Telko.id – Telegram resmi mengumumkan aplikasi native untuk Apple Watch, menandai kemballinya layanan pesan instan tersebut ke platform jam tangan pintar Apple setelah sempat dihentikan beberapa tahun lalu.
Dengan aplikasi baru ini, pengguna dapat mengakses berbagai fitur Telegram langsung dari pergelangan tangan tanpa harus membuka iPhone.
Dilaporkan GSM Arena, Rabu (10/6) langkah ini diambil setelah bertahun-tahun sebelumnya platform besutan Pavel Durov itu menarik aplikasi khususnya dari watchOS milik Apple.
Kembalinya Telegram ke Apple Watch secara khusus juga diumumkan langsung oleh CEO Telegram Pavel Durov di akun X-nya @durov.
“Aplikasi Telegram khusus Apple Watch kini rilis,” kata Pavel Durov dalam unggahannya.
Aplikasi Telegram untuk watchOS mendukung berbagai fitur utama yang selama ini tersedia di platform lain.
Pengguna dapat membaca dan membalas pesan, mengirim pesan suara, melihat GIF dan stiker, berbagi lokasi, hingga mengakses daftar kontak dan percakapan yang tersinkronisasi dengan akun Telegram mereka.
Baca Juga:
Aplikasi berbagi pesan ini juga menghadirkan pengalaman yang sepenuhnya native, sehingga aplikasi dapat berjalan langsung di Apple Watch tanpa sekadar menjadi perpanjangan notifikasi dari iPhone.
Setelah memasang aplikasi Telegram khusus di Apple Watch, pengguna nantinya perlu memindai kode QR dari aplikasi Telegram di ponsel pintarnya agar kontak dan pesan yang sudah ada dapat tersinkronisasi.
Kembalinya Telegram ke Apple Watch menjadi langkah menarik di tengah tren meningkatnya penggunaan perangkat wearable sebagai pusat komunikasi.
Sebelumnya, Telegram pernah menghadirkan aplikasi watchOS pada 2015, namun dukungan tersebut dihentikan beberapa tahun kemudian.
Kini, dengan kemampuan hardware dan sistem operasi Apple Watch yang semakin matang, platform tersebut kembali mencoba menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih lengkap di perangkat wearable.
Bagi pengguna, kehadiran aplikasi ini memungkinkan komunikasi menjadi lebih praktis, terutama saat sedang berolahraga, bepergian, atau tidak ingin terus menerus mengakses smartphone.
Pengguna kini dapat menerima dan membalas pesan penting langsung dari jam tangan mereka, sekaligus menikmati berbagai fitur khas Telegram yang sebelumnya hanya tersedia di perangkat utama.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa perangkat wearable semakin berkembang dari sekedar alat pemantau kesehatan menjadi platform komputasi dan komunikasi yang lebih mandiri.


