spot_img
Latest Phone

Garmin Health Summit Soroti Peran Wearable

Telko.id - Garmin Health Summit kembali menyoroti isu keselamatan...

Garmin fēnix 9 Resmi di Indonesia, Dibekali Solar Charging

Telko.id - Garmin resmi menghadirkan seri smartwatch premium fēnix...

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

ARTIKEL TERKAIT

LG CNS Rampungkan Data Center AI 30 MW di Jakarta, Target Ekspansi 400 MW

Telko.id – LG CNS resmi merampungkan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial (AI) berkapasitas 30 megawatt (MW) di Jakarta, Indonesia.

Fasilitas ini dikembangkan untuk Kuningan Mas Gemilang (KMG), perusahaan patungan antara Sinar Mas Group dan Korea Investment Real Asset Management, dan dirancang mendukung komputasi berperforma tinggi berbasis GPU generasi terbaru.

Penyelesaian proyek diumumkan pada 2 November 2026. Menariknya, LG CNS menyebut seluruh kapasitas tahap awal telah mendapatkan pelanggan sebelum fasilitas benar-benar selesai dibangun. Fakta itu menjadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap infrastruktur komputasi AI di Indonesia sudah nyata, bukan sekadar proyeksi.

CEO LG CNS, Hyun Shin-kyun, menilai proyek ini sebagai pencapaian penting bagi perusahaan dalam membuktikan kemampuan teknologi sekaligus daya saingnya di pasar global.

“Penyelesaian pembangunan pusat data AI di Indonesia merupakan pencapaian berarti yang menunjukkan kemampuan pusat data yang telah kami kembangkan di Korea kepada pelanggan luar negeri, sekaligus membuktikan daya saing bisnis kami di pasar global,” ujar Hyun.

Bagi LG CNS, proyek di Jakarta menandai langkah awal memperluas bisnis pembangunan pusat data AI di luar Korea Selatan. Perusahaan mengandalkan pengalaman design, build, and operate (DBO), mulai dari perancangan, pembangunan, hingga pengoperasian fasilitas. Pendekatan ini sejalan dengan geliat infrastruktur AI nasional yang juga menjadi sorotan dalam strategi AI Nasional Telkom.

Infrastruktur Dirancang untuk Beban Komputasi AI

Pusat data AI memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan pusat data konvensional. GPU untuk melatih dan menjalankan model AI menuntut pasokan listrik besar serta sistem pendinginan yang mampu menangani panas tinggi. Karena itu, fasilitas di Jakarta dibangun dengan infrastruktur kelistrikan yang sanggup menanggung beban lebih dari 300 kilowatt (kW) per rak server.

Kapasitas tersebut memungkinkan beberapa GPU ditempatkan dalam satu rak untuk mendukung komputasi dengan kepadatan tinggi. Sistem kelistrikan juga dilengkapi redundansi atau pasokan cadangan, sehingga operasional tetap berjalan ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.

Dari sisi pendinginan, fasilitas ini memakai pendekatan hibrida yang menggabungkan air cooling dan liquid cooling. Pada tahap awal, sistem pendinginan udara digunakan untuk mengelola panas dari server. Sementara itu, liquid cooling direncanakan diterapkan pada tahap pengembangan berikutnya guna mendukung lingkungan server AI dengan kepadatan lebih tinggi.

Teknologi pendinginan menjadi aspek krusial dalam operasional data center AI. Semakin besar daya komputasi yang ditempatkan dalam satu rak, semakin besar pula panas yang harus dikendalikan agar perangkat bekerja stabil dan efisien.

Selain kapasitas daya, keandalan operasional menjadi pembeda utama. Fasilitas komersial yang telah memiliki pelanggan sejak sebelum rampung menuntut standar layanan tinggi, mulai dari ketersediaan listrik hingga konsistensi suhu ruang server. Di sinilah pengalaman DBO LG CNS diuji di pasar luar negeri untuk pertama kalinya dalam skala sebesar ini.

Target Kapasitas Meroket hingga 400 MW

Data center yang rampung saat ini berkapasitas 30 MW. LG CNS tengah menyiapkan desain untuk tahap pembangunan berikutnya. Setelah seluruh tahapan ekspansi selesai, kapasitas daya fasilitas diperkirakan mencapai 400 MW.

Angka 400 MW itu merupakan target pengembangan lanjutan, bukan kapasitas yang sudah beroperasi saat ini. Rencana ekspansi tersebut menunjukkan besarnya potensi kebutuhan komputasi AI di Indonesia. Pusat data berkapasitas besar dapat melayani perusahaan teknologi, penyedia layanan cloud, hingga pengembang AI yang memerlukan pemrosesan data intensif.

Namun, pengembangan pusat data AI juga menuntut kesiapan infrastruktur pendukung, terutama pasokan listrik yang stabil, sistem pendinginan, jaringan telekomunikasi, serta pengelolaan operasional yang andal. Isu tata kelola ini kerap menjadi sorotan publik, seperti tergambar dalam pembahasan soal tata kelola data center yang ramai belakangan.

Di sisi lain, kebutuhan akan keamanan siber juga tak bisa diabaikan seiring tumbuhnya infrastruktur komputasi. Ekosistem pendukung seperti gelaran AICX 2026 memperlihatkan bahwa adopsi AI perlu berjalan seiring penguatan ketahanan siber nasional.

Proyek di Jakarta ini turut memanfaatkan pendekatan “One LG”, yakni penggabungan teknologi dari sejumlah perusahaan dalam grup LG. LG CNS menangani kemampuan perancangan, pembangunan, dan pengoperasian data center. LG Electronics berkontribusi melalui sistem pendinginan, sedangkan LG Energy Solution menyediakan teknologi baterai. Integrasi tersebut dirancang menyatukan kebutuhan infrastruktur daya, pendinginan, dan energi dalam satu sistem.

LG CNS juga mengembangkan portofolio bisnis di luar pembangunan dan pengoperasian pusat data. Layanan yang disiapkan mencakup GPU-as-a-Service (GPUaaS), data center modular prafabrikasi, serta infrastruktur liquid cooling. Dalam jangka panjang, perusahaan berencana mengembangkan layanan AI factory yang mengintegrasikan infrastruktur komputasi dengan platform dan layanan AI.

Langkah ekspansi ini melengkapi tren adopsi AI yang kian meluas di Tanah Air, termasuk di segmen perangkat konsumen seperti yang terlihat pada Redmi Note 17 Pro yang membawa fitur berbasis AI.

LG CNS berencana menjadikan proyek di Jakarta sebagai referensi untuk memperluas bisnis pusat data AI di kawasan Asia Pasifik. Sejumlah pasar yang menjadi sasaran antara lain Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Jepang. Perusahaan melihat kebutuhan komputasi AI di kawasan tersebut terus meningkat.

“Kami akan menjadikan proyek ini sebagai batu loncatan untuk memperluas bisnis pusat data AI dan AI factory di Asia Pasifik serta pasar global lainnya, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI,” ujar Hyun.

Bagi Indonesia, kehadiran fasilitas ini memperlihatkan semakin besarnya peran pasar domestik dalam pengembangan infrastruktur komputasi AI. Namun, pertumbuhan kapasitas pusat data perlu berjalan seiring kesiapan energi, konektivitas, sumber daya manusia, dan ekosistem pengguna layanan AI. Kapasitas yang telah mendapatkan pelanggan sebelum fasilitas selesai menunjukkan adanya permintaan terhadap infrastruktur tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekspansi dapat berlangsung dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan operasional yang andal. Dengan rampungnya tahap awal 30 MW, proyek KMG menjadi salah satu perkembangan penting dalam pembangunan infrastruktur AI di Indonesia, sementara rencana peningkatan kapasitas hingga 400 MW akan menjadi perkembangan berikutnya yang perlu dipantau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU