spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 9

Indonet Operasikan Fiber Bawah Tanah Ketiga Jakarta-Bekasi-Karawang

Telko.id – Indonet resmi mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga yang membentang dari pusat Jakarta menuju kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang.

Jalur sepanjang lebih dari 80 kilometer dengan kapasitas 2 x 576 core fiber ini merupakan bagian dari pengembangan koridor timur perusahaan yang dikenal sebagai East Route.

Setelah dua jalur sebelumnya beroperasi sejak tahun 2025, pengoperasian jalur ketiga ini menandai babak baru dalam penguatan infrastruktur konektivitas nasional.

Dengan tambahan ini, total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai sekitar 850 kilometer, mencatat kenaikan signifikan sebesar 141 persen dibandingkan sebelum tahun 2024.

Perusahaan menjadi salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah untuk menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan data center di Bekasi hingga Karawang.

Selain itu, Indonet juga meningkatkan kapasitas backbone network menjadi 100 Gbps demi mendukung kebutuhan konektivitas di kawasan industri.

Langkah ini sejalan dengan ekspansi jaringan perusahaan ke berbagai pusat pertumbuhan industri, termasuk Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM).

“Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital. Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya. Karena itu, kami terus berinvestasi membangun jaringan fiber optik bawah tanah dan infrastruktur interkoneksi data center yang andal, sehingga pelanggan dapat bertumbuh dengan kepastian tanpa dibatasi oleh keterbatasan infrastruktur,” ujar Donauly Situmorang, Presiden Direktur Indonet.

Konektivitas yang andal dengan bandwidth tinggi, latensi rendah, dan tingkat ketersediaan tinggi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring berkembangnya ekosistem data center di Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, infrastruktur interkoneksi data center menjadi fondasi penting untuk memastikan pertukaran data antar data center berlangsung cepat dan aman guna mendukung keberlangsungan operasional bisnis.

Keunggulan Fiber Optik Bawah Tanah

Investasi pada fiber optik bawah tanah tidak hanya meningkatkan keandalan konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur secara keseluruhan. Dibandingkan jaringan fiber udara, fiber optik bawah tanah memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko operasional.

Hal ini memungkinkan Indonet menghadirkan layanan yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis mission-critical, seperti disaster recovery dan AI workloads yang membutuhkan performa jaringan secara konsisten.

Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, menjelaskan bahwa pengoperasian jalur fiber optik bawah tanah merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun infrastruktur digital yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Kami memilih untuk terus mengembangkan jaringan fiber optik bawah tanah karena infrastruktur ini menawarkan tingkat keandalan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan fiber udara. Seluruh jaringan dibangun di bawah tanah dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko eksternal, seperti cuaca ekstrem maupun aktivitas konstruksi. Hal ini memungkinkan kami menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, memperkuat redundansi jaringan dan memastikan layanan tetap andal untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang bersifat mission-critical,” ujar Agus.

Pertumbuhan Pasar Data Center

Berdasarkan data Indonesia Data Center – Market Share Analysis, Industry Trends & Statistics, Growth Forecasts (2026-2031) dari Globe Newswire, Indonesia menjadi salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Seiring meningkatnya investasi hyperscaler, cloud provider, dan enterprise, nilai pasar data center Indonesia diproyeksikan tumbuh dari sekitar USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,71 persen.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur konektivitas yang mampu menghubungkan berbagai fasilitas data center secara cepat, aman, dan andal.

Yudie Haryanto, Direktur Sales & Marketing Indonet, mengatakan bahwa pesatnya pertumbuhan ekosistem data center di Indonesia harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur konektivitas yang mampu mendukung kebutuhan bisnis yang semakin kompleks.

“Saat ini pertumbuhan data center tidak hanya berarti bertambahnya kapasitas komputasi, tetapi juga meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang mampu menghubungkan data center secara cepat, aman, dan berkelanjutan. Kualitas interkoneksi menjadi faktor penting untuk menjaga performa aplikasi, memastikan kontinuitas layanan, serta mendukung pertukaran data dengan latensi yang rendah. Melalui pengembangan jaringan fiber optik bawah tanah dan peningkatan kapasitas backbone network, Indonet hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur konektivitas yang andal, scalable, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan saat ini,” kata Yudie.

Penguatan jaringan ini juga mendukung pengembangan ekosistem data center di Indonesia, termasuk CGK Campus berkapasitas 500 MW di Bekasi yang tengah dikembangkan oleh Digital Edge Indonesia. Bersama-sama, platform konektivitas Indonet dan platform data center Digital Edge menghadirkan ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi untuk mendukung percepatan pertumbuhan AI, cloud, dan ekonomi digital Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Indonet yang juga tercermin dalam ekspansi data center dan penguatan jaringan secara berkelanjutan.

Dengan beroperasinya jalur ketiga East Route, Indonet tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur digital, tetapi juga memberikan kapasitas yang lebih besar untuk ekspansi layanan sekaligus memperkuat konektivitas antar data center bagi pelanggan yang membutuhkan high availability dan kontinuitas bisnis. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus berinvestasi pada infrastruktur fiber optik dan konektivitas data center, termasuk melalui kemitraan strategis seperti kredit Rp 5,5 triliun dari BCA untuk mempercepat pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.

OPPO Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Gen Z Antusias!

Telko.id – OPPO Reno16 Series resmi dijual secara nasional di Indonesia mulai 7 Juli 2026. Sejak hari pertama, antrean panjang terlihat di berbagai OPPO Store di seluruh kota.

Konsumen berbondong-bondong untuk menjadi pengguna pertama seri ini, baik melalui pre-order maupun pembelian langsung.

Respons positif ini menandai tingginya antusiasme terhadap smartphone yang memadukan desain trendi, kamera canggih, dan fitur AI kreatif. OPPO mencatat, generasi muda menjadi target utama dari peluncuran ini. Mereka mencari perangkat yang tidak hanya stylish, tetapi juga mampu mendukung produktivitas berkonten.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme konsumen terhadap OPPO Reno16 Series sejak hari pertama penjualan. Respons positif ini menunjukkan bahwa generasi muda semakin mencari smartphone yang tidak hanya tampil stylish, tetapi juga mampu mendukung kreativitas mereka dalam membuat konten sehari-hari,” ujar Jiang Linlin, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, dalam keterangan resminya.

Promo Penjualan Perdana yang Menggiurkan

Untuk merayakan penjualan perdana, OPPO menghadirkan berbagai penawaran eksklusif. Selama periode 7 hingga 31 Juli 2026, konsumen bisa mendapatkan cicilan 0% mulai dari Rp750 ribu per bulan tanpa DP dan biaya administrasi. Selain itu, ada juga cashback trade-in hingga Rp2 juta melalui program eSwop.

Keuntungan lain mencakup Garansi 180 Hari Ganti Baru, tambahan garansi perangkat hingga dua tahun, serta bonus Spotify Premium Standard selama tiga bulan. OPPO juga menggandeng operator untuk memberikan paket data spesial dari IM3, Telkomsel Halo, dan Telkomsel Prioritas.

Dengan berbagai keuntungan tersebut, OPPO ingin memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman. Promo ini juga memudahkan lebih banyak konsumen untuk menikmati inovasi terbaru Reno16 Series.

Kamera AI Jadi Favorit Gen Z

Di balik tingginya minat konsumen, OPPO Reno16 Series menghadirkan kombinasi kamera dan fitur AI yang dirancang untuk mendukung proses membuat konten.

Dibekali Ultra-Clear Camera System, Reno16 Series menghasilkan foto yang tajam dan detail di berbagai kondisi.

Pada Reno16 Pro, 200MP Ultra-Clear Main Camera mampu mempertahankan detail bahkan setelah di-crop. Kamera ini didukung 50MP Telephoto Portrait Camera untuk hasil portrait natural serta 50MP Ultra-Wide Selfie Camera yang memudahkan selfie grup.

Hasil Foto AI Kolase Mix di OPPO Reno16 Series

Untuk mendukung tren fotografi, OPPO juga menghadirkan Pop Cam. Mode kamera baru ini memiliki sembilan filter bergaya retro seperti Instant Film, Digicam, dan Light Leak. Berkat dukungan AI Flash Photography 3.0, hasil foto tetap optimal di berbagai kondisi pencahayaan.

Tak hanya saat mengambil gambar, Reno16 Series juga mempermudah proses editing. Fitur AI Kolase Mix memungkinkan pengguna menggabungkan foto, Motion Photo, dan video menjadi kolase bergerak. Sementara itu, AI Pop Out 2.0 menghadirkan efek objek keluar dari bingkai secara lebih natural.

Seluruh fitur kreatif tersebut kini terintegrasi dalam Create Tab. Proses mengedit hingga membagikan konten menjadi semakin praktis tanpa perlu aplikasi tambahan. Untuk spesifikasi lengkap, Anda bisa membaca artikel Spesifikasi Lengkap.

“Aku memang mencari smartphone yang kameranya bagus, tapi yang paling bikin tertarik justru fitur AI-nya. AI Kolase Mix dan Pop Cam bikin konten jadi lebih beda tanpa harus edit lama di aplikasi lain,” ujar Bella, salah satu pembeli pertama OPPO Reno16 Series.

BABYMONSTER Global Fan Meet-up

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup Gen Z, OPPO menghadirkan kesempatan eksklusif. Pengguna Reno16 Series yang beruntung bisa bertemu langsung dengan seluruh member BABYMONSTER dalam acara OPPO BABYMONSTER Global Fan Meet-up.

Content image for article: OPPO Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Ini Promonya

Acara ini akan diselenggarakan di Jakarta pada 19 September 2026. Program spesial ini menjadi keuntungan eksklusif bagi pengguna Reno16 Series. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme dan syarat partisipasi akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi OPPO Indonesia. Sebelumnya, OPPO juga telah mengumumkan Fitur Terbaru saat pre-order.

Harga dan Ketersediaan

OPPO Reno16 Pro 5G tersedia dalam varian 12GB/256GB dengan harga Rp14.999.000. Reno16 5G hadir dalam varian 12GB/256GB dengan harga Rp12.999.000 dan varian 8GB/256GB dengan harga Rp11.999.000. Reno16 F 5G hadir dengan varian 8GB/256GB dengan harga Rp8.699.000 dan varian 8GB/128GB dengan harga Rp7.999.000.

OPPO Reno16 Series sudah tersedia di seluruh OPPO Store, OPPO Experience Store, dan toko rekanan resmi OPPO di Indonesia. Untuk mendapatkan informasi terbaru, kunjungi OPPO Newsroom Indonesia atau ikuti akun media sosial resmi OPPO Indonesia.

Dengan kombinasi desain ikonik, sistem kamera berkualitas tinggi, serta fitur AI kreatif yang lengkap, OPPO Reno16 Series hadir sebagai creative companion. Perangkat ini membantu pengguna menangkap, mengedit, dan membagikan setiap momen dengan lebih mudah, kreatif, dan personal.

Kehadiran Reno16 Series di Indonesia menjadi bukti komitmen OPPO untuk terus berinovasi. Perusahaan asal China ini ingin memberikan pengalaman terbaik bagi generasi muda yang haus akan teknologi terkini.

Xiaomi REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet 4G Rp2,8 Jutaan

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, tablet yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas tinggi Gen Z. Perangkat ini dibanderol mulai Rp2,8 jutaan dan sudah bisa dibeli sejak 7 Juli 2026.

Tablet ini mengusung konsep ‘Simply Smart, Simply Fun’ dengan keunggulan utama berupa slot SIM card. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengakses internet langsung melalui mobile data, tanpa harus bergantung pada hotspot ponsel atau Wi-Fi.

“Anak muda masa kini, khususnya Gen Z, memiliki value yang sangat kuat terhadap passion mereka. Mereka tidak pernah berhenti untuk improve diri, selalu penasaran, dan menjalani hidup dengan ritme yang sangat dinamis,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Andi menambahkan bahwa Gen Z itu membutuhkan perangkat yang bisa mengimbangi mobilitas tinggi tersebut. Untuk itu REDMI Pad 2 9.7 4G hadir dengan konektivitas seluler yang andal agar anak muda bisa terus mengeksplorasi minat mereka.

Layar 2K dan Performa Andal

REDMI Pad 2 9.7 4G dibekali layar 9,7 inci dengan resolusi 2K yang super jernih. Layar ini juga mendukung refresh rate 120 Hz, membuat scrolling media sosial, browsing, atau membaca e-book terasa lebih mulus.

Layar tersebut sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland untuk Low Blue Light, Flicker Free, dan Circadian Friendly. Hal ini memastikan mata pengguna tetap nyaman meski menggunakan tablet dalam waktu lama.

Dari segi performa, tablet ini ditenagai prosesor octa-core Snapdragon 6s 4G Gen 2 Mobile Platform dengan clock speed hingga 2,9 GHz. Chipset 6nm ini memiliki skor AnTuTu lebih dari 400.000, cukup untuk bermain game tanpa lag dan multitasking.

“Performa CPU-nya 51% lebih cepat dari seri sebelumnya. Sangat cocok bagi anak muda yang gemar multitasking, seperti membuka aplikasi referensi sambil menggambar,” jelas Andi.

Perangkat ini juga mendukung penyimpanan eksternal hingga 2 TB, cukup untuk menyimpan banyak foto, video, dan game. Untuk urusan daya, baterai 7.600 mAh diklaim mampu bertahan lebih dari sehari dalam sekali pengisian.

Desain Compact dan Konektivitas 4G

Dengan ketebalan hanya 7,4 mm dan bobot 401 gram, REDMI Pad 2 9.7 4G mudah digenggam dengan satu tangan. Tablet ini telah melewati lebih dari 40 tes durabilitas untuk memastikan ketahanannya.

Keunggulan utama lainnya adalah modem Qualcomm LTE yang memberikan konektivitas 4G stabil. Pengguna bisa streaming konten tanpa buffer, mengunduh materi dengan cepat, atau bermain game dengan latensi minim.

REDMI Pad 2 9.7 4G juga menjalankan Xiaomi HyperOS 3 dan Android 16. Sistem operasi ini memudahkan transfer dokumen dan menerima panggilan antar perangkat Xiaomi. Fitur Circle to Search by Google juga tersedia untuk mencari informasi dari gambar.

Perangkat ini tersedia dalam dua varian warna: Graphite Gray dan Silver. Harga resminya adalah Rp2.899.000 untuk varian 4GB/64GB dan Rp3.099.000 untuk varian 4GB/128GB. Untuk pembelian hingga 31 Juli 2026, konsumen mendapatkan gratis REDMI Buds 6 Play.

Pembelian bisa dilakukan melalui Mi.com, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, Lazada, serta Xiaomi Authorized Store dan mitra ritel offline lainnya.

Karyawan Samsung Protes Kesenjangan Bonus Kinerja 2026

Telko.id – Gelombang protes internal kembali mengguncang Samsung Electronics. Serikat pekerja yang mewakili karyawan divisi Device eXperience (DX) mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap hasil negosiasi upah 2026 yang dinilai menimbulkan kesenjangan bonus kinerja yang sangat lebar dengan divisi semikonduktor.

Menurut laporan media Korea Selatan, demonstrasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026 di sekitar kompleks Samsung Electronics di Suwon.

Serikat pekerja memperkirakan sebanyak 2.000 hingga 3.000 anggota akan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka. Ketidakpuasan ini sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir dan kini mencapai puncaknya.

Pemicu utama protes ini adalah kesepakatan manajemen dan serikat pekerja dalam negosiasi upah tahun 2026. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan itu adalah pembentukan bonus kinerja manajemen khusus.

Dana bonus tersebut berasal dari 10,5% keuntungan bisnis divisi semikonduktor (DS). Skema ini otomatis membuat karyawan di divisi Device Solutions (DS) yang membawahi chip dan semikonduktor, berpotensi menerima bonus dengan nilai fantastis.

Sebaliknya, nasib berbeda dialami karyawan divisi Device eXperience (DX). Divisi yang menangani bisnis smartphone, televisi, peralatan rumah tangga, dan perangkat elektronik konsumen ini hanya menerima kompensasi berupa saham perusahaan.

Nilainya pun disebut sekitar 6 juta won per orang. Perbedaan nilai yang mencolok ini memicu kemarahan karena dianggap tidak proporsional dengan kontribusi masing-masing divisi terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Kronologi Aksi Protes Karyawan Samsung

Sebelum demonstrasi besar diumumkan, karyawan divisi DX telah melakukan aksi simbolis. Pada Juni lalu, mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam saat bekerja.

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai “DX Passing”. Istilah ini merujuk pada anggapan bahwa kepentingan dan kontribusi divisi DX sengaja diabaikan dalam kebijakan bonus kinerja perusahaan.

Serikat pekerja menegaskan bahwa demonstrasi pada pertengahan Juli bertujuan menyampaikan tuntutan secara langsung. Mereka mendesak manajemen untuk meninjau ulang kebijakan kompensasi yang dinilai diskriminatif.

Kesenjangan bonus yang terlalu lebar, menurut mereka, dapat menimbulkan rasa ketidakadilan sistemik di lingkungan kerja.

Tekanan terhadap manajemen Samsung tidak hanya datang dari serikat pekerja divisi DX. Serikat pekerja lain, yaitu National Samsung Electronics Union, juga ikut angkat bicara.

Mereka secara resmi meminta penjelasan dari pimpinan puncak perusahaan. Permintaan itu telah disampaikan langsung kepada TM Roh, Presiden sekaligus Kepala Divisi DX, serta Jun Young-hyun, Presiden yang memimpin Divisi DS.

Kesenjangan bonus ini menjadi tantangan baru bagi Samsung Electronics di tengah persaingan industri global yang kian ketat. Di satu sisi, kontribusi laba divisi semikonduktor memang sangat besar, sehingga wajar mendapat imbalan lebih tinggi.

Namun di sisi lain, divisi DX tetap menjadi ujung tombak Samsung dalam bisnis perangkat konsumen, mulai dari Harga Terbaru seri Galaxy S25 hingga Kulkas Pintar BESPOKE AI. Apabila ketidakpuasan ini berlarut, moral kerja dan produktivitas karyawan berpotensi terganggu.

Dampak Kesenjangan Bonus bagi Samsung Electronics

Persoalan bonus ini bukanlah isu sepele. Dalam skala besar, ketidakpuasan karyawan dapat mempengaruhi stabilitas hubungan industrial di perusahaan teknologi terbesar Korea Selatan itu.

Serikat pekerja menilai bahwa manajemen harus segera bertindak untuk meredakan ketegangan. Jika tidak, produktivitas divisi DX yang menjadi lini bisnis andalan bisa terancam.

Divisi DX sendiri memproduksi berbagai produk ikonik Samsung, termasuk seri Galaxy yang menjadi favorit global. Inovasi seperti Samsung Wallet yang akan hadir di Galaxy S25 Series juga lahir dari divisi ini.

Kontribusi mereka terhadap ekosistem Samsung tidak bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, tuntutan keadilan dalam pembagian bonus menjadi sangat krusial.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Samsung Electronics belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan serikat pekerja. Demonstrasi pada 16 Juli 2026 mendatang diprediksi akan menjadi ujian bagi kebijakan kompensasi perusahaan ke depannya.

Para pengamat industri akan mencermati bagaimana Samsung menyeimbangkan antara menghargai kontribusi divisi semikonduktor yang sangat profitabel dengan menjaga moral karyawan di divisi perangkat konsumen.

Sumber: Yonhap News Agency (YNA), Korea Selatan.

2 Tahun Lagi, Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet 100 Mbps

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memasang target ambisius untuk meningkatkan kecepatan internet nasional hingga rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.

Langkah ini diambil untuk mempercepat pemerataan akses digital hingga ke daerah pinggiran.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan konektivitas mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.

“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah,” ujar Wamen Nezar saat berdialog dengan jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu (04/07/2026).

Menurut Wamen Nezar, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian integral dari strategi Kemkomdigi melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.

Infrastruktur digital yang lebih baik akan menjadi fondasi bagi berkembangnya ekonomi digital, peningkatan produktivitas masyarakat, serta perluasan akses terhadap layanan publik berbasis digital.

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi terus mendorong operator telekomunikasi agar meningkatkan investasi jaringan. Langkah ini mencakup perluasan pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, dan pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik,” jelasnya.

Wamen Nezar menegaskan bahwa pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Meski pembangunan infrastruktur digital terus berlangsung, laporan mengenai wilayah tanpa sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” tandasnya.

Pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam membangun konektivitas nasional. Selain mempertahankan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, broadband tetap, dan konektivitas satelit.

Menurut Wamen Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Bahkan, pengalaman saat terjadi bencana menunjukkan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.

“Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kemkomdigi terus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini sejalan dengan percepatan 5G yang juga tengah digenjot melalui konsultasi publik regulasi spektrum frekuensi.

Transformasi digital yang merata diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Pemerintah optimistis dengan kombinasi investasi operator dan program pemerintah, target 100 Mbps dapat tercapai sesuai jadwal.

Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Dimulai, Tiga Operator Bersaing

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan kelanjutan proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler.

Tahapan Lelang Harga telah sukses digelar pada 7 Juli 2026 dan diikuti oleh tiga operator besar tanah air.

Ketiga peserta yang lolos ke tahap ini adalah PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. Mereka bersaing memperebutkan pita frekuensi di dua spektrum strategis, yaitu 700 MHz dan 2,6 GHz. Proses ini menjadi krusial untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital di Indonesia.

“Tim Seleksi secara resmi mengumumkan kelanjutan tahapan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz,” demikian pernyataan resmi Komdigi. Lelang harga berlangsung dalam satu hari kerja dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Setelah tahap lelang harga rampung, proses seleksi kini memasuki babak baru yang tak kalah penting. Tim Seleksi akan melanjutkan ke tahapan Pemilihan Blok Pita Frekuensi Radio yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari kerja, mulai 8 hingga 10 Juli 2026.

Tahapan ini memiliki enam agenda utama yang harus diselesaikan. Pertama, pemilihan blok untuk pita 700 MHz. Kedua, pemilihan blok untuk pita 2,6 GHz. Ketiga dan keempat, penentuan posisi blok frekuensi di kedua pita tersebut. Kelima dan keenam, pemilihan desa atau kelurahan yang menjadi kewajiban penyediaan layanan akses internet jaringan pitalebar bergerak (mobile broadband).

Kewajiban penyediaan layanan di tingkat desa menjadi salah satu poin krusial dalam seleksi ini. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan internet hingga ke pelosok negeri.

Pita 700 MHz dikenal memiliki jangkauan luas dan penetrasi gedung yang baik, sehingga sangat ideal untuk daerah terpencil.

Sementara itu, pita 2,6 GHz menawarkan kapasitas data yang lebih besar, cocok untuk area perkotaan dengan permintaan bandwidth tinggi. Kombinasi kedua spektrum ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan seluler di Indonesia.

Transparansi dan Komitmen Pemerintah

Setelah seluruh rangkaian pemilihan blok selesai, Tim Seleksi akan mempublikasikan hasil secara transparan. Pengumuman akan dimuat di laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital. Informasi yang dirinci mencakup Daftar Peringkat Hasil Seleksi, besaran harga penawaran masing-masing peserta, serta alokasi blok frekuensi yang diperoleh.

Komdigi berkomitmen penuh mengawal proses ini agar berjalan adil dan optimal. “Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh rangkaian proses seleksi ini agar berjalan lancar, adil, dan memberikan hasil yang optimal bagi pemerataan infrastruktur digital di seluruh pelosok Indonesia,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital nasional. Sebelumnya, Menkomdigi Dorong Regulasi AI dan perlindungan anak di ruang digital, menunjukkan keseriusan dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.

Keberhasilan lelang frekuensi ini akan berdampak langsung pada kualitas layanan yang dinikmati masyarakat. Operator pemenang lelang diwajibkan untuk membangun infrastruktur di desa-desa sasaran, sehingga kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan dapat terus diperkecil.

Dari sisi industri, persaingan ketat antara Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata diprediksi akan memacu inovasi layanan. Ketiga operator memiliki basis pelanggan yang besar dan pengalaman panjang di pasar telekomunikasi Indonesia.

Telkomsel, misalnya, telah menunjukkan dukungannya terhadap upaya pemerintah menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak melalui program-program literasi digital. Hal ini sejalan dengan visi Telkom Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman.

Sementara itu, XL Axiata baru-baru ini berkolaborasi dengan Komdigi meluncurkan program DigiHer yang menargetkan digitalisasi 2,4 juta perempuan Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan komitmen para operator dalam mendukung agenda digital nasional.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Kejelasan alokasi frekuensi ini akan memberikan kepastian bagi operator untuk merencanakan investasi jangka panjang. Dengan spektrum yang lebih luas, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan dan kecepatan internet bagi pelanggannya.

Masyarakat di daerah terpencil menjadi pihak yang paling diuntungkan. Kewajiban penyediaan layanan di tingkat desa memastikan bahwa akses internet tidak lagi menjadi monopoli wilayah perkotaan. Hal ini penting untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan digital.

Dari sisi regulasi, Komdigi juga aktif memberantas konten negatif di ruang digital. Baru-baru ini, Komdigi Blokir Polymarket, platform judi online berkedok prediction market, menunjukkan keseriusan dalam membersihkan ekosistem digital.

Proses seleksi ini diharapkan selesai tepat waktu sesuai jadwal. Pengumuman hasil akhir akan menjadi tonggak penting bagi industri telekomunikasi Indonesia dalam menyongsong era konektivitas yang lebih merata dan berkualitas.

ASUS ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI dengan Layar OLED

Telko.id – ASUS resmi menghadirkan laptop bisnis terbaru mereka, ASUS ExpertBook PM5 G2 PM5406, yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI. Perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para profesional hybrid dan pemimpin bisnis skala kecil-menengah di Indonesia.

Laptop ini mengusung prosesor hingga AMD Ryzen AI 7 445 dengan NPU 50 TOPS untuk varian reguler, serta AMD Ryzen AI 9 HX 470 dengan 55 TOPS NPU yang tersedia secara project. Performa ini memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi berbasis AI dengan lebih efisien.

“Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas, baik di kantor maupun saat bekerja dari mana saja. Melalui ASUS ExpertBook PM5 G2, kami menghadirkan solusi yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga dirancang dengan standar keamanan dan ketahanan kelas dunia,” ujar Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.

Perangkat ini mendukung memori hingga 64GB DDR5 dan penyimpanan dual-SSD hingga 3TB. Kemampuan upgrade yang luas ini memberikan masa pakai produk lebih panjang dibandingkan kompetitor yang umumnya tidak menawarkan opsi ekspansi serupa.

Content image for article: ASUS ExpertBook PM5 G2 Resmi, Laptop Bisnis AI dengan Layar OLED

Salah satu keunggulan utama ExpertBook PM5 G2 ada pada opsi layarnya. Pengguna bisa memilih panel 14 inci WUXGA OLED dengan akurasi warna DCI-P3 100 persen, atau panel IPS 2.5K dengan refresh rate 144Hz. Kedua opsi ini memberikan fleksibilitas bagi profesional kreatif maupun pengguna yang membutuhkan responsivitas tinggi.

Untuk menunjang produktivitas jarak jauh, laptop ini dibekali kamera web hingga 5MP yang dilengkapi pelindung privasi fisik (Webcam Shield). Fitur AI Camera dan AI Noise-Cancelling juga hadir untuk memastikan kualitas panggilan video tetap jernih di berbagai kondisi ruangan.

Dari segi ketahanan, ExpertBook PM5 G2 telah memenuhi standar militer AS MIL-STD-810H. Bobotnya yang ringan, mulai dari 1,27 kg, membuatnya mudah dibawa bepergian antara rumah, kantor, dan lokasi klien. Baterai berkapasitas 70Wh diklaim mampu bertahan hingga 22,5 jam untuk penggunaan aplikasi office.

Konektivitas menjadi nilai tambah lainnya. Laptop ini mendukung Wi-Fi 7 dan dilengkapi port lengkap, termasuk USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan RJ45 LAN. Pengguna tidak perlu membawa dongle tambahan untuk menghubungkan perangkat eksternal.

Keamanan data menjadi prioritas utama. ExpertBook PM5 G2 hadir dengan fitur ASUS ExpertGuardian, dukungan Windows 11 Secured-core PC, sensor sidik jari, dan Nano Kensington lock slot. BIOS-nya juga sesuai standar NIST SP 800-155 dengan komitmen pembaruan selama lima tahun.

Fitur AI dan Produktivitas Hybrid

ASUS menyematkan platform AI bernama ASUS MyExpert pada laptop ini. Platform tersebut berfungsi sebagai asisten cerdas yang membantu tugas administratif, seperti penulisan surel dan perangkuman hasil rapat.

Kemampuan Copilot+ PC juga didukung penuh oleh NPU khusus pada prosesor AMD Ryzen AI. Fitur ini memungkinkan otomatisasi alur kerja, pencarian dokumen cepat, dan terjemahan bahasa secara real-time.

Untuk urusan audio, laptop ini dilengkapi dua speaker dengan teknologi Dirac dan dua mikrofon array. Kombinasi ini mendukung pengenalan suara dan peredam bising berbasis AI, sehingga panggilan video berjalan tanpa gangguan kebisingan latar.

Harga dan Ketersediaan

ASUS ExpertBook PM5 G2 PM5406 tersedia dalam dua varian harga. Varian PM5406CGA dibanderol Rp21.599.000, sedangkan PM5406CKA dijual seharga Rp19.799.000.

Perangkat ini sudah bisa didapatkan di toko-toko mitra ASUS di seluruh Indonesia. Dengan kombinasi performa AI, layar berkualitas, dan ketahanan kelas militer, laptop ini menjadi pilihan menarik bagi profesional yang membutuhkan performa laptop andal untuk mobilitas tinggi.

Bagi para pelaku bisnis yang juga tertarik menjelajahi opsi lain, laptop bisnis Acer juga bisa menjadi pertimbangan. Sementara itu, pengguna yang ingin membandingkan dengan prosesor AMD lainnya bisa melihat ulasan terkait.

Anthropic Luncurkan Claude Science untuk Riset Obat AI

Telko.id – Anthropic resmi meluncurkan Claude Science, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu para ilmuwan mempercepat penelitian ilmiah dan proses penemuan obat.

Berbeda dengan chatbot AI lainnya, Claude Science hadir sebagai AI workbench yang menggabungkan berbagai alat riset, analisis data, dan komputasi dalam satu lingkungan kerja.

Baca Juga:

Head of Life Sciences Anthropic, Eric Kauderer-Abrams, mengatakan peluncuran Claude Science menjadi bukti bahwa perusahaan memandang riset ilmiah sebagai salah satu fokus pengembangan AI.

“Ini penting karena kesempatan terbesar AI untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia ada di bidang ilmu hayati (life sciences),” ujar Kauderer-Abrams dalam sebuah pernyataan.

AI ini dirancang sebagai AI agent (agen AI), sehingga dapat menjalankan berbagai tugas penelitian secara mandiri setelah diberi instruksi singkat oleh pengguna. Dengan aneka perintah atau prompt, Claude Science disebut mampu:

  • menulis dan menjalankan kode untuk analisis ilmiah;
  • mengelola pekerjaan komputasi pada klaster komputer (computer cluster);
  • mengakses berbagai perangkat lunak dan basis data ilmiah;
  • membantu analisis genetika, kimia, serta biologi protein;
  • mendokumentasikan seluruh proses penelitian agar hasilnya mudah direproduksi dan diverifikasi.

Salah satu fokus utama Claude Science adalah mendukung industri dalam menemukan kandidat obat baru.

AI dapat membantu peneliti mengidentifikasi molekul yang berpotensi menjadi obat, menganalsis struktur protein, serta mempercepat proses pencarian senyawa yang layak untuk diuji lebih lanjut.

Meski demikian, Anthropic menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu penelitian dan tidak menggantikan proses uji laboratorium maupun uji klinis yang tetap wajib dilakukan sebelum obat dapat dipasarkan.

Teknologi ini lebih tepat diposisi kan sebagai asisten penelitian yang membantu mempercepat penemuan ilmiah, sementara validasi akhir tetap harus dilakukan melalui pengujian laboratorium dan uji klinis.

Dalam demonstrasinya, Anthropic menunjukkan kemampuan Claude Science mengidentifikasi kandidat obat untuk fenilketonuria (PKU), penyakit genetik langka yang mengganggu kemampuan tubuh memecah asam amino fenilalanin.

Anthropic juga akan memakai model AI ini untuk riset internal guna mencari kandidat obat bagi berbagai penyakit langka dan neglected diseases. Langkah ini sekaligus menjadi ajang menguji kemampuan AI tersebut dalam penelitian dunia nyata.

Untuk ketersediaan, Anthropic mengatakan Claude Science kini sudah bisa dipakai seluruh pelanggan berbayar Claude, sebagaimana dilansir dari TechnologyReview, Senin (6/7/2026).

Alibaba Larang Karyawan Pakai Claude Code per Juli 2026

Telko.id – Alibaba dilaporkan melarang seluruh karyawannya menggunakan Claude Code, asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, mulai 10 Juli 2026.

Kebijakan ini diambil setelah perusahaan menilai aplikasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan terhadap data internal dan rahasia perusahaan.

Larangan tersebut muncul setelah peneliti menemukan adanya mekanisme tersembunyi di Claude Code yang dapat mendeteksi apakah pengguna memiliki keterkaitan dengan China, misalnya melalui zona waktu, domain jaringan, atau indikator lain pada lingkungan kerja.

Langkah Alibaba menunjukkan bahwa keamanan data kini menjadi perhatian utama, terutama ketika semakin banyak perusahaan memanfaatkan AI untuk membantu aktivitas pengembangan perangkat lunak.

Menurut TechCrunch, Alibaba melarang penggunaan Claude Code oleh karyawannya. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI coding assistant untuk membantu pengembangan perangkat lunak di berbagai perusahaan teknologi.

Laporan tersebut menyebut larangan ini berkaitan dengan upaya perusahaan menjaga keamanan kode sumber dan informasi internal agar tidak diproses melalui layanan AI pihak ketiga.

Baca Juga:

Kekhawatiran serupa juga mulai muncul di berbagai perusahaan teknologi lain yang menerapkan kebijakan ketat terhadap penggunaan AI generatif di lingkungan kerja.

Claude Code sendiri merupakan alat berbasis AI yang dirancang untuk membantu developer menulis, memperbaiki, dan menjelaskan kode pemrograman menggunakan model AI buatan Anthropic. Popularitasnya meningkat karena mampu mempercepat berbagai tugas pengembangan perangkat lunak.

Keputusan Alibaba memperlihatkan dilema yang kini dihadapi banyak perusahaan teknologi. Di satu sisi, AI mampu meningkatkan produktivitas developer. Namun di sisi lain, perusahaan harus memastikan data, kode sumber, dan informasi bisnis tetap terlindungi.

Sebagai pengganti Claude Code, Alibaba meminta para insinyurnya beralih menggunakan Qoder, platform AI coding yang dikembangkan secara internal.

Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada layanan AI buatan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) sekaligus memperkuat ekosistem AI lokal.

Kasus ini menjadi pengingat juga bahwa pemilihan alat AI tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknologinya, tetapi juga aspek keamanan data, privasi dan kepatuhan terhadap kebijakan internal.

Seiring AI semakin banyak digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak, perusahaan diperkirakan akan menerapkan aturan yang lebih ketat terkait layanan AI yang boleh digunakan oleh karyawannya.

Xiaomi Pastikan Debut di IFA 2026, Investasi Rp151,6 Triliun

Telko.id – Xiaomi memastikan debut perdananya di ajang IFA 2026 yang akan digelar di Berlin pada September mendatang. Komitmen ini diumumkan langsung saat acara IFA Kick-Off pada 30 Juni lalu, sekaligus menegaskan strategi jangka panjang perusahaan di pasar Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Xiaomi mengungkapkan rencana investasi besar-besaran senilai €7,4 miliar atau setara Rp151,6 triliun untuk riset dan pengembangan (R&D) berbasis kecerdasan buatan (AI) selama periode 2026 hingga 2028. Eropa akan menjadi salah satu pusat inovasi global utama dalam strategi ini.

“Eropa bukan sekadar pasar yang kami kunjungi, melainkan wilayah tempat kami mendengarkan, belajar, dan tumbuh bersama,” ujar Zeng Hua, PR Director untuk Western Europe di Xiaomi Group. “Kehadiran perdana kami di IFA menjadi tonggak penting dalam perjalanan tersebut.”

Xiaomi tidak akan sekadar menjadi peserta biasa di IFA 2026. Perusahaan asal China ini menjadikan pameran teknologi terbesar di Eropa itu sebagai panggung utama untuk mendemonstrasikan ekosistem pintar “Human × Car × Home” secara langsung kepada publik. Konsep ini mengintegrasikan perangkat pribadi, hunian pintar, dan mobilitas pintar ke dalam satu pengalaman yang lebih intuitif.

Meski detail produk masih dirahasiakan hingga September, Xiaomi memastikan akan ada sejumlah kejutan dan pengumuman besar yang baru akan diungkap di area pameran. “Pada September nanti, kami ingin menunjukkan bagaimana ekosistem pintar Human × Car × Home dari Xiaomi mampu membawa AI melampaui batasan perangkat individu dan menghadirkannya langsung di tengah aktivitas sehari-hari,” tambah Zeng Hua.

Investasi Raksasa untuk Inovasi Lokal

Komitmen Xiaomi di Eropa tidak berhenti pada partisipasi di IFA. Sepanjang tahun 2026 hingga 2030, total investasi R&D perusahaan diproyeksikan melampaui €24 miliar atau setara Rp491,5 triliun. Dana tersebut akan mencakup pengembangan AI, electric vehicles (EV), robotika, sistem operasi, serta berbagai pondasi teknologi lainnya.

Eropa sendiri memegang peran sentral dalam strategi globalisasi Xiaomi. Kawasan ini dikenal sebagai pusat inovasi global untuk industri consumer technology, desain industri, otomotif, hingga smart home. Untuk mendukung visi tersebut, Xiaomi terus memperluas jaringan R&D di Eropa, merangkul talenta lokal, serta mempererat kolaborasi dengan para mitra strategis di seluruh kawasan.

Langkah ini dirancang agar produk, teknologi, dan ekosistem Xiaomi dapat hadir lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan, kebiasaan, serta ekspektasi para pengguna di Eropa. Strategi ini juga sejalan dengan tren industri yang menunjukkan bahwa kelangkaan chipset akibat permintaan AI yang tinggi mulai memengaruhi pasar global.

Ekosistem AI yang Semakin Masif

Hingga kuartal pertama (Q1) 2026, ekosistem AI Xiaomi telah berkembang pesat dengan menghubungkan lebih dari 1,1 miliar perangkat di seluruh dunia. Ekosistem ini mencakup lebih dari 200 kategori produk, mulai dari kesehatan, alat pembersih, hiburan, mobilitas, hingga perlengkapan rumah tangga.

IFA 2026 akan menjadi momentum interaksi paling masif bagi Xiaomi bersama media dan mitra di Eropa sejauh ini. Perusahaan juga menegaskan bahwa pameran ini akan menjadi panggung bagi sejumlah peluncuran perdana produk ekosistemnya di pasar Eropa.

Informasi lebih lanjut mengenai kehadiran Xiaomi di IFA, termasuk rencana eksibisi, agenda media, dan pengumuman utama, akan dibagikan menjelang September nanti. Xiaomi mengajak media global, mitra, dan pengguna untuk melihat langsung bagaimana AI bergerak melampaui layar kaca menuju skenario kehidupan nyata.

Dengan integrasi yang menghubungkan perangkat pribadi, hunian pintar, dan mobilitas pintar, Xiaomi optimistis dapat menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif bagi pengguna Eropa. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa laporan ESG terbaru perusahaan yang menekankan keberlanjutan dan AI bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata.