Kategori: TREND&TECHNOLOGY

  • Altos Hadirkan Solusi Infrastruktur AI Terintegrasi untuk Perusahaan

    Altos Hadirkan Solusi Infrastruktur AI Terintegrasi untuk Perusahaan

    Telko.id – Di tengah pesatnya transformasi digital di berbagai sektor, Altos, penyedia solusi infrastruktur enterprise dari Acer Group, memperkuat komitmennya dengan menghadirkan portofolio solusi komprehensif dan terintegrasi.

    Perusahaan yang didirikan pada 2017 ini menawarkan fondasi komputasi yang andal, scalable, dan siap menjawab kebutuhan komputasi modern, mulai dari server AI, workstation, thin client, interactive flat panel, solusi keamanan, hingga platform Big Data.

    Riko Gunawan, Products and Solutions Director Acer Indonesia, mengatakan Altos hadir untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital yang aman dan andal.

    “Setiap solusi server dan infrastruktur yang kami hadirkan, dirancang untuk menghadirkan performa optimal, stabilitas jangka panjang, serta fleksibilitas untuk kebutuhan sektor strategis seperti perbankan, industri, komersial, hingga pemerintahan,” jelasnya.

    “Melalui portofolio solusi Altos yang lengkap, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar infrastruktur IT. Altos membawa fondasi komputasi AI yang terintegrasi, aman, dan siap digunakan oleh organisasi di berbagai skala. Kehadiran pusat inovasi seperti Altos Lab, juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap solusi dapat diuji dan disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambah Riko.

    Platform AI untuk Percepat Adopsi

    Altos menghadirkan solusi AI terintegrasi yang menggabungkan hardware dan software dalam satu ekosistem komputasi yang efisien, fleksibel, dan aman. Pendekatan end-to-end ini memungkinkan organisasi tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempercepat proses adopsi AI secara lebih praktis dan terukur.

    Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Altos melengkapi ekosistemnya dengan platform AI yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan sumber daya sekaligus mempercepat inovasi, yakni melalui kehadiran Altos aiGeni dan Altos aiWorks.

    Altos aiGeni merupakan platform terintegrasi dengan Altos BrainSphere™ workstation yang menghadirkan kemudahan implementasi dengan proses instalasi hanya dalam waktu kurang dari satu menit tanpa konfigurasi tambahan.

    Fitur Automatic Snapshot memungkinkan pencadangan otomatis setiap 15/30/60 menit dengan rollback satu klik, sementara Real-Time Resource Panel memberikan visibilitas penuh terhadap penggunaan CPU, GPU, memori, storage, dan jaringan.

    Berbagai tools AI seperti JupyterLab, VS Code, TensorBoard, Ollama, Automatic1111, hingga WhisperUI dapat diakses melalui satu portal berbasis web yang responsif.

    Sementara itu, Altos aiWorks merupakan platform terintegrasi dengan Altos BrainSphere™ server yang menghadirkan ekosistem AI lebih luas melalui platform manajemen Altos Accelerator Resource Manager (AARM).

    Platform ini memungkinkan pengelolaan sumber daya komputasi secara efisien sekaligus menyediakan berbagai tools AI siap pakai untuk mendukung pengembangan dan deployment.

    Altos BrainSphere™ Series untuk Beban Kerja Kritikal

    Altos BrainSphere™ Series menghadirkan solusi server berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja kritikal. Didukung prosesor Intel® Xeon® dan AMD EPYC™, seri ini menawarkan fleksibilitas konfigurasi serta skalabilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari Edge & Cloud Computing, virtualisasi, database, Big Data Analytics, High Performance Computing (HPC), hingga workload AI.

    Untuk kebutuhan komputasi akselerasi tingkat lanjut, Altos menghadirkan solusi enterprise berbasis GPU diantaranya Altos BrainSphere™ R680 F7, Altos BrainSphere™ R380 F7, dan Altos BrainSphere™ R785 F6.

    Seluruh solusi ini dikembangkan dengan fokus pada keamanan berlapis, performa tinggi, serta kemudahan implementasi, sehingga mampu memastikan operasional yang optimal dan berkelanjutan bagi berbagai sektor industri.

    Perkembangan infrastruktur AI berevolusi menjadi semakin vital bagi dunia usaha. Altos berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem AI dan Cloud yang mendorong inovasi, efisiensi operasional, serta daya saing jangka panjang bagi dunia usaha dan institusi di Indonesia.

    Dukungan Altos Lab dan Ekosistem Distribusi

    Altos Lab berperan sebagai pusat edukasi dan pengalaman langsung (hands-on) untuk memastikan kesiapan implementasi solusi AI dan cloud secara nyata, mulai dari pengelolaan data, keamanan sistem, hingga keberlangsungan operasional jangka panjang. Pusat inovasi ini memungkinkan setiap solusi diuji dan disiapkan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Untuk memperluas jangkauan pasar di Indonesia, Altos menjalin kemitraan strategis dengan Synnex Metrodata Indonesia (SMI) dan PT ECS Indojaya (ECS).

