spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1692

Program CSR, Blibli.com Bangun Ruang Publik Ramah Anak

0

Telko.id – Blibli.com sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia hari ini (3/2) menghadirkan ruang publik terpadu sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Bertempat di kawasan Tambora, Jakarta, Blibli.com bersama dengan Pemprov DKI Jakarta meresmikan dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan Krendang, Kecamatan Tambora dan Kedoya Utara kecamatan Kebon Jeruk.

Dalam peresmian ini, hadir juga CEO Blibli.com, Kusumo Martanto. Dalam sambutannya, Ia mengatakan bahwa pembangunan RPTRA merupakan wujud dari program Corporate Social Responsibility dari Blibli.com untuk menjadikan Jakarta sebagai kota ramah anak dan penghijauan lingkungan.

“Kemajuan IT dan komunikasi berdampak positif pada pada terciptanya ekonomi kreatif, selain itu banyak manfaat yang juga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan termasuk generasi muda dan kehadiran RPTRA diharapkan untuk menjadi wadah untuk menstimulus kreatifitas dari masyarakat agar dapat memanfaatkan kemajuan IT dengan baik,” ujar Kusumo pada saat peresmian RPTRA di Tambora, Jakarta.

“kami mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya. Kita semua sadar sekarang di DKI ini ketersediaan ruang publik sudah sangat sedikit, Kami dari blibli.com, mencoba memaksimalkan kreatifitas dan kemajuan teknologi, walaupun kemajuan teknologi berguna, namum kita tetap membutuhkan ruang terbuka untuk berinteraksi sesama masyarakat,”

Ia juga berharap kita jaga RPTRA ini agar tetap bersih dan terpelihara dan terimakasih atas dukungannya.
Sekedar informasi, Blibli.com menghadirkan RPTRA di empat titik di Jakarta. Keempat titik tersebut terbagi menjadi dua wilayah yakni tiga lokasi di Jakarta Barat yang meliputi Krendang kecamatan Tambora, Kedoya Utara kecamatan Kebon Jeruk, Meruya Selatan kecamatan Kembangan dan wilayah Jakarta Pusat yang diwakili oleh Pulo Gundul kecamatan Tanah Tinggi.

Dalam peresmian ini, hadir pula Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau yang sering disapa Ahok.

Ahok, “Kami mengucapkan rasa terima kasih untuk blibli.com, sebagai pihak sponsor, hadirnya RPTRA juga menjadi sebuah tempat untuk berkumpulnya para warga berdiskusi,” ucapnya.

Blibli.com merupakan satu-satunya e-commerce diantara sejumlah perusahaan swasta yang melakukan kerjasama dengan Pemprov DKI untuk menghadirkan RPTRA di tengah-tengah warga Jakarta.

Kusumo mengungkapkan, sebagai e-commerce lokal hasil karya Indonesia, program CSR ini menjadi bentuk partisipasi mereka untuk mendukung lingkungan yang lebih baik.

Ia menambahkan, “Kami menyadari solusi kemudahan hidup berangkat dari adanya ide kreatif, dimana ide kreatif bisa lahir jika anak bangsa memiliki wadah tempat berkreasi, berinteraksi antar sesama untuk menciptakan inovasi,”tutupnya.

Setiap taman RPTRA memiliki fasilitas wifi untuk internet akses bagi warga masyarakat sekitar.

Eropa Siap Alokasikan Band 700 MHz Seluruhnya untuk Seluler

0

Telko.id – Komisi Eropa telah mengumumkan proposal untuk mengkoordinasikan band 700 MHz untuk layanan mobile dan membatasi siaran TV dengan band sub-700 MHz.

Langkah ini terjadi kurang dari tiga bulan setelah ITU mengalokasikan band 700 MHz (khususnya 694-790 MHz) untuk mobile di kawasan EMEA, dan itu menggambarkan tindakan yang cukup cepat oleh standar EC (Komisi Eropa). Komisi menggabungkan langkah ini dengan ide Digital Single Market-nya, yang membundel sekelompok inisiatif bersama-sama ke dalam strategi diperlukan.

“28 pendekatan yang berbeda untuk mengelola frekuensi radio di Uni Eropa tidak membuat ekonomi masuk akal di Digital Single Market,” kata Andrus Ansip, VP DSM. “Kami mengusulkan pendekatan bersama untuk menggunakan band 700 MHz untuk layanan seluler. Band ini adalah spot yang tepat baik untuk cakupan yang luas maupun kecepatan tinggi. Ini akan memberikan akses internet berkualitas untuk semua warga Eropa, bahkan di daerah pedesaan, dan membuka jalan bagi 5G, jaringan komunikasi generasi berikutnya.”

Hal senada diungkapkan Günther Oettinger, Komisioner Masyarakat dan Ekonomi Digital. Menurutnya, Eropa tidak bisa memiliki kualitas internet mobile tinggi untuk segalanya dan untuk semua orang di berbagai tempat kecuali mereka memiliki infrastruktur modern dan aturan modern.

“Dengan proposal ini kita menunjukkan bahwa kita dapat memiliki keduanya, sektor audiovisual yang baik serta spektrum yang kita perlukan untuk 5G. Band 700 MHz akan ideal untuk bidang baru yang menjanjikan seperti kendaraan yang terkoneksi dan Internet of Things. Saya ingin Eropa memimpin dalam 5G. Itu sebabnya semua negara anggota harus bertindak pada tahun 2020.”

Jika negara-negara anggota benar-benar berupaya mereka bahkan bisa memindahkan siaran TV sepenuhnya ke band 470-694 MHz dalam waktu kurang dari empat tahun, meski batas waktu yang sebenarnya adalah 30 Juni 2020. EC menganggap saat itulah 5G akan dimulai.

Kinerja Perusahaan Memburuk, Yahoo Pangkas 1.700 Pekerja

0

Telko.id – PHK sepertinya menjadi kalau keluar terakhir yang ditempuh perusahaan dengan kinerja kurang menyenangkan setahun belakangan ini. Yahoo, dalam hal ini menjadi salah satu diantaranya. Perusahaan internet yang berbasis di California ini memutuskan untuk merumahkan sekitar 1.700 karyawan (15%) dan ‘membuang’ layanan-layanan yang dianggap tidak menguntungkan.

CEO Yahoo, Marissa Mayer berharap untuk menjual beberapa layanan yang dimaksud dengan harga sekitar USD 1 miliar, meskipun ia tidak mengidentifikasi layanan tersebut. Dalam keterangan yang diberikannya kepada beberapa pemegang saham, Mayer juga mengatakan bahwa dewan direksi Yahoo akan memikirkan “alternatif strategis” yang memungkinkan penjualan semua operasi perusahaan Internet itu.

Analis telah berspekulasi bahwa Verizon, AT&T dan Comcast mungkin tertarik untuk membeli bisnis utama Yahoo. Demikian dilaporkan Phys, Rabu (3/2).

Mayer mengaku yakin bahwa rencananya untuk menjalankan Yahoo sebagai perusahaan yang lebih kecil dan lebih fokus secara dramatis akan mencerahkan masa depan dan meningkatkan daya saing perusahaan, disamping tentunya daya tarik untuk pengguna, pengiklan, dan mitra-mitra.

Pemotongan jumlah karyawan ini bisa jadi adalah kesempatan terakhir Mayer untuk meyakinkan pemegang saham bahwa dia telah menemukan cara untuk menghidupkan kembali pertumbuhan perusahaan setelah tiga tahun belakangan diterjang badai.

Beberapa pemegang saham Yahoo yang paling vokal, seperti SpringOwl Asset Management, sudah menyimpulkan bahwa Mayer juga harus diberhentikan. Namun Mayer, yang tak lain merupakan mantan bintang di Google yang membantu Google melampaui Yahoo, belum menunjukkan indikasi bahwa dia berniat untuk mengundurkan diri.

Yahoo sendiri, setelah pemecatan massal selesai pada akhir Maret, diperkirakan masih akan memiliki sekitar 9.000 pekerja. Jumlah yang dianggap SpringOwl masih tiga kali lebih banyak dari yang seharusnya dipekerjakan perusahaan.

“Kami ingin melihat harga saham yang lebih tinggi, dan kami pikir Marissa dan tim manajemennya saat ini telah menjadi halangan untuk itu,” kata Eric Jackson, managing director SpringOwl.

Seperti diketahui, saham Yahoo merosot 25 sen menjadi USD 28,81 dalam perpanjangan perdagangan setelah rincian Mayer mengenai upaya turnaround terbaru keluar.

Pendapatan Yahoo telah menyusut dalam masa pemerintahan Mayer, meskipun dia telah menghabiskan lebih dari USD 3 miliar untuk membeli lebih dari 40 perusahaan, disamping membawa bakat baru dan mengembangkan aplikasi mobile dan layanan lain yang dirancang untuk menarik lebih banyak lalu lintas dan pengiklan.

Penurunan ini terus bertahan sementara pengiklan telah terus meningkatkan upaya pemasaran digital mereka. Sebagian besar uang tersebut mengalir ke Google dan Facebook – dua perusahaan yang sebelumnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Yahoo Inc yang kini berusia 20 tahun.

Chipset MediaTek Rentan Terhadap Serangan Hacker

0

Telko.id – Siapa sangka produsen chipset smartphone dan tablet yang sedang naik daun, MediaTek ternyata menyimpan celah pada chipset mereka yang telah tertanam di banyak handset pengguna. Prosesor ciptaan vendor asal Tionkok ini dikabarkan rentan terkena serangan hacktivis.

Kabar tersebut awalnya diungkapkan pada akun twitter seorang peneliti dan pengembang mobile security R&D Justin Case.

Dilansir dari Techworm, Pemilik akun @jcase menyebutkan bahwa MediaTek cacat, dan bug tersebut dibiarkan terbuka oleh perusahaan karena lupa menutup debug sebelum memasarkan perangkat ke publik.

Celah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan hacker untuk mencuri data pribadi pengguna seperti foto, kontak, bahkan dapat memonitor semua lalu lintas dan ada kemungkinan para hacker akan meretas dari sebuah backdoor di dalam software MediaTek.

Sementara itu, pihak MediaTek langsung membalas kicauan dari sang pengembang ini, dengan mengungkapkan, “Kami menyadari masalah ini dan telah ditinjau oleh tim keamanan MediaTek, kesalahan yang ditemukan ada di perangkat yang mengoperasikan sistem OS Android 4.4 KitKat,” katanya.

Pihak MediaTek menambahkan, bahwa adanya fitur de-debug dimaksudkan untuk pengujian telekomunikasi interoperabilitas di China. Setelah proses pengujian si produsen ponsel seharusnya menonaktifkan kembali fitur de-bug sebelum melakukan pengiriman smartphone.

“Setelah melakukan penyelidikan, kami menemukan bahwa beberapa produsen ponsel tidak menonaktifkan fitur tersebut, sehingga masalah sistem keamanan sangat berpotensi diretas oleh hacker,” tutupnya.

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, XL Kirim Mahasiswa ke Akademi Militer

0

Telko.id – Kemampuan dalam kepemimpinan adalah salah satu modal dasar dalam pengembangan bakat seseorang untuk meraih sukses di sama depan. Memahami pentingnya hal ini, PT XL Axiata Tbk (XL) pun merasa perlu untuk kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti latihan kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai universitas negeri di Indonesia akan mengikuti pelatihan selama 10 hari, terhitung sejak 29 Januari hingga 7 Februari 2016.

”Dengan keahlian dan kurikulum yang dimiliki, Akademi Militer merupakan tempat yang tepat untuk menumbuhkan dan menempa jiwa kepemimpinan para mahasiswa program XL Future Leaders. Kita tahu, semua Jenderal TNI ditempa dari tempat ini. Tak ada lagi yang diragukan dari kemampuan Akmil menggembleng para calon pemimpin,” ungkap Director & Chief Digital Service Officer Ongki Kurniawan dalam keterangan tertulisnya.

Hal senada diutarakan Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Dudung Abdurrahman, S.E, M.M. Diakuinya, menempa anak-anak muda Indonesai dan mengasah jiwa kepemimpinan mereka merupakan tugas Akmil juga, karena Akmil adalah milik rakyat Indonesia.

“Karena itu pula kami menyambut baik kerjasama dengan XL Axiata untuk ikut menggembleng para mahasiswa penerima beasiswa Program XL Future Leaders. Kami memandang program ini sangat baik karena berorientasi pada upaya melahirkan para pemimpin bangsa di masa depan,” katanya.

Ini merupakan tahun ke-4 XL menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan kepada penerima beasiswa XL Future Leaders dan tahun ke-2 XL mengirimkan penerima beasiswa XL Future Leaders ke AKMIL Magelang. Pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan para siswa sebagai bagian dari proses belajar.

Upaya XL tidak hanya mempersiapkan dana yang dapat mendukung keberlangsungan pendidikan para penerima beasiswa XL Future Leaders, tetapi juga mempersiapkan mereka agar bisa lebih siap menjadi pemimpin masa depan dan mampu berkompetisi secara global. Ini merupakan wujud dari komitmen XL untuk terus mendukung peningkatan dunia pendidikan di Indonesia sekaligus mempersiapkan pemimpin masa depan yang berkompeten.

Selama sepuluh hari penerima beasiswa tersebut akan dibimbing langsung oleh para instruktur dari Akmil, Yayasan Karya Salemba Empat, dan XL sendiri. Serangkaian program pelatihan yang akan diberikan meliputi pengembangan karakter, e-Learn,personal grooming, wawasan kebangsaan, dan bela negara. Semua materi akan disampaikan di lingkungan dan menggunakan fasilitas Akmil, tempat di mana ratusan Taruna Akmil juga belajar di sana.

Para peserta pelatihan merupakan 100 orang mahasiswa yang lolos mengikuti program beasiswa XL Future Leaders tahun 2015/2016. Mereka adalah mahasiswa tahun akhir yang belajar di 15 universitas negeri di berbagai daerah di Indonesia. Beasiswa akan berlaku selama 1 tahun. Kampus mereka adalah Universitas Indonesia, Univeritas Negeri Jakarta, Insitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Nusa Cendana, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sam Ratulanggi.

Dalam perekrutan mahasiswa penerima beasiswa, XL bekerjasama dengan Karya Salemba Empat (KSE), sebuah organisasi nirlaba yang mengelola dana beasiswa bagi mahasiswa. Dalam perekrutan mahasiswa untuk beasiswa ini, XL dan KSE antara lain menggunakan kriteria antara lain prestasi akademik, juga kemampuan ekonomi peserta dalam meneruskan pendidikannya.

Selain itu, perekrutan juga didasarkan pada disiplin ilmu yang sesuai dengan kebutuhan XL dalam merekrut karyawan. Para mahasiswa penerima beasiswa XL Future Leaders melalui rekrutmen yang dilakukan oleh KSE ini memang akan mendapatkan kesempatan untuk berkarir di XL.

Beasiswa XL Future Leaders merupakan bagian dari program XL Future Leaders yang telah dikenal sebagai program pelatihan leadership berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia berprestasi. Beasiswa XL Future Leaders ini memberikan dana pendidikan selama setahun khusus bagi 100 mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dengan nilai akademis tinggi. Mereka berasal dari 15 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain dana pendidikan yang disalurkan setiap bulan, mereka juga mendapatkan materi kepemimpinan dan pelatihan untuk menghadapi dunia kerja.

Persaingan Kian Ketat, Qualcomm Anjlok di Q3 2015

0

Telko.id – Strategy Analytics mengatakan pembuat chipset Qualcomm mengalami penurunan pangsa pasar di prosesor baseband dan smartphone Aplication Processor LTE di Q3 tahun 2015.

Pasar Baseband prosesor seluler turun 12 persen menjadi $ 5,1 miliar pada Q3 tahun 2015, menurut Strategy Analytics Handset Component Technologies service, Baseband Market Share Tracker Q3 2015: LTE basebands mencatat tiga perempat dari total pendapatan Baseband.

Berikut daftar share pada Baseband seluler pasar prosesor:

Pasar Prosesor Baseband Seluler

Qualcomm 55%
MediaTek 23%
Samsung LSI 7%

Kecuali untuk basebands LTE, semua segmen baseband lainnya menurun di Q3 2015.

Karena meningkatnya persaingan LTE baseband dan penurunan smartphone Android, saham Unit LTE baseband Qualcomm turun menjadi 60 persen di Q3 2015. Sementara itu, Qualcomm berhasil meraih pertumbuhan dua digit dalam pengiriman LTE baseband, berkat chip Snapdragon nya.

Dilansir dari Telecom Lead, Strategy Analytics memprediksi Qualcomm Snapdragon 820 akan membantu Qualcomm untuk mendapatkan kembali pangsa pasar pada tahun 2016.

Sementara MediaTek mencatatkan pertumbuhan pengiriman hampir 5 kali lipat untuk LTE baseband karena momentum LTE di China dan pasar negara berkembang lainnya.

Chipset MediaTek baik itu mid-range dan high-end LTE melakukan tugasnya dengan baik dan dihadirkan dalam beberapa handset volume tinggi dari OEM Cina seperti Xiaomi, Lenovo, Huawei, ZTE, TCL, Meizu, Oppo dan lain-lain.

Basebands LTE Samsung LSI dihadirkan dalam Galaxy S dan seri Note serta seri ponsel mid-range Galaxy A dan J dari Samsung Mobile.

Sementara itu, untuk pasar smartphone Aplication Processor (AP), menurun 9 persen menjadi $ 5,3 milyar pada Q3 2015, menurut Strategy Analytics.

Pasar Smartphone Aplikasi Processor (AP)

Qualcomm 36%
Apple 27%
MediaTek 20%

Berbagi pendapatan Qualcomm dari pasar smartphone Aplikasi Processor turun menjadi 36 persen di Q3 2015 dari 48 persen di Q3 tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga mengungkapkan chipset mid-range 64-bit seperti Snapdragon 410 dan 615 berhasil melakukan tugas mereka dengan baik dan membantu Qualcomm untuk mempertahankan kekuatan di segmen ini. Portofolio mid-range Qualcomm ditambah dengan custom-arsitektur berbasis chip akan membantu Qualcomm pulih pada 2016.

Pasar Tablet Aplication Processor (AP)

Pasar Tablet Aplikasi Processor (AP) menurun 38 persen menjadi $ 828.000.000 di Q3 2015.

Apple 37%
MediaTek 17%
Qualcomm 16%

Kecuali untuk MediaTek, hampir semua vendor tablet AP utama terdaftar pertumbuhan negatif di Q3 2015.

MediaTek menyalip Intel untuk menangkap posisi teratas dalam tablet non-iPad di Q3 2015. Pasar tablet AP, merupakan perpanjangan rantai pasokan smartphone AP.

Korea Selatan Tolak Tawaran 3 Operator untuk Lisensi Mobile Keempat

0

Telko.id – Korea Selatan sepertinya harus melupakan dulu niatannya untuk menghadirkan pesaing bagi SK Telecom, KT Corp dan LG Uplus. Pasalnya, dalam pencarian yang dilakukan pemerintah belakangan ini – dimana empat operator diberi kesempatan untuk memperebutkan satu lisensi yang tersisa – Pemerintah Korea Selatan merasa tidak satupun dari tiga calon memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Korea Selatan masih harus menunggu lebih lama lagi untuk operator seluler keempat, setelah pemerintah menolak aplikasi dari ketiga kandidat.

Yonhap melaporkan belum lama ini bahwa Departemen Science, ICT and Future Planning (MSIP) menyimpulkan bahwa tidak ada perusahaan yang memenuhi kriteria kelayakannya.

Dalam hal ini, ketiga pendatang pasar dengan prospek yang menjanjikan, seperti Sejong Telecom, K Mobile, dan Quantum Mobile, diseleksi oleh panel yang terdiri dari 16 ahli keuangan, layanan, dan kemampuan teknologi, serta rencana mereka untuk melindungi privasi pelanggan.

Menurut laporan tersebut, pemohon yang sukses harus mendapatkan skor minimal 70 dari panel. Quantum Mobile adalah pencetak skor terbanyak, tapi hanya mampu mencapai nilai 65,95. Sejong Mobile berada di urutan kedua dengan skor 61,99, sementara K Mobile mencetak skor 59,64.

“Ketiga perusahaan tidak memiliki kredibilitas dan rencana penggalangan dana untuk kelangsungan hidup mereka, dan mereka juga tidak memiliki rencana rinci tentang cara-cara untuk membangun jaringan dan menyediakan layanan,” kata keme sebagai enterian, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Total Telecom, (2/2).

Ini adalah kali ketujuh (sejak 2010), Korea Selatan telah mengundang, namun kemudian menolak aplikasi untuk lisensi seluler keempat. Langkah ini sendiri menjadi bagian dari strategi MSIP untuk merangsang kompetisi yang lebih besar bagi ketiga operator besar di negara tersebut, yakni SK Telecom, KT Corp dan LG Uplus – dalam upaya untuk menurunkan harga layanan mobile.

Rencananya, Pemerintah akan kembali menggelar upaya baru pada bulan Mei 2015 mendatang.

Telenor Akuisisi Tapad, Bisnis Digital Marketing di AS Memanas

0

Telko.id – Telenor Norwegia akan memperoleh sekitar 95 persen dari Perusahaan Marketing teknologi asal Amerika Serikat, Tapad. Mereka menggelontorkan dana sebesar USD 360 juta sampai mendapatkan posisi yang kuat dalam iklan dan teknologi pemasaran serta memperkuat kemampuan analisis data secara signifikan.

Tapad adalah startup yang berbasis di New York dan didirikan pada tahun 2010 oleh pengusaha Norwegia sekaligus CEO Are Traasdahl. Traasdahl, bersama dengan co-founder dan CTO Dag Liodden, akan mempertahankan 5 persen saham yang tersisa, demikian dikutip dari Mobile World Live, Selasa (2/2).

Perusahaan mengklaim akan memberikan “solusi lintas perangkat teknologi pemasaran terpadu” yang memberikan “pandangan holistik” dari konsumen di seluruh perangkat dan layar, termasuk smartphone, tablet dan smart TV.

Solusi Tapad yang dimaksud adalah solusi manajemen perangkat, perangkat Grafik Tapad, asimilasi miliaran titik data dari perangkat dan platform yang berbeda, dan kemudian membantu pengguna untuk mengukur penonton di semua perangkat mereka.

Perusahaan ini memiliki sekitar 160 karyawan, dengan kantor di 13 kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam bisnis medianya, Tapad memiliki sekitar 160 merek di Amerika Serikat sebagai pelanggan dan lebih dari 50 kemitraan lisensi teknologi data.

“Saya percaya nilai yang signifikan dapat dibuat mulai menerapkan teknologi pemasaran untuk meningkatkan kemampuan digital bisnis inti telekomunikasi kami,” kata Sigve Brekke, CEO Telenor.

Ia menambahkan, hal ini akan meningkatkan pemahaman perusahaan tentang perilaku pelanggan, dan mendukung membangun platform untuk area bisnis lainnya.

Untuk tahun 2015, Tapad diperkirakan mendapatkan pendapatan sekitar USD 57 juta, tumbuh 70 persen dibandingkan dengan tahun 2014, dan kerugian EBITDA sebesar USD 12 juta. Pada tahun 2016, pendapatan diperkirakan meningkat menjadi sekitar USD 90 juta. Telenor mengharapkan Tapad mencapai EBITDA “impas” pada tahun 2017.

Tapad akan beroperasi sebagai perusahaan mandiri dengan Traasdahl dan Liodden akan mempertahankan posisi mereka.

Telenor mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mempercayai pasar iklan digital akan berkembang cepat berkat iklan mobile dan pasar iklan digital Amerika Serikat adalah yang paling maju dalam hal ukuran pasar dan kompetensi.

Terlebih lagi, karena pasar iklan yang muncul masih tergolong kecil dan terbelakang, operator tersebut mengatakan ada “peluang pertumbuhan yang solid” di pasar yang didirikan baik untuk Tapad maupun dalam jejak Telenor di pasar negara berkembang.

Penutupan transaksi ini diharapkan rampung pada kuartal pertama 2016, sesuai persetujuan regulator.

Sebelumnya, Verizon juga telah mengakuisisi AOL, konten dan platform iklan provider digital, dalam sebuah kesepakatan senilai sekitar USD 4,4 miliar pada Mei tahun lalu. Operator Amerika Serikat ini mengatakan akuisisi lebih lanjut akan mendorong LTE dan strategi Video OTT, serta meningkatkan platform iklan mobile. [ak/if]

Deutsche Telekom Capai Kecepatan 11 Gbps Lewat XG-Fast

0

Telko.id – Sementara beberapa operator di luar sana sibuk menggelar ujicoba G.fast, operator asal Jerman, Deutsche Telekom, memilih untuk bergerak ke arah XG-Fast. Deutsche Telekom menjadi operator teranyar yang mengujicoba teknologi ini sebagai upaya menghasilkan kapasitas lebih dari jaringan broadband tembaganya.

Ujicoba ini berlangsung di bawah kondisi laboratorium pada akhir 2015 lalu dengan menggunakan peralatan yang dikembangkan oleh Alcatel-Lucent, yang saat itu telah diambil alih oleh Nokia.

Dalam ujicoba ini, Deutsche Telekom mencapai kecepatan bandwidth lebih dari 11 Gbps dengan kabel sepanjang 50 meter. Menggunakan kabel standar khas yang dipasang di gedung-gedung, perusahaan telekomunikasi ini mencapai kecepatan sekitar 8 Gbps dengan jarak yang sama.

“Dengan ujicoba ini kami dapat melihat kemungkinan masa depan XG-Fast dalam memaksimalkan aset yang ada. Hal ini akan memberikan pilihan teknologi lain yang memungkinkan kami menawarkan konektivitas berkecepatan tinggi untuk pelanggan dengan biaya yang efektif dan cepat, dan pada saat yang sama, membawa infrastruktur serat kami lebih dekat dengan pelanggan,” kata CTO Deutsche Telekom, Bruno Jacobfeuerborn.

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan president of fixed networks Nokia, Federico Guillen. Dalam laporan yang disampaikan Total Telecom, Selasa (2/2), Ia mengatakan bahwa sebagai pemimpin global dalam akses tetap ultra-broadband, Nokia menawarkan operator gabungan teknologi serat dan tembaga untuk menyebarkan layanan berkualitas tinggi dengan lebih cepat dan efektif dari segi biaya.

“Ujicoba XG-Fast dengan Deutsche Telekom merupakan tonggak penting dalam upaya berkelanjutan kami untuk memperluas potensi tembaga untuk memberikan kecepatan ultra-cepat,” katanya.

Teknologi XG-Fast sendiri pertama kali dipamerkan oleh divisi Bell Labs Alcatel-Lucent pada 2014, dan bekerja mirip dengan G.fast yang secara signifikan meningkatkan rentang frekuensi yang digunakan untuk mengirimkan data melalui tembaga. Bedanya, jika G.fast menggunakan rentang frekuensi 106 MHz dan mencapai kecepatan hingga 500 Mbps, XG-Fast menggunakan hingga 500 MHz dan dapat mencapai kecepatan jauh lebih tinggi.

Meskipun kinerja XG-Fast menurun secara substansial saat jarak mencapai lebih jauh dari 100 meter. Lain halnya dengan G.fast yang dapat mempertahankan kecepatan lebih cepat lebih panjang lagi dari tembaga.

Selain Deutsche Telekom, operator asal Inggris, BT juga telah menguji XG-Fast. Dalam kondisi dunia nyata di pusat penelitian Adastral Park, BT mencapai kecepatan 5,6 Gbps dengan kabel sepanjang 35 meter. Namun, lebih dari 100 meter, kecepatan turun menjadi 1,8 Gbps.

Nokia XG-Fast, Masa Depan Fixed Ultra Broadband

Telko.id – Masalah akses internet saat ini tidak hanya diminati untuk koneksi mobile saja. Di perumahan pun sudah dibutuhkan. Apalagi nanti, ketika era smart home, koneksi di perumahan maupun gedung menjadi sangat dibutuhkan melalui jaringan fiber to home.

Salah satu vendor yang cukup agresif di teknologi ini adalah Nokia. Dan teknologi yang kini sedang dikembangkan, salah satunya adalah XG-FAST. XG-FAST ini adalah lanjutan dari pengembangan yang dilakukan oleh Bell Labs atas teknologi G.fast Nokia yang sudah tersedia secara komersial. Ujicoba ini dilaksanakan di laboratorium kabel Deutsche Telekom di Darmstadt, Jerman pada ahir 2015 lalu oleh anak perusahaan Nokia, Alcatel-Lucent.

”Sebagai pimpinan global akses fixed ultra-broadband kami menawarkan kepada para operator sebuah paduan teknologi serat dan tembaga untuk menggelar layanan berkualitas tinggi dengan lebih cepat serta lebih hemat biaya. Ujicoba XG-FAST bersama Deutsche Telekom mewakili sebuah tonggak penting dalam upaya kami memperluas potensi tembaga mengirimkan kecepatan ultra-tinggi, sambil juga membawa serat lebih dekat kepada pengguna residensial dan bisnis,” sahut Federico Guillén, Presiden Fixed Networks, Nokia, menjelaskan.

Ujicoba tersebut menghasilkan kecepatan throughput data sebesar lebih dari 10 gigabit per detik (Gbps), sekitar 200 kali lebih cepat daripada kecepatan koneksi broadband residensial rata-rata saat ini. Dengan kecepatan yang dihasilkan tersebut, teknologi berbasis tembaga ini memungkinkan sebuah film HD berdurasi dua jam diunduh dalam kurang dari 10 detik, atau 1.000 foto diunggah dalam kurang dari dua detik.

Saat ini, jaringan Deutsche Telekom yang menggunakan VDSL2 Vectoring dan juga teknologi FTTH (fiber-to-the-home) baru mampu menawarkan kecepatan akses hingga 100 megabit per detik (Mbps) kepada konsumen. Dengan adanya teknologi XG-FAST yang inovatif memugkinkan Deutsche Telekom mengefisienkan penggunaan infrastruktur jaringan tembaganya. Selain itu juga, operator ini mampu memenuhi komitmennya terhadap target-target broadband nasional Jerman dengan memberikan lebih banyak bandwidth kepada lebih banyak pengguna.

“Dengan demonstrasi ini kami dapat melihat peluang-peluang masa depan XG-FAST dalam memaksimalkan aset-aset yang ada. Hal ini memberi opsi teknologi lain yang dapat memungkinkan kami menawarkan konektivitas kecepatan tinggi kepada konsumen kami secara cepat serta hemat biaya, dan pada saat yang sama, membawa infrastruktur serat kami lebih dekat kepada konsumen kami,” ujar Bruno Jacobfeuerborn, CTO Deutsche Telkom menjelaskan.

Teknologi seperti G.fast dan XG-FAST merupakan bagian terakhir jaringan tembaga yang telah ada untuk memberikan kecepatan seperti serat ke rumah-rumah dan perkantoran. XG-FAST masih dalam tahap awal pengujian lab, tetapi sejauh ini telah melampaui ekspektasi dalam ujicoba dengan beberapa konsumen.

Ujicoba XG-FAST bersama Deutsche Telekom menunjukkan bandwdith agregat melampaui 11 Gbps pada dua pasang ikatan kabel Kategori 6 sepanjang 50 meter. Pengujian serupa menggunakan kabel drop standar menggambarkan XG-FAST layak untuk aplikasi fiber-to-the-front door dan mampu mencapai tingkat agregat melampaui 8 Gbps pada kabel sepanjang 50 meter. Seluruh ujicoba dilaksanakan dengan menggunakan perangkat purwarupa dari Bell Labs pada kondisi laboratorium.

XG-FAST juga mampu mengirimkan layanan simetris 1 Gbps pada jarak 70 meter sehingga memungkinkan operator memberikan kecepatan seperti serat di dalam gedung dengan menggunakan jalur-jalur telefon yang ada serta mampu mengeliminasi kebutuhan untuk pemasangan kabel baru. Hal ini memungkinkan waktu instalasi lebih cepat serta mengurangi kerepotan pengguna akhir. (Icha)