Telko.id – Apple resmi menaikkan harga layanan penyimpanan awan iCloud+ di Indonesia. Kenaikan ini berlaku untuk hampir seluruh paket berbayar, kecuali paket 50 GB yang tetap dipatok Rp 15.000 per bulan.
Perubahan harga ini mulai diterapkan bagi pelanggan baru, sementara pelanggan lama akan dikenakan tarif baru pada siklus penagihan berikutnya.
iCloud Plus merupakan layanan cloud storage yang memungkinkan pengguna mendapatkan ruang penyimpanan tambahan di internet untuk menyimpan foto, video, backup data hingga WhatsApp, dan lain sebagainya.
Pengguna juga akan mendapatkan beragam fitur ekstra untuk memaksimalkan aneka layanan Apple. Di antaranya seperti Hide My Email, Private Relay, dukungan HomeKit Secure Video, hingga kemampuan berbagi kapasitas penyimpanan dengan anggota keluarga melalui Family Sharing.
Baca Juga:
- Apple Rilis iOS 27 Beta 3 untuk Developer, Ini Fitur Barunya
- Apple Siap Rilis 5 Model iPhone Baru demi Rebut Pangsa Pasar
Pengguna yang punya Apple Account sendiri, yang sejatinya merupakan pemilik iPhone, iPad, dkk, sebenarnya sudah mendapatkan ruang penyimpanan cloud storage gratis.
Namun, benefit yang didapatkan hanya kapasitas 5 GB, sehingga kalau kurang mereka harus menghapus foto atau video yang tersimpan atau menambahnya kapasitas cloud storage melalui iCloud Plus.
Menurut laman AppleSupport, kenaikan ini berlaku untuk hampir seluruh paket berbayar, mulai dari kapasitas 200 GB hingga 12 TB.
Kenaikan terbesar secara nominal terjadi pada paket 12 TB yang naik Rp 200.000 per bulan, dari Rp 999.000 menjadi Rp 1.199.000.
Sementara paket 6 TB naik Rp 100.000, paket 2 TB naik Rp 30.000, dan paket 200 GB bertambah Rp 10.000.
Saat ini per 21 Juli 2026, 1 dollar AS sendiri setara dengan kurang lebih Rp 17.930. Pada tanggal yang sama tahun lalu, 1 dollar AS kurang lebih bernilai Rp 16.330.
Apple tidak menjelaskan secara resmi alasan kenaikan harga tersebut. Namun, perusahaan juga menaikkan tarif iCloud+ di sejumlah negara lain seperti Jepang, Vietnam, Filipina, Turki, Nigeria, Mesir, dan Selandia Baru.
Sejumlah pengamat menilai penyesuaian ini kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar mata uang dan penyesuaian harga di masing-masing pasar.
Pengguna disarankan mengecek paet langganan yang digunakan agar dapat menyesuaikan pengeluaran sebelum tarif baru mulai berlaku pada tagihan berikutnya.


