spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1691

Kini berlanggan Matrix Ooredoo Bisa Lewat Blibli.com

0

Telko.id – Salah satu operator terbesar di Indonesia yakni Indosat Ooredoo, kembali menggandeng perusahaan lain sebagai partner mereka untuk menjaring pelanggan Matrix di Indonesia.

Saat ini, pengguna yang hendak berlangganan paket Matrix Ooredoo bisa melalui e-commerce blibli.com. Berbagai manfaat dan keuntungan akan diperoleh pelanggan, khususnya pelanggan di wilayah Jabotabek, bila memanfaatkan transaksi secara digital ini dalam berlangganan Matrix Ooredoo Super Plan.

Sekedar informasi, Indosat Ooredoo ingin memperkaya pengalaman digital pelanggan untuk dilayani secara online, mulai dari memilih handset maupun paket yang diinginkan, hingga dikirim sampai ke rumah dan langsung dapat menikmati layanan dari Indosat Ooredoo.

Group Head Retail & Device Management Indosat Ooredoo, Radhia Bendhifi mengatakan, “Layanan ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen kami menuju Perusahaan Digital Terdepan di Indonesia dengan memberikan kemudahan dan kebebasan dalam menikmati layanan dari Indosat Ooredoo melalui transaksi digital ini,”tuturnya pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id.

Untuk berlangganan Matrix Ooredoo Super Plan melalui Blibli.com, pengguna hanya perlu mengakses situs www.blibli.com/matrixooredoo dan langsung dapat menikmati layanan paskabayar dari Indosat Ooredoo ini.

Bukan hanya itu, bagi pelanggan yang berlangganan Matrix Ooredo Super Plan melalui Blibli.com akan mendapatkan keuntungan Gratis ongkos kirim smartphone pilihan ke seluruh Indonesia, selain itu juga Gratis voucher belanja Indomaret senilai Rp.100.000 bagi 50 pelanggan yang memilih paket pulsa bulanan Rp.200.000/bulan selama 24 bulan, promo ini berlangsung selama periode 22 Januari hingga 09 Februari 2016.

Sekedar informasi, Matrix Ooredoo Super Plan adalah paket berlangganan pascabayar yang memberikan GRATIS smartphone sesuai pilihan pelanggan. Jadi apabila pelanggan memilih paket saldo pulsa yang ditawarkan, maka selain mendapatkan saldo pulsa setiap bulannya, pelanggan juga akan mendapatkan smartphone pilihan. Sebagai contoh,  dengan berlangganan paket saldo pulsa 200.000 per bulan, pelanggan bisa langsung membawa pulang Asus Zenfone 2 tanpa tambahan biaya. Tersedia paket saldo pulsa Rp.100rb/bulan, Rp.200rb/bulan, Rp.400rb/bulan, Rp.600rb/bulan, Rp.900rb/bulan dan Rp.1.200.000/bulan dan banyak pilihan smartphone dan tablet mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Sony, Lenovo, BlackBerry, Polytron dan lainnya.

Sementara itu, CEO blibli.com, Kusumo Martanto mengungkapkan, “Sejak awal berdiri Blibli.com telah menjalankan berbagai program belanja online bagi pelanggan operator Indosat. Sekarang dengan bergantinya Indosat menjadi Indosat Ooredoo kami yakin akan banyak kolaborasi dan inovasi baru yang akan ditawarkan untuk konsumen Blibli.com,”

Konsumen blibli.com juga bisa memanfaatkan fasilitas Cicilan 0% selama 12 atau 24 bulan, serta bebas biaya pengiriman (free-shipping) ke seluruh Indonesia jika berminat pada paket paskabayar ini.

SingTel akan Hadirkan Broadband Fiber 10Gbps

0

Telko.id – SingTel telah mengungkapkan rencana mereka untuk meluncurkan layanan broadband fiber unuk perumahan dengan kecepatan mencapai 10Gbps di Singapura pada akhir bulan ini.

Dilansir dari Telecom Asia (4/2), operator terbesar si Singapura ini akan menggunakan infrastruktur 10GPON untuk menawarkan layanan yang yang akan menjadi layanan broadband rumah tercepat di Singapura. Hal ini juga termasuk empat port 1Gbps.

Sekedar informasi, Peluncuran ini mengikuti uji coba layanan kepada sekelompok pelanggan sebagai bagian dari pilot project yang dilakukan tahun lalu.

Menurut Goh Seow Eng, managing director dari home consumer Singapura untuk SingTel menyebutkan, layanan sedang dipersiapkan pada rumah tangga atau rumah kantor yang besar dengan kebutuhan bandwidth yang signifikan.

“Kami menyadari bahwa pelanggan perumahan menggunakan bandwidth yang lebih besar dan membutuhkan kecepatan lebih cepat untuk kegiatan online mereka, dan dengan penawaran 10Gbps Fiber Home bundle yang kami miliki, tentunya akan menawarkan pengalaman fiber broadband tercepat di Singapura,” ungkapnya.

SingTel akan menawarkan layanan sebagai bundel dengan harga 189 Dollar Singapura atau setara dengan $ 134 per bulan, yang akan mencakup 10G optik router jaringan dan dual-band nirkabel AC router.

Sebagai promosi, perusahaan juga akan memberikan penawaran sementara perangkat Wi-Fi Mesh, yang menggunakan teknologi “clien steering” untuk memastikan bandwidth konsisten pada kecepatan tinggi, tanpa biaya tambahan

Cisco Akuisisi Jasper Technologies Sebesar 1.4 Miliar US$ Untuk Kembangkan IOT

0

Telko.id – Saat ini, banyak perusahaan yang fokus mengembangkan berbagai hal tentang Internet of Things. Termasuk juga Cisco. Untuk mempercepat, Cisco berniat untuk mengakusisi Jasper technologies.

“Rencana mengakuisisi Jasper Technologies adalah untuk pengembang dari platform server berbasis cloud untuk Internet of Things,” ujar Rob Salvagno, Head of Corporate Development and Investments Cisco menjelaskan. Nilai akuisisi Jasper ini, menurut Rob merupakan harga kesepakatan terbesar dua tahun terakhir ini. Angka nya mencapai 1.4 Miliar US$.

IoT ini memang sudah menjadi agenda dari Cisco pada tiga tahun belakangan ini. Bahkan Cisco pun angat aktif berinvestasi untuk mengembangkannya. Tahun lalu misalnya, perusahaan ini membeli ParStream. Perushaan yang membuat database untuk menganalisis Jumlah besar data IOT secara real time. Tujuan dari Cisco melakukan akusisi ini adalah untuk membuat IoT sederhana, terukur dan interoperable.

Jasper yang berbasis dekat Santa Clara, California ini adalah vendor terkemuka dan memiliki pelanggan dari 3500 perushaan. Termasuk Ford, GM dan Starbucks. Ada juga 27 penyedia layanan, seperti aT & T dan Rogers Wireless dan lebih dari 100 negara.Teknologi Jasper memungkinkan untuk berkoneksi dengan jutaan perangkat. Mulai dari mobil dan printer untuk mesin penjual.

“Usaha di setiap industri membutuhkan solusi terintegrasi yang memberikan visibilitas lengkap dan kontrol atas koneksi layanan mereka. Juga ketika sedang sederhana untuk melaksanakan, mengelola dan skala,” kata Jasper CEO Jahangir Mohammed dalam sebuah pernyataan.

Mohammed akan bertugas IOT Software Unit Bisnis baru Cisco di bawah Rowan Trollope, wakil presiden senior Cisco dan general manager, IOT dan Kolaborasi Technology Group.

Setelah bertahun-tahun banyak diperbincangkan, IOT kini sudah siap untuk menyentuh setiap aspek dari bisnis utama dan kehidupan konsumen, mengurangi waktu, biaya dan sumber daya pada sebagian besar tugas. Hampir semua senjata besar komunitas teknologi ini bertaruh besar pada IOT, Meskipun hanya sebagian kecil dari konsumen perangkat tersebut.

Biasanya, menurut Salvagno, Cisco membeli tujuh sampai 10 start-up per tahun, mulai dari 100 juta US$ untuk 300 juta US$ untuk membeli dan kebanyakan adalah pembuat produk. Setiap tahun atau dua tahun, Cisco akan snap sebuah perusahaan teknologi platform yang lebih besar seperti Jasper.

Sebagai tambahan informasi, pada akhir 2013, Cisco dilaporkan telah membayar melaporkan 2.7 miliar US$ untuk perusahaan cybersecurity Sourcefire.

Langkah merger dan akuisisi yang dilakukan merupakan strategi Cisco untuk pengembangan teknologi ke depan. (Icha)

Gandeng Dekranas dan Elevenia, XL Latih Pengrajin Garut

0

Telko.id – Internet dan digital e-commerce adalah sarana pokok bagi upaya promosi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) pada saat ini. Dengan keduanya, para pengrajin di setiap daerah pun akan dapat meningkatkan produktifitas dan memperluas jangkauan pemasaran. Untuk itu, bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional, PT XL Axiata Tbk (XL)  bersama Elevenia dan Bank BTPN melakukan pelatihan “digital crafter” kepada pengrajin di Kabupaten Garut, Jabar.

Vice President XL Central Region Bambang Parikesit mengatakan dalam keterangan resminya, “Teknologi internet dan digital telah sedemikian maju dan menawarkan manfaat bagi upaya peningkatan nilai ekonomi produk asli rakyat, termasuk produk kerajinan. Sesuai dengan visi memajukan ekonomi digital Indonesia, kami sangat antusias ambil bagian dalam program pelatihan digital marketing bagi kawan-kawan pelaku industri kerajinan rakyat di Garut ini.”

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Chief Financial Officer (CFO) Elevania, Lila Nirmandari. Menurutnya, sejak awal berdiri, Elevenia memang bertujuan untuk membantu para UKM agar mereka bisa Go Global dengan menjadi penjual on line. Selain secara aktif bekerjasama dengan kementrian koperasi dan asosiasi UKM yang ada, Elevenia juga menyediakan fasilitas pelatihan rutin lengkap dengan studio dan fotografernya.

“Fasilitas ini kami sebut dengan istilah “Seller Zone “ yang berlokasi di kantor Elevenia di kawasan Tanah Abang. Jadi, kerjasama dengan Dekranas adalah bagian dari jangka panjang kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Promosi ,Humas dan Publikasi  Dekranas, Triana Rudiantara, menyatakan, pelatihan yang digelar baru-baru ini merupakan wujud kerjasama antara Dekranas, Dekranasda Garut, Elevenia dan Bank BTPN yang mejadi mitra pengrajin lokal .

Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memudahkan pengrajin Garut memasarkan prosuknua yang selanjutnya dapat diduplikasi pengrajin yang memiliki produk berkualitas di berbagai sentra kerajinan di seluruh tanah air.

Sebelumnya, atau lebih tepatnya pada Oktober 2015 lalu, XL dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada tanggal 22 Oktober 2015 dalam pemanfaatan layanan internet dan digital. Kerjasama ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan kerajinan hasil usaha para perajin Indonesia.

Layanan internet dan digital dipandang perlu sebagai sarana yang strategis untuk promosi produk kerajinan nasional agar bisa lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, termasuk secara global.

Pelatihan di Garut ini diikuti oleh sedikitnya 30 pengrajin yang terdiri dari sejumlah sektor kerajinan andalan Garut, meliputi pengrajin kulit, tenun sutra, batik, akar wangi, bambu, dan batu akik. XL akan memberikan perangkat telepon pintar dan paket data kepada pengrajin serta pelatihan pemanfaatan terkait internet secara singkat selama satu hari penuh yang berlangsung pada Selasa lalu di Pendopo Kota Garut.

Sebelumnya, XL juga sudah melakukan pengembangan website dekranas.id sebagai portal informasi mengenai organisasi Dekranas sendiri, serta berbagai data mengenai perajin serta produk kerajinan yang diproduksi. Dengan adanya website yang lengkap dari sisi informasi, maka masyarakat luas Indonesia dan internasional akan bisa dengan mudah mendapatkan rujukan yang memadai mengenai produk kerajinan asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.

Sementara itu, Elevenia pada kesempatan ini  akan ikut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai wadah mempromosikan dan menjual produk kerajinan. Bahkan, perajin sudah bisa mendaftarkan diri menjadi penjual di Elevenia dengan mendaftar melalui situs www.elevania.co.id.

Adapun Bank BTPN akan membantu penyediaan pelatihan manajemen usaha agar para pengrajin memiliki ilmu yang cukup dalam memastikan proses produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.

Lalu Lintas Data Mobile Tembus 30,6 exabyte per Bulan di 2020

0

Telko.id – Sebuah laporan terbaru dari Cisco menyebutkan bahwa lalu lintas data mobile global akan tumbuh dua kali lebih cepat dibanding lalu lintas IP tetap dalam lima tahun mendatang, yakni mencapai 30,6 exabyte per bulan pada tahun 2020, dari 3,7 exabyte pada tahun 2015. Perusahaan memprediksi lalu lintas data global tahunan mobile akan mencapai 366,8 exabyte pada tahun 2020, lebih dari delapan kali dibanding tahun 2015, dengan angka 44,2 exabyte dan 120 kali dibanding 10 tahun sebelumnya pada tahun 2010.

Pengguna ponsel yang semakin banyak disebut-sebut menjadi pendorong pertumbuhan lalu lintas data mobile, disamping perangkat ‘pintar’ dan koneksi M2M, serta video. Cisco memperkirakan lebih dari 75 persen lalu lintas data mobile dunia akan berupa video pada tahun 2020. Demikian diwartakan Telecompaper, Kamis (4/2).

Permintaan untuk video resolusi tinggi, lebih banyak bandwidth dan kecepatan pemrosesan juga akan meningkatkan penggunaan perangkat 4G dengan kecepatan lebih cepat. Penggunaan data 4G diperkirakan akan melampaui 2G tahun 2018 dan 3G pada tahun 2020, dan 4G akan mewakili lebih dari 70 persen dari semua lalu lintas mobile pada akhir periode perkiraan, dibandingkan dengan 47 persen tahun lalu.

Pada saat yang sama, Cisco memperkirakan pangsa lalu lintas data mobile diturunkan untuk meningkatkan jaringan tetap, dari 51 persen total lalu lintas pada tahun 2020 menjadi 55 persen pada tahun 2020. Hal ini akan mendorong peningkatan tujuh kali lipat di hotspot Wi-Fi, termasuk rumah-rumah, menjadi 432 juta pada tahun 2020 dari 64 juta pada tahun 2015.

Pada tahun 2015 lalu, lalu lintas Wi-Fi bulanan naik (3,9 exabyte) melebihi lalu lintas mobile/seluler bulanan (3,7 exabyte) untuk pertama kalinya. Pada tahun 2020, 38,1 exabyte lalu lintas Wi-Fi akan dihasilkan setiap bulan, terus melebihi lalu lintas bulanan mobile/seluler (30,6 exabyte).

Meningkatnya jumlah hotspot dan perkembangan teknologi Wi-Fi juga akan menyebabkan peningkatan tajam dalam layanan voice over Wi-Fi. VoWi-Fi diperkirakan akan melebihi VoLTE tahun ini dalam hal jumlah menit per tahun dan diperkirakan akan melampaui VoIP pada 2018. Pada tahun 2020, menit voice over Wi-Fi akan mencapai lebih dari setengah (53%) dari semua lalu lintas mobile VoIP.

Siapakah Operator Nirkabel Tercepat Di Amerika Serikat?

Telko.id – Siapakah operator nirkabel tercepat di Amerika Serikat saat ini? Perusahaan pengujian OpenSignal memiliki beberapa jawaban dengan hasil mengejutkan untuk tempat teratas.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh OpenSignal, T-Mobile menempati peringkat tertinggi dan yang pertama pada pengujian ini. T-Mobile berhasil membawa pulang penghargaan untuk kecepatan dan latency dari jaringan 3G-nya. Sementara berbicara mengenai 4G, Verizon lebih unggul dalam hal cakupan. Namun, untuk segi kecepatan, baik Verizon dan T-Mobile memiliki kecepatan yang sama.

Hal berbeda terjadi pada AT&T. Berdasarkan pengujian tersebut, operator terbesar kedua di Amerika Serikat ini tidak mendapatkan penghargaan apapun. Berbanding terbalik dengan Sprint yang unggul dari segi latency untuk jaringan 4G.

Dilansir dari laman CNET, (4/2), tes ini semakin kritis dan menjadikan konsumen lebih cerdas dan mengetahui banyak hal tentang layanan yang mereka gunakan, dengan setiap operator menawarkan beberapa diskon atau promosi untuk “memancing” mereka. Hasil ini juga menjadi modal dari setiap operator untuk mengiklankan produknya kepada konsumen.

Dalam konteks skema, OpenSignal mengumpulkan data dari para pengguna yang mengunduh aplikasi seperti speedtest dari Ookla dan mengumpulkan data dari 180.000 peserta. Sekedar informasi, data tersebut berbeda dengan data yang dikumpulkan dari tes drive, di mana perusahaan mengirim “driver” untuk memantau perangkat yang menggunakan jaringan yang berbeda, seperti studi yang dilakukan oleh RootMetrics.

Jaringan T-Mobile berada pada kecepatan rata-rata 12,3 megabit per detik, atau hanya terpaut 0,3 megabit dari kecepatan rata-rata yang dihasilkan oleh Verizon, yakni 12 megabit per detik. Tetapi karena sedikit perbedaan, OpenSignal menyatakan kedua operator menjadi juara dalam hal kecepatan 4G. Perusahaan juga mencatat bahwa kecepatan T-Mobile bersaing sengit dengan Verizon di 11 kota terbesar di Amerika Serikat.

“Kuncinya di sini adalah bahwa tahun terakhir ini telah menjadi tahun pertumbuhan cakupan bagi kami,” kata juru bicara T-Mobile.

Sementara itu, Verizon tampak meremehkan metodologi tes, dengan menyebutkan, “Studi yang menggunakan data yang bersumber dari pengguna ini terdengar bagus, tetapi mereka dapat dengan mudah menyesatkan, ketika Anda tidak dapat mempercayai seseorang terhubung ke jaringan, maka cara tersebut tidak dapat mengukur performa atau kecepatan,” kata seorang juru bicara.

Berbeda dengan Sprint, mereka lebih cenderung menunjuk penelitian lain yang dilakukan oleh Nielsen, juru bicara mereka mengungkapkan, “Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami, tapi kami juga tahu bahwa perbedaan kinerja jaringan sering dapat dibedakan untuk sebagian besar pelanggan di sebagian besar pasar,” kata perusahaan itu.

Sementara seorang juru bicara dari AT & T tidak bersedia untuk mengeluarkan komentar.

Sekedar informasi, hasil ini merupakan angka rata-rata berdasarkan sampling data, sehingga cakupan dan kecepatan akan bervariasi tergantung pada tempat Anda tinggal.

Secara keseluruhan, OpenSignal juga menyimpulkan bahwa operator AS telah kehilangan “taring” mereka di seluruh dunia, dengan banyak penyedia layanan di luar negeri yang menawarkan jaringan lebih cepat.

“Amerika Serikat berada jauh di belakang negara lain secara global dalam kecepatan LTE,” kata studi tersebut.

Kecepatan rata-rata internet di Amerika Serikat adalah 9,9 megabit per detik, sementara banyak negara lain menawarkan koneksi yang konsisten dengan kecepatan dua kali lipat dibandingkan negeri Paman Sam.

Pengguna 4G di Taiwan Sentuh Angka 10 Juta

0

Telko.id – Enam operator seluler Taiwan mendapatkan hampir tiga kali lipat jumlah pelanggan 4G tahun lalu menjadi 10,4 juta, atau sekitar 32 persen dari total mobile base negara.

Pemimpin pasar operator di Taiwan Chunghwa Telecom memiliki koneksi 4G dengan tiga juta pengguna pada tahun lalu dan total pengguna 4G mereka menjadi 4,4 juta, jumlah tersebut menyumbang sekitar 41 persen dari pasar 4G. Sementara Taiwan Mobile dan Far EasTone masing-masing memiliki pertumbuhan lebih dari dua kali lipat koneksi 4G mereka yakni sekitar 2,4 juta.

Tiga operator yang meluncurkan layanan LTE pada Mei 2014, telah menjaring hampir 9,2 juta sambungan 4G, sementara tiga pendatang baru memiliki 1,2 juta pengguna LTE, menurut GSMA Intelligence.

Sementara operator yang lebih kecil yakni Asia Pacific Telecom (APT), yang melakukan merger dengan Ambit Microsystems dan telah disetujui oleh regulator pada tanggal 31 Desember lalu melaporkan bahwa pengguna mobile data mereka meningkat 20 persen menjadi 940.000 user pada tahun lalu, seperti dilansir dari Mobile World Live, (4/2).

Sekedar informasi, Kedua perusahaan baik APT dan Ambit adalah anak perusahaan dari produsen kontrak elektronik Hon Hai Precision, atau yang lebih dikenal dengan nama Foxconn.

Menurut GSMA Intelligence, APT memiliki 3,1 juta sambungan pada akhir tahun lalu, sementara Ambit baru saja memiliki 26.000 pengguna yang kesemuanya penggunanya adalah pengguna 4G.

Chunghwa, yang memiliki total pangsa pasar 33 persen, bertujuan untuk menambahkan dua juta pelanggan 4G lagi ditahun ini, dengan total menjadi 6,4 juta.

Berbicara mengenai teknologi VoLte, Dalam berita lainnya, Taiwan Mobile telah diikuti oleh rival APT dan Taiwan Star Seluler dalam meluncurkan voice-over-LTE (VoLTE). Tapi layanan ini hanya tersedia untuk sekitar 500.000 pelanggan yang menggunakan iPhone 6 dan 6s dan hanya antara pengguna di jaringan operator tersebut. Sementara tarif panggilan, masih menggunakan tarif yang sama seperti untuk 3G, namun pengguna harus membayar biaya bulanan sebesar 30 dollar Taiwan atau sekira $ 0,90 untuk layanan ini.

Pada bulan Mei,  Ambit adalah operator pertama di negara itu yang menawarkan layanan VoLTE, yang “interoperable” dengan jaringan APT dan Taiwan Mobile pada saat peluncuran.

Telkomsel Targetkan 6 Juta Penguna Aktif T-Cash Tahun Ini

0

Telko.id – Semakin diminatinya gaya hidup praktis oleh masyarakat diakui Telkomsel menjadi alasan kian populernya layanan digital. Salah satunya adalah penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran. Itu sebabnya, operator pelat merah ini optimis akan dapat menambah jumlah pengguna aktif T-cash menjadi 6 juta pada tahun 2016, dari 300.000 pengguna aktif saat ini.

Target tersebut dicanangkan seiring dengan semakin merchant dan outlet yang terdaftar menggunakan T-cash. Saat ini, total outlet yang tersebar di Jabodetabek adalah sekitar 3.000 unit, sementara jumlah merchant yang terdaftar berkisar 60. Beberapa diantaranya adalah restoran makanan siap saji McD, Wendys, Baskin Robbins, XXI, dan banyak lagi.

Tahun 2016, baik jumlah outlet maupun merchant diharapkan akan bertambah. Terlebih, T-cash juga akan turut menghampiri beberapa kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar.

“Target kita outlet akan bertambah menjadi 33000 dari 3000 saat ini. Sementara untuk jumlah merchant penambahannya tidak akan terlalu signifikan. Paling dari 60 menjadi 100,” ungkap GM Digital Payment & Banking Product Development Telkomsel, Herman Soeharto seperti dikutip dari Telsetnews, Rabu (3/2).

T-cash sendiri merupakan layanan pembayaran eletronik yang terkoneksi dengan nomor ponsel Telkomsel. Ada dua jenis transaksi yang ditawarkan di merchant yang ada yakni menggunakan layanan pesan singkat maupun layanan tap cash atau menggunakan sticker khusus yang dihubungkan dengan mesin EDC.

Saat ini, layanan e-money atau mobile money tersebut telah mengalami peningkatan trafik transaksi hingga 150% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan popularitasnya pun kian menanjak, seiring dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan layanan tersebut, entah itu untuk sekadar membeli tiket nonton ataupun membeli makanan dan minuman.

“Hampir semua orangg suka menggunakan t-cash, dan mereka bilang ingin merekomendasikan itu pada temannya,” tambah Herman lagi.

Kemudahan penggunaan – dalam hal ini T-cash Tap – dimana penguna hanya perlu menempelkan ponselnya ke mesin EDC untuk melakukan transaksi disebut-sebut menjadi alasan kian diminatinya layanan e-money dari Telkomsel ini.

“Kebanyakan orang yang menggunakan T-cash mengaku ada kebanggaan tersendiri. Ngerasa keren, atau cool. Karena dia beda dari orang lain,” tambah Herman.

NetGuard Portfolio Sekuriti Kini dan Nanti dari Nokia

Telko.id – Serangan cyber di jaman digital ini tidak akan pandang bulu. Perlu keamanan yang super agar setiap serangan dapat ‘ditangkis’. Tapi dengan mudah juga di monitor. Itu sebabnya, banyak perusahaan yang mencoba berbagai kemampuannya untuk melakukan system monitoring dan analisis keamanan. Salah satunya adalah Nokia. Perusahaan asal Finland ini meluncurkan NetGuard Security Managemen Center pada ajang Mobile World Congres 2016.

“Saat ini jaringan-jaringan menjadi semakin heterogen dan terbuka, membuat mereka rentan terhadap serangan siber. Setiap degradasi lanjutan dari kinerja jaringan, apakah mati sebagian atau seluruhnya, adalah salah satu dari ancaman terbesar bagi para operator. Dampak dari kejadian sejenis dapat berkisar dari beberapa konsumen yang tidak puas hingga kerusakan pada keseluruhan bisnis. NetGuard Security Management Center kami memberikan operator keyakinan bahwa seluruh jaringan mereka aman, bukan hanya beberapa bagian individual saja yang terlindungi,” ujar Guiseppe Targia, pimpinan Security Nokia menjelaskan.

NetGuard Security Management Center dari Nokia ini akan memberikan kontrol single point untuk jaringan multi-vendor. Selain itu juga menyederhanakan dan mengakselerasi deteksi dan respon serangan bagi para operator.

Seperti diketahui, masalah keamanan, saat ini menjadi perhatian utama dalam pengembangan Internet of Things. Pasalnya, setiap perangkat dengan IP address rentan terhadap serangan-serangan berbahaya. Dalam Vodafone Barometer 2015, 64% bisnis merespon bahwa sekuriti dan privasi adalah kendala paling umum dalam adopsi machine-to-machine.

“Kami di Deutsche Telekom sangat mengapresiasi pendekatan Nokia, yang secara komprehensif menangani masalah sekuriti dengan solusi terkonsolidasi yang membawa nilai lebih besar daripada jumlah modul sekuriti individual. Sebagai contohnya, dengan audit sekuriti otomatis bersama dengan korelasi alarm sekuriti, kami akan dapat menemukan serangan-serangan yang tidak dapat dideteksi jaringan-jaringan saat ini,” ujar Dr. Stefan Pütz, Wakil Presiden Network and Infrastructure Security, Group Security Services, di Deutsche Telekom (DT) menjelaskan.

Dengan adanya solusi dari Nokia ini maka akan memperkuat lagi keamanan di saat serangan-serangan terjadi. NetGuard Security Management Center adalah sebuah platform piranti lunak terkonsolidasi serta mudah digunakan yang akan membantu para operator memonitor dan mengontrol seluruh system sekuriti multi-vendor yang digelar di seluruh jaringan telekomunikasi mereka. Selain itu juga mengkombinasi sistem-sistem monitoring dan konfigurasi berbeda dalam satu tempat sehingga akan meningkatkan sekuriti karena insiden-insiden dapat dianalisa serta dikorelasikan secara terpusat untuk perlindungan terhadap serangan yang mungkin saja tidak terdeteksi oleh sistem-sistem sekuriti yang terisolasi.

Selain dari pendeteksian dan pencegahan cepat dan mudah terhadap serangan-serangan, NetGuard Security Management Center juga meningkatkan efisiensi operasional serta menurunkan total biaya sekuriti para operator melalui konfigurasi massal otomatis dan konsisten dari kebijakan-kebijakan sekuriti, upgrade bulk firmware dan verifikasi seting-seting penguatan sekuriti dari vendor tertentu.

Kelebihan dari Security Management Center adalah mampu mengintegrasi seluruh sistem-sistem sekuriti jaringan, terlepas dari manapun vendornya, untuk memonitor status sekuriti serta mengelola insiden, kerentanan, kebijakan sekuriti dan akses jaringan.

Solusi ini juga akan mengawasi serangan-serangan di jaringan dengan secara proaktif mendeteksi kelemahan-kelemahan sekuriti dan mengkorelasi mereka sesuai dengan basis data internal.

Selain itu, analisis sekuriti yang diperoleh akan diterapkan oleh mesin pembuat keputusan yang dapat dikonfigurasi serta berbasis peraturan yang akan memicu langkah korektif otomatis atau membantu operator mengimplementasi sebuah respon manual. NetGuard juga akan mengoptimalkan konfigurasi parameter-parameter sekuriti dan menurunkan resiko serangan-serangan pada infrastruktur jaringan.

Berbeda dengan solusi vertical, untuk melindungi elemen-elemen jaringan, Security Management Center menawarkan sebuah gambaran lengkap dari keseluruhan jaringan, mengkorelasi kejadian-kejadian yang berasal dari lapisan-lapisan yang biasanya terisolasi seperti radio access, transport, core dan operasi-operasi untuk mendeteksi dan memitigasi serangan-serangan yang lebih luas. (Icha)

 

 

Microsoft Ujicoba Data Center di Bawah Laut

Telko.id – Apakah ada terpikir untuk membangun data center di lautan bebas? Microsoft sudah memikirkan hal itu. Itu sebabnya, Microsoft melakukan percobaan untuk mengaplikasikannya. Tentu sebuah pemikiran yang radikal untuk saat ini. Tapi nanti? Siapa tahu memang dibutuhkan. Dan, Microsoft sudah pernah mencoba.

Sebenarnya, teknologi untuk menyimpan komputer di bawah air bukan hal baru. Pada kenyataannya, ada beberapa karyawan Microsoft pernah melakukannya. Hal itu juga yang melahirkan ide untuk menyimpan data center di dalam laut. Dengan melakukan percobaan ini, maka ada beberapa persoalan yang dipecahkan. Misalnya, memperkenalkan sumber tenaga baru, bagaimana melakukan penurunan biaya untuk pendinginan, mendekatkan jarak dengan populasi yang akan dihubungkan serta membuatnya lebih mudah dan lebih cepat untuk pusat data set-up.

Sebagai background, pusat data adalah tulang punggung dari komputasi awan, dan banyak di dalamnya jaringan antar komputer. Tentu hal ini membutuhkan daya yang besar untuk melakukan tugasnya. Seperti penyimpanan, pengolahan dan / atau mendistribusikan jumlah informasi yang banyak. Untuk itu semua, dibutuhkan kekuatan listrik yang besar pula yang dapat dihasilkan dari sumber daya terbarukan seperti angin dan matahari, atau, dalam hal ini, mungkin gelombang atau energi pasang surut.

Ketika pusat data yang lebih dekat ke populasi yang dituju, seperti tempat orang tinggal dan bekerja, maka “latency” akan berkurang. Itu artinya, download, web browsing dan game semua lebih cepat. Dengan organisasi yang lebih mengandalkan awan, permintaan untuk pusat data pun menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Tentu, membutuhkan biaya untuk membangun dan memeliharanya.

Semua itu menjadi tantangan yang menarik bagi tim Microsoft Research yang cukup piawai menyadiakan solusi yang out-of-the-box.

Ben Cutler, manajer proyek yang memimpin tim di belakang percobaan ini, menjuluki tim nya sebagai Project Natick yang merupakan bagian dari kelompok dalam Microsoft Research yang berfokus pada proyek-proyek khusus. “Kami lihat sesuatu permasalahan dari sudut pandang baru, perspektif yang berbeda, dengan kemauan untuk menantang kebijaksanaan konvensional. Hal itu terlihat ketika ada sebuah makalah tentang menempatkan pusat data di dalam air yang diberikan oleh Norm Whitaker, yang kini mengepalai proyek khusus untuk Microsoft dalam penelitian selanjutnya,” ujar Ben Cutker, Manajer Proyek Microsoft menjelaskan.

Salah satu yang menjadi tantangan adalah bagaimana menempatkan peralatan elektronik dari serangan air laut yang kadar garamnya sangat tinggi. Tentu, hal ini membutuhkan proses pengujian dan desain yang sangat ketat. Hal ini juga mengingatkan bagaimana fiber optic ditemukan. Dan berdasarkan itulah maka ada optimistis bahwa menyimpan data center di bawah laut pun dapat dilakukan.

Untuk merealisasikan mimpi menyimpan data center di bawah laut pun terinspirasi dari kapal selam. Dimana desain kapal selam yang bulat adalah bentuk yang terbaik agar terhindar dari benturan dan tekanan.

Pada tahap awal ujicoba, data center tidak akan ditempatkan jauh dari pantai. Hal ini untuk mempermudah dalam memperoleh jaringan listrik yang ada. Baru nantinya akan menggunakan energi HYDROKINETICT yang berasal dari gelombang laut untuk daya. Ini bisa membuat pusat data bekerja secara independen dari sumber energi yang ada, terletak dekat dengan kota-kota pesisir, didukung oleh energi laut terbarukan. Itulah salah satu keuntungan besar dari skema datacenter di bawah air – mengurangi latency dengan mengurangi jarak ke populasi dan akan mempercepat transmisi data.

Proyek ini menunjukkan hal itu mungkin dilakukan untuk menyebarkan data center dengan lebih cepat karena mengubahnya dari proyek konstruksi yang tentu saja membutuhkan beragam ijin dan memakan waktu. Sebagai perbandingan, untuk membangun kapal tempat ujicoba data center ini hanya membutuhkan waktu 90 hari saja. Padahal, jika data center di bangun di daratan, membutuhkan penyesuaian dengan lingkungan, medan dan tentu akan berbeda-beda untuk setiap lokasinya. Sedangkan untuk dibawah laut, dapat diproduksi secara masal karena kondisi di bawah air relatif sama dan konsisten.

Apalagi, untuk data center, masalah pendinginan merupakan hal penting. Biasanya, dijalankan dengan menggunakan chiller agar tidak terjadi overheating. Lingkungan dingin di dalam laut, secara otomatis membuat pendinginan data center menjadi lebih murah dan lebih hemat energi. Terlebih lagi, data center itu akan dipantau secara jarak jauh dengan menggunakan kamera dan sensor lainnya. Sehingga pencatatan data seperti suhu, kelembaban, jumlah daya yang digunakan untuk sistem, bahkan kecepatan arus, tetap dapat dilakukan. Walau demikian, sebulan sekali, tetap aka nada penyelam yang turun untuk memeriksa. Sampai saat ini, tim masih menganalisis data dari percobaan tersebut, namun sejauh ini, hasil yang diperoleh cukup menjanjikan.

Saat ini, Microsoft sedang merencanakan tahap berikutnya dari proyek ini. Dengan menggunakan kapal yang berukuran empat kali dari wadah yang saat ini digunakan. Selain itu juga memiliki 20 kali kekuatan komputasi. Tim ini juga menguji kapal yang bisa di dalam air selama setidaknya satu tahun dan mengerahkan sumber energi laut terbarukan. Termasuk juga belajar melakukan konfigurasi ulang firmware dan driver untuk disk drive, agar dapat bertahan lebih lama. (Icha)