Tag: Wearable

  • Rokid AI Glasses Resmi Masuk RI, Ini Kemampuan dan Harganya!

    Rokid AI Glasses Resmi Masuk RI, Ini Kemampuan dan Harganya!

    Telko.id – Perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan semakin berkembang di Indonesia dengan hadirnya Rokid AI Glasses.

    Rokid, Produsen perangkat wearable asal China, memboyong produk kacamata pintar terbarunya ke Indonesia.

    Melansir dari detikINET, Wiranata Mulya, Brand Manager of Rokid Indonesia mengatakan produk ini hadir menawarkan fungsi yang menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti wireless earbuds, action camera, perekam suara, dan lain-lain dalam satu produk.

    “Rokid AI Glasses ini adalah kacamata yang memungkinkan kita mengakses informasi secara langsung tanpa perlu tambahan layar,” kata Wiranata dalam peluncuran produk terbaru Rokid di Jakarta, Senin (27/4/2026).

    “Tanpa takut terdistraksi, tanpa kita perlu repot mengambil device dari kantung celana atau mengambil device dari dalam tas. Jadi kacamata Rokid menggabungkan AI dan wearable technology dalam satu ekosistem,” sambungnya.

    Baca Juga:

    Dari sisi desain, Rokid AI Glasses tampil seperti kacamata biasa dengan bobot ringan sekitar 38–49 gram, sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

    Namun di balik bentuknya yang sederhana, perangkat ini dibekali berbagai teknologi canggih, termasuk kamera 12 MP yang mengandalkan sensor Sony IMX681, speaker terintegrasi, serta dukungan perintah suara untuk interaksi yang lebih praktis tanpa perlu menyentuh perangkat lain.

    Keunggulan utama perangkat ini terletak pada fitur AI yang terintegrasi langsung. Pengguna dapat memanfaatkan asisten virtual, penerjemah bahasa real-time, hingga pengenalan objek secara langsung dari pandangan mata.

    Selain itu, kacamata ini juga mampu menampilkan informasi melalui layar micro-LED di lensa, seperti notifikasi, navigasi, hingga teks, sehingga berfungsi layaknya heads-up display dalam kehidupan sehari-hari.

    Seluruh fiturnya dapat diakses di aplikasi mobile Hi Rokid menggunakan konektivitas via Bluetooth 5.3.

    Kacamata pintar ini menjalankan sistem operasi YodaOS-Master dan diotaki chipset Snapdragon AR1 Gen 1. Terbuat dari material titanium polimer TR90 dan baterai 210 mAh yang dapat bertahan hingga 8-10 jam untuk penggunaan harian.

    Rokid AI Glasses sudah tersedia di Indonesia lewat mitra dealer resmi Rokid di Tokopedia, Shopee, Blibli, Erafone, DOSS, dan masih banyak lagi. Kacamata pintar ini dibanderol dengan harga Rp 11.649.000.

    Selain AI Glasses, Rokid juga memperkenalkan AI Glasses Neo Style yang hadir tanpa display dan kacamata augmented reality Rokid Max 2 di Indonesia. Harga dan ketersediaan dua perangkat ini akan diumumkan secara terpisah.

    Kehadiran kacamata pintar seperti ini menunjukkan arah baru dalam evolusi perangkat digital. AI tidak lagi hanya hadir di smartphone atau laptop, tetapi mulai menyatu langsung dengan perangkat yang dipakai di tubuh.

    Jika adopsinya terus berkembang, perangkat seperti Rokid AI Glasses berpotensi menjadi asisten pribadi yang selalu aktif, membantu komunikasi, navigasi, hingga pekerjaan secara real-time tanpa perlu bergantung penuh pada layar ponsel.

  • Huawei Rilis Ai Glasses, Tantang Ray-Ban Meta

    Huawei Rilis Ai Glasses, Tantang Ray-Ban Meta

    Telko.id – Huawei resmi luncurkan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menantang dominasi Meta di segmen wearable, khususnya lini Ray-Ban smart glasses.

    Perangkat ini menjadi bagian dari tren baru di industri, di mana kacamata mulai bertransformasi menjadi device AI yang bisa dipakai sehari-hari.

    Melansir dari Kompas Tekno, perangkat wearable ini dirilis bersama ponsel flagship Pura 90 series pada Senin (20/4/2026).

    Huawei AI Glasses hadir degan desain yang cukup minimalis, terlihat dari seperti kacamata pada umumnya.

    Namun kebanyakan smart glasses, perangkat ini dilengkapi dengan kamera 12MP di tepi kanan dan kiri bingkainya, speaker terintegrasi, serta chip AI yang memungkinkan berbagai fungsi pintar langsung dari kacamata.

    Perangkat ini didesain ringan dengan bobot total hanya 35,5 gram tanpa lensa atau 47 grram dengan lensa, sehingga diklaim terasa seperti menggunakan kacamata biasa, walaupun menggunakan engsel titanium yang diklaim mampu meningkatkan stabilitas hingga 21 persen dibandingkan produk sejenis.

    Baca Juga:

    Bobotnya sendiri lebih ringan dibanding saingannya Ray-Ban Meta AI Gen 2 seberat 50-53 gram.

    Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan AI yang terintegrasi, termasuk penerjemah real-time, perintah suara, hingga interaksi berbasis konteks visual. Perangkat ini juga memiliki amplitude getaran efektif 0,65 mm dengan area getar seluas 120 mm persegi.

    Hal ini membuat kacamata Huawei tidak hanya berfungsi sebagai alat rekam atau audio, tetapi juga sebagai asisten digital yang bisa membantu aktivitas sehari-hari secara hands-free.

    Huawei klaim bahwa desain kacamata pintarnya menggunakan struktur ‘Golden Triangle’. Struktur ini dibuat berdasarkan analisis lebih dari 300.000 bentuk kepala di Asia hingga akan pas dan nyaman dipakai diberbagai pengguna.

    Ditenagai dengan chip AI buatan Huawei, tetapi rinciannya tidak diperjelas. Perusahaan asal China ini hanya mengklaim bahwa chip itu membuat kacamata ini mampu merespons interaksi berbasis suara nyaris secara instan.

    Didukung juga dengan asisten digital ‘Huawei Xiaoyi’. Pengguna bisa bertanya beragam hal yang dilihat lewat kacamata ke asisten AI tersebut. Bahkan, kacamata ini juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan pembayaran Alipay.

    Dibekali baterai yang cukup untuk bertahan hingga sembilan jam untuk pemutaran musik non-stop dalam pemakaian normal.

    Huawei AI Glasses baru tersedia di China dalam tiga opsi warna, yaitu Titanium Silver Gray, Shimmering Silver, dan Modern Black. Varian silver gray dan modern black dibanderol dengan harga 2.499 yuan (sekitar Rp 6,2 juta), sementara varian shimmering silver dipatok harga 2.899 yuan (sekitar Rp 7,2 juta), dilansir dari Gizmochina, Kamis (23/04/2026).

  • Samsung Luncurkan Galaxy Active Club, Komunitas Olahraga Inspiratif

    Samsung Luncurkan Galaxy Active Club, Komunitas Olahraga Inspiratif

    Telko.id – Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Active Club, komunitas olahraga yang bertujuan mendukung gaya hidup sehat dan aktif.

    Komunitas ini menawarkan beragam kegiatan fisik dan edukasi kebugaran, didukung teknologi wearable Samsung seperti Galaxy Watch 7 dan Galaxy Watch Ultra.

    Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan, “Galaxy Active Club hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Kami ingin membantu siapa pun, dari pemula hingga profesional, mencapai tujuan kebugarannya dengan bantuan teknologi.”

    Komunitas ini muncul seiring tren olahraga yang semakin populer. Data dari Populix menunjukkan 94% responden rutin berolahraga minimal seminggu sekali, dengan lari sebagai aktivitas favorit. Komunitas ini menyediakan kelas seperti lari, yoga, tenis, dan padel di lokasi strategis untuk memudahkan akses.

    Fitur Unggulan Galaxy Active Club

    Peserta bisa mengeksplorasi berbagai olahraga dengan bimbingan coach berpengalaman. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan sesi khusus untuk mempelajari manfaat wearable Samsung, seperti Galaxy Watch yang memantau detak jantung dan kalori terbakar, serta Galaxy Ring untuk memantau kualitas tidur.

    Tak hanya itu, anggota juga berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif dan akses prioritas ke acara Samsung. “Kami ingin menciptakan lingkungan suportif di mana anggota bisa saling menginspirasi,” tambah Annisa.

    Komunitas ini terbuka untuk umum, tanpa syarat kepemilikan perangkat Samsung. Pendaftaran bisa dilakukan melalui tautan resmi, dan anggota akan mendapatkan konfirmasi via email beserta panduan bergabung di channel komunitas.

    Content image for article: Samsung Luncurkan Galaxy Active Club, Komunitas Olahraga Inspiratif

    Komunitas ini juga menawarkan challenge kebugaran untuk menjaga motivasi dan turut mendorong semangat aktif melalui kegiatan terstruktur.

    Dengan dukungan teknologi dan komunitas yang solid, Samsung berharap Galaxy Active Club dapat menjadi solusi bagi mereka yang ingin memulai atau konsisten menjalani gaya hidup sehat. (Icha)

  • Mi Smart Band 4 Resmi Diperkenalkan, Segini Harganya

    Mi Smart Band 4 Resmi Diperkenalkan, Segini Harganya

    Telko.id, Jakarta – Selain meluncurkan Xiaomi Mi 9T atau versi global dari seri Redmi K20 di Eropa, Xiaomi juga meluncurkan perangkat wearable terbarunya, yaitu Mi Band 4. Seperti Mi 9T, perangkat ini pun diubah namanya menjadi Mi Smart Band 4.

    Dikutip dari GSMArena, Kamis (13/06/2019), wearable tersebut memiliki body yang lebih bongsor, punya layar OLED yang berwarna, dan pilihan warna strap yang lebih banyak.

    Mi Smart Band 4 punya layar berukuran 0,95 inci dengan resolusi 120 x 240 RGB. Layarnya telah dilindungi oleh 2.5D tempered glass dengan lapisan anti-fingerprint.

    {Baca juga: Versi Global Redmi K20 Resmi Dirilis, Xiaomi Mi 9T}

    Dari segi kemampuan, sebenarnya perangkat ini tidak jauh berbeda dibandingkan Mi Band 3. Pengguna tetap dapat memantau detak jantung, dan berbagai aktivitas dengan akurasi yang baik, seperti saat berenang, berlari, bersepeda, dan lainnya.

    Bukan Mi Band namanya kalau harganya tidak terjangkau. Ya, perangkat ini hanya dibanderol dengan harga €35 atau setara Rp 560 ribuan. Xiaomi mengatakan, perangkat tersebut akan dijual di benua biru pada 26 Juni mendatang. (FHP)

    Sumber: GSMArena

  • Pengguna Apple Watch Gugat Apple Gara-gara Baterai

    Pengguna Apple Watch Gugat Apple Gara-gara Baterai

    Telko.id, Jakarta – Memasukkan baterai lithium-ion ke dalam benda sekecil jam tangan pintar sangatlah rumit dan berisiko. Bahkan, hal tersebut berpotensi memicu ledakan. Seperti halnya yang dialami seorang pengguna Apple Watch di Amerika Serikat.

    Seorang pengguna asal New Jersey bernama Gina Priano-Keyer mengajukan gugatan kepada Apple terkait masalah baterai jam tangan pintar Apple Watch.

    Dilansir Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Rabu (10/4/2019), Gina menuding Apple melakukan praktik penipuan terhadap konsumen.

    {Baca juga: Makin Lengkap, Apple Watch 2020 punya Pelacak Waktu Tidur}

    Gina melaporkan baterai Apple Watch miliknya mengembung. Cacat di baterai Apple Watch tak hanya merusak layar, tetapi juga berpotensi melukai si pengguna.

    Gina mengklaim, Apple tahu mengenai masalah itu, tetapi tetap menjual Apple Watch ke pasaran. Cacat tersebut kali pertama ia temukan saat sedang mengisi ulang baterai. Ia membawanya ke gerai resmi Apple di New Jersey.

    Dasar sial, saat membawa Apple Watch ke Apple Store untuk diperbaiki, Gina malah harus membayar USD 229. Padahal, perangkat itu masih memiliki garansi servis. Gina pun berang dan menempuh jalur hukum.

    {Baca juga: iPhone dan Apple Watch Bakal Bisa Deteksi Gas Beracun}

    Pengalaman serupa kabarnya tak hanya dialami oleh Gina. Informasi menyebut, sejumlah pengguna Apple Watch melaporkan hal yang sama. Dan bukan kali pertama ini Apple Watch mengalami masalah terkait kondisi baterai.

    Tahun lalu, ada pihak melakukan gugatan hukum serupa kepada Apple. Namun, gugatan berakhir menggantung karena karena hakim mengatakan belum ada informasi lebih detail mengenai penyebab masalah baterai kembung. [SN/HBS]

    Sumber: Ubergizmo

  • Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Bantuan Smartwatch

    Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Bantuan Smartwatch

    Telko.id, Jakarta – Berkat informasi penting yang didapat dari smartwatch, polisi berhasil ungkap kasus pembunuhan anggota geng yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Baru-baru ini, pengadilan Liverpool, Inggris menjatuhkan hukuman kepada tersangka pembunuhan bernama Mark Fellows yang terbukti bersalah di pengadilan.

    Dilansir Telko.id dari Engadget, Senin (21/01/2019), pengadilan menetapkan Mark bersalah, karena jam tangan pintar yang dikenakannya telah memberikan polisi bukti yang kuat.

    Karena bukti tersebut, pengadilan akhirnya menetapkan Mark bersalah telah membunuh dua orang yang merupakan anggota geng.

    {Baca juga: Dalang Pembunuhan Khashoggi Pantau Eksekusi via Skype}

    Pembunuhan dilakukan beberapa tahun lalu, dan memang Mark sudah dicurigai polisi memiliki keterlibatan. Selama penyelidikan, mereka mengetahui jika Mark memakai perangkat wearable, Garmin Forerunner.

    Perangkat tersebut dipakai oleh Mark selama mengikuti lari maraton Great Manchester Run pada tahun 2015 silam. Lomba lari itu digelar dua bulan sebelum pembunuhan pertama.

    Setelah menggeledah dan menemukan perangkat itu di rumah pribadi Mark, polisi langsung mengecek data GPS di dalamnya. Polisi menemukan bukti, bahwa Mark merencanakan dua pembunuhan dengan presisi dan perencanaan yang luar biasa.

    {Baca juga: Data Jam Pintar Fitbit Bantu Ungkap Pembunuhan}

    Polisi lantas melibatkan seorang ahli guna meyakinkan temuan terkait Mark. Berdasarkan masukan dan pertolongan seorang ahli dalam navigasi radio berbasis satelit, James Last, polisi menemukan bahwa perangkat itu merekam aktivitas Mark selama 35 menit di lapangan di dekat rumah korban pertama.

    Atas kejahatannya, hakim pun memberi hukuman penjara seumur hidup kepada Mark. Kasus itu bukanlah yang pertama wearable digunakan untuk memecahkan kejahatan. Sebelumnya, ada pemberitaan bahwa Alexa digunakan sebagai bukti pembunuhan. (SN/FHP)