spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Tata Electronics Diserang Hacker, Data Apple dan Tesla Terancam

Telko.id – Tata Electronics, salah satu mitra manufaktur terbesar Apple di India, menginformasi telah mengalami insiden keamanan siber yang menyerang sebagian sistem internal perusahaan.

Meski operasional pabrik disebut tetap berjalan normal, sejumlah peneliti keamanan menemukan indikasi bahwa data sensitif milik pelanggan perusahaan, termasuk Apple dan Tesla, kemungkinan telah bocor ke internet.

Mengtip dari laporan BleepingComputer, juru bicara Tata Electronics mengatakan perusahaan mendeteksi insiden keamanan siber tersebut beberapa pekan lalu dan segera mengaktifkan protokol respon darurat.

“Beberapa minggu lalu, Tata Electronics mengidentifikasi insiden keamanan siber pada sebagian sistem kami. Protokol respons kami segera dijalankan dan insiden ini tidak berdampak pada operasional bisnis kami, yang tetap berjalan normal,” kata perwakilan perusahaan, dikutip Kamis (25/6/2026).

Menurut laporan Reuters, beberapa dokumen yang bocor bahkan memiliki label “proprietary” dan “trade secret”. Diantara file yang ditemukan terdapat dokumen spesifikasi komponen iPhone, standar inspeksi kualitas manufaktur, hingga dokumen yang berkaitad dengan proyek kendaraan Tesla.

Namun hingga saat ini belum ada bukti bahwa sistem Apple atau Tesla diretas secara langsung. Kebocoran diduga berasal dari lingkungan Tata Electronics sebagai pemasok dan mitra manufaktur kedua perusahaan tersebut.

Baca Juga:

Kelompok peretas bernama World Leaks mengklaim berhasil mencuri lebih dari 200.000 file dengan total ukuran sekitar 630 GB dari sistem Tata Electronics.

Data yang dipublikasikan di dark web tersebut disebut mencakup skema komponen internal, desain papan sirkuit cetak (PCB), spesifikasi material, hingga berkas software development kit (SDK) yang berkaitan dengan proses produksi perangkat Apple.

Kelompok tersebut sebelumnya juga dikaitkan dengan sejumlah insiden besar. Produsen komputer Dell mengonfirmasi pelanggaran keamanan yang melibatkan kelompok itu pada Juli 2025.

Selain itu, perusahaan pakaian olahraga Nike juga meluncurkan investigasi setelah World Leaks mengklaim mencuri sekitar 1,4 terabyte data perusahaan pada Januari 2026.

World Leaks sendiri dikenal sebagai penerus atau rebranding dari kelompok ransomware Hunters International yang menghentikan operasinya pada Juli 2025. 

Berbeda dengan model ransomware tradisional yang mengenkripsi data korban, World Leaks beroperasi sebagai kelompok pemerasan berbasis pencurian data dengan ancaman publikasi informasi sensitif.

Insiden ini menjadi sorotan karena Tata Electronics memegang peran penting dalam rantai pasok teknologi global.

Bagi industri teknologi, serangan terhadap Tata Electronics menjadi pengingat bahwa keamanan rantai pasok digital kini sama pentingnya dengan keamanan sistem internal perusahaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU