spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 17

Tukar Elektronik Rusak Dapat Diskon, Ini Promo Trade-in AC MODENA

0

Telko.id – MODENA resmi menghadirkan program penawaran spesial bagi masyarakat yang ingin memperbarui perangkat pendingin ruangan di rumah.

Hingga 15 Maret 2026, konsumen dapat menukarkan barang elektronik apa pun, baik dalam kondisi berfungsi maupun rusak, untuk mendapatkan potongan harga khusus pada setiap pembelian Air Conditioner (AC) MODENA.

Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi konsumen yang hendak beralih ke unit pendingin yang lebih andal.

Teddy Wijaya, Vice President Marketing MODENA, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan strategi perusahaan untuk memperkenalkan lini produk AC mereka ke pasar yang lebih luas. Melalui skema ini, proses upgrade perangkat rumah tangga menjadi lebih ringan secara finansial.

Konsumen berkesempatan menikmati cashback hingga Rp700 ribu jika melakukan tukar tambah unit AC lama. Sementara untuk penukaran barang elektronik kategori lain, tersedia cashback hingga Rp200 ribu.

Langkah ini sejalan dengan tren industri saat ini, di mana berbagai jenama teknologi berlomba memberikan kemudahan kepemilikan perangkat baru, mirip dengan program trade-in yang kerap dilakukan produsen smartphone.

Pilihan Unit dan Fitur Unggulan

Dalam program ini, MODENA menawarkan tiga tipe AC yang dapat disesuaikan dengan luas ruangan dan kebutuhan hunian, yakni model RA 0511 AAWH (0.5 PK), RA 0911 AAWH (1 PK), dan RA 1211 AAWH (1.5 PK). Ketiga varian tersebut telah dibekali dengan teknologi pendinginan optimal untuk kenyamanan pengguna.

Salah satu fitur andalan yang disematkan adalah DualShield Coating. Teknologi ini memberikan perlindungan ganda pada unit AC agar lebih tahan terhadap risiko kebocoran, karat, serta kelembapan tinggi yang kerap menjadi masalah di iklim tropis. Selain itu, terdapat fitur Low Noise Fan dan Healthy Air Flow yang memastikan operasi senyap serta distribusi udara yang sehat.

Content image for article: Tukar Elektronik Rusak Dapat Diskon, Ini Promo Trade-in AC MODENA

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah kemampuan beroperasi pada tegangan rendah (Low Voltage) mulai dari 160V. Fitur ini sangat krusial untuk menjaga kinerja AC tetap stabil meskipun kondisi tegangan listrik di rumah sedang tidak maksimal.

Kombinasi fitur ini menjadikan AC MODENA sebagai solusi teknologi tepat bagi keluarga yang membutuhkan durabilitas jangka panjang.

Mekanisme Penukaran Barang Elektronik

Program trade-in yang ditawarkan MODENA terbagi menjadi dua mekanisme berbeda, tergantung pada jenis barang yang ditukarkan dan lokasi konsumen. Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan barang bekas yang menumpuk di gudang menjadi potongan harga yang bernilai.

1. Penukaran Produk Elektronik Umum
Konsumen dapat menukarkan produk elektronik dari merek apa pun dalam kondisi apa pun (termasuk rusak). Barang yang diterima mencakup microwave, mixer, blender, mesin cuci, kulkas, kompor, TV, kipas angin, setrika, rice cooker, hingga catokan rambut. Setiap unit yang ditukarkan bernilai potongan harga Rp200.000 untuk pembelian AC MODENA tipe apa saja.

Promo kategori ini berlaku secara nasional di MODENA Experience Center, MODENA Home Center, serta mitra dealer resmi di seluruh Indonesia hingga batas waktu yang ditentukan.

2. Penukaran Unit AC Lama
Bagi konsumen yang menukarkan AC lama dari merek, model, dan kapasitas apa pun, berhak mendapatkan total keuntungan lebih besar. Konsumen akan memperoleh potongan harga langsung Rp200 ribu ditambah cashback hingga Rp500 ribu. Syarat utamanya adalah unit indoor, outdoor, dan remote harus lengkap, meskipun kondisinya sudah rusak.

Berbeda dengan kategori elektronik umum, program tukar tambah khusus AC ini berlaku terbatas di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Cikarang, Bekasi, Karawang, Cilegon, Serang, dan Depok. MODENA juga menyediakan layanan penjemputan unit (pick up) dengan catatan unit lama sudah dilepas dari dinding dan siap angkut.

Jaminan Layanan Purna Jual

Selain potongan harga, aspek pelayanan purna jual menjadi fokus utama dalam kampanye ini. MODENA memperkenalkan layanan “48 Hours Coolback Guarantee”. Layanan ini memberikan kepastian perbaikan cepat apabila unit mengalami kendala pendinginan.

Jika konsumen melakukan instalasi menggunakan teknisi mitra resmi, mereka berhak atas jaminan AC kembali dingin dalam waktu 48 jam jika terjadi masalah selama masa garansi satu tahun. Apabila dalam kurun waktu tersebut unit belum kembali normal setelah verifikasi teknisi, MODENA berkomitmen melakukan penggantian unit (indoor atau outdoor) dalam maksimal 48 jam berikutnya.

Komitmen ini merupakan upaya nyata perusahaan dalam memastikan kenyaman pelanggan tanpa rasa khawatir. Teddy Wijaya menegaskan bahwa kombinasi antara kualitas produk yang tahan lama, promo trade-in yang agresif, serta jaminan layanan cepat menjadikan AC MODENA sebagai investasi yang sepadan untuk kebutuhan rumah tangga. (Icha)

Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy Resmi Meluncur, Otak nya Galaxy S26

0

Telko.id – Qualcomm Technologies, Inc. secara resmi memperkenalkan platform mobile terbarunya yang paling canggih, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy.

Chipset anyar ini dipastikan akan menjadi dapur pacu utama bagi perangkat flagship Samsung Galaxy S26 Ultra untuk pasar global, serta model Galaxy S26+ dan Galaxy S26 di beberapa wilayah negara tertentu.

Kemitraan strategis antara Qualcomm dan Samsung yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade kini semakin kuat dengan kehadiran prosesor yang diklaim sebagai system-on-chip (SoC) mobile tercepat di dunia ini.

Platform ini dirancang khusus untuk menghadirkan performa komputasi yang belum pernah ada sebelumnya, sekaligus memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat genggam.

Peluncuran ini menandai babak baru dalam evolusi teknologi seluler, di mana Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kemampuan agentic AI on-device yang sangat kuat.

Teknologi ini memungkinkan terciptanya pengalaman Galaxy yang jauh lebih personal, intuitif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna sehari-hari.

Chris Patrick, Senior Vice President dan General Manager Mobile Handsets, Qualcomm Technologies, Inc., menegaskan pentingnya kolaborasi ini.

Menurutnya, selama lebih dari 20 tahun, kerja sama dengan Samsung telah membantu membentuk arah perkembangan teknologi mobile. Dengan dukungan platform baru ini, kedua perusahaan mengambil langkah berani menuju masa depan pengalaman mobile yang cerdas.

Content image for article: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy Resmi Meluncur, Otaki Galaxy S26

“Platform ini dibuat khusus untuk Galaxy S26 Series, menghadirkan kinerja dan efisiensi terbaik yang mengubah cara pengguna menggunakan perangkat mereka. Mulai dari pekerjaan kreatif hingga tugas sehari-hari, semuanya dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna,” ujar Chris Patrick.

Spesifikasi dan Arsitektur Unggulan

Keunggulan utama dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy terletak pada arsitektur komputasinya yang mutakhir. Platform ini ditenagai oleh CPU Qualcomm Oryon Generasi ke-3 yang dirancang secara khusus (custom-built).

Penggunaan arsitektur CPU terbaru ini menjanjikan lonjakan performa yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, memastikan setiap tugas berat dapat diselesaikan dengan lancar.

Selain CPU yang bertenaga, chipset ini juga dilengkapi dengan GPU Qualcomm Adreno yang membawa berbagai inovasi terbaru di sektor grafis. Peningkatan ini sangat krusial untuk mendukung pengalaman visual yang memukau, baik saat bermain game dengan grafis tinggi maupun saat menikmati konten multimedia beresolusi tinggi.

Komponen ketiga yang menjadi pilar utama adalah NPU Qualcomm Hexagon yang sangat canggih. Unit pemrosesan saraf ini menjadi otak di balik kemampuan AI yang superior pada Galaxy S26 Series. Perpaduan antara CPU Oryon, GPU Adreno, dan NPU Hexagon menciptakan sinergi yang memberikan keunggulan besar bagi pengguna, mulai dari kinerja aplikasi yang lebih cepat hingga efisiensi daya yang lebih baik.

Salah satu fitur unggulan yang dihadirkan berkat kekuatan pemrosesan ini adalah kemampuan kamera yang ditingkatkan melalui fitur Advanced Professional Video (APV).

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merekam video dengan kualitas profesional yang lebih tajam dan stabil, memanfaatkan kekuatan pemrosesan gambar dari chipset tersebut.

Revolusi AI On-Device dan Konektivitas

Fokus utama dari pengembangan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy adalah memaksimalkan potensi Galaxy AI generasi terbaru. Qualcomm Technologies dan Samsung memperkuat kerja sama mereka untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan rekomendasi yang real-time dan benar-benar sesuai dengan konteks kebutuhan pengguna.

Salah satu implementasi nyata dari teknologi ini adalah fitur “Now Nudge”. Fitur ini berfungsi sebagai asisten cerdas yang memberi saran dan pengingat otomatis.

Berbeda dengan pengingat konvensional, Now Nudge bekerja berdasarkan analisis kebutuhan pengguna, memberikan pengalaman yang terasa lebih personal.

Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menjalankan perintah secara otomatis di balik layar. Artinya, pengguna tidak perlu lagi melakukan pengaturan manual yang rumit untuk tugas-tugas rutin.

Semuanya dipastikan bekerja dengan cepat serta efisien pada perangkat yang diperkuat oleh Chipset Tercepat dari Qualcomm ini.

Selain kecerdasan buatan, aspek konektivitas juga mendapatkan perhatian serius. Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dilengkapi dengan teknologi Qualcomm Smart Transmit.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna tetap terhubung dengan kualitas sinyal terbaik melalui pengaturan daya yang optimal.

Smart Transmit bekerja secara cerdas di berbagai jaringan, termasuk 5G, Wi-Fi, Bluetooth, dan bahkan satelit. Hasilnya, pengguna akan merasakan kecepatan unggahan yang lebih tinggi, sinyal yang lebih kuat dan stabil, serta kinerja perangkat yang lancar tanpa mengorbankan efisiensi baterai maupun keamanan data.

Lebih lanjut, perangkat Galaxy S26 Ultra dan Galaxy S26+ juga akan mendapatkan manfaat dari Qualcomm FastConnect 7900 Mobile Connectivity System.

Sistem ini menghadirkan integrasi Ultra Wideband (UWB) yang memungkinkan interaksi jarak dekat yang jauh lebih responsif dan presisi dalam penggunaan sehari-hari, seperti saat menggunakan kunci digital atau melacak barang.

Kehadiran chipset ini di Indonesia juga menjadi sorotan, mengingat Qualcomm baru saja Rilis di Indonesia varian Elite series mereka. Hal ini memastikan konsumen tanah air akan segera menikmati teknologi mutakhir tersebut.

Komitmen Jangka Panjang Samsung dan Qualcomm

O.H. Kwon, Senior Vice President dan Presiden Qualcomm APAC, QUALCOMM CDMA Technologies (Korea) YH, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan yang semakin erat dengan Samsung. Ia menyebut Galaxy S26 Series sebagai penanda babak baru evolusi kecerdasan mobile.

“Pencapaian ini menunjukkan kuatnya kemitraan kami dan komitmen bersama untuk menghadirkan performa berbasis AI yang semakin cepat, serta pengalaman penggunaan yang mulus di seluruh lini perangkat flagship Samsung,” ungkap Kwon.

Senada dengan hal tersebut, Inkang Song, EVP dan Kepala Tim Strategi Teknologi, Mobile eXperience Business di Samsung Electronics, menekankan bahwa kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy pada lini produk Galaxy S26 Ultra secara global adalah upaya untuk menghadirkan pengalaman Galaxy paling canggih dan powerful yang pernah ada.

“Kemitraan strategis jangka panjang dengan Qualcomm Technologies memungkinkan kami menghadirkan teknologi terbaik di industri kepada jutaan pengguna Galaxy. Kami menawarkan pengalaman yang lebih powerful, lebih responsif, dan lebih personal untuk memperkaya setiap interaksi para pengguna dalam keseharian,” jelas Inkang Song.

Penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada Samsung. Beberapa kompetitor juga mulai melirik chipset serupa, seperti iQOO 15 yang dikabarkan akan menggunakan varian dari platform ini, menandakan persaingan ketat di pasar smartphone premium tahun ini.

Dengan segala peningkatan yang ditawarkan, mulai dari CPU Oryon Gen 3, kemampuan AI yang lebih proaktif, hingga konektivitas superior, kehadiran Samsung Galaxy S26 Series dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy diprediksi akan menetapkan standar baru bagi smartphone premium di tahun 2026. (Icha)

Samsung Galaxy Buds4 Hadirkan Audio Hi-Fi dan AI

0

Telko.id – Samsung Electronics Co., Ltd. hari ini secara resmi memperkenalkan jajaran perangkat audio terbarunya, Samsung Galaxy Buds4 Series, dalam sebuah acara peluncuran di San Francisco, Amerika Serikat.

Lini produk yang terdiri dari Galaxy Buds4 Pro dan Galaxy Buds4 ini hadir untuk mendefinisikan ulang standar earbud premium melalui kombinasi kualitas audio high-fidelity (hi-fi) superior, desain ergonomis berbasis komputasi, serta integrasi kecerdasan buatan (AI) yang mendalam.

Seri terbaru ini dirancang dengan fokus utama pada reproduksi suara yang orisinal dan presisi. Samsung memadukan inovasi audio terkini dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari yang telah disempurnakan melalui analisis data mendalam.

Galaxy Buds4 Series menjanjikan pengalaman mendengarkan yang seamless, didukung oleh teknologi kontrol adaptif cerdas yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan suara di sekitar pengguna.

Ikhyun Cho, Corporate VP of Mobile Enhancement R&D Team, Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics, menegaskan bahwa pengalaman audio premium tidak hanya soal spesifikasi teknis, tetapi juga bagaimana perangkat tersebut dirasakan pengguna sepanjang hari.

Menurutnya, filosofi desain Samsung pada seri ini sangat tegas, yaitu menghadirkan kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan performa audio.

Samsung merancang audio hi-fi terkuat mereka dalam balutan desain yang paling aman dan ergonomis untuk menciptakan pengalaman mendengarkan terbaik.

Peluncuran ini juga menandai langkah maju Samsung dalam mengintegrasikan ekosistem Galaxy dengan teknologi AI.

Pengguna kini dapat menikmati kontrol hands-free yang lebih intuitif serta akses ke berbagai agen AI populer langsung dari telinga mereka, menjadikan Galaxy Buds4 Series sebagai teman cerdas untuk produktivitas dan hiburan harian.

Content image for article: Samsung Galaxy Buds4 Series Resmi Meluncur dengan Audio Hi-Fi dan AI

Desain Komputasi untuk Kenyamanan Sepanjang Hari

Samsung membawa pendekatan baru dalam merancang bentuk fisik Galaxy Buds4 Series melalui desain komputasi. Bentuk “Buds blade” yang ikonis ini merupakan hasil analisis dari ratusan juta titik data telinga global serta lebih dari 10.000 simulasi digital.

Hasilnya adalah bentuk yang ultra-sleek dengan kepala earbud yang lebih kecil, memastikan perangkat pas di telinga dan memberikan rasa aman serta nyaman meski digunakan dalam durasi lama.

Desain blade baru ini tidak hanya estetis tetapi juga fungsional. Dilengkapi dengan sentuhan akhir logam premium, area pinch control dirancang dengan tekstur ukiran (engraved) untuk memudahkan pengguna menemukan titik kontrol dan menyesuaikan pengaturan tanpa perlu melihat.

Tempat pengisian daya (charging case) juga mendapat penyegaran dengan model clamshell transparan yang intuitif, menonjolkan keeleganan desain blade di dalamnya.

Terdapat perbedaan arsitektur desain antara kedua model untuk memenuhi preferensi pengguna yang beragam. Galaxy Buds4 Pro mengusung desain canal-fit untuk isolasi suara maksimal dan fungsionalitas tinggi.

Sementara itu, Galaxy Buds4 standar menawarkan desain Earbud Open-fit yang mengutamakan kenyamanan dan sirkulasi udara. Kedua model tersedia dalam warna White dan Black dengan sentuhan matte, sedangkan warna Pink Gold tersedia secara eksklusif untuk pembelian online bagi varian Galaxy Buds4.

Content image for article: Samsung Galaxy Buds4 Series Resmi Meluncur dengan Audio Hi-Fi dan AI

Terobosan Kualitas Audio Hi-Fi

Kualitas suara menjadi sorotan utama dalam peluncuran ini. Galaxy Buds4 Pro memperkenalkan komponen woofer baru yang lebih lebar dengan desain inovatif untuk efisiensi ruang.

Dengan meminimalkan tepi speaker dan memaksimalkan area getaran, luas area speaker efektif meningkat hampir 20% dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini dilakukan tanpa membuat bodi earbud menjadi lebih besar atau mengorbankan kenyamanan.

Kombinasi woofer lebar dan tweeter presisi memungkinkan perangkat menghasilkan audio natural yang imersif. Pengguna dapat menikmati bass yang jernih serta treble yang kaya detail.

Dukungan audio 24-bit/96kHz memastikan suara yang dihasilkan sangat setia pada rekaman aslinya (High-Fidelity).

Mulai dari dentuman double bass yang dalam hingga lengkingan biola yang tinggi, detail suara yang sebelumnya sulit direproduksi kini dapat terdengar jelas.

Penempatan speaker dua arah ini juga dilakukan secara strategis di sisi atas lapisan logam. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi Active Noise Cancellation (ANC) sekaligus meminimalkan feedback gangguan suara dari angin atau faktor eksternal lainnya, memberikan pengalaman mendengarkan yang bersih dan fokus.

ANC Cerdas dan EQ Adaptif

Fitur peredam bising pada Galaxy Buds4 Series telah ditingkatkan secara signifikan melalui pembaruan software dan kemampuan suara adaptif.

ANC yang disempurnakan mampu meredam spektrum kebisingan yang lebih luas, mulai dari suara frekuensi rendah seperti mesin kendaraan dan gemuruh jalan raya, hingga hiruk pikuk transportasi umum.

Saat pengguna berada di bus, kereta, atau pesawat, perangkat akan secara otomatis mengurangi kebisingan latar belakang namun tetap mempertahankan kekayaan suara musik atau podcast.

Teknologi ANC dan Equalizer (EQ) Adaptif bekerja dengan menganalisis kondisi pemakaian dan bentuk telinga unik setiap pengguna secara real-time.

Sistem ini melakukan penyesuaian frekuensi dinamis dan menerapkan algoritma ANC yang paling optimal untuk situasi tersebut. Hal ini meminimalkan kebocoran suara dan memastikan pengguna mendapatkan pengalaman audio yang disetel khusus untuk mereka (personalized).

Untuk kebutuhan komunikasi, fitur Super Clear Call hadir dengan teknologi panggilan super wideband. Menggunakan model machine learning yang terlatih, fitur ini mampu memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar belakang, seperti keramaian restoran atau suara angin di taman.

Hasilnya, kualitas panggilan menjadi sangat jernih seolah-olah sedang berbicara tatap muka, dengan bandwidth panggilan yang digandakan dibandingkan Bluetooth konvensional.

Integrasi AI dan Ekosistem Galaxy

Sebagai bagian dari ekosistem cerdas Samsung, Galaxy Buds4 Series menawarkan integrasi mendalam dengan berbagai layanan AI.

Pengguna dapat mengaktifkan asisten cerdas seperti Bixby, Google Gemini, dan Perplexity melalui perintah suara secara hands-free.

Fitur ini memungkinkan pengguna Galaxy Buds3 FE dan seri terbaru ini untuk tetap terhubung dengan informasi digital tanpa harus menyentuh smartphone mereka.

Khusus pada Galaxy Buds4 Pro, Samsung menyematkan fitur Head Gesture. Pengguna dapat menganggukkan atau menggelengkan kepala untuk menerima atau menolak panggilan serta berinteraksi dengan Bixby.

Kontrol tanpa sentuhan ini sangat berguna bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, menjaga aktivitas tetap lancar tanpa distraksi.

Proses pengaturan perangkat juga dibuat lebih praktis. Pengguna ekosistem Galaxy tidak perlu lagi menginstal aplikasi Galaxy Wearable secara manual.

Cukup dengan membuka cradle atau casing, earbud akan langsung terdeteksi dan terhubung dengan smartphone atau tablet Galaxy. Pengaturan volume dan EQ juga dapat diakses dengan cepat melalui menu shortcut atau Quick Panel.

Spesifikasi Teknis dan Ketersediaan

Secara teknis, Galaxy Buds4 Pro memiliki dimensi earbud 18,1 x 19,6 x 30,9 mm dengan berat 5,1g, sedangkan varian standar sedikit lebih ringan di angka 4,6g.

Ketahanan baterai menjadi salah satu keunggulan utama. Galaxy Buds4 Pro menawarkan waktu pemutaran musik hingga 6 jam dengan ANC aktif (total 26 jam dengan case), sementara Galaxy Buds4 standar mampu bertahan hingga 5 jam (total 24 jam dengan case).

Untuk ketahanan fisik, Galaxy Buds4 Pro telah mengantongi sertifikasi IP57 yang membuatnya tahan air dan debu, cocok untuk mendukung Gaya Hidup Aktif pengguna.

Sementara itu, Galaxy Buds4 memiliki rating IP54. Kedua perangkat ini mendukung konektivitas Bluetooth 6.1 terbaru, Auracast, serta berbagai codec canggih termasuk SSC (Samsung Seamless Codec) HiFi dan SSC UHQ.

Galaxy Buds4 Series diluncurkan bersamaan dengan Galaxy S26 Series. Masa pre-order telah dibuka di sejumlah negara mulai 25 Februari 2026, dengan penjualan langsung yang dijadwalkan mulai pada 11 Maret 2026.

Kehadiran seri ini diharapkan dapat memperkuat posisi Samsung di pasar audio premium global dengan menawarkan kombinasi performa suara, kenyamanan, dan kecerdasan buatan. (Icha)

realme 16 Series 5G Hadirkan Vibe Master Mode dan NEXT Ai Photography

0

Telko.id – realme kembali mempertegas posisinya sebagai merek favorit anak muda dengan mengumumkan kehadiran inovasi fotografi mobile terbaru melalui realme 16 Series 5G.

Mengusung tema besar “Portrait in Every Vibe”, lini smartphone terbaru ini menawarkan pengalaman fotografi yang lebih berani dan berkarakter lewat dua fitur utamanya, yakni Vibe Master Mode dan NEXT Ai Photography.

Langkah ini diambil realme untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang kini semakin gemar mengekspresikan diri melalui visual yang estetik.

Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran seri terbaru ini akan membawa pengalaman fotografi smartphone ke level baru yang lebih kreatif dan relevan.

Sebelumnya, kabar mengenai Kamera 200MP pada perangkat ini juga telah menarik perhatian para penggemar gadget di Tanah Air.

Tren fotografi dengan classic tones atau nuansa warna klasik belakangan ini memang sedang digandrungi.

Gaya visual khas kamera profesional seperti Leica, Ricoh GR dengan efek positive/negative film, hingga simulasi film ikonik dari Fujifilm menjadi acuan estetika banyak kreator konten.

realme menangkap fenomena ini bukan sekadar sebagai filter biasa, melainkan sebuah tonal soul yang membangun suasana dalam setiap jepretan.

Vibe Master Mode: Estetika Ala Profesional

Salah satu nilai jual utama realme 16 Series 5G adalah fitur Vibe Master Mode. Fitur ini menawarkan 21 preset tone yang dirancang dengan pendekatan color grading layaknya fotografer profesional.

Berbeda dengan filter instan pada umumnya yang hanya menempelkan lapisan warna, setiap tone dalam mode ini melakukan penyesuaian mendalam pada aspek cahaya, saturasi, warna, hingga kontras berdasarkan data asli foto. Hasilnya, gambar terlihat lebih bertekstur, hidup, dan artistik.

Pengguna dapat mengakses fitur ini dengan sangat mudah. Cukup menarik tombol shutter ke arah bawah, pengguna akan langsung masuk ke antarmuka Vibe Master Mode.

Pemilihan tone dilakukan dengan mekanisme swipe yang intuitif, di mana perubahan visual dapat dilihat secara real-time (what you see is what you get). Hal ini memudahkan pengguna untuk menentukan nuansa yang paling pas dengan kondisi pemotretan saat itu, bahkan mungkin bisa disandingkan dengan estetika Desain Urban yang artistik.

Terdapat tiga tone unggulan yang ditonjolkan realme untuk berbagai skenario:

  • Lively: Mode ini meningkatkan vibransi dan kecerahan warna. Sangat cocok untuk memotret pemandangan langit biru, tanaman hijau, atau fotografi makanan agar terlihat lebih menggugah selera.
  • Vintage: Menghadirkan sentuhan hangat dengan kontras yang diturunkan. Tone ini menciptakan nuansa nostalgik ala film klasik, ideal untuk suasana kafe atau momen yang lebih emosional.
  • Vivid: Menonjolkan warna dengan kontras yang tegas. Mode ini membuat objek terlihat lebih menonjol (pop-out) dan dramatis.

NEXT Ai: Fotografi Cerdas yang Menyenangkan

Selain estetika warna, realme 16 Series 5G juga dibekali dengan kecerdasan buatan melalui NEXT Ai Photography. Fitur ini dirancang untuk mempermudah proses penyuntingan dan pengambilan gambar, memberikan hasil yang maksimal tanpa perlu keahlian editing yang rumit. Jika sebelumnya realme sukses dengan AI Edit Genie, kini kemampuan tersebut ditingkatkan secara signifikan.

Rangkaian fitur NEXT Ai mencakup:

  • AI Portrait Glow: Memberikan efek kilau lembut pada subjek foto, menciptakan hasil potret yang tampak dreamy dan sinematik dengan fokus wajah yang tetap tajam.
  • AI Motion Pop-out: Secara cerdas memisahkan subjek yang bergerak dari latar belakang. Fitur ini sangat berguna untuk foto aksi, olahraga, atau street photography guna memberikan efek dramatis.
  • AI Light Me: Mengenali kondisi pencahayaan secara otomatis dan menambahkan pencahayaan virtual (virtual lighting). Hasil foto tetap terang dan optimal meskipun diambil dalam kondisi minim cahaya (low light).
  • AI Style Me: Menyediakan preset kreatif untuk mengubah gaya foto menjadi lebih estetik secara instan tanpa aplikasi pihak ketiga.
  • AI Instant Clip: Memungkinkan pengguna membuat video pendek secara otomatis dan cepat, sangat membantu bagi mereka yang ingin segera mengunggah konten ke media sosial.

Dengan kombinasi Vibe Master Mode dan NEXT Ai, realme memastikan pengguna dapat menangkap “vibe” mereka sendiri hanya dengan satu sentuhan.

realme 16 Series 5G diposisikan sebagai paket lengkap bagi generasi muda untuk berkarya dan berbagi cerita visual. Bagi Anda yang mencari perangkat dengan daya tahan tinggi, mungkin bisa juga melirik Baterai 7000mAh di seri C terbaru sebagai alternatif pendamping. (Icha)

Telin Luncurkan Mobile Network Verification, Solusi Autentikasi Tanpa OTP

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang fokus pada bisnis internasional, resmi menjalin kemitraan strategis dengan IPification untuk meluncurkan Telin Mobile Network Verification (MNV).

Langkah ini menghadirkan solusi identitas digital berbasis jaringan yang memungkinkan proses autentikasi pengguna berjalan secara instan, aman, dan mulus tanpa memerlukan kode One-Time Password (OTP) maupun instalasi aplikasi tambahan.

Peluncuran Telin MNV menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat portofolio Telco API perusahaan sekaligus menjawab tuntutan industri terhadap sistem keamanan siber yang lebih andal.

Memanfaatkan kapabilitas jaringan seluler sebagai fondasi kepercayaan digital (trust layer), solusi ini dirancang untuk memitigasi risiko keamanan yang sering terjadi pada metode konvensional.

Sebelum diperkenalkan ke pasar global, teknologi ini telah sukses diluncurkan secara komersial bersama Telkomsel di Indonesia dan kini sudah tersedia serta teruji di lebih dari 40 jaringan seluler di berbagai negara.

Kombinasi antara jangkauan global Telin dan teknologi mobile identity dari IPification memungkinkan para pelaku bisnis melakukan autentikasi pengguna secara senyap (silent) dan tanpa hambatan (frictionless).

Pengguna hanya perlu memberikan satu kali persetujuan untuk pemanfaatan data jaringan, sehingga proses verifikasi dapat berlangsung di latar belakang tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Inovasi ini dinilai krusial di tengah meningkatnya kebutuhan Verifikasi Identitas yang cepat namun tetap aman.

SVP Messaging, Mobile Identity & Voice Telin, John Tolton, menjelaskan bahwa solusi ini membawa pembaruan signifikan dalam kapabilitas autentikasi lintas jaringan.

Salah satu fitur unggulannya adalah dukungan terhadap standar TS.43. Fitur ini memungkinkan pengguna perangkat Android yang sedang terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk tetap dapat diautentikasi secara aman tanpa perlu mematikan Wi-Fi atau beralih ke data seluler secara manual.

“Kami antusias melengkapi portofolio Telco API Telin dengan dukungan standar TS.43. Perkembangan ini penting bagi komunitas pengembang OTT dan operator seluler, karena memperkaya opsi autentikasi sambil mendukung pendapatan autentikasi SMS yang ada,” ujar John Tolton.

Mengatasi Kelemahan OTP Konvensional

Kehadiran Telin MNV merespons tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital. Saat ini, layanan seperti fintech, e-commerce, hingga gaming masih banyak bergantung pada OTP berbasis SMS.

Padahal, metode tersebut kian rentan terhadap berbagai ancaman siber, mulai dari taktik phishing, pengambilalihan akun lewat SIM swap, hingga serangan bot otomatis. Situasi ini diperparah dengan adanya Lonjakan Scam yang menargetkan kelengahan pengguna seluler.

CEO IPification, Stefan Kostic, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mengembalikan kepercayaan pada infrastruktur telekomunikasi itu sendiri.

Menurutnya, identitas digital paling efektif adalah yang dibangun di atas infrastruktur yang sudah dipercaya oleh pengguna secara inheren.

“Bersama Telin, kami menghadirkan autentikasi di level jaringan, menghilangkan hambatan tak perlu sambil memberikan tingkat keamanan dan keandalan bagi perusahaan,” kata Stefan.

Dari sisi operasional bisnis, Telin MNV menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dengan mengurangi tingkat kegagalan login yang sering terjadi pada metode manual.

Bagi perusahaan, ini berarti perlindungan lebih kuat terhadap potensi account takeover. Sementara bagi operator seluler, implementasi solusi ini membuka peluang pendapatan baru dengan mengoptimalkan kecerdasan jaringan (network intelligence) menjadi layanan API bernilai tinggi.

Hal ini sejalan dengan tren global di mana Keamanan Digital menjadi prioritas utama investasi teknologi.

Telin memastikan bahwa solusi ini dirancang dengan pendekatan scalable deployment, yang artinya mampu menangani lonjakan volume autentikasi dalam skala besar seiring pertumbuhan layanan digital global.

Melalui inisiatif ini, Telin tidak hanya menempatkan jaringan seluler sebagai sarana konektivitas semata, tetapi mentransformasikannya menjadi lapisan keamanan vital yang mendukung ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di pasar internasional. (Icha)

Layani 43 Juta Rekening, BCA Perkuat Fitur Aplikasi myBCA

0

Telko.id – Mengelola kebutuhan finansial dari puluhan juta nasabah dengan latar belakang profesi dan aktivitas yang beragam menjadi tantangan besar bagi sektor perbankan saat ini.

Menjawab kondisi tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menghadirkan inovasi layanan untuk memfasilitasi 43 juta rekening nasabah yang tercatat di sistem mereka.

Strategi utama yang ditempuh adalah pendekatan hibrida: layanan mobile banking konvensional (m-BCA) tetap dipertahankan, sementara aplikasi myBCA terus dikembangkan dengan berbagai fitur teranyar.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh segmen nasabah dapat terlayani dengan optimal, baik mereka yang nyaman dengan antarmuka lama maupun yang menginginkan pengalaman perbankan digital modern.

SVP Transaction Banking Product Development BCA, Fera Agustina, menegaskan bahwa myBCA dirancang sebagai platform digital yang dinamis. Aplikasi ini secara rutin menerima pembaruan sistem dan penambahan fitur guna menyesuaikan diri dengan evolusi perilaku transaksi masyarakat.

“Kami terus mengamati perilaku transaksi nasabah dan mencoba menyelesaikannya dengan perkembangan teknologi,” ujar Fera dalam keterangannya di Tangerang, baru-baru ini.

Observasi terhadap kebiasaan pengguna ini menjadi landasan utama bagi BCA dalam meluncurkan dua fitur unggulan terbaru di ekosistem myBCA, yakni integrasi dengan jam tangan pintar (smartwatch) dan fitur pengelolaan keuangan bernama Poket Rupiah.

Ekspansi ke Wearable Device

Salah satu terobosan signifikan yang dilakukan BCA adalah menghadirkan layanan myBCA on Smartwatch. Fitur ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap gaya hidup masyarakat modern yang semakin lekat dengan penggunaan perangkat wearable.

Tren penggunaan jam tangan pintar yang meningkat mendorong kebutuhan akan akses Layanan Digital yang lebih praktis dan instan, tanpa harus selalu bergantung pada ponsel genggam.

Content image for article: Layani 43 Juta Rekening, BCA Perkuat Fitur Aplikasi myBCA

Fera menjelaskan bahwa kehadiran myBCA di perangkat smartwatch memungkinkan nasabah untuk tetap bisa bertransaksi meskipun lupa membawa dompet atau sulit menjangkau smartphone mereka.

Melalui pergelangan tangan, nasabah dapat menyelesaikan berbagai transaksi esensial. Fitur yang disematkan mencakup pembayaran menggunakan QRIS Bayar, serta pengecekan saldo secara real-time.

Khusus bagi pengguna perangkat berbasis WearOS, BCA menyediakan kemudahan lebih lanjut melalui fitur QRIS Tap. Hingga saat ini, adopsi teknologi ini menunjukkan tren positif dengan tercatatnya sekitar 90 ribu nasabah yang telah aktif menggunakan layanan myBCA on Smartwatch.

Angka ini mengindikasikan penerimaan pasar yang baik terhadap solusi perbankan berbasis IoT (Internet of Things) tersebut.

“Aplikasi myBCA on Smartwatch memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan praktis melalui jam pintar. Kami berusaha untuk menjawab kebutuhan nasabah saat ini,” tambah Fera.

Disiplin Keuangan via Poket Rupiah

Selain kemudahan akses, BCA juga fokus pada fitur manajemen keuangan melalui pembaruan di aplikasi myBCA. Fitur terbaru yang diperkenalkan adalah “Poket Rupiah”.

Fasilitas ini memungkinkan nasabah untuk membuat hingga 20 sub-rekening atau “kantong” berbeda dalam satu akun utama. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan memisahkan saldo untuk berbagai pos pengeluaran tanpa dikenakan biaya administrasi tambahan.

Fleksibilitas ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai segmen nasabah. Menurut Fera, fitur ini tidak hanya populer di kalangan Generasi Z yang dikenal melek digital, tetapi juga sangat diminati oleh ibu rumah tangga.

Bagi para ibu, fitur ini menjadi alat bantu vital dalam mengelola anggaran belanja keluarga agar tidak tercampur dengan dana lainnya. Demikian pula bagi para pekerja profesional, Poket Rupiah membantu memisahkan anggaran belanja sesuai pos pengeluaran yang telah direncanakan.

Lebih jauh, fitur ini memiliki dimensi edukasi finansial. Fera menekankan bahwa Poket Rupiah bertujuan mengarahkan nasabah untuk lebih disiplin dalam mengelola arus kas mereka.

Salah satu tujuannya adalah membudayakan kebiasaan menabung yang terencana. Hal ini sejalan dengan tren literasi keuangan yang juga didorong oleh entitas lain dalam grup BCA, seperti terlihat pada pertumbuhan Laba BCA Digital yang signifikan berkat inovasi layanan.

Untuk menjawab tantangan psikologis dalam berbelanja, BCA juga menyematkan fitur “Money Lock” di dalam Poket Rupiah.

Fitur ini berfungsi untuk menahan dana agar tidak mudah digunakan secara impulsif. Fera menyebut bahwa mekanisme ini efektif untuk mengurangi perilaku FOMO (Fear of Missing Out) dan impulsivitas belanja yang kerap menghantui konsumen di era digital.

Inisiatif pengelolaan keuangan semacam ini menjadi sangat relevan, mengingat pentingnya perencanaan anggaran yang matang, mirip dengan strategi Tips Couple Budgeting yang kerap disarankan untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Dengan kombinasi aksesibilitas tinggi melalui smartwatch dan manajemen dana yang rapi lewat Poket Rupiah, BCA berupaya menjaga loyalitas puluhan juta nasabahnya di tengah persaingan bank digital yang kian ketat. (Icha)

BINUS dan IDX Resmikan Galeri Investasi, Dorong Literasi Pasar Modal

0

Telko.id – School of Accounting BINUS University secara resmi membuka Galeri Investasi hasil kolaborasi strategis dengan Indonesia Stock Exchange (IDX).

Peresmian yang berlangsung di kampus BINUS @Alam Sutera pada Jumat (6/2) ini menjadi tonggak penting dalam upaya universitas memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik, sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman pasar modal bagi generasi muda.

Langkah ini menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui aspek konseptual semata. Di tengah pesatnya transformasi digital sektor finansial dan dinamika ekonomi global, kehadiran fasilitas ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri.

Hal ini sejalan dengan berbagai inisiatif kampus lainnya, seperti pameran Karya Alumni yang kerap menampilkan inovasi mahasiswa.

Acara peresmian tersebut dibuka langsung oleh Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting industri pasar modal. Turut hadir Kemas M. Rumaiyar selaku Regional Head 3 Market Development IDX, serta Dwi Susanto yang menjabat sebagai Branch Manager PT BNI Sekuritas.

Kehadiran para praktisi ini mempertegas sinergi kuat antara dunia akademik dan sektor profesional dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif.

Transformasi Pembelajaran Berbasis Praktik

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Lim Sanny menyoroti bahwa pendirian Galeri Investasi merupakan bagian integral dari transformasi pembelajaran di School of Accounting BINUS University. Fokus utamanya adalah kesiapan karier dan penguatan kompetensi teknis mahasiswa agar siap terjun ke dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori akuntansi dan keuangan secara mendalam, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata pasar modal.

Upaya ini merupakan wujud nyata komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang unggul dan mampu bersaing di industri keuangan yang kompetitif.

Lebih jauh, keberadaan Galeri Investasi di lingkungan kampus diharapkan mampu membangun budaya literasi finansial sejak dini. Mahasiswa didorong untuk memahami urgensi perencanaan keuangan, manajemen risiko yang tepat, serta pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada analisis data yang akurat.

Hal ini mirip dengan strategi korporasi besar dalam mengelola aset, seperti Investasi Erajaya yang penuh perhitungan matang.

Sinergi Akademik dan Industri

Kemas M. Rumaiyar dari IDX menekankan peran vital perguruan tinggi dalam memperluas inklusi pasar modal di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan adalah strategi efektif untuk mendongkrak partisipasi generasi muda dalam ekosistem investasi nasional.

Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir generasi muda terhadap investasi. Melalui Galeri Investasi, mahasiswa mendapatkan akses langsung ke informasi yang kredibel serta edukasi pasar modal yang terstruktur. Pengalaman belajar ini membawa mereka lebih dekat dengan praktik industri yang sesungguhnya.

Senada dengan pandangan tersebut, Dwi Susanto dari PT BNI Sekuritas menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka ruang pembelajaran yang kontekstual.

Galeri Investasi berfungsi sebagai jembatan penghubung antara teori di ruang kelas dengan praktik di lapangan. Mahasiswa dapat belajar membangun pola pikir investasi yang sehat dan disiplin sejak dini, yang akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia profesional.

Secara fungsional, fasilitas ini akan menjadi pusat aktivitas edukasi pasar modal di School of Accounting BINUS University.

Mahasiswa dapat mengakses informasi instrumen investasi, mengikuti pelatihan analisis saham, serta terlibat dalam diskusi pasar. Inisiatif ini selaras dengan visi impactful learning BINUS, yang bertujuan mencetak lulusan yang tidak hanya siap menjadi pekerja profesional, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha di sektor keuangan. (Icha)

XLSMART Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival, Kurangi 6,6 Ton Emisi

0

Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil menerapkan standar baru dalam penyelenggaraan acara hiburan ramah lingkungan melalui Ultraverse Festival.

Dalam gelaran yang berlangsung serentak di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar tersebut, perusahaan sukses mengalihkan 1.754 kilogram sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah ini sekaligus menjadi momentum peluncuran XL Ultra 5G+ yang menegaskan posisi perusahaan pasca penggabungan usaha.

Pencapaian dalam pengelolaan limbah ini memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, inisiatif tersebut berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 6.600 kilogram CO₂e.

Angka pengurangan emisi ini setara dengan dampak lingkungan dari 700.000 kali pengisian daya ponsel pintar atau emisi perjalanan kendaraan berbahan bakar bensin sejauh 33.000 hingga 40.000 kilometer.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa penerapan prinsip Zero Waste to Landfill dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab merupakan bagian integral dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Strategi keberlanjutan ini diposisikan sebagai fondasi operasional, bukan sekadar program tambahan, guna memastikan setiap kegiatan besar dirancang dengan prinsip yang terukur.

Penerapan manajemen limbah yang ketat ini melibatkan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra lingkungan. Salah satu mitra utama dalam inisiatif ini adalah Waste4Change, yang sebelumnya juga telah bekerja sama dengan berbagai entitas industri untuk kelola sampah secara profesional.

Kepercayaan pelanggan dan mitra dinilai semakin menguat berkat konsistensi XLSMART dalam menghadirkan konektivitas yang bertanggung jawab.

Strategi Pengelolaan Sampah di Tiga Kota

Penyelenggaraan Ultraverse Festival yang dihadiri sekitar 25.000 penonton ini menerapkan pendekatan berbeda di setiap kotanya, menyesuaikan dengan kondisi dan mitra lokal. Di Jakarta, konsep yang diusung adalah Zero Waste to Landfill bersama Waste4Change.

Fokus utamanya adalah memastikan hampir seluruh timbulan sampah tidak berakhir di TPA melalui strategi pengurangan dari sumber, pemilahan, daur ulang, hingga konversi residu menjadi energi.

Content image for article: XLSMART Terapkan Zero Waste di Ultraverse Festival, Kurangi 6,6 Ton Emisi

Sementara itu, pelaksanaan di Surabaya menerapkan pendekatan Reduce Waste to Landfill. Fokus di kota ini dimulai sejak tahap perencanaan acara, optimalisasi pemilahan, hingga peningkatan praktik guna ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.

Upaya ini sejalan dengan tren industri saat ini, di mana berbagai acara besar mulai menggalakkan aksi tukar sampah menjadi sesuatu yang bernilai.

Khusus untuk wilayah Denpasar, Bali, perhatian utama tertuju pada Food Waste Management. XLSMART memonitor pengelolaan limbah makanan yang dilakukan oleh ATLAS sebagai lokasi acara.

Bekerja sama dengan Z Bio, limbah makanan terpilah diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik yang kemudian disalurkan kepada petani lokal. Model ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga mendorong praktik pertanian regeneratif di kawasan tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan

Merza Fachys menambahkan bahwa inisiatif ini bukan kali pertama dilakukan oleh perusahaan. Sebelumnya, saat perhelatan AXIS Nation Cup 2025, perusahaan berhasil mengumpulkan 4.200 kilogram sampah melalui skema serupa.

Konsistensi ini penting mengingat konser musik berskala besar dengan durasi setengah hari memiliki potensi menghasilkan hingga 12.500 kilogram sampah, berdasarkan estimasi rata-rata timbulan per orang.

Pandu Priyambodo, Manager Marketing Communication & Partnership Waste4Change, mengapresiasi langkah XLSMART sebagai penyedia layanan telekomunikasi pertama yang menggelar konser serentak di tiga kota dengan manajemen sampah bertanggung jawab.

Menurutnya, kontribusi pengurangan lebih dari 6,6 ton emisi CO₂ setara dengan menumbuhkan lebih dari 300 pohon selama satu tahun.

Senada dengan hal tersebut, Co-founder Z Bio, Fredric Tanuwijoyo, menyoroti pentingnya kemitraan dengan ATLAS di Bali. Pengolahan limbah makanan menjadi sumber daya baru bagi peternak dan petani membuktikan bahwa ekonomi sirkular dapat berjalan beriringan dengan industri hiburan.

Inisiatif semacam ini mirip dengan gerakan korporasi lain yang mulai meluncurkan program pilah sampah di lingkungan operasional mereka.

Sebagai entitas baru hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, XLSMART menaungi lebih dari 73 juta pelanggan.

Dengan mengusung semangat “innovation with heart”, perusahaan berkomitmen menjadikan prinsip ESG sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis jangka panjang, demi menciptakan nilai tambah bagi Indonesia dan memimpin era digital yang inklusif. (Icha)

Google Gemini Kini Bisa Bikin Musik dari Teks

Telko.id – Fitur chatbot AI Google Gemini makin berkembang pesat dengan kemampuannya menghasilkan musik hanya dari perintah teks sederhana. Setelah sebelumnya bisa membuat gambar dan video, kini Gemini dapat menciptakan musik berdurasi sekitar 30 detik lengkap dengan lirik dan aransemen hanya berdasarkan deskripsi teks, foto, atau bahkan video yang diberikan pengguna.

Canggihnya kemampuan ini didukung oleh model generatif musik terbaru dari Google DeepMind yang bernama Lyria 3, yang kini terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Gemini. Dengan fitur ini, pengguna hanya perlu menuliskan prompt — misalnya suasana lagu, genre, tempo, atau emosi tertentu — dan Gemini akan mengolahnya menjadi komposisi musik sesuai permintaan. Model ini juga bisa menghasilkan cover art untuk lagu tersebut secara otomatis.

“Tujuan dari lagu-lagu ini bukanlah untuk menciptakan mahakarya musik, melainkan untuk memberikan Anda cara mengekspresikan diri yang menyenangkan dan unik,” kata Google dalam pengumumannya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (20/2/2026).

Kelebihan dari integrasi Lyria 3 dalam Gemini adalah sifatnya yang multimodal: musik bisa dibuat dari teks saja, tapi juga dari input visual seperti foto atau klip video, sehingga AI bisa menafsirkan suasana visual dan mengubahnya menjadi melodi yang cocok. Hasil musik yang diciptakan biasanya berdurasi singkat, tetapi sudah mencakup melodi, ritme, vokal, bahkan lirik jika diminta.

Baca juga:

Secara praktis, fitur ini sangat berguna bagi kreator konten, video editor, pembuat podcast, atau pengguna kreatif lainnya yang ingin menambahkan soundtrack cepat tanpa harus membuat sendiri dari nol.

Proses pembuatan lagu pun berlangsung cepat—cukup beberapa detik hingga puluhan detik setelah prompt diberikan. Beberapa versi fitur juga memungkinkan lagu tersebut diunduh atau dibagikan langsung ke platform lain.

Untuk memastikan transparansi, setiap musik yang dihasilkan oleh Gemini dilengkapi dengan watermark digital yang menunjukkan bahwa lagu itu adalah karya AI. Hal ini membantu membedakan konten yang dihasilkan oleh mesin dari lagu yang dibuat secara tradisional, sekaligus mencegah potensi pelanggaran hak cipta saat digunakan publik atau dibagikan di platform lain.

Meski fitur ini tersedia dalam versi beta dan mungkin belum aktif di semua akun pengguna, langkah Google membawa kemampuan generatif musik ke Gemini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan kini tak hanya pintar menjawab teks, tetapi juga bisa menjadi alat kreasi bagi siapa pun yang ingin membuat musik tanpa perlu keterampilan teknis musikal.

Jika ingin membuat lagu dengan Gemini, Google mengatakan model Lyria 3 sudah tersedia di aplikasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Saat ini Lyria 3 mendukung prompt dalam bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugal.

Samsung Unpacked 2026 Pamer Galaxy AI dan Galaxy S26 Ultra

Samsung menegaskan kembali posisinya sebagai mitra teknologi global pada acara Samsung Unpacked 2026, Rabu 25 Februari 2026, waktu setempat. Dalam ajang tersebut, Samsung menyoroti kolaborasinya bersama International Olympic Committee dalam perhelatan Olimpiade.

Dalam presentasi tersebut, Samsung menampilkan bagaimana perangkat Galaxy digunakan untuk mendukung kebutuhan penyiaran dan dokumentasi momen-momen penting para atlet di panggung dunia.

Kamera Galaxy sebagai Perangkat Berkapabilitas Profesional untuk Penyiaran dan Dokumentasi

Kamera Galaxy diposisikan bukan sekadar alat fotografi konsumen, melainkan perangkat dengan kapabilitas profesional yang mampu menangkap detail, dinamika gerak, serta emosi di tengah atmosfer kompetisi internasional.

Selain kemampuan kamera, Samsung juga menekankan peran Galaxy AI dalam membantu komunikasi lintas bahasa selama perhelatan olahraga global tersebut. Fitur penerjemahan berbasis AI diklaim mampu menjembatani perbedaan bahasa antara atlet, ofisial, media, dan penonton, menciptakan interaksi yang lebih lancar dan inklusif. Lewat pendekatan ini, Samsung tidak hanya mempromosikan fitur produk, tetapi juga membangun narasi bahwa teknologinya hadir sebagai penghubung manusia dalam momen-momen bersejarah dunia.

Tiga Prinsip Utama Pengembangan Galaxy AI

Dalam sesi terpisah, TM Roh selaku pimpinan divisi Device Experience memaparkan filosofi besar di balik pengembangan Galaxy AI. Ia menggambarkan AI bukan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai infrastruktur yang menopang pengalaman pengguna secara menyeluruh. Konsep tersebut bertumpu pada tiga prinsip utama: jangkauan luas, keterbukaan, dan kompetensi tinggi.

Galaxy AI dirancang agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin pengguna, terintegrasi secara terbuka dengan berbagai mitra dan ekosistem, serta memiliki kemampuan yang andal untuk menjalankan tugas kompleks. Visi jangka panjangnya adalah menghadirkan “Agentic AI Phone”, yaitu perangkat yang tidak hanya merespons perintah, tetapi mampu mengantisipasi kebutuhan dan bertindak secara proaktif.

Pendekatan ini menunjukkan ambisi Samsung untuk menjadikan AI sebagai fondasi utama pengalaman smartphone modern, bukan sekadar elemen pelengkap yang bersifat kosmetik.

Pada aspek implementasi praktis, Samsung mendemonstrasikan berbagai fitur Galaxy AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi keseharian pengguna. Fitur Now Brief, misalnya, diperkenalkan sebagai solusi untuk menyaring notifikasi dan hanya menampilkan informasi yang benar-benar relevan, sehingga membantu mengurangi kelelahan digital akibat banjir pemberitahuan.

Baca juga:

Integrasi Ask AI dan Strategi multi-agen

Selain itu, kemampuan merangkum panggilan telepon secara otomatis memungkinkan pengguna menangkap inti percakapan tanpa harus mencatat secara manual. Di sisi produktivitas dan riset, fitur Ask AI pada browser Samsung yang didukung teknologi Perplexity AI memberikan kemampuan pencarian dan peringkasan informasi secara lebih cerdas.

Integrasi ini memperlihatkan strategi multi-agen yang memungkinkan Galaxy AI memanfaatkan keunggulan mitra eksternal untuk memperkaya pengalaman pengguna. Seluruh fitur tersebut menegaskan arah pengembangan yang berfokus pada efisiensi kognitif dan optimalisasi waktu.

Peningkatan Performa Galaxy S26 Ultra

Untuk sektor performa, Galaxy S26 Ultra diperkenalkan dengan peningkatan signifikan pada kemampuan gaming. Samsung mengklaim adanya peningkatan performa ray tracing sebesar 17 persen, menghadirkan grafis dengan pencahayaan dan bayangan yang lebih realistis mendekati standar konsol.

Perangkat ini juga dibekali vapor chamber terbesar yang pernah disematkan Samsung pada lini smartphone, guna memastikan manajemen panas yang lebih stabil saat menjalankan beban kerja berat. Dalam hal daya tahan, Galaxy S26 Ultra diklaim mampu memutar video hingga 31 jam, didukung teknologi pengisian daya cepat untuk meminimalkan waktu henti.

Kombinasi antara performa grafis, stabilitas termal, dan ketahanan baterai memperlihatkan upaya Samsung untuk menarik segmen pengguna yang menuntut kinerja tinggi, termasuk gamer dan kreator konten.

Di bidang kamera, seri Galaxy S26 membawa peningkatan signifikan melalui pengembangan Nightography untuk perekaman video dalam kondisi minim cahaya. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi noise sekaligus mempertahankan detail tajam, sehingga hasil video malam hari tampak lebih jernih dan natural.

Khusus untuk varian Ultra, Samsung memperkenalkan dukungan perekaman 8K dengan codec APV serta kemampuan merekam langsung ke penyimpanan eksternal, fitur yang umumnya ditemukan pada perangkat profesional.

Selain itu, Galaxy AI juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hasil pemindaian dokumen dengan menghaluskan lipatan kertas dan menghapus objek yang tidak diinginkan seperti jari pengguna. Inovasi ini menunjukkan pendekatan komprehensif Samsung dalam menggabungkan kecerdasan buatan dan perangkat keras untuk mendukung kebutuhan kreatif maupun produktif.

Komitmen Keberlanjutan dan Lingkungan

Sebagai penutup, Samsung turut menyoroti komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan mengumumkan berbagai inisiatif, termasuk proyek restorasi waduk dan peningkatan akses air bersih di sejumlah wilayah.

Salah satu kolaborasi yang mendapat perhatian adalah kerja sama dengan SeaTrees dan Scripps Institution of Oceanography dalam mendukung restorasi terumbu karang. Melalui fitur “Ocean Mode” pada kamera Galaxy, pengguna didorong untuk berkontribusi dalam dokumentasi dan pemantauan ekosistem laut.

Langkah ini memperlihatkan upaya Samsung untuk mengintegrasikan teknologi produknya dengan misi sosial dan lingkungan yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra sebagai perusahaan teknologi yang bertanggung jawab secara global.