spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1690

Mengandung Ad Fraud, Google Hapus Banyak Aplikasi di Play Store

Telko.id – Google akhirnya kembali menghapus lebih dari 200 aplikasi yang tersedia di Play Store. Dihapusnya aplikasi tersebut dikarenakan adanya skema penipuan berbasis aplikasi mobile yang dioperasikan melalui MoPub.

Sekedar informasi, MoPub merupakan platform iklan mobile yang dimiliki oleh Twitter. Aplikasi tersebut dapat menghasilkan pemasukan lebih dari $ 250 ribu pada setiap harinya melalui penipuan iklan.

Peneliti di perusahaan keamanan Sentrant Security yang menginvestigasi skema aplikasi mobile ad fraud ini mengidentifikasi sebanyak 247 aplikasi yang mengandung ad fraud. Aplikasi tersebut tersedia untuk diunduh di Google Play Store seperti dilansir dari laman IBTimes (9/2).

Diperkirakan, aplikasi ad fraud ini telah ter-install sebanyak 282.998 hingga 1.193.665 kali oleh pengguna. Sementara itu pihak Sentrant telah memberitahu Google untuk menghapus aplikasi penipu tersebut dari Play Store.

“Dalam reaksi untuk komunikasi kami dengan Google, semua aplikasi telah dihapus dari Play Store. Namun, aplikasi yang telah terpasang di perangkat pengguna tidak akan menginfeksi karena pengguna perlu melakukan uninstall aplikasi oleh mereka sendiri,” jelas Hadi Shiravi, Co-Founder of Sentrant Security.

Ia mengatakan, aplikasi ad fraud ini merupakan skema yang canggih aplikasi ini juga menargetkan aplikasi mobile di ratusan ribu perangkat. Kabarnya, skema iklan penipuan ini dikembangkan dan dioperasikan oleh perusahaan aplikasi mobile, Academ Media.

SolidFire Resmi Jadi Bagian NetApp

0

Telko.id – Setelah melalui proses yang cukup panjang, NetApp atau sebelumnya dikenal dengan nama Network Appliance, akhirnya resmi mengakuisisi SolidFire. SolidFire sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyimpanan all-flash yang didirikan pada 2010.

Diakui CEO NetApp, George Kurian dalam keterangan resminya, akuisisi ini akan menguntungkan pelanggan saat ini maupun yang akan datang dengan keinginan mendapatkan manfaat dari penyedia cloud webscale untuk data center mereka sendiri.

“SolidFire menggabungkan kinerja serta nilai ekonomis dari all-flash storage dengan arsitektur webscale yang secara radikal menyederhanakan operasi data center dan memungkinkan penerapan cepat dari aplikasi baru,” katanya.

Hal senada diutarakan Chief Executve SolidFire, Dave Wright. Menurutnya SolidFire dan NetApp memiliki kultur yang mendalam secara teknis serta pelanggan-sentris yang fokus pada inovasi untuk memberikan pelanggan kelebihan kompetitif. 

Kini, pelanggan memiliki akses portofolio all-flash terluas di industri untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam hal kecepatan, skala dan layanan data. Seiring berjalannya waktu, produk SolidFire akan menjadi bagian dari strategi Data Fabric NetApp, memberikan pengelolaan data secara seamless untuk flash, disk maupun cloud.

Gandeng Qualcomm, Deutsche Telekom Ujicoba LTE LAA

Telko.id – Qualcomm dan operator Jerman Deutsche Telekom mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan apa yang mereka sebut sebagai ujicoba pertama “over-the-air” di dunia yakni akses LTE license-Assisted Access (LAA).

Selama uji coba yang dilakukan tahun lalu, perusahaan menggunakan alat uji LAA yang dikembangkan oleh Qualcomm Research untuk memvalidasi teknologi ini.

Dilansir dari Telecom Asia, Deutsche Telekom menyediakan spektrum LTE berlisensi sebagai jangkar ditambah dengan spektrum tak berlisensi di band 5-GHz.

Dari hasil demonstrasi jaringan menunjukkan penambahan cakupan LAA dan peningkatan kapasitas jaringan memanfaatkan spektrum tak berlisensi dibandingkan dengan Wi-Fi.

Screenshot_2016-02-07-10-08-49_1

Sekedar informasi, alat uji coba LAA yang digunakan dalam percobaan tersebut sesuai dengan rilis pembangunan dari 3GPP yang memenuhi 13 standar saat ini dan dirancang untuk memenuhi peraturan band berlisensi global yang termasuk batas hunian channel dan fitur listen-before-talk.

CTO Qualcomm Matt Grob berkomentar bahwa ujicoba ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan bagaimana dunia teknologi LAA akan segera memberikan manfaat yang meningkat untuk kebutuhan pengguna.

Sementara itu, pengembangan teknologi yang menyediakan jaringan LTE di frekuensi unlicensed menggunakan milik Steamin APAC sebagai cara operator untuk memenuhi lonjakan permintaan untuk lalu lintas data.

5 Trend Keamanan Identitas di 2016

Telko.id – Pada era Internet of Things, banyak data yang ‘seliweran’ di dunia maya dan ‘berlabuh’ di berbagai perangkat. Tentu, tidak mudah untuk melakukan pengamanan agar identitas diri pun terjaga. Jika disimpulkan, ada 5 trend keamanan identitas yang akan terjadi pada 2016 ini.

“Berdasarkan pengalaman HID Global, perusahaan akan semakin menginginkan keamanan identitas yang komprehensif untuk para pelanggan atau penggunanya. Hal ini menjadi dasar terbentuknya solusi yang lebih fleksibel dan sesuai dalam era baru identitas digital yang saling terhubung dan Internet of Things,” ujar Stefan Widing, Presiden dan CEO HID Global.

Kelima  trend yang dilihat oleh HID Global, sebagai perusahaan solusi keamanan identitas yang akan terjadi pada 2016 ini  berdasarkan pada pemahaman terhadap para pelanggan dari berbagai bidang, dan dengan berbagai percobaan serta penyebarluasan solusi-solusi mutakhir yang dimiliki perusahaan dengan bekerja sama dengan beberapa mitra dan perusahaan end-user di seluruh dunia.

Adapun, trend 2016 yang dimiliki oleh HID Global lebih terfokus kepada pengalaman pengguna yang lebih mobile dan terhubung, serta perbaikan yang berkelanjutan terkait perlindungan hak pribadi konsumen dan layanan terbaik.

Tren #1: “Memobilisasi” keamanan akan menjadikannya lebih luas dan personal

Gaya hidup identitas baru yang lebih aman akan tercipta dalam lingkup perangkat mobile yang telah ada saat ini. Fitur masuk ke komputer dan jaringan serta akses Driver License dan aplikasi lainnya akan terhubung dengan fungsi keamanan pada ponsel, tablet dan laptop. Begitupun dengan perangkat wearable dan ponsel yang terhubung dengan RFID untuk menambah keamanan dan kepercayaan terhadap IoT.

Tren #2: Keamanan akan lebih terfokus kepada pengalaman pengguna

Langkah ini akan menghilangkan kesenjangan antara perencanaan dan kepatuhan (compliance), serta memastikan bahwa keamanan dapat beradaptasi dibandingkan dengan menentukan kebutuhan para pengguna dan gaya hidup mereka.

Cara lama untuk memberikan otentikasi akan digantikan oleh alternatif lain yang lebih baik.

Tren #3: Aman, identitas yang saling terhubung akan lebih efisien dan inovasi kerja kami adalah belanja dan bermain

Industri ini akan memasuki babak berikutnya dalam identitas terhubung, menggunakan strategi keamanan berlapis yang mencakup biometrik untuk menghubungkan identitas kepada masing-masing pemilik.

Tren #4: Akan ada lebih banyak perhatian pada hak pribadi seiring meningkatnya konektivitas and mobilisasi

Identitas akan lebih diperluas tidak hanya tentang manusia dan identitas pribadi mereka terhadap identitas objek dan otentikasi, tapi juga memperhatikan kebutuhan akan perlindungan informasi pribadi di setiap perangkat, layanan dan aplikasi yang saling terhubung.

Tren #5: Kebijakan keamanan dan praktik terbaik akan sama pentingnya dengan kemajuan teknologi

Industri ini akan lebih terfokus tidak hanya pada apa yang harus disebarluaskan, tapi juga tentang bagaimana (cara menyebarluaskannya) – dari driver license digital pertama di Amerika Serikat hingga sistem manajemen terpadu agar perusahaan-perusahaan dapat lebih holistik dalam memberikan keamanan fasilitas dan informasi. Daripada hanya terfokus kepada cara untuk mencegah pelanggaran, industri juga dapat melakukan yang terbaik untuk mengendalikan apa yang akan terjadi berikutnya, sehingga identitas yang dicuri tidak akan dapat digunakan oleh si pencuri. (Icha)

4 Strategi Mozilla Setelah Hentikan Firefox OS untuk Smartphone

0

 

Telko.id – Untuk mengembangkan operating system memang tidak mudah. Harus selalu ada pengembangan setiap waktu nya. Mozilla akhir nya ‘angkat tangan’ dalam pengembangan operating system Firefox untuk smartphone. Padahal, umur OS ini masih sangat muda.

Sebenarnya, berita ini sudah sempat diumumkan pada awal Desember lalu oleh Ari Jaaksi, Mozilla’s SVP of Connected Devices . Namun, rencana Mozilla ke depan seperti apa untuk Firefox OS ini masih belum jelas. Baru John Bernard. Director, Collaboration, Connected Devices dan George Roter. Head of Core Contributors, Participation menyuarakan secara resmi di https://discourse.mozilla-community.org/t/firefox-os-connected-devices-announcement/6864. Dan link ini pun akan aktif 48 jam untuk menampung berbagai masukan.

Ada 4 point yang disampaikan dalam pernyataan tersebut. Pertama, pengembangan Firefox OS untuk smartphone akan berakhir setelah versi 2.6 rilis. Kedua, pada 29 Maret 2016, Marketplace tidak akan menerima lagi sumbmissions dari Android, Desktop dan Tablet. Semua aplikasi yang tidak mendukung Firefox OS akan dihapus. Sampai Firefox OS akan dilanjutkan kembali pada 2017. Sayang, untuk bulan dan tanggal nya masih belum dijelaskan.

Ketiga, tim Connected Devices sudah melakukan proses inpvasi produk baru. Setidaknya ada tiga produk yang sudah lulus pada ‘gerbang’ pertama. Namun, masih banyak proses pengujian lainnya. Dengan memiliki berbagai macam produk inovasi menjadi pendekatan yang baik untuk maju lebih baik lagi ke depannya. Partisipasi non-staf akan dibuka pada semester pertama tahun ini.

Keempat, program foxfooding akan terus dan akan fokus pada inovasi produk. Bukan hanya meningkatkan pengalaman pada smartphone saja. Mozilla juga akan berharap Sony Z3C foxfooding akan berguna dalam pengembangan ke depan. Tapi Mozilla juga berharap sampai akhir maret sudah terlihat lebih spesifik desain programnya akan seperti apa.

Diakui oleh John Bernard maupun George Roter, keputusan yang diambil ini sangat berarti. Terutama, karena Mozilla berniat untuk lebih mengarahkan energy dan sumber daya yang ada untuk pengembangan IoT. Langkah ini juga ditujukan agar para pengguna memiliki pilihan melalui interoperable dan solusi lainnya. Mozilla akan bertindak sebagai pendukung untuk keamanan dan privasi data penggunanya. (Icha)

XL Ujicoba Layanan VoLTE di Surabaya dan Bali

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) kian melengkapi ekosistem 4G LTE miliknya. Kali ini dalam bentuk kesiapan mereka menggelar layanan VoLTE (Voice Over LTE) dan RCS (Rich Communication Suite).

Surabaya dan Bali menjadi tempat pertama dimana XL menggelar ujicoba kedua layanan komunikasi tersebut. Ini sekaligus menjadi ujicoba VoLTE pertama di Indonesia yang dilakukan di luar ruangan dan secara live, bukan hanya dalam laboratorium.

Chief Brand & Customer Experience XL, Nicanor V. Santiago III, mengatakan dalam keterangan resminya, Jumat (5/2), “Ujicoba yang kami lakukan ini didasari pertimbangan keinginan kami untuk mampu memberikan layanan panggilan voice dan video yang superior kepada pelanggan. VoLTE sendiri merupakan layanan inovatif untuk voice sebagai hasil dari pengembangan 4G LTE. Sangat perlu bagi XL untuk juga menghadirkan layanan VoLTE ini seiring upaya kami untuk terus melengkapi ekosistem layanan XL 4G LTE. Kami terus berusaha menjadi yang terdepan dalam layanan 4G LTE.”

Ia menambahkan, XL benar-benar telah menyiapkannya secara matang melalui ujicoba yang terus menerus untuk memastikan kualitasnya. Hasilnya sangat baik, dan akan terus dikembangkan untuk penambahan fitur-fitur lainnya.

“Jadi pada dasarnya jika sewaktu-waktu akan diluncurkan, XL sudah siap. Kami juga mengupayakan kesiapan dari sisi handset di market yang memiliki fitur untuk menggunakan VoLTE,” katanya.

Ada banyak manfaat yang ditawarkan oleh VoLTE, bila dibandingkan layanan voice lainnya yang ada saat ini, diantaranya kualitas suara yang sangat jernih (HD voice), hemat daya baterai ponsel, serta talktime yang lebih lama – sekitar 1.5 kali dibandingkan aplikasi VoIP yang lainnya.

Secara teknis, pada VoLTE call set-up juga sangat singkat, yakni hanya perlu 1-2 detik. Sementara pada umumnya layanan nelpon lainnya rata-rata membutuhkan 5-6 detik.

Dari sisi operator, jika dibandingkan dengan UMTS/GSM, maka VoLTE memungkinan operator untuk lebih efisien dalam menggunakan alokasi pita frekuensi yang dimiliki. Dengan demikian, operator bisa melayani lebih banyak pelanggan hingga 2 kali untuk voice call/MHz dibandingkan CS call. Dengan menggunakan VoLTE, pelanggan yang melakukan/menerima layanan telpon juga akan tetap di jaringan LTE, tanpa perlu melakukan “fall back” atau pindah ke jaringan UMTS/GSM terlebih dahulu.

Keunggulan lainnya adalah, apabila saat pelanggan melakukan panggilan di jaringan LTE (VoLTE) dan kemudian pindah ke area yang belum mendapatkan jaringan LTE, maka VoLTE juga memungkinkan pelanggan untuk berpindah dari LTE ke non-LTE, pun demikian sebaliknya, tanpa terputus.

 

Lalu bagaimana dengan RCS?

RCS pada dasarnya tak jauh berbeda dari VoLTE. Mungkin kita bisa menyebut keduanya, serupa tapi tak sama. RCS merupakan layanan komunikasi yang diperkaya dan lebih lengkap, yang beroperasi pada sambungan internet, tanpa tergantung apakah sambungan internet tersebut menggunakan LTE, UMTS, GSM, ataupun WiFi. Layanan ini menggunakan ID nomor telepon seperti halnya pelanggan ponsel seperti biasanya, sehingga tidak memerlukan ID atau nomor telepon baru.

Aplikasi RCS merupakan layanan komunikasi berbasis internet yang memadukan ragam fitur, antara lain seperti messaging, chating, voice call, dan video call dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.

Dengan hadirnya kedua teknologi ini, XL berharap dapat terus memberikan layanan panggilan voice dan video yang sangat superior dan lebih kepada pelanggan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik dalam pemanfaatan jaringan LTE.

Hingga saat ini, tercatat tidak kurang dari 35 kota yang terlayani oleh 4G LTE XL. Selain bertambah kota, layanan internet cepat ini juga terus meluas secara area di setiap kota. Hal ini memungkinkan dengan terus beroperasinya BTS-BTS 4G yang baru.

 

Tak Sesuai Ekspektasi, Bolt! Cuma Kantongi 1,8 Juta Pelanggan di 2015

0

Telko.id – Lain Vodafone, lain pula Internux, atau biasa kita kenal dengan Bolt!. Anak perusahaan dari PT Mitra Mandiri yang mayoritas dimiliki oleh First Media ini menutup tahun 2015 tak seindah yang diharapkan, yakni dengan hanya 1,8 juta pelanggan. Jumlah ini jauh di bawah target akhir tahun yang dicanangkan, yakni sebesar 2,5 juta.

Namun, alih-alih dibuat terpuruk oleh rasa kecewa, CEO Perusahaan, Dicky Mochtar memilih untuk tetap optimis. Menunjukkan bahwa perusahaan telah meraih pangsa 16% dari pasar pada awal tahun ini, naik dari hanya 2% di awal 2015.

Internux awalnya berdiri sebagai warnet yang hanya bermodalkan 10 unit komputer dengan sistem operasi LINUX. Oleh karena itu, nama yang diusung adalah Intenux, berasal dari Internet LINUX. Perusahaan ini pertama kali terdaftar di departemen kehakiman Republik Indonesia pada tahun 2001 dan berlokasi di Makassar Sulawesi Selatan. Pada 2009, perusahaan ini memperoleh lisensi Broadband Wireless Access (BWA) dari pemerintah hingga akhirnya mereka memasarkan layanan 4G Long Term Evolution (LTE) sebuah internet nirkabel dengan merek dagang Bolt!.

Bolt! merupakan layanan pita lebar seluler 4G Long Term Evolution pertama di Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 14 November 2013. Bolt! menawarkan kecepatan akses internet hingga 150 Mbps. Bolt! juga hanya melayani akses data, tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.

Mengutip dari IndoTelko, CEO Dicky Mochtar mengatakan bahwa meskipun mengalami kemunduran, penyedia broadband nirkabel ini berharap untuk menambah lebih dari satu juta pelanggan dengan total 2,8 juta pada akhir-2016.

Beberapa strategi pun disebut-sebut akan dilakukan perusahaan guna mencapai tujuannya, termasuk memberi tawaran yang lebih baik pada pelanggan, kuota data yang lebih disesuaikan dengan tarifnya – yang berarti tidak harus menawarkan paket data ‘unlimited’ untuk menjaga pelanggan senang.

Menurut TeleGeography GlobalComms Database, Jumat (5/2), Mei 2015 First Media mengatakan sedang berupaya untuk meningkatkan profil merek broadband nirkabel 4G mereka di Indonesia melalui investasi antara Rp500 miliar dan Rp700 miliar (USD37 juta-USD52 juta).

Wakil Presiden First Media, Irwan Djaja mengatakan saat itu bahwa jumlah tersebut merupakan bagian dari total Rp1,5 triliun CAPEX untuk tahun 2015, dan akan digunakan untuk ‘memperluas penetrasi layanan Bolt! di Medan, Sumatera Utara dan wilayah utara Sumatera, serta daerah lainnya. Selanjutnya, pada bulan September tahun lalu operator mengumumkan rencana untuk memperkuat cakupan dengan meningkatkan cakupan indoor/dalam gedung di wilayah layanan saat ini.

Vodafone Tutup Tahun dengan Hasil Positif, Pendapatan Naik 1,4%

0

Telko.id – Vodafone menutup tahun 2015 dengan manis. Raksasa telekomunikasi asal Inggris ini telah berhasil memenuhi harapannya dengan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 1,4 persen di kuartal ketiga, yang berakhir pada 31 Desember 2015. Ini adalah kali keenam bertutur-turut perusahaan itu mencetak hasil positif, menyusul kian pulihnya ekonomi Eropa.

Dilaporkan Gadget360, Jumat (5/2), operator terbesar kedua di dunia itu melaporkan pendapatan layanan organik sebesar GBP 9,2 miliar, atau sejalan dengan perkiraan analis dan rencana yang dicanangkan untuk menghasilkan laba inti setahun penuh antara GBP 11,7 miliar dan GBP 12 miliar.

Terkait pencapaian ini, Chief Executive Vodafone Group, Vittorio Colao mengatakan bahwa uang triliunan yang dikeluarkan perusahaan untuk mengupgrade jaringan tidak sia-sia, menyusul keberhasilan Vodafone memenuhi meningkatnya permintaan untuk data.

“Kami terus menghadapi tantangan regulasi dan kompetitif di banyak pasar, tetapi kami yakin bahwa bisnis ini berada di posisi yang baik untuk peluang pertumbuhan ke depan,” katanya.

Dalam hal operasional, total pelanggan seluler Vodafone Group berada di angka 460.991 juta pada akhir Desember 2015, dimana 34.8 juta diantaranya telah mendaftar ke layanan 4G di 20 pasar di mana teknologi perusahaan telah dikerahkan. Setelah menambahkan sekitar 4,7 juta pengakses 4G pada kuartal ketiga, perusahaan juga mencatat bahwa di Eropa 23% dari basis pelanggan sekarang mengambil tarif berbasis LTE. Selanjutnya, 4G kini menyumbang 45% dari semua lalu lintas data pada jaringan perusahaan.

Awal pekan ini, Vodafone mengaku telah memulai kembali pembicaraan dengan Liberty Global. Perusahaan kabel ini sedang mempertimbangkan untuk bergabung guna menawarkan lebih banyak paket TV, broadband dan mobile di pasar Eropa.

Pengguna Internet Mobile di India Diprediksi Capai 317 Juta

0

Telko.id – Jumlah pengguna internet mobile di India diperkirakan akan mencapai 371 juta pada Juni 2016, demikian bunyi sebuah laporan di New Delhi baru-baru ini. Peningkatan ini didorong oleh adopsi yang lebih tinggi di daerah pedesaan.

Laporan berjudul “Mobile Internet in India 2015” ini dirilis oleh Internet and Mobile Association of India (IAMAI) dan IMRB Internasional.

“Ada 306 juta pengguna internet mobile di India pada bulan Desember 2015. Dari 306 juta pengguna Internet, 219 juta pengguna dari perkotaan India, yang mencatat pertumbuhan tahun-ke-tahun 71 persen, sedangkan basis pengguna di pedesaan India naik sebesar 93 persen dari Desember 2014, mencapai 87 juta pada bulan Desember 2015,” kata laporan itu.

Dilansir dari NDTV, Jumat (5/2), laporan itu mengatakan pangsa Internet mobile menghabiskan rata-rata tagihan bulanan, meningkat menjadi 64 persen pada 2015, dibandingkan dengan 54 persen pada tahun 2014.

Tagihan bulanan rata-rata telah dikurangi ke tingkat 18 persen dibandingkan tahun lalu.

“Untuk pertama kalinya ‘komunikasi online’ telah melampaui ‘website media sosial’ untuk menjadi yang teratas dalam daftar akses internet mobile. Delapan puluh persen dari pengguna perkotaan menggunakan internet mobile untuk komunikasi sedangkan akses situs jejaring sosial 74 persen menggunakan internet mobile mereka,” kata laporan itu.

Namun, lebih lanjut menurut laporan itu, di pedesaan India, sebagian besar pengguna mengakses internet mobile untuk hiburan.

Dukung Pelaku Bisnis Retail Online, Shopee Kini Gratiskan Ongkos Kirim

0

Telko.id – Shopee, aplikasi mobile marketplace pertama bagi konsumen-ke-konsumen (C2C) dengan fitur pembayaran dan logistik, untuk belanja online mudah, aman dan praktis,resmi merilis layanan Gratis Ongkos Kirim (Gratis Ongkir) ke seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Shopee sebagai salah satu komitmennya dalam mengembangkan kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia dengan menjadi marketplace terbaik, dapat diandalkan dan dapat memberikan kemudahan terutama bagi pengusaha UKM yang berada di lokasi jauh dan terpencil.

“Kami melihat industri ini sangat dekat dengan kebutuhan logistik, artinya kendala logistik adalah salah satuhambatan yang cukup kuat bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online,” Ungkap
Rainal Lu, Regional Managing Director, Shopee pada keterangan pers yang diterima tim telko.id (5/2).

Rainal juga menyampaikan harapannya dengan adanya layanan Gratis Ongkir, Shopee dapat memberikan kemudahan dan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna dan pelanggannya dan turut serta mengembangkan UKM di Indonesia dengan membantu mereka menjaring banyak konsumen.

Foto 3

“Kami memilih JNE karena ingin memberikan layanan logistik yang terbaik untuk pelanggan kami, dan itu akan bisa tercapai dengan bermitra bersama perusahaan logistik terbaik yang memiliki jaringan lokasi terbesar dan terluas di Indonesia, yaitu JNE. JNE kini telah memiliki kurang lebih 5000 titik layanan di seluruh Indonesia mulai kota besar sampai dengan tingkat kecamatan,”lanjut Rainal.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammad Feriadi, presiden Direktur JNE, “kami sangat percaya bahwa kemitraan antara JNE dengan Shopee bisa menjadi salah satu point penting dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem e-commerce Indonesia, berperan aktif mendukung perekonomian nasional dan juga mempermudah akses publik untuk menikmati layanan belanja online,”

JNE memegang peranan penting dalam proses jual beli di Shopee, dimana keamanan transaksi antara penjual dengan pembeli dijamin dengan fitur Garansi Shopee. Jaminan ini tidak akan bisa diimplementasi tanpa dukungan dari JNE. JNE juga berkomitmen untuk mengantarkan paket kiriman yang dibeli oleh pembeli dan selalu memberikan pelayanan prima dengan fitur website dan media social yang memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi.

Manfaat layanan Gratis Ongkir ini juga dirasakan secara langsung oleh para pemilik toko online yang tergabung di Shopee. “Fasilitas Gratis Ongkir ini sangat membantu dan meningkatkan penjualan toko saya. Sebelum ada layanan ini, pelanggan saya hanya berkisar di pulau Jawa dan sekitarnya. Tapi kini pelanggan saya semakin banyak, karena saya mendapatkan pembeli dari lima kota baru dan total pembeli saya bertambah 10%. Hasilnya penjualan saya meningkat 5 kali lipat.” ujar Anna pemilik SagaCase.id, salah satu toko di Shopee.

Melalui layanan Gratis Ongkos Kirim, Shopee dan JNE ingin turut mengambil bagian dalam menumbuhkan perekonomian di Indonesia yaitu dengan memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia untuk menciptakan bisnis online dengan fasilitas mudah, dan juga pengalaman menyenangkan dalam berbelanja dan berjualan di ponsel.