spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

ARTIKEL TERKAIT

Huawei Kembangkan Chip Baru di Tengah Sanksi AS

Telko.id – Huawei klaim tetap mampu mengembangkan chip canggih ditengah sanksi dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.

Perusahaan asal China tersebut bahkan menyebut tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menembus keterbatasan industri semikonduktor modern tanpa bergantung pada teknologi milik AS.

Meskipun sudah masih daftar hitam (entity list) dengan dalih mengancam keamanan nasional, Huawei tentu tidak hanya diam, kini perusahaan itu semakin percaya diri dengan merancang teknologi chip canggih baru.

Huawei juga mengklaim akan membuat chip setara proses fabrikasi 1,4 nanometer (nm) pada tahun 2031.

Melansir dari Kompas Tekno, dalam sebuah acara Internasional Symposium of Circuits and Systems (ISCAS) di Shanghai, Huawei menyampaikan dalam presentasinya bahwa sejumlah terobosan yang telah dikembangkan perusahaan selama enak tahun terakhir ini termasuk pendekatan baru dalam desain semikonduktor yang diklaim mampu mengatasi keterbatasan industri chip saat ini.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam presentasi tersebut adalah konsep baru bernama “Tau (𝜏) Scaling law”, yang digadang-gadang sebagai penerus dari Moore’s Law atau hukum Moore.

Hukum Moore sendiri sudah digunakan selama puluhan tahun sebagai acuan utama dalam perkembangan industri semikonduktor.

Baca Juga:

Jika pendekatan lama berfokus pada mengecilkan ukuran transistor, Huawei  kini mencoba pendekatan berbasis efisiensi waktu dan alur sinyal di dalam chip agar performa tetap meningkat tanpa harus selalu bergantung pada fabrikasi paling kecil.

Huawei juga memperkenalkan arsitektur baru bernama LogicFolding, yang dirancang untuk meningkatkan kepadatan transistor sekaligus mempercepat komunikasi data di dalam chip.

Teknologi ini diklaim dapat menjadi solusi saat industri semikonduktor mulai menghadapi batas fisik dan biaya produksi yang semakin tinggi untuk mengecilkan transistor ke ukuran ekstrem seperti 1,4 nm.

Teknologi LogicFolding akan diadopsi pada chip Kirin generasi berikutnya yang dijadwalkan meluncur musim gugur China 2026 atau sekitar September-November mendatang. Chip ini diklaim menawarkan peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Langkah Huawei ini menunjukkan bagaimana persaingan industri chip kini tidak lahi hanya soal performa, tetapi juga soal ketahanan rantai pasok dan kemandirian teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU