spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 16

Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026.

Capaian itu tumbuh 1,5% secara tahunan (YoY) di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi.

Perusahaan pelat merah itu juga mencatat EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin 48,3%. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum akselerasi eksekusi strategi TLKM 30.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, tekanan pada laba bersih bersifat transisional dan non-cash. Hal itu dipengaruhi percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Secara fundamental, kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional bahkan tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

Segmen B2C Tumbuh Berkat Perbaikan Pasar

Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan Rp27,6 triliun atau naik 1,3% YoY. Pertumbuhan itu didorong oleh pendapatan bisnis digital dan peningkatan payload data sebesar 2,3% YoY.

Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendongkrak ARPU menjadi Rp45.100, naik 6,4% YoY. Dian optimistis industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan,” katanya.

B2B Infrastructure Catat Pertumbuhan 6,8%

Segmen B2B Infrastructure menjadi motor pertumbuhan lain. Pendapatan segmen ini mencapai Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8% YoY. Ekspansi Fiber-to-the-Tower (FTTT) menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

Mitratel, anak usaha Telkom di bidang menara, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4% YoY. EBITDA margin Mitratel tetap stabil di 82,7%.

Sepanjang kuartal pertama, Mitratel memperluas jaringan fiber optik sepanjang 1.080 km, sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km.

Bisnis data center juga menunjukkan perkembangan. Pendapatan diperoleh dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Konsolidasi aset data center menjadi langkah strategis untuk membuka peluang perluasan layanan dan monetisasi aset.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun. Layanan interkoneksi tumbuh 18,9% QoQ berkat peningkatan aktivitas international wholesale voice business.

Sementara itu, segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp3,1 triliun. Restrukturisasi yang sedang berlangsung membuat aktivitas bisnis melandai. Namun, langkah itu dinilai perlu untuk mendorong margin yang lebih sehat dan memperkuat posisi kompetitif jangka panjang.

Transformasi Berjalan Sesuai Rencana

Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti. Efisiensi operasional terus dilakukan melalui streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo.

Content image for article: Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

Salah satu progres yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis. Proses itu ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026. Divestasi diharapkan membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group.

Di sisi unlock value, Telkom tengah mempersiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia. Proses itu ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Langkah ini sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal.

Saat ini kontribusi bisnis fiber masih di kisaran 15%. Perusahaan menargetkan peningkatan menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur dan operasional yang berjalan penuh.

Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International untuk menangkap potensi kebutuhan industri di tengah adopsi teknologi berbasis AI.

Dian menutup pernyataannya dengan optimisme. “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan mengutamakan prinsip disiplin operasi,” pungkasnya. (Icha)

KBank dan Ant International Perkuat Pembayaran Lintas Negara

0

Telko.id – KASIKORNBANK (KBank) dan Ant International resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan infrastruktur keuangan terintegrasi.

Kerja sama ini bertujuan menghadirkan pengalaman pembayaran yang lebih cepat, andal, dan mudah dikembangkan bagi Ant International beserta para pelanggannya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini akan menggabungkan kapabilitas layanan keuangan teregulasi milik KBank dengan solusi AI finansial dari Ant International.

Kolaborasi ini memungkinkan transaksi lintas negara dalam mata uang USD secara real-time selama 24/7. Inisiatif ini akan memanfaatkan Blockchain Deposit Accounts dari Kinexys by J.P. Morgan, unit bisnis blockchain terdepan di bawah J.P. Morgan Payments, guna mendukung pergerakan likuiditas USD secara real-time.

Dr. Karin Boonlertvanich, Executive Vice President of KASIKORNBANK, mengatakan, “Kolaborasi ini mengatasi kendala utama dalam sistem keuangan lintas negara saat ini, di mana pergerakan likuiditas masih terhambat oleh infrastruktur yang terfragmentasi”.

Ia menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan blockchain ke dalam sistem keuangan teregulasi, kami menciptakan arus dana yang lebih berkelanjutan, transparan, dan mudah dikembangkan antara jaringan global dan ekonomi lokal.

Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan transaksi secara signifikan sekaligus memungkinkan operasional tanpa henti selama 24/7.

KBank dan Ant International juga akan mengupayakan pengembangan solusi menyeluruh yang mencakup penerimaan pembayaran, proses kliring, hingga penyelesaian transaksi. Seluruh pengembangan ini tetap bergantung pada persetujuan hukum dan regulasi yang berlaku.

Kolaborasi ini akan meningkatkan efisiensi transaksi dan settlement Ant International, sehingga arus kas para pelaku usaha menjadi lebih lancar. Inisiatif ini merupakan lanjutan dari kolaborasi yang telah berjalan antara KBank dan layanan pembayaran global Ant International.

Melalui Alipay+, platform dompet digital dari Ant International, aplikasi mobile banking KPLUS milik KBank kini terhubung dengan ekosistem global yang mencakup 150 juta pelaku usaha dan 1,8 miliar akun konsumen di seluruh dunia.

Integrasi dengan Antom pun turut memperkuat posisi KPLUS sebagai salah satu opsi pembayaran di Google Pay bagi pelaku usaha di Thailand.

Solusi Fintech untuk Pelaku Usaha Kecil

Kelvin Li, General Manager of Platform Tech and Senior Vice President at Ant International, mengatakan, “Di berbagai pasar berkembang, pemimpin industri seperti KBank tengah mendorong kesiapan masyarakat menghadapi ekonomi global yang semakin terhubung melalui adopsi teknologi AI dan blockchain yang aman dan lebih luas. Kami bangga dapat mendukung KBank melalui solusi fintech ini guna memberdayakan merchant di Thailand, khususnya pelaku usaha kecil, dengan solusi pembayaran yang lebih efisien agar dapat berkembang di pasar global.”

MoU ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan sistem keuangan lintas negara yang terintegrasi dan mudah dikembangkan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi serta keandalan sistem pembayaran global mendukung perdagangan internasional.

Kolaborasi ini sejalan dengan tren global perluasan sistem pembayaran lintas negara. Di Indonesia, misalnya, Bank Indonesia terus memperluas QRIS ke delapan negara untuk memfasilitasi transaksi antarnegara. Sementara itu, Alipay+ juga telah memperluas jangkauan ke 100+ negara untuk mendukung pariwisata global.

Pengembangan serta kemungkinan penerapan inisiatif ini nantinya akan dilakukan dengan berkonsultasi bersama regulator terkait. Inisiatif baru dapat dijalankan setelah memperoleh seluruh persetujuan yang dibutuhkan.

Komitmen Jangka Panjang

KBank mengusung visi sebagai “Bank of Sustainability” dengan komitmen menghadirkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi, tata kelola yang kuat, dan pertumbuhan yang bertanggung jawab.

KBank juga terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin perbankan digital melalui berbagai inisiatif strategis yang mendorong inklusi keuangan dan interoperabilitas lintas negara, termasuk pengembangan infrastruktur berbasis blockchain serta ekosistem pembayaran on-chain yang teregulasi bersama para inovator global.

Sementara itu, Ant International merupakan perusahaan penyedia layanan pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial global terkemuka.

Melalui kolaborasi lintas sektor, baik swasta maupun publik, platform techfin terintegrasi milik Ant International mendukung institusi keuangan dan merchant dari berbagai skala untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif melalui beragam solusi pembayaran digital dan layanan keuangan berbasis teknologi terkini.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan sistem keuangan lintas negara yang lebih efisien di masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan AI, KBank dan Ant International berupaya menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah.

Di kawasan Asia Tenggara, inovasi pembayaran lintas negara terus berkembang pesat. Flip mempermudah pembayaran rumah sakit di Malaysia untuk wisata medis, sementara QRIS antar negara resmi masuk Jepang melalui Netzme. Semua ini menunjukkan bahwa integrasi sistem pembayaran lintas negara menjadi prioritas utama bagi berbagai pihak.

Dengan adanya kolaborasi antara KBank dan Ant International, ekosistem pembayaran digital di Thailand dan kawasan Asia Tenggara diprediksi akan semakin terintegrasi.

Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan bisnis mereka ke pasar global dengan lebih mudah dan efisien. (Icha)

Qualcomm Snapdragon C, Prosesor Entry-Level untuk Laptop Rp 5 Jutaan

Telko.id – Qualcomm Technologies resmi mengumumkan Snapdragon C Platform, prosesor entry-tier terbaru yang dirancang khusus untuk laptop entry-level.

Prosesor ini menyasar pelajar, keluarga, dan bisnis skala kecil dengan harga mulai dari US$300 atau sekitar Rp 4,8 juta.

Platform ini menawarkan kombinasi performa responsif, desain perangkat yang tetap dingin dan senyap, serta ketahanan baterai sepanjang hari.

Snapdragon C mendukung berbagai aktivitas harian seperti browsing, streaming video, hingga produktivitas dan video call.

“Di tengah meningkatnya biaya dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang, Snapdragon C menghadirkan kombinasi komputasi bernilai tinggi, ketahanan baterai sepanjang hari, kemampuan AI, dan performa responsif dalam perangkat yang tetap dingin dan senyap untuk memperluas pilihan platform,” ujar Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming, Qualcomm Technologies, Inc.

Kedar menambahkan bahwa pihaknya menawarkan pengalaman komputasi modern yang membantu ekosistem menjangkau audiens baru sekaligus memperluas akses terhadap teknologi yang andal dan hemat daya. Perangkat yang ditenagai Snapdragon C diperkirakan mulai tersedia di pasaran pada akhir tahun ini.

Content image for article: Qualcomm Rilis Snapdragon C, Prosesor Entry-Level untuk Laptop Rp 5 Jutaan

Performa AI di Segmen Entry-Level

Salah satu keunggulan Snapdragon C adalah kehadiran integrated NPU. Fitur ini memungkinkan kemampuan AI di segmen laptop entry-level yang sebelumnya jarang ditemui. Dengan NPU terintegrasi, pengguna bisa menikmati pengalaman komputasi yang lebih cerdas tanpa harus merogoh kocek dalam.

Snapdragon C dirancang untuk memberikan performa yang konsisten untuk berbagai tugas harian. Prosesor ini memastikan laptop tetap dingin dan senyap saat digunakan, bahkan untuk penggunaan dalam waktu lama. Efisiensi daya yang mutakhir menjadi kunci utama ketahanan baterai sepanjang hari.

Platform ini mendukung pengalaman browsing dan streaming video yang lancar. Pengguna juga bisa melakukan produktivitas ringan hingga menengah tanpa hambatan. Dengan harga yang terjangkau, Snapdragon C menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan perangkat andal untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemitraan dengan OEM Terkemuka

Qualcomm telah menjalin kemitraan dengan OEM terkemuka seperti Acer, HP, dan Lenovo. Perangkat dari vendor-vendor ini akan menjadi yang pertama menggunakan Snapdragon C. Kolaborasi ini memastikan ketersediaan laptop dengan prosesor baru di berbagai pasar global.

Laptop entry-level dengan Snapdragon C menawarkan nilai lebih dibandingkan kompetitor di kelas yang sama. Dengan harga mulai US$300, pengguna mendapatkan perangkat dengan performa modern, efisiensi daya tinggi, dan fitur AI yang biasanya hanya ada di perangkat lebih mahal.

Snapdragon C menjadi pilihan tepat bagi pelajar yang membutuhkan laptop untuk belajar online dan mengerjakan tugas. Keluarga juga bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan komputasi sehari-hari seperti browsing dan streaming. Sementara bisnis skala kecil yang berinteraksi langsung dengan pelanggan bisa mengandalkan perangkat ini untuk produktivitas.

Qualcomm terus memperluas portofolio prosesornya di segmen komputasi. Sebelumnya, perusahaan telah merilis Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 untuk kelas menengah. Mereka juga meluncurkan Snapdragon Wear Elite Platform untuk perangkat wearable.

Di segmen flagship, Qualcomm baru saja merilis Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang menjadi otak Galaxy S26. Ada juga Vivo Pad 6 Pro dan Xiaomi Pad 8 Series yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Dengan hadirnya Snapdragon C, Qualcomm kini memiliki lini prosesor yang lengkap dari entry-level hingga flagship. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyediakan solusi komputasi bagi semua segmen pasar.

Laptop dengan Snapdragon C diharapkan bisa menjembatani kesenjangan akses teknologi bagi masyarakat yang selama ini belum terjangkau.

Kehadiran Snapdragon C juga menjadi angin segar bagi industri laptop entry-level yang selama ini didominasi oleh prosesor dari Intel dan AMD.

Dengan efisiensi daya yang lebih baik dan dukungan AI, Qualcomm menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang mencari laptop dengan performa modern namun tetap terjangkau.

Perangkat perdana dengan Snapdragon C diperkirakan akan hadir di pasaran pada akhir tahun 2026. Konsumen bisa menantikan produk dari Acer, HP, dan Lenovo sebagai pionir penggunaan platform ini.

Dengan harga mulai US$300, laptop Snapdragon C menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih ke komputasi modern tanpa menguras kantong. (Icha)

Huawei Kembangkan Chip Baru di Tengah Sanksi AS

Telko.id – Huawei klaim tetap mampu mengembangkan chip canggih ditengah sanksi dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.

Perusahaan asal China tersebut bahkan menyebut tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menembus keterbatasan industri semikonduktor modern tanpa bergantung pada teknologi milik AS.

Meskipun sudah masih daftar hitam (entity list) dengan dalih mengancam keamanan nasional, Huawei tentu tidak hanya diam, kini perusahaan itu semakin percaya diri dengan merancang teknologi chip canggih baru.

Huawei juga mengklaim akan membuat chip setara proses fabrikasi 1,4 nanometer (nm) pada tahun 2031.

Melansir dari Kompas Tekno, dalam sebuah acara Internasional Symposium of Circuits and Systems (ISCAS) di Shanghai, Huawei menyampaikan dalam presentasinya bahwa sejumlah terobosan yang telah dikembangkan perusahaan selama enak tahun terakhir ini termasuk pendekatan baru dalam desain semikonduktor yang diklaim mampu mengatasi keterbatasan industri chip saat ini.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam presentasi tersebut adalah konsep baru bernama “Tau (𝜏) Scaling law”, yang digadang-gadang sebagai penerus dari Moore’s Law atau hukum Moore.

Hukum Moore sendiri sudah digunakan selama puluhan tahun sebagai acuan utama dalam perkembangan industri semikonduktor.

Baca Juga:

Jika pendekatan lama berfokus pada mengecilkan ukuran transistor, Huawei  kini mencoba pendekatan berbasis efisiensi waktu dan alur sinyal di dalam chip agar performa tetap meningkat tanpa harus selalu bergantung pada fabrikasi paling kecil.

Huawei juga memperkenalkan arsitektur baru bernama LogicFolding, yang dirancang untuk meningkatkan kepadatan transistor sekaligus mempercepat komunikasi data di dalam chip.

Teknologi ini diklaim dapat menjadi solusi saat industri semikonduktor mulai menghadapi batas fisik dan biaya produksi yang semakin tinggi untuk mengecilkan transistor ke ukuran ekstrem seperti 1,4 nm.

Teknologi LogicFolding akan diadopsi pada chip Kirin generasi berikutnya yang dijadwalkan meluncur musim gugur China 2026 atau sekitar September-November mendatang. Chip ini diklaim menawarkan peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Langkah Huawei ini menunjukkan bagaimana persaingan industri chip kini tidak lahi hanya soal performa, tetapi juga soal ketahanan rantai pasok dan kemandirian teknologi.

Meta Resmikan WhatsApp Plus, Produk Ini Ikut Berbayar.

Telko.id – Meta resmi memperkenalkan layanan berlangganan baru bernama WhatsApp Plus, sekaligus memperluas model monetisasi berbayar ke ekosistem media sosial mereka seperti Instagram dan Facebook.

Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Meta yang kini tidka lagi hanya mengandalkan iklan digital sebagai sumber pendapatan utama.

Melalui layanan WhatsApp Plus, pengguna akan mendapatkan sejumlah fitur tambahan yang tidak tersedia di versi gratis.

Beberapa fitur yang hadir antara lain seperti, kapasitas unggahan yang lebih besar, opsi personalisasi lebih luas, hingga fitur AI dan tools produktivitas tambahan yang terintegrasi langsung ke aplikasi.

Meta juga disebut mulai menghubungkan layanan premium ini dengan akun Instagram dan Facebook agar pengalaman pengguna lebih terintegrasi dalam satu ekosistem.

Baca Juga:

Melansir dari Kompas Tekno, Facebook Plus dan Instagram Plus menawarkan kemampuan untuk melihat seberapa banyak orang yang menonton ulang Story. Layanan berbayar ini juga memungkinkan pelanggan untuk membuat daftar audiens tanpa batas, di luar daftar Close Friends.

Pelanggan layanan berbayar ini juga bisa menampilkan Stories tertentu seminggu sekali agar dapat lebih banyak penonton. Fitur lainnya yaitu memperpanjang durasi tayang lebih dari 24 jam, hingga mengunggah posting langsung ke profil sekaligus membuat highlight, tanpa muncul di feed follower.

Meta juga menyediakan fitur seperti Super Heart yaitu animasi reaksi khusus untuk memberikan reaksi pada sebuah Stories, ikon aplikasi custom, font bio profil tambahan, serta pin profil ekstra.

 Menurut Meta, fitur-fitur ini ditujukan untuk kreator dan mereka yang ingin mengembangkan serta memahami audiens dengan lebih baik.

Kepala Produk Meta, Naomi Gleit juga menjanjikan lebih banyak fitur ke media sosial berbayarnya, yang akan ditambahkan di waktu mendatang.

Untuk harganya, Instagram Plus dan Facebook Plus dibanderol 3,99 dollar AS per bulan (sekitar Rp 71.073). WhatsApp Plus dipatok seharga 2,99 dollar AS per bulan (sekitar Rp 53.260).

Menurut Meta, paket Plus ditujukan bagi pengguna aktif yang menginginkan fitur tambahan di aplikasi.

Selain membuka sumber pendapatan baru di luar iklan, layanan ini juga menjadi cara Meta memaksimalkan basis pengguna yang sudah mencapai miliaran orang di seluruh dunia.

Meta menegaskan bahwa paket Plus tidak menggantikan layanan Meta Verified yang sebelumnya sudah tersedia.

Bagi pengguna, perubahan ini bisa menghadirkan pengalaman alikasi yang lebih kaya fitur, tetapi juga membuka kemungkinan bahwa beberapa kemampuan baru hanya tersedia lewat sistem langganan. Artinya, ekosistem media sosial ke depan kemungkinan akan semakin mirip seperti layanan streaming atau software subscribtion yang mengandalkan model pembayaran bulanan.

Xiaomi YU7 Jadi Seri EV Terlaris, Laba Q1 2026 Anjlok 43%

Telko.id – Seri Xiaomi YU7 resmi menjadi jajaran kendaraan listrik (EV) paling populer perusahaan, mengungguli model lainnya di tengah tekanan finansial yang signifikan.

Meskipun meraih sukses di segmen EV, Xiaomi justru melaporkan penurunan laba yang tajam pada kuartal pertama tahun fiskal 2026.

Secara keseluruhan, Xiaomi membukukan laba sebesar CNY 6,1 miliar pada Q1 2026 dengan pendapatan mencapai CNY 99,1 miliar.

Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar 43,1% dibandingkan laba CNY 10,7 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan pun turun dari posisi CNY 111,3 miliar pada Q1 2025.

Penurunan ini terjadi di tengah menurunnya pengiriman ponsel pintar Xiaomi secara volume. Namun, kabar baiknya adalah harga jual rata-rata (average selling price/ASP) perangkat justru meningkat. Strategi premiumisasi yang diusung Xiaomi mulai membuahkan hasil, meskipun belum mampu menopang laba secara keseluruhan.

Keberhasilan seri YU7 menjadi titik terang di tengah laporan keuangan yang lesu. Model EV andalan Xiaomi ini berhasil menarik minat konsumen di pasar domestik, China, yang merupakan medan pertempuran paling sengit bagi industri mobil listrik dunia. Popularitas YU7 disebut-sebut melampaui ekspektasi awal analis.

Meski demikian, peningkatan biaya riset dan pengembangan, serta investasi besar-besaran di sektor manufaktur EV, diperkirakan menjadi faktor utama yang menggerus margin keuntungan Xiaomi secara keseluruhan.

Perusahaan harus menyeimbangkan antara pertumbuhan agresif di segmen baru dengan profitabilitas bisnis inti.

Dari sisi ponsel, Xiaomi melaporkan volume pengiriman yang lebih rendah pada Q1 2026. Namun, tren premiumisasi terlihat jelas. Konsumen mulai beralih ke model-model flagship yang lebih mahal, seperti seri Xiaomi 17.

Hal ini membantu meningkatkan pendapatan per unit yang terjual.

Lonjakan penjualan seri Xiaomi 17 sebelumnya telah tercatat pada kuartal sebelumnya. Bahkan, Xiaomi 17 Pro Max mencetak rekor pre-order berkat fitur Magic Back Screen yang inovatif. Momentum ini diharapkan dapat berlanjut untuk menopang pendapatan perusahaan ke depannya.

Secara historis, Xiaomi telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang impresif. Pada Q2 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp261 triliun dengan lonjakan laba bersih hingga 75,4%.

Namun, fluktuasi ini menunjukkan betapa dinamisnya industri teknologi, terutama ketika perusahaan melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor otomotif.

Komitmen Xiaomi terhadap keberlanjutan juga terus berjalan. Laporan ESG 2025 yang baru dirilis menekankan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam seluruh lini produk dan proses produksi. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Xiaomi untuk menjadi pemain global yang bertanggung jawab.

Kendati laba menurun, Xiaomi masih memiliki kas yang cukup besar untuk mendanai ekspansi. Investor akan mencermati apakah perusahaan dapat mengubah popularitas YU7 menjadi profitabilitas yang berkelanjutan dalam waktu dekat.

Persaingan di pasar EV China yang dipimpin oleh BYD dan Tesla membuat margin keuntungan semakin tipis.

Analis memperkirakan bahwa kuartal-kuartal mendatang akan menjadi ujian bagi Xiaomi. Jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya rantai pasok, bukan tidak mungkin laba akan kembali pulih. Kunci utamanya ada pada keberhasilan monetisasi basis pengguna setia Xiaomi di segmen ponsel dan ekosistem.

Sementara itu, pasar global ponsel pintar masih menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lambat. Tekanan inflasi di berbagai negara membuat daya beli konsumen menurun. Xiaomi harus pintar-pintar menyusun strategi harga dan distribusi untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Kesuksesan Xiaomi YU7 menjadi bukti bahwa merek asal Beijing ini mampu bersaing di industri yang sama sekali baru. Dengan rekam jejak inovasi yang kuat, Xiaomi berpotensi mengulangi kesuksesan yang pernah diraihnya di pasar ponsel. Namun, jalan menuju profitabilitas di sektor EV masih panjang dan penuh tantangan. (Icha)

Ferrari Luce Pakai Layar Samsung Berlubang dan Bertumpuk

Telko.id – Ferrari resmi meluncurkan model terbaru bernama Luce yang dirancang oleh Sir Jony Ive, pendiri LoveFrom setelah meninggalkan Apple.

Mobil super ini tidak hanya menonjol dari segi desain eksterior, tetapi juga interiornya yang dipenuhi layar OLED buatan Samsung Display.

Ferrari Luce mengusung tiga zona layar digital dengan total empat ukuran panel berbeda: 12,9 inci, 12 inci, 10,1 inci, dan 6,3 inci. Yang paling menarik adalah penggunaan teknologi HIAA (Hole In Active Area) milik Samsung, yang sebelumnya dikenal dari punch-hole kamera selfie smartphone.

Namun, lubang di Ferrari Luce ini jauh lebih besar, sekitar 20 kali lipat dari lubang kamera ponsel pada umumnya.

“Samsung Display mampu sepenuhnya mendukung filosofi desain Ferrari Luce tentang integrasi perangkat lunak dan perangkat keras yang mulus. Sistem layar baru yang diterapkan di Ferrari Luce menghadirkan pengalaman kokpit yang belum pernah ada sebelumnya, di mana warisan Ferrari dan teknologi berorientasi masa depan hidup berdampingan secara harmonis,” ujar Ernesto Lasalandra, Chief Research & Development Officer Ferrari.

Desain Layar Bertumpuk dengan Jarum Fisik

Bagian binnacle atau panel instrumen di depan pengemudi menjadi sorotan utama. Panel ini terdiri dari dua lapisan OLED – panel 12 inci di bawah dan panel 12,9 inci di atas.

Lapisan bawah berfungsi menggambar elemen latar seperti indeks gauge, sementara lapisan atas memiliki tiga lubang melingkar. Jarum fisik tembus pandang menembus lubang-lubang tersebut, menciptakan efek tiga dimensi yang jauh berbeda dari tampilan layar datar 2D yang biasa ditemui di mobil lain.

Content image for article: Ferrari Luce Pakai Layar Samsung Berlubang dan Bertumpuk

Panel kontrol tengah menggunakan layar OLED 10,1 inci dengan fungsi yang bisa dikonfigurasi seperti jam, stopwatch, dan kompas. Panel ini juga memanfaatkan teknologi HIAA dengan tiga jarum fisik (jam, menit, detik) yang menembus layar, memberikan nuansa klasik yang dipadukan dengan teknologi modern.

Sementara itu, dua panel berukuran 6,3 inci dipasang di bagian belakang untuk penumpang kursi belakang. Panel-panel ini menyediakan kontrol iklim, pembacaan dinamika berkendara, dan informasi lainnya.

Harga dan Ketersediaan

Ferrari Luce dibanderol dengan harga fantastis, yaitu €550.000 atau sekitar Rp 9,6 triliun. Mobil ini merupakan edisi terbatas yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas.

Teknologi layar bertumpuk dan berlubang ini menjadi salah satu fitur paling unik yang membedakan Luce dari supercar lainnya.

Kolaborasi antara Samsung Display dan Ferrari menunjukkan bagaimana teknologi layar canggih bisa diintegrasikan ke dalam industri otomotif.

Samsung sendiri terus mengembangkan teknologi OLED untuk berbagai aplikasi, termasuk di sektor otomotif yang membutuhkan keandalan tinggi dan kualitas visual superior.

Perbandingan teknologi layar antara Samsung dan kompetitor juga menarik untuk disimak, seperti yang dibahas dalam artikel Samsung vs BOE.

Dengan pendekatan desain yang menggabungkan elemen analog dan digital, Ferrari Luce menawarkan pengalaman berkendara yang benar-benar baru. Kehadiran jarum fisik di tengah layar digital menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan inovasi, yang selama ini menjadi ciri khas Ferrari.

Samsung Display juga telah menunjukkan kemampuannya dalam memproduksi layar OLED untuk aplikasi premium lainnya, termasuk Samsung OLED TV yang menggunakan teknologi bebas pantulan dan AI.

Ferrari Luce dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada awal tahun depan. Dengan harga yang sangat eksklusif, mobil ini jelas bukan untuk semua orang, tetapi menjadi bukti nyata bagaimana teknologi layar bisa menjadi elemen desain yang menentukan karakter sebuah kendaraan. (Icha)

Karyawan Samsung Setujui Kesepakatan Baru, Bonus Fantastis Mengalir

Telko.id – Krisis besar yang mengancam produksi semikonduktor Samsung berhasil dihindari. Para pekerja di divisi chip Samsung resmi menyetujui kesepakatan upah baru yang akan memberikan mereka bonus besar, mencapai ratusan ribu dolar bagi sebagian karyawan.

Kesepakatan ini menjadi angin segah setelah Samsung menghadapi ancaman pemogokan buruh terbesar dalam sejarah perusahaan.

Para pekerja di Device Solutions, yang mencakup divisi memori, chipset, dan pabrik fabrikasi, sebelumnya menyuarakan ketidakpuasan terhadap besaran bonus yang mereka terima, terutama jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di SK Hynix.

Pemerintah Korea Selatan pun turun tangan untuk memfasilitasi negosiasi. Rencana pemogokan selama 18 hari yang sempat digaungkan serikat pekerja akhirnya ditangguhkan sementara waktu untuk memberi ruang bagi perundingan yang berlangsung antara 22 hingga 27 Mei.

Hasilnya, sebuah kesepakatan baru berhasil dirumuskan. Para pekerja kemudian memberikan suara dan menyetujui kesepakatan tersebut dengan margin yang besar—74 persen suara mendukung. Dengan ini, krisis suplai chip global yang sempat dikhawatirkan dapat dihindari.

Bonus yang akan diterima para pekerja sungguh fantastis. Beberapa pekerja di divisi memori Samsung dilaporkan akan menerima bonus hingga 416.000 dolar AS tahun ini.

Sebagai perbandingan, rata-rata gaji di Korea Selatan berkisar di angka 32.000 dolar AS per tahun. Ini tentu menjadi peningkatan pendapatan yang sangat besar bagi para pekerja. Pekerja di dua divisi semikonduktor lainnya juga akan menerima bonus besar, meskipun nominalnya tidak setinggi itu.

Seperti diketahui, Samsung memegang peranan krusial bagi perekonomian Korea Selatan. Perusahaan ini menyumbang hampir seperempat dari total ekspor negara tersebut. Lebih dari itu, bisnis memori Samsung sangat vital bagi industri elektronik global.

Perdana Menteri Korea Selatan sebelumnya memperkirakan bahwa jika pemogokan 18 hari benar-benar terjadi, kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai 1 triliun KRW, atau setara dengan sekitar 660 juta dolar AS.

Meskipun kesepakatan telah disetujui oleh serikat pekerja, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Kini, para pemegang saham Samsung justru menyuarakan ketidakpuasan.

Mereka keberatan karena kesepakatan ini tidak disetujui dalam rapat pemegang saham. Lebih buruk lagi, ketentuan bonus besar ini secara langsung akan mengurangi jumlah dividen yang seharusnya mereka terima.

Selain itu, Samsung juga harus menghadapi potensi gejolak di kalangan pekerjanya yang lain. Serikat pekerja yang mewakili divisi semikonduktor memang telah mendapatkan apa yang mereka minta. Namun, serikat pekerja yang mewakili divisi elektronik justru meninggalkan meja perundingan karena adanya perbedaan pendapat.

Serikat pekerja ini kini tengah meminta pengadilan untuk memblokir hasil pemungutan suara tersebut. Perlu dicatat, para pekerja di divisi elektronik tidak ikut serta dalam pemungutan suara.

Akibatnya, pekerja di bagian lain dari konglomerat Samsung akan menerima bonus yang jauh lebih kecil dibandingkan rekan-rekan mereka yang bekerja di sektor semikonduktor.

Situasi ini menjadi ujian baru bagi manajemen Samsung. Mereka harus menyeimbangkan kepuasan pekerja di satu sisi dengan kepentingan pemegang saham di sisi lain. Ketimpangan bonus antar divisi juga berpotensi menimbulkan kecemburuan dan menurunkan moral kerja secara keseluruhan.

Ke depannya, Samsung perlu mengelola dinamika internal ini dengan hati-hati. Jika tidak, konflik kepentingan antara berbagai kelompok pemangku kepentingan bisa kembali memanas.

Sementara itu, bagi industri teknologi global, kabar ini setidaknya memberikan kepastian bahwa pasokan chip dari Samsung tidak akan terganggu dalam waktu dekat.

Kesepakatan ini juga menunjukkan betapa besarnya kekuatan tawar pekerja di industri semikonduktor yang sangat terampil. Di tengah persaingan ketat dan permintaan yang tinggi, kehilangan tenaga ahli bisa menjadi bencana bagi perusahaan mana pun. (Icha)

Apple Kembangkan Fitur Anti-Snatch Otomatis untuk iPhone

Telko.id – Apple dilaporkan sedang mengembangkan fitur keamanan baru untuk iPhone yang bisa melindungi perangkat saat direbut atau dirampas dari tangan pengguna.

Fitur ini dirancang untuk mengunci ponsel secara otomatis ketika mendeteksi gerakan mendadak yang mencurigakan.

Menurut laporan terbaru, fitur anti-snatch ini akan bekerja dengan memanfaatkan sensor akselerometer pada iPhone. Sensor tersebut akan mendeteksi gerakan tiba-tiba yang biasanya terjadi saat ponsel dirampas. Jika sistem yakin bahwa perangkat telah dicuri, iPhone akan langsung mengunci layar tanpa perlu intervensi pengguna.

Cara kerja fitur ini disebut-sebut mirip dengan fitur Theft Detection Lock yang sudah lebih dulu hadir di perangkat Android. Namun, Apple dikabarkan menerapkan lapisan keamanan tambahan untuk mencegah penguncian yang tidak disengaja.

Sistem akan memeriksa apakah iPhone terhubung ke jaringan Wi-Fi tepercaya, seperti jaringan rumah atau kantor. Selain itu, fitur ini juga bisa mendeteksi lokasi yang familiar bagi pengguna. Jika ponsel berada di lingkungan yang dikenali, fitur anti-snatch tidak akan aktif sehingga pengguna tidak terkunci secara tidak sengaja.

Pendekatan ini mirip dengan mekanisme yang sudah digunakan Apple pada fitur Stolen Device Protection yang dirilis sebelumnya. Dengan demikian, pengguna tetap mendapatkan perlindungan maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan saat berada di tempat yang aman.

Belum Ada Jadwal Rilis Resmi

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari Apple mengenai kapan fitur ini akan diluncurkan ke publik. Laporan tersebut tidak menyebutkan versi iOS mana yang akan membawa fitur ini atau apakah fitur tersebut akan tersedia untuk semua model iPhone.

Namun, jika fitur ini benar-benar direalisasikan, langkah Apple ini akan menjadi respons langsung terhadap meningkatnya kasus pencurian ponsel di jalanan. Kehilangan iPhone bukan hanya soal kehilangan perangkat, tetapi juga data pribadi, foto, hingga akses ke aplikasi perbankan yang bisa disalahgunakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Apple memang terus memperkuat sistem keamanan perangkatnya. Mulai dari enkripsi end-to-end, Face ID yang semakin canggih, hingga fitur Stolen Device Protection yang memblokir akses ke pengaturan sensitif saat iPhone berada di lokasi asing.

Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan fitur keamanan Apple, Anda bisa menyimak artikel terkait Fitur Terbaru di iOS sebelumnya untuk memahami arah pengembangan software Apple.

Bagaimana Cara Kerja Fitur Anti-Snatch?

Fitur anti-snatch yang dikembangkan Apple ini mengandalkan kombinasi sensor gerak dan kecerdasan buatan untuk membedakan antara gerakan normal dan gerakan yang mencurigakan. Akselerometer pada iPhone akan merekam pola percepatan saat ponsel digerakkan.

Jika pola gerakan menunjukkan bahwa ponsel direbut secara paksa — misalnya dengan tarikan cepat ke arah tertentu — sistem akan segera mengaktifkan kunci layar.

Proses ini terjadi dalam hitungan detik, jauh lebih cepat daripada kemampuan pengguna untuk mengetikkan password atau menggunakan Face ID.

Namun, Apple tidak ingin fitur ini menjadi bumerang bagi pengguna. Oleh karena itu, sistem akan memverifikasi lokasi dan jaringan sebelum mengunci perangkat.

Jika iPhone terhubung ke Wi-Fi rumah atau berada di lokasi yang sering dikunjungi, fitur ini tidak akan aktif.

Langkah ini penting untuk mencegah situasi di mana ponsel terkunci saat pengguna hanya meletakkannya di meja atau saat berganti tangan. Dengan demikian, fitur ini tetap bisa diandalkan tanpa mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari.

Apple belum memberikan komentar resmi mengenai laporan ini. Namun, sumber yang dekat dengan pengembangan mengatakan bahwa fitur ini masih dalam tahap pengujian internal dan bisa berubah sebelum dirilis ke publik.

Kehadiran fitur anti-snatch ini tentu akan menjadi kabar baik bagi pengguna iPhone yang sering bepergian atau menggunakan ponsel di tempat umum. Dengan perlindungan tambahan ini, risiko kehilangan data akibat pencurian bisa diminimalkan secara signifikan.

Meskipun belum ada tanggal rilis, publik bisa menantikan pengumuman resmi dari Apple dalam waktu dekat. Biasanya, fitur keamanan baru diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran versi utama iOS, yang dijadwalkan pada pertengahan tahun.

Jika fitur ini benar-benar hadir, Apple akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu vendor smartphone dengan sistem keamanan terbaik di dunia. Pengguna tidak hanya mendapatkan perangkat yang canggih, tetapi juga perlindungan yang menyeluruh dari berbagai ancaman. (Icha)

Galaxy S26 Series Bantu Produktivitas dengan Tiga Fitur AI Cerdas

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan Galaxy S26 Series di tahun 2026 dengan sederet fitur produktivitas berbasis AI.

Jajaran ponsel AI terbaru ini dirancang untuk membantu pengguna menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis tanpa rasa khawatir. Mulai dari pengingat proaktif hingga pemindaian dokumen instan, semuanya dikemas dalam satu perangkat.

Galaxy S26 Series membawa fitur Galaxy AI yang semakin canggih. Tiga fitur utama yang disorot adalah Now Brief, Call Screening, dan Document Scan. Ketiganya bekerja secara mulus untuk mendukung produktivitas di tengah jadwal yang padat.

Samsung menyebut ponsel ini bukan sekadar smartphone dengan spesifikasi lebih cepat, melainkan pendamping andal yang memahami kebutuhan pengguna.

Galaxy S26 Series menghadirkan pengalaman AI yang lebih intuitif sebagai pendamping andal yang memahami kebutuhanmu.

Perusahaan asal Korea Selatan itu menekankan bahwa fitur-fitur ini membantu pengguna melakukan lebih banyak hal dengan lebih praktis dan minim kekhawatiran.

Now Brief: Pengingat Proaktif Sepanjang Hari

Fitur pertama adalah Now Brief yang kini lebih proaktif dan personal. Fitur ini memberikan pengingat tepat waktu bahkan sebelum pengguna menyadari kebutuhannya. Samsung merancang Now Brief untuk membantu pengguna tetap terorganisir sepanjang hari, terutama saat ada agenda dan meeting penting.

Rasa cemas menjelang awal minggu baru adalah hal yang wajar. Dengan Now Brief, pengguna bisa mendapatkan informasi penting secara tepat waktu. Semua aktivitas tetap berjalan lancar tanpa ada yang terlewat. Fitur ini bekerja secara otomatis berdasarkan kebiasaan dan jadwal pengguna.

Call Screening: Filter Panggilan Cerdas

Fitur kedua adalah Call Screening yang membantu menyaring gangguan. Di tengah hari kerja yang serba cepat, panggilan tak terduga dapat mengganggu konsentrasi, terutama saat meeting penting. Galaxy S26 Series menghadirkan solusi berbasis AI untuk menangani masalah ini.

Content image for article: Galaxy S26 Series Bantu Produktivitas dengan Tiga Fitur AI Cerdas

Call Screening mampu mengidentifikasi penelepon tak dikenal serta merangkum tujuan panggilan. Pengguna bisa memutuskan apakah panggilan tersebut penting untuk dijawab. Ini menjadi cara lebih aman untuk menangani panggilan tanpa harus langsung mengabaikannya. Fitur ini sangat berguna bagi profesional yang membutuhkan fokus tinggi.

Document Scan: Digitalisasi Instan

Fitur ketiga adalah Document Scan yang mengubah dokumen fisik menjadi format digital secara instan. Mulai dari struk, formulir, hingga catatan tulisan tangan, semuanya bisa dipindai dengan cepat. Fitur ini menggunakan AI untuk mengurangi distorsi dan gangguan seperti lipatan kertas atau jari yang tertangkap di foto.

Document Scan juga mampu menggabungkan beberapa gambar secara otomatis ke dalam satu file PDF. File ini siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pengiriman dokumen.

Aplikasi kamera pada Galaxy S26 Series juga dapat memindai teks dan kode QR dengan cepat. Fitur ini menyederhanakan pekerjaan administratif yang biasanya melelahkan.

Content image for article: Galaxy S26 Series Bantu Produktivitas dengan Tiga Fitur AI Cerdas

Galaxy S26 Series merepresentasikan evolusi Galaxy AI di tahun 2026. Bagi yang penasaran, Samsung menyediakan opsi untuk mencoba fitur flagship di HP lama melalui program Try Galaxy. Ini menjadi cara mudah untuk merasakan kecanggihan AI sebelum memutuskan upgrade.

Dengan ketiga fitur ini, Samsung ingin memastikan pengguna tetap produktif tanpa gangguan. Now Brief, Call Screening, dan Document Scan saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman yang mulus. Bagi yang sering bepergian, fitur-fitur ini juga bisa menjadi teman traveling yang cerdas.

Samsung Electronics Indonesia turut mengumumkan kehadiran Galaxy S26 Series di pasar dalam negeri. Fia Handayani, Public Relations Manager Samsung Electronics Indonesia, menjadi salah satu narasumber yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut. Perusahaan juga bekerja sama dengan Senyata PR untuk mengelola komunikasi publik.

Kehadiran Galaxy S26 Series menandai langkah maju dalam integrasi AI di perangkat mobile. Samsung tidak hanya meningkatkan performa dan spesifikasi, tetapi juga menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih intuitif. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pengguna melakukan lebih banyak hal dengan cara yang lebih praktis.

Bagi yang tertarik, Galaxy S26 Series sudah bisa didapatkan di berbagai toko resmi Samsung. Pengguna juga bisa mengunjungi Samsung Newsroom untuk berita terbaru. Dengan harga yang kompetitif, ponsel ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan produktivitas maksimal.

Samsung juga menyediakan berbagai aksesori pendukung untuk Galaxy S26 Series. Mulai dari casing pelindung hingga charger cepat, semuanya tersedia secara terpisah. Pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.

Galaxy S26 Series hadir dalam beberapa varian, termasuk model Ultra yang disebut-sebut sebagai yang paling ganas. Setiap varian menawarkan fitur AI yang sama, namun dengan perbedaan pada spesifikasi hardware. Samsung memastikan bahwa pengalaman Galaxy AI tetap konsisten di semua model.

Dengan segala keunggulannya, Galaxy S26 Series siap menjadi andalan baru bagi para profesional dan pengguna aktif. Fitur-fitur AI yang cerdas membuat ponsel ini lebih dari sekadar alat komunikasi. Ia adalah asisten digital yang siap membantu kapan saja.

Bagi yang ingin merasakan langsung, Samsung mengundang pengguna untuk mencoba perangkat ini di gerai terdekat. Demo unit sudah tersedia di berbagai lokasi. Pengguna bisa menguji fitur Now Brief, Call Screening, dan Document Scan secara langsung.

Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi AI yang bermanfaat bagi masyarakat. Galaxy S26 Series adalah bukti nyata dari komitmen tersebut. Dengan inovasi yang berkelanjutan, Samsung ingin menciptakan masa depan yang lebih terhubung dan cerdas. (Icha)