spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1690

Laba SingTel Turun 2% Di Kuartal Akhir

0

Telko.id – SingTel telah melaporkan bahwa keuntungan mereka turun 2% pada kuartal terakhir menjadi S$ 954 juta atau setaara dengan $ 682.500.000 sebagai akibat dari fluktuasi forex dan barang-barang yang tidak biasa.

Dalam mata uang konstan, laba tumbuh 1%, dan akan meningkat 6% jika disesuaikan dengan kredit pajak pada periode ini, resentase tersebut bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta biaya yang terkait dari akuisisi Trustwave di September 2015.

Dilansir dari Telecom Asia (15/2) pendapatan usaha tumbuh 1,1%, atau 6,2% dalam mata uang konstan, menjadi S$ 4,47 miliar. Sementara pendapatan konsumen Group dari Singapura turun 4% karena penurunan roaming dan layanan SLI serta penjualan handset yang lebih ‘lembut’.

Perusahaan yang sepenuhnya dimiliki anak perusahaan Australia Optus ini juga melaporkan peningkatan sebesar 6% dari sektor ‘consumer revenue’ pada pertumbuhan pendapatan mobile dan fixed revenue. Sementara laba sebelum pajak dari asosiasi seluler regional SingTel sebagian besar tidak mengalami pergerakan atau datar pada angka S$ 647.000.000.

Untuk sembilan bulan yang berakhir pada bulan Desember tahun lalu, pendapatan Group turun sekitar 0,1% menjadi S$ 12,87 miliar, namun, angkaa tersebut akan meningkat menjadi 6,5% dalam mata uang konstan. Sementara laba bersih tumbuh 2,9%, atau 6,1% dalam mata uang konstan, menjadi S$ 2920000000.

“Inovasi dan investasi dalam bisnis konsumen dan di core bisnis perusahaan kami terus memberikan perkembangan,” komentar CEO grup SingTel Chua Sock Koong.

“Kami berfokus untuk memberikan pelanggan pengalaman terbaik dalam mobile data dan pengalaman hiburan dengan menawarkan pilihan dari paket data yang fleksibel dan konten yang berbeda. Kami telah melihat lebih banyak pelanggan seluler di Singapura dan Australia telah menginginkan rencana pertukaran dengan tier yang lebih tinggi,”

100Gbps Bukan Hanya Mimpi Di Jepang?

0

Telko.id – Peneliti Jepang telah mencapai tingkat transmisi nirkabel hingga 100Gbps dengan pemancar baru yang beroperasi di frekuensi 275 GHz hingga jarak 305 GHz.

Sebuah tim yang terdiri dari peneliti dari Hiroshima University, Panasonic dan National Institute of Information and Communications Technology berhasil mengembangkan transmisi pemancar Terahertz yang mampu menangkap sinyal pada tingkat data per-channel lebih dari sepuluh gigabit per detik.

Dilansir dari TelecomAsia(15/2), para peneliti mengatakan pemancar diintegrasikan sebagai CMOS silikon sirkuit terpadu. Teknologi ini bisa membuka jalan untuk komunikasi nirkabel dengan kecepatan data sepuluh kali lebih tinggi dari saat ini diperbolehkan oleh teknologi yang ada.

Band Terahertz merupakan gelombang frekuensi sub-milimeter yang saat ini tidak dimanfaatkan untuk komunikasi nirkabel, dan cocok untuk komunikasi dengan kecepatan ultra-tinggi, menurut para peneliti.

Selain itu para peneliti telah menunjukkan bahwa teknologi modulasi seperti QAM yang layak pada frekuensi kisaran 300-GHz.

“Saat ini, teknologi nirkabel Terahertz dipersenjatai dengan bandwidth yang sangat luas dan kemampuan QAM. Penggunaan QAM merupakan kunci untuk mencapai kecepatan 100 gigabit per detik pada 300-GHz, “kata profesor Universitas Hiroshima Minoru Fujishima.

“Hari ini, biasanya kita berbicara tentang tarif data nirkabel di megabit per detik atau gigabit per detik, namun saya meramalkan kami akan segera berbicara mengenai kecepatan terabit per detik, kami ingin membawa kecepatan serat optik terbang ke udara, dan kami telah mengambil langkah penting untuk menuju tujuan tersebut, ” tambahnya.

Penelitian ke sirkuit nirkabel pada frekuensi 300 GHz sedang berlangsung. Para ilmuwan berencana untuk mengembangkan sirkuit penerima untuk band ini serta modulasi dan demodulasi sirkuit.

Amerika Utara Akan Dominasi Pasar IOT

0

Telko.id – Pertumbuhan pasar Internet of Things (IOT) dalam proyek Smart Cities diperkirakan tumbuh $ 147, 51 miliar pada tahun 2020 mendatang. Angka ini tentu meningkat tajam dari pertumbuhan di tahun lalu yang hanya berada pada angka $ 51, 96 miliar. Compound Annual Growth Rate(CAGR)  mencatat pertumbuhan ini sebesar 23,2 persen.

Permintaan untuk kota cerdas dan perangkat IOT mengemudi pasar IOT untuk proyek kota pintar, menurut laporan penelitian telekomunikasi yang diterbitkan oleh Marketsand Markets. Laporan ini mencatat bahwa ada lebih dari 200 proyek kota pintar di seluruh dunia.

Kemajuan dalam teknologi IOT, platform berbasis cloud, dan jasa ditandai dengan meningkatnya aplikasi IOT dan telah menyebabkan investasi yang signifikan pada smart cities. Pengembangan perangkat pintar seperti smart meter, home gateway, smart appliences, dan ‘colokan’ cerdas juga akan menjadikan sebuah kesempatan untuk perkembangan IOT pada pasar smart cities.

Namun, seperti dilansir dari TelecomLead (14/2), keterlambatan dalam kebijakan pemerintah, privasi dan keamanan, serta insentif keuangan yang tidak memadai untuk utilitas dan interoperabilitas dan antarmuka standar menjadi sebuah penghambat utama dalam pengimplementasian dari smart cities.

Menurut statistik CAGR, Amerika Utara akan memiliki pangsa pasar terbesar dan mendominasi IOT di pasar smart cities pada periode 2015 hingga 2020, hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah proyek smart cities serta peningjatan anggaran dari pemerintah AS.

Diperkirakan, Bosch Software Innovation, Cisco Systems, Huawei Technologies, IBM, Intel, Schneider Electric, SAP, Symantec, ThingWorx, dan Verizon Communications adalah pemain utama dalam IOT di kota pasar cerdas.

GSA : 4G Kepung Pasar Smartphone Dunia

0

Telko.id – GSA (Global mobile Suppliers Association) mengumumkan update terbaru pada smartphone dan perangkat yang tersedia untuk LTE Advanced dan jaringan LTE para operator.

Terdapat sekitar 2.706 smartphone termasuk varian operator dan frekuensi yang menunjukkan pangsa pasar sebesar 61,2 persen dari semua jenis perangkat LTE.

Laporan tersebut menyebutkan, 98 persen dari smartphone LTE yang multimode, mampu beroperasi  setidaknya pada satu teknologi 3G selain LTE dan hampir 50 persen dari ponsel LTE dapat beroperasi pada 42 Mbps DC-HSPA + jaringan.

Sementara pada frekuensi 1800 MHz (band 3) adalah spektrum paling populer untuk LTE, digunakan di lebih dari 44 persen jaringan. Total 54 persen dari perangkat LTE dapat beroperasi di band 3 yang menciptakan ekosistem terbesar, seperti dilansir dari laman TelecomLead (13/2).

GSA

Terdapat sekitar 2.381 terminal LTE di frekuensi 1800 (band 3). Sementara untuk smartphone, terdapat 1614 smartphone di band 3 yang mewakili 68 persen dari total keseluruhan. Untuk cat6, GSA mencatat ada 152 perangkat yang mendukung 4G kategori ini.

Sementara itu, pada spektrum 2.6GHz (Band 7) adalah band yang paling banyak digunakan berikutnya dengan total perangkat mencapai 1.381 unit, sementara 2.1GHz (pita 1) memiliki 1.185 produk.

Laporan ini juga mengatakan, sebanyak 2.159 perangkat mendukung UE Kategori 4, (hingga 150 Mbps kecepatan downlink) atau lebih tinggi, yaitu 49 persen dari semua perangkat LTE, termasuk 249 terminal UE kategori 6  (300 Mbps), 8 Kategori 9 (450 Mbps) dan 2 Kategori 12 (600 Mbps). Untuk Chipset komersial pertama yang mendukung Kategori 16 (sampai dengan 1 Gbps kecepatan downlink) menggunakan teknologi Pro LTE-Advanced yang kabarnya akan hadir pada tahun ini.

Sebanyak 1.746 perangkat yaitu hampir 40 persen dari perangkat LTE mendukung mode LTE TDD (TD-LTE). Band 40 (2,3 GHz) dan 38 (2,6 GHz) diikuti oleh band-band 41 dan 39 yang telah memiliki ekosistem yang mapan. Sementara untuk ekosistem 3,5 GHz (band 42, 43) tumbuh dengan 56 terminal pengguna yang tersedia.

Sementara itu, laporan dari GSA juga mencatat sebanyak 118 operator telekomunikasi berinvestasi di VoLTE yang memungkinkan pengalaman suara HD untuk pelanggan LTE mereka, kata GSA.

Terdapat 300 perangkat yang mendukung layanan VoLTE termasuk 275 smartphone dan semua vendor perangkat atas menawarkan terminal VoLTE.

Twitter ‘Jual’ Posisi Teratas Feed untuk Iklan

0

Sebuah fitur baru untuk pengiklan dari Twitter baru saja diluncurkan dengan nama First View. Fitur baru ini memungkinkan pengiklan dapat membeli posisi teratas dari linimasa pengguna. Setiap kali pengguna log-in ke Twitter, maka akan ditampilkan Tweet iklan dari rekanan Twitter.

First View adalah sebuah unit periklanan baru yang akan menampilkan tweet dan Moments di posisi teratas feed pengguna. Twitter mengklaim dapat memberikan ‘jangkauan penonton yang sangat signifikan’ dengan tempat iklan pertama di timeline Anda.

Twitter fitur First View

First View dapat dipesan oleh para pengiklan secara berturut-turut dalam sehari, sehingga Anda selalu dijamin untuk melihat iklan video di bagian atas timeline Anda. Tetapi hanya satu pengiklan diperbolehkan untuk memiliki setiap slot selama 24 jam, dan pengiklan yang berbeda akan ditampilkan pada hari lain.

Twitter sendiri belum menyebutkan berapa tarif untuk bisa memesan posisi iklan tersebut, Namun kemungkinan Twitter akan membanderol poisis iklan tersebut lebih mahal.

Untuk saat ini First View baru akan digulirkan untuk wilayah Amerika Serikat saja. Tapi pasti fitur baru ini juga akan ditawarkan secara global dalam beberapa bulan mendatang.[HBS]

Telkomsel Bangun Jembatan Cikeusik di Pandeglang

0

Telkomsel bekerja sama dengan TNI (Tentara Nasional Indonesia) melalui Komando Resort Militer (KOREM) 064/ Yusuf Maulana Serang dan Komando Distrik Militer (KODIM) 0601 Pandeglang, meresmikan penggunaan Jembatan Cikeusik yang dibangun sebagai bagian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel untuk negeri.

Jembatan sepanjang 40 meter yang menjadi fasilitas vital untuk akses warga dan menghubungkan Kampung Cipaas ke Kampung Pematang Karang, Desa Cikadongdong, Cikeusik-Pandeglang ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan yang cukup parah sejak tahu  2013 dan oleh warga sekitar hanya sempat memperbaiki seadanya dengan menggunakan bambu.

KOREM 064/Yusuf Maulana Serang dan KODIM 0601 Pandeglang menjadi inisiator dengan menggandeng Telkomsel untuk melakukan perbaikan pada jembatan yang rusak tersebut dan berharap penggunaan jembatan yang baru akan membantu mobilitas warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

General Manager Sales Regional Western, Filin Yulia, mengatakan kegiatan CSR Telkomsel melalui perbaikan Jembatan Gantung Cikeusik ini merupakan wujud nyata kepedulian Telkomsel untuk warga sekitar, sehingga mempermudah akses penghubung yang dapat mendorong percepatan alur perekonomian warga.

“Kami juga berharap, penggunaan jembatan yang baru ini dapat meningkatkan minat anak-anak untuk sekolah karena keberadaan jembatan ini sebelumnya dimanfaatkan warga dan anak sekolah beraktifitas sehari hari,” kata Filin.

Filin menambahkan, seperti kegiatan CSR Telkomsel lainnya, khususnya yang menyasar untuk kepedulian langsung terhadap kebutuhan fasilitas umum, Telkomsel konsisten untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan apparat daerah setempat, seperti pemerintah daerah dan kali ini dengan KOREM 064/Yusuf Maulana Serang dan KOREM 0601 Pandeglang.

Selain di wilayah Pandeglang, sebelumnya Telkomsel juga memberikan sumbangsih dengan memhadirkan Broadband Learning Center dan membantu pembangunan Alun-alun Kota di Kabupaten Rangkas Bitung. (MS)

Ilmuwan Inggris Ciptakan Kecepatan Internet 50 ribu kali Lebih Cepat dari Biasanya

0

Telko.id – Mungkin sebagian besar dari pengguna internet di dunia pernah merasakan frustrasi akibat kecpatan internet yang lambat ketika hendak mengunduh sebuah file. Namun, hal ini kedepannya tidak akan dirasakan lagi, mengingat semakin baiknya kecepatan internet di seluruh dunia dengan menawarkan cepatan hingga 1Gbps.

Terlebih lagi, seorang ilmuan asal Inggris baru-baru ini telah menemukan sebuah solusi untuk mengirimkan data 50 kali lebih cepat dibandingkan dengan fixed broadband pada umumnya. Para ilmuwan di University College London telah mengembangkan peralatan serat optik baru yang dapat mengirim data pada kecepatan 1.125 terabit per detik.

Kecepatan tersebut tentunya sudah dapat mentransfer semua serial TV dengan kualitas high-defiition dalam waktu sepersekian detik dan tetunya akan jauh lebih cepat bila dibandingkan dari banyak rumah di Inggris.

Dr Robert Maher, selaku pemimpin penelitian ini menyebutkan,”Kecepatan ini hampir 50.000 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan kecepatan rata-rata koneksi broadband di Inggris yakni hanya 24 megabits per detik, yang merupakan kecepatan saat mendefinisikan broadband supercepat yang ada,” ucapnya seperti dilansir dari laman Telegraph (12/2).

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan contoh pada saat melakukan pengunduhan dari seri Game Of Thrones, yang mana game ini adalah game HD dengan size mencapai 1GB dan hanya memerlukan waktu satu detik saja untuk menyelesaikan proses pengunduhan.

Sementara jika melakukan pengunduhan menggunakan kecepatan normal di Inggris, data sebesar itu akan memkan waktu sekitar satu jam, bahkan hampir sepertiga rumah di Inggris hanya mampu memiliki kecepatan kurang dari 10 Mbps, yang tentunya akan memakan waktu sekitar dua jam untuk mengunduh data tersebut.

Para peneliti mengungkapkan bahwa teknologi yang mereka sebut ‘Super-Channel’ ini dapat merevolusi jaringan broadband dan dapat menciptakan generasi berikutnya dari sistem komunikasi berkapasitas tinggi.

Mereka mencapai terobosan yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, dengan menggunakan teknologi serat optik yang sama dan mengirimkan sinyal cahaya melalui ribuan mil dari kabel yang membentuk jaringan broadband BT. sejatinya mereka mengirimkan 15 ‘nadi’ cahaya pada frekuensi yang berbeda dalam sekali waktu. Super-Channel memungkinkan para peneliti untuk mengirimkan informasi pada kecepatan yang jauh lebih cepat dan sebuah receiver khusus akan menangkap berbagai frekuensi dan proses pengiriman tersebut.

Sekedar informasi, teknik ini biasanya digunakan untuk membagi sinyal nirkabel, namun sampai dengan saat ini, skema tersebut belum pernah digunakan untuk fixed internet connection. Bahkan, negara yang memiliki kecepatan serat optik terbaik, hanya mampu menghasilkan kecepatan maksimal sebesar 100 gigabit per detik.

Teknologi ini sejatinya belum tersedia secara komersial, namun para peneliti UCL sekarang berencana untuk mengujinya dan melihat apakah teknologi ini dapat berhasil membawa data di ribuan mil dari serat optik yang melintasi negara tersebut. Jika memang pengujian tersebut berhasil, maka tentunya ini menjadi sebuah ‘tamparan’ besar bagi operator mereka yakni BT.

Call Center 112 Integrasikan Semua Nomor Gawat Darurat

0

Telko.id – Namanya kondisi darurat dan panik pasti tidak punya waktu banyak untuk mencari informasi nomor telepon yang akan dihubungi. Padahal, saat ini hampir semua memiliki nomor yang berbeda. Baik untuk ambulans, pemadam kebakaran, dan juga polisi. Itu sebabnya, pemerintah memperkenalkan single emergency number 112.  Dan, 112 ini juga berlaku internasional. Nomor ini tidak memerlukan pulsa dan juga simcard untuk dapat berkomunikasi. Diharapkan pemberlakuan sistem nomor tunggal ini dapat mengantisipasi dampak bencana di negara ini.

Layanan 112 ini nantinya dapat dihubungi secara gratis. Selain itu, 112 ini juga akan menyebarkan SMS yang berisi informasi penting lainnya. Hanya saja, pada tahap awal baru akan diaplikasikan oleh Provinsi DKI Jakarta untuk peringatan dini atas bencana banjir. Tapi nantinya, 112 ini juga akan mengirimkan SMS pada masyarakat yang berada di daerah bencana atau gawat darurat yang terdeteksi, mirip seperti informasi yang selama ini kita terima di mall atau merchant yang menawarkan promo tertentu. Teknologi yang ada dibalik itu adalah tekonolgi Location Base Service.

Menurut Direktur Telekomunikasi Khusus, Penyiaran Publik, dan Kewajiban Universal Kementerian Kominfo Ismail, sistem server Kementerian Kominfo saat ini sudah terhubung dengan seluruh operator seluler, khususnya empat operator besar yaitu Telkomsel, XL, Indosat, dan 3 Hutchison, sehingga pemerintah sudah mampu menyalurkan informasi berdasarkan lokasi. “Kita berharap operator lainnya akan segera menyusul,” seperti yang dikutip dari berita kemernterian.

Informasi kebencanaan yang akan disebar melalui sistem ini, lanjut Ismail, akan difokuskan pada masyarakat yang terkena dampak, karena jika dialamatkan ke seluruh masyarakat dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan. Saat ini sistem sudah terhubung dengan server Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) khusus untuk informasi gempa bumi berpotensi tsunami dan cuaca ekstrem. Kemudian juga akan terhubung dengan server Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DKI Jakarta untuk informasi banjir di sepanjang sungai yang mengalir di Jakarta. Selanjutnya kerjasama akan diperluas dengan Direktorat Vulkanologi untuk informasi bencana akibat gunung merapi, serta TNI dan Polri untuk informasi keamanan darurat.

“Kami ditantang oleh Pak Menteri, maksimal empat menit seluruh informasi sudah harus sampai. Terutama untuk gempa bumi yang berpotensi tsunami, ini sangat singkat waktunya seluruh informasi sudah harus diterima,” jelas Ismail seraya menjelaskan sistem informasi ini juga akan diperluas tidak sekedar operator tapi juga provider broadcasting untuk televisi dan radio. Untuk TV Digital nanti, seluruh set-top-box sudah didesain untuk mampu meng-handle early warning system.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika saat ini sudah siap diundangkan, diselesaikan bersama-sama dengan para operator dan seluruh stakeholder. Pemerintah mewajibkan operator untuk menyalurkan informasi kebencanaan ini dan tanpa dipungut biaya untuk masyarakat. Operator akan menyebarkan informasi ke BTS yang lokasinya terdampak dan sekitarnya, tergantung pada jenis kebencanaannya.

Untuk informasi terkait gempa, lanjut Ismail, basisnya adalah kabupaten dan area sekitarnya. Sementara untuk informasi banjir, areanya dipersempit menjadi sebatas kelurahan, agar informasinya tepat kepada masyarakat yang terkena dampak. Diwajibkan untuk melakukan ujicoba minimal sekali dalam setahun, untuk mengantisipasi agar sistem dapat berjalan dengan baik jika bencana datang tiba-tiba. (Icha)

 

Tri Akan Alirkan 4G di Enam Kota Indonesia

0

Telko.id – Akhirnya Hutchison Tri Indonesia akan gelar layanan 4G di tahun ini. Setidaknya terdapat 5 pulau yang akan disambangi oleh layanan 4G milik operator yang dikenal dengan tarif internet murah ini. Kelima pulau tersebut antara lain, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Dari kelima pulau tersebut, nantinya akan ada 6 kota pertama yang kebagian jatah internet 4G dari Tri.

Dalam keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Dicky Chandra Aden selaku Director Government Relation mengungkapkan, “Kami pasti gelar 4G di kota-kota yang ada di Pulau itu. Nama-nama kotanya belum bisa disebut,”

Sekedar informasi, sejak Tri  beroperasi di Indonesia, operator ini telah mengembangkan jaringan teknologi 3G guna memberikan akses mobile broadband ke 2820 kecamatan, 307 kotamadya/ kabupaten di 25 provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Java, Bali, Lombok.

Namun, Dicky mengungkapkan bahwa selama proses pengembangan jaringan tersebut Tri menghadapi kendala, kendala  tersebut terdapat di kota-kota dimana jaringan tersebut berada.

Seperti diketahui, Tri merupakan salah satu operator seluler yang paling efisien. Bagaimana tidak, dengan hanya 10 Mhz yang mereka miliki, nyatanya mereka mampu membawa data sebanyak 1300 Terabyte setiap harinya.

Tri juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat serta keterbukaan masyarakat untuk menerima pembangunan infrastruktur yang dilakukan operator khususnya di daerah rural atau kota kota kecil, sehingga hal ini tidak menjadi kendala dalam rencana ekspansi guna memberikan akses ke makin banyak masyarakat Indonesia.

Berbicara mengenai infrastruktur, pada kuartal 3 tahun 2015, Tri telah memperluas cakupan jaringan secara nasional, yang diperkuat oleh hampir 39.000 unit BTS. Sinyal Tri telah melayani 86% penduduk Indonesia, dinikmati oleh 55,4 juta pelanggannya.

Berbicara mengenai tarif, jika melihat dari statement Danny Buldansyah selaku Vice President Director Hutchison 3 Indonesia, nampaknya mereka tidak akan melakukan ‘perang tarif’ 4G kepada penyelenggara 4G lainnya. Alasan mereka tidak melakukan hal ini karena demi kenyamanan pelanggan. Seperti diketahui, hadirnya paket-paket internet malam dan semacamnya justru akan menyulitkan pelanggan mereka dalam menikmati internet 4G. Kita tunggu saja, kapan operator multinasional ini menghadirkan layanan 4G untuk pelanggan di Indonesia, dan berapakah tarif internet yang ditawarkan oleh operator ‘Always On’ ini.

Layanan Darurat  112 Masih Tunggu Perpres

0

Telko.id – Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pemprov DKI Jakarta menyepakati kerjasama Layanan Panggilan Nomor Darurat  112 dan SMS Peringatan Dini Bencana untuk kawasan DKI Jakarta. Layanan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah pusat dan daerah untuk melayani masyarakat.

“Saya sebetulnya iri dengan beberapa negara lain yang punya affirmative policy, atau kebijakan keberpihakan yang berkaitan dengan kebencanaan, dan pendidikan,” tutur  Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, seperti dikutip dari berita kementrian.

Menurut  Rudiantara, pemerintah berencana untuk mengeluarkan kebijakan dalam dua sektor tersebut. Salah satunya adalah dalam konteks penyiaran, terutama digitalisasi televisi, akan disisihkan terlebih dahulu untuk kebencanaan atau PPDR (Public Protection and Disaster Relief).

Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah mengeluarkan surat kepada seluruh high-risk building di Jakarta, baik yang sudah dibangun, apalagi yang baru membangun, untuk mohon diberikan akses untuk membangun jaringan ke tiga bendungan besar yang ada di Jakarta.

Selanjutnya juga dijelaskan bahwa pilot project nomor tunggal 112 ini telah dilakukan di 10 kota. Pemerintah menargetkan implementasi selanjutnya untuk tahun ini 100 kota/kabupaten, dan sebelum tahun 2019 sistem kedaruratan ini sudah harus diimplementasikan di semua daerah, baik terkait banjir, gempa, tsunami, dan lain sebagainya.

“Ini untuk menunjukkan yang tadinya kita ini berjalan masing-masing, kesehatan, kepolisian, sekarang semua disatukan agar terintegrasi dan secara sistem lebih efisien. Bukan untuk membuat hierarki, namun justru agar terasa sistemnya seamless (mulus, red),” jelas Rudiantara.

Sebenarnya, DKI Jakarta pernah memiliki layanan call center 119. Layanan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Angka 119 tersebut dipilih sebagai call center saat itu sebagai kebalikan dari 911.

Namun layanan itu tidak bertahan lama karena mereka memungut biaya dari masyarakat. Atas alasan itulah layanan 112 yang baru ini digratiskan dari semua biaya.

Layanan call center 112 ini, nantinya akan mencakup semua layanan dari mulai keamanan, darurat, kenyamanan, keselamatan, hingga darurat bencana. Bahkan untuk sekadar mencari tahu informasi tinggi air di pintu-pintu air pun masyarakat bisa menghubungi 112.

Tak hanya soal call center, kerjasama Pemprov DKI dengan Kemenkominfo juga mencakup layanan pesan singkat sebagai warning jika ada bencana. Pesan singkat tersebut dijadikan peringatan dini jika Jakarta terserang bencana.

Sementara itu Rudiantara mengatakan, fokus utama peringatan bencana di Jakarta adalah bencana banjir. Hal tersebut disebabkan Jakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sering dilanda banjir saat musim hujan.

Sayang, niat yang baik ini masih belum bisa dioperasikan karena belum ada payung hukumnya. Oleh sebab itu baik Ahok ataupun Rudiantara menunggu Peraturan Presiden yang akan menjadi payung hukum layanan tersebut. (Icha)