spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog

Berita Teknologi Hari ini : Mulai Dari 5G Hingga Teknologi AI Terbaru!

Telko.id – Berita teknologi terbaru selalu menarik perhatian banyak orang, terutama para penggemar gadget dan teknologi. Kita hidup di zaman yang serba digital, di mana kemajuan teknologi terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru yang menarik. Dan ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari gadget terbaru, aplikasi baru, hingga teknologi terkini yang dapat memudahkan hidup kita sehari-hari. Tak hanya itu, berita ini juga dapat memberikan kita wawasan baru tentang tren dan arah perkembangan teknologi di masa depan.

Bicara tren, salah satu tren teknologi terbaru yang sedang naik daun adalah teknologi 5G. Berita teknologi terbaru menginformasikan bahwa teknologi 5G sekarang sudah tersedia di beberapa negara di seluruh dunia dan akan segera diperluas ke banyak negara lainnya. Teknologi 5G juga diklaim mampu memberikan kecepatan internet yang lebih cepat dan jaringan yang lebih stabil, sehingga akan sangat membantu bagi mereka yang sering menggunakan internet dalam mobilitas yang tinggi.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi topik hangat dalam berita teknologi terbaru. Beberapa perusahaan teknologi ternama sedang mengembangkan aplikasi dan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam berbagai bidang. Contohnya adalah pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang dapat membantu mengoptimalkan proses pengobatan dan pembelajaran. Informasi terbaru yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dapat memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Berikut adalah sejumlah berita teknologi terbaru yang kami muat di situs telko.id.

by.U Gelar Korea Kaja Vol.3, Perkuat Koneksi dengan Gen Z

Telko.id – Telkomsel melalui youth telco brand serba digital by.U kembali menghadirkan program Korea Kaja Vol.3.

Program ini berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 September 2026 sebagai upaya memperkuat koneksi yang relevan dengan Gen Z.

Korea Kaja menjadi upaya Telkomsel menjaga semua anak by.U agar bisa tetap terhubung dan punya ruang ekspresi yang dekat dengan keseharian, dengan komunitas, dan dengan passion terhadap K-Culture.

Program ini menggabungkan fenomena Korean Wave dengan pengalaman yang mendorong interaksi autentik antara brand dan komunitas.

Head of by.U Product Marketing, Herman A. Prasetyo, menyatakan bahwa Gen Z memiliki cara sendiri untuk terkoneksi.

“Gen Z punya cara sendiri untuk terkoneksi, baik lewat komunitas, passion, ataupun ruang ekspresi yang terasa dekat dengan keseharian mereka. Lewat Korea Kaja Vol.3, Telkomsel melalui by.U ingin hadir melayani sepenuh hati dengan pengalaman yang seru, relevan, dan memberi kesempatan nyata bagi anak muda untuk menyalakan mimpinya, mulai dari berkarya, ikut tantangan dance, sampai raih peluang berangkat ke Korea,” ujarnya.

Rangkaian Aktivitas dan Jangkauan Lebih Luas

Pada Vol.3 ini, by.U memperluas jangkauan lewat roadshow di lima kota, yakni Jakarta, Palembang, Pontianak, Solo, dan Bandung. Langkah ini membuka akses yang lebih merata bagi komunitas K-Culture, termasuk di luar Pulau Jawa.

Di setiap kota, Korea Kaja akan menghadirkan ragam aktivitas seru seperti Random Play Dance Competition, Noraebang K-Pop, Workshop Crafting, sampai dengan Tap-In Kpop Event.

Content image for article: by.U Kembali Gelar Korea Kaja Vol.3, Perkuat Koneksi dengan Gen Z

Puncak program akan ditutup melalui grand final “Dance of Dreams” di Jakarta. Lewat Korea Kaja Vol.3, 17 anak by.U terbaik berpeluang merasakan pengalaman jalan-jalan di Korea a la drama dan idola Korea.

Mereka bisa mulai dari eksplorasi tempat-tempat ikonik, merasakan vibe K-Culture yang biasanya cuma kelihatan di layar, belajar dance K-Pop langsung dari ahlinya, hingga menonton K-Pop Awards secara langsung.

Kesuksesan program sebelumnya menjadi fondasi perluasan tahun ini. Pada Korea Kaja Vol.2, rangkaian roadshow di lima kota dan grand final di Jakarta berhasil mengumpulkan lebih dari 1.460 submissions kompetisi Random Play Dance.

Acara tersebut juga menghadirkan lebih dari 3.210 attendees dari komunitas, serta menghasilkan lebih dari 18 juta impressions secara nasional.

Cara Berpartisipasi yang Fleksibel

Pada Korea Kaja Vol.3, anak by.U dapat memilih cara berpartisipasi yang paling sesuai dengan gaya mereka. Pertama, ikut kompetisi Random Play Dance dan ikuti rangkaian seleksinya. Kedua, beli Paket K-Popers Modal Kuota (Rp100.000, 65GB / 28 hari) untuk tambah peluang menang. Ketiga, tukar 50 uCoin jadi kupon undian sesuai ketentuan program melalui aplikasi by.U.

Sepanjang periode program, Korea Kaja Vol.3 juga akan menghadirkan rangkaian aktivitas komunitas dengan skala pengalaman yang dikemas lebih besar dan lebih luas. Informasi lengkap, syarat & ketentuan, serta cara ikut Korea Kaja Vol.3 dapat diakses melalui: go.byu.id/koreakaja.

Program ini menjadi bukti komitmen by.U dalam menyediakan ruang ekspresi bagi Gen Z. Dengan menggabungkan passion terhadap K-Culture dan pengalaman digital, Korea Kaja Vol.3 diharapkan mampu memperkuat koneksi antara brand dan komunitas anak muda di seluruh Indonesia. (Icha)

Samsung Hadirkan TV Micro RGB dengan Vision AI di Indonesia

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan TV Micro RGB generasi terbaru yang didukung teknologi Vision AI di Jakarta, Senin (13/5/2026).

Produk ini menjadi TV pertama di dunia yang menggunakan teknologi Micro RGB, menghadirkan lompatan besar dalam kualitas visual dengan warna lebih presisi, kontras lebih dalam, dan kontrol luminansi yang lebih akurat di setiap piksel.

Teknologi Micro RGB menggunakan lampu latar merah, hijau, dan biru berukuran di bawah 100 mikrometer yang masing-masing memancarkan cahaya secara independen.

Arsitektur ini memungkinkan kontrol cahaya sangat presisi serta akurasi warna lebih tinggi, menghasilkan tampilan visual lebih natural dan konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.

“Kini ekspektasi konsumen pada pengalaman menonton semakin beragam, di mana konsumen tidak sekadar mencari televisi, melainkan mencari pengalaman visual terbaik,” ujar Ubay Bayanudin, Head of Product, AV Business Samsung Electronics Indonesia.

“Samsung Micro RGB R95H dan R85H merupakan TV pertama di dunia dengan teknologi Micro RGB yang menghadirkan warna lebih presisi, kontras lebih dalam, dan kontrol luminansi yang lebih akurat di setiap piksel. Didukung Micro RGB AI Engine Pro, AI Upscaling, dan Micro RGB Color Booster Pro, AI Motion Enhancer Pro, kualitas visual dapat dioptimalkan secara real time sesuai jenis konten, serta kemampuan Glare Free yang membuat menonton lebih nyaman dari pantulan cahaya,” tambah Ubay.

Samsung menghadirkan Micro RGB melalui dua seri utama: R95H mulai dari 65 inci hingga 85 inci dan R85H mulai dari 55 inci hingga 75 inci. Untuk ukuran lebih besar, tersedia Samsung R95F dengan ukuran 115 inci. Kehadiran produk ini melengkapi jajaran TV premium Samsung yang sebelumnya telah diperkenalkan di ajang CES 2026.

Vision AI: Optimasi Real Time Tanpa Setting Manual

Samsung Vision AI menjadi otak di balik kecanggihan TV Micro RGB terbaru ini. Teknologi ini secara terus-menerus menyempurnakan kualitas gambar dan suara secara real time tanpa perlu pengaturan manual.

Fitur unggulannya meliputi AI Upscaling untuk meningkatkan kualitas konten ke resolusi lebih tinggi, AI Motion Enhancer Pro untuk gerakan lebih halus, dan AI Sound Controller Pro untuk suara lebih jernih dan imersif.

Yang paling membedakan Samsung Vision AI adalah hadirnya Vision AI Companion, sebuah pengalaman interaksi yang mengubah cara konsumen berhubungan dengan TV. Kini, konsumen cukup bertanya dan TV akan merespons secara natural dan intuitif. Didukung pula dengan AI Generative Wallpaper yang dapat menciptakan wallpaper sesuai suasana ruangan.

“Dilengkapi Samsung Vision AI Companion, Adaptive Sound Pro, dan Active Voice Amplifier Pro pengalaman menonton terasa lebih pintar, personal, dan nyaman di setiap momen. Didukung Dolby Atmos, OTS Lite, hingga fitur Karaoke Mic yang memungkinkan smartphone langsung berubah menjadi mic tanpa perangkat tambahan,” jelas Ubay.

Fitur Vision AI tersedia pada Samsung Micro RGB R95F, R95H dan R85H, serta lini Mini LED M70H, M80H, dan M90H. Tahun ini, Vision AI juga menghadirkan Vision of Art yang memungkinkan TV berfungsi sebagai kanvas hidup untuk menampilkan karya seni.

Desain Premium dan Fitur Hiburan Interaktif

TV Micro RGB hadir dengan Infinity Air Design yang menghadirkan desain bezel ultra-tipis dengan tampilan layar tanpa batas untuk pengalaman visual lebih imersif. Layar juga dilengkapi teknologi Glare Free yang telah terverifikasi UL Solutions untuk mengurangi pantulan cahaya.

Untuk hiburan, Mini LED Samsung juga menghadirkan fitur Karaoke dengan smartphone. Pengguna dapat menghubungkan smartphone dan menggunakannya sebagai microphone tanpa perangkat tambahan. Fitur ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan produktivitas seperti presentasi.

Seluruh pengalaman ini dilindungi oleh Samsung Knox Security, yang secara aktif melindungi data dan aktivitas pengguna dalam satu sistem terintegrasi. Samsung sendiri telah mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar display global selama 17 tahun berturut-turut.

Harga dan Ketersediaan

Samsung Micro RGB R95H dan R85H, serta lini Mini LED M70H, M80H, dan M90H kini telah tersedia di Samsung.com/id dan seluruh gerai resmi Samsung Indonesia. Harga dimulai dari Rp23.999.999 untuk lini Micro RGB dan mulai dari Rp4.699.000 untuk lini Mini LED.

Selama periode promo peluncuran, Samsung memberikan hadiah eksklusif untuk setiap pembelian Micro RGB. Pembelian Micro RGB R95F 115 inci mendapatkan Samsung Galaxy Z Fold 7 256GB.

Pembelian Micro RGB R95H 85 inci dan 75 inci mendapatkan Samsung Soundbar HW-Q800F, sementara unit 65 inci mendapatkan Samsung Galaxy A26 5G. Untuk Micro RGB R85H, pembelian unit 75 inci mendapatkan Galaxy A26 5G, unit 65 inci dan 55 inci mendapatkan Samsung Galaxy Buds4. (Icha)

Telkomsel Enterprise Kumpulkan Pelaku Ritel Bahas Solusi Digital

Telko.id – Telkomsel memperkuat perannya sebagai mitra strategis lintas industri dengan mempertemukan para pengambil keputusan untuk membahas tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha di era digital.

Pertemuan ini dilakukan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reinventing Growth in Retail, Consumer Product Goods (CPG), and E-Commerce Industries for Sustainable Impact”.

Dijalankan melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise, FGD ini sekaligus mendorong kolaborasi dalam penciptaan solusi digital yang relevan dan berdampak nyata yang selaras dengan semangat #PastiAdaSolusi.

Penjualan ritel Indonesia tumbuh sebesar 6,5% secara tahunan pada Februari 2026, meningkat dari 5,7% pada bulan sebelumnya. Momentum ini menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.

Kenaikan ini mencerminkan kuatnya konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan musim perayaan, serta mengungkapkan tuntutan akan kesiapan optimal pelaku ritel dalam pengelolaan lonjakan permintaan.

Menanggapi temuan tersebut, Telkomsel Enterprise bersama para pengambil keputusan lintas industri ritel di FGD berupaya menghadirkan solusi inovatif. Solusi ini dapat mendukung bisnis agar lebih efisien dari sisi operasional, semakin berdaya saing, serta unggul dalam aspek pengalaman pelanggan.

Content image for article: Telkomsel Enterprise Kumpulkan Pelaku Ritel Bahas Solusi Digital

VP Corporate Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel, Mia Melinda, menyatakan, “Pertumbuhan ritel yang semakin positif menunjukkan besarnya peluang, namun juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi kompleksitas operasional dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.

Melalui Telkomsel Enterprise, kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi digital end-to-end yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu pelaku ritel mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat dan berbasis data.”

Memperkuat Keandalan Operasional

Diskusi FGD menyoroti pentingnya visibilitas end-to-end di operasional bisnis ritel, dari distribusi hingga aktivitas di toko. Banyak pelaku industri menghadapi tantangan dalam mendeteksi potensi kebocoran margin, inefisiensi logistik, hingga gangguan sistem yang berdampak pada pengalaman pelanggan.

Untuk menjawab kebutuhan ini, Telkomsel Enterprise menghadirkan solusi berbasis konektivitas dan monitoring. Solusi tersebut meliputi IoT Fleet Management, Video Analytics, Direct Peering, serta Managed Connectivity (SD-WAN).

Solusi ini memungkinkan pelaku ritel memantau operasional secara real-time, meningkatkan efisiensi dan menjaga kelanjutan bisnis di tengah dinamika pasar.

Sebelumnya, Telkomsel Enterprise juga telah menunjukkan komitmennya melalui ajang Telkomsel Enterprise Solution Day yang memamerkan berbagai solusi terkini bagi dunia usaha. Inisiatif ini menjadi bukti konsistensi Telkomsel dalam mendukung transformasi digital sektor bisnis di Indonesia.

Membuka Insight Pelanggan

Selain operasional, fragmentasi data menjadi tantangan dalam memahami perilaku konsumen secara utuh. Banyak perusahaan masih mengandalkan data yang terpisah-pisah, sehingga membatasi akurasi dalam pengambilan keputusan.

Melalui solusi data seperti SiteSense dan MSIGHT, Telkomsel Enterprise mendorong integrasi data lintas sumber, baik internal maupun eksternal, secara aman dan berbasis prinsip privasi.

Pendekatan ini membantu pelaku ritel mendapatkan insight yang lebih komprehensif untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari pemilihan lokasi toko, optimasi kampanye, hingga perencanaan ekspansi bisnis.

Dalam upaya mendekatkan layanan ke pelanggan korporasi, Telkomsel juga meluncurkan Ted, Enterprise Digital Account Manager berbasis Gen AI. Inovasi ini memudahkan pelaku bisnis dalam mengakses berbagai solusi digital secara lebih cepat dan personal.

Di tengah perkembangan ekosistem omnichannel, relevansi menjadi kunci dalam menjangkau konsumen. Pelaku ritel dituntut untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan tepat sasaran di setiap touchpoint.

Telkomsel Enterprise mengangkat solusi seperti Rich Business Messaging (RCS) dan Digital Advertising yang memungkinkan segmentasi audiens berbasis data.

Dengan pendekatan ini, brand dapat menyampaikan pesan yang lebih relevan, meningkatkan engagement, sekaligus mengoptimalkan efektivitas kampanye pemasaran.

Diskusi juga membahas berbagai dinamika industri, termasuk lonjakan trafik saat periode kampanye besar seperti double date serta peningkatan aktivitas belanja pasca-Lebaran.

Hal ini semakin menegaskan pentingnya infrastruktur digital yang andal, scalable, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku konsumen.

Mia menambahkan bahwa kolaborasi lintas ekosistem menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang relevan dan scalable bagi industri.

“Forum seperti FGD ini menjadi ruang penting untuk mendengar langsung kebutuhan industri, sekaligus wadah co-create solusi yang benar-benar menjawab tantangan di lapangan.” (Icha)

UMKM Jadi Penggerak Utama E-commerce Asia Tenggara 2029

0

Telko.id – Pasar e-commerce Asia Tenggara diproyeksikan menjadi yang tercepat kedua di dunia pada 2029 dengan pertumbuhan 13,2% per tahun.

Studi terbaru dari 2C2P by Antom dan IDC mengungkap bahwa UMKM menjadi penggerak utama di balik lonjakan ini.

Laporan bertajuk “How Southeast Asia Buys and Pays 2026: Unlocking SMEs’ Potential” menunjukkan nilai pasar e-commerce kawasan akan tumbuh 85,4% menjadi US$289,8 miliar pada 2029. Pertumbuhan ini hanya kalah dari India secara global.

Pembayaran digital diprediksi mencakup 97% dari total transaksi e-commerce pada 2029, naik dari 89% pada 2024. Dompet digital dan metode pembayaran lokal seperti QRIS di Indonesia menjadi pendorong utama.

Worachat Luxkanalode, Group CEO of 2C2P by Antom, mengatakan, “Di tengah pertumbuhan pesat pasar e-commerce Asia Tenggara, 2C2P berkomitmen membantu bisnis dari berbagai skala melalui solusi pembayaran dan insight yang memudahkan mereka.”

“Pelaku usaha, khususnya UMKM, memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan—berkontribusi lebih dari 50% terhadap PDB dan menyerap 64,6% tenaga kerja—namun banyak yang masih menghadapi tantangan transformasi digital,” lanjutnya.

UMKM diproyeksikan menyumbang 58% pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2029. Survei terhadap 600 responden di enam negara—Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam—menunjukkan 66% UMKM telah berjualan secara online.

Namun, tingkat kematangan digital masih timpang. Sekitar sepertiga UMKM masih bergantung pada transaksi tunai, termasuk di Singapura. Tantangan utama meliputi kompleksitas integrasi sistem, kekhawatiran fraud, biaya tinggi, dan keterbatasan infrastruktur.

Di Indonesia, prioritas utama UMKM adalah penguatan kehadiran digital (35%), memperkuat rantai pasok (34%), dan memperluas pasar (28%). Tantangan terbesar adalah proses settlement lambat (35%), dukungan pembayaran internasional terbatas (30%), dan biaya layanan tinggi (27%).

Hambatan digitalisasi UMKM Indonesia meliputi kompleksitas integrasi sistem (40%), keterbatasan akses internet (33%), dan biaya pengelolaan pajak (33%). Meski begitu, prospek UMKM tetap cerah seiring pertumbuhan e-commerce dan adopsi pembayaran digital.

Pembayaran domestik diperkirakan tumbuh 104% dari US$45,1 miliar (2024) menjadi US$92,0 miliar (2029), menjadi kontributor terbesar dengan alokasi 32%. Dompet digital naik 107% dari US$38,2 miliar menjadi US$79,0 miliar, dengan pengguna naik dari 24% ke 27%.

Buy Now Pay Later (BNPL) mencatat pertumbuhan tertinggi 174%, dari US$6,9 miliar menjadi US$18,9 miliar. Dengan 56% populasi Asia Tenggara belum memiliki akses kartu pembayaran (World Bank), solusi digital menjadi krusial.

Sebanyak 63% responden UMKM menyatakan sistem pembayaran saat ini perlu peningkatan. Meski baru 49% menjalankan bisnis lintas negara, tiga dari empat responden berencana ekspansi internasional dalam dua tahun ke depan, terutama di Indonesia dan Thailand.

IDC memperkirakan peningkatan partisipasi UMKM dalam e-commerce lintas negara berpotensi membuka tambahan nilai penjualan US$20,8 miliar pada 2029, setara peningkatan 7,1% terhadap nilai e-commerce kawasan.

Worachat menambahkan, “Seiring ekosistem pembayaran yang berkembang cepat di berbagai negara, bisnis membutuhkan solusi yang menyederhanakan operasional, mendukung preferensi pembayaran lokal, dan membantu ekspansi lintas negara.”

“Melalui platform pembayaran enterprise kami, pelaku usaha dapat mengatasi tantangan tersebut melalui satu integrasi API, sekaligus membuka peluang baru di ekonomi digital Asia Tenggara,” pungkasnya.

Laporan lengkap tersedia di situs resmi 2C2P. Studi ini menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya penggerak, tetapi juga penerima manfaat utama dari transformasi digital di kawasan. (Icha)

Tri H3RO Esports 6.0 Rampung, Lahirkan Ribuan Talenta Muda

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri telah menyelesaikan rangkaian turnamen H3RO Esports 6.0. Ajang bertajuk “From Zero to H3RO – Rise of Rookies” ini sukses melahirkan ribuan potensi talenta esports baru di Indonesia.

Sepanjang penyelenggaraan H3RO Esports yang sudah berjalan enam tahun, program ini telah melibatkan lebih dari 42.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Angka tersebut membuktikan konsistensi Tri dalam membangun ekosistem pembinaan gaming yang terstruktur, dari level pemula hingga pemain profesional.

H3RO Esports 6.0 sendiri mencatat partisipasi tinggi dengan 2.786 rookie terverifikasi. Seluruh peserta menjalani proses seleksi berlapis yang dirancang bersama pro team. Tahapannya dimulai dari H3RO Rookie Tournament yang menyaring peserta menjadi 210 pemain terbaik.

Selanjutnya, para peserta menjalani tes kognitif dan durability, hingga in-game assessment oleh RRQ dan HFX. Proses ini menghasilkan 20 pemain terpilih yang kemudian mengikuti Scrimmage Showcase, psikotes, serta tes IQ dan EQ. Pada akhirnya, tiga rookie terbaik dari masing-masing pro team berhasil terpilih dan dinilai siap memasuki jalur profesional.

Menariknya, program ini juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui CoachGPT berbasis ChatGPT. Teknologi ini menjadi referensi tambahan bagi coach dalam menilai performa pemain secara lebih objektif dan berbasis data.

Apoorva Mehrotra, Director and Chief Growth Officer of Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengembangkan talenta esports Indonesia.

“Selama enam tahun perjalanan H3RO Esports, kami melihat antusiasme generasi muda yang terus meningkat. Kini terdapat puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia, mencerminkan besarnya potensi talenta Esports di Tanah Air,” ujarnya.

Ia menambahkan, H3RO hadir bukan sekadar turnamen. “H3RO kini terus berkembang dan menjadi ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan pemain dari level rookie hingga berkompetisi di panggung nasional dan internasional.

Melalui H3RO Esports 6.0, kami kembali menegaskan komitmen tersebut dengan menghadirkan jalur pengembangan yang terstruktur,” tutur Apoorva.

Talenta yang Lahir dari H3RO Esports

Program H3RO telah melahirkan sejumlah talenta yang berkontribusi di level nasional hingga internasional. Beberapa di antaranya bahkan sukses dalam ajang Road to Seleknas – IESF World Esports Championship.

EVOS berhasil meraih medali emas pada 14th IESF World Esports Championship MLBB. Sementara itu, Kuda Terbang menempati peringkat 5 besar dunia pada 14th IESF World Esports Championship PUBG Mobile.

Bigetron juga menorehkan prestasi dengan meraih medali perak pada 15th IESF World Esports Championship MLBB, dan ONIC meraih medali perunggu pada 16th IESF World Esports Championship MLBB.

Keberhasilan ini didukung oleh kolaborasi strategis dengan berbagai mitra. PBESI (Pengurus Besar Esports Indonesia) sebagai induk organisasi Esports nasional di bawah naungan KONI turut berperan. AVGI (Asosiasi Video Game Indonesia) juga mendorong penguatan industri dan komunitas gaming.

Garudaku sebagai platform resmi dalam ekosistem PBESI turut mendukung penyelenggaraan program. Mitra media seperti Revival TV, Vidio, dan TikTok Live juga memperluas jangkauan audiens. UniPin menjadi payment gateway yang mempermudah transaksi dalam ekosistem gaming.

Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Tri dalam membangun jalur regenerasi atlet Esports Indonesia secara berkelanjutan.

Tayangan dan Performa Digital yang Menggila

Rangkaian H3RO Esports Tournament secara keseluruhan mencatat pencapaian signifikan. Acara ini disiarkan secara live dan menjangkau lebih dari 165 juta penonton.

Tayangan tersebut menjadi salah satu dengan jumlah penonton terbanyak serta meraih empat kali trending di YouTube.

Keberhasilan ini juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan dari organisasi dan media independen. Puncak H3RO Esports 6.0 berlangsung melalui Scrimmage Showcase Livestream pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Acara ini kembali menjadi sorotan komunitas Esports nasional dengan lebih dari 1 juta total penonton (1.064.293 views).

Tayangan tersebut turut diramaikan melalui watch party bersama talent Esports serta berbagai aktivitas gamification interaktif.

Secara keseluruhan, kampanye H3RO Esports 6.0 mencatat performa digital yang kuat dengan 18,4 juta reach, 8,85 juta views, dan lebih dari 300 ribu engagement. Angka ini memperlihatkan besarnya antusiasme generasi gamer muda terhadap program pencarian talenta ini.

Sebagai penutup rangkaian program, para rookie terpilih mendapatkan kesempatan mengikuti H3RO Masterclass. Mereka menjalani program pelatihan intensif yang diselenggarakan langsung di gaming house pro team, RRQ dan HFX.

Selama proses ini, para peserta juga mendapatkan pendampingan psikolog untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan kompetitif dan profesional.

Kolaborasi antara penyelenggara, pro team profesional, panelis ahli, serta dukungan dari Tri Indonesia menjadikan From Zero to H3RO sebagai salah satu inisiatif paling komprehensif. Program ini sukses menjembatani gamer muda Indonesia menuju panggung Esports profesional.

Bagi yang ingin mengikuti jejak para rookie, Tri menawarkan paket data spesial. Nikmati pengalaman gaming terbaik dengan Tri Lebih Hemat, Sinyal Cepat yang hadir hingga ke pelosok negeri.

Dapatkan ekstra 170 Diamonds Mobile Legends: Bang Bang dengan membeli paket 10GB seharga Rp65.000. Paket ini juga dilengkapi dengan fitur Anti Spam PLUS+ untuk pengalaman gaming tanpa gangguan. (Icha)

IdeaFest 2026 Usung Tema ReHumanize di Tengah Perkembangan AI

Telko.id – IdeaFest 2026 resmi kembali hadir sebagai festival kreatif terbesar di Indonesia dengan mengusung tema “ReHumanize”. Festival tahun ini akan digelar pada 4-6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) dan menjadi respons terhadap pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara manusia hidup dan berinteraksi.

Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraannya, IdeaFest 2026 mempertemukan inovator, kreator, entrepreneur, dan pemimpin industri dari berbagai bidang. Mulai dari film, musik, fashion, teknologi, politik, F&B, komedi, olahraga, hingga budaya populer. Tema “ReHumanize” menjadi ajakan bagi seluruh pelaku industri untuk kembali menempatkan manusia sebagai pusat inovasi di era digital.

Desy Bachir, Co-chair IdeaFest, menjelaskan bahwa tema ini merupakan gerakan kolektif yang relevan di tengah percepatan teknologi saat ini. “Kami percaya bahwa di balik setiap inovasi, harus selalu ada nilai kemanusiaan sebagai fondasi. Tanpa itu, teknologi dapat kehilangan arah dan makna,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

Pemanfaatan AI di Indonesia sendiri menunjukkan pertumbuhan signifikan. Studi PwC Indonesia mencatat sebanyak 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional mereka selama setahun terakhir. Sebanyak 16% di antaranya memanfaatkannya setiap hari. Kondisi ini menunjukkan teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari dan membutuhkan pendekatan yang lebih berorientasi pada manusia.

Menjawab dinamika tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) turut mendukung IdeaFest 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih inklusif dan relevan. Bagi Indosat, perkembangan teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat membantu manusia tetap terkoneksi dan berkarya di era digital.

Ovidia Nomia, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan bahwa di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kreativitas dan koneksi antar manusia justru menjadi semakin penting. “Teknologi dapat membantu mempercepat banyak hal, tetapi ide, empati, dan perspektif manusia tetap menjadi hal yang tidak tergantikan. AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya,” tegasnya.

IdeaFest 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dan program yang semakin relevan dengan dinamika industri saat ini. Setiap tahunnya, festival ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif dari berbagai bidang yang memiliki dampak positif bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.

Stephanie Regina, Founder dan CEO Haloka Group sekaligus salah satu Braintrust IdeaFest 2026, menekankan pentingnya koneksi yang meaningful di era digital. “Peran kreativitas menjadi krusial untuk membuat pesan terasa hidup dan relatable sehingga komunitas menjadi bagian dari ekosistem yang mampu menciptakan engagement organik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penyegaran, IdeaFest menghadirkan program baru JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL melalui kolaborasi bersama JKT GO. Program ini merupakan bazar kurasi yang menampilkan lebih dari 200 brand lokal sebagai wadah bagi pelaku usaha kreatif untuk berkembang. Ian Eryanto Wongso, Co-Founder JKT GO, menambahkan bahwa konten yang impactful selalu memiliki konteks budaya dan emosi.

Patrick Effendy, Founder of Creative Prompt, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi dapat memberikan nilai nyata. “Inovasi harus dimulai dari masalah manusia, bukan teknologi itu sendiri, karena kreativitas, intuisi, dan pengambilan keputusan tetap menjadi keunggulan yang tidak tergantikan,” katanya.

IdeaFest 2026 berkolaborasi dengan PT. PERTAMINA (Persero) dan Indofood melalui brand Indomie, Pop Mie, Indomilk dan Chitato Lite sebagai Official Sponsor. Tiket festival dapat dibeli melalui loket.com/ideafest2026 mulai dari Rp350.000.

Melalui IdeaFest 2026, penyelenggara berharap dapat mendorong perubahan cara berpikir dalam industri kreatif. Keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan manusia. Dengan kolaborasi lintas sektor dan kehadiran program baru, IdeaFest terus berkomitmen menjadi katalis perkembangan industri kreatif Indonesia.

Acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di tengah masyarakat. Berbagai inisiatif serupa seperti Literasi AI dan Gerakan Sister Digital menunjukkan bahwa ekosistem festival kreatif di Indonesia semakin matang dan beragam.

IdeaFest mengundang seluruh kreator, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari gerakan “ReHumanize”. Tujuannya adalah menciptakan masa depan yang lebih inklusif, empatik, dan bermakna di tengah era digital yang terus berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun media sosial resmi @ideafestid.

Linknet Resmi Kelola Jaringan Utama dan IoT di Kawasan EJIP

Telko.id – PT Link Net Tbk (Linknet) resmi memperluas kemitraan strategisnya dengan PT East Jakarta Industrial Park (EJIP). Perusahaan infrastruktur digital itu kini mengelola jaringan utama sekaligus menghadirkan solusi Internet of Things (IoT) di kawasan industri tersebut.

Penandatanganan addendum kerja sama dilakukan pada 13 Mei 2026 di Cikarang. Langkah ini menandai perluasan layanan Linknet di EJIP, yang sebelumnya hanya mencakup penyediaan dedicated internet bagi para tenant. Kini, Linknet juga akan mengelola infrastruktur telekomunikasi utama kawasan.

“Transformasi digital adalah kunci untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di era modern,” ujar Andy Rif’at Jusuf, Direktur EJIP. Ia menambahkan bahwa pihaknya menyambut baik perluasan kemitraan dengan Linknet yang membawa solusi AI-Powered CCTV dan infrastruktur IoT canggih ke dalam kawasan.

Salah satu layanan baru yang dihadirkan adalah AI-Powered CCTV. Solusi ini mencakup pemantauan perimeter security untuk area perbatasan EJIP, traffic management untuk mendeteksi parkir liar serta memantau kecepatan kendaraan, hingga water level detection untuk memantau ketinggian air sebagai langkah mitigasi risiko lingkungan.

Dengan sistem manajemen lalu lintas yang lebih cerdas dan deteksi dini risiko lingkungan, EJIP diyakini akan menjadi kawasan industri yang semakin tangguh dan aman. “Ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan investasi strategis untuk menjamin keamanan maksimal dan efisiensi operasional bagi seluruh tenant kami,” tegas Andy.

Addendum ini menjadi langkah strategis bagi EJIP dalam menghadirkan kawasan industri yang lebih modern dan terintegrasi secara digital. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menjawab kebutuhan operasional tenant yang semakin dinamis melalui dukungan infrastruktur konektivitas dan solusi IoT yang andal.

Ronald C. Lesmana, Chief Enterprise Business Officer Linknet, menegaskan bahwa addendum ini menunjukkan peran perusahaan yang lebih luas. “Linknet tidak hanya menyediakan layanan internet, tetapi juga berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi yang andal bagi kawasan industri strategis di Indonesia,” katanya.

Melalui konektivitas yang stabil dan solusi IoT yang tepat guna, Linknet ingin membantu tenant menjalankan operasional bisnis dengan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak bagi pertumbuhan industri nasional,” tambah Ronald.

Sebelumnya, Linknet telah menyediakan layanan dedicated internet untuk mendukung kebutuhan konektivitas tenant di kawasan industri tersebut. Dengan perluasan layanan ini, Linknet semakin memperkuat perannya dalam menghadirkan konektivitas yang stabil, aman, dan berketahanan tinggi untuk mendukung aktivitas bisnis tenant selama 24/7.

Langkah Linknet ini sejalan dengan tren percepatan infrastruktur digital yang juga dilakukan oleh berbagai pemain industri di Indonesia. Kolaborasi dengan kawasan industri strategis seperti EJIP menjadi model bisnis yang potensial untuk direplikasi di kawasan lainnya.

EJIP sendiri merupakan salah satu kawasan industri terkemuka di Indonesia yang menaungi berbagai perusahaan manufaktur global. Dengan tambahan solusi IoT dan keamanan berbasis AI, kawasan ini diharapkan semakin menarik bagi investor asing yang membutuhkan standar operasional tinggi.

Linknet, yang merupakan bagian dari grup Axiata, telah berpengalaman lebih dari dua dekade di industri infrastruktur teknologi. Perusahaan ini menjangkau jaringan lebih dari 5 juta rumah di lebih dari 70 kota melalui lini bisnis utamanya, yakni Linknet Fiber, Linknet Enterprise, dan Linknet Media.

Ekspansi layanan Linknet di EJIP juga menjadi bukti bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital yang andal semakin mendesak, tidak hanya untuk sektor residensial tetapi juga untuk kawasan industri. Solusi IoT seperti AI-Powered CCTV menjadi nilai tambah yang signifikan bagi pengelola kawasan.

Ke depannya, kolaborasi serupa antara penyedia infrastruktur dan pengelola kawasan industri diperkirakan akan semakin marak. Hal ini didorong oleh kebutuhan tenant akan keamanan, efisiensi operasional, dan konektivitas yang tidak terputus.

Dengan adanya addendum ini, Linknet menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berkelanjutan bagi sektor industri di Indonesia. Perusahaan juga membuka peluang untuk menjalin kemitraan strategis serupa dengan kawasan industri lainnya di tanah air.

Samsung Galaxy A57 vs Galaxy A55 5G? Ini Keunggulan yang Paling Terasa

Telko.id – Sedang berpikir untuk upgrade smartphone? Di masa sekarang, kebutuhan akan smartphone yang mampu mengikuti gaya hidup serba cepat memang semakin meningkat.

Perangkat baru yang kita harapkan tidak hanya perangkat yang makin cerdas untuk mendampingi berbagai aktivitas sehari-hari, tetapi juga nyaman digunakan dari awal hingga penghujung hari.

Di tahun 2026, Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G sebagai opsi upgrade dari Galaxy A sebelumnya. Mengusung peningkatan yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna modern, ponsel ini memberikan beberapa peningkatan nyata mulai dari sisi desain, performa hingga pengalaman penggunaan AI yang semakin seamless.

“Galaxy A57 5G dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih modern dan premium bagi pengguna, mulai dari desain yang diperbarui, lebih tipis hanya 6.9mm dan hanya 179 gram sehingga nyaman digenggam untuk waktu yang lama. Pengalaman semakin lengkap dengan layar Super AMOLED+ berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz yang memberikan visual menonton lebih imersif dan tetap jelas di berbagai kondisi,” ujar Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.

Menurut Annisa, pengguna menginginkan peningkatan performa, Galaxy A57 5G telah didukung performa Exynos 1680 yang makin responsif, siap mendukung aktivitas harian jadi lebih lancar, termasuk memproses penggunaan AI dengan efisien.

Jika sedang mempertimbangkan untuk upgrade ke smartphone baru, tentu kita ingin mengetahui peningkatan yang diberikan. Berikut beberapa poin peningkatan yang dimiliki Galaxy A57 5G, ketika dibandingkan dengan ponsel keluaran 2 tahun lalu, Galaxy A55 5G:

Desain Lebih Tipis, Makin Premium

Galaxy A55 5G memiliki ketebalan 8,2mm dan berat 213g. Kini, Galaxy A57 5G tampil dengan desain yang lebih tipis dan ringan, menghadirkan kenyamanan ekstra untuk penggunaan sepanjang hari.

Dengan ketebalan hanya 6,9mm dan bobot 179 gram, perangkat ini mampu memberikan pengalaman yang lebih ergonomis saat digenggam, tidak mudah membuat tangan pegal dan tetap nyaman dan tampil premium dalam berbagai aktivitas.

Galaxy A57 5G menjadi perangkat paling tipis di jajaran Galaxy A series

Keunggulan ini semakin terasa saat digunakan dalam mobilitas tinggi, mulai dari dimasukkan ke dalam saku sambil berjalan dan commuting berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian saat lari menggunakan running belt, tidak perlu khawatir dengan perangkat yang berat dan mengganggu.

Tidak hanya itu, smartphone baru dari Samsung ini tampil dengan desain kamera terbaru yang lebih clean, stylish dan premium dibandingkan generasi sebelumnya.

Galaxy A57 5G tampil makin premium dengan desain ambient island

Pengalaman Layar Lebih Luas dengan Bezel yang Makin Tipis

Smartphone baru dari Samsung ini dilengkapi layar Super AMOLED+ yang berukuran 6,7 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz dan Vision Booster mampu menghadirkan visual yang lebih hidup dan tajam.

Ini lebih luas daripada layar Super AMOLED 6,6 inci Galaxy A55 5G. Vision Booster pada perangkat ini juga lebih terang hingga 1900 nits, lebih tinggi daripada nilai maksimum 1200 nits pada Galaxy A55 5G.

Ditambah, bezel yang semakin tipis, nyata terlihat jika dibandingkan Galaxy A55 5G, memberikan pengalaman layar yang berbeda yaitu lebih luas dan imersif sangat cocok untuk menonton, scrolling, bermain game.

Bezel Galaxy A57 5G makin tipis dibandingkan Galaxy A55 5G

Performa Lebih Kencang dan Suhu Tetap Stabil

Mengintip dari dapur pacu, Galaxy A57 5G ditenagai prosesor terbaru Exynos 1680 yang menghadirkan peningkatan CPU, NPU, terutama GPU dibandingkan Galaxy A55 5G yang ditenagai Exynos 1480.

Ini membuat kinerja Galaxy A57 5G lebih stabil dan responsif untuk produktivitas, multitasking, gaming, hingga penggunaan sehari-hari. Pemrosesan AI pun lebih lancar, seperti Circle to Search atau Gemini, juga AI on-device seperti Voice Transcription yang baru ada di Galaxy A57 5G.

Didukung baterai 5000mAh yang tahan seharian, dengan dukungan Super Fast Charging, pengguna dapat tetap produktif sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan daya.

Selain itu, dukungan vapor chamber hingga 13% lebih besar mampu menjaga menjaga suhu perangkat tetap stabil bahkan saat digunakan bermain game Mobile Legends secara intensif hingga 3 jam, suhu tetap terjaga di bawah 40 derajat.

Jika dibandingkan dengan Galaxy A55 5G, pengalaman penggunaan pada perangkat terbaru Samsung ini terasa lebih smooth, stabil dan minim lag.

Suhu Galaxy A57 5G berhasil di bawah 40 derajat saat main Game.

Kamera dan Hasil Foto Makin Awesome

Perangkat terbaru dari Samsung ini turut menghadirkan peningkatan pada segi kamera, menghasilkan foto dan video yang makin jernih di berbagai kondisi pencahayaan. Mulai dari momen hangout bersama teman, city night view, konten di spot estetik hingga aktivitas harian, hasilnya tetap terang, detail dan minim noise.

Perbedaan dengan generasi sebelumnya, terlihat bahwa hasil foto pada Galaxy A57 5G lebih terang, jernih dan minim noise, dibandingkan foto yang dihasilkan Galaxy A55 5G.

Hasil foto pada Galaxy A57 makin jernih dan minim noise

Perbandingan Galaxy A57 5G vs Galaxy A55 5G

FiturGalaxy A57 5GGalaxy A55 5G
Desain6.9mm dan berat 179g (lebih tipis dan ringan)8.2mm dan berat 213g
Layar6.7inci, Super AMOLED+, 120 Hz, Vision Booster hingga 1900 nits6.6” inci, Super AMOLED, 120Hz, Vision Booster hingga 1200 nits
PerformaExynos 1680 (lebih kencang dan responsif)Exynos 1480
KameraTriple camera belakang dengan peningkatan ISP dan mode Low NoiseTriple camera belakang

Dengan keunggulan pada desain, layar, performa, dan kamera, jelas bahwa perangkat baru dari Samsung ini menghadirkan peningkatan yang cocok bagi anak muda masa kini yang ingin mengupgrade ponselnya. 

Smartphone ini telah tersedia di toko offline dan online Samsung di seluruh Indonesia dengan pilihan warna Awesome Navy, Awesome Gray, Awesome Icy Blue, dan Awesome Lilac. Perangkat ini tersedia pada harga retail yang direkomendasikan mulai dari Rp 7.599.000 dalam 3 varian: 8/128GB, 8/256GB, dan 12/256GB.

Hingga 31 Mei 2026, pengguna dapat menikmati penawaran spesial terbaru dengan total keuntungan senilai hingga Rp5.400.000. Tidak hanya itu, terdapat pilihan skema cicilan melalui Finance+ dengan bunga 0% dan DP 0%, sehingga pengguna dapat menikmati perangkat terbaru dengan awesome deal.

Bagi pengguna yang memiliki Galaxy generasi sebelumnya, bisa  memanfaatkan program trade-in cashback dan program jaminan harga trade-in dengan nilai terbaik.

Misalnya, pengguna Galaxy A55 5G varian 128GB ingin menukarkan ke Galaxy A57 5G varian 128GB, konsumen cukup membayar lebih ringan Rp 350 ribuan per bulan selama 12 bulan.

ZTE-Telkom Teken MoU Percepat Infrastruktur Digital

Telko.id – ZTE Corporation dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan solusi dan infrastruktur digital di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Jakarta pada 13 Mei 2026.

Kemitraan antara ZTE dan Telkom ini akan berfokus pada pengembangan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan next-generation connectivity.

Tujuannya adalah mempercepat inovasi, meningkatkan layanan digital, serta mendukung sektor enterprise dan pemerintahan. Kedua perusahaan ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh dan kompetitif.

Zhu Yang, Sales Director ZTE Indonesia, mengatakan, “Kami bangga dapat memperkuat kolaborasi dengan Telkom Indonesia, salah satu penggerak utama ekosistem digital di Asia Tenggara. Kemitraan ini mencerminkan visi bersama kami untuk membangun infrastruktur digital yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi ZTE dan kekuatan pasar Telkom, kami berharap dapat menciptakan nilai baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Dari perspektif Telkom, kolaborasi ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan. Telkom tengah berevolusi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi perusahaan berbasis infrastruktur dan platform digital yang terintegrasi. Sebelumnya, Telkom juga telah menandatangani perjanjian spin-off fiber senilai Rp35,7 triliun sebagai bagian dari transformasi ini.

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa kemitraan strategis memainkan peran penting dalam mempercepat agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Kolaborasi ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan di masa depan. Selanjutnya, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas di bidang data center, konektivitas, dan platform berbasis cloud, sekaligus menjadikan AI sebagai penggerak utama untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan kami. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, dan kompetitif di Indonesia maupun di tingkat regional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, ZTE akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan teknologinya di tingkat global. Fokusnya mencakup infrastruktur digital, solusi berbasis AI, dan platform terintegrasi.

Semua itu untuk mendukung Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat potensi layanan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih scalable dan aman.

Fokus pada AI dan Cloud Computing

Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah pengembangan layanan berbasis AI. Telkom sebelumnya telah menegaskan bahwa AI menjadi andalan utama dalam strategi bisnisnya. Perusahaan bahkan memfokuskan diri pada empat portofolio bisnis dengan AI sebagai penggerak utama. Langkah ini menunjukkan keseriusan Telkom dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan daya saing.

Kolaborasi dengan ZTE dinilai akan memperkuat kapabilitas Telkom di bidang data center dan platform berbasis cloud. Dengan infrastruktur yang lebih solid, Telkom dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan enterprise maupun pemerintahan. Hal ini sejalan dengan visi ZTE untuk mendukung transformasi digital di berbagai negara.

Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan next-generation connectivity. ZTE memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi konektivitas generasi terbaru, termasuk 5G.

Sebelumnya, ZTE juga telah menandatangani MoU dengan Telkom untuk pengembangan 5G. Langkah ini mempertegas komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan jaringan yang lebih cepat dan andal.

Dukungan untuk Ekonomi Digital Indonesia

Kerja sama ini juga mendukung upaya berkelanjutan Telkom dalam mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan disiplin eksekusi. Setiap inisiatif yang dijalankan diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Ke depannya, ZTE dan Telkom akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi. Ruang lingkupnya mencakup pengembangan infrastruktur digital, solusi enterprise, layanan berbasis AI, dan pengembangan kapabilitas. Semua itu untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Inisiatif serupa juga terlihat di ekosistem Telkom Group. Misalnya, Telkomsel baru-baru ini menggelar Solution Day 2025 untuk mendorong inovasi AI dan 5G bagi industri. Sementara itu, TransTRACK dan BTP Telkom University juga menjalin kerja sama riset inovatif. Semua langkah ini menunjukkan komitmen Telkom Group dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Dengan adanya kemitraan strategis ini, ZTE dan Telkom optimistis dapat menciptakan nilai baru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Icha)

QRIS Bidik akan Masuk WeChat Pay di China

Telko.id – Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), terus memperluas jangkauannya di China.

Setelah sebelumnya terintegrasi dengan Alipay dan UnionPay, kini QRIS dibidik untuk dapat terhubung dengan WeChat Pay, salah satu platform pembayaran digital terbesar di negara tersebut.

Melansir dari Kompas, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, saat ini QRIS RI-China yang baru diluncurkan pada 30 April 2026, baru dapat digunakan melalui platform Alipay dan UnionPay.

“Ke depan kami sudah bicara untuk kemungkinan WeChat Pay dan juga MPC, itu adalah mobile payment juga akan bekerjasama. Jadi mereka sudah membangun satu single QR. Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment) antara Indonesia dan China.

Dengan integrasi tersebut, pengguna dari Indonesia nantinya dapat melakukan transaksi di merchant yang mendukung WeChat Pay hanya menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah mendukung QRIS.

Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem pembayaran antarnegara.

Santoso pun mengaku telah mencoba langsung penggunaan QRIS Antarnegara di China dan menilai implementasinya berjalan cukup baik, meski belum tersebar luas di seluruh merchant.

“Di mereka yang ada masalah karena baru dua kan. Mereka harus mengintegrasikan, mereka harus merubah menjadi satu platform. Platform ini sebenarnya sudah ada di platform domestik, cuma kita meminta bisa enggak ini juga melayani internasional,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penggunaan QRIS RI-China memiliki potensi besar seiring tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan China.

“Total pemain kita kebanyakan mikro dan UMKM kan di Indonesia, sekitar 44-45 jutaan. Kalau di China kita tahu di sana penduduknya besar dan pemainnya juga banyak. Yang kami pernah mendengar itu mereka hampir mendekati ratusan juta sampai ke UMKM-UMKM dan turis itu di sana baik jasa maupun barang juga,” kata Santoso.

Integrasi ini dapat memberikan pengalaman transaksi lintas negara yang lebih sederhana.

Wisatawan Indonesia di China nantinya cukup menggunakan aplikasi pembayaran lokal yang biasa dipakai sehari-hari tanpa perlu membawa banyak uang tunai atau kartu tambahan.

Di masa depan, ekspansi QRIS ke lebih banyak platform dan negara berpotensi mempercepat terbentuknya ekosistem pembayaran digital ASEAN dan Asia yang lebih terhubung, efisien, dan mandiri.