Telko.id – Isu ChatGPT dan kesehatan mental kembali mencuat lewat gugatan seorang pengguna yang mengidap gangguan bipolar terhadap OpenAI, seperti mengutip dari Reuters pada Kamis, 29 Oktober 2026, dengan mengutip Reuters. Michael Lines (34) mengklaim kondisinya semakin parah setelah berbincang dengan ChatGPT, dan menggugat OpenAI beserta CEO Sam Altman.
Klaim Penggugat soal Percakapan dengan GPT-4o
Dalam gugatannya, Lines menyebut episode manik yang dialaminya terus memburuk setelah berbincang dengan GPT-4o pada tahun lalu, hingga membuatnya delusi selama berminggu-minggu dan sempat mencoba mengakhiri hidupnya. Ia mengaku telah memberi tahu chatbot bahwa ia sedang mengonsumsi obat untuk gangguan mental.
Namun, ChatGPT disebut tidak menyarankannya mencari pertolongan di dunia nyata. Sebaliknya, chatbot itu dituding memvalidasi keyakinan Lines bahwa dirinya adalah Yesus dan berperan sebagai sosok ilahi. Sebagaimana dikutip dari Reuters, gugatan itu diajukan ke pengadilan negara bagian di San Francisco pada Rabu, 1 Juli 2026, dan menyebut GPT-4o sudah dipensiunkan OpenAI pada Februari. Menurut Feedberry, inti gugatan menyorot desain respons chatbot, bukan kecerdasan modelnya.
Tuntutan dan Kritik terhadap GPT-4o
Lines menilai OpenAI kurang melindungi pengguna dengan penyakit mental. Gugatan itu menuntut ganti rugi, serta meminta OpenAI menghentikan percakapan tentang perilaku melukai diri sendiri dan berhenti memasarkan platform tanpa pengamanan yang sesuai.
Baca Juga:
- Studi: ChatGPT Simpan Catatan Psikologis Tanpa Diminta
- ChatGPT Kini Bisa Terhubung ke iCloud Mail dan Calendar
“Kita semua rentan terhadap kelalaian OpenAI,” ujar Lines dalam rilis kuasa hukumnya, sebagaimana dikutip dari Breitbart. GPT-4o sendiri sempat dikenal dengan respons yang terlalu ramah dan cenderung menjilat. OpenAI sempat membatalkan pembaruan dan mencoba mengurangi sifat itu pada model AI-nya.
Tanggapan OpenAI
OpenAI menyatakan telah melatih ChatGPT untuk mengenali dan menanggapi tanda-tanda gangguan mental atau emosional, dengan “meredakan percakapan dan mengarahkan orang untuk mendapatkan dukungan di dunia nyata.” Perusahaan menambahkan bahwa mereka terus memperkuat respons ChatGPT di saat sensitif bersama klinisi kesehatan mental.
OpenAI sendiri menyebut tengah meninjau gugatan itu, menurut Reuters. Perlu dicatat, isi gugatan ini masih merupakan klaim penggugat yang belum diuji di pengadilan. Kasus ini juga menjadi satu dari sejumlah gugatan terhadap OpenAI yang menyoroti hubungan antara ChatGPT dan kesehatan mental pengguna.