    Kolaborasi ini memastikan ketersediaan produk, dukungan teknis yang komprehensif, distribusi yang luas, serta layanan optimal bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

    Selain itu, produk Altos juga telah memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP), memperkuat posisinya sebagai mitra infrastruktur terpercaya bagi sektor strategis nasional. Hal ini sejalan dengan upaya perkuatan fondasi digital yang terus dilakukan di Indonesia.

    Riko menambahkan, bersama dukungan mitra distribusi, Altos memastikan solusinya dapat diakses lebih luas oleh pasar Indonesia.

    “Altos berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem AI dan Cloud yang mendorong inovasi, efisiensi operasional, serta daya saing jangka panjang bagi dunia usaha dan institusi di Indonesia,” pungkasnya.

    Dengan portofolio yang mencakup server AI, workstation, thin client, interactive flat panel, solusi keamanan, hingga platform Big Data, Altos siap mendukung berbagai skenario bisnis.

    Seluruh solusi ini dirancang untuk menghadirkan performa optimal, stabilitas jangka panjang, serta fleksibilitas untuk kebutuhan sektor strategis seperti perbankan, industri, komersial, hingga pemerintahan.

    Kehadiran Altos di Indonesia menjadi bagian dari ekosistem kemitraan strategis infrastruktur AI yang semakin berkembang. Perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan pasar Tanah Air. (Icha)

  • MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

    MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

    Telko.id – MODENA menghadirkan mesin cuci front load modern yang mengubah cara mencuci pakaian menjadi lebih praktis, cepat, dan hemat.

    Dengan fitur unggulan seperti mode pencucian cepat 15 menit dan teknologi sensor pintar, perangkat ini menjawab kebutuhan rumah tangga modern yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan kebersihan.

    Setiap pagi, terutama di hari kerja, tumpukan pakaian sering menjadi tantangan tersendiri. Waktu yang terbatas membuat banyak orang mencari solusi mencuci yang efisien.

    Mesin cuci front load dari MODENA hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tidak hanya sekadar mencuci, tetapi juga memberikan hasil yang lebih bersih dengan penggunaan air dan listrik yang lebih terkontrol.

    Mode Pencucian Cepat 15 Menit

    Salah satu fitur yang paling terasa manfaatnya adalah mode pencucian cepat 15 menit. Dalam kondisi tertentu, seperti saat membutuhkan pakaian bersih dalam waktu singkat, fitur ini benar-benar menjadi penyelamat.

    Pengguna hanya perlu memasukkan beberapa potong pakaian, menambahkan deterjen, lalu memilih mode InstaClean ’15.

    Hasilnya cukup mengejutkan. Dalam waktu singkat, pakaian sudah bersih dan siap dikeringkan. Fitur ini sangat cocok untuk kebutuhan harian seperti mencuci seragam kerja atau pakaian olahraga yang tidak terlalu kotor. Tidak perlu lagi menunggu lama atau menunda aktivitas lain.

    Teknologi MSense untuk Hemat Air dan Listrik

    Selain kecepatan, hal lain yang menjadi keunggulan adalah efisiensi penggunaan air dan listrik. Mesin cuci ini dilengkapi sensor pintar MSense yang secara otomatis menyesuaikan jumlah air dan durasi pencucian berdasarkan berat pakaian.

    Content image for article: MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

    Berdasarkan pengalaman pengguna, konsumsi air menjadi lebih hemat dibandingkan sebelumnya. Teknologi ini juga membuat proses mencuci jadi lebih praktis. Tidak perlu lagi menebak-nebak jumlah air atau memilih pengaturan yang rumit. Cukup satu mode, semuanya berjalan otomatis.

    Efisiensi energi menjadi perhatian utama dalam Gaya Hidup Modern saat ini. MODENA menghadirkan solusi yang tidak hanya menghemat sumber daya tetapi juga mengurangi kekhawatiran akan tagihan listrik yang membengkak.

    Keunggulan Mesin Cuci Front Load

    Berdasarkan pengalaman, mesin cuci front load memang terasa lebih unggul dalam hal efisiensi. Selain hemat air, putaran pencuciannya juga lebih lembut sehingga pakaian tidak cepat rusak. Ini penting, terutama untuk pakaian berbahan halus atau favorit yang sering digunakan.

    Mesin cuci front load dari MODENA sudah dilengkapi teknologi EcoMotion™ Inverter yang membuat kinerjanya lebih stabil, minim getaran, dan tentunya lebih hemat energi. Saat digunakan, suara mesin juga relatif lebih halus, sehingga tidak mengganggu aktivitas di rumah.

    Tips Menggunakan Mesin Cuci Agar Lebih Hemat

    Dari pengalaman sehari-hari, ada beberapa hal penting yang bisa diperhatikan agar penggunaan mesin cuci lebih maksimal dan hemat.

    Pertama, pilih kapasitas mesin cuci sesuai kebutuhan. Jangan terlalu besar jika penggunaan harian tidak banyak, karena bisa membuat konsumsi listrik jadi tidak efisien.

