spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog

Berita Teknologi Hari ini : Mulai Dari 5G Hingga Teknologi AI Terbaru!

Telko.id – Berita teknologi terbaru selalu menarik perhatian banyak orang, terutama para penggemar gadget dan teknologi. Kita hidup di zaman yang serba digital, di mana kemajuan teknologi terus berkembang dan menghadirkan berbagai inovasi baru yang menarik. Dan ini bisa mencakup banyak hal, mulai dari gadget terbaru, aplikasi baru, hingga teknologi terkini yang dapat memudahkan hidup kita sehari-hari. Tak hanya itu, berita ini juga dapat memberikan kita wawasan baru tentang tren dan arah perkembangan teknologi di masa depan.

Bicara tren, salah satu tren teknologi terbaru yang sedang naik daun adalah teknologi 5G. Berita teknologi terbaru menginformasikan bahwa teknologi 5G sekarang sudah tersedia di beberapa negara di seluruh dunia dan akan segera diperluas ke banyak negara lainnya. Teknologi 5G juga diklaim mampu memberikan kecepatan internet yang lebih cepat dan jaringan yang lebih stabil, sehingga akan sangat membantu bagi mereka yang sering menggunakan internet dalam mobilitas yang tinggi.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) juga menjadi topik hangat dalam berita teknologi terbaru. Beberapa perusahaan teknologi ternama sedang mengembangkan aplikasi dan sistem kecerdasan buatan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam berbagai bidang. Contohnya adalah pengembangan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, yang dapat membantu mengoptimalkan proses pengobatan dan pembelajaran. Informasi terbaru yang membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dapat memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia. Berikut adalah sejumlah berita teknologi terbaru yang kami muat di situs telko.id.

Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

Telko.id – Meta secara resmi mengumumkan Muse Spark, model kecerdasan buatan (AI) pertama dalam seri large language models (LLMs) baru yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs.

Langkah ini merupakan bagian dari perjalanan perusahaan menuju personal superintelligence, yaitu asisten AI yang dapat membantu pengguna dalam berbagai hal penting.

Muse Spark dirancang khusus untuk produk-produk Meta. Model AI ini akan membuat Meta AI menjadi lebih cerdas dan cepat, sekaligus menghadirkan fitur-fitur baru yang menampilkan rekomendasi dan konten dari Instagram, Facebook, dan Threads.

Model ini menjadi fondasi kuat untuk generasi AI berikutnya yang sudah dalam tahap pengembangan.

Selama sembilan bulan terakhir, Meta Superintelligence Labs membangun kembali AI stack Meta dari nol dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan siklus pengembangan sebelumnya.

Muse Spark adalah model pertama dalam seri Muse terbaru yang menggunakan pendekatan terencana berbasis ilmiah untuk menjalankan model AI dalam skala besar.

“Setiap generasi divalidasi dan menjadi dasar bagi generasi berikutnya sebelum melangkah ke skala yang lebih besar,” jelas Meta dalam pengumuman resminya.

Model ini dirancang agar cepat dan efisien, sehingga andal untuk menjawab pertanyaan kompleks di bidang sains, matematika, dan kesehatan.

Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

Saat ini, Muse Spark telah mendukung asisten Meta AI di aplikasi Meta AI dan situs web meta.ai. Model ini dirancang khusus untuk mendukung penalaran kompleks dan tugas multimodal, yang menjadi tren dalam pengembangan model AI mutakhir.

Aplikasi Meta AI dan situs web meta.ai mendapatkan pembaruan signifikan hari ini, lengkap dengan tampilan baru.

Meta AI kini mampu menangani pertanyaan singkat sekaligus persoalan kompleks yang memerlukan penalaran kuat. Pengguna dapat beralih antarmode sesuai kebutuhan.

Teknologi baru ini memungkinkan Meta AI menjalankan beberapa subagents secara paralel untuk menyelesaikan satu pertanyaan.

Misalnya, saat merencanakan liburan keluarga ke Florida, satu agen dapat menyusun rencana perjalanan, agen lain membandingkan destinasi, dan agen ketiga mencari aktivitas ramah anak—semua dilakukan bersamaan untuk jawaban yang lebih cepat dan komprehensif.

Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

Kemampuan multimodal menjadi salah satu pilar utama Muse Spark. Meta membangun kemampuan ini agar Meta AI dapat melihat dan memahami apa yang dilihat pengguna, bukan hanya membaca teks yang diketik.

“Inilah kemampuan sesungguhnya dari AI yang dapat melihat dunia bersama pengguna,” tulis Meta.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengambil foto beberapa camilan di bandara, dan Meta AI dapat mengidentifikasi serta memberi peringkat camilan dengan kandungan protein tertinggi tanpa perlu membaca label satu per satu. Kemampuan memindai produk dan membandingkannya dengan alternatif lain juga menjadi fitur unggulan.

Kemampuan multimodal Muse Spark sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan. Meta AI kini dapat membantu memahami pertanyaan seputar kesehatan dengan respons yang lebih rinci, termasuk gambar dan grafik.

Meta telah bekerja sama dengan tim dokter untuk mengembangkan kemampuan ini agar dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Content image for article: Meta Umumkan Muse Spark, Model AI Baru untuk Perkuat Meta AI

“Topik kesehatan merupakan salah satu alasan utama orang menggunakan AI,” ungkap Meta. Pengembangan ini sejalan dengan upaya berbagai perusahaan teknologi untuk menghadirkan AI gambar dan analisis visual yang canggih.

Muse Spark juga unggul dalam pemrograman visual. Pengguna dapat membuat situs web dan mini game secara custom langsung dari sebuah prompt.

Fitur ini memungkinkan pembuatan dashboard untuk merencanakan pesta kejutan, arcade game bergaya retro, atau simulator penerbangan yang unik, lalu membagikannya kepada teman.

Dalam hal personalisasi, Meta AI kini dapat membantu pengguna memilih outfit, menata interior ruangan, atau menentukan hadiah untuk seorang teman.

Mode belanja memanfaatkan inspirasi gaya dan narasi merek yang sudah banyak muncul di seluruh aplikasi Meta, menampilkan ide dari para kreator dan komunitas yang diikuti pengguna.

Untuk pencarian lokasi atau topik tren, Meta AI kini menampilkan konteks yang kaya dan relevan langsung di dalam percakapan.

Pengguna dapat men-tap suatu lokasi untuk melihat unggahan dari warga setempat, atau menanyakan tren untuk mendapatkan rekomendasi lengkap yang diambil dari konten komunitas.

Rilis Muse Spark ini menunjukkan model AI dari Meta terus berkembang secara konsisten. Perusahaan juga sedang mengembangkan model AI yang lebih besar sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Langkah ini terjadi di tengah persaingan ketat di industri AI, termasuk isu-isu terkait pelatihan AI dan hak cipta.

Aplikasi Meta AI dan meta.ai akan menghadirkan pengalaman yang ditingkatkan dengan mode Instant dan Thinking di seluruh wilayah yang saat ini mendukung fitur tersebut. Kedua fitur ini sudah mulai diluncurkan di Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan ke depan, Meta akan menghadirkan mode dan kemampuan baru ini ke lebih banyak negara di mana Meta AI sudah banyak digunakan.

Integrasi akan meluas ke Instagram, Facebook, Messenger, WhatsApp, dan kacamata AI Meta, sehingga kemampuan multimodal menjadi semakin kuat.

Meta juga membuka akses ke teknologi dasar Muse Spark, yang akan ditawarkan kepada mitra-mitra terpilih melalui private preview bersama API. Perusahaan menyatakan harapannya untuk membuka sumber versi model berikutnya di masa depan.

“Langkah ini baru permulaan,” tegas Meta. Dengan perluasan fitur, pengguna bisa mendapatkan hasil yang lebih kaya dan visual yang lebih bagus, lengkap dengan Reels, foto, dan format unggahan lainnya yang terintegrasi langsung ke dalam jawaban dari model AI, dengan atribusi bagi para kreator konten.

Meta berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai perlindungan keamanan dan privasi seiring dengan peningkatan model AI. Perlindungan ini dimulai dengan kerangka risiko yang diperkuat dan perlindungan lainnya yang dibagikan hari ini.

Masa depan Meta AI, menurut perusahaan, berakar pada hubungan dan konteks yang sudah menjadi inti kehidupan pengguna. Meta siap bergerak maju menuju personal superintelligence, yaitu AI yang tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar memahami dunia pengguna.(Icha)

POCO X8 Pro Series Laris Manis, 30.000 Unit Terjual dalam Sehari

Telko.id – POCO X8 Pro Series membukukan penjualan spektakuler di hari pertama peluncurannya di Indonesia. Pada 4 April 2026, lebih dari 30.000 unit smartphone dari seri ini berhasil terjual hanya dalam kurun 24 jam.

Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia, menyatakan bahwa respons pasar ini menunjukkan gamer kalcer di Tanah Air siap naik level.

“POCO X Series selalu jadi favorit, dan kali ini kita bawa ke level berikutnya. Gaming bukan cuma soal menang, tapi juga soal bagaimana lo tampil stand out,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan Speed to the max yang responsif dan stabil, POCO X8 Pro Series siap diajak gas terus di berbagai kondisi.

Kehadiran POCO X8 Pro Series ini melanjutkan momentum yang telah dibangun POCO F7 Series awal tahun, yang disebut telah menetapkan standar baru sebagai true flagship.

Seri terbaru ini hadir dengan kombinasi Extreme Performance dan Extreme Value untuk memenuhi ekspektasi penggemar POCO.

POCO X8 Pro Max menjadi perhatian utama sebagai ponsel pertama di dunia yang ditenagai chipset Dimensity 9500s. Chipset ini menghasilkan skor AnTuTu yang mencapai angka 3.085.998.

Performa tersebut didukung RAM LPDDR5X 9600Mbps yang membuat setiap interaksi di layar 6,83 inci berpanel flagship M10 terasa instan.

Untuk pengalaman visual yang lebih imersif, perangkat ini dilengkapi teknologi ray tracing. POCO juga menyematkan sistem pendingin POCO 3D IceLoop untuk menjaga suhu tetap optimal selama sesi gaming panjang.

Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain. Untuk pertama kalinya, POCO menyematkan baterai raksasa berkapasitas 8.500mAh berbasis silicon-carbon yang diklaim mampu bertahan hingga dua hari pemakaian.

Ketika perlu diisi ulang, teknologi 100W HyperCharge siap mengisi daya dengan cepat. Di sektor kamera, POCO X8 Pro Max mengandalkan sensor 50MP Light Fusion 600 dengan stabilisasi optik (OIS).

Sementara itu, varian POCO X8 Pro hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang mencari keseimbangan efisiensi dan performa. Ponsel ini membawa debut chipset Dimensity 8500-Ultra yang menawarkan peningkatan performa GPU yang signifikan dengan konsumsi daya yang efisien.

Fitur WildBoost Optimization hadir untuk mencegah frame drop di momen krusial. Meski memiliki desain yang lebih ringkas, perangkat ini tetap dibekali baterai 6.500mAh dan kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS.

POCO juga menghadirkan edisi khusus untuk para kolektor dan penggemar Marvel, yaitu POCO X8 Pro – Iron Man Edition. Edisi kolaborasi ini menampilkan desain futuristik dengan sentuhan khas Iron Man, termasuk lampu flash kamera yang dirancang menyerupai Arc Reactor dan dapat menyala saat notifikasi masuk.

Pengalaman tema Iron Man juga terintegrasi penuh ke dalam antarmuka pengguna dan animasi booting yang eksklusif.

Komitmen POCO tidak hanya pada performa hardware, tetapi juga dukungan jangka panjang. POCO X8 Pro Series dijamin akan mendapatkan pembaruan sistem operasi hingga 4 kali dan pembaruan keamanan selama 6 tahun ke depan.

Perusahaan juga terus mengembangkan konektivitas lintas perangkat untuk memperluas ekosistem pengguna.

Penjualan perdana atau first sale POCO X8 Pro Series masih berlangsung hingga 25 April 2026. Konsumen dapat membeli perangkat ini melalui kanal resmi seperti Mi.com atau POCO Official Store di berbagai platform e-commerce, termasuk Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, Lazada, dan Akulaku.

Kesuksesan penjualan hari pertama ini menegaskan posisi kuat POCO di pasar smartphone performa tinggi Indonesia. Kombinasi spesifikasi flagship, desain yang menarik, dan nilai tambah seperti edisi kolaborasi serta dukungan pembaruan jangka panjang menjadi daya tarik utama.

Pesaing seperti Vivo S50 Series juga menawarkan paket serupa dengan chipset gahar dan baterai besar, menunjukkan persaingan yang ketat di segmen ini.

POCO terus memperkuat portofolionya dengan menghadirkan pilihan di berbagai segmen, mulai dari flagship ekstrem seperti seri X8 Pro dan POCO F7, hingga smartphone dengan harga lebih terjangkau seperti yang diulas dalam Review POCO C71.

Dengan penjualan yang terbukti kuat, POCO X8 Pro Series diproyeksikan akan menjadi salah satu produk andalan perusahaan sepanjang tahun 2026. (Icha)

NextDev Summit 2026: Telkomsel Pilih 10 Technopreneur AI Terbaik

0

Telko.id – Telkomsel resmi menyelenggarakan NextDev Summit 2026 sebagai puncak program inkubasi NextDev ke-11.

Acara yang bertema “Unleashing AI Impact” ini menampilkan Final Pitching dari 10 technopreneur terbaik dengan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI).

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam sambutannya menyatakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan talenta digital Indonesia.

“Indonesia ini penuh dengan talenta yang sangat potensial. Telkomsel punya visi agar kita semua bisa memberdayakan bangsa Indonesia dalam kesehariannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Program ini hadir di tengah tantangan pendanaan bagi technopreneur di Asia Tenggara, sekaligus menegaskan fokus pada solusi digital berbasis AI yang menjawab kebutuhan nyata.

Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, mengapresiasi konsistensi NextDev yang telah berjalan satu dekade.

“Telkomsel, sebagai infrastruktur dan platform yang signifikan, adalah langkah awal bagaimana kita semua bisa memastikan kedaulatan digital. Dengan mendukung penguasaan AI, kami berharap NextDev bisa terus membantu kita membangun ekosistem digital yang benar-benar kita butuhkan,” kata Sabana.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, yang hadir memberikan keynote speech, menekankan pentingnya konsistensi dan proses kreatif di era AI.

“NextDev telah menghasilkan bakat-bakat hebat di Indonesia. 10 tahun itu adalah bukti konsistensi. Teknologi AI adalah sebuah keniscayaan, namun jangan dijadikan sebagai sumber kreatif utama karena AI hanyalah mesin canggih yang bisa mempercepat berbagai proses kerja kita,” pesan Yovie.

Content image for article: NextDev Summit 2026: Telkomsel Pilih 10 Technopreneur AI Terbaik

Rangkaian Summit menghadirkan berbagai agenda utama seperti keynote speech, sesi Final Pitching, diskusi ekosistem dalam NextDev Talks, serta pengumuman pemenang. Sebelum mencapai puncak ini, para finalis telah melalui fase Academy yang intensif berupa Bootcamp, mentoring, expert sessions, dan ecosystem benchmarking.

Dari proses penilaian yang ketat, technopreneur Tax Point asal Tabanan, Bali, terpilih sebagai Best of The Best NextDev ke-11. Solusi yang dibawa adalah layanan konsultasi pajak yang responsif dan terjangkau dengan ahli bersertifikasi, dirancang untuk membebaskan klien dari kerumitan administratif perpajakan.

Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha, mengungkapkan nilai program NextDev bagi pengembangan bisnisnya.

“NextDev ke-11 memberikan ruang belajar yang sangat berharga. Pendampingan mentor dan akses jejaring NextDev telah membantu kami memperjelas masalah nyata yang kami sasar, model bisnis, hingga strategi implementasi AI,” ujar Ariyudha.

Selain pemenang utama, Epployee asal Bandung terpilih sebagai Runner Up dengan membawa solusi ekosistem HRIS (Human Resource Information System) berbasis Cloud dan AI dalam satu platform.

Sementara itu, technopreneur Sumrize dari Subang meraih gelar Most Attractive Digital Business berkat platform AI yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis.

NextDev Summit 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan technopreneur dengan mentor, alumni program sebelumnya, investor, serta berbagai mitra ekosistem digital.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya membangun dampak sosial melalui teknologi, sebagaimana visi program sejak awal.

Program NextDev telah menunjukkan kontribusi nyata bagi ekosistem startup lokal. Sejak digelar, program yang terdiri dari tiga fase umum (Scouting–Academy–Summit) ini telah menginkubasi 162 technopreneur terbaik dari 6.798 pendaftar.

Program juga melibatkan 229 juri dan lebih dari 2.300 expert serta mentor, menyelenggarakan 127 sesi seminar dan 113 expert talks, serta mencatatkan hampir 1000 jam mentoring.

Ke depan, NextDev akan terus membuka peluang networking, matchmaking, piloting project, hingga potensi integrasi dan kemitraan dengan ekosistem luas Telkomsel.

Dukungan terhadap technopreneur perempuan juga menjadi perhatian, mengingat pentingnya inklusivitas dalam ekosistem digital, sebagaimana terlihat dalam inisiatif lain seperti SheHacks dari Indosat.

Fokus pada AI sebagai akselerator dampak menjadi penanda penting NextDev tahun ini. Telkomsel menegaskan bahwa AI telah menjadi lebih dari sekadar tren, melainkan alat penting untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat validasi produk, dan memberi kontribusi ekonomi yang signifikan.

Langkah ini juga selaras dengan berbagai kemitraan strategis di industri teknologi untuk memperkuat kapabilitas digital tanah air.

Dengan dukungan pemerintah yang kuat, program seperti NextDev diharapkan dapat memperkuat fondasi kedaulatan digital Indonesia.

Komitmen berkelanjutan Telkomsel melalui NextDev menunjukkan peran aktif operator telekomunikasi dalam tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan talenta dan solusi digital masa depan. (Icha)

Spotify Umumkan 10 Artis RADAR Indonesia 2026

Telko.id – Spotify secara resmi mengumumkan sepuluh nama yang masuk dalam program RADAR Indonesia 2026. Mereka adalah Alisha Dira, Amanda Caesa, Betrand Putra Onsu, dia, eńau, Jordy Riz, Maisha Kanna, PORIS, Tsaqib, dan Vanessa Zee.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Spotify untuk menemukan, mendukung, dan mengangkat talenta-talenta baru di industri musik.

Kesepuluh artis tersebut membawa warna musik yang beragam, mulai dari Pop, R&B, hingga Hipdut. Spotify menilai mereka sebagai nama-nama yang patut diperhatikan saat ini, bahkan sebelum potensinya semakin dikenal di kancah global. RADAR Indonesia 2026 disebut sebagai salah satu jajaran artis RADAR paling menarik sejauh ini.

“Industri musik di Asia Tenggara, terutama di Indonesia terus berkembang, dengan semakin banyak artis yang berani menghadirkan warna dan perspektif baru. RADAR selalu berfokus pada mereka yang mendorong perubahan tersebut,” ujar Kossy Ng, Head of Music Spotify Southeast Asia, Taiwan, dan Hong Kong.

Ia menambahkan, Spotify senang bisa membawa musik mereka ke lebih banyak pendengar sekaligus mendukung perjalanan karier mereka tanpa menghilangkan identitas khas Indonesia.

Fenomena ini sejalan dengan upaya lain dalam mendukung talenta muda Indonesia, seperti yang dilakukan Telkomsel dukung melalui program serupa.

Industri musik Asia Tenggara kini semakin bersinar. Data Spotify menunjukkan, sembilan dari 20 artis teratas RADAR Global di tahun 2025 berasal dari kawasan ini, termasuk musisi Indonesia seperti The Lantis, Rony Parulian, dan Aftershine.

Content image for article: Spotify Umumkan 10 Artis RADAR Indonesia 2026, Soroti Gelombang Baru Musik Tanah Air

Artis RADAR Indonesia juga mulai menjangkau pendengar di berbagai negara seperti Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Australia. Hal ini menunjukkan daya tarik musik Indonesia yang semakin mendunia.

Beberapa artis yang terpilih membagikan pengalamannya. Penyanyi-penulis lagu yang mononim dengan nama dia mengungkapkan, menjadi bagian dari RADAR membuka peluang besar agar musiknya bisa didengar lebih banyak orang.

“Karena aku memproduksi semua musikku sendiri dari nol, prosesnya terasa sangat personal. Antusias banget melihat sejauh mana lagu-lagu ini bisa berkembang dan siapa saja yang bisa terhubung dengannya,” kata dia.

Ia menekankan, baginya ini bukan sekadar soal jumlah pendengar, tapi tentang menemukan pendengar yang benar-benar nyambung dengan apa yang ia ciptakan di studio.

Sementara itu, Maisha Kanna melihat RADAR sebagai langkah besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

“Buatku, musikku bisa ada di Spotify saja sudah sangat berarti. Sekarang, bisa jadi bagian dari RADAR rasanya seperti melangkah lebih jauh lagi,” ujarnya.

Profil dan Potensi Artis RADAR 2026

Setiap artis yang terpilih membawa keunikan dan cerita sendiri. Alisha Dira adalah penyanyi muda dan kreator digital yang dikenal lewat konten “sambung lirik” di media sosial. Amanda Caesa memulai karier musik sejak usia muda dengan karakter vokal soulful. Betrand Putra Onsu dikenal dengan vokal kuat dan pembawaan emosional dalam lagu-lagu pop.

Musisi folk eńau dikenal lewat penulisan lagu yang jenaka dan produksi lo-fi, sementara PORIS menghadirkan energi rage rap dari Tangerang.

Jordy Riz, yang juga seorang aktor, sedang mengembangkan identitas musiknya menuju debut EP. Tsaqib dari Bandung menghadirkan nuansa pop melankolis, dan Vanessa Zee, finalis Indonesian Idol, membawa karakter vokal yang khas.

Platform seperti Spotify terus berinovasi untuk mendukung pengalaman pengguna dan penemuan musik baru, termasuk dengan menghadirkan rekomendasi musik melalui integrasi dengan teknologi AI.

Inovasi serupa juga terlihat di perangkat seperti Samsung Galaxy A series yang menawarkan pengalaman multimedia yang mumpuni.

Kossy Ng dari Spotify menambahkan, nilai menarik dari program RADAR adalah kehadiran Spotify sejak tahap awal perjalanan karier seorang artis.

“Kami jadi bagian dari perjalanan mereka, mencari cara untuk memperluas jangkauan audiens, sekaligus melihat pendengar mereka terus bertumbuh. Ini bukan soal kesuksesan instan,” jelasnya.

Program ini bertujuan membantu para artis membangun karier yang bertahan lama, dengan basis penggemar yang solid sejak awal. Sepuluh artis dari Indonesia ini dinilai memiliki sesuatu yang benar-benar spesial, dan Spotify menyatakan tidak sabar melihat perjalanan mereka selanjutnya.

Dukungan bagi industri kreatif juga datang dari berbagai pihak, seperti kesempatan eksklusif yang diberikan Acer Indonesia untuk menyaksikan ajang penghargaan musik besar.

Melalui RADAR Indonesia 2026, Spotify terus berkomitmen menyoroti gelombang baru artis Indonesia.

Mereka tidak hanya membentuk tren musik yang sedang berkembang, tetapi juga berpotensi menentukan arah industri musik tanah air ke depannya. (Icha)

AI dan 5G Menjadi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia 2045

Telko.id – Kecerdasan Buatan (AI) dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Pemanfaatan Ai dalam jaringan 5G tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan analysis data secara real-time, otomatisasi sistem, hingga kemampuan self-healing pada jaringan sebelum gangguan dirasakan pengguna.

Aplikasi Ai juga mendorong kebutuhan akan jaringan dengan performa lebih tinggi, sementara jaringan yang semakin cangghih memungkinkan penerapan Ai yang lebih kompleks dan dapat diskalakan.

Keduanya berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi (economic multiplier), dengan potensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB dalam satu dekade ke depan.

Untuk merealisasikan potensi ini, dibutuhkan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur, pengembangan kapabilitas tenaga kerja, serta kolaborasi ekosistem antara pemangku kepentingan publik dan swasta.

Baca Juga:

AI dan 5G kini menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi digital Indonesia menuju visi ekonomi digital 2045. Kombinasi keduanya memungkinkan terciptanya ekosistem teknologi yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Google menghadirkan sejumlah pembaruan besar untuk ekosistem game di layanan Google Play dalam ajang Game Developers Conference 2026 (GDC), yang turut memperlihatkan bagaimana teknologi AI dan konektivitas semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan industri digital global.

Infrastruktur dan platform memang penting, tetapi dua hal ini hanya bagian dari cerita keseluruhan. Untuk mewujudkan Visi Digital 2045, Indonesia perlu membangun ekosistem inovasi yang kuat dan mengembangkan talent pool digital yang kuat. Bonus demografi Indonesia akan mencapai puncaknya pada 2045 dengan 65% populasi berada pada kelompok usia produktif.

Situasi ini mencerminkan kekuatan Indonesia, dan karenanya Indonesia perlu meningkatkan upaya peningkatan keterampilan dan pelatihan keterampilan baru secara cepat dan terukur.

Ericsson membantu mendorong proses ini melalui serangkaian hackathon 5G + AI di tingkat nasional yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan institusi pemerintahan serta pemimpin di bidang teknologi seperti Qualcomm.

Dengan memberikan pengalaman langsung kepada ribuan mahasiswa dan profesional muda dalam pemanfaatan 5G, cloud, dan AI, inisiatif ini secara langsung mendukung target nasional untuk mencetak 9 juta talenta digital pada 2030.

Di saat yang sama, upaya ini juga membangun jembatan kolaborasi antara akademisi, startup, korporasi, dan instansi pemerintah, sehingga jaringan tidak lagi dipandang sebagai infrastruktur tertutup, melainkan sebagai platform terbuka yang mendorong inovasi.

Ericsson telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia lintas generasi teknologi seluler, mulai dari jaringan GSM awal hingga 4G yang lebih canggih, dan kini 5G.

Saat ini, kemitraan tersebut melampaui penyediaan perangkat radio dan core, mencakup arsitektur cloud-native, jaringan berbasis AI, platform monetisasi digital, serta program inovasi yang mempertemukan operator, pemerintah, akademisi, dan startup. Secara bersama-sama, ekosistem digital ini beserta teknologi pendukungnya akan menjadi fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia 2045.

Meta Bentuk Tim Khusus Untuk Kembangkan Hardware AI

Telko.id – Meta mulai memperkuat ambisinya dalam industri kecerdasan buatan dengan membentuk tim khusus untuk mengembangkan perangkat keras (hardware) berbasis AI.

Langkah ini dilakukan melalui divisi internal yang fokus pada pengembangan AI generatif berikutnya, sekaligus menandai pergeseran strategi Meta dari sekedar software menuju integrasi hardware dan AI.

Meta sebenarnya sudah dikenal dengan produk kacamata pintar dan headset realitas virtual buatan divisi Reality Labs. Namun upaya baru ini merupakan bagian dari Meta Superintelligence Labs atau MSL yang diumumkan pada tahun lalu.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan pembuatan jenis hardware AI lainnya di luar lini produk yang sudah ada. Beberapa engineer dari divisi Reality Labs kabarnya telah dipindahkan ke MSL untuk mulai merancang prototipe software di atas hardware.

Secara teknologi, Meta tidak hanya mengembangkan model AI, tetapi juga mulai merancang device khusus yang terintegrasi langsung dengan AI assistant. Perangkat ini diproyeksikan mampu memahami konteks pengguna secara real-time, termasuk melalui input visual dan audio, sehingga dapat berfungsi sebagai asisten digital yang selalu aktif dan lebih personal dibanding teknologi saat ini.

Untuk mempercepat pengembangan, Meta merekrut Rui Xu, mantan petinggi ByteDance, yang memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Xiaomi, Lenovo, dan Tencent. Kehadiran Xu diharapkan dapat memperkuat kapabilitas Meta dalam merancang dan memproduksi perangkat berbasis AI yang siap digunakan secara massal.

Di ByteDance, ia memimpin laboratorium yang berhasil memproduksi jutaan unit perangkat di pasar China. Pria ini juga memiliki rekam jejak kepemimpinan di pabrikan ponsel pintar Xiaomi, produsen laptop Lenovo, dan raksasa internet Tencent, demikian mengutip dari Business Insider, Jumat (10/4/2026).

Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI saat ini memang sedang berlomba membangun perangkat pribadi AI yang bukan sekadar ponsel pintar.

Bos MSL Alexandr Wang menyebutkan bahwa perusahaannya ingin memperluas jangkauan produk mereka melampaui perangkat genggam biasa.

Baca Juga:

Ia membayangkan sebuah dunia di mana setiap orang memiliki agen cerdas pribadi yang terhubung dengan berbagai jenis perangkat.

Agen ini dirancang agar selalu aktif untuk melihat serta mendengar apa yang dialami oleh penggunanya sehari-hari.

Wang menjanjikan bahwa publik akan melihat inovasi yang luar biasa dari perusahaannya dalam beberapa bulan ke depan. Pihak Meta masih menolak memberikan komentar terkait detail dari pembentukan tim baru ini.

Langkah Meta ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana pengembangan AI tidak lagi hanya berfokus pada software, tetapi juga mulai mengarah pada kombinasi AI dan hardware dalam satu ekosistem terintegrasi.

Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi menjadi inti dari cara perangkat beroperasi.

Samsung Galaxy A37 5G, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Telko.id – Samsung Electronics Indonesia secara resmi meluncurkan smartphone terbaru untuk segmen mid-range, Galaxy A37 5G, pada Selasa (9/4/2026).

Ponsel ini diposisikan sebagai solusi lengkap bagi generasi muda yang aktif membuat konten, dengan mengandalkan peningkatan kemampuan Nightography pada kamera, performa tangguh, dan daya tahan baterai seharian.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa Galaxy A37 5G hadir untuk memenuhi kebutuhan generasi yang selalu terhubung dan ekspresif.

“Dengan dukungan wide kamera 50MP, Ultra Wide 8MP, makro 5MP dengan peningkatan kemampuan Nightography, konten lebih nyata dan detail meskipun dalam kondisi low light,” ujarnya.

Perangkat ini juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas 5000mAh yang didukung Super Fast Charging 2.0 dan sertifikasi ketahanan air serta debu IP68. Hal ini dirancang untuk mendukung aktivitas pembuatan konten pengguna dari pagi hingga malam dalam berbagai kondisi.

Kamera Nightography untuk Konten Low-Light

Fokus utama Galaxy A37 5G terletak pada kemampuannya menangkap momen dalam pencahayaan minim. Samsung mengklaim peningkatan kualitas foto dan video low-light dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Galaxy A36 5G.

Triple kamera yang terdiri dari lensa utama 50MP, ultra-wide 8MP, dan makro 5MP memungkinkan eksplorasi berbagai gaya konten, mulai dari landscape, portrait, hingga close-up.

Content image for article: Samsung Galaxy A37 5G Resmi, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Fitur Advanced Portrait berbasis AI juga disematkan untuk menghasilkan efek bokeh yang lebih baik. Peningkatan ini sejalan dengan tren Nightography Samsung yang terus dikembangkan, bahkan untuk segmen menengah.

Dukungan AI dan Fitur Produktivitas

Galaxy A37 5G menjalankan One UI 8.5 dengan sejumlah fitur Awesome Intelligence. Fitur Circle to Search with Google memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari objek yang dilingkari di layar.

Untuk proses editing, tersedia Edit Suggestion yang dapat memberikan rekomendasi efek instan, seperti menambah atau menghilangkan bokeh, serta meremaster foto agar lebih jernih.

Fitur AI Select memungkinkan pengguna mengambil gambar langsung dari konten yang dilihat di layar, lalu menyeret dan menjatuhkannya (Drag & Drop) ke aplikasi Notes untuk membuat moodboard. Kemudahan ini dirancang untuk memperlancar alur kerja kreatif pengguna.

Content image for article: Samsung Galaxy A37 5G Resmi, Andalan Nightography untuk Konten Malam

Dari sisi keamanan data dan konten, ponsel ini dilindungi oleh Samsung Knox Vault. Fitur Private Album pada aplikasi Galeri memungkinkan pengguna menyimpan draft foto atau video secara privat sebelum dipublikasikan. Fitur ini dapat diakses dengan menekan tombol menu di Galeri.

Spesifikasi dan Harga

Galaxy A37 5G ditenagai oleh chipset Exynos 1480 yang diklaim membawa peningkatan signifikan pada Neural Processing Unit (NPU), CPU, dan GPU. Dukungan vapor chamber yang lebih besar bertujuan menjaga suhu perangkat tetap optimal selama penggunaan intensif.

Smartphone ini tersedia dalam dua varian: 8GB RAM dengan memori internal 128GB seharga Rp 6.599.000 dan varian 8/256GB seharga Rp 7.299.000.

Warna yang ditawarkan adalah Awesome Lavender, Awesome Charcoal, Awesome Gray Green, dan Awesome White. Samsung memberikan jaminan pembaruan software hingga enam generasi dan update keamanan selama enam tahun, serta garansi pabrik (extended warranty) dua tahun.

Pada periode promo bulan April 2026, Samsung menawarkan potongan harga khusus. Varian 8/128GB mendapat potongan Rp 500.000 menjadi Rp 6.099.000.

Program trade-in juga tersedia, dengan jaminan harga terbaik. Sebagai contoh, pemilik Galaxy A36 5G 128GB akan mendapatkan nilai tukar tambah hingga Rp 2.500.000.

Dengan skema cicilan 0% bunga selama 12 bulan, biaya yang harus dibayar konsumen bisa menjadi sekitar Rp 299 ribu per bulan untuk varian dasar.

Untuk varian 8/256GB, harga promo di bulan April adalah Rp 6.599.000. Dengan memanfaatkan program trade-in dan cicilan, pembayaran bulanan dapat ditekan hingga sekitar Rp 300 ribu.

Promo juga meliputi cashback Rp 300.000 untuk pembelian aksesori tambahan dan diskon untuk pembelian Galaxy Buds FE.

Kehadiran Galaxy A37 5G ini menjadi bagian dari strategi Samsung memperkuat segmen mid-range di tengah pasar smartphone yang kompetitif.

Peluncuran ini juga menunjukkan komitmen Samsung dalam membawa fitur-fitur unggulan, seperti yang ada di seri flagship, ke jangkauan yang lebih luas.

Pengguna smartphone lama pun dapat merasakan pengalaman terbaru melalui program seperti Try Galaxy. Galaxy A37 5G kini telah tersedia di seluruh toko offline Samsung di Indonesia. (Icha)

Kemkomdigi Siapkan Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Cepat

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi mengumumkan rencana seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun 2026. Langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas akses internet cepat dan meningkatkan kualitas layanan seluler secara merata di seluruh Indonesia, termasuk hingga ke wilayah pelosok.

Pelaksanaan seleksi yang dijadwalkan tahun depan ini bertujuan memberikan tambahan spektrum frekuensi radio yang dapat dioptimalkan oleh para penyelenggara jaringan bergerak seluler. Kehadiran kedua pita frekuensi ini diharapkan menjadi pendorong utama akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan, sekaligus mendukung pencapaian target kecepatan rata-rata mobile broadband nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital telah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 175 Tahun 2026 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2026. Keputusan ini menjadi landasan hukum bagi proses seleksi yang akan berlangsung.

Selanjutnya, persiapan dan pelaksanaan teknis seleksi akan ditangani oleh Tim Seleksi khusus yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 176 Tahun 2026. Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas di setiap tahapan proses.

Fungsi dan Keunggulan Dua Pita Frekuensi

Alokasi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki fungsi yang saling melengkapi bagi industri telekomunikasi nasional. Pita frekuensi 700 MHz merupakan pita low-band yang dikenal sebagai “digital dividend”, hasil dari migrasi siaran televisi analog ke digital (Analog Switch Off/ASO).

Frekuensi ini memiliki keunggulan pada cakupan sinyal yang sangat luas dan kemampuan menembus hambatan fisik seperti bangunan. Karakteristik ini menjadikannya tulang punggung utama untuk memperluas jangkauan akses internet mobile broadband ke wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal, baik di area outdoor maupun indoor.

Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz adalah pita mid-band yang ideal untuk menopang kapasitas saluran dan kecepatan transmisi data skala besar, seperti yang diperlukan untuk teknologi 5G. Fokus pemanfaatan frekuensi ini adalah mengakomodasi kepadatan lalu lintas data tinggi di wilayah perkotaan serta menghadirkan pengalaman internet seluler berkecepatan tinggi yang lebih stabil.

Dampak bagi Perluasan Jangkauan dan Kualitas Layanan

Proses seleksi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah menyediakan layanan akses internet jaringan pita lebar bergerak (mobile broadband) minimal dengan teknologi 4G yang lebih merata. Sasaran utamanya adalah desa dan kelurahan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan telekomunikasi.

Selain perluasan jangkauan, penyedia jaringan seluler juga didorong untuk melakukan peningkatan kualitas internet berkecepatan tinggi melalui penyediaan dan penguatan layanan 5G di berbagai wilayah. Langkah ini sejalan dengan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Strategis Kemkomdigi 2025–2029.

Upaya optimalisasi spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam yang terbatas terus menjadi prioritas. Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan berbagai seleksi frekuensi untuk mendukung ekosistem digital. Seperti pada seleksi frekuensi 1,4 GHz yang diikuti oleh sejumlah operator. Proses lelang frekuensi serupa, termasuk di mana Surge lolos seleksi administrasi, menunjukkan dinamika industri dalam memperebutkan spektrum pendukung jaringan.

Hasil dari berbagai lelang frekuensi sebelumnya, seperti lelang 1,4 GHz 2025, turut membentuk peta persaingan dan kolaborasi di industri telekomunikasi tanah air.

Kemkomdigi secara resmi mengundang seluruh pemangku kepentingan, pelaku industri telekomunikasi, dan masyarakat luas untuk mendukung langkah strategis pemerintah ini. Optimalisasi pemanfaatan spektrum frekuensi radio diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi digital Indonesia ke depan.

Ancaman Baru, Malware AI Makin Sulit Dideteksi di Windows

Telko.id – Ancaman keamanan siber di sistem operasi Windows kini memasuki fase baru dengan munculnya malware berbasis kecerdasan buatan (AI) yang jauh lebih canggih dibanding generasi sebelumnya.

Berbeda dengan malware konvensional, jenis baru ini mampu beradaptasi, belajar dari lingkungan sistem, serta menghindari deteksi antivirus tradisional yang selama ini menjadi pertahanan utama pengguna.

Salah satu contoh malware berbasis AI, yang dilaporkan PCWorld, adalah “DeepLoad”. Malware ini beroperasi dengan metode serangan tanpa file (fileless), sebuah pendekatan yang tidak mengandalkan berkas mencurigakan yang biasanya menjadi target identifikasi antivirus.

Modus operandi serangan malware ini dimulai dengan menipu pengguna agar menjalankan perintah yang tampak tidak berbahaya. Perintah tersebut dapat diaktifkan melalui Command Prompt atau PowerShell, memungkinkan infeksi terjadi tanpa disadari oleh pengguna.

Baca Juga:

Setelah berhasil masuk ke dalam sistem, malware tersebut dapat memanipulasi sistem operasi dan membangun komunikasi dengan server penyerang.

Ia memanfaatkan alat bawaan Windows untuk mencuri informasi sensitif, baik dari pengguna pribadi maupun dalam lingkungan korporat.

Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi.

Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

Pemanfaatan AI membuat malware jenis ini semakin berbahaya karena mampu menyesuaikan pola serangan secara dinamis. Artinya, ketika sistem keamanan mulai mengenali pola tertentu, malware bisa mengubah perilakunya agar tetap lolos dari deteksi. Kemampuan adaptif ini menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan konvensional yang umumnya berbasis signature atau pola tetap.

Pada pertengahan Maret lalu, Microsoft telah meluncurkan pembaruan keamanan penting untuk Windows 11, khususnya untuk versi Enterprise seperti 24H2, 25H2, dan varian LTSC. Pembaruan ini bertujuan untuk mengatasi kerentanan kritis.

Celah keamanan yang diperbaiki terletak pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS). Kerentanan ini berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh.

Isu keamanan ini tidak hanya terbatas pada sistem operasi saja, melainkan meluas ke berbagai aplikasi lain. Dalam pembaruan Patch Tuesday bulan Maret, Microsoft dilaporkan menutup lebih dari 80 celah keamanan, termasuk pada aplikasi Excel dan berbagai produk Office lainnya.

Ada skenario tertentu yang menunjukkan bahwa kode berbahaya bisa dieksekusi hanya dengan membuka panel pratinjau di aplikasi Outlook. Ini menggambarkan kerentanan yang dapat dimanfaatkan melalui interaksi sederhana.

Untuk meminimalisir risiko yang ada, pengguna disarankan untuk segera menginstal semua pembaruan Windows yang tersedia. Penting juga untuk tidak sembarangan menjalankan perintah di PowerShell atau Command Prompt.

Kehati-hatian terhadap instruksi mencurigakan yang beredar di internet atau melalui email menjadi langkah preventif yang krusial.

Secara keseluruhan, kemunculan malware berbasis AI menandai evolusi baru dalam dunia keamanan siber. Jika sebelumnya ancaman datang dari kode statis, kini serangan menjadi lebih dinamis, adaptif, dan sulit diprediksi—menjadikan perlindungan data dan sistem semakin menantang di era AI.

Gemma 4 Resmi Rilis, Bisa Jalan di Smartphone

Telko.id – Google resmi merilis Gemma 4 pada awal April 2026 ini. Generasi terbaru model AI terbuka (open model) yang dirancang agar bisa berjalan tidak hanya di pusat data, tetapi juga langsung di perangkat seperti smartphone.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan AI, dari yang sebelumnya bergantung pada cloud menjadi AI yang bisa dijalankan langsung di perangkat pengguna (on-device).

Dilansir dari laman perusahaan, Gemma 4 dirancang untuk menangani tugas yang lebih kompleks dibanding dengan generasi sebelumnya, khususnya dalam penalaran tingkat lanjut an alur kerja berbasis agen (agentic workflows). Model ini mampu melakukan perencanaan multi-langkah serta menjalankan instruksi secara lebih mandiri melalui integrasi dengan berbagai alat dan API.

Kemampuan tersebut diperkuat dengan dukungan native untuk pemanggilan fungsi, keluaran terstruktur seperti JSON, hinga instruksi sistem yang memungkinkan pengembang membangun agen otonom berbasis AI.

Secara teknologi, Gemma 4 dikembangkan oleh Google DeepMind sebagai bagian dari keluarga model ringan berbasis arsitektur yang juga digunakan pada Gemini.

Model ini hadir dalam beberapa varian dengan ukuran berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan—mulai dari server hingga perangkat dengan spesifikasi lebih terbatas seperti laptop dan smartphone.

Baca Juga:

Terdapat 4 varian dari Gemma 4 yakni, Effective 2B (E2B), Effective 4B (E4B), 26B Mixture of Experts dan 31B Dense.

Varian terbesar, 31B, disebut mampu menempatai posisi teratas dalam jajaran model terbuka global untuk ukuran kelasnya, bahkan mengungguli model lain yang memiliki parameter hingga 20 kali lebih besar.

Sementara itu, model E2B dan E4B difokuskan untuk perangkat edge seperti smartphone dan perangkat IoT. Kedua model ini dirancang dengan konsumsi memori dan daya yang lebih rendah. Namun, tetap mendukung kemampuan multimodal, termasuk pemrosesan gambar, video dan audio secara langsung.

Keunggulan utama Gemma 4 terletak pada efisiensinya. Model ini dirancang agar tetap mampu menjalankan tugas kompleks seperti penalaran, pembuatan kode, hingga pemrosesan bahasa alami, namun dengan kebutuhan komputasi yang lebih ringan dibanding model AI besar pada umumnya.

Bahkan, dalam beberapa skenario, AI ini bisa berjalan tanpa koneksi internet, karena seluruh proses dilakukan langsung di perangkat.

Selain itu, Gemma 4 juga membawa sejumlah peningkatan teknis seperti dukungan multi-bahasa lebih dari 140 bahasa, kemampuan memahami konteks panjang (hingga ratusan ribu token), serta dukungan multimodal yang memungkinkan pemrosesan teks, gambar, hingga audio.

Hal ini membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aplikasi chatbot, coding assistant, hingga agent AI yang lebih kompleks.