spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

ARTIKEL TERKAIT

SATSPAM Jadi Studi Kasus AI London Business School

Telko.id – SATSPAM, inisiatif perlindungan masyarakat dari scam dan spam berbasis kecerdasan artifisial (AI) besutan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Tanla Platforms, menuai pengakuan internasional.

London Business School (LBS), salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia, resmi mengangkat SATSPAM sebagai studi kasus dalam kajian akademisnya.

Dalam kajian tersebut, London Business School menyoroti SATSPAM sebagai contoh konkret bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman scam digital yang terus berevolusi.

Studi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem perlindungan digital yang lebih kuat, aman, dan terpercaya.

Content image for article: London Business School Jadikan SATSPAM Studi Kasus AI Anti-Scam Global

Pengakuan ini sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara dunia usaha dan pemerintah, termasuk dukungan Komdigi dalam menciptakan ekosistem transformasi digital yang kondusif.

Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison sekaligus Chair Global Anti-Scam Alliance (GASA) Indonesia Chapter, Reski Damayanti, mengatakan pengakuan dari LBS membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata bagi masyarakat.

“Pengakuan dari London Business School ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menghadapi tantangan epidemi penipuan digital global, tetapi juga mampu menghadirkan inisiatif yang memberikan dampak nyata. Dari perspektif GASA, SATSPAM merupakan contoh konkret bagaimana kolaborasi antara operator telekomunikasi dan regulator dapat menghasilkan perlindungan yang berdampak sistemik bagi masyarakat”.

Menurut Reski, model kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperluas dan diperkuat bersama stakeholder lain seperti penyedia jasa keuangan, platform digital, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya, karena penipuan digital bersifat lintas sektor, sehingga upaya perlindungannya pun harus dilakukan secara kolaboratif lintas ekosistem.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Komdigi dan OJK yang memungkinkan kolaborasi ini dapat terwujud.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, SATSPAM telah mendeteksi lebih dari 2 miliar indikasi scam dan spam di jaringan Indosat. Sistem ini memanfaatkan AI untuk menganalisis berbagai sinyal komunikasi secara real-time guna mengenali pola ancaman yang terus berkembang.

Dengan tingkat akurasi deteksi di atas 90 persen, SATSPAM mencakup perlindungan terhadap SMS dan panggilan suara. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan daftar blokir statis, SATSPAM dirancang untuk terus mempelajari pola ancaman baru sehingga mampu beradaptasi terhadap modus penipuan digital yang semakin dinamis.

Keberhasilan SATSPAM tidak lepas dari dukungan regulator. Komdigi memberikan landasan yang memungkinkan pengembangan kapabilitas perlindungan berbasis AI dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan data pribadi, dan kepentingan konsumen.

Sinergi ini diwujudkan antara lain melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), forum koordinasi lintas lembaga jasa keuangan yang dikoordinasikan OJK dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria mengatakan pendekatan berbasis AI menjadi semakin penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital.

“Transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan publik. Pemanfaatan AI untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari scam dan spam merupakan langkah penting dalam menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan terpercaya. Kecepatan perkembangan modus penipuan digital membuat pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Karena itu, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi menjadi sangat penting. Inisiatif yang telah mulai dikembangkan oleh pelaku industri menunjukkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dari scam digital dapat diperkuat langsung di level jaringan telekomunikasi”.

Lebih lanjut, Nezar juga menyatakan bahwa hal tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendorong seluruh industri telekomunikasi memperkuat sistem keamanannya, termasuk dengan membangun sistem anti-scam untuk melindungi pelanggan dari berbagai percobaan penipuan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK selaku Dewan Pembina Satgas PASTI, Dicky Kartikoyono, menambahkan, “OJK menyambut baik inisiatif Indosat melalui SATSPAM sebagai bagian dari penguatan ekosistem perlindungan konsumen keuangan nasional.

OJK memandang penguatan perlindungan konsumen keuangan digital perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan operator telekomunikasi, lembaga jasa keuangan, platform digital, regulator, dan aparat penegak hukum.

Penipuan digital tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja, karena modusnya kerap berawal dari kanal komunikasi dan bermuara pada kerugian finansial masyarakat. Karena itu, OJK melalui IASC akan terus mendorong sinergi untuk memperkuat pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penipuan digital.

Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman digital, perlindungan masyarakat tidak lagi dapat bergantung pada satu institusi atau sektor saja. Pengalaman SATSPAM menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang didukung kolaborasi lintas sektor dapat menjadi pendekatan penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan.

Pengakuan dari London Business School semakin menegaskan relevansi pendekatan tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia mampu memberikan kontribusi bagi diskusi global mengenai masa depan keamanan digital.

Sebelumnya, Telko.id telah memberitakan berbagai inovasi dari Indosat, termasuk Fitur AI Tangkal Penipuan yang menjadi cikal bakal SATSPAM. Inisiatif ini terus dikembangkan untuk menjawab tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

Pengakuan dari London Business School menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari Indonesia memiliki relevansi global dalam menjawab tantangan keamanan digital.

Pengalaman SATSPAM juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara industri, pemerintah, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat di era digital.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU