spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1684

Tak Mau Tertinggal, Uni Eropa Siapkan Action Plan untuk Kembangkan 5G

0

Telko.id – Aksi sejumlah negara (khususnya di Asia) dalam mengembangkan 5G tampaknya menjadi ‘ancaman’ tersendiri bagi negara-negara Eropa. Buktinya, Uni Eropa baru-baru ini mengurai niatnya untuk meluncurkan action plan untuk mengembangkan jaringan seluler 5G, yang akan mempercepat koneksi internet secara signifikan. Rencana ini dibuat dalam upaya menghindari ketertinggalan dari kawasan lain.

“Komisi akan bekerja sama dengan industri untuk menyiapkan action plan 5G yang terkoordinasi untuk Eropa,” kata Komisaris Digital Uni Eropa, Gunther Oettinger dalam acara Mobile World Congress, di Barcelona.

Ia menambahkan, action plan ini rencananya akan diadopsi pada akhir tahun ini dan akan melibatkan perusahaan telekomunikasi serta pemain utama dari sektor otomotif, energi, media dan energi.

Eropa telah memimpin kompetisi dalam teknologi GSM – standar asli untuk jaringan seluler pada tahun 1990-an – tetapi tertinggal di belakang Amerika Serikat dan Asia dalam peluncuran koneksi 4G.

Sektor bisnis telah berulang kali menyerukan kepada Uni Eropa untuk meningkatkan kualitas infrastruktur komunikasi mobile, mengatakan bahwa jaringan yang tidak memadai menghambat penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan. khususnya ketika Eropa secara perlahan mulai keluar dari resesi.

“Kita perlu belajar dari kegagalan. Kita tidak bisa tertinggal dalam transformasi yang paling penting dari masyarakat sejak revolusi industri,” kata komisaris Uni Eropa.

Seperti diketahui, jaringan seluler 5G menjanjikan koneksi yang lebih baik untuk mengatasi semakin meningkatnya jumlah pengguna internet mobile. Uni Eropa memperkirakan film definisi tinggi dapat diunduh dalam enam detik dengan teknologi baru ini. Bandingkan dengan waktu enam menit yang dibutuhkan untuk mengunduhnya dengan 4G.

Selain itu, jaringan 5G baru juga bisa membuka berbagai layanan dengan mengalirkan data pada kecepatan yang lebih cepat, memungkinkan layanan seperti operasi jarak jauh atau mobil tanpa pengemudi dan memungkinkan pelanggan untuk menikmati video dan virtual reality dengan mudah. Demikian dilaporkan Phys, Rabu (24/2).

Saat ini, ITU (International Telecommunication Union) juga mengatakan bahwa negara-negara anggota telah menyetujui rencana untuk merinci bagaimana menyelaraskan standar untuk 5G, dengan peluncuran yang diharapkan terjadi pada tahun 2020.

Lampaui Target, Pengguna Global Mobile Connect GSMA Kini Capai 2 Miliar

0

Telko.id – Dalam ajang Mobile World Congress yang tengah berlangsung di Barcelona, Spanyol, Direktur Umum GSMA (asosiasi operator seluler GSM seluruh dunia) Mats Granryd mengatakan bahwa inisiatif Mobile Connect GSMA telah memiliki lebih dari 2 miliar pengguna global saat ini.

Menurut Mats, konektivitas 24/7 adalah “hal yang bagus,” merujuk pada apa yang menjadi tema dalam MWC 2016, namun konsumen dan operator harus memperhatikan masalah privasi dan keamanan dengan kian banyaknya identitas online dan password.

Berkaca dari kenyataan itu, GSMA pun meluncurkan Mobile Connect dua tahun yang lalu, atau lebih tepatnya dalam ajang Mobile World Congress 2014. Ini merupakan sebuah inisiatif yang memberikan konsumen identitas tunggal berbasis ponsel yang memungkinkan mereka untuk mengakses beberapa layanan mobile dan digital dengan aman.

Beberapa operator yang menawarkan layanan berdasarkan Mobile Connect diantaranyaa América Móvil, Axiata Group (Bangladesh, Indonesia, Sri Lanka), China Mobile, China Mobile Pakistan (Zong), China Telecom, China Unicom, DNA, Elisa, Globe Telecom, Indosat Ooredoo, Mobilink, Mobitel, Orange (Mesir, Perancis, Maroko, Spanyol), Sunrise, Swisscom (Swiss), Telefónica Group (Argentina, Meksiko, Peru, Spanyol), Telenor Group (Bangladesh, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Thailand), TeliaSonera (Finlandia) , Telkomsel, Telstra, TIM dan Turkcell (Turki).

“Dengan diluncurkan Mobile Connect secara global, operator seluler memenuhi peran penting dalam lingkunp identitas digital, memberikan pengguna kontrol atas data mereka sendiri dan memungkinkan konsumen, bisnis dan pemerintah untuk berinteraksi dan mengakses layanan online dalam lingkungan yang nyaman, privat dan terpercaya,” ungkap Granryd seperti dilansir dari TradeArabia, Rabu (24/2).

Tahun lalu organisasi ini menetapkan target 1 miliar pengguna, ungkap Granryd, meskipun ia mengaku tidak memiliki bukti tertulis untuk target itu.

“Kami telah melampaui itu. Kami sekarang memiliki lebih dari 2 miliar pengguna,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman GSMA, yang tak lain mantan CEO Telenor, Jon Fredrik Baksaas menuturkan bahwa GSMA selama ini sering berjuang untuk menyelaraskan tujuan dengan pihak lain yang ada di industri untuk menghasilkan skala yang diperlukan untuk berbagai inisiatif.

“Tapi pada kesempatan ini kami telah berhasil,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dengan perpindahan dari 4G ke 5G, dengan meningkatnya angka koneksi dan layanan, konsep identitas akan menjadi semakin penting.

ZTE Tandatangani Kontrak Pre5G

0

Telko.id – ZTE mengumumkan bahwa pihaknya telah menandatangani MOU Pre5G dengan Hutchison Drei Austria, Perjanjian tersebut ditujukan untuk membangun site Pre5G pertama di Eropa. Sekedar informasi, Drei merupakan bahasa lain dari 3 dalam bahasa Jerman. Nama Drei juga diambil karena ingin mrnciptakan kesan dari perusahaan global namun rasa lokal.

Dalam sebuah wawancara kelompok di ajang Mobile World Congress di Barcelona, VP ZTE  Zhang Jianguo mengatakan bahwa perusahaannya telah bekerjasama dengan Drei selama lebih dari enam tahun.

Zhang juga mengatakan bahwa kecepatan empat sampai enam kali lebih 4G LTE menjadi harapan mereka di lebih dari 6000 site LTE di Austria, dan Ia juga mengungkapkan bahwa handset untuk jaringan ini pun juga akan terus didukung ketersediaanya.

“Kegiatan ZTE melibatkan penggunaan inti teknologi 5G pada jaringan 4G agar dapat secara efektif mengurangi tekanan dari lonjakan lalu lintas data pada jaringan operator telekomunikasi ini sebelum standardisasi teknologi 5G diberlakukan,” ujar vendor asal China tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan ini juga memuat informasi mengenai roadmap mereka pada tahun lalu. Pada 2015, ZTE melakukan uji lapangan untuk Pre5G secara besar-besaran pada BTS MIMO di banyak operator, dan akan tersedia secara komersial dalam skala besar di tahun 2016.

Sementara itu, CTO Drei Matthias Baldermann mengatakan perusahaannya telah mengalami pertumbuhan lalu lintas yang dramatis dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 50% berasal dari basis video. “Kami merupakan ‘maverick’ di pasar Eropa, Kami memiliki pangsa pasar 28%, namun kami setidaknya menangani dua-pertiga dari semua lalu lintas di Austria,” ujarnya seperti dikutip dari laman TelecomAsia (24/2).

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa Drei akan memulai uji coba dari ‘gear’ ZTE terbaru dalam beberapa bulan ke depan.

Tuntutan data akan terus tumbuh dan sampai sejauh mana, kita tidak tahu,” tutup Baldermann.

Gandeng Telkom University, MLPT Gelar Kompetisi ‘Remaja Berkarya’

0

Telko.id – Salah satu system Integrator terkemuka di Indonesia, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sukses menggelar kompetisi bertajuk “Remaja Berkarya” baru-baru ini.

Menggandeng Telkom University sebagai panitia, kompetisi pembuatan aplikasi skala nasional setingkat SMA/SMK ini merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) MLPT, yang merupakan wujud perhatian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya di bidang pengembangan TI, dan sekaligus untuk mendukung pengembangan bakat dan minat generasi muda Indonesia di bidang teknologi/pengembangan aplikasi.

Adapun kriteria aplikasi yang dikompetisikan harus mencerminkan tentang budaya, ekonomi dan sosial Indonesia. Dengan publikasi kompetisi yang kurang dari 3 minggu sejak dibukanya pendaftaran pada awal Desember 2015, panitia telah menerima lebih dari 80 proposal dari berbagai SMA/SMK di seluruh Indonesia.

Melalui beberapa tahap penjurian, terpilih 20 semi finalis yang diberikan waktu 1 bulan untuk mengumpulkan aplikasinya, dan dalam seleksi terakhir terpilih 6 tim grand finalis dengan aplikasi terbaiknya, serta diundang ke kampus FIT Telkom University untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri yang terdiri dari tim MLPT dan tim dosen FIT Telkom University.

“Kami bangga akan generasi muda Indonesia, dimana melalui kegiatan CSR Remaja Berkarya ini bisa semakin mengasah minat dan bakat mereka khususnya di bidang teknologi. Kami berharap, bahwa teknologi juga dapat menjadi sarana untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat, yang bakal menumbuhkan inovasi-inovasi yang kelak dapat go international,” ungkap Solution and Infrastructure Business Director MLPT, Jip Ivan Sutanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/2).

Dekan Fakultas Ilmu Terapan Telkom University, Teguh Widodo, tak kalah mengurai rasa gembiranya melihat antusiasme siswa-siswi SMA/SMK di seluruh Indonesia terhadap perkembangan Teknologi Informasi (TI). Ia berharap, kerja sama antara Telkom University dan Multipolar Technology ini dapat memacu minat generasi muda Indonesia untuk menguasai TI, antara lain melalui pembuatan aplikasi-aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tiga pemenang kompetisi ini:

Juara 1 dengan hadiah sebesar Rp 15juta, adalah aplikasi berjudul Jampi Pandu buatan 2 siswa siswi dari SMA Santa Maria Surabaya.

Aplikasi ini bertujuan untuk memperkenalkan ragam jamu-jamuan tradisional kepada generasi muda Indonesia. Aplikasi ini selain berisi informasi tentang berbagai komposisi ramuan jamu untuk berbagai penyakit, juga dilengkapi dengan game seputar bentuk-bentuk komponen ramuan herbal seperti kunyit, kencur, jahe, kapulaga dan sebagainya.

Juara 2 dengan hadiah sebesar Rp 10juta, adalah aplikasi berjudul I Am Aps (Indonesia Amazing Application) buatan 3 siswi SMK Negeri 1 Cimahi.

Aplikasi ini mengambil tema budaya dari 34 propinsi di Indonesia, mulai dari rumah adat, alat musik tradisional, makanan khas, lagu tradisional sampai tokoh pahlawan nasional dari daerah tersebut. Ketiga siswi yang menggagas aplikasi ini berharap, agar setiap orang yang membuka aplikasi ini serta memainkan gamenya, khususnya generasi muda, dapat semakin mengenal dan mencintai budaya nasional Indonesia.

Juara 3 dengan hadiah sebesar Rp 5juta, diraih aplikasi Jejak Si Joki, karya 3 siswa-siswi SMK Telkom Sandy Putra Malang.

Games berbasis android yang rencananya akan segera dikembangkan ke sistim operasi iOS dan BlackBerry ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai budaya di Indonesia dengan cara yang fun. Daerah yang dipilih untuk permainan ini adalah Papua, Bali dan Ponorogo. Untuk dapat memainkannya, pengguna diwajibkan mengumpulkan koin dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar budaya dari masing-masing daerah tersebut.

Tiga grand finalis lainnya yaitu dari SMAN 2 Lumajang, SMK TI Madinatur Qur’an Jonggol, dan SMKN 1 Cimahi mendapatkan hadiah hiburan.

 

Indosat Ooredoo Ingin Tingkatkan Akses Internet Bagi Perempuan

0

Telko.id – Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) GSMA 2016 yang tengah berlangsung di Barcelona, Spanyol, asosiasi operator seluler GSM seluruh dunia meluncurkan The Connected Women Commitment Initiative. Inisiatif ini dihadirkan sebagai sebuah komitmen yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan secara gender bagi perempuan di negara berkembang untuk memperoleh akses internet dan peluang memanfaatkan layanan mobile money (mobile money services).

Indosat Ooredoo, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi digital terkemuka di Indonesia, memiliki perhatian dan komitmen yang kuat terhadap isu ini, dimana bersama dengan operator seluler anggota GSMA lainnya, menargetkan lebih dari 7 (tujuh) juta perempuan dari kalangan menengah ke bawah di berbagai negara berkembang dapat segera menikmati akses internet dan mendapatkan manfaat dari layanan mobile money, termasuk bagi perempuan di Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Rabu (24/2), President Director and CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli menegaskan komitmen Indosat Ooredoo untuk terus mendukung perempuan Indonesia untuk dapat terkoneksi dengan internet dan menikmati manfaat dari layanan mobile money dalam rangka meningkatkan peran dan kualitas hidup perempuan Indonesia.

“Industri telekomunikasi di Indonesia telah memainkan berbagai peran penting dalam perkembangan ekonomi beberapa tahun terakhir. Saat ini Indonesia memiliki 278 juta pengguna seluler, melebihi jumlah populasi sebesar 250 juta, dimana jumlah perempuan yang telah memiliki akses internet hanya sebesar 13 juta orang. Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan koneksi internet dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai hasil studi menyatakan bahwa perempuan menjadi kunci utama dari pengembangan masyarakat. Indosat Ooredoo mendukung inisiatif GSMA Connected Women, melalui komitmen meningkatkan akses perempuan ke mobile internet dari 40% menjadi 43% di tahun 2020. Dengan visi yang kuat untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Indosat Ooredoo percaya dapat mewujudkan komitmen ini.

 

woman and internetSaat ini, perempuan kurang mampu di seluruh dunia termasuk di negara berkembang seperti Indonesia menghadapi 3 masalah kesenjangan, yaitu kesenjangan pengetahuan dalam menggunakan internet dan solusi digital untuk memperluas wawasan, kesenjangan kemampuan menambah penghasilan dan kesenjangan pendanaan atau akses layanan keuangan dan perbankan.

Menyadari berbagai kesenjangan tersebut yang juga dialami perempuan Indonesia, Indosat Ooredoo berkomitmen untuk turut mengatasi masalah tersebut melalui salah satu program CSR-nya yang fokus pada optimalisasi pemanfaatan ICT untuk perempuan yaitu INSPERA (Inspirasi Perempuan Indonesia).

INSPERA fokus pada 2 hal, yakni meningkatkan kemampuan dan keterampilan perempuan untuk dapat memperoleh penghasilan, serta memberikan akses pendanaan dan layanan keuangan, serta meningkatkan jumlah perempuan untuk mendapatkan akses informasi dan fasilitas telekomunikasi melalui berbagai layanan dan aplikasi, kegiatan komunitas perempuan, seminar, sharing, pameran digital dan enterprenership.

Pemberdayaan perempuan dengan memberikan koneksi internet dan layanan laku pandai serta meningkatkan pengetahuan digital dan akses informasi ini diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas kehidupan perempuan Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan perempuan dan financial inclusions.

Berbagai studi mengatakan pemberdayaan ekonomi perempuan akan memiliki manfaat berlipat, khususnya bagi anak-anak mereka dengan indikasi pendidikan dan kesehatan yang semakin baik.

Ini Beda Digital Workspace VMware Dengan Pemain Lain

0

Telko.id – VMware selaku pemain besar di segmen infrastruktur cloud dan mobilitas bisnis kembali meluncurkan solusi platform baru yang diberinaa Workspace ONE. Solusi ini merupakan sebuah platform yang simpel dengan segi kemanan sekelas enterprise untuk menyelenggarakan sebuah digital workspace yang aman, serta mendukung terwujudya sebuah gaya bekerja yang flleksibel.

Solusi dari VMware ini juga mendukung sebuah konsep Bring Your Own Device (BYOD) yang saat ini sedang menjadi mega tren di seluruh industri yang ada. berbicara mengenai keunikan dan perbedaannya dengan pemain lain, Adi Rusli Selaku Senior Director and Country Manager VMware Indonesia mengungkapkan, “Position kami unik, karena kami memiliki fleksibiliti dan memberikan pilihan kepada pelanggan untuk mejalankan aplikasi yang mereka miliki,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa solusi Digital Workstation mereka merupakan sebuah solusi yang fleksibel, terlepas berjalan di traditional infrastruktur ataupun berjalan pada level cloud untuk mengkonsumsi teknologi yang dimiliki perusahaan sejak lama ataupun untuk mengadopsi teknologi baru seperti mobile cloud, dan bisa digunakan oleh berbagai device yang mendukung.

“Saat ini hanya kami yang memiliki solusi arsitektur tersebut dan menawarkan hal tersebut ke pelanggan, sementara untuk pemain lain tidak menawarkan solusi yang lengkap seperti kami,” ucapnya.

Sekedar informasi, Pemain infrastrutur cloud seperti Microsoft Azzure hanyalah cloud services saja, mereka tidak bisa memberikan fleksibilitas kepada konsumen untuk mendeploys aplikasi pengguna yang diinginkan oleh pengguna tersebut.

Sekedar informasi, Solusi yang ditawarkan oleh VMware ini merupaan solusi yang lebih mengarah ke perilaku konsumer seperti, BYOD, akses data informasi melalui berbagai device serta untuk menyambut tren IOT kedepannya.

Berbicara mengenai penetrasi pasar, Adi mengungkapkan industri di Indonesia yang paling cepat dalam mengadopsi teknologi ini adalah industri, Asuransi, keuangan multi finance, distribusi serta retail, agent surveyor dan juga perbankan.

Beberapa industri tersebut memiliki puluhan bahkan ratusan agen yang terkoneksi dengan device dan perusahaan juga ingin mengonntrol untuk menjaga sekuriti dari data perusahaan tersebut. Selain itu dari sisi kemudahan untuk memberikan fleksibilitas kepada karyawan mereka untuk membawa device sendiri dan mengadopsi tren BYOD juga menjadi salah satu alasan sendiri bagi VMware untuk lebih menyasar segmen industri seperti tadi.

“Dengan menggunaka solusi ini, para karyawan bisa tetap memilii privasi yang tidak tercampur dengan data perusahaan yang ada di perangkat mereka seperti Smartphone, Laptop maupun tablet,” tambah Adi.

Solusi ini sejatinya juga memungkinkan menyasar sektoral bisnis penidikan. Bagaimana tidak, denga hadirnya solusi Digital Workspace dari VMware, pihak sekolah bisa menyelenggarakan ‘sekolah online’ yang tentunya dapat memberikan efiiensi bagi para guru, serta siswa sehingga mereka tidak perlu lagi datang kesekolah.

“Sejatinya solusi seperti tersebut sudah di adopsi di dunia pendidikan, sebagai contoh di negara tetangga yakni malaysia, sejatinya mereka memanfaatkan mobilitas untuk siswa, namun untuk di Indonesia belum mengarah kearah sana,” Ucap Adi Rusli kepada tim Telko.id di Jakarta (23/2).

Workspace ONE, Solusi VMware Hadapi Tren BYOD

0

Telko.id – salah satu penyedia solusi infrastruktur cloud dan mobilitas bisnis, VMware kembali menghadirkan sebuah solusi baru. Solusi ini dihadirkan oleh VMware untuk menghadapi mega tren Bring your Own Device (BYOD). Seperti diketahui, konsep kerja BYOD di perusahaan menjadikan karyawan bisa bergek bebass dan lebih fleksibel. Tren ini juga menjadikan para karyawan dapat bekerja secara lebih efisien.

Solusi terbaru yang dimaksudkan adalah platform Workspace ONE, yakni digital workspace yang menyuguhkan kemudahan bagi para pengguna nya dan juga menyuguhkan keamanan yang tinggi sekelas enterprise. Digital workspace ini juga diharapkan dapat dapat memenuhi seluruh kebutuhan mobilitas bisnis bagi kalangan end user maupun pekerja IT di perusahaan tersebut.

Bukan hanya untuk karyawan kantor, hadirnya solusi ini juga dapat memberikan kemudahan kepada para profesional IT di sebuah perusahaan untuk mengelola user, perangkat serta aplikasi yang dibutuhkan oleh berbagai departemen di suatu perusahaan. Workspace ONE juga menjanjikan sebuah efisiensi bagi perusahaan dalma hal efisiensi waktu.

Adi Rusli, Senior Director and Country Manager VMware Indonesia mengungkapkan, “Indonesia tercatat memiliki lebih dari 106 juta pelanggan perangkat bergerak saat ini. Sebuah digital workspace dibutuhkan oleh perusahaan untuk memberikan kemudahan bagi pengelola IT dalam menyelenggarakan dan mengelola banyaknya pengguna, perangkat yang berbeda-beda, serta aplikasi yang efisien untuk menyelesaikan berbagai tugas perusahaan,” ucapnya pada saat peluncran solusi ini di Jakarta (23/2).

Adi juga menyebut, VMware workspace ONE ini dapat disesuaikan dengan berbagai skema bisnis perusahaan guna mendukung terciptanya kolaborasi antara berbagai aplikasi milik perusahaan, berbagai perangkat yang banyak digunakan dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Workspace ONE memiliki beberapa keunggulan bila dibandinkan dengan solusi serupa yang dihadirkan oleh penyedia lain.Berikut beberapa keunggulan dari Workspace ONE,

  • Platform ini mampu memberikan akses ke aplikasi-aplikasi terbaru perusahaan baik itu aplikasi cloud, mobile dan windows sehingga memberikan kemudahan akses kepada karyawannya.
  • Akses mobile single-sign On sekali sentuh pertama di industri yang dilengkapi dengan patent pending Secure App Token System (SATS).
  • Mendukung berbagai perangkat sehingga sesuai dengan perusahaan yang menerapkan BYOD atau perangkat khusus dari perusahaan.
  • Tampilan antarmuka (user interface) versi sistem operasi mobile (iOS, Android dan Windows 10) sehingga dapat dikonfigurasi dengan laptop, smartphone maupun tablet.
  • Mendukung aplikasi mobile perusahaan sepertiblayaknya aplikasi konsumen yg biasa digunakan seperti evernote, email luar seperti Gmail dan Yahoo, kalender, kontak, konten serta chatting yang dapat dioperasikan dengan mudah.
  • Mendukung aplikasi SaaS pihak ketiga seperti Atlassian Jira, GitHub dan Jenkins yang memungkinkan developer untuk memanfaatkannya lebih jauh.
  • Keamanan yang ketat untuk melindungi bocornya data perusahaan dengan memadukan pengelolaan identitas dan perangkat menggunakan Compliance Check Conditional Access pertama di industri.
  • Penambahan aplikasi keamanan dengan pelacakan lokasi GPS, melakukan blacklist/whitelist, serta plug-in pihak ketiga milik mitra Airwatch® Mobile Security Alliance.

Berbicara mengenai harga,VMware Workspace One ini rencananya akan mulai tersedia secara luas pada kuartal ini. Dan solusi yang ditawarkan terdiri dalam berbagai versi diantaranya yaitu edisi standar, advance dan edisi enterprise dengan harga mulai dari USD8 per user per bulan untuk berlangganan cloud dan USD150 per user untuk lisensi on-premises perpetual.

Machina Research: Koneksi 5G IoT Tembus 10 Juta Pada 2024

0

Telko.id – Machina Reasearch belum lama ini mengungkap penelitian pertamanya mengenai kemungkinan adopsi 5G dalam Internet of Things. Menurut riset tersebut, akan ada sekitar 10 juta koneksi IoT global menggunakan 5G pada 2024, sebesar 0,5 persen dari seluruh koneksi IOT seluler. IoT akan menguasai seperempat dari semua koneksi 5G, yang akan berjumlah 41 juta.

Connected car (atau mobil terkoneksi), disebut-sebut akan mendominasi tahap awal peluncuran 5G dalam Internet of Things, yakni sekitar tiga-perempat dari koneksi IoT. Demikian prediksi analis perusahaan, sebagaimana dilaporkan Total Telecom, Selasa (23/2).

“5G di awal-awal kemunculannya sebagian besar adalah tentang konektivitas lebih cepat untuk PC, tablet dan handset, daripada IoT,” kata Matt Hatton, CEO Machina Research.

Ia menambahkan, sebagian besar aplikasi IoT tidak akan menuntut bandwidth tinggi dan jaringan dengan latency rendah yang dijanjikan 5G, tetapi ada beberapa pengecualian.

“Penelitian Machina menunjukkan bahwa sekitar tiga perempat dari 10 juta sambungan IoT pada 2024 akan berada di sektor connected car,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga menyoroti CCTV dan signage digital sebagai pengadopsi awal 5G paling potensial.

Machina percaya bahwa pasar Asia yang maju, yakni Jepang dan Korea Selatan akan memimpin jalan dalam teknologi ini pada tahun 2020-21, dengan Eropa, China dan Amerika Utara menyusul beberapa tahun kemudian.

Dorong Adopsi Cloud di Ranah Telko, Ericsson Gandeng AWS

0

Telko.id – Ericsson sepertinya tidak main-main ketika menyebut 5G, IoT dan cloud sebagai agenda utamanya tahun ini. Hal itu dibuktikan perusahaan yang berbasis di Swedia ini dengan menjalin kemitraan global dengan Amazon Web Services (AWS). Tujuannya adalah mendorong adopsi cloud di kalangan operator.

Dilansir dari ETTech, Selasa (23/2), kerjasama yang diumumkan dalam ajang Mobile World Congress yang saat ini tengah berlangsung di Barcelona, Spanyol ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas dari Ericsson untuk mengajak penyedia layanan telekomunikasi untuk mengadopsi layanan cloud ketimbang mengandalkan sepenuhnya pada pengoperasian komputer internal mereka yang membantu mereka untuk menjalankan layanan mobile yang lebih efisien.

Ericsson akan menyediakan perangkat lunak yang membantu penyedia layanan telekomunikasi untuk memanfaatkan layanan cloud Amazon sambil memungkinkan mereka untuk mengontrol data pelanggannya untuk persyaratan lokalisasi dan melestarikan enkripsi data penuh.

Selain perangkat lunak, Ericsson juga mengatakan bahwa mereka akan membentuk tim global ahli dalam menggunakan AWS Cloud. Selain itu, perusahaan juga akan membangun “cloud innovation centers,” dimana beberapa staf-nya akan datang dari Swedia, pun demikian tenaga kerjanya. Semua sistemnya, tentu saja akan dijalankan oleh Amazon Web Services.

“Kami mulai ini di Australia dalam kemitraan dengan Telstra,” kata Anders Lindblad, Kepala unit bisnis awan dan IP Ericsson seperti dikutip Total Telecom.

“Penyedia layanan telah datang kepada kami dan menanyakan bagaimana mereka dapat menggunakan platform (awan) ini… untuk meningkatkan infrastruktur mereka,” jelas Terry Wise, wakil presiden ekosistem mitra worldwide AWS.

Ia menambahkan, Ericsson adalah pasangan yang sempurna bagi AWS dalam inisiatif ini. Dan penjanjian ini akan membantu AWS dalam mempercepat pertumbuhan bisnis layanan telekomunikasi awannya.

Tak Mau Ketinggalan, Facebook Ikut Kembangkan 5G

0

Telko.id – Belum juga tuntas segala urusan Facebook dengan inisiatif terakhirnya – yang menjanjikan internet gratis ke daerah rural di belahan bumi ini – kini perusahaan yang digawangi Mark Zuckerberg itu kembali membuat berita. Lebih tepatnya hari Minggu kemarin, Facebook telah meluncurkan sebuah inisiatif teranyar yang diberi nama Telecom Infra Project (TIP). Menggandeng beberapa perusahaan besar seperti Deutsche Telekom, SK Telecom, Intel, dan Nokia, inisiatif ini dirancang untuk membantu membangun jaringan nirkabel generasi berikutnya.

Dilansir dari technologyreview, Selasa (23/2), Facebook dan beberapa mitranya ini mencoba mempercepat proses itu dengan membuat desain dari peralatan jaringan nirkabel open source. Mereka berharap perusahaan-perusahaan akan berbagi informasi dan mempercepat tingkat di mana jaringan baru dapat dibangun dan diaktifkan.

Sebelumnya, kita telah mendengar banyak obrolan mengenai berapa lama lagi hingga jaringan ultrafast 5G tiba. Konsensus saat ini adalah awal 2019, meskipun ada rencana untuk menggelarnya pertama kali, baik di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia maupun Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan.

Dalam sebuah posting di situsnya, Facebook mengatakan bahwa dengan orang-orang semakin intensif berbagi media, seperti video definisi tinggi dan bahkan pengalaman virtual reality di masa depan, infrastruktur telekomunikasi tradisional “tidak bergerak secepat kebutuhan orang.”

Facebook, Intel, dan Nokia telah berjanji untuk menyumbangkan referensi desain awal proyek tersebut untuk meningkatkan jaringan komunikasi 5G yang dapat diterapkan operator saat mereka membutuhkannya.

Menurut Kepala Insinyur Facebook, Jay Parikh, proyek ini akan “menghasilkan keuntungan yang signifikan dalam biaya dan efisiensi operasional baik untuk penyebaran di daerah pedesaan maupun perkotaan.”

Saat ini, Facebook dan kawan-kawan telah meluncurkan pilot studi berdasarkan prinsip-prinsip di balik TIP untuk menghubungkan sebuah desa kecil di Filipina, yang sebelumnya tidak memiliki cakupan selular, dengan internet. Pun demikian dengan beberapa daerah pedesaan di Skotlandia.