spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Telkom Pamer Strategi AI Nasional di Road to DTIIF 2026

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Solution memperkuat perannya dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) nasional.

Upaya tersebut diwujudkan lewat partisipasi pada rangkaian acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10).

Dalam forum itu, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine memaparkan perkembangan dan peluang pemanfaatan AI bagi berbagai sektor. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi untuk menciptakan ekosistem AI yang mampu memberi dampak lebih luas bagi Indonesia.

“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita pada sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”.

Perkembangan AI membuka ruang semakin luas bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, menghasilkan keputusan yang lebih akurat berbasis data, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Meski begitu, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan fondasi memadai, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital, data, talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

Dalam pengembangan ekosistem AI, Telkom melihat teknologi sebagai sebuah AI stack yang saling terintegrasi. Fondasinya dimulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, kemudian cloud dan compute power, AI model dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat digunakan pada berbagai sektor dan fungsi bisnis.

Pendekatan ini memungkinkan berbagai komponen teknologi saling terhubung untuk mendukung kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir.

Langkah penguatan fondasi digital itu sejalan dengan berbagai inisiatif industri lain yang menyiapkan infrastruktur AI berskala besar, seperti yang dilakukan Zankore by Indosat.

“Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia,” tambah Veranita.

Telkom Solution menghadirkan kapabilitas yang mencakup Artificial Intelligence, data, cloud, dan digital infrastructure untuk mendukung kebutuhan tersebut. Integrasi berbagai kapabilitas ini memungkinkan Telkom Solution menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan sekaligus membantu pelaku industri merespons perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan cakupan infrastruktur ekstensif, mulai dari fiber optic, satelit, data center, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya, TelkomGroup memiliki ekosistem yang mumpuni untuk mengembangkan pemanfaatan AI secara lebih luas. Kekuatan tersebut menjadi basis bagi Telkom Solution dalam mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin beragam.

Spektrum Kapabilitas TelkomGroup di Road to DTIIF 2026

Selain Telkom Solution, TelkomGroup turut menghadirkan beragam kapabilitas dan inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026. Mulai dari konektivitas, infrastruktur, data center, cloud, dan AI hingga solusi yang mendukung kebutuhan bisnis dan industri.

Sejumlah layanan digital turut dihadirkan, termasuk PaDi UMKM yang merupakan ekosistem marketplace bagi BUMN dan pelaku UMKM, serta solusi pembayaran digital LinkAja. Kehadiran ini memperlihatkan spektrum kapabilitas TelkomGroup yang saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan digital dari berbagai sisi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri di berbagai segmen dan mitra strategis.

“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Veranita.

DTIIF juga menjadi ruang untuk memperluas pertukaran gagasan bersama berbagai pemangku kepentingan mengenai perkembangan teknologi dan peluang investasi di sektor digital. Forum ini mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan tantangan dan peluang digital di Indonesia.

Kebutuhan akan tata kelola dan keamanan dalam pemanfaatan AI juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Sejumlah inisiatif di pasar, misalnya solusi tata kelola AI hingga penguatan ketahanan siber melalui AICX 2026, menunjukkan bahwa adopsi AI nasional bergerak di banyak lapisan sekaligus.

Langkah Lanjutan dan Arah Ekosistem AI Indonesia

Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung akselerasi ekosistem AI di Indonesia.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah Telkom dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya mendorong transformasi digital, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita.

Dengan posisi sebagai penyedia infrastruktur dan kapabilitas digital, langkah Telkom Solution di Road to DTIIF 2026 menegaskan bahwa akselerasi AI nasional tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan ekosistem dan kolaborasi lintas sektor yang menopangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU