spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

ARTIKEL TERKAIT

Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026.

Capaian itu tumbuh 1,5% secara tahunan (YoY) di tengah tekanan makroekonomi yang masih membayangi.

Perusahaan pelat merah itu juga mencatat EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin 48,3%. Laba bersih tercatat Rp4,3 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum akselerasi eksekusi strategi TLKM 30.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan, tekanan pada laba bersih bersifat transisional dan non-cash. Hal itu dipengaruhi percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama fase transformasi.

Secara fundamental, kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional bahkan tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun berkat efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

Segmen B2C Tumbuh Berkat Perbaikan Pasar

Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan Rp27,6 triliun atau naik 1,3% YoY. Pertumbuhan itu didorong oleh pendapatan bisnis digital dan peningkatan payload data sebesar 2,3% YoY.

Strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk berhasil mendongkrak ARPU menjadi Rp45.100, naik 6,4% YoY. Dian optimistis industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan,” katanya.

B2B Infrastructure Catat Pertumbuhan 6,8%

Segmen B2B Infrastructure menjadi motor pertumbuhan lain. Pendapatan segmen ini mencapai Rp2,4 triliun, tumbuh 6,8% YoY. Ekspansi Fiber-to-the-Tower (FTTT) menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

Mitratel, anak usaha Telkom di bidang menara, membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau naik 1,4% YoY. EBITDA margin Mitratel tetap stabil di 82,7%.

Sepanjang kuartal pertama, Mitratel memperluas jaringan fiber optik sepanjang 1.080 km, sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 km.

Bisnis data center juga menunjukkan perkembangan. Pendapatan diperoleh dari fasilitas NeutraDC Group dan NeuCentrIX. Konsolidasi aset data center menjadi langkah strategis untuk membuka peluang perluasan layanan dan monetisasi aset.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun. Layanan interkoneksi tumbuh 18,9% QoQ berkat peningkatan aktivitas international wholesale voice business.

Sementara itu, segmen B2B ICT mencatat pendapatan Rp3,1 triliun. Restrukturisasi yang sedang berlangsung membuat aktivitas bisnis melandai. Namun, langkah itu dinilai perlu untuk mendorong margin yang lebih sehat dan memperkuat posisi kompetitif jangka panjang.

Transformasi Berjalan Sesuai Rencana

Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti. Efisiensi operasional terus dilakukan melalui streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo.

Content image for article: Telkom Raup Pendapatan Rp37,2 Triliun di Kuartal I 2026

Salah satu progres yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis. Proses itu ditargetkan rampung pada akhir semester pertama 2026. Divestasi diharapkan membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group.

Di sisi unlock value, Telkom tengah mempersiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia. Proses itu ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Langkah ini sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal.

Saat ini kontribusi bisnis fiber masih di kisaran 15%. Perusahaan menargetkan peningkatan menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur dan operasional yang berjalan penuh.

Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International untuk menangkap potensi kebutuhan industri di tengah adopsi teknologi berbasis AI.

Dian menutup pernyataannya dengan optimisme. “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan mengutamakan prinsip disiplin operasi,” pungkasnya. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU