spot_img
Latest Phone

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...
Beranda blog Halaman 4

AMATI Resmi Deklarasi, Tegaskan Media Jadi Mitra Strategis Korporasi di Era AI

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi dideklarasikan di Jakarta, Kamis (22/5/2026). Bersamaan dengan deklarasi, AMATI menggelar diskusi panel strategis bertajuk “Managing Communication in the AI Era: Strengthening Media’s Role as a Strategic Partners for Brand/Corporate”.

Acara ini mempertemukan praktisi Public Relations (PR), pimpinan redaksi, dan perwakilan merek teknologi untuk membahas perubahan lanskap komunikasi akibat kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital.

Diskusi yang didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung ini menyoroti peran krusial media arus utama di tengah gempuran AI. Temuan riset AMATI menjadi salah satu sorotan utama. Riset tersebut mengungkapkan bahwa audiens kini lebih sering bertanya langsung ke AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset ini membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri; setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pemimpin Redaksi Telset, dalam presentasinya.

Riset Ungkap Dominasi Narasi di Media Massa

Salah satu temuan paling menarik dari riset AMATI adalah studi kasus tentang narasi kecerdasan buatan di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dari dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar—Claude, Gemini, dan ChatGPT—secara serempak memberikan jawaban yang sama: merekomendasikan produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Temuan ini menegaskan bahwa media massa memiliki peran vital dalam membentuk persepsi publik, termasuk persepsi yang diadopsi oleh mesin AI. Hal ini menjadi peluang emas bagi brand untuk membangun reputasi jangka panjang melalui pemberitaan yang kredibel.

Era Konvergensi dan Kerancuan Definisi KOL

Mengawali diskusi, Bambang Moegono, Founding Board Member Strategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA), menyoroti paparan riset AMATI mengenai ledakan data dan pergeseran pola komunikasi. Bambang menyebut masa ini sebagai “era konvergensi”, di mana ancaman terhadap reputasi brand bisa datang dari mana saja, bahkan dari perilaku staf internal perusahaan yang kemudian diamplifikasi oleh publik di media sosial.

Bambang juga memberikan kritik tajam mengenai kerancuan industri dalam memahami konsep Key Opinion Leader (KOL).

“Sekarang banyak sekali yang didefinisikan sebagai KOL tapi dia hanya punya kekuatan untuk buzzing, jadi rancu ya antara KOL dengan buzzer sebenarnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan kembali esensi dasar KOL: “Yang KOL adalah satu entah itu person entah itu lembaga tapi expert dan menguasai bidangnya yang mampu menghadirkan pesan yang kredibel, bereputasi dan didasari oleh expertise,” jelasnya.

Krisis Korporasi: Media sebagai Pembangun Reputasi

Berbicara mengenai manajemen krisis, Uday Rayana, Pemimpin Redaksi Selular sekaligus moderator diskusi, mengingatkan kembali beberapa studi kasus krisis besar yang pernah menimpa korporasi.

Ia menegaskan bahwa pada titik krisis yang mengancam keberlangsungan bisnis, perusahaan tidak bisa menyandarkan nasibnya pada influencer, melainkan harus kembali kepada media.

“Reputasi itu kan jujur saja kalau kami sebagai media masih melihat reputasi itu di-build oleh media bukan oleh influencer faktanya,” ungkap Uday.

Ia menjelaskan bahwa peran influencer lebih condong pada dorongan konversi penjualan sesaat atau product oriented, sementara fondasi kepercayaan publik hanya bisa dibentuk melalui validasi jurnalistik di media.

Pandangan ini diamini oleh Bambang. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, media massa tidak menerima bayaran untuk memutarbalikkan fakta, sehingga posisinya sangat kuat untuk membangun trust di mata publik.

“Media tetap menjadi satu aktor utama, satu aktor terpenting dalam situasi apapun termasuk dalam crisis sebagai partner dari teman-teman komunikasi sebagai partner validasi,” kata Bambang.

Lebih jauh, ia menambahkan, “Publik akan melihat bahwa apa yang disampaikan oleh media adalah informasi yang memang terpercaya. Berbeda dengan akun-akun yang memang paid itu ya ibaratnya memang diposisikan sebagai buzzer.”

AI Mensintesis Berita: Peluang Emas bagi Media

Terkait ancaman AI, para panelis sepakat bahwa sintesis berita oleh AI bukanlah akhir dari media massa, melainkan peluang baru.

AI dinilai tidak akan gegabah mengambil referensi dari akun-akun media sosial yang tidak kredibel karena hal itu akan menghancurkan reputasi mesin AI itu sendiri. Oleh karena itu, AI akan selalu bergantung pada karya jurnalistik media terpercaya.

Diskusi juga berlangsung interaktif dengan para hadirin yang juga pelaku industri mengemukakan pendapatnya. Kesamaan persepsi yang muncul adalah bahwa media konvensional saat ini memegang peran ganda yang krusial bagi sebuah brand.

Di satu sisi, media menjadi penyuplai kebenaran bagi mesin AI masa kini dan masa depan. Di sisi lain, media tetap menjadi benteng pertahanan dan mitra validasi yang paling diandalkan saat perusahaan menghadapi potensi krisis dari kebisingan media sosial.

Menutup diskusi, Bambang memberikan pandangan optimis kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam AMATI untuk tidak gamang dan terus berinovasi memanfaatkan AI sebagai alat pembaca profil audiens.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

“Era AI saya rasa tidak akan membunuh media kalau bisa mengoptimalkan secara optimal. Justru di era inilah teman-teman media bisa mencari solusi agar kembali lagi memegang hegemoni pendistribusian media kepada publik,” pungkasnya.

Deklarasi AMATI: Empat Komitmen Utama

Bersamaan dengan acara diskusi, AMATI menggelar acara deklarasi pendirian asosiasi. Didirikan untuk merespon perkembangan terkini seperti era transformasi digital dengan perkembangan AI yang masif serta dinamika media sosial, AMATI berkomitmen menjadi kompas strategis di tengah banjir informasi.

Pendirian AMATI bertumpu pada empat komitmen utama untuk mengamankan masa depan jurnalisme teknologi di Indonesia. Pertama, menjadi pilar kredibilitas dengan menjaga integritas jurnalistik di atas kepentingan algoritma. Kedua, menjamin keamanan merek (brand safety) dengan menyediakan ekosistem media yang sehat bagi mitra strategis.

Ketiga, adaptasi teknologi yang etis dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas intelektual. Keempat, membangun ekosistem digital nasional dengan menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

Acara diskusi ini menjadi tonggak baru dalam industri. AMATI sendiri akan secara rutin menggelar diskusi strategis yang relevan dengan kondisi terkini.

Bagi korporasi yang ingin membangun reputasi berkelanjutan, bermitra dengan media profesional menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan, terutama di era di mana setiap konten hari ini bisa menjadi jawaban AI di masa depan.

Riset AMATI : Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi merilis riset komprehensif yang mengungkap peran krusial media di era Kecerdasan Buatan (AI).

Riset yang dirilis bertepatan dengan deklarasi pendirian AMATI pada 20 Mei 2026 ini menegaskan bahwa AI tidak mematikan peran media, melainkan menjadikannya infrastruktur pembentuk realitas yang direproduksi hingga jutaan kali.

Temuan utama riset ini menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam lanskap kehumasan. Praktik Media Monitoring tradisional dinilai sudah tidak lagi mencukupi.

Pasalnya, sistem Media Intelligence modern kini mampu membedah satu artikel berita menjadi 24 titik data intelijen yang terbagi dalam tiga lapisan utama: Analisis Utama, Deteksi Krisis, dan Intelijen Kompetitif.

Riset AMATI didasarkan pada pengolahan data nyata. Melalui pemrosesan AI, tim peneliti menganalisis 1.503 artikel dari 15 media massa selama periode 30 hari. Artikel-artikel tersebut menyoroti 12 merek teknologi terkemuka di Indonesia.

Dari ribuan artikel yang diproses, dihasilkan lebih dari 36.072 titik data yang siap diagregasi, dibandingkan, dan ditindaklanjuti oleh pemilik merek.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pimpinan  Redaksi Telset dalam presentasi di acara diskusi dan deklarasi AMATI di Jakarta.

Salah satu temuan paling krusial dari riset ini adalah perubahan perilaku audiens yang kini lebih sering bertanya langsung kepada AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri. Setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

Studi kasus konkret dalam riset ini membedah narasi ‘Kecerdasan Buatan’ di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar (Claude, Gemini, dan ChatGPT) secara serempak memberikan rekomendasi produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh liputan media terhadap output AI. Untuk memahami lebih dalam tentang strategi Samsung dalam mengadopsi AI, Anda bisa membaca artikel kami tentang Samsung Unpacked 2026 yang memamerkan Galaxy AI terbaru.

Merespons temuan ini, AMATI memperingatkan para praktisi komunikasi agar segera meninggalkan metrik Share of Voice (SOV). Metrik volume tersebut terbukti gagal mengukur kualitas dan pengaruh narasi.

Tools monitoring konvensional saat ini bekerja secara pasif, hanya merekam apa yang sudah terjadi dan menyerahkan laporan yang terlambat hingga 30 hari.

Sebagai gantinya, riset AMATI merekomendasikan penggunaan lima lapisan intelijen yang tidak dapat dijawab oleh SOV tradisional. Pertama, Narrative Health untuk mengetahui framing narasi mana yang memenangkan simpati publik.

Kedua, Belief Mapping untuk memetakan apa yang dipercaya publik berdasarkan pola berulang dari ratusan artikel. Ketiga, Predictive Signal untuk mendeteksi sinyal mikro pergeseran framing secara dini. Keempat, AI Presence untuk mengukur narasi yang dibangun AI tentang suatu merek. Kelima, Decision Intelligence yang menyajikan rekomendasi strategis siap eksekusi secara real-time.

Peluncuran riset dan deklarasi AMATI ini sejalan dengan agenda panel diskusi “Managing Corporate Reputation: Effective Communication and Public Engagement Strategies to Counter Disinformation” yang digelar pada 20 Mei 2026. Acara ini didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung.

AMATI merupakan asosiasi baru yang didirikan oleh pimpinan enam media teknologi utama: Technologue, TeknoBuzz, Telset, Telko ID, Selular, dan Hybrid.co.id. Asosiasi ini berkomitmen menjadi kompas strategis yang menjamin kredibilitas informasi, keamanan merek, serta adaptasi teknologi yang etis di tengah gempuran kebisingan digital.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Bagi korporasi, riset ini memberikan pesan yang jelas. Di lanskap media yang bergerak secepat AI, Media Intelligence bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat utama untuk bertahan hidup. Praktisi komunikasi dituntut untuk mengubah peran mereka menjadi “pengelola makna” yang mampu mengelola narasi secara cerdas dan adaptif.

Perubahan ini juga memengaruhi strategi komunikasi merek. Pemilik merek tidak bisa lagi mengandalkan kliping berita tradisional. Mereka perlu beralih ke sistem intelijen yang mampu memonitor bagaimana narasi mereka terbentuk, bagaimana publik memercayainya, dan bagaimana AI mereproduksinya.

Implikasinya, perusahaan harus berinvestasi pada teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mengelola data intelijen ini. Ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan soal kelangsungan reputasi merek di era di mana opini publik dibentuk oleh algoritma. (Icha)

Xiaomi Luncurkan REDMI Watch 6, Targetkan Gen Z Aktif

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan REDMI Watch 6 pada 21 Mei 2026, sebuah smartwatch yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup aktif dan seimbang generasi muda.

Perangkat ini akan tersedia mulai 25 Mei 2026 dengan mengusung semangat “Big Views, Big Moves”.

Layar besar menjadi andalan utama untuk memudahkan pengguna memantau progres olahraga dan kondisi tubuh di tengah aktivitas harian yang dinamis.

“Olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun di saat yang sama, mereka juga ingin tetap menjaga balance antara aktivitas, kesehatan, dan keseharian mereka. Karena itu, kami menghadirkan REDMI Watch 6, smartwatch yang mudah digunakan, insightful, dan dibekali baterai tahan lama untuk menemani pengguna tetap #AlwaysReady dalam berbagai aktivitas. REDMI Watch 6 juga hadir dengan desain stylish yang cocok digunakan di berbagai occasion,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Sekilas, REDMI Watch 6 langsung mencuri perhatian berkat AMOLED Display 2,07 inci dengan bezel super tipis hanya 2 mm. Layar besar dan jernih ini memberikan kesan premium sekaligus menjadi statement item bagi anak muda yang ingin tampil sporty.

Dengan refresh rate 60 Hz dan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits, pengguna bisa melihat notifikasi, mengecek progres olahraga, dan memeriksa heart rate dengan nyaman, bahkan saat di luar ruangan.

Kenyamanan visual ini dilengkapi kemudahan akses fitur melalui tombol fisik baru. Cukup tekan sekali untuk membuka control center, tekan dan tahan lama untuk masuk menu restart, atau tekan tiga kali untuk menghubungi kontak darurat. Desain ini memastikan pengguna tetap terhubung dan aman dalam berbagai situasi.

REDMI Watch 6 juga serba bisa untuk menjaga kebugaran. Tersedia lebih dari 150 pilihan aktivitas fisik, didukung dual L1 antenna, chip GNSS, dan ketahanan air hingga 5 ATM (kedalaman 50 meter). Smartwatch ini memungkinkan pencatatan akurat untuk setiap aktivitas olahraga.

Pengguna bisa memantau jumlah kalori terbakar dan detak jantung secara lebih presisi berkat peningkatan teknologi sensor PPG.

Agar progres olahraga maksimal, REDMI Watch 6 memandu pengguna untuk tidak berolahraga terlalu keras dan beristirahat optimal. Fitur all-day heart rate monitoring dan all-day blood oxygen monitoring membantu pengguna berolahraga sesuai kemampuan demi mengurangi risiko cedera. All-day sleep monitoring juga membantu kualitas tidur yang lebih baik untuk recovery maksimal.

Selain fungsional, REDMI Watch 6 tetap stylish dengan bodi super ramping hanya 9,9 mm. Frame aluminium alloy yang sleek dan pilihan warna trendy menjadikannya fashion item pelengkap outfit. Baterai tahan hingga 24 hari mendukung mobilitas pengguna dari satu event lari ke event berikutnya.

REDMI Pad 2 9.7″ Siap Hadir di Indonesia

Selain REDMI Watch 6, Xiaomi juga memperkaya ekosistem REDMI dengan tablet compact terbaru, REDMI Pad 2 9.7 inci. Tablet ini mengusung konsep “Simply Smart, Simply Fun” untuk merespons penggunaan tablet yang semakin berkembang di kalangan Gen Z, baik untuk belajar, bekerja, atau berkreasi.

Dengan layar 9,7 inci yang compact namun lega, tablet ini nyaman untuk membaca e-book atau menonton konten favorit.

Chipset mumpuni membuatnya ideal untuk mengedit foto dan video, mengerjakan desain visual, atau membuat dokumen. REDMI Pad 2 9.7″ akan dirilis di Indonesia pada 2 Juni 2026.

Ekosistem produk REDMI yang semakin kaya ini siap mendukung anak muda agar Always Ready untuk produktif, aktif, dan terhubung kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut tentang tren gadget terkini, simak artikel kami tentang Tren Gadget dan Ekonomi Digital 2026.

REDMI Watch 6 tersedia dalam tiga varian warna: Silver Gray, Obsidian Black, dan Glacier Blue. Informasi harga resmi belum diumumkan, namun diperkirakan kompetitif di segmen smartwatch entry-level.

Peluncuran REDMI Watch 6 ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk menghadirkan perangkat wearable yang tidak hanya fungsional tetapi juga stylish. Dengan fitur lengkap dan baterai tahan lama, smartwatch ini menjadi pilihan tepat bagi Gen Z yang ingin tetap aktif dan balanced. (Icha)

Telkomsel Gandeng BPJS Hadirkan Jamsostek Poin

Telko.id – Telkomsel bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus meluncurkan paket benefit Jamsostek Poin.

Inovasi kolaboratif ini menghadirkan kemudahan pendaftaran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi calon peserta di sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Kegiatan berlangsung di Plaza BPJamsostek, Jakarta pada 21 Mei 2026.

PKS ditandatangani oleh Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Faizal Rachman, dan Vice President Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa.

Acara ini disaksikan langsung oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, dan Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo.

Bagi banyak pekerja informal di Indonesia, akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan seringkali belum semudah yang dibutuhkan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel Enterprise bersama BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis guna menghadirkan layanan yang lebih praktis, mudah dijangkau, dan relevan bagi jutaan pekerja di tanah air.

Melalui pemanfaatan ekosistem digital terintegrasi Telkomsel, kolaborasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam memperluas jangkauan layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Segmen pekerja informal seperti pengemudi ride-hailing, kurir, serta pelaku usaha mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial kini bisa mendapatkan kemudahan.

Perluasan Akses Layanan yang Inklusif

Salah satu inisiatif utama dalam kolaborasi ini adalah pengembangan paket benefit Jamsostek Poin. Paket ini mengintegrasikan konektivitas digital dengan manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui solusi ini, pelanggan dapat memperoleh paket data sekaligus kemudahan dalam mengakses dan mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Dalam praktiknya, pelanggan cukup mengakses aplikasi MyTelkomsel untuk memilih paket Jamsostek Poin. Secara langsung, mereka mendapatkan konektivitas data sekaligus perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Alur yang sebelumnya membutuhkan pembelian secara terpisah kini disederhanakan menjadi satu pengalaman yang lebih mudah dan cepat. Paket ini dapat dinikmati oleh pelanggan dengan kriteria yang diatur oleh Telkomsel Enterprise dan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah ini sejalan dengan berbagai inisiatif sebelumnya untuk memperluas Akses Digital bagi masyarakat Indonesia. Telkomsel terus berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan Kapabilitas Digital Telkomsel

Distribusi layanan Jamsostek Poin akan diperkuat melalui berbagai kanal digital Telkomsel. Ini termasuk aplikasi MyTelkomsel serta kampanye berbasis WhatsApp dan SMS.

Dengan demikian, pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan informasi, memahami cara kerja layanan, mendaftar, hingga memanfaatkan layanan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih luas segmen pekerja informal sehingga mendapatkan benefit lebih optimal.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan, “Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pekerja informal. Melalui inovasi seperti Jamsostek Poin dan pemanfaatan ekosistem digital Telkomsel, kami berupaya menyederhanakan akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran, agar dapat dilakukan dengan lebih praktis dalam satu layanan”.

Upaya ini juga merupakan bagian dari transformasi digital yang lebih luas. Telkomsel secara konsisten mendorong Transformasi Digital di berbagai sektor, termasuk melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra.

Kemudahan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, menyampaikan kolaborasi dengan Telkomsel menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kerja sama ini memanfaatkan teknologi digital dan ekosistem yang dekat dengan masyarakat untuk memperluas cakupan kepesertaan pekerja informal.

“Saat ini masih banyak peserta BPU yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kerjasama dalam paket benefit Jamsostek Poin dengan Telkomsel Enterprise ini, kami ingin menghadirkan kemudahan akses pendaftaran untuk mendapat perlindungan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan kerja secara massive dan berkelanjutan,” ungkap Agung.

Agung menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan pilar 3C (Coverage, Care, Credibility) BPJS Ketenagakerjaan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin memperluas Coverage atau cakupan kepesertaan pekerja informal melalui ekosistem digital yang dekat dengan masyarakat. Di saat yang sama, kami menghadirkan Care melalui kemudahan layanan pendaftaran dan mendapatkan perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja dapat mengakses perlindungan secara praktis dan berkelanjutan. Sementara Credibility kami bangun dengan memastikan seluruh layanan dan pengelolaan data peserta dilakukan secara profesional, transparan, dan terpercaya,” ungkapnya.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya industri telekomunikasi yang lebih luas. Dalam Reformasi Regulasi yang didorong oleh asosiasi, perluasan akses digital menjadi salah satu fokus utama untuk mendukung inklusivitas layanan publik.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan dan Telkomsel Enterprise akan terus mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi. Tujuannya adalah untuk memperluas universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Indonesia. Pendaftaran untuk mendapatkan perlindungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan semakin mudah dijangkau secara digital.

Inisiatif ini menunjukkan bagaimana ekosistem digital dapat menjadi katalis untuk memperluas akses terhadap layanan sosial dasar. Dengan menyederhanakan proses pendaftaran dan pembayaran, pekerja informal kini memiliki jalur yang lebih mudah untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia. (Icha)

Axioo Bangun Ekosistem AI Lokal untuk Kedaulatan Data

Telko.id – PT Tera Data Indonusa Tbk (IDX: AXIO), melalui brand Axioo, resmi mengumumkan langkah strategis terbaru dengan memasuki industri Artificial Intelligence (AI).

Perusahaan mengembangkan lini solusi AI terintegrasi yang mencakup hardware, software, dan AI computing infrastructure.

Dalam momentum media update yang dihadiri perwakilan AMD, Intel, dan NVIDIA, Axioo juga menandatangani kerja sama strategis dengan PT Primacom Interbuana (Primacom) untuk mengembangkan solusi AI enterprise berbasis infrastruktur lokal Indonesia.

Langkah ini menjadi evolusi baru bagi Axioo setelah lebih dari 30 tahun membangun fondasi industri teknologi nasional.

Kini, Axioo tidak hanya berfokus pada perangkat komputasi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kedaulatan data di Indonesia dengan menghadirkan ekosistem AI yang dapat digunakan mulai dari level personal hingga enterprise, mencakup data center scale.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bisnis hari ini. Kami melihat adanya kebutuhan besar akan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan enterprise Indonesia, memiliki kontrol data yang lebih baik, serta didukung infrastruktur lokal yang kuat. Karena itu, Axioo bersama Primacom berkomitmen dalam pengembangan fondasi AI yang tidak hanya powerful secara teknologi, tetapi juga relevan untuk industri nasional,” ujar Michael Sugiarto, Presiden Direktur Axioo Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Axioo dan Primacom akan mengembangkan solusi Enterprise AI Platform yang mencakup agentic workflow automation, enterprise knowledge intelligence, hingga AI powered market intelligence system.

Platform ini dapat terintegrasi dengan ERP, database perusahaan, dokumen internal, dan workflow bisnis. Pendekatan sovereign AI infrastructure memungkinkan perusahaan memiliki kontrol tinggi terhadap keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kebutuhan komputasi AI berskala besar.

“Rencana kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membangun fondasi Enterprise AI Indonesia yang lebih mandiri, secure, dan scalable. Primacom melihat kebutuhan perusahaan terhadap AI saat ini bukan hanya sekadar penggunaan model AI, tetapi bagaimana AI dapat terintegrasi langsung dengan sistem bisnis, data internal, dan operasional perusahaan secara aman.

“Bersama Axioo, kami ingin menghadirkan solusi AI yang benar-benar enterprise-ready dan dibangun untuk kebutuhan industri Indonesia,” ujar Domy K. Santoso, Direktur PT Primacom Interbuana.

Lini Solusi AI untuk Berbagai Skala Kebutuhan

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Axioo juga memperkenalkan lini solusi AI untuk berbagai skala kebutuhan. Mulai dari AI PC, AI Workstation, hingga AI Server untuk kebutuhan enterprise dan data center.

Pengembangan solusi hardware ini didukung oleh teknologi GPU dan computing platform dari AMD, Intel dan NVIDIA untuk memastikan performa AI yang optimal, scalable, dan enterprise-ready.

Salah satu teknologi terbaru yang diperkenalkan adalah AMD Instinct™ MI350X Series GPU. GPU ini dirancang untuk mendukung kebutuhan AI training, inference, hingga large-scale enterprise AI workload dengan efisiensi dan performa tinggi untuk lingkungan data center modern.

Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan infrastruktur AI lokal Indonesia.

“Adopsi AI yang kian meningkat pesat di kalangan enterprise di Indonesia mendorong kebutuhan infrastruktur yang menunjang dan memiliki performa tinggi sehingga dapat mendukung implementasi AI secara aman dan fleksibel,” ungkap Alexey Navolokin, General Manager APAC, AMD.

“AMD bangga berkolaborasi dengan Axioo dalam menghadirkan solusi AI generasi berikutnya melalui portofolio teknologi AI AMD yang luas, termasuk GPU AMD Instinct dan ekosistem open software.”

Visi Jangka Panjang untuk Kedaulatan Data Indonesia

Kolaborasi strategis ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Axioo untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi AI lokal.

Dengan dukungan jaringan distribusi nasional, manufaktur dalam negeri, serta pengalaman panjang di industri teknologi, Axioo menargetkan dapat menghadirkan solusi AI yang lebih aksesibel bagi perusahaan, institusi pendidikan, hingga sektor pemerintahan.

“Kami percaya masa depan AI tidak hanya dimiliki oleh perusahaan global. Indonesia juga harus memiliki kapabilitas, infrastruktur, dan platform AI sendiri yang dibangun untuk kebutuhan lokal. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam era AI economy,” tambah Michael Sugiarto.

Sebelumnya, Axioo juga telah meluncurkan Axioo Pongo AMD Series yang membawa performa gaming dan AI lebih kencang. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan Axioo Hype AI 5, laptop AI-ready dengan harga terjangkau untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Peluncuran lini AI terbaru ini menjadi awal dari rencana besar Axioo dalam berkontribusi terhadap pengembangan kedaulatan data di Indonesia dan mendukung AI ecosystem terintegrasi di Indonesia.

Langkah ini sekaligus memperkuat transformasi perusahaan dari hardware company menjadi technology and AI solution provider. (Icha)

Axioo Soroti Dampak AI terhadap Kenaikan Harga Hardware IT

Telko.id – Axioo Indonesia resmi mendorong implementasi local AI Indonesia sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada infrastruktur cloud luar negeri.

Langkah ini dinilai krusial di tengah lonjakan harga hardware global yang dipicu oleh tingginya permintaan industri AI terhadap komponen seperti memori dan prosesor.

Dalam acara peluncuran program tersebut, Timmy Theopelus, VP of Business Development & Strategic Partnership Axioo Indonesia, mengungkapkan bahwa harga memori server mengalami kenaikan drastis.

“Dulu memori mungkin harganya sekitar Rp400 ribu per keping, sekarang bisa mencapai Rp4 juta. Saat ini yang mulai langka justru prosesornya,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi karena industri AI global menyerap suplai hardware dalam jumlah besar, terutama untuk komputasi cloud dan pengolahan data skala besar.

Axioo menilai bahwa setiap aktivitas prompting dan inference AI melalui layanan cloud internasional secara tidak langsung meningkatkan penggunaan dolar AS.

“Kata kuncinya adalah efisiensi. Jangan terus-menerus membuang dolar ke luar negeri hanya untuk inference AI,” tegas Sugiyanto Sutikno – Managing Director Indo Mega Vision yang turut hadir dalam acara tersebut.

Oleh karena itu, perusahaan mengajak pelaku bisnis dan enterprise di Indonesia untuk mulai membangun infrastruktur AI lokal, termasuk server dan data center berbasis domestik.

Gandeng PrimaCom Bangun Ekosistem AI Lokal

Untuk memperkuat langkah ini, Axioo menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PrimaCom. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan server AI, tetapi juga mencakup pengembangan layanan data center, GPU instance, software AI enterprise, hingga solusi edge computing dan IoT berbasis AI.

Samuel Lawrence dari Axioo Indonesia menjelaskan bahwa potensi AI lokal di Indonesia masih sangat besar dan baru berada pada tahap awal pengembangan.

“Sky is the limit. Implementasi AI itu luas sekali, mulai dari hardware, services, software, sampai solusi enterprise,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ekosistem ini akan menjadi fondasi bagi adopsi AI yang lebih masif di Tanah Air.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Sebagai contoh, sebelumnya telah diluncurkan Platform AI Lokal yang bertujuan menyediakan solusi AI berbasis kebutuhan lokal.

Selain itu, inovasi serupa juga muncul dari kolaborasi anak muda, seperti yang terlihat pada Inovasi Samsung oleh Anak Muda yang menggabungkan budaya dan AI lokal.

Target Pasar: Pemerintah hingga Perbankan

Axioo mengungkapkan bahwa sektor pemerintah menjadi salah satu target utama implementasi AI server lokal. Saat ini, berbagai instansi pemerintah mulai membangun data center sendiri dan mengadopsi teknologi AI untuk operasional mereka.

Selain pemerintahan, segmen lain yang dinilai potensial meliputi perbankan, perusahaan legal dan notaris, enterprise dengan data sensitif, serta industri berbasis IoT dan smart monitoring.

Axioo menyebut kebutuhan AI lokal semakin penting karena data sensitif dinilai lebih aman jika diproses di dalam negeri dibanding menggunakan cloud luar negeri.

Hal ini menjadi pertimbangan serius di tengah meningkatnya ancaman siber. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Indonesia Hadapi 170 Serangan Siber per detik, sehingga keamanan data menjadi prioritas utama.

Pasar Data Center Indonesia Capai US$500 Juta

Dalam kesempatan yang sama, pihak perusahaan mengungkapkan bahwa nilai pasar data center Indonesia saat ini diperkirakan mencapai US$500 juta.

Axioo menargetkan dapat mengambil pangsa pasar awal sekitar 1–2 persen melalui edukasi pasar dan penyediaan solusi AI lokal yang scalable.

Perusahaan juga menghadirkan model bisnis fleksibel berupa layanan rental AI dan penggunaan LLM berbasis subscription agar perusahaan tidak perlu langsung mengeluarkan investasi besar.

“Tidak harus langsung investasi besar. Bisa scalable dan bertahap sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Sugiyanto.

Langkah Axioo ini juga menjadi respons terhadap dominasi pemain asing di sektor telekomunikasi Indonesia. Dengan mendorong AI lokal, Axioo berharap dapat memperkuat posisi perusahaan teknologi dalam negeri.

Fokus pada Efisiensi dan Kemandirian Teknologi

Axioo menegaskan bahwa pengembangan Local AI bukan hanya soal bisnis hardware, melainkan upaya membangun kemandirian teknologi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan AI global.

Dengan dukungan data center lokal, GPU computing, hingga layanan AI enterprise, perusahaan berharap Indonesia dapat mempercepat transformasi digital tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur luar negeri.

“Efisiensi dan pemanfaatan Local AI menjadi kunci utama,” tutup pihak Axioo.

Ke depan, perusahaan akan terus mengedukasi pasar dan memperluas ekosistem AI lokal agar dapat diadopsi oleh lebih banyak sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, hingga industri kreatif. (Icha)

Telkom Gelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Dorong Kedaulatan Digital Nasional

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” pada Rabu (20/5) di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan kunci, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, dan Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Keterlibatan mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem digital nasional yang adaptif dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa transformasi digital nasional tidak hanya soal adopsi teknologi. “Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.

Dari sisi keamanan siber, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyoroti pentingnya kendali nasional terhadap data strategis. “Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global,” tandasnya.

Sejalan dengan hal itu, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai momentum transformasi digital harus menjadi titik balik. “Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” pungkas Seno.

Tiga Pilar Kedaulatan Teknologi

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat isu-isu strategis seperti sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, serta pembangunan kapasitas talenta digital. Forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai komitmen bersama memperkuat ekosistem teknologi nasional.

Pada kesempatan tersebut, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra, sebuah program pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diharapkan mendorong peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional. “AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” tambah Seno.

Seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, isu sovereignty menjadi perhatian global. Ketergantungan terhadap infrastruktur dan platform global tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional. Melalui forum ini, Telkom mendorong kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu mengelola dan memonetisasi aset digital nasional.

Komitmen Telkom dan Ekosistem AI

Sebagai bagian dari strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional. Perusahaan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE), termasuk kolaborasi dengan kampus untuk riset talenta (AI Campus), ruang kreasi developer (AI Playground), wadah komunitas (AI Connect), penyediaan solusi teruji (AI Hub), hingga penerapan AI internal (AI Native).

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur digital, seperti yang terlihat dalam pengembangan pusat data NeutraDC. Untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif ini, Anda dapat membaca 4 Tahun NeutraDC yang memperkuat fondasi digital ecosystem hub dan infrastruktur AI.

Selain itu, Telkom juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat transformasi digital. Salah satu contohnya adalah Telkom Solution yang siap mempercepat transformasi digital BUMN. Kolaborasi lain dengan F5 juga dilakukan untuk mengembangkan Solusi AI-Secure Connectivity.

Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom berharap dapat mendorong lahirnya gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi digital nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Satelit Nusantara Lima, Bukti Kedaulatan Digital RI

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid secara resmi mengumumkan pengoperasian Satelit Nusantara Lima, yang disebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia di ruang antariksa.

Satelit dengan kapasitas terbesar di Asia, mencapai 160 Gbps, ini diharapkan menjadi game changer bagi konektivitas nasional.

Peresmian operasi satelit tersebut digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, pada Senin (11/05/2026). Dalam sambutannya, Meutya Hafid menegaskan bahwa proyek ini merupakan karya anak bangsa yang patut dibanggakan.

“Kita bangga dan mengapresiasi PT Pasifik Satelit Nusantara serta PT Satelit Nusantara Lima. Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia,” ujarnya.

Meutya menambahkan, kehadiran Satelit Nusantara Lima tidak hanya menunjukkan presensi Indonesia di kawasan, tetapi juga membuktikan komitmen pemerintah dalam menjawab tantangan digital. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” tegasnya.

Saat ini, lebih dari 230 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80 persen populasi telah terkoneksi internet. Namun, Meutya menyoroti bahwa pemerataan akses masih menjadi tantangan utama.

“Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” katanya.

Visi pemerintahan Presiden Prabowo, menurut Meutya, menekankan bahwa konektivitas bukan sekadar sinyal. “Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita. Kita tegas melindungi anak-anak dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai ancaman digital lainnya,” tegasnya.

Satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung sekaligus mengamankan agenda transformasi digital nasional. Meutya mengapresiasi keberanian PT Pasifik Satelit Nusantara dalam merealisasikan proyek ini.

“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu. Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Menkomdigi Meutya Hafid juga menekankan pentingnya literasi digital di tengah maraknya konten negatif. Ia mengingatkan bahwa kedaulatan digital tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perlindungan warga negara dari ancaman siber.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang terus mengidentifikasi dan menangkal hoaks hari ini yang beredar di masyarakat.

Dengan kapasitas besar yang dimiliki, Satelit Nusantara Lima diproyeksikan mampu menjangkau wilayah terpencil yang selama ini sulit terakses internet. Ini menjadi solusi bagi kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

Pemerintah optimistis, kolaborasi dengan sektor swasta seperti PSN akan terus mendorong percepatan transformasi digital.

Ke depan, Kementerian Komunikasi dan Digital berencana mengintegrasikan satelit ini dengan program-program prioritas nasional. Mulai dari pendidikan jarak jauh, telemedicine, hingga layanan pemerintahan digital. Semua itu diharapkan dapat berjalan optimal dengan dukungan infrastruktur yang andal.

Meutya juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran informasi palsu yang kerap mengganggu stabilitas. Ia mencontohkan bagaimana hoaks Papua sempat marak di media sosial.

Dengan konektivitas yang lebih baik, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi yang valid dan terpercaya.

Langkah strategis ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pengamat teknologi menilai bahwa investasi di sektor satelit merupakan langkah tepat mengingat geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan. Satelit Nusantara Lima diyakini akan menjadi tulang punggung konektivitas nasional di masa depan.

Dengan diresmikannya Satelit Nusantara Lima, Indonesia resmi memiliki salah satu satelit terkuat di Asia. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur digital demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaulat di era digital. (Icha)

Huawei Resmi Rilis Watch Fit 5 Series dengan Deteksi Diabetes

Telko.id – Huawei resmi meluncurkan HUAWEI WATCH FIT 5 Series di Indonesia pada 21 Mei 2026.

Seri terbaru ini membawa peningkatan signifikan pada fitur kesehatan dan olahraga, termasuk Diabetes Risk Study pertama di industri wearable pada varian Pro.

Kedua varian yakni Basic dan Pro sudah tersedia di pasaran. HUAWEI WATCH FIT 5 Basic dibanderol mulai Rp2.399.000, sedangkan varian Pro dijual Rp3.699.000.

Selama periode First Sale 21 Mei hingga 20 Juni 2026, pembeli mendapatkan bonus eksklusif senilai Rp699.000 berupa HUAWEI FreeBuds SE 3, keanggotaan HUAWEI Health+, dan HUAWEI WATCH Face VIP selama satu bulan.

Peluncuran ini melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya. Informasi selengkapnya tentang Fitur Terbaru dari produk ini bisa disimak lebih lanjut.

Inovasi Deteksi Diabetes Pertama di Industri Wearable

Salah satu keunggulan utama HUAWEI WATCH FIT 5 Pro adalah Diabetes Risk Study. Fitur ini menjadi inovasi pertama di industri wearable di Indonesia yang dirancang untuk deteksi dini risiko diabetes. Teknologi ini menggunakan sensor photoplethysmography (PPG) dengan 6 LED yang memantau tanda vital secara berkelanjutan selama 3–14 hari, termasuk saat tidur.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis Watch Fit 5 Series dengan Deteksi Diabetes

Hasil asesmen akan menunjukkan tingkat risiko diabetes dalam tiga kategori: rendah, sedang, hingga tinggi. Fitur ini berfungsi sebagai early warning system bagi pengguna.

Teknologi tersebut dikembangkan bersama lembaga kesehatan internasional di Tiongkok dan Dubai, membantu pengguna mengenali gejala awal kelainan metabolisme.

Selain itu, varian Pro juga dilengkapi Comprehensive Cardiovascular Insights melalui CE-Certified ECG. Fitur ini memungkinkan pengguna memahami kondisi jantung dan mengenali potensi risiko sejak dini. Sebelumnya, Deteksi Diabetes pada wearable sudah diumumkan akan hadir.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis Watch Fit 5 Series dengan Deteksi Diabetes

Peningkatan Fitur Kesehatan dan Olahraga

Dibandingkan HUAWEI WATCH FIT 4, kedua varian baru ini membawa sejumlah peningkatan pada pemantauan heart rate variability (HRV), pulse-wave arrhythmia analysis, pemantauan tidur berbasis sains, serta pelacakan emotional wellbeing 2.0 yang mampu mengidentifikasi hingga 12 level emosi.

Fitur unik baru bernama Cuteness Relief hadir berupa animasi interaktif yang memandu latihan pernapasan untuk meredakan stres. Kedua varian juga mendukung kesehatan perempuan dengan sensor suhu tubuh untuk melacak siklus menstruasi.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis Watch Fit 5 Series dengan Deteksi Diabetes

Untuk olahraga, HUAWEI WATCH FIT 5 Series mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk bersepeda, lari, trail run, hingga racket sports. Generasi terbaru ini menghadirkan Mode Mini Workout, fall detection, dan dukungan aplikasi pihak ketiga untuk statistik olahraga raket.

Pada varian Pro, mode golf mendukung lebih dari 17.000 peta lapangan global, meningkat dari 15.000 peta pada seri sebelumnya. Mode ini dilengkapi peta zoomable, Live Scorecard, hingga Green View.

Untuk trail run, ada fitur estimasi waktu dan jarak, split elevation, serta navigasi peringatan. Pengalaman outdoor semakin lengkap dengan dukungan freediving hingga kedalaman 40 meter.

Content image for article: Huawei Resmi Rilis Watch Fit 5 Series dengan Deteksi Diabetes

Teknologi Sunflower Positioning System yang diperbarui membuat sinyal lebih kuat, bahkan di tengah gedung tinggi. Akurasi jarak pada varian Pro juga lebih baik dibandingkan pendahulunya. Dual-band positioning dengan GPS 6 Satellite memberikan navigasi akurat di berbagai medan.

Desain Premium dan Daya Tahan Baterai

Varian Pro hadir dengan layar 1,92 inci LTPO AMOLED, meningkat dari 1,82 inci LTPS pada seri sebelumnya. Rasio layar-ke-bodi mencapai 83 persen, dengan kecerahan 3.000 nits di semua mode. Material 2.5D sapphire glass dan titanium alloy ringan membuat bobot hanya 30,4 gram.

Sementara varian Basic mengusung layar AMOLED 1,82 inci dengan kecerahan 2.500 nits, menggunakan aluminium alloy seri 7000 yang ringan dengan bobot hanya 27 gram. Pada edisi Silver, aluminium berasal dari material daur ulang. Kedua model menawarkan berbagai pilihan warna dan strap inovatif.

HUAWEI WATCH FIT 5 Pro tersedia dalam tiga warna: putih, hitam, dan oranye. Varian Basic hadir dalam lima pilihan: putih, hitam, ungu, silver, dan hijau.

Baterai generasi terbaru mampu bertahan hingga sepuluh hari dalam penggunaan ringan, tujuh hari untuk penggunaan umum, atau empat hari jika Always-On Display aktif.

Pada versi Pro, fast wireless charging memungkinkan baterai terisi penuh hanya dalam 60 menit. Untuk aktivitas trail run, daya tahan baterai Pro mencapai 21 jam.

Fitur pintar lainnya termasuk panggilan Bluetooth, notifikasi pesan, penyimpanan musik hingga 64GB, rekaman memo suara, dan perkiraan cuaca personal termasuk indeks UV. Smartwatch ini kompatibel penuh dengan iOS dan Android berkat HarmonyOS.

HUAWEI WATCH FIT 5 Series tersedia di HUAWEI Store dan e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, Erafone, dan Eraspace.

Pembelian offline bisa dilakukan di HUAWEI Authorized Experience Store, Erafone, Blibli Store, Urban Republic, Digiplus, dan partner store resmi Huawei.

Bagi yang mencari aksesori audio pendamping, Harga Terbaru HUAWEI FreeBuds Pro 5 juga bisa menjadi pertimbangan. (Icha)

OPPO A6c Hadir Berbekal Baterai 7000mAh dan Desain Premium

Telko.id – OPPO resmi meluncurkan smartphone terbaru, OPPO A6c, yang mengusung baterai jumbo 7000mAh dan desain stylish premium.

Perangkat ini hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan performa andal dengan harga terjangkau.

OPPO A6c memadukan daya tahan baterai tinggi, desain elegan, serta performa anti lag dalam satu perangkat.

Jiang Linlin, Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, menyatakan bahwa OPPO A6c dirancang untuk pengguna yang ingin tetap tampil stylish tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsionalitas.

Jiang menambahkan bahwa Oppo dalam merancang OPPO A6c dengan desain yang terinspirasi dari tren flagship masa kini, mulai dari detail horizontal yang modern serta sudut melengkung yang menghadirkan kenyamanan optimal saat digenggam.

Ia pun percaya, smartphone saat ini bukan sekadar perangkat teknologi, tetapi juga bagian dari identitas dan gaya hidup penggunanya.

Smartphone ini tersedia dalam tiga pilihan warna menarik: ungu, putih, dan coklat. Setiap warna dibuat dengan teknik manufaktur canggih OPPO, memadukan tekstur eksklusif Feather Textured Finish dengan efek 3D Dynamic Glow. Hasilnya, perangkat ini tampil premium meski dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

Baterai 7000mAh, Live Streaming Seharian Tanpa Panas

Salah satu keunggulan utama OPPO A6c adalah baterai ultra besar 7000mAh yang terdepan di kelasnya. Baterai ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari hiburan, belajar, hingga aktivitas sehari-hari yang dinamis.

Dalam sekali pengisian daya, perangkat ini mampu bertahan hingga 28 hari dalam kondisi siaga, 26,84 jam pemutaran video YouTube, dan 11,67 jam bermain game Mobile Legends: Bang Bang.

Content image for article: OPPO A6c Resmi Meluncur, Baterai 7000mAh dan Desain Premium

Daya tahan baterai ini memberikan keleluasaan bagi pengguna, termasuk content creator dan pelaku UMKM, untuk live streaming seharian tanpa khawatir kehabisan daya.

Perangkat ini juga menjaga performa stabil dan tanpa panas berkat manajemen daya yang efisien. Tak hanya itu, OPPO A6c dilengkapi teknologi yang dirancang untuk menjaga usia pakai baterai hingga 6 tahun.

Pengguna juga dapat memaksimalkan baterai berkapasitas besar ini melalui fitur 5W Reverse Wired Charging. Fitur ini memungkinkan perangkat berfungsi sebagai power bank untuk mengisi daya perangkat lain seperti earbuds atau smartwatch.

Dukungan pengisian daya 15W memungkinkan baterai terisi dari 1% hingga 21% dalam 30 menit, dan penuh dalam 2 jam 52 menit.

Performa Anti Lag 4 Tahun dengan Sertifikasi Fluency Protection

Dalam hal performa, OPPO A6c telah memenuhi standar sertifikasi Fluency Protection selama 4 tahun dari OPPO. Sertifikasi ini menjamin performa tetap lancar hingga empat tahun penggunaan.

Dirancang untuk penggunaan jangka panjang, OPPO A6c juga dilengkapi dengan sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air.

Perangkat ini juga didukung fitur Splash Touch dan Oily-Hand Touch. Fitur ini memastikan layar tetap responsif meski digunakan dengan tangan basah atau berminyak, seperti saat berkendara di tengah hujan ringan, selesai berolahraga, maupun saat beraktivitas di dapur.

OPPO A6c dibekali layar 120Hz ultra cerah, dengan RAM dan ROM UFS 2.2 berkecepatan tinggi, serta prosesor Octa-Core Unisoc T7250.

Kombinasi ini menghadirkan pengalaman gaming dan hiburan yang imersif, termasuk bermain game Mobile Legends: Bang Bang dengan lancar di 60 fps. Didukung RAM 4GB serta penyimpanan hingga 128GB, OPPO A6c memastikan performa tetap mulus untuk berbagai aktivitas.

Perangkat ini mampu menghadirkan pengalaman tanpa hambatan, mulai dari instalasi aplikasi yang lebih cepat, waktu loading yang lebih singkat, hingga menjalankan aplikasi berat dengan lancar.

Kemampuan ini juga mendukung produktivitas harian seperti multitasking antar aplikasi, mengelola dokumen, hingga menjalankan aplikasi kerja dan komunikasi secara bersamaan.

Aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih efisien dan responsif tanpa gangguan. Untuk informasi lebih lengkap tentang seri lainnya, simak artikel OPPO A6t Series yang juga hadir dengan baterai besar.

Kamera Ultra-Clear dengan Dukungan AI

Untuk pengalaman fotografi, OPPO A6c dilengkapi kamera utama 13MP Ultra-Clear dengan mode 50MP Hi-Res Mode, serta kamera depan 5MP.

Berbagai fitur seperti Portrait Mode, Night Mode, Retouch, hingga teknologi AI seperti AI Smart Image Matting 2.0, AI Clear Face, dan AI Eraser memungkinkan pengguna menghasilkan foto yang jernih dan kreatif dengan mudah.

Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi fitur berbasis AI seperti asisten Google Gemini, Google Lens, dan Privacy Safe. Fitur-fitur ini membantu meningkatkan produktivitas dan mempermudah berbagai aktivitas sehari-hari pengguna.

Bagi yang penasaran dengan seri lainnya, baca juga artikel tentang OPPO A6s Segera Rilis yang juga membawa baterai 7000mAh.

Harga dan Ketersediaan

OPPO A6c tersedia dengan harga Rp 2.499.000 untuk varian 4GB+64GB, dan Rp 2.999.000 untuk varian 4GB+128GB.

Konsumen dapat membeli OPPO A6c melalui OPPO Store, OPPO Online Store, E-commerce, serta Toko Rekanan Resmi OPPO di seluruh Indonesia.

Dengan harga yang kompetitif, OPPO A6c menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan baterai besar dan performa andal.

Perangkat ini juga menjadi bagian dari keluarga OPPO A-series yang dikenal dengan durabilitas tinggi.

Peluncuran OPPO A6c menunjukkan komitmen OPPO untuk terus menghadirkan inovasi di segmen entry-level. Dengan baterai 7000mAh, desain premium, dan performa yang dijamin lancar hingga 4 tahun, perangkat ini siap menjadi andalan bagi pengguna yang aktif dan membutuhkan smartphone tangguh untuk aktivitas sehari-hari. (Icha)