spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog

Berita Teknologi Hari ini : Mulai Dari 5G Hingga Teknologi AI Terbaru!

Telko.id – Berita teknologi terbaru selalu menarik perhatian banyak orang, terutama para penggemar gadget dan teknologi. Kita hidup di zaman yang serba digital, di mana kemajuan teknologi terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru yang menarik. Dan ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari gadget terbaru, aplikasi baru, hingga teknologi terkini yang dapat memudahkan hidup kita sehari-hari. Tak hanya itu, berita ini juga dapat memberikan kita wawasan baru tentang tren dan arah perkembangan teknologi di masa depan.

Bicara tren, salah satu tren teknologi terbaru yang sedang naik daun adalah teknologi 5G. Berita teknologi terbaru menginformasikan bahwa teknologi 5G sekarang sudah tersedia di beberapa negara di seluruh dunia dan akan segera diperluas ke banyak negara lainnya. Teknologi 5G juga diklaim mampu memberikan kecepatan internet yang lebih cepat dan jaringan yang lebih stabil, sehingga akan sangat membantu bagi mereka yang sering menggunakan internet dalam mobilitas yang tinggi.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi topik hangat dalam berita teknologi terbaru. Beberapa perusahaan teknologi ternama sedang mengembangkan aplikasi dan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam berbagai bidang. Contohnya adalah pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang dapat membantu mengoptimalkan proses pengobatan dan pembelajaran. Informasi terbaru yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dapat memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Berikut adalah sejumlah berita teknologi terbaru yang kami muat di situs telko.id.

Ini Dampak Lelang Frekuensi Bagi Masyarakat Luas

0

Telko.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital resmi membuka lelang frekuensi 5G di pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini dinilai sebagai suntikan semangat yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat adopsi 5G di Indonesia, terutama dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas jaringan.

Lelang ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun fondasi multi-band 5G. Pita 700 MHz, yang berada di rentang frekuensi rendah sub-1GHz, memiliki kemampuan propagasi yang sangat baik. Sinyalnya dapat menjangkau area luas, menembus gedung dengan lebih efektif, dan tidak memerlukan menara yang padat untuk memberikan cakupan. Bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, penggunaan pita ini adalah pilihan yang tepat.

“Deploying in the 700MHz band should meaningfully improve 5G Availability — the share of time Opensignal users have an active 5G connection, whether they were actively using it or not — especially in rural and underserved areas,” demikian analisis dari Opensignal. Hal ini menunjukkan bahwa lelang ini berpotensi signifikan untuk menutup kesenjangan digital di daerah pedesaan dan wilayah yang kurang terlayani.

Sementara itu, pita 2,6 GHz memainkan peran yang berbeda. Frekuensi menengah ini akan meningkatkan kapasitas di area perkotaan yang padat penduduk dan pusat industri dengan permintaan data tertinggi. Suntikan spektrum ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan unduh 5G, memberikan throughput yang diperlukan jaringan Indonesia untuk mengimbangi pertumbuhan trafik. Kombinasi kedua pita ini secara bersamaan menjawab tantangan cakupan dan kapasitas yang dihadapi Indonesia.

**Apa yang Masih Kurang?**

Meskipun lelang frekuensi 1,4 GHz FWA, bersama dengan tender 700 MHz dan 2,6 GHz, serta rencana pelepasan pita 3,5 GHz, merupakan dorongan terkoordinasi Indonesia untuk membangun fondasi multi-band 5G, spektrum saja tidak akan menutup kesenjangan digital.

Agar pengguna dapat benar-benar menikmati manfaat dari pita frekuensi baru ini, mereka membutuhkan akses ke perangkat yang terjangkau dan kompatibel dengan frekuensi-frekuensi baru tersebut. Tantangan ekosistem perangkat ini masih sangat nyata di sebagian besar pasar. Gelombang udara baru hanya akan berguna jika ada ponsel yang dapat menerimanya. Kendala ini akan membentuk seberapa cepat keuntungan dari lelang ini dapat diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih baik bagi konsumen di lapangan.

Selain itu, penting bagi Indonesia untuk memperluas kebijakan kerja dari rumah (WFH) sebagai cara meminimalkan konsumsi bahan bakar dan biaya energi yang meningkat akibat konflik Timur Tengah. Ketersediaan jaringan 5G yang andal menjadi krusial dalam mendukung kebijakan ini.

Indonesia bergerak ke arah yang benar. Ujian sesungguhnya akan terjadi dalam 12 bulan ke depan setelah lelang frekuensi selesai. Indikator utamanya adalah apakah ketersediaan 5G (5G Availability) meningkat secara signifikan di seluruh negeri, apakah operator mencapai target penyebaran yang telah ditetapkan untuk spektrum yang baru diperoleh, dan apakah pita 3,5 GHz juga dapat dilepaskan. Indikator-indikator ini akan mengungkapkan apakah lelang ini menandai titik balik yang sesungguhnya atau sekadar langkah lain yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk dirasakan manfaatnya oleh pengguna.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak lelang ini terhadap pengalaman pengguna, Anda dapat membaca analisis tentang pengalaman pengguna broadband di Indonesia. Sementara itu, perkembangan terkait partisipasi operator besar dalam lelang ini juga patut dicermati.

Lelang Frekuensi 5G Indonesia: Akselerasi Digital Nasional

0

Telko.id – Lelang spektrum frekuensi yang digelar pemerintah Indonesia pada tahun 2026 menjadi suntikan semangat yang sangat dibutuhkan bagi pengembangan jaringan 5G di tanah air.

Langkah strategis ini dinilai sebagai katalis utama untuk mempercepat transformasi digital nasional dan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan terbaru dari Opensignal, lelang pita 700 MHz dan 2,6 GHz ini membuka peluang besar bagi para operator untuk memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan generasi kelima.

Spektrum di pita 700 MHz, yang dikenal memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung yang baik, sangat ideal untuk menyediakan cakupan 5G yang merata, termasuk di daerah pedesaan. Sementara itu, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan data tinggi di area perkotaan yang padat.

“Ketersediaan spektrum yang memadai adalah fondasi utama untuk mewujudkan pengalaman 5G yang superior,” demikian pernyataan analis Opensignal dalam laporannya.

Lelang ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan spektrum yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam optimalisasi jaringan 5G di Indonesia.

Dengan tambahan spektrum, operator dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi kemacetan jaringan, dan pada akhirnya memberikan kecepatan unduh serta stabilitas koneksi yang lebih baik kepada pengguna.

Dampak Langsung bagi Pengalaman Pengguna

Salah satu indikator utama keberhasilan lelang ini adalah peningkatan nyata dalam pengalaman pengguna 5G. Opensignal mencatat bahwa negara-negara yang berhasil mengalokasikan spektrum secara tepat waktu cenderung melihat lonjakan signifikan dalam metrik kinerja jaringan, seperti kecepatan unduh rata-rata, latensi, dan konsistensi koneksi.

Bagi pengguna di Indonesia, hal ini berarti streaming video tanpa buffering, unduhan file berukuran besar dalam hitungan detik, dan pengalaman bermain game online yang lebih responsif.

Selain itu, spektrum tambahan memungkinkan operator untuk menerapkan teknologi agregasi operator (carrier aggregation) yang lebih canggih. Teknologi ini menggabungkan beberapa pita frekuensi untuk menciptakan jalur data yang lebih lebar, sehingga meningkatkan kapasitas dan kecepatan secara eksponensial.

Dengan kata lain, pengguna tidak hanya akan merasakan koneksi yang lebih cepat, tetapi juga lebih stabil bahkan di saat jam sibuk sekalipun.

Langkah pemerintah ini juga sejalan dengan upaya untuk memperluas adopsi 5G di kalangan konsumen. Saat ini, penetrasi perangkat 5G di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaan jaringan yang optimal masih menjadi kendala.

Dengan tambahan spektrum, operator dapat membangun infrastruktur yang lebih matang, sehingga pengguna merasa yakin untuk beralih ke layanan 5G. Hal ini penting karena pengalaman pengguna yang positif menjadi pendorong utama adopsi teknologi baru.

Konstelasi Kompetitif Operator

Lelang frekuensi 2026 ini juga diprediksi akan mengubah peta persaingan di industri telekomunikasi Indonesia. Tiga operator besar telah dipastikan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti proses ini.

Masing-masing operator memiliki strategi berbeda dalam memanfaatkan spektrum yang diperoleh, baik untuk memperkuat posisi di pasar premium maupun untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Spektrum di pita 700 MHz menjadi rebutan utama karena sifatnya yang ekonomis untuk cakupan luas. Operator yang berhasil mendapatkan pita ini akan memiliki keunggulan kompetitif dalam menyediakan layanan 5G di wilayah suburban dan rural.

Di sisi lain, pita 2,6 GHz lebih difokuskan untuk meningkatkan kapasitas di titik-titik panas lalu lintas data, seperti pusat kota, kawasan bisnis, dan area publik padat pengunjung.

Kehadiran pemain baru atau ekspansi agresif dari operator yang sudah ada juga menjadi kemungkinan yang terbuka lebar. Persaingan yang sehat ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen, karena operator akan berlomba-lomba menawarkan paket data 5G dengan harga lebih kompetitif dan kualitas layanan yang lebih baik. Untuk memahami lebih dalam tentang partisipasi operator, Anda bisa membaca artikel terkait tiga operator besar yang mengikuti lelang ini.

Sinergi dengan Ekosistem Digital

Lebih dari sekadar peningkatan kecepatan internet, lelang frekuensi 5G ini merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekosistem digital yang lebih luas. Konektivitas 5G yang andal menjadi prasyarat bagi adopsi teknologi-teknologi masa depan, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan kendaraan otonom.

Sektor-sektor seperti manufaktur, kesehatan, pertanian, dan logistik akan merasakan dampak transformatif dari jaringan 5G yang matang.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 yang sangat bergantung pada kemampuan digital bangsa. Lelang spektrum ini adalah salah satu langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut.

Dengan infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni, Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi asing, mendorong lahirnya startup-startup inovatif, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor digital.

Kesuksesan lelang ini juga tidak terlepas dari dukungan regulasi yang adaptif. Pemerintah telah membuka lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara resmi, menunjukkan komitmen untuk menyediakan spektrum yang cukup bagi industri. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi operator dalam merencanakan investasi jangka panjang mereka.

Dari sisi konsumen, peningkatan kualitas jaringan 5G juga akan mendorong adopsi layanan-layanan digital baru. Misalnya, layanan fixed wireless access (FWA) berbasis 5G menjadi alternatif yang menarik bagi layanan broadband rumah.

Dengan kecepatan yang setara serat optik namun tanpa perlu instalasi kabel, FWA 5G bisa menjadi solusi untuk mempercepat penetrasi internet di daerah yang sulit dijangkau kabel. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa dampak lelang frekuensi tidak hanya terbatas pada ponsel pintar, tetapi juga merambah ke berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Bagi para pelaku industri, momen ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mengintegrasikan 5G ke dalam model bisnis mereka. Perusahaan logistik dapat memanfaatkan konektivitas real-time untuk melacak armada, rumah sakit dapat mengadopsi telemedisin dengan kualitas video tinggi, dan pabrik dapat menerapkan otomatisasi berbasis IoT. Semua ini membutuhkan fondasi jaringan yang kuat dan stabil, yang kini mulai terwujud melalui lelang spektrum ini.

Ke depannya, tantangan yang harus dihadapi bukan lagi soal ketersediaan spektrum, melainkan bagaimana operator dapat membangun infrastruktur pendukung secara efisien dan tepat sasaran.

Pembangunan menara baru, pemasangan fiber optik, dan optimalisasi jaringan yang ada menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Namun, dengan kepastian spektrum yang telah diperoleh, operator kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk berinvestasi.

Dari sudut pandang pengguna, ekspektasi terhadap layanan 5G tentu semakin tinggi. Masyarakat tidak hanya menginginkan kecepatan tinggi, tetapi juga koneksi yang stabil dan harga yang terjangkau.

Operator yang mampu memenuhi ekspektasi ini akan menjadi pemenang di pasar. Untuk melihat bagaimana perbandingan pengalaman pengguna broadband saat ini, Anda bisa menyimak laporan tentang pengalaman pengguna broadband di Indonesia.

Kesimpulannya, lelang frekuensi 5G di Indonesia bukanlah sekadar proses administratif, melainkan sebuah momentum strategis yang akan membentuk masa depan konektivitas nasional.

Dengan alokasi spektrum yang tepat, dukungan regulasi yang kuat, dan investasi yang berkelanjutan dari operator, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pemain utama dalam lanskap 5G global.

Langkah ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dividen digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi broadband, perlu juga dicermati kehadiran pemain baru seperti Surge yang siap mengguncang pasar broadband dengan layanan 5G FWA.

Dinamika ini menunjukkan bahwa industri telekomunikasi Indonesia semakin hidup dan kompetitif, yang pada akhirnya akan memberikan pilihan lebih banyak dan layanan lebih baik bagi konsumen. (Icha)

Samsung Rilis Video Teaser Visi Masa Depan Galaxy Foldable

Telko.id – Samsung Electronics kembali menunjukkan komitmennya di pasar perangkat lipat. Pada 1 Juli 2026, perusahaan asal Korea Selatan itu merilis serangkaian video teaser yang menggambarkan visi masa depan lini Galaxy Foldable.

Langkah ini diambil untuk mempertegas posisi Samsung sebagai pemimpin inovasi di kategori perangkat foldable.

Dalam video tersebut, Samsung memamerkan konsep penggunaan perangkat lipat yang lebih luas. Bukan sekadar ponsel, perangkat ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna, mulai dari bekerja, berkreasi, berkomunikasi, hingga menikmati konten.

Visi ini merupakan kelanjutan dari perjalanan Samsung sejak memperkenalkan Galaxy Fold pertama beberapa tahun lalu.

“Sejak memperkenalkan Galaxy Fold pertama, Samsung terus memperluas kategori ini melalui beragam inovasi yang mendukung produktivitas, kreativitas, dan ekspresi diri,” tulis Samsung dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Perusahaan meyakini bahwa kebutuhan setiap pengguna berbeda. Oleh karena itu, Samsung menghadirkan berbagai pilihan perangkat, mulai dari Galaxy Z Fold dan Z Flip hingga eksplorasi konsep baru.

Fokus utamanya tetap sama, yaitu membuka lebih banyak cara bagi pengguna untuk terhubung dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Inovasi Berkelanjutan di Balik Layar

Perjalanan Samsung dalam mengembangkan perangkat foldable tidak terjadi dalam semalam. Perusahaan telah menginvestasikan sumber daya besar dalam riset dan pengembangan selama bertahun-tahun.

Inovasi teknologi yang dihasilkan, dikombinasikan dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen, menjadi fondasi utama.

Hasilnya adalah pengalaman foldable yang semakin fungsional, nyaman digunakan, dan terasa intuitif dalam kehidupan sehari-hari.

Samsung tidak hanya berfokus pada hardware, tetapi juga pada bagaimana perangkat tersebut dapat berintegrasi dengan ekosistem pengguna. Sejarah peluncuran Galaxy Fold sendiri cukup menarik, dengan berbagai perkiraan jadwal rilis yang sempat beredar.

Melalui video teaser ini, Samsung ingin menunjukkan visi yang lebih luas untuk masa depan perangkat foldable. Perusahaan berencana menghadirkan lebih banyak pilihan serta cara baru dalam menikmati pengalaman Galaxy.

Tujuannya bukan sekadar memperkenalkan inovasi baru, tetapi juga terus memperkaya pengalaman foldable yang dapat dinikmati oleh semakin banyak pengguna.

Implikasi bagi Pasar Foldable

Langkah Samsung ini memiliki implikasi signifikan bagi pasar perangkat lipat. Dengan terus berinovasi, Samsung memaksa kompetitor untuk ikut meningkatkan kualitas produk mereka. Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan dengan fitur yang semakin matang.

Samsung juga menegaskan bahwa kategori foldable bukan sekadar tren sesaat. Perusahaan melihatnya sebagai masa depan komputasi mobile.

Dukungan penuh terhadap ekosistem aplikasi dan aksesori juga menjadi kunci keberhasilan adopsi perangkat ini secara massal. Sejak awal, Samsung telah menunjukkan keseriusannya, meskipun sempat ada kendala di awal peluncuran.

Ke depannya, Samsung diprediksi akan terus merilis perangkat foldable dengan harga yang lebih kompetitif. Hal ini akan mempercepat adopsi teknologi lipat di kalangan pengguna mainstream. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal rilis dan spesifikasi produk terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi Samsung. (Icha)

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi memulai program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 dengan membekali 2.600 mahasiswa dan siswa terpilih melalui Workshop Design Thinking.

Program tahun ini mencatatkan antusiasme tinggi dengan lebih dari 4.000 pendaftar yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia.

Workshop ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk membangun inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di era Artificial Intelligence, kemampuan memahami permasalahan menjadi sama pentingnya dengan penguasaan teknologi.

“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Para peserta berasal dari berbagai SMA dan perguruan tinggi, termasuk SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Binus University.

Melalui workshop ini, mereka dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI.

Workshop terdiri atas empat sesi, yaitu Introduction & Empathize, Define & Ideate, Prototyping, dan Testing, masing-masing berdurasi 2,5 jam.

Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menyusun concept paper dalam tiga tema utama—Sustainability & Environment, Education, serta Sport & Technology—sebelum melaju ke tahap semifinal dan pengembangan prototipe.

Komitmen terhadap isu keberlanjutan juga tercermin dari pilihan tema concept paper peserta. Sebanyak 47,83% peserta memilih Sustainability & Environment, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Fokus ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita ke-8.

Daftar lengkap peserta Workshop Design Thinking dapat dilihat melalui website resmi Samsung Solve for Tomorrow.

Design Thinking Jadi Starting Point Inovasi

Dalam Samsung SFT, proses Design Thinking menjadi sangat penting karena membantu peserta untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan terlebih dahulu memahami konteks permasalahan secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu peserta membangun pola pikir yang lebih terstruktur.

Menurut Kusuma Sukma, Partner Coach, UD Impact Korea dan AI Innovation Coach, Learnly Society yang menjadi trainer dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2026, Design Thinking membantu peserta membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide, sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna,” jelas Kusuma.

Dalam workshop ini, peserta mempelajari Design Thinking mulai dari memahami pengguna, merumuskan problem statement, mengembangkan ide, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan. Berbagai aktivitas praktik seperti observasi, empati, brainstorming, dan validasi sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Content image for article: Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking
Content image for article: Samsung Solve for Tomorrow 2026 Latih 2.600 Peserta dengan Design Thinking

Menggabungkan AI dan Empati dalam Berinovasi

Menurut Kusuma, di era AI, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan problem solving justru menjadi semakin penting. AI dapat membantu mempercepat analisis maupun pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diwujudkan.

Workshop ini juga menjadi bekal penting sebelum peserta melangkah ke tahap berikutnya dalam Samsung Solve for Tomorrow 2026.

Setelah menyempurnakan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan sesi mentoring bersama para ahli dari Samsung serta mitra program.

Kata salah satu alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025, Tim KYGB, Design Thinking menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi atau ide yang paling canggih. Justru, proses memahami orang yang mengalami masalah secara langsung menjadi langkah penting.

“Menurut kami, Design Thinking sangatlah penting, karena mengharuskan kita untuk menggunakan empati kita untuk melihat isu-isu sosial. Metode ini memastikan kami untuk mengidentifikasi akar masalah dari sudut pandang mereka yang terdampak,” ujar Nathanael dari Tim KYGB.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung terus mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menjadi problem solver yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.

Dengan menggabungkan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovasi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan.

Altos Computing Dorong Adopsi Enterprise AI di Indonesia

Telko.id – Altos Computing, penyedia solusi infrastruktur enterprise dari Acer Group, menggelar Executive Forum Enterprise AI bertajuk “ALTOS AI DAY: Unified AI Infrastructure, Infinite Intelligence” di Jakarta pada Selasa (30/6).

Acara ini bertujuan mendorong percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) di dunia usaha Indonesia dengan mempertemukan para pemimpin industri, pengambil keputusan, dan mitra teknologi.

Forum ini menjadi ajang eksplorasi berbagai solusi infrastruktur AI, data analytics, dan keamanan siber dari Altos Computing.

Melalui agenda yang strategis ini, Altos berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dan mendorong peluang bisnis baru, serta percepatan adopsi AI yang mampu mendongkrak inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha di Tanah Air.

Riko Gunawan, Product and Solutions Director Acer Indonesia, mengatakan bahwa institusi kini membutuhkan solusi yang tidak hanya powerful, tetapi juga mudah diimplementasikan dan dikelola.

“Altos Computing menghadirkan pendekatan end-to-end yang menggabungkan hardware dan software dalam satu ekosistem, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada inovasi tanpa harus terbebani oleh tantangan teknis yang kompleks,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan tren percepatan adopsi AI di berbagai sektor. Seperti yang diulas Telko.id sebelumnya, berbagai perusahaan juga gencar membangun Ekosistem AI Terpadu untuk mendukung transformasi digital industri di Indonesia.

Infrastruktur AI Terintegrasi untuk Performa dan Efisiensi

Sebagai bagian dari inovasinya, Altos Computing menghadirkan AI workstation terbaru Altos BrainSphere™ GB10 F1 yang dibangun di atas arsitektur NVIDIA Grace Blackwell.

Perangkat ini dirancang untuk menghadirkan performa komputasi AI tingkat tinggi langsung dari desktop, memungkinkan pengembang dan peneliti menjalankan berbagai workload AI secara lebih cepat dan efisien.

Keunggulan utama dari solusi ini terletak pada integrasi antara hardware dan software, termasuk dukungan platform Altos aiGeni yang memungkinkan proses deployment dilakukan hanya dengan satu klik.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi melakukan konfigurasi lingkungan pengembangan secara manual, sehingga dapat langsung fokus pada pengembangan model dan algoritma AI.

Sistem ini juga dilengkapi dengan manajemen sumber daya secara real-time yang memungkinkan pemantauan penggunaan CPU, GPU, dan memori secara menyeluruh.

Hal ini membantu pengguna dalam mengoptimalkan performa sekaligus menghindari potensi overload yang dapat mengganggu proses komputasi. Kombinasi ini menghadirkan pengalaman baru dalam pengembangan AI, terutama bagi sektor pendidikan dan penelitian yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Dorong Akselerasi AI di Berbagai Sektor Industri

Tidak hanya menghadirkan performa tinggi, Altos Computing juga memastikan bahwa solusi yang ditawarkan mampu menjawab kebutuhan lintas industri.

Infrastruktur AI terintegrasi ini memungkinkan organisasi untuk mengembangkan, menguji, hingga melakukan penerapan aplikasi AI secara lebih cepat dan efisien, sehingga mempercepat proses inovasi berbasis data.

Dengan dukungan teknologi seperti Altos aiGeni serta pengelolaan sumber daya yang cerdas, pengguna dapat meminimalkan hambatan dalam pengembangan AI, mulai dari tahap awal hingga implementasi.

Hal ini menjadi penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi AI, tanpa harus menghadapi kompleksitas infrastruktur yang tinggi.

Selain sektor bisnis, solusi ini juga memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan dan penelitian. Kemudahan dalam mengakses dan mengelola lingkungan pengembangan AI membuka peluang lebih luas bagi institusi untuk mengembangkan talenta digital yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Altos Computing turut menghadirkan Altos aiWorks sebagai solusi manajemen yang memungkinkan pengelolaan sumber daya komputasi berjalan lebih terstruktur dan efisien dalam satu ekosistem terintegrasi.

Platform ini mengombinasikan software dan hardware melalui Altos Accelerator Resource Manager (AARM), serta didukung oleh berbagai sistem AI Altos BrainSphere™, mulai dari server hingga workstation.

Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat lebih mudah merancang sekaligus mengelola lingkungan AI sesuai kebutuhan, baik untuk skala kecil maupun implementasi yang lebih kompleks.

Altos aiWorks juga memberikan fleksibilitas dalam pengalokasian sumber daya komputasi, termasuk distribusi GPU yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap pengguna atau tim.

Selain itu, sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan topologi GPU, sehingga mampu menekan overhead sekaligus mengoptimalkan efisiensi investasi infrastruktur.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah Altos ini menjadi bagian dari ekosistem AI enterprise yang semakin matang di Indonesia.

Melalui berbagai inovasinya, Altos Computing menegaskan perannya sebagai penyedia solusi teknologi yang tidak hanya menghadirkan performa, tetapi juga kemudahan dan efisiensi dalam implementasi.

Dengan infrastruktur AI yang terintegrasi, Altos turut berkontribusi dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia, sekaligus mendorong pemanfaatan AI sebagai fondasi utama dalam pengembangan bisnis dan institusi di era modern.

Para pembicara dalam Executive Forum Enterprise AI di antaranya Lie Heng, Vice President Business & Industry of KORIKA yang membawakan topik The Future of Indonesia’s AI Ecosystem; Allen Wu, Director of Business Development, Altos Computing Inc, dengan topik The Next Wave of Enterprise AI: Global Trends and Asia Pacific Opportunities; serta Sandy Riza, Server & Enterprise Solutions Product Manager of Acer Indonesia, yang membahas How infrastructure readiness.

Forum ini menjadi bukti nyata bahwa adopsi AI di Indonesia tidak lagi sekadar wacana, melainkan sudah memasuki tahap implementasi konkret. Dengan dukungan infrastruktur yang matang dari para pemain seperti Altos Computing, transformasi digital di berbagai sektor industri diprediksi akan semakin cepat terwujud.

Bagi perusahaan dan institusi yang ingin mulai mengadopsi AI, langkah Altos Computing ini bisa menjadi referensi penting. Investasi pada infrastruktur yang tepat akan menentukan sejauh mana organisasi dapat memanfaatkan potensi AI untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional. (Icha)

Sempat Diblokir, Akses Claude Mythos 5 Dibuka Secara Terbatas

Telko.id – Anthropic kembali membuka akses ke model AI canggih Claude Mythos 5 setelah sebelumnya diblokir oleh Pemerintah Amerika Serikat karena alasan keamanan nasional.

Namun, akses tersebut belum diberikan secara luas, Pemerintah AS hanya mengizinkan model tersebut digunakan oleh organisasi tertentu yang mengelola infrastruktur kritis, dengan berbagai persyaratan keamanan yang lebih ketat.

Kabar ini disampaikan langsung oleh perusahaan dalam cuitannya di X pada Sabtu (27/6). Anthropic menyebut pihaknya akan segera memulihkan akses untuk penggunaan model tersebut.

“Hari ini, pemerintah memberi tahu kami bahwa Mythos 5, model keamanan siber terkuat kami, dapat digunakan kembali oleh sejumlah organisasi di AS yang mengoperasikan dan melindungi infrastruktur kritis,” kata Anthropic dalam cuitannya, Sabtu (27/6), melansir Engadget.

Meski Anthropic tidak merinci berapa banyak lembaga yang kembali mendapat akses, laporan dari Semafor menyebutkan bahwa perusahaan telah diizinkan untuk mengakses kembali model keamanan siber terkuatnya ini ke lebih dari 100 institusi di AS, termasuk korporasi skala besar dan lembaga pemerintah.

Sebelumnya, pemerintah AS memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses ke dua model AI tercanggihnya, Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5, untuk semua pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga:

Perintah tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026 pukul 17.21 waktu setempat padahal kedua model belum sampai sepekan dirilis. Pemerintah AS mengeluarkan arahan kontrol ekspor yang menangguhkan seluruh akses ke Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing, baik di dalam maupun di luar wilayah AS.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah AS menilai Anthropic telah menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan model AI tersebut.

Meski demikian, pembatasan akses tetap dipertahankan sehingga Mythos 5 belum tersedia bagi pengguna umum maupun organisasi di luar daftar yang telah disetujui.

Mythos 5 merupakan model AI yang difokuskan pada bidang keamanan siber. Anthropic mengklaim model ini mampu menemukan celah keamanan pada perangkat lunak secara mandiri dan membantu proses analisis kerentanan sistem dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Kemampuan tersebut dinilai bermanfaat bagi pertahanan siber, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk menemukan kelemahan sistem jika tidak diawasi dengan baik.

Tiga Fitur HP Lipat Samsung Paling Disukai Pengguna Indonesia

Telko.id – Samsung mengungkap tiga fitur unggulan pada Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 yang paling disukai pengguna di Indonesia.

Data internal menunjukkan lebih dari 70 persen pengguna merekomendasikan kedua perangkat lipat ini untuk menunjang produktivitas sehari-hari.

Fitur-fitur tersebut mencakup layar lebih luas, pengalaman Multimodal AI yang intuitif, serta Enhanced Personalization melalui One UI 8. Ketiganya dinilai membantu aktivitas harian menjadi lebih efisien bagi pengguna di Tanah Air.

Pengalaman Multimodal AI menjadi yang paling disukai pengguna Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7. Tiga fitur AI yang paling sering digunakan adalah Circle to Search with Gemini, Note Assist, dan Now Brief.

Maxime Bouttier, salah satu Team Galaxy, mengaku perangkat foldable Samsung telah menjadi bagian penting dari aktivitas profesionalnya.

Di tengah aktivitas saya yang padat, mulai dari produksi konten hingga berbagai pekerjaan profesional, saya membutuhkan perangkat yang bisa mengikuti ritme kerja yang serba cepat dan dinamis.

Pengakuan serupa datang dari para pengguna lain yang mengandalkan Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 untuk multitasking. Perangkat ini dinilai mampu menyederhanakan alur kerja dan menghemat waktu tanpa perlu beralih ke perangkat lain.

Content image for article: Tiga Fitur HP Lipat Samsung Paling Disukai Pengguna Indonesia

Galaxy Z Fold7 Optimalkan Multitasking di Layar Lebar

Galaxy Z Fold7 menjadi andalan pengguna yang ingin menyelesaikan lebih banyak pekerjaan langsung dari smartphone. Fitur Multi-Windows Viewing Experience memungkinkan beberapa aplikasi aktif secara bersamaan dalam satu layar yang lebih luas.

Pengguna dapat mengikuti rapat virtual sambil melakukan share screen, mencatat poin penting, membalas pesan, dan mencari referensi tanpa harus berpindah aplikasi.

Layar besar juga membuat aktivitas produktif terasa lebih nyaman karena memberi ruang lebih luas untuk membaca dokumen, menyunting materi, dan meninjau informasi.

“Fitur multitasking di Galaxy Z Fold7 memungkinkan semuanya berjalan dalam satu perangkat tanpa hambatan. Buat saya, foldable bukan lagi sekadar teknologi baru, tetapi sudah menjadi bagian penting dari cara saya bekerja dan berkarya setiap hari,” kata Maxime Bouttier.

Desain Ringkas dan FlexWindow Jadi Favorit Galaxy Z Flip7

Galaxy Z Flip7 menjadi favorit berkat desain ringkas dengan FlexWindow lebih luas melalui Expanded Cover Display edge-to-edge. Pengguna bisa mengecek notifikasi, membalas pesan, hingga mengambil foto tanpa membuka perangkat.

Mode lipat pada Galaxy Z Flip7 juga banyak dimanfaatkan untuk content creation. Saat dilipat, perangkat menjadi lebih stabil untuk digenggam saat merekam video atau mengambil foto, sehingga memudahkan pengguna mendapatkan sudut pengambilan gambar yang diinginkan.

Selain itu, Multimodal AI Experience dan Enhanced Personalization di One UI 8 membuat pengalaman penggunaan terasa lebih personal. Kombinasi ketiga fitur ini menjadikan Galaxy Z Flip7 semakin praktis untuk produktivitas dan aktivitas sehari-hari.

Tiga fitur AI yang paling sering digunakan adalah Circle to Search, Note Assist, dan Now Brief. Circle to Search memudahkan pencarian informasi langsung dari layar, Note Assist membantu merangkum dan mengelola catatan, sementara Now Brief memberikan akses praktis ke informasi penting.

Bagi penggemar konten, Galaxy Z Flip7 menghadirkan FlexCam with Auto Zoom, Photo Assist, dan Generative Edit sebagai fitur favorit. Didukung ProVisual Engine, fitur-fitur ini membantu menghasilkan, menyunting, dan menyempurnakan foto maupun video dengan lebih mudah.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi foldable.

“Saat yang lain baru memulai, Samsung sudah menjadikan foldable sebagai standar baru pengalaman mobile. Galaxy Z Fold7 dan Flip7 mempertegas kematangan teknologi kami yang memberikan nilai nyata bagi produktivitas pengguna,” ujarnya.

Perjalanan tujuh tahun Samsung menghadirkan inovasi foldable, termasuk satu tahun perjalanan Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 di Indonesia, menunjukkan bahwa perangkat layar lipat bukan sekadar tren sesaat.

Dengan lebih dari 70 persen pengguna merekomendasikan perangkat ini, kategori foldable kini semakin diterima sebagai perangkat utama yang mendukung produktivitas, komunikasi, dan kreativitas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur-fitur terbaru Samsung, Anda bisa menyimak artikel tentang Fitur Terbaru yang dirilis perusahaan. Selain itu, perkembangan chipset terkini juga bisa disimak melalui liputan Exynos 2600 yang baru saja diperkenalkan.

realme P4x Pecahkan Rekor MURI 10 Jam Main MOBA Nonstop!

Telko.id – realme kembali mencatatkan prestasi di industri smartphone entry-level tanah air. Melalui seri terbarunya, realme P4x, brand asal China ini berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori “Smartphone Entry Level dengan Ketahanan Bermain Gim MOBA secara Nonstop Terlama dalam Satu Kali Pengisian Daya.”

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa baterai 8000mAh yang diusung perangkat tersebut mampu menjadi partner gaming tangguh bagi para pengguna.

Pengujian resmi yang dilakukan bersama MURI ini melibatkan permainan Mobile Legends: Bang Bang dalam mode ranked selama 10 jam penuh. Menariknya, sesi gaming ekstrem itu tidak dilakukan oleh sembarang orang, melainkan langsung oleh pemain profesional legendaris dari RRQ, yaitu Tuturu dan Clay.

Keduanya memastikan kualitas gameplay tetap berada di level kompetitif sepanjang sesi uji coba. Hasilnya, setelah 10 jam bermain tanpa henti, baterai realme P4x masih menyisakan daya. Fakta ini memperkuat posisi perangkat sebagai partner gaming tahan lama di kelas entry-level.

Efisiensi Daya yang Impresif

Selama pengujian berlangsung, realme P4x menunjukkan efisiensi daya yang sangat impresif. Dalam satu pertandingan, konsumsi baterai hanya berkurang antara 1 hingga 3 persen, tergantung durasi permainan.

Content image for article: realme P4x Pecahkan Rekor MURI 10 Jam Main MOBA Tanpa Henti
Content image for article: realme P4x Pecahkan Rekor MURI 10 Jam Main MOBA Tanpa Henti

Sementara itu, dalam satu jam bermain, daya baterai yang digunakan rata-rata hanya sekitar 6 hingga 8 persen, menyesuaikan dengan intensitas gameplay.

Hasil ini memperlihatkan bagaimana kombinasi baterai besar 8000mAh dan optimasi perangkat lunak yang matang mampu menghadirkan pengalaman gaming yang stabil dan konsisten dari awal hingga akhir.

Jawaban atas Kebutuhan Gamer Entry-Level

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian rekor semata, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa realme P4x mampu menjawab kebutuhan pengguna akan hp gaming entry-level dengan daya tahan tinggi.

Smartphone ini dirancang bagi mereka yang gemar bermain game dalam durasi panjang tanpa harus terus-menerus mencari sumber daya listrik untuk mengecas. Sekaligus bagi pengguna yang mengutamakan performa stabil untuk gameplay kompetitif seperti ranked match.

Dengan mengusung DNA “Power” dari realme P Series, realme P4x hadir sebagai solusi yang relevan bagi mahasiswa, pelajar, hingga gamer kasual maupun semi-kompetitif yang membutuhkan rekomendasi hp gaming terjangkau dengan performa andal.

Tidak hanya sekadar mendukung aktivitas hiburan, perangkat ini juga menjadi partner yang dapat diandalkan sepanjang hari, baik untuk gaming, komunikasi, maupun penggunaan sehari-hari.

“Dengan pencapaian rekor MURI ini, semakin memperkuat komitmen realme untuk terus menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penggunanya. Melalui realme P4x, realme menunjukkan bahwa di segmen entry-level sekalipun, pengguna kini dapat menikmati pengalaman gaming tahan lama yang sebelumnya sulit ditemukan di kelas harga yang sama,” sebut Krisva Angnieszca – Public Relations Lead realme Indonesia.

realme P4x menjadi 8000mAh Partner Gaming Tahan Lama, yang kini terbukti mampu menghadirkan 10 Jam Main MOBA Tanpa Henti Sekali Charge. Bagi kamu yang penasaran dengan spesifikasi lengkap perangkat ini, realme mengundang untuk mengunjungi situs resmi mereka dan mengikuti akun media sosial resmi realme Indonesia untuk selalu update dengan informasi mengenai produk dan layanan terkini.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi baterai besar tidak lagi menjadi monopoli kelas menengah ke atas. realme P4x menjadi bukti bahwa hp gaming entry-level sekalipun bisa memberikan performa dan daya tahan yang luar biasa. Ke depannya, tren ini diprediksi akan mendorong produsen lain untuk menghadirkan baterai berkapasitas besar di segmen harga yang sama, demi memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin tinggi terhadap daya tahan perangkat.

AI Mulai Ambil Keputusan Bisnis, Siapa yang Bertanggung Jawab?

0

Telko.id – Kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi hanya berperan sebagai alat bantu analisis, tetapi mulai digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di dunia bisnis.

AI mampu menganalisis data dalam jumlah besar, memprediksi tren pasar, menilai risiko, hingga memberikan rekomendasi yang memengaruhi keputusan perusahaan.

Namun, di balik efisiensi tersebut muncul pertanyaan penting: siapa yang bertanggung jawab jika keputusan yang diambil berdasarkan rekomendasi AI justru menimbulkan kerugian?

Penggunaan AI dalam korporasi bukan lagi hal futuristik. Jika dahulu direksi mengandalkan laporan konsultan, analis pasar, atau penasihat keuangan, kini sebagian proses tersebut mulai didukung sistem berbasis AI.

Warner Bros. Pictures International, misalnya, pernah bekerja sama dengan Cinelytic Inc. untuk memanfaatkan AI dalam penilaian konten dan talenta sebagai bagian dari strategi perilisan film. Di Indonesia, AI juga mulai digunakan di sektor perbankan.

PT Bank Danamon Tbk mengintegrasikan SAP Business AI dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk mendukung efisiensi proses kerja dan pengambilan keputusan.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa AI mulai bergerak dari fungsi pendukung ke fungsi yang lebih strategis. Ia tidak lagi hanya membantu pekerjaan teknis, tetapi ikut membentuk dasar pertimbangan bisnis.

Masalahnya, AI tidak selalu benar. Rekomendasi AI dapat keliru karena data yang tidak lengkap, bias dalam data, kesalahan model, atau kegagalan sistem membaca konteks. Ketika rekomendasi itu menjadi dasar keputusan bisnis, risikonya tidak lagi semata-mata teknis.

Baca Juga:

Risiko tersebut dapat berubah menjadi kerugian finansial, persoalan hukum, hingga ancaman reputasi bagi perusahaan.

Dari sisi hukum, AI saat ini belum diakui sebagai subjek hukum yang dapat diminati pertanggung jawaban.

Artinya, apabila keputusan yang didukung AI menyebabkan kerugian secara finansial, pelanggaran hukum, atau dampak terhadap pihak lain, tanggung jawab tetap berada pada manusia atau badan hukum yang menggunakan teknologi tersebut.

Direksi, manajemen, atau perusahaan yang memutuskan mengadopsi AI tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan akhirnya.

Melansir dari CNBC Indonesia, dalam hukum perusahaan Indonesia, direksi pada dasarnya dapat memperoleh perlindungan melalui doktrin Business Judgment Rule. Doktrin ini tercermin dalam Pasal 97 ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Direksi dapat dibebaskan dari tanggung jawab atas kerugian perseroan apabila dapat membuktikan bahwa:
1. kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya

2. pengurusan dilakukan dengan itikad baik dan penuh kehati-hatian

3. tidak terdapat benturan kepentingan; dan

4. direksi telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian.

Doktrin ini penting karena tidak semua keputusan bisnis yang berakhir rugi otomatis merupakan kesalahan direksi. Dunia usaha selalu mengandung risiko. Keputusan yang telah diambil secara patut pun dapat menghasilkan kerugian akibat kondisi pasar, perubahan ekonomi, atau faktor eksternal.

Namun, penggunaan AI tidak otomatis membuat direksi dapat berlindung di balik Business Judgment Rule.

Karena itu, banyak pakar menilai perusahaan perlu menerapkan tata kelola AI (AI governance) yang jelas. Penggunaan AI sebaiknya tetap disertai pengawasan manusia (human oversight), mekanisme audit, serta dokumentasi proses pengembalian keputusan.

Dengan cara tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa kehilangan kontrol terhadap keputusan-keputusan penting.

Apple Resmi hadirkan MacBook Neo Refurbished, Harga Lama!

Telko.id – Apple kembali menghadirkan MacBook Neo di refurbished store resminya dengan harga yang lebih rendah dari sebelumnya. Langkah ini terjadi sehari setelah perusahaan menaikkan harga hampir semua produknya kecuali iPhone.

Kenaikan harga yang terjadi pada Selasa lalu membuat MacBook Neo varian baru naik US$100 di Amerika Serikat. Kini, konsumen bisa mendapatkan unit refurbished dengan harga yang sama seperti sebelum kenaikan.

Varian entry-level dengan penyimpanan 256GB dan tanpa Touch ID dijual seharga US$599, tepat sama dengan harga baru sebelum kenaikan.

Bagi yang menginginkan varian dengan penyimpanan 512GB dan Touch ID, harga refurbished yang ditawarkan adalah US$679. Angka ini US$20 lebih rendah dari harga baru varian tersebut sebelum kenaikan. Sementara itu, varian baru dengan konfigurasi yang sama kini dibanderol US$799.

“Setiap perangkat menjalani pengujian fungsionalitas penuh dan bagian yang rusak diganti,” tulis Apple dalam keterangan resminya. Perusahaan juga menyebutkan adanya “proses pembersihan dan inspeksi menyeluruh” serta laptop dikemas ulang dalam kotak baru.

Pembeli unit refurbished tetap mendapatkan garansi satu tahun yang sama seperti produk baru. Kotak penjualan juga mencakup kabel USB-C dan adaptor daya 20W.

Harga Refurbished Lebih Murah

Kebijakan harga refurbished ini menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk Apple dengan harga lebih terjangkau. Dengan selisih hingga US$120 untuk varian 512GB, opsi refurbished menawarkan penghematan yang cukup signifikan.

Apple menjamin kualitas unit refurbished melalui serangkaian pengujian ketat. Proses ini mencakup penggantian komponen yang rusak dan pembersihan menyeluruh, sehingga perangkat yang diterima konsumen dalam kondisi seperti baru.

Bagi yang tertarik dengan MacBook Neo Terjangkau, opsi refurbished bisa menjadi alternatif menarik. Apalagi dengan garansi yang setara produk baru, risiko pembelian menjadi lebih kecil.

Dampak Kenaikan Harga

Kenaikan harga yang diterapkan Apple mempengaruhi hampir seluruh lini produk kecuali iPhone. MacBook Neo menjadi salah satu yang terdampak dengan kenaikan US$100 di pasar Amerika Serikat.

Keputusan Apple menaikkan harga ini belum diikuti dengan penjelasan resmi mengenai penyebabnya. Namun, fluktuasi nilai tukar dan biaya produksi kerap menjadi faktor dalam penyesuaian harga global.

Sementara itu, pasar Indonesia belum mendapatkan informasi resmi mengenai Harga Terbaru MacBook Neo. Konsumen di Tanah Air masih menunggu pengumuman dari distributor resmi.

Kehadiran MacBook Neo di refurbished store setidaknya memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin menghemat pengeluaran. Dengan garansi satu tahun dan kualitas terjamin, opsi ini layak dipertimbangkan.

Bagi pengguna yang mencari laptop dengan performa solid namun budget terbatas, program refurbished Apple bisa menjadi solusi. Terlebih dengan harga yang kembali ke level sebelum kenaikan, nilai yang ditawarkan semakin kompetitif.