    Content image for article: MODENA Mesin Cuci Front Load: Cepat, Hemat, dan Efisien

    Kedua, manfaatkan fitur pencucian cepat untuk kebutuhan ringan. Selain menghemat waktu, fitur ini juga lebih hemat energi.

    Ketiga, gunakan mode otomatis seperti MSense agar penggunaan air dan listrik lebih optimal tanpa perlu pengaturan manual.

    Terakhir, hindari mencuci dengan beban terlalu sedikit atau terlalu penuh. Keduanya bisa memengaruhi hasil pencucian dan efisiensi mesin.

    Investasi Jangka Panjang

    Dengan harga yang mulai dari Rp4 jutaan, mesin cuci front load dari MODENA sudah sangat sepadan dengan fitur yang ditawarkan. Apalagi dengan adanya garansi motor hingga 15 tahun dan garansi seumur hidup untuk drum, membuatnya terasa seperti investasi jangka panjang untuk kebutuhan rumah tangga.

    Pada akhirnya, mencuci bukan lagi aktivitas yang merepotkan. Dengan teknologi yang tepat, pekerjaan rumah bisa menjadi jauh lebih ringan, cepat, dan efisien. Bagi siapa pun yang memiliki rutinitas padat, memiliki mesin cuci dengan fitur pintar seperti ini bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga kebutuhan.

    Mesin cuci front load MODENA dengan fitur InstaClean 15 menit dan sensor MSense menjadi pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan efisiensi waktu dan energi. Dengan garansi panjang dan teknologi inverter, perangkat ini siap menemani aktivitas rumah tangga sehari-hari dengan performa optimal. Kunjungi www.modena.com. (Icha)

  • Rokid AI Glasses Resmi Masuk RI, Ini Kemampuan dan Harganya!

    Rokid AI Glasses Resmi Masuk RI, Ini Kemampuan dan Harganya!

    Telko.id – Perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan semakin berkembang di Indonesia dengan hadirnya Rokid AI Glasses.

    Rokid, Produsen perangkat wearable asal China, memboyong produk kacamata pintar terbarunya ke Indonesia.

    Melansir dari detikINET, Wiranata Mulya, Brand Manager of Rokid Indonesia mengatakan produk ini hadir menawarkan fungsi yang menggabungkan beberapa perangkat sekaligus seperti wireless earbuds, action camera, perekam suara, dan lain-lain dalam satu produk.

    “Rokid AI Glasses ini adalah kacamata yang memungkinkan kita mengakses informasi secara langsung tanpa perlu tambahan layar,” kata Wiranata dalam peluncuran produk terbaru Rokid di Jakarta, Senin (27/4/2026).

    “Tanpa takut terdistraksi, tanpa kita perlu repot mengambil device dari kantung celana atau mengambil device dari dalam tas. Jadi kacamata Rokid menggabungkan AI dan wearable technology dalam satu ekosistem,” sambungnya.

    Baca Juga:

    Dari sisi desain, Rokid AI Glasses tampil seperti kacamata biasa dengan bobot ringan sekitar 38–49 gram, sehingga tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

    Namun di balik bentuknya yang sederhana, perangkat ini dibekali berbagai teknologi canggih, termasuk kamera 12 MP yang mengandalkan sensor Sony IMX681, speaker terintegrasi, serta dukungan perintah suara untuk interaksi yang lebih praktis tanpa perlu menyentuh perangkat lain.

    Keunggulan utama perangkat ini terletak pada fitur AI yang terintegrasi langsung. Pengguna dapat memanfaatkan asisten virtual, penerjemah bahasa real-time, hingga pengenalan objek secara langsung dari pandangan mata.

    Selain itu, kacamata ini juga mampu menampilkan informasi melalui layar micro-LED di lensa, seperti notifikasi, navigasi, hingga teks, sehingga berfungsi layaknya heads-up display dalam kehidupan sehari-hari.

    Seluruh fiturnya dapat diakses di aplikasi mobile Hi Rokid menggunakan konektivitas via Bluetooth 5.3.

    Kacamata pintar ini menjalankan sistem operasi YodaOS-Master dan diotaki chipset Snapdragon AR1 Gen 1. Terbuat dari material titanium polimer TR90 dan baterai 210 mAh yang dapat bertahan hingga 8-10 jam untuk penggunaan harian.

    Rokid AI Glasses sudah tersedia di Indonesia lewat mitra dealer resmi Rokid di Tokopedia, Shopee, Blibli, Erafone, DOSS, dan masih banyak lagi. Kacamata pintar ini dibanderol dengan harga Rp 11.649.000.

    Selain AI Glasses, Rokid juga memperkenalkan AI Glasses Neo Style yang hadir tanpa display dan kacamata augmented reality Rokid Max 2 di Indonesia. Harga dan ketersediaan dua perangkat ini akan diumumkan secara terpisah.

    Kehadiran kacamata pintar seperti ini menunjukkan arah baru dalam evolusi perangkat digital. AI tidak lagi hanya hadir di smartphone atau laptop, tetapi mulai menyatu langsung dengan perangkat yang dipakai di tubuh.

    Jika adopsinya terus berkembang, perangkat seperti Rokid AI Glasses berpotensi menjadi asisten pribadi yang selalu aktif, membantu komunikasi, navigasi, hingga pekerjaan secara real-time tanpa perlu bergantung penuh pada layar ponsel.

  • XChat Sudah Resmi Rilis Global, Sudah Bisa Dicoba di Indonesia!

    XChat Sudah Resmi Rilis Global, Sudah Bisa Dicoba di Indonesia!

    Telko.id – Aplikasi pesan instan buatan Elon Musk, XChat, kini resmi diluncurkan secara global dan sudah mulai bisa digunakan di Indonesia, meski masih dalam tahap awal dan terbatas pada perangkat tertentu.

    Melansir dari CNN, pada Selasa (28/4), XChat sudah bisa dicoba oleh pengguna di Indonesia, meskipun masih terbatas pada perangkat berbasis iOS.

    Kehadirannya di iPhone dan iPad merupakan tahap awal dari ekspansi global X, dengan versi Android yang dikabarkan tengah disiapkan untuk memperluas jangkauan adopsi penggunanya.

    XChat hadir sebagai aplikasi mandiri yang sebelumnya merupakan fitur pesan langsung di platform X (Twitter). Kini, layanan tersebut dipisahkan menjadi aplikasi khusus dengan fokus pada komunikasi privat dan keamanan data.

    Melansir juga dari Digital Trends, peluncuran XChat ini menandai pergeseran strategi Elon Musk. X tak lagi berambisi memusatkan segala fungsi dalam satu aplikasi.

    Sebaliknya, Musk mulai memisahkan fitur inti seperti layanan perpesanan menjadi aplikasi mandiri.

    Kehadiran XChat juga menjadi sinyal perang terbuka di pasar pesan instan. X tak lagi puas membayangi WhatsApp atau Telegram, melainkan langsung masuk untuk bersaing dengan dua aplikasi pesan instan tersebut.

    Baca Juga:

    Berbeda dengan WhatsApp yang mengandalkan nomor telepon, XChat terintegrasi langsung dengan akun X.

    Hal ini memungkinkan pengguna terhubung dengan jaringan sosial yang sudah ada tanpa perlu registrasi tambahan, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis dan cepat.

    Bersamaan dengan itu, X dikabarkan tengah merombak struktur platformnya, termasuk memangkas fitur yang kurang optimal seperti ‘Communities’.

    Langkah ini mempertegas pergeseran fokus perusahaan ke arah pesan instan dan integrasi kecerdasan buatan (AI).

    Aplikasi ini menawarkan alternatif baru dengan fokus pada privasi dan integrasi ekosistem. Namun, kredibilitas keamanan XChat tetap jadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan platform yang sudah mengadopsi enkripsi end-to-end secara menyeluruh.

    Peluncuran ini menjadi bagian dari ambisi besar Musk untuk mengembangkan X sebagai “super app”, mirip dengan konsep WeChat di China, yang menggabungkan media sosial, komunikasi, hingga layanan digital dalam satu ekosistem.

    Keberhasilan XChat bakal menentukan masa depan platform ini; menjadi pilar utama atau sekadar pelengkap di pasar yang sudah jenuh.

    Platform ini tak lagi sekadar ruang untuk mengunggah status, melainkan ambisi besar untuk menjadi pusat percakapan dunia.

  • ChatGPT Images 2.0 Bikin Desain Jadi Lebih Praktis

    ChatGPT Images 2.0 Bikin Desain Jadi Lebih Praktis

    Telko.id – Fitur terbaru ChatGPT Images 2.0 membawa peningkatan signifikan dalam pembuatan gambar berbasis AI, terutama dalam hal akurasi visual dan kemampuan memahami prompt yang lebih kompleks.

    Teknologi ini langsung terintegrasi di ChatGPT, sehingga pengguna tidak lagi membutuhkan software desain tambahan untuk membuat visual. Cukup dengan mengetikkan deskripsi, sistem akan menerjemahkannya menjadi gambar yang detail dan sesuai konteks.

    ChatGPT Images 2.0, yang juga dikenal sebagai ImageGen 2.0 atau GPT Image 2 di API, dirancang untuk memahami prompt yang lebih kompleks.

    Model ini mampu menghasilkan gambar dengan komposisi lebih rapi, detail lebih presisi, serta konsistensi objek yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

    Salah satu peningkatan paling mencolok adalah kemampuan rendering teks di dalam gambar, yang kini jauh lebih jelas dan terbaca, bahkan dalam berbagai bahasa.

    Baca Juga:

    Pada versi sebelumnya, teks dalam gambar sering kali terlihat kurang rapi atau sulit dibaca. Kini, model terbaru ini mampu menampilkan tulisan dengan lebih presisi, termasuk untuk berbagai bahasa seperti Indonesia, Mandarin, hingga Hindi.

    Hal ini membuka peluang baru dalam pembuatan infografik, materi presentasi, hingga konten media sosial yang membutuhkan elemen teks yang kuat.

    Selain itu, ChatGPT Images 2.0 juga mendukung pembuatan desain yang lebih kompleks seperti infografik, mockup produk, komik, hingga UI sederhana, tanpa perlu software desain tambahan.

    Dukungan berbagai rasio aspek juga membuat hasil gambar bisa langsung disesuaikan untuk kebutuhan platform seperti media sosial, presentasi, atau materi cetak.

    Dalam praktiknya, teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Pelaku bisnis, misalnya, dapat membuat konten promosi visual secara cepat dan hemat biaya, seperti poster produk atau iklan media sosial.

    Sementara di bidang pendidikan, guru dan pelajar dapat membuat infografik atau ilustrasi pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

    Untuk pengguna berbayar, OpenAI juga menghadirkanmode khusus yang memanfaatkan kemampuan penalaran AI. Mode ini memungkinkan sistem melakukan analisis lebih dalam terhadap prompt, bahkan memanfaatkan informasi tambahan untuk menghasilkan gamabr yang lebih akurat dan konsisten.

    Cara menggunakan ChatGPT Images 2.0

    Cara akses fitur ini sangat mudah dan bisa dilakukan langsung dari ChatGPT:

    1. Buka ChatGPT di web atau aplikasi
    2. Klik tab ‘Images’ di sidebar
    3. Ketik prompt atau deskripsi gambar
    4. Tunggu hasilnya dalam beberapa detik

    Bagi developer, model ini tersedia melalui API dengan nama gpt-image-2, yang dapat diintegrasikan ke berbagai aplikasi dan kebutuhan bisnis.

  • QRIS Bisa Dipakai di China Mulai 30 April

    QRIS Bisa Dipakai di China Mulai 30 April

    Telko.id – Kabar penting bagi pengguna pembayaran digital, warga Indonesia kini bisa menggunakan QRIS di China mulai 30 April 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi sistem pembayaran lintas negara yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama otoritas China.

    “Tiongkok 30 April bisa launching,” kata Deputi Gubernur BI Fillianingsih Hendarta dalam sebuah konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, Rabu (22/4/2026).

    BI bahkan sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS di China. Dalam uji cob aitu, volume transaksi sudah mencapai 1,64 juta dengan nilai setara dengan Rp 556 miliar.

    QRIS sendiri memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan scan QR code melalui aplikasi mobile banking atau e-wallet.

    Baca Juga:

    Dengan integrasi lintas negara ini, pengguna dari Indonesia tidak perlu lagi menukar mata uang secara fisik saat bertransaksi di China, karena sistem akan secara otomatis mengonversi nilai pembayaran.

    Ekspansi ke China menjadi langkah besar karena negara tersebut memiliki ekosistem pembayaran digital yang sangat maju, terutama melalui QR code.

    Penggunaan QRIS di China nantinya akan diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank, sedangkan dari China ada 19 penyelenggara.

    “Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis dan bisnis ini sudah siap diimplementasikan, sehingga tanggal 30 kita istilahnya gunting pita,” ucap Filianingsih.

    Pelebaran QRIS di China ini akan menambah deretan negara-negara yang bisa bertransaksi tanpa uang tunai bagi masyarakat Indonesia.

    Sebelum di China, pada 1 April 2026 BI telah meresmikan penggunaan QRIS di Korea Selatan. Sedangkan sebelumnya sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

    Namun, implementasi ini tetap bergantung pada kesiapan merchant dan integrasi sistem di lapangan. Artinya, tidak semua tempat di China langsung menerima QRIS di tahap awal, melainkan akan dilakukan secara bertahap seiring perluasan kerja sama antar sistem pembayaran.

    Langkah ini menunjukkan arah baru sistem pembayaran global yang semakin terintegrasi. Bagi pengguna, ini jadi sinyal bahwa ke depan transaksi lintas negara akan semakin seamless—cukup dengan satu aplikasi, pembayaran bisa dilakukan di berbagai negara tanpa hambatan berarti.

  • MODENA Group Beralih ke EV Sambut Hari Bumi 2026

    MODENA Group Beralih ke EV Sambut Hari Bumi 2026

    Telko.id – MODENA Group memperkuat komitmen keberlanjutan dengan mengalihkan operasional logistiknya ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

    Langkah ini diumumkan menyambut Hari Bumi 2026, sebagai bagian dari transformasi internal dan upaya membangun ekosistem yang lebih luas untuk kehidupan berkelanjutan.

    Nicole Jizhar, Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor MODENA, mengatakan perusahaan terus berinovasi untuk solusi yang mendorong gaya hidup berkelanjutan.

    “Tahun ini, upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas,” ujarnya.

    Transformasi operasional dilakukan melalui MOLOGIZ, anak perusahaan di bidang logistik MODENA Group. Perusahaan mulai beralih dari armada berbasis diesel ke EV.

    Sektor logistik dinilai sebagai kontributor signifikan emisi, sehingga transformasi ini menjadi langkah krusial untuk operasional yang lebih hijau.

    Sejak Desember 2025, MOLOGIZ telah memulai transisi dengan lebih dari 20% armada kini menggunakan kendaraan listrik. Implementasi ini memberikan dampak nyata berupa pengurangan emisi logistik hingga 50%, setara dengan 2,3 ton CO₂e.

    Elektrifikasi armada secara bertahap ini bertujuan membangun dasar ekosistem logistik yang rendah emisi di masa depan.

    Selain elektrifikasi, MODENA juga memperluas akses air bersih melalui program MODENA Pure Hub. Hingga 2026, telah ada 15 titik akses air minum gratis di ruang publik Jakarta dan sekitarnya.

    Program ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada kualitas hidup.

    Sepanjang tahun ini, MODENA menambah akses MODENA Reverse Osmosis Water Purifier di 9 titik baru. Salah satunya di JPM Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Delapan titik lainnya hadir selama bulan Ramadan di lokasi seperti Masjid Al Azhar dan Masjid Al-Bakrie. Hingga April 2026, inisiatif ini telah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air minum.

    Di sisi lain, MODENA menjalin kolaborasi dengan platform waste management Duitin untuk mendorong konsumsi bertanggung jawab. Sejak Januari 2026, lebih dari 1.017 kg limbah berhasil dikumpulkan dan dikelola.

    Limbah tersebut didominasi kardus dan karton bekas produk, diikuti plastik, kaca, serta minyak jelantah.

    Content image for article: MODENA Group Beralih ke EV Sambut Hari Bumi 2026

    Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Inisiatif memungkinkan konsumen mendaur ulang berbagai jenis sampah, mencerminkan peningkatan kesadaran dan pergeseran menuju pola konsumsi sirkular.

    Komitmen keberlanjutan MODENA Group juga tercermin dari diversifikasi bisnisnya yang mencakup 12 pilar, termasuk layanan telekomunikasi dan solusi terintegrasi. Upaya ini sejalan dengan visi perusahaan menjadi penggerak dunia terinterkoneksi.

    Nicole Jizhar menambahkan, bagi MODENA, produk menjadi medium untuk menghadirkan solusi berdampak.

    “Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin terus mengambil peran dalam menciptakan kehidupan yang tidak hanya lebih mudah, tetapi juga lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tuturnya.

    Inisiatif keberlanjutan MODENA Group menunjukkan pendekatan holistik, mulai dari operasional internal hingga keterlibatan konsumen.

    Transformasi logistik ke EV menjadi bukti nyata pengurangan jejak karbon, sementara program air bersih dan pengelolaan limbah menjawab isu sosial dan lingkungan secara langsung.

    Langkah perusahaan ini memperkuat posisinya di industri yang semakin menitikberatkan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance). Komitmen serupa juga ditunjukkan pelaku industri lain, menandai tren positif menuju operasional bisnis yang lebih bertanggung jawab.

    MODENA sebelumnya juga telah menghadirkan konsep hunian terintegrasi dan aktif dalam inisiatif sosial seperti bagikan makanan bergizi.

    Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (Icha)

  • Indonet Catat Pendapatan Rp842 Miliar di 2025, Ekspansi Data Center dan Jaringan

    Indonet Catat Pendapatan Rp842 Miliar di 2025, Ekspansi Data Center dan Jaringan

    Telko.id – PT Indointernet Tbk (Indonet) mengumumkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun fiskal 2025. Dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, perusahaan penyedia infrastruktur digital ini membukukan pendapatan bersih mencapai Rp842,1 miliar.

    Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan permintaan layanan jaringan dan data center dari segmen enterprise serta hyperscaler.

    Bisnis jaringan Indonet mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 22 persen. Sementara itu, segmen data center melesat 48 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    Angka ini mencerminkan kebutuhan infrastruktur digital yang semakin masif di Indonesia, terutama untuk mendukung komputasi awan dan kecerdasan buatan.

    Donauly Situmorang, Chief Executive Officer Indonet yang baru menjabat, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan digital nasional.

    “2025 menjadi tahun yang kuat bagi Indonet, di mana kami berhasil menerjemahkan pertumbuhan kebutuhan digital menjadi kinerja yang nyata di bisnis jaringan dan data center,” ujarnya Rabu (22/4/2026).

    Ekspansi Jaringan Fiber dan Data Center

    Secara operasional, Indonet terus menjalankan ekspansi infrastruktur. Perusahaan memperluas jaringan fiber optik, termasuk pengembangan infrastruktur bawah tanah yang menghubungkan pusat kota Jakarta dengan klaster data center di kawasan industri Bekasi, Cibitung, dan Karawang. Langkah ini bertujuan meningkatkan keandalan dan resiliensi jaringan.

    Di sisi data center, melalui anak usahanya Digital Edge Indonesia, kapasitas EDGE1 telah terkontrak penuh. Sementara itu, EDGE2 mencapai sekitar 70 persen kapasitas terkontrak hingga akhir FY2025. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap layanan colocation yang scalable.

    Content image for article: Indonet Catat Pendapatan Rp842 Miliar di 2025, Ekspansi Data Center dan Jaringan

    Indonet juga tengah mengembangkan hyperscale data center campus di kawasan industri GIIC. Proyek ini memiliki kapasitas awal 500MW yang dapat ditingkatkan hingga 1GW.

    Inisiatif ini memposisikan Indonet untuk menangkap permintaan jangka panjang dari kebutuhan hyperscale dan beban kerja berbasis AI.

    “Ekspansi kami difokuskan pada pembangunan jaringan backbone yang padat dan andal, sekaligus memastikan platform data center kami siap mendukung kebutuhan hyperscale dan teknologi generasi berikutnya,” ujar Yudie Haryanto, Sales & Marketing Director Indonet.

    Rencana Delisting dan Perubahan Kepemimpinan

    Indonet juga mengumumkan rencana untuk melakukan delisting secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia. Langkah ini mencerminkan posisi perusahaan sebagai bagian dari Digital Edge Group.

    Dinamika kompetisi di sektor infrastruktur digital yang semakin tinggi menuntut agility dan kecepatan dalam eksekusi.

    “Rencana delisting ini merupakan langkah strategis untuk memberikan fleksibilitas lebih dalam menjalankan rencana jangka panjang kami. Sebagai bagian dari Digital Edge Group, integrasi yang lebih erat akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, optimalisasi alokasi modal, serta keselarasan yang lebih kuat di seluruh platform,” tambah Donauly.

    Perusahaan mencatat bahwa sahamnya tidak aktif diperdagangkan di bursa. Langkah delisting diharapkan dapat mendorong integrasi yang lebih lancar antar entitas dalam grup, menyederhanakan proses pengambilan keputusan, serta mendukung pelaksanaan rencana investasi jangka panjang.

    Selain itu, Indonet mengumumkan perubahan kepemimpinan dengan penunjukan Donauly Situmorang sebagai CEO. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Chief Financial Officer sejak 2021 dan berperan penting dalam memperkuat fondasi serta mendorong ekspansi perusahaan. Andrew Rigoli kini beralih ke Dewan Komisaris dan akan tetap memberikan arahan strategis.

    Perusahaan menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan dan kontribusi Andrew Rigoli. Jajaran Direksi lainnya tetap melanjutkan perannya untuk menjaga kesinambungan operasional.

    Dengan kinerja 2025 yang kuat, pipeline ekspansi yang solid, serta arah strategis yang jelas, Indonet berada pada posisi yang tepat untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia. (Icha)

  • Meta Siapkan WhatsApp Plus, Apa Bedanya?

    Meta Siapkan WhatsApp Plus, Apa Bedanya?

    Telko.id – Meta dikabarkan segera merilis versi baru dari WhatsApp bernama WhatsApp Plus, yang hadir sebagai layanan berbayar dengan fitur tambahan.

    Terdapat beberapa fitur yang membedakan antara WhatsApp Plus dengan versi gratisnya, apa saja fiturnya?

    Melansir dari 9to5Mac pada Rabu (22/4), kehadiran WhatsApp Plus menjadi bagian dari strategi besar Meta untuk mewujudkan ambisi perusahaan dalam meraup pendapatan berbasis langganan dari basis penggunanya yang masif.

    Fitur-fitur ‘premium’ telah diluncurkan untuk sebagian pengguna dalam versi beta terbaru aplikasi Android.

    Sampai saat ini belum ada pengumuman mengenai waktu peluncuran resminya. Namun bocoran ini memberi gambaran jelas tentang apa saja fitur baru saat nanti diluncurkan secara resmi.

    Berikut adalah fitur-fitur baru yang termasuk dalam WhatsApp Plus:

    • Kirim stiker premium
    • Ubah tema aplikasi
    • Pilih ikon aplikasi kustom
    • Menyematkan chat lebih banyak
    • Nada dering premium
    • Upgrade daftar chat

    Berbeda dari WhatsApp biasa yang sepenuhnya gratis, versi ini mengusung model langganan sekitar US$2,99 per bulan.

    WhatsApp Plus juga membawa peningkatan pada pengalaman penggunaan. Beberapa fitur eksklusif memungkinkan pengguna mengelola percakapan dengan lebih rapi dan efisien, serta memberikan kontrol lebih besar terhadap bagaimana aplikasi digunakan sehari-hari.

    Baca Juga:

    Dengan kata lain, WhatsApp Plus difokuskan untuk pengalaman yang lebih personal dan premium, bukan sekadar komunikasi dasar.

    Meta tetap mempertahankan WhatsApp versi gratis sebagai layanan utama. Artinya, pengguna tidak diwajibkan berlangganan untuk tetap menggunakan fitur dasar seperti chat, panggilan, dan berbagi file

    Versi Plus sendiri hanya menjadi opsi tambahan bagi pengguna yang menginginkan fitur lebih lengkap.

    Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Meta yang mulai mendorong WhatsApp ke arah model freemium, di mana fitur dasar tetap gratis, sementara fitur lanjutan berada di balik layanan berbayar.

    Kehadiran WhatsApp Plus memberikan pilihan baru: tetap menggunakan versi standar atau upgrade ke versi premium untuk pengalaman yang lebih kaya.

    Namun di sisi lain, ini juga menandai evolusi WhatsApp dari aplikasi chat sederhana menjadi platform yang lebih kompleks dan tersegmentasi.

  • Ancaman Siber Kian Nyata, 1 Juta Rekening Dibobol Sepanjang 2025

    Ancaman Siber Kian Nyata, 1 Juta Rekening Dibobol Sepanjang 2025

    Telko.id – Ancaman kejahatan siber di sektor perbankan semakin serius setelah laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa lebih dari 1 juta akun perbankan online berhasil dibobol sepanjang 2025.

    Serangan ini sebagian besar dilakukan menggunakan malware jenis infostealer yang dirancang khusus untuk mencuri data sensitif pengguna seperti username, password, hingga login mobile banking.

    Hal ini terjadi seiring pergeseran ancaman siber finansial yang kini lebih berfokus pada pencurian kredensial dan pemanfaatan ulang data.

    Data tersebut kemudian digunakan untuk mengakses rekening korban tanpa terdeteksi, bahkan dalam banyak kasus tanpa disadari oleh pemilik akun.

    Menurut Kaspersky, para pelaku kejahatan siber mulai meninggalkan malware perbankan PC tradisional dan beralih ke metode rekayasa sosial (social engineering) serta pemanfaatan pasar dark web, sementara malware finansial pada perangkat seluler terus berkembang.

    Baca Juga:

    Serangan ini umumnya menyebar melalui metode yang terlihat sederhana, seperti:

    • Link Phishing

    Melansir dari CNN, halaman palsu yang meniru toko online mendominasi dengan porsi 48,5 persen pada 2025, meningkat 10,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Di posisi berikutnya adalah phishing perbankan sebesar 26,1 persen (turun 16,5 persen) dan sistem pembayaran sebesar 25,5 persen (naik 6,2 persen).

    Di Timur Tengah, mayoritas phishing menyasar e-commerce (85,8 persen), sementara di Afrika didominasi oleh sektor perbankan (53,75 persen).

    Amerika Latin menunjukkan distribusi yang relatif seimbang dengan fokus pada e-commerce (46,3 persen) dan perbankan (42,25 persen).

    Kawasan Asia Pasifik dan Eropa menunjukkan penyebaran serangan yang lebih merata di berbagai kategori.

    • Malware Finansial

    Sepanjang 2025 pengguna yang terdampak dari malware finansial di PC terus menurun, seiring meningkatnya penggunaan perangkat seluler untuk transaksi keuangan.

    Namun, sebaliknya, serangan malware perbankan pada perangkat seluler justru meningkat hingga 1,5 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    • Ancaman finansial dan dark web

    Infostealer kini menjadi komponen penting dalam kejahatan siber finansial. Malware ini mampu mengumpulkan berbagai data sensitif, seperti kredensial login, cookie, informasi kartu bank, hingga frasa kunci aset kripto. Data tersebut dimanfaatkan untuk pengambilalihan atau penipuan finansial.

    Selain itu, akun yang jarang digunakan atau tidak dijaga dengan baik juga menjadi target empuk. Rekening yang tidak aktif (dormant) atau tidak diperbarui datanya berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan karena pengawasannya cenderung lebih lemah.

    Data Kaspersky menunjukkan lonjakan deteksi infostealer sebesar 59 persen secara global pada PC dari 2024 ke 2025. Kawasan Asia Pasifik mencatat peningkatan yang lebih tajam, mencapai 132 persen.

    Berdasarkan temuan Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI), lebih dari satu juta akun perbankan online dari 100 bank terbesar di dunia menjadi korban infostealer pada 2025.

    Kredensial akun-akun tersebut kemudian beredar bebas di dark web. Negara dengan rata-rata akun yang diretas per bank tertinggi adalah India, Spanyol, dan Brasil.
    Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, menyebut bahwa dark web kini menjadi pusat utama aktivitas kejahatan siber finansial. Data yang dicuri dikumpulkan, dikemas ulang, dan dijual kembali, sementara perangkat phishing juga tersedia sebagai layanan siap pakai.

    “Hal ini menciptakan ekosistem berkelanjutan di mana pencurian data dan operasi penipuan saling menguatkan satu sama lain, membuat serangan dapat diskalakan dan mudah dilakukan oleh penipu dengan pengalaman minimal. Memutus siklus ini membutuhkan intelijen ancaman proaktif dari pihak organisasi, dan peningkatan kesadaran serta pengawasan dari pengguna individu,” kata Polina.

    Kaspersky merekomendasikan langkah – langkah berikut ini agar pengguna tetap terlindungi ancaman phishing:

    Untuk pengguna individu

    • Gunakan autentikasi multifaktor, buat kata sandi yang kuat dan unik, serta simpan di pengelola kata sandi.
    • Hindari mengklik tautan mencurigakan dan selalu verifikasi keaslian situs sebelum memasukkan data sensitif.
    • Gunakan solusi keamanan terpercaya, seperti Kaspersky Premium, untuk melindungi dari situs phishing dan toko online palsu.

    Untuk bisnis

    • Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan perbaiki potensi kerentanan, termasuk dengan bantuan pihak eksternal.
    • Terapkan platform keamanan terintegrasi dengan keamanan deteksi dan respons cepat (EDR/XDR).
    • Lakukan pemantauan rutin terhadap aktivitas di dark web guna mengidentifikasi potensi ancaman sejak dini.