spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

ARTIKEL TERKAIT

Digital Identity Co. Modernisasi Imigrasi Thailand Pakai AWS

Telko.id – Amazon Web Services (AWS) mengumumkan bahwa sistem imigrasi digital pertama Thailand, Thailand Immigration Management System (THIM), resmi beroperasi di atas infrastruktur cloud AWS.

Aplikasi mobile ini memungkinkan wisatawan mengisi kartu kedatangan hanya dalam tiga menit, sebuah lompatan besar bagi layanan yang melayani sekitar 30 juta turis per tahun.

THIM dikembangkan oleh Digital Identity Co., Ltd. bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Thailand. Sistem ini dirancang untuk memodernisasi proses imigrasi di Bangkok, yang pada 2025 lalu tercatat sebagai kota dengan jumlah kedatangan turis mancanegara tertinggi di dunia. Kini, untuk pertama kalinya, wisatawan bisa menyelesaikan registrasi kedatangan secara digital sebelum mendarat.

Aplikasi THIM saat ini sudah memasuki tahap uji coba dan tersedia dalam bahasa Inggris, Rusia, Jepang, dan Mandarin.

Rencananya, pilihan bahasa lain akan ditambahkan dalam beberapa bulan ke depan. Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui App Store dan Google Play Store.

Visi Modernisasi Imigrasi

“Sistem imigrasi Thailand melayani sekitar 30 juta wisatawan mancanegara setiap tahun. Kami bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengalaman turis pada perbatasan kami mencerminkan Thailand sebagai negara yang modern dan ramah,” ujar Pol.Maj.Gen. Pratya Prasarnsuk, Wakil Komisaris Kantor Imigrasi Thailand.

Ia menambahkan bahwa kehadiran THIM menempatkan Thailand di posisi terdepan dalam transformasi digital layanan imigrasi di Asia Tenggara.

“Melalui adopsi teknologi cloud, kami berhasil mengurangi waktu pemrosesan secara signifikan, serta memperkuat kapabilitas keamanan nasional secara bersamaan,” jelasnya.

CEO Digital Identity Co., Ltd., Natakorn Tanachaihirun, menekankan pentingnya perbatasan sebagai pintu gerbang utama Thailand.

“Kami mengembangkan THIM untuk memastikan pintu tersebut bisa terbuka lebar dengan aman. Ini hanyalah awal dari kapabilitas dan peluang yang ditawarkan oleh pusat layanan cloud-native bagi Kantor Imigrasi dan jutaan wisatawan yang dilayaninya,” ungkapnya.

Teknologi di Balik THIM

THIM memanfaatkan berbagai layanan AWS yang tersedia di AWS Asia Pacific (Bangkok) Region melalui tiga pilar utama. Pertama, verifikasi dokumen menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis AI untuk mengekstraksi informasi dari paspor guna mendukung proses e-KYC.

Kedua, komputasi dan orkestrasi memanfaatkan Amazon EC2 untuk komputasi berskala besar, Amazon EKS untuk beban kerja terkontainerisasi, serta Elastic Load Balancing untuk memastikan ketersediaan tinggi, terutama selama puncak musim liburan.

Ketiga, keamanan dan kepatuhan menggunakan Amazon GuardDuty untuk deteksi ancaman secara berkelanjutan, AWS Security Hub untuk pengelolaan postur keamanan yang terpusat, serta AWS Key Management Service (AWS KMS) dan AWS Certificate Manager (ACM) untuk enkripsi end-to-end. Langkah ini membantu melindungi data sensitif wisatawan, termasuk nomor paspor.

Country Manager AWS Thailand, Vatsun Thirapatarapong, melihat perubahan mendasar dari cara pemerintahan di Asia Tenggara dalam memandang infrastruktur digital.

“Digitalisasi bukan lagi sekadar peningkatan sistem di balik layar, melainkan langkah strategis untuk mendorong daya saing dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa THIM menjadi bukti ketika kepemimpinan visioner dipadukan dengan teknologi cloud kelas dunia. “Organisasi dapat menghadirkan hasil yang sebelumnya dianggap sulit berjalan beriringan, yaitu pengalaman perjalanan yang mulus dan keamanan nasional yang lebih kuat,” jelas Vatsun.

Ke depan, platform ini akan dilengkapi dengan berbagai layanan tambahan, termasuk pemesanan janji temu, perpanjangan izin tinggal secara elektronik (e-Extension), dan penerbitan dokumen sertifikasi.

Inovasi serupa juga mulai marak di sektor lain, seperti yang terlihat pada Aplikasi Mobile Banking yang bisa melayani 22 bank sekaligus.

Dampak bagi Industri Teknologi

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi cloud dapat mentransformasi layanan publik secara fundamental. THIM dirancang untuk berkembang menjadi pusat layanan digital terpadu bagi Kantor Imigrasi Thailand.

Langkah ini sejalan dengan tren global di mana pemerintah mulai mengadopsi Aplikasi Mobile untuk berbagai layanan publik.

Penerapan teknologi serupa juga terjadi di berbagai sektor. Misalnya, operator telekomunikasi seperti Telefonica yang Perkuat Aplikasi Mobile dengan menggandeng Red Hat. Sementara itu, raksasa teknologi China, Baidu, menilai bahwa Aplikasi Mobile Semakin Menjanjikan sebagai platform pertumbuhan.

Di Indonesia, transformasi digital juga terjadi di berbagai sektor. Platform perjalanan Tiket.com Kembangkan Aplikasi Mobile untuk memanfaatkan pertumbuhan e-commerce. Semua ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi mobile dan cloud menjadi kunci daya saing di era digital.

THIM yang memanfaatkan teknologi cloud AWS ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi digital dapat meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat keamanan nasional.

Dengan potensi untuk terus berkembang, platform ini diprediksi akan menjadi model bagi negara-negara lain di Asia Tenggara dalam memodernisasi sistem imigrasi mereka. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU