spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1755

Kunjungi Silicon Valley, Rudiantara Ingin Dalami E-commerce

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dijadwalkan untuk bertolak ke Amerika Serikat pada 24 Oktober esok. Dalam kunjungan tersebut, keduanya akan menyempatkan diri untuk singgah ke kawasan berkumpulnya perusahaan teknologi raksasa di California, yakni Silicon Valley.

Menkominfo mengungkapkan bahwa salah satu agenda kunjungan kenegaraan ini adalah bertukar pikiran dan belajar mengenai pembinaan startup dan e-commerce. Seperti diketahui, e-commerce adalah salah satu bagian dari ekosistem 4G yang di galang oleh Kominfo.

Pada laman resmi Kominfo, Chief RA mengungkapkan, “Diharapkan akan ada kerja sama lebih lanjut mengenai e-commerce ke depannya serta bertukar informasi tentang sistem pendanaan, logistik, hingga proteksi konsumen pada startup di sana.”

Fokus kepada e-commerce ini sesuai dengan Roadmap e-commerce dan Visi Seribu Digital Technopreneur pada 2020.

Dalam kunjungan ini, Menkominfo Rudiantara juga turut membawa serta sejumlah technopreneur tanah air, seperti founder Gojek, Nadiem Makarim; CEO Tokopedia, William Tanuwijaya; dan Andrew Darwis sebagai Taipan Kaskus.

Disana rombongan akan mengunjungi berbagai perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook untuk bertukar pikiran dan belajar mengenai pembinaan startup dan e-commerce.

Rudiantara juga menginginkan agar Indonesia bisa menjadi kawasan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Untuk sektor e-commerce, ia juga menargetkan bisnis ini dapat mencapai USD 130 miliar di Indonesia pada 2020.

“Maka itu, kita  akan lihat di sana seperti apa, berapa technoprenuer, area, dan lainnya yang diperlukan,” jelas Menkominfo. [AK/IF]

XL Dukung Kerajinan Nusantara Go Digital

0

Untuk memperluas pasar, tidak bisa menggunakan cara-cara tradisional. Harus lebih modern yang tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu. Yang paling tepat adalah digital. Cara ini pun sudah mulai harus dijalani oleh para pengrajin nusantara. Jika tidak maka akan kalah bersaing di dunia internasional. Padahal, kerajinan Nusantara itu sangat indah dan bernial tinggi.

Sayangnya, masih banyak para pengrajin ini yang tidak mengerti tentang internet. Untuk itu perlu ada langkah stragis yakni harus sosialisasi dan edukasi. Targetnya adalah para pengrajin juga dapat dikenal jauh lebih luas lagi.

Dengan layanan internet dan digital, maka dengan mudah para pengrajin untuk lebih dikenal lebih luas lagi. Kesepakatan ini, Seperti yang dipandang perlu sebagai sarana yang strategis untuk promosi produk kerajinan nasional agar bisa lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, termasuk secara global. Ketua Harian Dekranas, Hj. dr. Erni Tjahjo Kumolo dan Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Kamis (22/10).

Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Umum Dekranas, menyambut baik kerjasama ini, “Apresiasi atas kerjasama untuk pembelajaran, promosi dan pemasaran e-commerce bagi para perajin, dengan memanfaatkan internet dan teknologi bergerak (internet & mobile technology) dari mitra Sisternet dan Elevenia. Pada era saat ini, pemanfaatan internet sangat diperlukan, karena dengan internet dan telekomunikasi digital para perajin dapat langsung mempromosikan dan memasarkan produk kerajinannya, tidak hanya dalam negeri tetapi juga ke luar negeri.”

Sementara itu, Dian siswarini menandaskan, dengan visi pemerintah ke depan, XL telah berkomitmen kuat untuk ikut menyiapkan masyarakat menuju era digital. Kerjasama ini merupakan salah satu implementasi dari visi tersebut, di mana XL dan Elevenia siap untuk memfasilitasi para perajin di berbagai wilayah Nusantara dalam mengenalkan produknya ke pasar yang lebih luas, termasuk agar dikenal hingga ke manca negara.”

Secara lebih detail, kerjasama ini mencakup penyediaan website www.dekranas.id , sosialisasi dan edukasi mengenai e-commerce atau pemasaran secara digital, pemasaran produk kerajinan melalui Elevenia, serta promosi melalui layanan mobile advertising dari XL.

Website www.dekranas.id akan menjadi portal informasi mengenai organisasi Dekranas sendiri, serta berbagai data mengenai perajin serta produk kerajinan yang diproduksi. Dengan adanya website yang lengkap dari sisi informasi, maka masyarakat luas Indonesia dan internasional akan bisa dengan mudah mendapatkan rujukan yang memadai mengenai produk kerajinan asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah. Website www.dekranas.id sudah bisa dimanfaatkan mulai saat ini dalam versi desktop dan mobile.

Selain sebagai wadah informasi, pada website tersebut perajin akan mendapatkan akses untuk mendaftarkan diri dan memamerkan produknya dalam halaman profil para perajin. Halaman ini dapat selalu di-update dan menjadi semacam etalase bagi masing-masing perajin. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat informasi mengenai produk kerajinan sekaligus pembuatnya. Selain itu, akan tersedia pula daftar pemasok bahan sehingga memudahkan perajin menghubungi pemasok bahan bakunya.

Sementara itu, program sosialisasi dan edukasi pemasaran digital akan mendapatkan dukungan dari Elevenia dan Sisternet. Agenda dan materi pelatihan yang juga akan bisa diakses di website www.dekranas.id. Dengan demiakian, perajin dari berbagai pelosok daerah akan tetap bisa mendapatkan manfaat edukasi melalui website ini.

Rencana untuk program sosialisasi dan edukasi dimulai di tahun 2016 mengikuti program kerja Dekranas/Dekranas Daerah yang disinkronisasi dengan agenda Elevenia dan program Sisternet. Elevenia akan ikut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai wadah berjualan. Bahkan, perajin sudah bisa mendaftarkan diri menjadi penjual di Elevenia dengan mendaftar melalui situs www.elevenia.co.id. (Icha)

 

Indosat Dukung Daerah Menuju Smart Region

0

Jakarta – Indonesia kini tengah bersiap untuk memajukan daerah dengan membangun infrastruktur ICT yang mumpuni. Dengan kondisi kepulauan di Indonesia, maka jika infratruktur ICT terbangun dengan baik maka setiap daaerah akan saling terhubung. Bukan hanya antara wilayah Indonesia, tetapi juga dengan Dunia. Yang akhirnya, tentu akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakatnya.

Indosat adalah salah satu provider yang berkomitmen untuk terus memajukan Indonesia. Yang baru saja dilakukan oleh Indosat sebagai anggota Group Ooredoo adalah berkomitmen untuk turut mendukung kesiapan infrstruktur ICT daerah menuju Smart Region. Dukungan tersebut akan diberikan pada 45 daerah, baik setingkat provinsi, kabupaten dan kota yang menjadi peraih nominasi Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2015.

Dukungan yang diberikan adalah berupa penyediaan IT Services, yaitu Cloud dan Big Data Analysis, serta M2M Solutions. Selain itu, Indosat akan menjadi business partner Citiasia pada ISNA 2015 yang akan memberikan fasilitas paket layanan Close User Group (CUG) dan fasilitas layanan online Pemerintah Daerah melalui internet.org. Layanan CUG akan diberikan gratis selama satu tahun kepada 9 daerah peraih Gold Thropy ISNA 2015 dan Fasilitas layanan online Pemerintah Daerah akan diberikan kepada 45 daerah nominasi ISNA 2015. Melalui internet.org, pemerintah daerah akan mendapatkan beberapa aplikasi yang mendukung pelaksanaan Smart Region secara cuma-cuma.

Group Head Major & Strategic Account Indosat, Feby Sallyanto mengatakan, “Indosat selalu mendukung terwujudnya smart nation yang diawali dengan smart region melalui aset dan teknologi yang kami miliki. Kami berharap fasilitas yang Indosat berikan dapat mempermudah kerja birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”

Kegiatan ini, merupakan komitmen bersama yang dilakuan Indosat bersama dengan Datacomm Diangraha dan Citiasia, Inc. sebagai inisiator Gerakan Indonesia Smart Nation untuk bersama-sama bersinergi membangun daerah percontohan Smart Region (Smart City) di Indonesia.

Berikut adalah daftar wilayah yang akan didukung oleh Indosat untuk membangun infrasruktur ICT dengan tujuan membangun Smart Region:

Kategori kabupaten berukuran kecil

  1. Bintan
  2. 
Muko-muko
  3. Lampung Barat
  4. Tungkup
  5. Polwano

Kategori kabupaten berukuran sedang

  1. Bantul
  2. Badung
  3. Semarang
  4. Gianyar
  5. Boyolali

Kategori kabupaten berukuran besar

  1. Bogor
  2. Sleman
  3. Tangerang
  4. Banyuwangi
  5. Kabupaten Bandung

Kategori kota berukuran kecil

  1. Batu
  2. Pasuruan
  3. Madiun
  4. Blitar
  5. Bontang

Kategori kota berukuran sedang

  1. Surakarta
  2. Yogyakarta
  3. Cimahi
  4. Cirebon
  5. Balikpapan

Kategori kota berukuran besar

  1. Surabaya
  2. Bandung
  3. Semarang
  4. Bekasi
  5. Depok

Kategori provinsi berukuran kecil

  1. Kepulauan Riau
  2. Gorontalo
  3. Kepulauan Bangka Belitung
  4. Bengkulu
  5. Maluku

Kategori provinsi berukuran sedang

  1. Bali
  2. Yogyakarta
  3. Nusa Tenggara Barat
  4. Aceh
  5. Kalimantan Selatan

Kategori provinsi berukuran besar

  1. Jawa Barat
  2. Jawa Timur
  3. DKI Jakarta
  4. Jawa Tengah
  5. Banten  (Icha)

Acumatica Hadirkan Solusi ERP Untuk Indonesia

0

Jakarta – Lewat sebuah tur bertajuk Solution Tour, perusahaan penyedia software ERP, Acumatica mengembangkan sayapnya ke Indonesia.

Di sini, solusi ERP dari Acumatica telah merambah sejumlah sektor, diantaranya bisnis retail, manufaktur serta intelegent bisnis.

Laurent Dedenis, President International Acumatica menyebutkan, “Bisnis di Asia tumbuh dan berkembang dengan pesat di luar wilayah mereka, untuk itu kami hadir memberikan solusi bisnis dan management kelas dunia yang mudah digunakan dan sesuai dengan standar global.”

Lebih lanjut, saat ditemui pada acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10), ia menambahkan bahwa Acumatica juga menawarkan solusi yang fleksibel dan memungkinkan pengguna untuk bekerja dimanapun dan kapanpun.

Sebagai informasi, sejak tahun 2008 Acumatica telah menyediakan solusi manajemen bisnis yang inovatif untuk membantu para vendor software independen lokal untuk membangun dan menciptakan solusi dari permasalahan bisnis yang dihadapi oleh para pelanggan.

Laurent menambahkan, alasan mereka merambah pasar Indonesia adalah karena di Indonesia bisnis sedsng bertumbuh serta banyaknya startup disini yang tentunya memerlukan solusi ERP.

Terkait dengan IoT, mereka mengungkapkan bahwa software Acumatica memang didesain untuk mendukung tren Internet of Things di Indonesia, terkait dengan baiknya kualitas jaringan serta tren yang ada sekarang.

Hal ini dibuktikan dengan memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses software mereka secara lintas platform yakni, peramban desktop, Android apps serta iOS apps.

Mengenai keamanan, pihak Acumatica juga mengklaim dapat memberikan akses yang aman bagi para pengguna dengan mengganti VPN pada browser mereka.

Sementara dalam konteks penyimpanan, meski tidak menyediakan sebuah software khusus bagi para penggunanya, namun Acumatica dapat terintegrasi dengan berbagai layanan cloud seperti private cloud, public cloud ataupun hybrid cloud.

Pemerintahan Jadi Target Potensial Acumatica Berikutnya

0

Jakarta – Acumatica, perusahaan ERP cloud kemarin menggelar Solution Tour di Jakarta. Bertempat di salah satu Hotel di bilangan SCBD Jakarta, Solution Tour ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Acumatica di kawasan Asia Tenggara.

Berbagai solusi inovatif di berbagai bidang seperti ritel, manufaktur, intelijen bisnis, manajemen gudang dan manajemen distribusi dihadirkan pada kegiatan ini. Pihak Acumatica menyebutkan bahwa solusi ini dapat diimplementasikan dengan cepat dan hemat biaya melalui platform cloud dan mobile.

Pihak Acumatica menyebut, bahwa di Indonesia solusi mereka nyatanya bisa diterima karena sudah memiliki 40 customer lebih, namunmereksa masih belum belum berfokus ke arah industri telekomunikasi dan juga perbankan.

Kristian Harianjaja, perwakilan dari Acumatica menyebutkan juga bahwa perusahaan tengah bersiap merambah ke sektor pemerintahan.

Ia menyebut, “Kemungkinan akan mengarah ke pemerintahan karena kami memiliki project accounting dan banyak partner kami yang melakukan project desk dan bisa membantu pihak pemerintahan.”

Ia juga menambahkan, walaupun saat ini Acumatica masih berfokus pada sektoral Industri manufaktur karoseri, serta F&B, namun mereka sudah memiliki rencana dan berfokus untuk masuk ke sektor pemerintahan. Hal tersebut, sampai dengan saat ini masih pada tahap penjajakan.

“Sudah ada omongan dan tengah berfokus untuk menjual Acumatica ke sektor pemerintahan namun masih dalam tahap penjejakan,” kata Harianjaja.

Sebagai informasi, Acumatica adalah penyedia software manajemen bisnis cloud dan memberikan rangkaian aplikasi manajemen bisnis yang terintegrasi lengkap, seperti Keuangan, Distribusi, CRM, dan Proyek Akuntansi pada platform yang kuat dan fleksibel. Untuk mendukung penerapan Internet Of Things di Indonesia, Acumatica juga memberikan fleksibilitas dalam hal akses untuk para penggunanya.

Optimalkan Fungsi Mesin Pencarian, Yahoo Gandeng Google

0

Jakarta – Kabar mengenai kerjasama antara Yahoo dan Google ternyata bukan sekedar isapan jempol.

Kedua perusahaan teknologi ini ternyata memang menjalin sebuah kerjasama untuk meningkatkan pendapatan mereka dalam hal mesin pencari.

Mengenai kerjasama ini, Yahoo dan Google diketahui telah menandatangani kontrak non eksklusif selama tiga tahun.

Sebagai informasi, Yahoo telah memiliki kontrak eksklusif dengan mesin pencari Bing buatan Microsoft. Ini berarti jika pengguna mencari informasi di internet melalui Yahoo, maka pengguna akan mendapatkan hasilnya dari mesin pencari Bing.

Hal yang sama juga berlaku dalam kesepakatan Yahoo dan Google. Dengan kerjasama Yahoo dan Google, berarti hasil pencarian tertentu di Yahoo akan bersumber dari mesin pencari Google. Kerjasama ini akan memuat hasil pencarian informasi internet, mencakup pencarian di website ataupun perangkat mobile di seluruh dunia.

Dilansir dari TheNextWeb, Kamis (22/10), Yahoo menempati urutan ketiga sebagai mesin pencari internet di Amerika. Sebanyak 12.6 persen pengguna internet di Amerika menggunakan Yahoo untuk mencari informasi, sementara itu, Google di urutan teratas dengan pangsa pasar mencapai 64 persen. Sedangkan Bing mendulang pangsa pasar 20.7 persen.

 

Dalam 6 Bulan, China Mobile Tambah 100 Juta pelanggan Lewat 4G

0

Jakarta – Perusahaan telekomunikasi asal China, China Mobile, baru-baru ini merilis laporan keuangan perusahaan. Dari sini, diketahui bahwa perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan 6,5% di sembilan bulan pertama di tahun 2015 atas berkembangnya pengoperasian TD-LTE.

Atas keberhasilannya dalam mengoperasikan teknologi ini, China Mobile sukses menambah lebih dari 100 juta pelanggan 4G dalam enam bulan terakhir.

Operator seluler terbesar di dunia ini mempublikasikan pencapaiannya untuk sembilan bulan pertama di 2015, dengan melaporkan pertumbuhan pendapatan 6,5% menjadi CNY 512.74 juta atau sekitar Rp 109 miliar. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pesat dalam layanan 4G dan penjualan terminal.

Saat ini, seperti dilaporkan Total Telecom, Kamis (22/10), China Mobile memiliki total basis pelanggan mobile sebanyak 822.91 juta pada akhir September, termasuk 247.62 juta pengguna 4G. Di bulan September sendiri, 4G menyumbang pelanggan sebanyak 18.35 juta, sementara dalam kurun waktu lebih dari enam bulan sukses menarik 104.54 juta pelanggan.

“Didorong oleh pesatnya pertumbuhan pelanggan 4G dan pengembangan suara layanan 4G, operasi lalu lintas data perusahaan terus mengalami perkembangan pesat,” kata China Mobile dalam sebuah pernyataan yang dirilis belum lama ini.

Hal ini berdampak pada pertumbuhan lalu lintas data mobile sebanyak 151% menjadi 1,82 miliar GB di tiga kuartal pertama dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada 1 Oktober lalu, operator telah meluncurkan rencana baru, yang memungkinkan pelanggan untuk mempertahankan data yang tidak terpakai. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif tertentu pada pendapatan usaha dan laba bersih pada kuartal keempat.

Pertumbuhan 4G memakan biaya, maka belanja modal tetap tinggi dalam sembilan bulan pertama, ungkap China Mobile tanpa bersedia menyebutkan angkanya.

Namun perusahaan melakukan serangkaian langkah-langkah pengendalian biaya, dan dengan demikian mampu mencatat pertumbuhan EBITDA 9,1% menjadi CNY 192.3 miliar, laba yang tersedia bagi pemegang saham ekuitas sebesar CNY 85.4 miliar, dan margin 16,7%.

Pengembang Angry Birds Rumahkan Lebih dari 200 Pekerjanya

0

Jakarta – Popularitas yang tinggi tak selamanya dibarengi oleh kesuksesan. Paling tidak, itulah yang dialami pembuat Angry Birds, Rovio. Alih-alih menuai sukses besar lewat franchise game tersebut, perusahaan ini malah berjuang untuk kelangsungan hidupnya. Alhasil, Rovio pun merumahkan hampir sepertiga dari tenaga kerjanya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan baru-baru ini, pengembang game asal Finlandia itu menegaskan pada publik, bahwa mereka telah memecat lebih dari 200 pekerjanya dan memulai reorganisasi besar-besaran.

“Rovio Entertainment Ltd telah tiba pada kesimpulannya mengenai negosiasi dengan karyawan yang diumumkan pada 26 Agustus tahun ini,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang diterima Fast Company, Kamis (22/10). “Akibatnya, Rovio akan mengurangi tenaga kerja di 213 posisi. Rovio Entertainment akan merestrukturisasi dan mengkonsentrasikan kegiatannya pada sekitar tiga bidang bisnis utama: game, media dan produk konsumen.”

Jumlah pengurangan di 213 posisi ini sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan prediksi sebelumnya, dimana Rovio dikabarkan akan mengurangi setidaknya 260 pekerjaan. Rovio sendiri memiliki 670 pekerja sebelum PHK.

Menurut Phys.org, sebagian besar PHK akan mempengaruhi pekerja di Finlandia. Sementara sekitar 15 akan berada di luar negeri.

Rovio telah mempertahankan keberhasilan moderat dengan franchise Angry Birds, namun secara krusial telah gagal dalam mengembangkan game, produk, atau konsep lainnya. Perusahaan ini kini menempatkan banyak sumber dayanya di balik film animasi 3D, yang dijadwalkan akan dirilis tahun depan. Film berjudul “The Angry Birds Movie” ini konon akan membantu Rovio menghidupkan kembali minat orang atas Angry Birds.

Ooredoo dan Facebook Tawarkan Internet Gratis di Maladewa

0

Jakarta – Setelah menyediakan akses internet mudah tanpa pulsa bagi masyarakat Indonesia, khususnya pedagang pasar tradisional. lewat anak usahanya PT Indosat Tbk beberapa waktu lalu, Ooredoo baru-baru ini mengumumkan akan melakukan hal serupa di Maladewa. Bermitra dengan Facebook, perusahaan telekomunikasi ini akan menawarkan akses internet gratis di berbagai sektor.

Skema Free Basics memberi pengguna akses ke pekerjaan tertentu, kesehatan, sekolah dan berita, dan, tentu saja, ke Facebook.

Seperti diketahui, Facebook meluncurkan skema ini di bawah bendera Internet.org dua tahun yang lalu dan mengubah nama website serta aplikasi mobile-nya menjadi Free Basics pada bulan September. Nama internet.org masih digunakan untuk inisiatif yang lebih luas, yang tujuannya adalah untuk menyediakan konektivitas Internet untuk dua pertiga dari dunia yang belum memilikinya.

Menurut laporan Total Telecom, Kamis (22/10), seperti disampaikan Ooredoo, Free Basics kini telah tersedia untuk lebih dari 1 miliar orang di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Pada bulan April lalu, anak usahanya, yakni Indosat telah membawa layanan ini ke Indonesia.

“Setelah peluncuran Internet.org di Indonesia, dengan Free Basics kini kami berusaha untuk memfasilitasi akses ke berbagai sumber daya dan jasa online yang berharga juga di Maladewa, berharap untuk mencapai dampak ekonomi dan sosial yang sama positifnya seperti yang kami amati di daerah lain,” ungkap CEO kelompok Ooredoo, Nasser Marafih.

F5 Networks: Keamanan Prioritas Utama Saat Terapkan Aplikasi

0

Jakarta – Semakin luasnya penggunaan aplikasi di luar sana, apapun aktivitas yang dilakukan, secara tidak langsung telah mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap aplikasi. Jika sebelumnya aplikasi hanya sebagai alat pendukung saja, kini aplikasi mulai menjadi penggerak utama aktivitas.

Adopsi perangkat pintar (smartphone/tablet) yang semakin meningkat, diakui Country Manager F5 Networks Indonesia, Fetra Syahbana, sebagai pendorong meningkatnya ketergantungan terhadap aplikasi.

Pemerintah dan bisnis bahkan mampu mengirimkan layanan mereka ke lebih banyak lagi pengguna melalui platform perangkat pintar,” ungkapnya, ketika ditemui di Jakarta, Rabu, (21/10).

Fetra SyahbanaMenurut hasil survei yang dilakukan F5 Networks terhadap perusahaan di dunia dan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, diketahui bahwa “Mobile Applications” menjadi tren teknologi yang berperan penting bagi perusahaan. Dimana perangkat pintar menjadi media yang tepat bagi bisnis dan pemerintah untuk menyediakan layanan melalui aplikasi Mobile.

Hal ini tak bisa dipungkiri turut berpengaruh pula terhadap tren kedua, yaitu meningkatnya Private cloud. Di sini, cloud memungkinkan perusahaan untuk mempermudah akses ke layanan yang ingin diakses menggunakan aplikasi. Dan tentu saja mampu menyediakan lebih banyak aplikasi untuk beragam layanan dengan lebih cepat.

Lewat sebuah survei bertajuk ‘The State of Application Delivery in APAC 2015’ yang dilakukan terhadap perusahaan baru-baru ini, F5 Networks bahkan turut mengungkap bahwa berbagai macam aplikasi perusahaan kini mulai dipindahkan ke cloud, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang menganut filosofi “cloud-first”.

Survei yang diikuti 3.266 responden – terdiri dari para pembuat keputusan dalam bidang IT di wilayah APAC (Asia Pasifik) – ini juga menggali informasi mengenai application service yang sudah dan akan mereka terapkan di dalam sistem IT perusahaan mereka.

Hampir separuh responden (45%) kini menjalankan 1-200 aplikasi, sementara 10% dari responden telah menjalankan lebih dari 3.000 aplikasi di dalam perusahaan. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa setidaknya 41% pengambil keputusan di bidang IT perusahaan mengatakan bahwa hampir seperempat (24%) dari jumlah aplikasi yang terdapat di sistem perusahaan mereka saat ini sedang dipertimbangkan untuk dipindah ke cloud pada tahun 2016 mendatang. Sementara hampir seperempat dari responden lainnya mengatakan bahwa 25%-50% aplikasi akan dipindahkan ke cloud pada tahun 2016.

Tantangan dalam mengadposi hybrid cloud

Meskipun popularitas hybrid cloud meningkat, 29% responden menganggap tingkat adopsinya masih lambat. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka dalam mengenali pengaturan pengelolaan identitas dan akses yang komprehensif. Lebih lanjut, 35% responden mengakui bahwa mereka minim pemahaman untuk tahu kapan saat yang tepat untuk menerapkan cloud publik ataupun privat.

Keamanan aplikasi adalah prioritas utama

Hal yang juga turut diungkap dalam survei adalah keamanan menjadi prioritas utama bagi perusahaan di wilayah Asia Pasifik dalam menerapkan cloud di perusahaan. Keamanan bahkan melampaui pentingnya ketersediaan dan kinerja aplikasi. Faktanya, 42% responden percaya bahwa keamanan merupakan kekhawatiran utama perusahaan ketika menerapkan aplikasi.

Namun yang mengkhawatirkan adalah lebih dari seperempat responden belum memiliki rencana untuk menerapkan application service ‘DDoS protection’. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak perusahaan di wilayah Asia Pasifik yang masih belum dapat mengenali jenis serangan yang secara signifikan dapat mengancam jalannya bisnis mereka, karena DDoS merupakan serangan yang mengeksploitasi aplikasi melalui identitas / akses.