Telko.id – GPU entry-level diperkirakan akan menghadapi kelangkaan pasokan yang lebih parah di paruh kedua 2026. Peringatan ini disampaikan PC Partner Group, perusahaan induk merek kartu grafis seperti ZOTAC, INNO3D dan Manli. Kondisi tersebut berpotensi membuat harga kartu grafis kelas pemula akan semakin mahal.
Peringatan tersebut datang via laporan dari Videocardz, sebutkan PC Partner melihat segmen entry-level akan menjadi salah satu posisi yang paling terdampak dalam paruh kedua 2026 ini.
Artinya, masalah kelangkaan komponen bukan lagi sekadar berdampak pada GPU kelas atas saja, tetapi kini akan membuat gamer dengan anggaran terbatas berpikir beberapa kali sebelum memutuskan untuk lakukan upgrade PC.
Dampaknya mulai terlihat di pasar. Harga median GeForce RTX 5060 dilaporkan meningkar dari USD$369,99 pada Juni menjadi USD$469,99 pada Agustus. Sementara itu, RTX 5060 Ti 16GB naik dari USD$569,99 menjadi USD$804,99. Bahkan RTX 5050 ikut mengalami kenaikan sekitar 5%.
Baca Juga:
- Acer Resmi Rilis Predator Helios 18 AI dengan GPU RTX 5090
- Intel Kembali Produksi Prosesor Lama karena Mahalnya DDR5
Menariknya, masalah tersebut sebenarnya kembali lagi berakar pada krisis pasokan memori yang ikut menaikkan biaya komponen, akibat besarnya permintaan datacenter AI. Pasar PC sendiri mencatat penurunan pengiriman 4 persen secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Pada akhirnya, GPU gaming harus berebut pasokan chip dengan segmen PC lainnya.
Bagi para gamer, segmen entry-level menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kelangkaan komponen. Artinya, masalah pasokan kini tidak hanya dirasakan pada kartu grafis kelas atas, tetapi mulai mengancam pilihan GPU yang biasanya menjadi andalan gamer dengan anggaran yang terbatas, ungkap PC Partner.
Ancaman terbesar dari kondisi ini tentunya sakan semakin hilangnya pilihan untuk membangun PC gaming dengan anggaran yang lebih masuk akal.
Para gamer yang ingin melakukan upgrade PC pada akhir tahun harus menghadapi pilihan yang semakin terbatas. Mereka mungkin perlu menunda upgrade, membeli GPU bekas, atau mengalokasikan anggaran lebih besar untuk mendapatkan kartu grafis yang sesuai.
Dengan demikian, ekspansi AI tidak hanya berdampak pada industri pusat data, tetapi memberikan tekanan langsung terhadap pasar hardware konsumen dan gaming melalui persaingan mendapatkan komponen.


