spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1732

Tak Sesuai Ekspektasi, Bolt! Cuma Kantongi 1,8 Juta Pelanggan di 2015

0

Telko.id – Lain Vodafone, lain pula Internux, atau biasa kita kenal dengan Bolt!. Anak perusahaan dari PT Mitra Mandiri yang mayoritas dimiliki oleh First Media ini menutup tahun 2015 tak seindah yang diharapkan, yakni dengan hanya 1,8 juta pelanggan. Jumlah ini jauh di bawah target akhir tahun yang dicanangkan, yakni sebesar 2,5 juta.

Namun, alih-alih dibuat terpuruk oleh rasa kecewa, CEO Perusahaan, Dicky Mochtar memilih untuk tetap optimis. Menunjukkan bahwa perusahaan telah meraih pangsa 16% dari pasar pada awal tahun ini, naik dari hanya 2% di awal 2015.

Internux awalnya berdiri sebagai warnet yang hanya bermodalkan 10 unit komputer dengan sistem operasi LINUX. Oleh karena itu, nama yang diusung adalah Intenux, berasal dari Internet LINUX. Perusahaan ini pertama kali terdaftar di departemen kehakiman Republik Indonesia pada tahun 2001 dan berlokasi di Makassar Sulawesi Selatan. Pada 2009, perusahaan ini memperoleh lisensi Broadband Wireless Access (BWA) dari pemerintah hingga akhirnya mereka memasarkan layanan 4G Long Term Evolution (LTE) sebuah internet nirkabel dengan merek dagang Bolt!.

Bolt! merupakan layanan pita lebar seluler 4G Long Term Evolution pertama di Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 14 November 2013. Bolt! menawarkan kecepatan akses internet hingga 150 Mbps. Bolt! juga hanya melayani akses data, tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.

Mengutip dari IndoTelko, CEO Dicky Mochtar mengatakan bahwa meskipun mengalami kemunduran, penyedia broadband nirkabel ini berharap untuk menambah lebih dari satu juta pelanggan dengan total 2,8 juta pada akhir-2016.

Beberapa strategi pun disebut-sebut akan dilakukan perusahaan guna mencapai tujuannya, termasuk memberi tawaran yang lebih baik pada pelanggan, kuota data yang lebih disesuaikan dengan tarifnya – yang berarti tidak harus menawarkan paket data ‘unlimited’ untuk menjaga pelanggan senang.

Menurut TeleGeography GlobalComms Database, Jumat (5/2), Mei 2015 First Media mengatakan sedang berupaya untuk meningkatkan profil merek broadband nirkabel 4G mereka di Indonesia melalui investasi antara Rp500 miliar dan Rp700 miliar (USD37 juta-USD52 juta).

Wakil Presiden First Media, Irwan Djaja mengatakan saat itu bahwa jumlah tersebut merupakan bagian dari total Rp1,5 triliun CAPEX untuk tahun 2015, dan akan digunakan untuk ‘memperluas penetrasi layanan Bolt! di Medan, Sumatera Utara dan wilayah utara Sumatera, serta daerah lainnya. Selanjutnya, pada bulan September tahun lalu operator mengumumkan rencana untuk memperkuat cakupan dengan meningkatkan cakupan indoor/dalam gedung di wilayah layanan saat ini.

Vodafone Tutup Tahun dengan Hasil Positif, Pendapatan Naik 1,4%

0

Telko.id – Vodafone menutup tahun 2015 dengan manis. Raksasa telekomunikasi asal Inggris ini telah berhasil memenuhi harapannya dengan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 1,4 persen di kuartal ketiga, yang berakhir pada 31 Desember 2015. Ini adalah kali keenam bertutur-turut perusahaan itu mencetak hasil positif, menyusul kian pulihnya ekonomi Eropa.

Dilaporkan Gadget360, Jumat (5/2), operator terbesar kedua di dunia itu melaporkan pendapatan layanan organik sebesar GBP 9,2 miliar, atau sejalan dengan perkiraan analis dan rencana yang dicanangkan untuk menghasilkan laba inti setahun penuh antara GBP 11,7 miliar dan GBP 12 miliar.

Terkait pencapaian ini, Chief Executive Vodafone Group, Vittorio Colao mengatakan bahwa uang triliunan yang dikeluarkan perusahaan untuk mengupgrade jaringan tidak sia-sia, menyusul keberhasilan Vodafone memenuhi meningkatnya permintaan untuk data.

“Kami terus menghadapi tantangan regulasi dan kompetitif di banyak pasar, tetapi kami yakin bahwa bisnis ini berada di posisi yang baik untuk peluang pertumbuhan ke depan,” katanya.

Dalam hal operasional, total pelanggan seluler Vodafone Group berada di angka 460.991 juta pada akhir Desember 2015, dimana 34.8 juta diantaranya telah mendaftar ke layanan 4G di 20 pasar di mana teknologi perusahaan telah dikerahkan. Setelah menambahkan sekitar 4,7 juta pengakses 4G pada kuartal ketiga, perusahaan juga mencatat bahwa di Eropa 23% dari basis pelanggan sekarang mengambil tarif berbasis LTE. Selanjutnya, 4G kini menyumbang 45% dari semua lalu lintas data pada jaringan perusahaan.

Awal pekan ini, Vodafone mengaku telah memulai kembali pembicaraan dengan Liberty Global. Perusahaan kabel ini sedang mempertimbangkan untuk bergabung guna menawarkan lebih banyak paket TV, broadband dan mobile di pasar Eropa.

Pengguna Internet Mobile di India Diprediksi Capai 317 Juta

0

Telko.id – Jumlah pengguna internet mobile di India diperkirakan akan mencapai 371 juta pada Juni 2016, demikian bunyi sebuah laporan di New Delhi baru-baru ini. Peningkatan ini didorong oleh adopsi yang lebih tinggi di daerah pedesaan.

Laporan berjudul “Mobile Internet in India 2015” ini dirilis oleh Internet and Mobile Association of India (IAMAI) dan IMRB Internasional.

“Ada 306 juta pengguna internet mobile di India pada bulan Desember 2015. Dari 306 juta pengguna Internet, 219 juta pengguna dari perkotaan India, yang mencatat pertumbuhan tahun-ke-tahun 71 persen, sedangkan basis pengguna di pedesaan India naik sebesar 93 persen dari Desember 2014, mencapai 87 juta pada bulan Desember 2015,” kata laporan itu.

Dilansir dari NDTV, Jumat (5/2), laporan itu mengatakan pangsa Internet mobile menghabiskan rata-rata tagihan bulanan, meningkat menjadi 64 persen pada 2015, dibandingkan dengan 54 persen pada tahun 2014.

Tagihan bulanan rata-rata telah dikurangi ke tingkat 18 persen dibandingkan tahun lalu.

“Untuk pertama kalinya ‘komunikasi online’ telah melampaui ‘website media sosial’ untuk menjadi yang teratas dalam daftar akses internet mobile. Delapan puluh persen dari pengguna perkotaan menggunakan internet mobile untuk komunikasi sedangkan akses situs jejaring sosial 74 persen menggunakan internet mobile mereka,” kata laporan itu.

Namun, lebih lanjut menurut laporan itu, di pedesaan India, sebagian besar pengguna mengakses internet mobile untuk hiburan.

Dukung Pelaku Bisnis Retail Online, Shopee Kini Gratiskan Ongkos Kirim

0

Telko.id – Shopee, aplikasi mobile marketplace pertama bagi konsumen-ke-konsumen (C2C) dengan fitur pembayaran dan logistik, untuk belanja online mudah, aman dan praktis,resmi merilis layanan Gratis Ongkos Kirim (Gratis Ongkir) ke seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Shopee sebagai salah satu komitmennya dalam mengembangkan kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia dengan menjadi marketplace terbaik, dapat diandalkan dan dapat memberikan kemudahan terutama bagi pengusaha UKM yang berada di lokasi jauh dan terpencil.

“Kami melihat industri ini sangat dekat dengan kebutuhan logistik, artinya kendala logistik adalah salah satuhambatan yang cukup kuat bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online,” Ungkap
Rainal Lu, Regional Managing Director, Shopee pada keterangan pers yang diterima tim telko.id (5/2).

Rainal juga menyampaikan harapannya dengan adanya layanan Gratis Ongkir, Shopee dapat memberikan kemudahan dan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna dan pelanggannya dan turut serta mengembangkan UKM di Indonesia dengan membantu mereka menjaring banyak konsumen.

Foto 3

“Kami memilih JNE karena ingin memberikan layanan logistik yang terbaik untuk pelanggan kami, dan itu akan bisa tercapai dengan bermitra bersama perusahaan logistik terbaik yang memiliki jaringan lokasi terbesar dan terluas di Indonesia, yaitu JNE. JNE kini telah memiliki kurang lebih 5000 titik layanan di seluruh Indonesia mulai kota besar sampai dengan tingkat kecamatan,”lanjut Rainal.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mohammad Feriadi, presiden Direktur JNE, “kami sangat percaya bahwa kemitraan antara JNE dengan Shopee bisa menjadi salah satu point penting dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem e-commerce Indonesia, berperan aktif mendukung perekonomian nasional dan juga mempermudah akses publik untuk menikmati layanan belanja online,”

JNE memegang peranan penting dalam proses jual beli di Shopee, dimana keamanan transaksi antara penjual dengan pembeli dijamin dengan fitur Garansi Shopee. Jaminan ini tidak akan bisa diimplementasi tanpa dukungan dari JNE. JNE juga berkomitmen untuk mengantarkan paket kiriman yang dibeli oleh pembeli dan selalu memberikan pelayanan prima dengan fitur website dan media social yang memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi.

Manfaat layanan Gratis Ongkir ini juga dirasakan secara langsung oleh para pemilik toko online yang tergabung di Shopee. “Fasilitas Gratis Ongkir ini sangat membantu dan meningkatkan penjualan toko saya. Sebelum ada layanan ini, pelanggan saya hanya berkisar di pulau Jawa dan sekitarnya. Tapi kini pelanggan saya semakin banyak, karena saya mendapatkan pembeli dari lima kota baru dan total pembeli saya bertambah 10%. Hasilnya penjualan saya meningkat 5 kali lipat.” ujar Anna pemilik SagaCase.id, salah satu toko di Shopee.

Melalui layanan Gratis Ongkos Kirim, Shopee dan JNE ingin turut mengambil bagian dalam menumbuhkan perekonomian di Indonesia yaitu dengan memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia untuk menciptakan bisnis online dengan fasilitas mudah, dan juga pengalaman menyenangkan dalam berbelanja dan berjualan di ponsel.

Kini berlanggan Matrix Ooredoo Bisa Lewat Blibli.com

0

Telko.id – Salah satu operator terbesar di Indonesia yakni Indosat Ooredoo, kembali menggandeng perusahaan lain sebagai partner mereka untuk menjaring pelanggan Matrix di Indonesia.

Saat ini, pengguna yang hendak berlangganan paket Matrix Ooredoo bisa melalui e-commerce blibli.com. Berbagai manfaat dan keuntungan akan diperoleh pelanggan, khususnya pelanggan di wilayah Jabotabek, bila memanfaatkan transaksi secara digital ini dalam berlangganan Matrix Ooredoo Super Plan.

Sekedar informasi, Indosat Ooredoo ingin memperkaya pengalaman digital pelanggan untuk dilayani secara online, mulai dari memilih handset maupun paket yang diinginkan, hingga dikirim sampai ke rumah dan langsung dapat menikmati layanan dari Indosat Ooredoo.

Group Head Retail & Device Management Indosat Ooredoo, Radhia Bendhifi mengatakan, “Layanan ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen kami menuju Perusahaan Digital Terdepan di Indonesia dengan memberikan kemudahan dan kebebasan dalam menikmati layanan dari Indosat Ooredoo melalui transaksi digital ini,”tuturnya pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id.

Untuk berlangganan Matrix Ooredoo Super Plan melalui Blibli.com, pengguna hanya perlu mengakses situs www.blibli.com/matrixooredoo dan langsung dapat menikmati layanan paskabayar dari Indosat Ooredoo ini.

Bukan hanya itu, bagi pelanggan yang berlangganan Matrix Ooredo Super Plan melalui Blibli.com akan mendapatkan keuntungan Gratis ongkos kirim smartphone pilihan ke seluruh Indonesia, selain itu juga Gratis voucher belanja Indomaret senilai Rp.100.000 bagi 50 pelanggan yang memilih paket pulsa bulanan Rp.200.000/bulan selama 24 bulan, promo ini berlangsung selama periode 22 Januari hingga 09 Februari 2016.

Sekedar informasi, Matrix Ooredoo Super Plan adalah paket berlangganan pascabayar yang memberikan GRATIS smartphone sesuai pilihan pelanggan. Jadi apabila pelanggan memilih paket saldo pulsa yang ditawarkan, maka selain mendapatkan saldo pulsa setiap bulannya, pelanggan juga akan mendapatkan smartphone pilihan. Sebagai contoh,  dengan berlangganan paket saldo pulsa 200.000 per bulan, pelanggan bisa langsung membawa pulang Asus Zenfone 2 tanpa tambahan biaya. Tersedia paket saldo pulsa Rp.100rb/bulan, Rp.200rb/bulan, Rp.400rb/bulan, Rp.600rb/bulan, Rp.900rb/bulan dan Rp.1.200.000/bulan dan banyak pilihan smartphone dan tablet mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Sony, Lenovo, BlackBerry, Polytron dan lainnya.

Sementara itu, CEO blibli.com, Kusumo Martanto mengungkapkan, “Sejak awal berdiri Blibli.com telah menjalankan berbagai program belanja online bagi pelanggan operator Indosat. Sekarang dengan bergantinya Indosat menjadi Indosat Ooredoo kami yakin akan banyak kolaborasi dan inovasi baru yang akan ditawarkan untuk konsumen Blibli.com,”

Konsumen blibli.com juga bisa memanfaatkan fasilitas Cicilan 0% selama 12 atau 24 bulan, serta bebas biaya pengiriman (free-shipping) ke seluruh Indonesia jika berminat pada paket paskabayar ini.

SingTel akan Hadirkan Broadband Fiber 10Gbps

0

Telko.id – SingTel telah mengungkapkan rencana mereka untuk meluncurkan layanan broadband fiber unuk perumahan dengan kecepatan mencapai 10Gbps di Singapura pada akhir bulan ini.

Dilansir dari Telecom Asia (4/2), operator terbesar si Singapura ini akan menggunakan infrastruktur 10GPON untuk menawarkan layanan yang yang akan menjadi layanan broadband rumah tercepat di Singapura. Hal ini juga termasuk empat port 1Gbps.

Sekedar informasi, Peluncuran ini mengikuti uji coba layanan kepada sekelompok pelanggan sebagai bagian dari pilot project yang dilakukan tahun lalu.

Menurut Goh Seow Eng, managing director dari home consumer Singapura untuk SingTel menyebutkan, layanan sedang dipersiapkan pada rumah tangga atau rumah kantor yang besar dengan kebutuhan bandwidth yang signifikan.

“Kami menyadari bahwa pelanggan perumahan menggunakan bandwidth yang lebih besar dan membutuhkan kecepatan lebih cepat untuk kegiatan online mereka, dan dengan penawaran 10Gbps Fiber Home bundle yang kami miliki, tentunya akan menawarkan pengalaman fiber broadband tercepat di Singapura,” ungkapnya.

SingTel akan menawarkan layanan sebagai bundel dengan harga 189 Dollar Singapura atau setara dengan $ 134 per bulan, yang akan mencakup 10G optik router jaringan dan dual-band nirkabel AC router.

Sebagai promosi, perusahaan juga akan memberikan penawaran sementara perangkat Wi-Fi Mesh, yang menggunakan teknologi “clien steering” untuk memastikan bandwidth konsisten pada kecepatan tinggi, tanpa biaya tambahan

Cisco Akuisisi Jasper Technologies Sebesar 1.4 Miliar US$ Untuk Kembangkan IOT

0

Telko.id – Saat ini, banyak perusahaan yang fokus mengembangkan berbagai hal tentang Internet of Things. Termasuk juga Cisco. Untuk mempercepat, Cisco berniat untuk mengakusisi Jasper technologies.

“Rencana mengakuisisi Jasper Technologies adalah untuk pengembang dari platform server berbasis cloud untuk Internet of Things,” ujar Rob Salvagno, Head of Corporate Development and Investments Cisco menjelaskan. Nilai akuisisi Jasper ini, menurut Rob merupakan harga kesepakatan terbesar dua tahun terakhir ini. Angka nya mencapai 1.4 Miliar US$.

IoT ini memang sudah menjadi agenda dari Cisco pada tiga tahun belakangan ini. Bahkan Cisco pun angat aktif berinvestasi untuk mengembangkannya. Tahun lalu misalnya, perusahaan ini membeli ParStream. Perushaan yang membuat database untuk menganalisis Jumlah besar data IOT secara real time. Tujuan dari Cisco melakukan akusisi ini adalah untuk membuat IoT sederhana, terukur dan interoperable.

Jasper yang berbasis dekat Santa Clara, California ini adalah vendor terkemuka dan memiliki pelanggan dari 3500 perushaan. Termasuk Ford, GM dan Starbucks. Ada juga 27 penyedia layanan, seperti aT & T dan Rogers Wireless dan lebih dari 100 negara.Teknologi Jasper memungkinkan untuk berkoneksi dengan jutaan perangkat. Mulai dari mobil dan printer untuk mesin penjual.

“Usaha di setiap industri membutuhkan solusi terintegrasi yang memberikan visibilitas lengkap dan kontrol atas koneksi layanan mereka. Juga ketika sedang sederhana untuk melaksanakan, mengelola dan skala,” kata Jasper CEO Jahangir Mohammed dalam sebuah pernyataan.

Mohammed akan bertugas IOT Software Unit Bisnis baru Cisco di bawah Rowan Trollope, wakil presiden senior Cisco dan general manager, IOT dan Kolaborasi Technology Group.

Setelah bertahun-tahun banyak diperbincangkan, IOT kini sudah siap untuk menyentuh setiap aspek dari bisnis utama dan kehidupan konsumen, mengurangi waktu, biaya dan sumber daya pada sebagian besar tugas. Hampir semua senjata besar komunitas teknologi ini bertaruh besar pada IOT, Meskipun hanya sebagian kecil dari konsumen perangkat tersebut.

Biasanya, menurut Salvagno, Cisco membeli tujuh sampai 10 start-up per tahun, mulai dari 100 juta US$ untuk 300 juta US$ untuk membeli dan kebanyakan adalah pembuat produk. Setiap tahun atau dua tahun, Cisco akan snap sebuah perusahaan teknologi platform yang lebih besar seperti Jasper.

Sebagai tambahan informasi, pada akhir 2013, Cisco dilaporkan telah membayar melaporkan 2.7 miliar US$ untuk perusahaan cybersecurity Sourcefire.

Langkah merger dan akuisisi yang dilakukan merupakan strategi Cisco untuk pengembangan teknologi ke depan. (Icha)

Gandeng Dekranas dan Elevenia, XL Latih Pengrajin Garut

0

Telko.id – Internet dan digital e-commerce adalah sarana pokok bagi upaya promosi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) pada saat ini. Dengan keduanya, para pengrajin di setiap daerah pun akan dapat meningkatkan produktifitas dan memperluas jangkauan pemasaran. Untuk itu, bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional, PT XL Axiata Tbk (XL)  bersama Elevenia dan Bank BTPN melakukan pelatihan “digital crafter” kepada pengrajin di Kabupaten Garut, Jabar.

Vice President XL Central Region Bambang Parikesit mengatakan dalam keterangan resminya, “Teknologi internet dan digital telah sedemikian maju dan menawarkan manfaat bagi upaya peningkatan nilai ekonomi produk asli rakyat, termasuk produk kerajinan. Sesuai dengan visi memajukan ekonomi digital Indonesia, kami sangat antusias ambil bagian dalam program pelatihan digital marketing bagi kawan-kawan pelaku industri kerajinan rakyat di Garut ini.”

Hal yang tak jauh berbeda diutarakan Chief Financial Officer (CFO) Elevania, Lila Nirmandari. Menurutnya, sejak awal berdiri, Elevenia memang bertujuan untuk membantu para UKM agar mereka bisa Go Global dengan menjadi penjual on line. Selain secara aktif bekerjasama dengan kementrian koperasi dan asosiasi UKM yang ada, Elevenia juga menyediakan fasilitas pelatihan rutin lengkap dengan studio dan fotografernya.

“Fasilitas ini kami sebut dengan istilah “Seller Zone “ yang berlokasi di kantor Elevenia di kawasan Tanah Abang. Jadi, kerjasama dengan Dekranas adalah bagian dari jangka panjang kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Promosi ,Humas dan Publikasi  Dekranas, Triana Rudiantara, menyatakan, pelatihan yang digelar baru-baru ini merupakan wujud kerjasama antara Dekranas, Dekranasda Garut, Elevenia dan Bank BTPN yang mejadi mitra pengrajin lokal .

Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memudahkan pengrajin Garut memasarkan prosuknua yang selanjutnya dapat diduplikasi pengrajin yang memiliki produk berkualitas di berbagai sentra kerajinan di seluruh tanah air.

Sebelumnya, atau lebih tepatnya pada Oktober 2015 lalu, XL dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada tanggal 22 Oktober 2015 dalam pemanfaatan layanan internet dan digital. Kerjasama ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan kerajinan hasil usaha para perajin Indonesia.

Layanan internet dan digital dipandang perlu sebagai sarana yang strategis untuk promosi produk kerajinan nasional agar bisa lebih dikenal oleh pasar yang lebih luas, termasuk secara global.

Pelatihan di Garut ini diikuti oleh sedikitnya 30 pengrajin yang terdiri dari sejumlah sektor kerajinan andalan Garut, meliputi pengrajin kulit, tenun sutra, batik, akar wangi, bambu, dan batu akik. XL akan memberikan perangkat telepon pintar dan paket data kepada pengrajin serta pelatihan pemanfaatan terkait internet secara singkat selama satu hari penuh yang berlangsung pada Selasa lalu di Pendopo Kota Garut.

Sebelumnya, XL juga sudah melakukan pengembangan website dekranas.id sebagai portal informasi mengenai organisasi Dekranas sendiri, serta berbagai data mengenai perajin serta produk kerajinan yang diproduksi. Dengan adanya website yang lengkap dari sisi informasi, maka masyarakat luas Indonesia dan internasional akan bisa dengan mudah mendapatkan rujukan yang memadai mengenai produk kerajinan asli Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.

Sementara itu, Elevenia pada kesempatan ini  akan ikut memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan e-commerce sebagai wadah mempromosikan dan menjual produk kerajinan. Bahkan, perajin sudah bisa mendaftarkan diri menjadi penjual di Elevenia dengan mendaftar melalui situs www.elevania.co.id.

Adapun Bank BTPN akan membantu penyediaan pelatihan manajemen usaha agar para pengrajin memiliki ilmu yang cukup dalam memastikan proses produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.

Lalu Lintas Data Mobile Tembus 30,6 exabyte per Bulan di 2020

0

Telko.id – Sebuah laporan terbaru dari Cisco menyebutkan bahwa lalu lintas data mobile global akan tumbuh dua kali lebih cepat dibanding lalu lintas IP tetap dalam lima tahun mendatang, yakni mencapai 30,6 exabyte per bulan pada tahun 2020, dari 3,7 exabyte pada tahun 2015. Perusahaan memprediksi lalu lintas data global tahunan mobile akan mencapai 366,8 exabyte pada tahun 2020, lebih dari delapan kali dibanding tahun 2015, dengan angka 44,2 exabyte dan 120 kali dibanding 10 tahun sebelumnya pada tahun 2010.

Pengguna ponsel yang semakin banyak disebut-sebut menjadi pendorong pertumbuhan lalu lintas data mobile, disamping perangkat ‘pintar’ dan koneksi M2M, serta video. Cisco memperkirakan lebih dari 75 persen lalu lintas data mobile dunia akan berupa video pada tahun 2020. Demikian diwartakan Telecompaper, Kamis (4/2).

Permintaan untuk video resolusi tinggi, lebih banyak bandwidth dan kecepatan pemrosesan juga akan meningkatkan penggunaan perangkat 4G dengan kecepatan lebih cepat. Penggunaan data 4G diperkirakan akan melampaui 2G tahun 2018 dan 3G pada tahun 2020, dan 4G akan mewakili lebih dari 70 persen dari semua lalu lintas mobile pada akhir periode perkiraan, dibandingkan dengan 47 persen tahun lalu.

Pada saat yang sama, Cisco memperkirakan pangsa lalu lintas data mobile diturunkan untuk meningkatkan jaringan tetap, dari 51 persen total lalu lintas pada tahun 2020 menjadi 55 persen pada tahun 2020. Hal ini akan mendorong peningkatan tujuh kali lipat di hotspot Wi-Fi, termasuk rumah-rumah, menjadi 432 juta pada tahun 2020 dari 64 juta pada tahun 2015.

Pada tahun 2015 lalu, lalu lintas Wi-Fi bulanan naik (3,9 exabyte) melebihi lalu lintas mobile/seluler bulanan (3,7 exabyte) untuk pertama kalinya. Pada tahun 2020, 38,1 exabyte lalu lintas Wi-Fi akan dihasilkan setiap bulan, terus melebihi lalu lintas bulanan mobile/seluler (30,6 exabyte).

Meningkatnya jumlah hotspot dan perkembangan teknologi Wi-Fi juga akan menyebabkan peningkatan tajam dalam layanan voice over Wi-Fi. VoWi-Fi diperkirakan akan melebihi VoLTE tahun ini dalam hal jumlah menit per tahun dan diperkirakan akan melampaui VoIP pada 2018. Pada tahun 2020, menit voice over Wi-Fi akan mencapai lebih dari setengah (53%) dari semua lalu lintas mobile VoIP.

Siapakah Operator Nirkabel Tercepat Di Amerika Serikat?

Telko.id – Siapakah operator nirkabel tercepat di Amerika Serikat saat ini? Perusahaan pengujian OpenSignal memiliki beberapa jawaban dengan hasil mengejutkan untuk tempat teratas.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh OpenSignal, T-Mobile menempati peringkat tertinggi dan yang pertama pada pengujian ini. T-Mobile berhasil membawa pulang penghargaan untuk kecepatan dan latency dari jaringan 3G-nya. Sementara berbicara mengenai 4G, Verizon lebih unggul dalam hal cakupan. Namun, untuk segi kecepatan, baik Verizon dan T-Mobile memiliki kecepatan yang sama.

Hal berbeda terjadi pada AT&T. Berdasarkan pengujian tersebut, operator terbesar kedua di Amerika Serikat ini tidak mendapatkan penghargaan apapun. Berbanding terbalik dengan Sprint yang unggul dari segi latency untuk jaringan 4G.

Dilansir dari laman CNET, (4/2), tes ini semakin kritis dan menjadikan konsumen lebih cerdas dan mengetahui banyak hal tentang layanan yang mereka gunakan, dengan setiap operator menawarkan beberapa diskon atau promosi untuk “memancing” mereka. Hasil ini juga menjadi modal dari setiap operator untuk mengiklankan produknya kepada konsumen.

Dalam konteks skema, OpenSignal mengumpulkan data dari para pengguna yang mengunduh aplikasi seperti speedtest dari Ookla dan mengumpulkan data dari 180.000 peserta. Sekedar informasi, data tersebut berbeda dengan data yang dikumpulkan dari tes drive, di mana perusahaan mengirim “driver” untuk memantau perangkat yang menggunakan jaringan yang berbeda, seperti studi yang dilakukan oleh RootMetrics.

Jaringan T-Mobile berada pada kecepatan rata-rata 12,3 megabit per detik, atau hanya terpaut 0,3 megabit dari kecepatan rata-rata yang dihasilkan oleh Verizon, yakni 12 megabit per detik. Tetapi karena sedikit perbedaan, OpenSignal menyatakan kedua operator menjadi juara dalam hal kecepatan 4G. Perusahaan juga mencatat bahwa kecepatan T-Mobile bersaing sengit dengan Verizon di 11 kota terbesar di Amerika Serikat.

“Kuncinya di sini adalah bahwa tahun terakhir ini telah menjadi tahun pertumbuhan cakupan bagi kami,” kata juru bicara T-Mobile.

Sementara itu, Verizon tampak meremehkan metodologi tes, dengan menyebutkan, “Studi yang menggunakan data yang bersumber dari pengguna ini terdengar bagus, tetapi mereka dapat dengan mudah menyesatkan, ketika Anda tidak dapat mempercayai seseorang terhubung ke jaringan, maka cara tersebut tidak dapat mengukur performa atau kecepatan,” kata seorang juru bicara.

Berbeda dengan Sprint, mereka lebih cenderung menunjuk penelitian lain yang dilakukan oleh Nielsen, juru bicara mereka mengungkapkan, “Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan kami, tapi kami juga tahu bahwa perbedaan kinerja jaringan sering dapat dibedakan untuk sebagian besar pelanggan di sebagian besar pasar,” kata perusahaan itu.

Sementara seorang juru bicara dari AT & T tidak bersedia untuk mengeluarkan komentar.

Sekedar informasi, hasil ini merupakan angka rata-rata berdasarkan sampling data, sehingga cakupan dan kecepatan akan bervariasi tergantung pada tempat Anda tinggal.

Secara keseluruhan, OpenSignal juga menyimpulkan bahwa operator AS telah kehilangan “taring” mereka di seluruh dunia, dengan banyak penyedia layanan di luar negeri yang menawarkan jaringan lebih cepat.

“Amerika Serikat berada jauh di belakang negara lain secara global dalam kecepatan LTE,” kata studi tersebut.

Kecepatan rata-rata internet di Amerika Serikat adalah 9,9 megabit per detik, sementara banyak negara lain menawarkan koneksi yang konsisten dengan kecepatan dua kali lipat dibandingkan negeri Paman Sam.