfaat dari laboratorium ini, karena di Lab ini memiliki ruang kerja untuk berinovasi menggunakan solusi dari Dell dan Intel IOT.

Glen Burrows, Area VP for Dell OEM, Asia Pasifik dan Jepang mengungkapkan, “Kami melihat peluang yang luas dari IOT dan akan menguntungkan perusahaan dengan mengidentifikasi model bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong inovasi,”.

Ia menambahkan, Dengan konektivitas infrastruktur yang kuat dan visi pemerintah untuk menjadikan Smart Nation, Singapura adalah pilihan ideal untuk lokasi laboratorium IOT pertama mereka di wilayah Asia Pasifik dan Jepang ini.

Sementara hal serupa juga diungkapkan oleh Prakash Mallya, Managing Director untuk Intel Asia Tenggara yang menyebut, sistem laboratorium akan dapat memberikan cetak biru yang kuat untuk memberikan inovasi ke pasar yang lebih cepat dengan mengurangi kompleksitas.

“Lab ini juga akan mendefinisikan bagaimana perangkat pintar akan terhubung dan berbagi data secara aman dan terpercaya ke cloud,” tambah Mallya.

Ini Dia, Pojok Edukasi Untuk UKM

0

Telko.id – Usaha Kecil menengah dan kecil adalah salah satu urat nadi bagi perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, jumlah nya mencapai 57,9 juta pelaku. Tentu itu bukan angka kecil.

Sayang, tidak semua mengenal solusi digital yang akan sangat membantu dalam pengembangan bisnis modern saat ini. Untuk itu, dibutuhkan edukasi yang berkesinambungan dalam memperkenalkan dunia digital agar UKM Indonesia mampu bertahan dan berkembang menjadi besar.

Telkomsel adalah salah satu yang turut serta dalam mengedukasi para UKM ini dengan membentuk SME Corner di beberapa Grapari yang dimilikinya. Pada pojok informasi berbagai macam solusi yang yang memungkinkan para pelaku UMKM dapat tumbuh dan berkembang. SME Corner ini sekarang sudah ada di Grapari Banda (Bandung), Grapari Pemuda (Surabaya), Grapari Yogya dan Grapari Denpasar.

“Hadirnya SME Corner di 4 GraPARI ini akan memudahkan akses para pelaku yang ingin memanfaatkan solusi dan layanan Telkomsel sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan kinerjanya. Di tahap awal kami memprioritaskan SME Corner hadir di lokasi yang sudah memiliki banyak pelaku UKM,” ujar Rini Apriliani, General Manager Corporate Business Solution Management Telkomsel.

Di SME Corner, para pelaku UKM akan dilayani oleh agen customer service yang memiliki product knowledge lengkap tentang UKM. Agen-agen ini juga siap untuk memberikan konsultasi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait produk dan solusi UKM Telkomsel. Bahkan di beberapa lokasi terdapat demo produk dan display solusi yang ditawarkan. Selain itu berbagai kegiatan terkait dengan dunia UKM dilakukan secara berkala, seperti kelas workshop dan FGD (Focus Group Discussion) yang berkolaborasi dengan komunitas pelaku UKM setempat.

Saat ini solusi digital yang dihadirkan dalam membantu para pelaku UKM mengembangkan bisnisnya adalah PAKAR (Paket Komunikasi Andalan Wira Usaha). PAKAR dibagi menjadi beberapa paket, yaitu PAKAR Komunikasi yang memungkinkan pelanggan untuk berkoordinasi secara efisien dengan free call ke sesama grup melalui solusi MyGroup. PAKAR Bisnis, merupakan solusi digital yang memungkinkan pelanggan UKM berkoordinasi melalui email, chat, berbagi dokumen, dan semua fitur lainnya dengan solusi Business Connect yang didukung oleh Google Apps for Work. PAKAR Marketing, merupakan solusi digital yang memungkinkan UKM untuk membuat toko online-nya sendiri dan memasarkan produknya melalui solusi Jarvis store. Serta PAKAR Finansial, merupakan solusi digital yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan transaksi keuangan perusahaan secara terstruktur melalui solusi e-accounting serta melakukan transaksi penjualan dan pembayaran menggunakan kartu kredit/debit melalui solusi Moka POS.

Telkomsel juga menawarkan layanan Telkomsel Digital Advertising kepada pelaku UKM yang akan menghadirkan solusi komunikasi pemasaran yang fokus kepada konsumen sesuai profil dan perilaku melalui layanan berbasis pesan seperti SMS dan MMS dalam bentuk Bulk, Targeted maupun Location Based Advertising. (Icha)

Diboikot Tiga Operator Terkait Lelang 4G, Regulator Senegal Cuek

0

Telko.id – Menyusul boikot terkoordinasi yang dilakukan oleh tiga operator seluler di negaranya, Senegal minggu ini akhirnya memutuskan untuk mengundang pendatang baru guna berpartisipasi dalam lelang 4G.

Regulator yang berwenang untuk telekomunikasi dan pos (ARTP) di negara itu meluncurkan proses tender 4G pada bulan November lalu. Saat itu, tender ini hanya terbuka untuk pemegang lisensi yang ada, yakni Orange, Tigo, dan Expresso.

Frekuensi di pita 800 MHz, 700 MHz, dan 1800 MHz tersedia untuk diperebutkan, dan ARTP menetapkan harga terendah 30 miliar franc (€ 45.7 juta) untuk lisensi selama 20 tahun. Pihak yang berkepentingan memiliki waktu sampai hari Senin untuk menyerahkan aplikasinya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, pengawas mengungkapkan bahwa ia menerima surat pada bulan Desember yang ditandatangani oleh Orange, Tigo dan Expresso, melaporkan “kekhawatiran mereka atas harga terendah lisensi,” namun mengatakan bahwa mereka tidak menerima permintaan resmi untuk memundurkan batas waktu pendaftaran. Alhasil, ARTP pun menyebut ketiga operator bersangkutan tidak tertarik untuk mengikuti tender.

“Hari ini, negara mengakui non-partisipasi kolektif dan terkoordinasi dari operator,” kata ARTP.

Regulator mengatakan bahwa harga terendah spektrum dikembangkan dari patokan harga di lebih dari 20 negara, dengan mempertimbangkan kuantitas dan kualitas frekuensi yang tersedia, populasi, pendapatan dari pasar telekomunikasi Senegal, dan kewajiban cakupan yang melekat pada lisensi 4G.

ARTP mengatakan pihaknya berencana untuk menghidupkan kembali proses lisensi 4G dalam beberapa hari mendatang.

“Ke depannya panggilan untuk mendaftar akan terbuka untuk pendatang baru, [dan] operator telekomunikasi internasional, yang tertarik dalam pengembangan telepon dan internet mobile di Senegal,” pungkas ARTP.

Kantongi Izin Regulator, Nepal Telecom Siap Gelar 4G

0

Telko.id – Warga Nepal sepertinya akan benar-benar bisa menikmati 4G-nya sendiri. Kabar baik ini hadir menyusul kesiapan Nepal Telecom untuk meluncurkan layanan 4G-nya, segera setelah menerima izin dari regulator Nepal Telecomunication Authority (NTA).

Berdasarkan laporan dari TheKathmandu Post, direktur Nepal Telecom, Buddhi Prasad Acharya mengatakan bahwa komisi pengembangan parlemen awal pekan ini telah menetapkan untuk memulai layanan dan meminta bersabar untuk menunggu jawaban.

Nepal Telecom berencana untuk menawarkan layanan 4G di kota-kota besar di mana terdapat permintaan akan jaringan ini. Perusahaan akan meng-upgrade jaringan 3G di seluruh cakupan mereka dan segera menonaktifkan layanan 2G.

Sementara itu, upaya untuk meningkatkan kualitas layanan telah diselenggarakan kembali, karena kesulitan dalam mengimpor akibat dugaan blokade yang dideklarasikan pada Nepal oleh India, dengan sebagian besar peralatan yang diimpor terjebak di kantor pabean.

Di sisi lain, Nepal Telecom yang notabene merupakan perusahaan negara harus mampu bersaing dengan pemain swasta. Sekedar informasi, sejak empat tahun lalu Nepal Telecom terus menanyakan mengenai alokasi spektrum 4G kepada NTA, dan baru tahun ini mereka mendapatkan lampu hijau dari pihak regulasi.

Namun, hal tersebut tampaknya tidak akan berjalan semulus yang diinginkan. Pasalnya mereka tidak mampu mendapatkan peralatan dan infrastruktur secepat mereka bisa, ucap Acharya kepada komite. [ak/if]