spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1691

Alcatel-Lucent Tunjukan Keuntungan Pada Q4 2015

0

Telko.id – Alcatel-Lucent menunjukkan keuntungan lanjutan dari upaya ‘turnaround’ mereka pada tahun 2015, menjelang kombinasinya dengan Nokia diawal tahun ini.

“Hasil Q4 kami menunjukkan yang terbaik di kelas eksekusi, hasil ini memungkinkan kita untuk menutup perjalanan dengan kebanggaan setelah mencapai apa yang kita lakukan selama ini,” kata Philippe Camus, CEO mereka.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan bahwa ini merupakan dua belas bulan dengan keuntungan penuh pertama sejak tahun 2011 silam, hasil ini didorong oleh Q4 yang kuat serta free cash flow mereka yang menyentuh angka € 660 juta, angka ini juga melebihi target mereka untuk tahun ini serta pengurangan utang dengan posisi kas bersih sebesar € 1,4 milyar dengan utang pada angka € 794 juta pada akhir Q2 ditahun 2013.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua karyawan kami untuk prestasi seperti itu dan pelanggan kami atas kepercayaan mereka,” lanjut Camus.

Perusahaan melaporkan bahwa laba perusahaan di Q4 mencapai € 589 juta, dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya yakni € 271 juta serta pendapatan sebesar € 4,16 miliar.

Dilansir dari Mobile World Live(12/2), peningkatan profitabilitas serta potongan dan aktivitas tingkat tinggi terjadi pada akhir tahun ini, terutama dengan proporsi yang lebih tinggi dari penjualan perangkat lunak.

Sementara pendapatan dari segmen bisnis inti Jaringan di Q4 2015 meningkat 14 persen secara year-on-year  menjadi € 2 miliar. Sementara pendapatan untuk segmen Access mereka adalah € 2,1 miliar, atau naik sekitar 13 persen dari sebelumnya yang hanya mencapai € 1,4 miliar dari lini Wireless.

Sekedar informasi, pada lini Wireless, pertumbuhan didorong oleh jaringan LTE, dengan kekuatan terkemuka di China dan Amerika Utara.

Tutup Tahun 2015, Nokia Panen Keuntungan

0

Telko.id – Nokia mendapatkan laba pada Q4 2015 berkat penjualan bisnisnya sebagai perusahaan yang memulai tugas berat untuk mengintegrasikan operasi dengan Alcatel-Lucent.

Sekedar informasi, Nokia sedang mencari “sinergi” dengan Alcatel-Lucent yang mereka beli akhir tahun lalu. Sinergi tersebut yang mencakup perampingan terhadap tumpang tindih atas produk dan jasa, khususnya dalam kelompok usaha Jaringan Mobile.

Perusahaan ini mengumumkan laba untuk kuartal keempat mereka sebesar € 1,79 miliar. Angka ini jauh melebihi capaian mereka dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya yakni € 443 juta dari total pendapatan sebesar € 3,61 miliar atau naik sekita 3 persen.

Pendapatan ini ditopang oleh keuntungan dari operasi yang telah mereka hentikan yakni sebesar € 1,29 miliar, terutama yang berkaitan dengan penjualan berikutnya di kuartal ini. Sementara Laba dari operasi yang dilanjutkan adalah € 499 juta, atau naik 54 persen secara year-on-year.

“2015 merupakan tahunnya transformasi dramatis bagi Nokia dan saya senang bahwa di tengah semua perubahan ini kami mampu menutup tahun dengan penampilan yang solid di kedua lini bisnis yakni Nokia Networks dan Nokia Technologies,” ucap Presiden dan CEO mereka Rajeev Suri.

Sekedar informasi, dalam unit Networks nya, laba operasional pada dasarnya terjadi penurunan di angka € 468 juta dengan total pendapatan sebesar € 3,2 miliar, pendapatan ini turun sebesar 5%. Penurunan pendapatan ini disebabkan penjualan yang lebih rendah di kedua lini produk Nokia Networks yakni Mobile Broadband dan Global Services, dan mereka terselamatkan berkat keuntungan dari kekayaan intelektual yang dibuat di Q4 2014.

Sementara untuk Laba operasional dari Nokia Technologies tumbuh secara fantastis dengan presentase 318 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Laba operasional mereka di kuartal keempat ini berada pada angka € 322 juta, sementara untuk penjualan produk meningkat sebanyak 170 persen menjadi € 403 juta.

Dilansir dari Mobile World Live (12/2), Nokia juga sedang mencari cara untuk merasionalisasi organisasi regional dan penjualan, serta memotong biaya overhead di berbagai bidang seperti manufaktur, rantai pasokan, real estate dan IT.

“Pekerjaan kami sebagai perusahaan gabungan telah mengarah pada awal yang kuat, tim kami juga sedang mempersiapkan tawaran kerjasama dengan pelanggan kami untuk memastikan agar kami dapat membuat keputusan yang cepat dan efektif terhadap ‘tumpang tindih’ bidang portofolio kami, “tutup Suri

Diprotes, Stiker LGBT Versi Line Dicabut

0

Telko.id – Siapa yang tidak mengenal LINE? Apliksi yang memiliki beberapa icon boneka ini memang cukup digemari oleh masyarakat Indoesia. LINE juga merupakan aplikasi chatting yang menhadirkan stiker di dalam perpesanan mereka.

Namun, karena stiker itulah, LINE juga mendapat teguran adri berbagai pihak. Stiker yang dikeluarkan oleh LINE ternyata menunjukan beberapa indikasi adanya pasangan sesama jenis yang tentunya hal tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat. Sebuah ajakan untuk pemboikotan akun LINE dikeluarkan oleh salah seorang pemuka agama yakni Abdullah Gymnastiar. Pria yang kerap disapa aa Gym ini mengajak masyarakat untuk memboikot LINE karena dianggap mendukung kaum LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender).

Teddy Arifianto, selaku Head of Public Relation LINE menyebutkan bahwa pihaknya telah menarik stiker yang menjadi permasalahan tersebut. “LINE menyanyangkan kejadian beberapa stiker yang dianggap sensitif oleh banyak orang telah menyebabkan timbul rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati,” ujar Teddy (10/2).

Dia menambahkan, saat ini timnya sedang berusaha untuk menghapus stiker-stiker yang menjadi bahan permasalahan tersebut,dan LINE berpegang pada acuan global untuk melakukan penyaringan/filter terhadap konten-konten yang sensitif dari perspektif budaya lokal.

“LINE menghargai seluruh masukan dari para pengguna dan pihak-pihak lain terkait produk dan fitur kami dan kami menyadari betapa sensitifnya hal ini dan akan berupaya keras agar hal seperti ini tidak terulang kembali.”tambahnya.

Sekedar informasi, JIka Line dianggap mendukung LGBT, sejatinya bukan hanya LINE yang ‘Mendukung’ kaum LGBT. Di awal tahun lalu, Apple juga meluncurkan sekumpulan emoticon baru. Beberapa diantaranya menunjukkan pasangan sejenis.Emoticon tersebut juga sebenarnya dapat ditemukan pada WhatsApp. Facebook juga menyediakan filter warna pelangi yang merupakan bukti nyata dukungan atas kaum LGBT.

LGBT sendiri merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Beberapa orang mungkin masih awam dengan istilah ini, namun kaum LGBT bisa dikatakan ada hampir disetiap daerah/kota, terutama kota-kota besar di Indonesia. Tentunya di negara ini gerakan LGBT tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Berkat Investasi, Pendapatan Zain Group Meningkat dari Tahun Lalu

0

Telko.id – Operator raksasa asal Kuwait, Zain Group telah menggelontorkan dana investasi senilai $ 797 juta pada tahun 2015 silam dan menargetkan peningkatan perluasan cakupan untuk jaringan 3G dan 4G mereka.

Capex mereka yang mencapai $ 797 juta tidak termasuk pasar telekomunikasi di Arab Saudi. Jumlah Capex dari Zain group juga mencerminkan 21 persen dari pendapatan Group. Sekedar informasi,  Zain Group memiliki 45.600.000 pelanggan atau sekitar 3 persen di delapan pasar telekomunikasi di Timur Tengah dan Afrika.

Ketua Zain Grup Asaad Al Banwan mengatakan, “Kami telah berinvestasi secara signifikan pada upgrade perluasan jaringan 3G dan 4G serta biaya lisensi spektrum di seluruh pasar kami untuk meningkatkan pengalaman mobile bagi pelanggan kami,” ucapnya seperti dikutip dari Telecom Asia(11/2).

Berkat investasi dalam perluasan jaringan 3G dan 4G LTE ini, pendapatan dari penggunaan data mereka naik 15 persen pada 2015, atau sekitar 20 persen dari total pendapatan.

Pendapatan Zain Group sendiri adalah $ 3, 78 miliar dengan laba bersih sebesar $ 513 juta pada tahun 2015. Sementara pendapatan dari Zain selaku operator adalah $ 933 juta dengan laba bersih $ 119 juta pada Q4 2015.

Sekedar informasi, Zain Group sendiri menghasilkan pendapatan sebesar $ 1,1 miliar di pasar Kuwait, $ 1, 22 miliar di Irak, $ 717 juta di Sudan, $ 1, 86 miliar di Arab Saudi, $ 459 juta di Yordania dan $ 191 juta di Bahrain.

booming pendapatan data 4G

Pendapatan data dari Zain Kuwait 4G LTE menyumbang sekitar 36 persen dari total pendapatan, angka tersebut menggambarkan kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Pendapatan Data di Irak menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatan, atau meningkat 34 persen dari tahun lalu. Sementara pendapatan data di Sudan memberikan sumbangan sekitar 11 persen dari total pendapatan, atau tumbuh 102 persen.

Sementara untuk Arab Saudi, Zain memperoleh kenaikan sekitar 58 persen untuk pendapatan data dibandingkan dengan tahun lalu, pendapatan data di Arab Saudi sendiri menyumbang sekitar 25 persen dari total pendapatan sebagai investasi perusahaan dan memperluas jaringan 4G LTE.

Dengan peluncuran layanan 4G di Yordania, pendapatan data Zain mewakili 29 persen dari total pendapatan, atau tumbuh 18 persen. Berbicara mengenai Zain Bahrain, mereka telah menginvestasikan lebih dari $ 100 juta dalam jaringan 4G. Hasil dari investasi ini juga berimbas pada pendapatan data mereka yang meningkat 11 persen, dan 33 persen dari total pendapatan keseluruhan.

Inilah Perusahaan Baru Telefonica

0

Telko.id – Telefonica mendirikan sebuah perusahaan baru yang disebut Telxius  rumah dari aset infrastruktur global mereka, perusahaan baru ini juga dimaksudkan untuk terlibat dalam peluang pertumbuhan, termasuk kemungkinan menggabungkan aset pihak ketiga.

Perusahaan ini akan dipimpin oleh Alberto Horcajo, seorang CFO di Telefonica Brasil. Sementara aset awal mereka mencakup sekitar 15.000 menara telekomunikasi Telefonica di Spanyol dan negara-negara lain, serta jaringan internasional Telefonica Group dengan 31.000 km kabel serat optik bawah laut.

Penciptaan Telxius juga merupakan bagian dari strategi optimasi untuk portofolio aset Telefónica Group, seperti dikutip dari Mobile World Live(11/2). Mereka menyebutkan, akan memungkinkan pengelolaan infrastruktur Telefónica Group pada skala global dengan pendekatan yang lebih khusus dan terfokus.

Berbicara mengenai tujuan, tentunya untuk menawarkan layanan yang lebih ke operator lain, serta meningkatkan laba atas modal yang diinvestasikan. Selain itu, langkah baru ini akan memungkinkan Telxius untuk berpartisipasi dalam peluang pertumbuhan yang ada di industri, termasuk kemungkinan menggabungkan aset pihak ketiga, yang tampaknya seperti referensi pada kemungkinan M & A untuk perusahaan baru.

Selain merupakan menara domestik dan kabel bawah internasional, Telefonica juga memiliki jaringan backbone yang menghubungkan lebih dari 40 negara di Eropa dan Amerika, termasuk Amerika Serikat.

“Selama beberapa bulan mendatang, sejumlah perusahaan yang baru dibuat, termasuk aset tersebut, secara bertahap akan diintegrasikan ke dalam Telxius,” seperti pernyataan Telefonica.
Namun, Pemberitaan terkini mengenai Telxius masih belum menyebutkan potensi penjualan mereka.

Sekedar informasi, Telefonica sebelumnya menjual lebih dari 1.000 tiang-tiang di pasar dalam negeri untuk perusahaan infrastruktur Spanyol Cellnex.

Verizon Menegaskan Berminat Akuisisi Yahoo

0

Telko.id – CEO Verizon Lowell McAdam, dalam sebuah wawancara dengan Jim Cramer Uang Mad CNBC, menegaskan bahwa tertarik pada potensi akusisi Yahoo.

Diskusi dimulai dengan pembicaraan tentang akuisisi AOL oleh Verizon. Tahun lalu Verizon membayar 4.4 miliar US$ untuk AOL untuk meningkatkan bisnis LTE wireless video yang dapat ditawarkan dan diciptakan menjadi “over-the-top” video. Hal ini juga akan menjadi “platform pertumbuhan dari nirkabel pada era IOT untuk konsumen dan bisnis.”

AOL berinvestasi untuk platform iklan digital dan juga memiliki merek konten sendiri yang berharga, termasuk Huffington Post, Engadget, TechCrunch dan Makers. Untuk Verizon, ini adalah yang terbaru dalam serangkaian akuisisi bertujuan untuk meningkatkan bisnis media digital. Tahun lalu Verizon juga membeli Intel Media untuk teknologi internet video, jaringan pengiriman konten EdgeCast Networks, dan video langsung encoder UpLynk.

“Kami harus benar-benar mengubah diri Anda,” kata McAdam dari Verizon pada 2015. Selanjutnya, Mcadam pun menyatakan bahwa dengan membeli AOL dapat mengubah menjadi mesin pertumbuhan yang riil bagi bisnisnya. Lalu, kenapa tidak menambahkan Yahoo?  Tanya Cramer dalam wawancara tersebut?

“Kami mengatakan kami akan melihat itu,” kata McAdam. “Kita harus memahami tren yang kita lihat di beberapa hasil mereka sekarang. Dengan harga yang tepat, saya pikir menikah beberapa aset dengan AOL, Yahoo akan menjadi hal yang baik. Salah satu hal yang kita lakukan dengan AOL adalah tetap terpisah dari perusahaan inti.

McAdam pun menjelaskan bahwa untuk AOL, Verizon sudah menginformasikan pada pelanggan mobile untuk keluar dari mesin AOL. Kami hanya punya enam bulan pada saat ini. Saya tidak ingin untuk menyatakan kemenangan; kita masih punya jalan panjang ke depannya. Mungkin beberapa hal dari Yahoo masuk akal. Saya pikir kita bisa mengubah [AOL] menjadi sesuatu yang istimewa. ”

Rumor tentang minat Verizon terhadap Yahoo mulai muncul kembali pada bulan Desember ketika Wall Street Journal memunculkan berita tersebut.  Secara khusus, laporan itu menuliskan bahwa Yahoo ingin menjual bisnis internet yang termasuk platform pencarian, Yahoo News, Yahoo Mail, situs media sosial Tumblr dan kepemilikan lainnya.

Dengan adanya berita tersebut, Verizon CFO Fran Shammo pun menyatakan ketertarikannya. “Jika Yahoo benar, Verizon bisa tertarik dalam akuisisi potensial”, menurut laporan di Washington Post. (Icha)

IndiHome Terapkan Fair Usage Policy Menuai Protes

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, Telekomunikasi Indonesia atau Telkom menerapkan Fair Usage Policy. Penerapan kebijakan ini dimaksudkan untuk melindungi normal user dari pemanfaatan pemakaian berlebih oleh heavy user. Begitu pernyataan dari Arif Prabowo, VP Corporate Communication Telkom dalam pernyataan resminya.

Ternyata, kebijakan baru tersebut menuai protes. Setidaknya ada 15.424 petisi yang tidak setuju dengan kebijakan baru tersebut yang tercantum dalam change.org dengan tajuk “Telkom yang semena-mena terhadap pelanggan, merubah kebijakan Promo dengan sebelah pihak”.

Dalam keberatan yang ajukan, menyebutkan bahwa “Saya merasa kecewa dengan salah satu  perusahaan BUMN yaitu TELKOM yang mengelola Internet dan Telepon rumah sekaligus TV Kabel yang dalam paket Indihome nya.

Dalam PROMO mereka mengakatan Unlimited tanpa FUP dalam paket tersebut. Dengan harga yang sudah di tentukan, Namun setelah berjalan dalam pemakaian, tiba-tiba pihak TELKOM merubah kebijakan yang semula UNLIMITED tanpa FUP menjadi UNLIMITED dengan ada FUP. Sebenar nya dengan FUP ini sangat membantu sekali dalam menjaga kualitas jaringan. Namun seharusnya tidak dengan melakukan nya sebelah pihak saja, karena bila ada nya perubahan kebijakan yang seharusnya tidak ada dalam promo yang seolah-olah menipu dengan kertas promo ini”.

Kebijakan FUP ini berdasarkan pernyataan resmi dari Telkom hanya diberlakukan untuk layanan internet pada IndiHome dan tidak berpengaruh pada layanan Video (UseeTV) dan Telepon. “Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Penerapan FUP juga dilakukan di negara lain seperti Amerika, Jepang dan Malaysia serta operator lain di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperlakukan konsumen secara adil sesuai kebutuhannya”, demikian imbuh Arif.

Menurut Arif, perlunya diterapkan FUP, karena berdasarkan pengamatan selama ini terdapat heavy user pada pelanggan IndiHome yang memanfaatkan internetnya untuk mengunduh film / games secara terus menerus atau bahkan meretailkannya sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar.

“Hal ini dapat mengganggu kualitas layanan dan kenyamanan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif yang sama. Untuk itulah perlunya ada FUP agar terdapat keadilan bagi konsumen yang memanfaatkan internet secara wajar,” jelasnya.

FUP yang disediakan Telkom melalui IndiHome memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan operator lain. Untuk layanan dengan kecepatan 10 Mbps maka fair usage yang diberikan hingga 300 GB atau setara dengan menikmati video dengan kualitas standar selama 1800 jam atau sekitar 1200 video. Inipun bila melewati batas 300 GB pelanggan akan tetap dapat menggunakan layanan internet hanya saja dengan kecepatan 75% (7,5 Mbps), dan bila diatas 400 GB kecepatan akan dikurangi lagi menjadi 40%-nya saja. Volume ini sangat leluasa bagi pelanggan normal atau pemakaian rumah tangga.

“Hampir 99% pelanggan IndiHome tidak akan terpengaruh dari penerapan FUP ini karena berdasarkan data, rata-rata konsumsi bandwidth pelanggan tersebut di bawah 300 GB. Telkom senantiasa memberikan yang terbaik bagi pelanggan dengan selalu berupaya menjaga kualitas layanannya”, demikian pungkas Arif. (Icha)

ViaSat Siapkan Platform Satelit Broadband 100Mbps

0

Telko.id – Penyedia konektivitas satelit, ViaSat baru-baru ini telah mengumumkan platform teranyar yang kini sedang dikembangkan dan diklaim akan memberikan kecepatan broadband supercepat ke daerah pedesaan di seluruh dunia.

Platform satelit kapasitas tinggi ViaSat-3 saat ini sedang dalam pengembangan dan dijadwalkan untuk meluncur pada 2019. Sistem ini terdiri dari tiga satelit, dan ViaSat telah mulai mengerjakan dua yang pertama, mengatakan Boeing Satellite Systems menangani platform bus satelit. Diperkirakan bahwa ketiga satelit ini akan mampu menghadirkan konektivitas broadband supercepat hingga 100Mbps, sehingga memungkinkan penyiaran TV berbasis 4K.

Dua satelit pertama yang saat ini sedang dikembangkan ViaSat rencananya akan difokuskan di wilayah Amerika dan EMEA masing-masing, dengan satelit akhir mencakup Asia Pasifik. Disebutkan, bahwa dua satelit pertama akan memberikan lebih dari dua kali lipat kapasitas total dari 400 satelit komunikasi komersial di orbit saat ini.

Dilansir Telecom, Kamis (11/2), ViaSat tidak hanya mengharapkan broadband perumahan 100Mbps, tetapi juga mencatat bahwa sistem baru akan memungkinkan kecepatan besar untuk konektivitas dalam penerbangan (sesuatu yang mulai marak saat ini), serta kecepatan gigabit untuk maritim, pengeboran minyak dan aplikasi bisnis kelautan lainnya.

“Inovasi dalam sistem ViaSat-3 melakukan apa sampai sekarang telah tidak mungkin di industri telekomunikasi – menggabungkan kapasitas jaringan yang sangat besar dengan cakupan global, dan fleksibilitas dinamis untuk mengalokasikan sumber daya sesuai dengan permintaan geografis,” kata CEO dan ketua ViaSat, Mark Dankberg.

Ia menambahkan, meskipun ada beberapa perusahaan dan konsorsium dengan ambisi untuk menghubungkan dunia dengan teknologi telekomunikasi, satelit dan ruang, teknologi kunci yang mendasari ViaSat-3 berada di tangan saat ini, memungkinkan kita untuk bergerak maju dalam membangun platform broadband pertama yang membawa konektivitas internet berkecepatan tinggi, termasuk video streaming.

Facebook Lirik Gelombang Milimeter untuk Internet Gratis

0

Telko.id – India boleh saja memblokir layanan Free Basics milik Facebook, namun tidak berarti jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu berputus asa. Kenyataannya, Facebook masih melanjutkan upayanya untuk menyebar luaskan layanan internet gratis yang merupakan bagian dari internet.org itu untuk negara-negara berkembang.

Perusahaan baru-baru ini mengatakan kepada the Verge, bahwa mereka sedang meneliti jaringan nirkabel yang menggunakan band gelombang milimeter yang memiliki frekuensi sangat tinggi. Ada setidaknya dua paten diterapkan pada teknologi ini, yang mirip dengan yang diusulkan oleh Starry, perusahaan yang dipimpin oleh CEO Aereo, Chet Kanojia.

“Karya ini merupakan bagian dari Connectivity Lab yang mendukung misi Internet.org – untuk menghubungkan empat miliar orang yang tidak memiliki akses Internet,” ungkap salah seorang perwakilan.

Gelombang Milimeter nirkabel beroperasi di spektrum 30 sampai 300GHz, sebuah frekuensi yang juga sedang diuji oleh operator untuk jaringan seluler 5G. Ini umumnya diatur sebagai jaringan “mesh,” dimana sinyal memantul antara antena ditempatkan secara strategis. Sinyal tersebut umumnya tidak melalui dinding atau hambatan lainnya, sehingga garis langsung dari situs diperlukan.

Kanojia baru-baru ini mengatakan bahwa Starry berencana untuk menggunakan ini untuk memberikan koneksi berkecepatan gigabit dengan kapasitas tak terbatas.

Seiring dengan penelitiannya terhadap jaringan gelombang milimeter, Connectivity Lab Facebook sedang mencari cara untuk menyediakan internet melalui satelit dan sarana lainnya. Namun, layanan Free Basics perusahaan, yang memberikan pengguna akses ke Facebook dan beberapa situs lain (tetapi tidak semua internet), tidak serta merta diterima. Banyak yang berpikir bahwa itu melanggar prinsip-prinsip netralitas internet dan dapat membahayakan proyek lain yang juga menyediakan internet gratis untuk daerah miskin. Google, misalnya, memiliki Project Loon, yang menggunakan balon di langit-langit yang tinggi untuk mendistribusikan internet nirkabel, dengan tidak ada batasan konten.

Aplikasi paten Facebook merinci bagaimana jaringan dapat dibangun secara efisien menggunakan sistem gelombang milimeter, tetapi tidak ada jaminan bahwa mereka akan diakui oleh USPTO. Demikian dilaporkan Engadget, Kamis (11/2).

Selain Facebook dan Starry, sebelumnya beberapa pemain lain juga telah meneliti teknologi ini, termasuk operator jaringan seluler.

Opera Akan Dijual ke Perusahaan Tech Cina sebesar 1,2 Miliar US$

0

Telko.id – Opera Software ASA sudah setuju untuk menjual perusahaannya kepada sekelompok perusahaan teknologi Cina dengan nilai sekitar 10,5 miliar kroner atau 1,2 milyar US$. Dengan adanya kesepakatan itu akan memberikan pembuat web browser asal Norwegia ini tambahan biaya dan peluang untuk akses ke pelanggan baru di Cina.

Kelompok ini akan memulai penawaran tender pada posisi 71 kroner per share untuk Opera, seperti yang tercantum dalam pernyataan resminya. Angka tersebut setara dengan 46 persen di atas harga penutupan terakhir, pada Februari 5. Dengan kesepakatan ini, investor akan memiliki sekitar sepertiga dari saham Opera dan anggota tim eksekutif dan dewan memegang saham telah menyetujui tawaran tersebut, dan sudah merekomendasikan kepada pemegang saham, kata Opera.

Calon pembeli Opera ini termasuk perusahaan ekuitas swasta Golden Brick Capital Management Ltd, pembuat game asal Cina Beijing Kunlun Tech Co, penyedia keamanan Internet Qihoo 360 Technology Co dan Yonglian Investment Co. Kesepakatan ini memberikan Opera untuk dapat mengakses web user milik Kunlun dan Qihoo di Cina serta tambahan pembiayaan.

“Jika Anda melihat mitra industri, itu ide ekosistem,” kata Ketua Sverre Munck pada konferensi pers di Oslo. “Ekosistem adalah kata kunci karena kami akan bersaing perusahaan besar lainya seperti Facebook, Google, dan Apple. Untuk bersaing sendirian melawan ekosistem tidak akan kuat. Itulah sebabnya, Opera melakukan penjualan saham agar dapat bersaing. Dilihat dari kelompok investor yang berminat, Opera merasa puas karena masuk dalam ekosistem yang sesuai.

Browser Opera sudah banyak membantu vendor mobile phone, tablet dan computer agar dapat melakukan browsing internet dengan cepat tanpa menghabiskan paket data yang besar. Pembuat software ini memiliki 350 juta pengguna aktif setiap bulannya. Dan browser ini sudah tertanam diberbagai device smartphone seperti pada produk keluaran dari Samsung Electronics Co dan Xiaomi Corp.

Berdasarkan data dari NetMarketShare, Opera Mini Browser menguasai sekitar 7,3 persen dari pangsa pasar yang ada. Berada di belakang Chrome 42 persen, Safari 34 persen dan browser Android 11,1 persen.

Opera akan memulai tahap review pada bulan Agustus, setelah menerima strategic interest dari sejumlah pihak.

Fredrik Steinslien, seorang analis di Pareto Securities AS mengatakan bahwa target tawaran menarik yang diberikan adalah 63 kroner per sahamnya dan Opera pada 2016 akan memperoleh laba dibawah prediksi sedikit.

Saham Opera, sempat turun 47 persen tahun lalu. Baru naik pekan lalu karena dipicu spekulasi rencana kesepakatan ini. Harga nya pun melonjak 37 persen menjadi 66,90 kroner di 11:35 di Oslo. Hal ini memberikan tambahan nilai pasar perusahaan 10 miliar kroner. Namun, perdagangan di bursa dihentikan pada 5 Februari karena banyak spekulasi di media tentang rencana penjualan saham ini. (Icha)