Telko.id – Perusahaan AI Anthropic dilaporkan tengah mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan chip AI (AI chip) sendiri sebagai respons terhadap kelangkaan pasokan semikonduktor global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat infrastruktur komputasi yang dibutuhkan dalam pengembangan model AI skala besar.
Rencana ini dilaporkan masih berada pada tahap awal, di mana perusahaan pada akhirnya mungkin tetap memutuskan untuk hanya membeli cip AI dan tidak merancangnya.
Hal tersebut disampaikan oleh dua orang yang mengetahui masalah tersebut dan satu orang yang diberi pengarahan tentang rencana perusahaan.
Seperti dikutip Reuters (10/04/2026), manuver eksplorasi ini berbanding lurus dengan permintaan untuk model AI Claude yang terus mengalami akselerasi sepanjang tahun 2026.
Baca Juga:
- OS Super Aman Dibobol AI, Tanpa Bantuan Manusia
- Apple Buka Siri ke Lebih Banyak Chatbot AI Pihak Ketiga
Awal pekan ini, pihak Anthropic menyatakan bahwa tingkat pendapatan tahunan (run-rate revenue) perusahaan rintisan (startup) tersebut kini telah melampaui angka US$30 miliar, melonjak dari sekitar US$9 miliar pada akhir tahun 2025.
Selama ini, pengembangan AI sangat bergantung pada chip dari vendor seperti NVIDIA, yang mendominasi pasar GPU untuk kebutuhan pelatihan dan inferensi model AI.
Namun, tingginya permintaan membuat pasokan menjadi terbatas dan biaya semakin meningkat, sehingga mendorong perusahaan seperti Anthropic untuk mencari alternatif yang lebih mandiri.
Meski masih dalam tahap kajian awal, langkah ini mencerminkan tren besar di industri AI, di mana perusahaan mulai mengintegrasikan software dan hardware dalam satu ekosistem. Strategi ini sebelumnya juga telah dilakukan oleh perusahaan teknologi lain untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga sekaligus meningkatkan kontrol terhadap performa produk mereka.
Diskusi internal Anthropic mengenai perancangan cip ini nyatanya mencerminkan upaya serupa yang sedang berlangsung di perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Meta dan OpenAI.
Meski menggiurkan untuk kemandirian ekosistem, ambisi pembuatan cip AI tingkat lanjut dapat menelan biaya sekitar setengah miliar dolar, menurut sumber industri.
Hal ini mengingat perusahaan perlu mempekerjakan barisan insinyur yang sangat terampil serta mengalokasikan pengeluaran ekstra untuk memastikan proses manufaktur tidak memiliki cacat produksi (defects).
Secara teknologi, pengembangan chip sendiri memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan hardware sesuai kebutuhan model AI mereka, baik dari sisi efisiensi, performa, maupun konsumsi energi. Dengan pendekatan ini, sistem AI dapat berjalan lebih optimal dibandingkan menggunakan chip umum yang diproduksi massal.

