spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1641

Airtel Akan Jual Banyak Tower di Afrika

0

Telko.id – Airtel akhirnya menggunakan strategi penjualan menara  di kawasan Afrika untuk mengurangi utang dan memotong belanja modal mereka.

Bharti Airtel telah setuju untuk menjual 950 menara telekomunikasi di Republik Demokratik Kongo (DRC) untuk perusahaan menara independen yakni Helios Towers Afrika, penjualan ini termasuk menara yang sedang dalam konstruksi.

Meskipun ukuran kesepakatan itu tidak diungkapkan, Helios mencatat bahwa hal itu akan meningkatkan jumlah menara di Afrika menjadi lebih dari 6.500 tower. Sementara itu, hal ini juga membantu Airtel untuk mengurangi utang dan belanja modal di Afrika. Dilaporkan TotalTelecom(7/5), Airtel akan memiliki akses penuh ke menara di bawah kontrak sewa jangka panjang.

Christian De Faria, ketua eksekutif dari Bharti Airtel Internasional Belanda, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sejalan dengan strategi divestasi infrastruktur pasif dan mempromosikan berbagi menara.

“Airtel tetap berkomitmen untuk DRC dan akan terus berinvestasi dalam operasinya dan melayani pelanggan dengan layanan kelas dunia,” katanya.

Sekadar informasi, Bharti Airtel beroperasi pada bisnis seluler di 17 pasar di seluruh Afrika, meskipun telah setuju untuk menjual unit di Burkina Faso dan Sierra Leone ke Orange. Menurut Economic Times of India, operasi perusahaan di Afrika tidak pernah membukukan laba sejak memasuki tahun 2010. Unit Afrika membukukan rugi bersih sebesar USD 59 juta dalam tiga bulan sampai akhir Maret, hal ini sejatinya sebuah penurunan, karena sebelumnya mereka menderita kerugian sebesar USD183 juta di tahun lalu.

Perusahaan ini sebelumnya memiliki 15.000 menara di Afrika, namun secara bertahap mereka telah menjual mereka melalui penawaran dengan perusahaan tower. Pada bulan Maret misalnya, American Tower setuju untuk membeli 1.350 menara Airtel di Tanzania.

Pada bulan Juli 2015, perusahaan telko ini mendapatkan USD 1,3 miliar dari penjualan menara di lima pasar. Pengumuman itu terjadi beberapa hari setelah Bharti menyelesaikan penjualan 4.700 menara di Nigeria kepada American Tower.

Dengan menjual menara, Airtel nampaknya telah mengikuti tren global. Pasalnya, sebagian besar operator seluler menjual menara untuk mengurangi utang dan memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada bisnis layanan inti mereka.

Pada bulan April lalu, sebuah studi oleh TowerXchange meramalkan bahwa perusahaan tower independen akan memiliki 48% dari menara seluler di Eropa pada tahun 2020.

Q1 2016, Laba Bersih Deutsche Telekom Naik Empat Kali Lipat

0

utTelko.id – Deutsche Telekom melaporkan peningkatan empat kali lipat pada laba bersih perusahaan untuk kuartal ini, menjadi EUR 3.125 miliar dari EUR 787 juta tahun lalu. Hal ini salah satunya dipicu keuntungan yang diperoleh perusahaan dari penjualan sahamnya di EE, sebesar EUR 2,5 miliar.

Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan di operator Jerman ini naik 12,9 persen menjadi EUR 5,2 miliar, diikuti pendapatan yang juga naik 4,7 persen menjadi EUR 17,6 miliar, yang dipimpin oleh kinerja yang kuat dari T-Mobile AS.

Dilaporkan Telecompaper, Jumat (6/5), pendapatan di AS naik 13,2 persen menjadi EUR 7.816 miliar, sementara penjualan di Jerman turun 2,5 persen menjadi EUR 5.452 miliar – disebabkan oleh penjualan handset yang menurun – dan di seluruh Eropa turun 2,4 persen menjadi EUR 3,080 miliar, dipengaruhi oleh efek forex. T-Systems diuntungkan dari kontrak besar di Belgia dan melihat kenaikan pendapatan 6,1 persen menjadi EUR 2.045 miliar.

DT meningkatkan belanja modal (tidak termasuk spektrum) 11,9 persen tahun-ke-tahun menjadi EUR 2.831 miliar. Depresiasi yang lebih tinggi dan amortisasi yang dihasilkan berarti laba bersih yang disesuaikan, tidak termasuk keuntungan EE, naik hanya 1,1 persen. Peningkatan dalam kas capex mengakibatkan penurunan moderat dalam free cash flow dari 5 persen menjadi EUR 822 miliar.

Deutsche Telekom mengkonfirmasi prospeknya untuk hasil setahun penuh, untuk peningkatan pendapatan dan EBITDA yang disesuaikan naik lebih dari 6 persen.

Bobol Gmail & Yahoo, Hacker Beberkan Jutaan Username dan Password

0

Telko.id – Layanan email termasuk Gmail, Yahoo Mail dan Hotmail telah menjadi korban peretasan, mengekspos jutaan username dan password pengguna.

Menurut Reuters, pembobolan data yang melibatkan sekitar 273.3 juta akun online ini telah dilaporkan oleh ahli keamanan Alex Holden dari Hold Security. Dalam laporannya, disebutkan bahwa ada 57 juta akun dari penyedia email Rusia Mail.ru, yang datanya dilanggar, bersama 40 juta akun Yahoo Mail, 33 juta akun Hotmail dan 24 juta akun Gmail.

Selain itu, pelanggaran ini juga dilaporkan berisi ratusan ribu alamat email Jerman dan Cina serta ribuan username/password combo yang merupakan milik karyawan dari perbanka, manufaktur dan perusahaan ritel AS.

Hold Security sepertinya menerima data ini secara langsung dari sang hacker, yang menjual kumpulan data tersebut dengan harga yang anehnya sangat murah, yakni kurang dari US$1. Namun Holden lebih memilih mengatakan pada sang hacker bahwa ia akan menulis “komentar baik” tentangnya di berbagai forum hacker, dan itu cukup untuk membuat si hacker menyerahkan data yang dicurinya.

Sekitar sepuluh hari yang lalu, Hold Security mulai menginformasikan perusahaan yang terkena dampak dari pelanggaran data; kebijakan perusahaan adalah mengembalikan data yang dicuri ke perusahaan yang terkena dampak. Demikian dilaporkan Engadget, Jumat (6/5).

Perlu dicatat bahwa sementara puluhan juta akun Gmail, Yahoo dan Hotmail terpengaruh, persentase total akun yang dikompromikan dibandingkan dengan total yang beredar relatif kecil. Google misalnya, baru-baru ini mengumumkan bahwa lebih dari satu miliar orang yang menggunakan Gmail. Namun, mengingat kecenderungan orang untuk menggunakan kembali password, pelanggaran ini bisa memiliki efek yang lebih luas jangkauannya.

Bagaimana pun, lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal kemudian, bukan?Seperti bunyi kampanye Kaspersky, your password is like your underwear. Jadi, sudah seharusnya jika Anda menggantinya berulang kali. Agar aman.

Perang Ride Sharing Memanas, Siapa Bakal Menang?

0

Telko.id – Setelah sukses ‘menyabet’ penumpang dari mode transportasi tradisional, ride sharing atau transportasi berbasis aplikasi kini seakan berperang dengan sesamanya.

Hal ini terlihat dari beberapa fitur yang ditambahkan dari beberapa penyedia layanan seperti GoJek, Grab serta tak ketinggalan Uber. Geliat peperangan ini dimulai ketika GoJek, salah satu startup terkenal di negeri ini meluncurkan fitur baru pada layanan mereka, yakni Go Car.

Pada awalnya, GoJek sendiri lebih mengutamakan transportasi berbasis sepeda motor, sebelum akhirnya mulai bermain di beberapa fitur seperti Go-Send, Go-Food, Go-Mart. Go-Box, Go-Busway, Go-Clean, Go-Glam, hingga Go-Massage. Pun, meski kesemua layanan GoJek tersebut masih memanfaatkan sepeda motor sebagai alat transportasi, namun saat ini GoJek seakan ‘keluar dari jalurnya’ dengan memanfaatkan sarana transportasi lain seperti mobil pribadi yang tertuang pada fitur Go-Car.

Sementara itu Grab, perusahaan ride sharing asal Malaysia yang memulai kiprahnya di Indonesia dengan menyediakan jasa pemesanan taksi seolah tak mau ketinggalan dari GoJek.

Melihat GoJek yang populer dengan sepeda motornya pada saat itu, perusahaan yang di awal kehadirannya datang dengan nama Grab Taxi kemudian ikut dengan fitur serupa, bernama Grab Bike.

Melalui proses promo tarif yang cukup ketat, akhirnya Grab Bike juga mulai menjadi solusi bagi transportasi masyarakat di kota-kota besar, khususnya Jakarta. Kemudian, ketika muncul sebuah rumor bahwa Uber juga akan hadir di Jakarta, Grab langsung mengambil langkah antisipasi dengan meluncurkan fitur Grab Car. Jika dilihat sejak awal, Grab juga bisa dibilang ‘keluar jalur’ dari yang awalnya hanya menyediakan layanan taksi, berkembang menjadi penyedia layanan mobil pribadi tanpa memiliki armada mobil tersebut.

Lalu bagaimana dengan Uber?

Perusahaan asal Amerika Serikat yang kehadirannya kerap menuai banyak protes di berbagai negara ini akhirnya menginjakkan kakinya di Tanah Air. Masih menggunakan filosofi sebelumnya, yakni menggunakan mobil pribadi sebagai mode transportasi, Uber juga tidak luput dari kecaman di Jakarta.

Mulai dari perizinan yang masih bermasalah dengan pemprov DKI hingga persaingan dengan taksi konvensional yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Namun, seiring dengan berjalannya wakttu Uber mulai bisa diterima dan menjadi solusi transportasi bagi para masyarakat di Ibu Kota yang tidak memiliki mobil pribadi.

Melihat sepak terjang Uber dengan ‘taksi gelap’-nya, lantas membuat dua pesaingnya mengekor dengan menghadirkan fitur serupa. Grab dengan Grab Car-nya dan GoJek dengan Go-Car.

Persaingan pun dimulai, bukan lagi dengan aturan pemerintah dan taksi konvensional, melainkan dengan sesama perusahaan ride sharing. Setelah dua perusahaan ride sharing menghadirkan transportasi mobil pribadi, Uber juga ikut ‘keluar jalur’ dengan menghadirkan UberMotor di Jakarta.

Dan tidak berhenti sampai di situ. Yang terbaru, Grab malah tak mau ketinggalan dan kembali mengekor GoJek dengan menghadirkan layanan serupa, bertajuk GrabFood. Di negara asalnya, Uber bahkan telah lebih dulu unjuk gigi dengan UberEATS.

Melihat persaingan ini, Tim telko.id mencoba mengkomparasi tarif yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia jasa ini. Kami membandingkan tarif pemesanan transportasi menggunakan mobil dari dan menuju lokasi yang sama.

20160502_134528_1

Dari komparasi di atas, terlihat bahwa Uber sedikit lebih unggul dengan tarif yang sedikit lebih murah, yakni Rp4.000 ketimbang dua pesaingnya, Go-Car dan Grab Car. Perang tarif dan kualitas layanan mungkin akan terjadi diantara tiga ride sharing ini.

Lantas, siapakah yang akan lebih diuntungkan dengan ‘peperangan’ ini? Semoga saja kita, para pengguna yang harus senantiasa berperang dengan kemacetan Jakarta. [ak/if]

 

Gandeng SpeedUp, Telkomsel Perkuat Ekosistem 4G

Telko.id – Telkomsel kembali melakukan sebuah gebrakan dengan menyediakan sebuah perangkat yang dapat mendukung koektivitas 4G mereka. Perangkat ini bukanlah sebuah smartphone melainkan sebuah modem wifi atau yang biasa disebut sebagai MiFi.

Bekerjasama dengan SpeedUp, Telkomsel meluncurkan MiFi yang di beri nama ‘Speed Up MiFi 4G LTE’. MiFi ini sendiri mampu berjalan pada konektivitas 3G, sehingga dapat mengakomodir kebutuhan data pengguna meskipun sedang berada di wilayah yang nihil 4G.

Agus Mulyadi, VP Sales and Marketing Telkomsel Jawa Bali mengatakan, “Kita  dari Telkom Grup sudah sepakat untuk meningkatkan kualitas broadband kita bersama-sama, kita sudah melaunching 4G kita di 104 kota, sehingga kecepatan broadband di masing-masing kota tersebut bisa meningkat. Salah satu caranya adalah dengan hari ini kita launching MiFi Telkomsel untuk bersama-sama mengembangkan dan menggunakan kualitas jaringan Telkomsel. Kami harapkan, kedepannya pengguna 3G juga sudah menggunakan perangkat 4G,” ujarnya di sela pelunncuraan MiFi ini di Jakarta (04/5).

Lebih lanjut, Agus menyebukan bahwa bukan hanya jaringan dan juga perangkat saja, sebagai cara memperkuat eksosistem, Telkomsel juga kini telah mengembangkan berbagai aplikasi dan menjaring banyak startup yang tergabung kedalam indigo incubator.

Sementara itu, Direktur Business DevelopmentSpeedUp, Rahmad Widjaja Sakti, menuturkan, “Kami melihat bahwa masyarakat saat ini cenderung menyukai hal yang simple. Karena itu, SpeedUp MIFI 4G LTE ini dibekali dengan one click button yang sangat memudahkan pengguna dalam mengoperasikan MIFI dengan menggunakan Aplikasi android SpeedUp 4G LTE.” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa alasan SpeedUp untuk kembali ke perangkat modem adalah karena saat ini masyarakat sudah mulai ‘aware’ terhadap dunia internet semenjak hadirnya 4G.

Sekilas mengenai modem wifi ini, SpeedUp MIFI 4G LTE dilengkapi dengan layar berbasis OLED yang memudahkan pengguna untuk mengetahui informasi mengenai masa aktif kartu serta kuota internet. MIFI ini mampu mendukung jaringan LTE FDD : B3/8 (900/1800MHz) , 3G WDCMA (2100MHz) serta fitur unggulan seperti Zero setting yang dapat langsung digunakan oleh pengguna.

Disamping itu, pengguna hanya perlu scan QR-code yang tercantum dalam box produk atau dengan mengunduh aplikasi android di google play dengan kata kunci Speedup 4G LTE sehingga memudahkan untuk manage SpeedUpMifi 4G LTE melalui smartphone berbasis Android. SpeedUp MIFI 4G LTE juga mendukung pengecekan pulsa dan masa aktif kartu dengan one-click button yang sangat memudahkan pengguna. MiFi ini memiliki kapasitas baterai sebesar 2050 mAh yang dapat digunakan hingga 8 Jam.

Uniknya, SpeedUp membanderol MiFi ini dengan cuma-cuma alias gratis. Untuk anda yang meginginkan MiFi ini, anda hanya perlu membeli paket internet Telkomsel yakni 12GB per bulan selama 12 Bulan yang dibandrol dengan harga Rp 190.000 per bulan selama 12 bulan dengan pembagian kuota internet 9GB di jaringan 4G, 1GB all network dan 2GB Midnight dari Jam 24.00 hingga 09.00. Paket bundling SpeedUp MIFI 4G LTE simPATi 12-12 ini akan tersedia di GraPARI nasional.

Melalui kerjasama ini, Telkomsel juga menargetkan MiFi ini terjual hingga 100 ribu perangkat sampai dengan akhir tahun ini. Entah sebagai sebuah solusi untuk menguatkan Ekosistem 4G atau hanya sekadar untuk meningkatkan ARPU dari Telkomsel, tinggal anda simpulkan sendiri.

 

SpeedUp : Mifi Kami Telah Penuhi TKDN

0

Telko.id – Setelah sempat tertidur lama, SpeedUp nyatanya kembali ke industri telekomunikasi Tanah Air dengan meghadirkan sebuah Modem Wifi atau MiFi. Sekadar informasi, sebelumnya SpeedUp juga pernah menghadirkan sebuah modem dongle yang biasa digunakan untuk memberikan akses internet pada laptop ataupun PC beberapa tahun lalu.

Hadir lagi, SpeedUp menyatakan bahwa MiFi mereka telah lolos persyaratan TKDN untuk perangkat 4G selain handset. Seperti diketahui, bahwa pada tahun ini setidaknya para vendor perangkat 4G harus mengantongi minimal 20% kandungan lokal pada perangkat yang mereka pasarkan di Indonesia.

Adalah Direktur Business Development dari SpeedUp, Rahmad Widjaja Sakti yang menyebutkan, “Sampai dengan saat ini, tinngkat TKDN kita sudah menyentuh angka 20,22% berdasarkan kombinasi dari hardware dan software dengan komposisi 80-20,” ujarnya pada saat peluncuran MiFi nya di Jakarta (04/5).

Rahmad menambahkan, bahwa pihaknya telah merakit MiFi ini di Indonesia, dengan melakukan assembly di Indonesia serta membuat software yang mendukung teknologi mereka, sehingga mempermudah dalam hal penggunaan MiFi ini.

Mengenai perkembangan TKDN untuk perangkatnya di tahun depan, Rahmad menjawab, “Kita sih ikut pemerintah saja, tapi jika ditanya tahun depan inginnya gimana, kita tentu menginginkan agar komposisi software lebih ditingkatkan,” Jelas Rahmad.

Ketika disinggung mengenai kerjasama lain dengan operator selain Telkomsel, Rahmad menjawab ada kemungkinan mengenai hal tersebut karena MiFi tersebut nyatanya sudah di unlock sejak awal.

Sekadar informasi, SpeedUp MIFI 4G LTE dilengkapi dengan layar berbasis OLED yang dapat memudahkan pengguna untuk mengetahui informasi mengenai masa aktif kartu serta kuota internet.

MIFI ini juga dilengkapi dengan jaringan LTE FDD : B3/8 (900/1800MHz) , 3G WDCMA (2100MHz) serta fitur unggulan seperti Zero setting yang dapat langsung digunakan oleh pengguna. Disamping itu, pengguna hanya perlu scan QR-code yang tercantum dalam box produk atau dengan mengunduh aplikasi android di google play dengan kata kunci Speedup 4G LTE sehingga memudahkan untuk manage SpeedUpMifi 4G LTE melalui smartphone berbasis Android. SpeedUp MIFI 4G LTE juga mendukung pengecekan pulsa dan masa aktif kartu dengan one-click button yang sangat memudahkan pengguna.

 

Huawei Sedang Review Penawaran Dari Bakrie Telecom

0

Telko.id – Salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bakrie Telecom yang dilakukan pada 28 April 2016 lalu adalah untuk menerbitkan obligasi konvertibel senilai 56% dari saham di perusahaan, yang kemudian akan dibagi ke 50 krediturnya. Kreditur dari Bakrie Telecom yang paling besar adalah Huawei.

Bakrie Telecom yang dulu merupakan operator CDMA ini pun berencana untuk membayarkan hutangnya pada Huawei dengan memberikan obligasi sebesar 9% dari total Obligasi konvertibel yang bernilai sekitar Rp7 triliun atau setara US$530.5 juta, dengan harga per sahamnya Rp200, empat kali lebih tinggi dari harga perdagangan perusahaan saat ini. Selain itu, yang kebagian obligasi adalah operator menara telekomunikasi independen Indonesia Protelindo dan SUPR yang akan menerima saham senilai masing-masing 7% dan 6,8%.

Dalam RUPSLB tersebut perusahaan juga menyetujui untuk melakukan penerbitan saham baru di harga Rp200 melalui Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Hasil dari penerbitan saham tersebut digunakan untuk pembayaran utang sebesar Rp7,6 triliun. Hal ini merupakan implementasi Perjanjian Perdamaian antara BTEL dan para krediturnya yang disepakati pada tanggal 8 Desember 2014 lalu.

Namun, Huawei sendiri masih belum menyetujui langkah yang akan dilakukan oleh Bakrie Telecom tersebut. “Kami sedang mereview penawaran dari Bakrie Telecom tersebut. Dan kami sampai saat ini belum menjadi share holder dari Bakrie Telecom,” ujar Yunny Christine, Senior Corporate Communication Manager Public Affairs and Communications Department Huawei Tech Investment, menjelaskan.

Ditambahkan juga oleh Yunny bahwa sampai saat ini, Huawei masih fokus untuk bermain di bisnis nya yang saat ini digeluti yakni sebagai perusahaan ICT. Belum ada pembicaraan untuk menjadi operator. (Icha)

Bobol Instagram, Anak Ini Dapat US$10.000

0

Telko.id – Seorang anak berusia 10 tahun telah menerima uang sebesar US$10.000 atau setara Rp133 juta dari Facebook, setelah berhasil membobol Instagram.

Bocah asal Finlandia bernama Jani ini berhasil menemukan cara untuk menghapus komentar pengguna lain dari server Instagram. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan bug keamanan dalam kolom komentar aplikasi tersebut.

Jani memamerkan keahliannya ini di hadapan tim Instagram dengan menghapus komentar yang mereka posting dalam akun palsu (dibuat khusus untuk uji coba). Menurut sang ayah, seperti dilaporkan situs berita Finlandia, Iltalehti, Jani dan saudara kembarnya terbilang cukup produktif dalam menemukan celah di situs yang tampaknya aman, tetapi pembobolan Instagram adalah pencapaian terbesar mereka sampai saat ini.

Hadiah US$10.000 ini merupakan bagian dari program Bug Bounty Facebook, yang tak lain merupakan pemilik Instagram, yang menawarkan imbalan untuk White Hat hacker dan peneliti lain yang menemukan bug atau kelemahan keamanan dalam kode mereka. Pada 2015, Facebook dikabarkan membayar US$936.000 untuk 210 peneliti yang berbeda. Demikian dilaporkan Engadget, Rabu (4/5).

WhatsApp Kembali Melenggang, Setelah Berkali-kali Diblokir di Brazil

0

Telko.id – Setelah dua hari lalu sempat memerintahkan lima operator seluler utama untuk memblokir akses WhatsApp, seorang hakim di Brazil akhirnya membatalkan penangguhan aplikasi perpesanan milik Facebook itu.

Hal ini terjadi menyusul banding yang dilakukan WhatsApp, demikian dilaporkan Reuters.

Sebelumnya, seorang hakim negara bagian Sergipe telah memerintahkan operator seluler Brazil untuk memblokir akses ke WhatsApp selama 72 jam. Alasan perintah itu tidak dipublikasikan adalah karena kerahasiaan hukum dalam kasus yang sedang berlangsung di pengadilan setempat.

Dalam sebuah pernyataan, WhatsApp mengaku “kecewa dengan keputusan yang ada,” apalagi setelah perusahaan melakukan yang terbaik untuk bekerja sama dengan pengadilan Brazil.

Larangan itu pun berakhir setelah 24 jam, ketika banding dilakukan. Diperkirakan, sekitar 100 juta pengguna WhatsApp di Brazil terpengaruh atas pemblokiran ini.

Sementara itu, operator seluler Brazil, TIM menanggapi larangan atas WhatsApp dengan menawarkan pelanggan SMS gratis.

Perseteruan antara WhatsApp dan otoritas berwenang di Brazil bermula ketika perusahaan gagal untuk mematuhi dua perintah pengadilan untuk berbagi informasi dalam kasus pidana.

Menyusul itu, otoritas berwenang di Brazil pun menangkap wakil presiden Facebook untuk Amerika Latin, Diego Dzodan. Kala itu, polisi federal di Sao Paulo mengatakan, mereka membawa surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh hakim pidana dari distrik Lagarto, di negara bagian terkecil Brazil, Sergipe. Sebuah pernyataan yang dirilis oleh pasukan itu mengatakan bahwa Facebook telah diperintahkan oleh pengadilan untuk memberikan bukti yang akan membantu penyelidikan “kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba.”

Nokia akan Tangani Jaringan Ooredoo di Seluruh Qatar

0

Telko.id – Nokia telah mengumumkan kontrak tiga tahun dengan Ooredoo untuk memperluas jaringan mobile di seluruh Qatar.

Kesepakatan ini dibangun di atas hubungan yang sudah ada, dimana Nokia telah menyediakan teknologi carrier aggregation LTE-A untuk ibukota Qatar, Doha. Perusahaan mengklaim bahwa mereka telah mencapai kecepatan download maksimum 375Mbps. Demikian dilaporkan Telecom, Rabu (4/5).

Kesepakatan ekspansi antara Nokia dan Ooredoo mencakup keseluruhan spektrum teknologi mobile dari 2G ke LTE-A, dengan jaringan yang dihasilkan dipasarkan di bawah merek Supernet Ooredoo.

“Kami terus mengembangkan Ooredoo Supernet untuk memberikan pengalaman internet sebaik mungkin, bekerja dengan berbagai pemimpin teknologi internasional seperti Nokia,” kata Kepala Exec Ooredoo Qatar, Waleed Al-Sayed. “Dengan menerapkan teknologi mutakhir dari Nokia, kami akan terus secara aktif meningkatkan kinerja jaringan dari 2G sampai LTE-A, dan memberikan berbagai manfaat sosial, keuangan dan bisnis untuk Qatar.”

Sementara itu, bos Nokia Timur Tengah, Bernard Najm mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan perkembangan penting lain dalam hubungan Nokia dengan Ooredoo Qatar, dimana perusahaan melanjutkan sukses penyebaran teknologi LTE di seluruh negeri.

“Teknologi mobile broadband kami memungkinkan penyedia layanan untuk mengimbangi tuntutan data pelanggan yang berkembang pesat saat ini dan di masa depan,” katanya

Ooredoo juga telah mengumumkan peluncuran produk Business Reach Mobile di Oman, yang memberikan perusahaan fungsi switchboard untuk perangkat mobile mereka tanpa memerlukan peralatan fisik mereka sendiri dengan menyimpannya di awan.

“BRM Suite akan memberikan pengguna nomor akses tunggal dengan beberapa line untuk mengontrol semua lalu lintas yang masuk dan keluar, memberikan akurasi dan efisiensi,” kata Al Shanfari, Direktur Pemasaran Bisnis di Ooredoo.