spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1724

Manjakan Pengguna 3G, Digicel Gunakan Solusi NFV

0

Telko.id – Operator jaringan telekomunikasi Karibia Digicel telah menyebarkan solusi Network Functions Virtualization (NFV) untuk jaringan inti mereka. Digicel dibantu oleh vendor jaringan terkemuka yaitu Ericsson untuk mendeploy solusi ini.

Jaringan mobile broadband 3G dari Digicel di Guyana dengan jumlah subscriber mencapai 100.000 pelanggan adalah jaringan Ericsson pertama yang menggunakan solusi NFV di Amerika Latin. Digicel juga akan memanfaatkan teknologi NFV untuk skala jaringan yang lebih besar untuk layanan masa depan dan memungkinkan perampingan dan optimalisasi dari penawaran mereka.

Dilansir dari TelecomLead (22/2), Jaringan 3G terbaru ini akan memungkinkan Digicel untuk menawarkan peningkatan kecepatan serta peningkatan kualitas jaringan dan tentunya meningkatkan pengalaman pelanggan. Ericsson Virtual Evolved Packet Core terintegrasi dengan jaringan asli operator mobile. Sekedar informasi, solusi ini juga mendukung jaringan berbasis 2G, 3G dan tentunya LTE.

Krishna Phillipps, CTO, Digicel Region Karibia, mengatakan,”Kami meminta solusi dan dalam waktu 30 hari Ericsson datang dengan cara yang kreatif bagi kami untuk meningkatkan penawaran kami kepada pelanggan dengan solusi yang selangkah di depan,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Phillips juga menyebut bahwa dengan solusi cloud ini, mereka akan terus melakukan investasi yang relatif lebih kecil, namun untuk pengaplikasiannya solusi ini dinilai aman serta mudah dalam mengadopsi layanan baru yang inovatif untuk masa depan.

SDN_ProductsAndSolutions_TA

Sejatinya, saat ini Ericsson buknlah satu-satunya perusahaan yang menawarkan solusi NFV, tercatat VMWare juga melakukan hal yang sama yang diresmikan pada ajang VMworld di Barcelona pada tahun 2015 silam. Solusi dari Mwre ini juga mendukung core mobile dan fungsi IMS.

Sementara itu, solusi Ericsson membawa paket lengkap NFV dan terdiri dari Ericsson Virtual Evolved Packet Core untuk mobile broadband serta Ericsson Cloud Execution Environment and Ericsson Cloud Manager.

Google Siapkan Drone Untuk Hadirkan 5G

0

Telko.id – Upaya Google untuk menghadirkan internet di daerah rural dan sulit tercover tak hanya berhenti di Project Loon. Raksasa internet ini juga berencana untuk memanfaatkan sebuah drone sebagai alat untuk memancarkan frekuensi internet.

Dalam sebuah proyek yang diberi nama SkyBender, Google akan membangun beberapa prototipe transceiver di spaceport yang terisolasi pada musim panas lalu, dan mereka sedang melakukan pengujian dengan beberapa drone.

Dilansir dari The Guardian(1/2), Google dikabarkan akan menguji drone tersebut di beberapa Spaceport seperti, Spaceport America, New Mexico, dan telah menyewa hanggar seluas 15 ribu meter persegi di Gateway hingga terminal Space.

“Keuntungan besar dari gelombang milimeter adalah akses ke spektrum baru karena spektrum ponsel yang ada saat ini sudah penuh sesak,” ungkap Jacques Rudell, profesor teknik listrik dari University of Washington di Seattle.

Proyek SkyBender menggunakan drone untuk bereksperimen dengan transmisi radio gelombang milimeter, salah satu teknologi yang bisa mendukung generasi berikutnya yakni akses internet nirkabel 5G. Frekuensi tinggi gelombang milimeter secara teoritis dapat mengirimkan gigabit data setiap detik, hingga 40 kali lebih cepat dari sistem 4G LTE saat ini. Google akhirnya membayangkan ribuan mill ketinggian dapat memberikan akses internet di seluruh dunia.

Namun, transmisi gelombang milimeter memiliki cakupan yang jauh lebih pendek dari sinyal ponsel. Sebuah broadcast di frekuensi google di 28GHz yang sedang diuji di Spaceport America, ternyata memudar di sekitar sepersepuluh jarak sinyal telepon 4G. Untuk mendapatkan gelombang milimeter bekerja dari sebuah pesawat tak berawak terbang tinggi, Google perlu untuk bereksperimen dengan transmisi yang terfokus yang disebut phased array.

Sistem SkyBender sedang diuji dengan opsi kemudi pesawat yang disebut Centaur serta drone bertenaga surya buatan Google Titan, sebuah divisi yang terbentuk ketika Google mengakuisisi New Mexico startup Titan Aerospace pada tahun 2014. [ak/if]

Berkat Kesuksesan Pelanggan, Cloudera Raih Penghargaan Forester

0

Telko.id – Cloudera, selaku penyedia manajemen data dan platform analisis tercepat, termudah dan teraman yang dibangun pada Apache Hadoop dan teknologi open source terbaru, mengumumkan bahwa mereka dinobatkan sebagai pemimpin dalam The Forrester Wave™: Distribusi Big Data Hadoop, laporan Q1 2016.
Forester menggunakan 35 kriteria sistem evaluasi yang meliputi, Penawaran Terbaru, Strategi, dan Keberadaan Pasar bagi lima vendor distribusi Hadoop dalam laporan tersebut; Cloudera mendapatkan skor tertinggi untuk Penawaran Terbaru dan Keberadaan Pasar dan tertinggi kedua untuk Strategi.

Menurut laporan Wave yang ditulis oleh analis Forrester, Mike Gualtieri dan Noel Yuhanna, “Hadoop menjadi pasangan data untuk satu alasan dan secara keseluruhan mendisrupsi ekonomi data, analisis, dan aplikasi dari data. Adopsi enterprise menjadi kewajiban bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kecanggihan analitik dan menciptakan aplikasi yang didukung oleh informasi untuk membantu mereka meraih sukses dalam era konsumen ini.

Hadoop enterprise adalah pasar yang belum genap berusia 10 tahun, namun Forrester memperkirakan bahwa 100% perusahaan besar akan mengadopsinya (Hadoop dan teknologi yang terkait seperti Spark) untuk analisis big data dalam dua tahun ke depan.”

Selain itu, Forrester menambahkan bahwa pemimpin membuat perbedaan dalam pendekatan inovasi mereka, “Cloudera berpikir besar dan bertindak cepat dengan lingkup dan kecepatan inovasi Cloudera sangat luar biasa, namun tidak begitu mengejutkan bagi startup Hadoop komersial pertama yang didirikan pada tahun 2008 ini. Cloudera memulai kegemaran akan SQL-for-Hadoop dengan Impala,” Solusi ini menawarkan alat manajemen kluster visual pertama dan terus memberikan upaya maksimal untuk fitur-fitur utama seperti keamanan, ketersediaan tinggi, tata kelola, dan administrasi. Vendor tidak segan ketika harus membuat akuisisi strategis dan kemitraan untuk menghilangkan kesenjangan perusahaan dalam hal keamanan, manajemen data, dan analisis. Pelanggan Cloudera menghargai alat komersial add-on seperti Cloudera Manager, Cloudera Navigator, dan Impala, serta visi perusahaan secara keseluruhan untuk menjadi sebuah perusahaan platform data besar atau big data.

“Saat kami merayakan ulang tahun ke sepuluh berdirinya proyek Hadoop oleh Chief Architect kami, Doug Cutting dan Mike Cafarella, Cloudera terus memimpin transisi Hadoop menjadi manajemen data modern dan platform analitik untuk semua perusahaan,” kata Mike Olson, co-founder, chairman Board dan chief strategy officer, Cloudera. “Bagi kami, dinobatkan sebagai pemimpin dalam The Forrester Wave Big Data Hadoop memvalidasi visi kami dan menunjukkan kemampuan kami untuk berinovasi dan menyediakan pelanggan kami teknologi dan dukungan yang mereka butuhkan,”

Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Dalam 10 tahun terakhir, komunitas Hadoop, termasuk kontribusi yang signifikan dari Cloudera, telah menciptakan dan mengembangkan lebih dari 40 proyek yang kini menjadi bagian dari ekosistem Hadoop.

Keberhasilan Cloudera diukur dari keberhasilan pelanggannya. Perusahaan telah melihat lembaga jasa keuangan menjadi semakin patuh dengan peraturan-peraturan industri dan pemerintah; hal ini juga membantu klien secara signifikan mengurangi perdagangan manusia; semakin meningkatnya jumlah bayi sehat; dan terlihat pula operator telekomunikasi besar dan penerbit kartu kredit menghentikan laju penipuan dalam jumlah besar.

Secara keseluruhan, Cloudera telah berkembang dengan baik bersama dengan komunitas. Secara bersamaan mereka telah mencapai tonggak yang tidak diramalkan 10 tahun yang lalu. Komunitas tersebut terus memajukan peluang dan nilai dari data, salah satu sumber daya terbesar untuk setiap organisasi. Karena komunitas dan Cloudera merayakan ekspansi dan evolusi berkelanjutan ekosistem Hadoop, Cloudera berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan terus bekerja menuju masa depan yang lebih cerah, dan mempertahankan momentum uniknya.

Inilah Dua Device Smartfren Yang Mendukung VoLTE

0

Telko.id -Smartfren hari ini (19/2), resmi meluncurkan layanan VoLTE mereka. Smartfren juga menjadi operator pertama di Indonesia yang menyelenggarakan layanan VoLTE atau Voice Over LTE yang mana layanan ini merupakan layanan panggilan voice yang berbasis jaringan 4G LTE. Namun seperti diketahui sebelumnya, VoLTE juga berbeda dengan OTT seperti WhatsApp, dan LINE yang berbasis Voip.

Merza Fachys, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom mengungkapkan, “Suatu kebanggan bagi kami karena Smartfren merupakan operator pertama yang menyediakan layanan VoLTE di Indonesia serta meluncurkan handset 4G dengan harga terjangkau yang mampu mendukung layanan VoLTE,” ucapnya.

Bersamaan dengan peluncuran dari layanan VoLTE, Smartfren juga sekaligus meluncurkan dua buah handset yang mendukung layanan ini yakni, Andormax E2 serta Andromax R2 yang juga memiliki harga terjangkau oleh semua kalangan di Indonesia.

Sementara itu, Sukaca Purwakardjono selaku division Head Smartphone Business Smartfren menyebutkan bahwa hadirnya kedua ponsel pintar ini menjadi sebuah keseriusan mereka dalam menggarap ponsel entry level di Indonesia, serta hadirnya fitur VoLTE yang tertanam di dalam kedua handset ini akan semakin menambah jumlah pengguna 4G smartfren di Indonesia.

“Untuk R2, kami menggunakan frame metal, yang memiliki beberapa kelebihan seperti, kekuatan, premieum lube serta tidak mudah panas, sementara untuk Andromax E2, kami membenamkan kelebihan pada sisi kamera depan dengan 5 MP serta auto focus,” ucapnya pada saat peluncuran kedua handset tersebut di Jakarta.

 

Andromax R2
Andromax R2

Andromax R2 hadir dengan desain yang ergonomis sehingga nyaman untuk digenggam dan juga dibekali dengan dapur pacu yang cukup mumpuni. Untuk dapur pacu sendiri, mereka menyematkan prosesor Snapdragon 415 octa core dengan RAM sebesar 2GB untuk memastikan agar handset ini memiliki kinerja yang mumpuni.

Sementara untuk kamera, Andromax RA memiliki kamera belakang 13 MP dengan dual LED Flash yang mampu mengakomodir kebutuhan pengguna dalaam mengabadikan momen mereka. Kemudiann, untuk kamera depan sendiri, mereka memiliki kamera dengan 5MP juga dengan LED Flash.Kelebihan lainnya adalah disematkannya fitur USB OTG. Andromax R2 dibanderol dengan harga Rp.1.699.000,-.

Andromax E2
Andromax E2

Untuk Andromax E sendiri memiliki bentang layar 4.5 inci dengan resolusi FWVGA yang juga tentunya mampu berjalan di jaringan 4G LTE dan mampu menjalankan layanan VoLTE milik Smartfren. Handset ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 212 Quadcore dengan clock speed 1.3 Ghz.

Untuk urusan Kamera, mereka memiliki sepasang kamera berukuran 5MP di kedua sisinya, baik itu depan maupun belakang. Kedua kamera tadi juga dibekali dengan LED Flash di masing-masing kamera. Untuk mempercepat proses kerja, Andromax E2 dibekali oleh RAM sebesar 1GB yang tentunya akan mendukung keccepatan dari prosesor mereka. Mengenai harga, Andromax E2 dibanderol pada angka Rp.899.000,- harga ini dirasa cukup terjangkau bagi seluruh kalangan di Indonesia.

Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk menikmati layanan VoLTE dari Smartfren, Anda disarankan untuk membeli salah satu dari dua varian handset terbaru dari keluarga Andromax ini. Namun, jika anda sudah memiliki perangkat Andromax 4G ataupun Handset yang dibundling dengan Staterpack 4G Smartfren, disarankan anda untuk bersabar, karena update firmware yang mendukung layanan VoLTE mereka pada masing-masing handset akan segera diluncurkan oleh masingmasing vendor smartphone tersebut.

Singapura Tetapkan Aturan Untuk Lelang Spektrum, Apa Saja?

0

Telko.id – Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) telah mengumumkan kerangka untuk alokasi spektrum untuk layanan International Mobile Telecommunications (IMT) dan IMT-Advanced (layanan 4G). IDA berharap dapat mengalokasikan spektrum tersebut tahun ini, dengan total 235 MHz spektrum yang akan disediakan untuk layanan mobile.

Dilansir dari Telecompaper, Jumat (19/2), regulator juga ingin memfasilitasi masuknya MNO baru dalam rangka meningkatkan inovasi dan persaingan di pasar ponsel. Sebagai hasilnya, lelang akan berlangsung selama dua tahap. Pertama, lelang untuk peserta baru (New Entrant Spectrum Auction), dimana hanya mereka yang lolos pra-kualifikasi serta saat ini tidak mengoperasikan jaringan seluler nasional di Singapura yang akan memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

Di sini, IDA menyediakan 60 MHz spektrum dari pita 900 MHz dan 2,3 GHz. Lelang untuk spektrum ini akan dimulai pada harga penawaran SGD 35 juta. Hak spektrum akan dimulai pada April 2017.

Tahap kedua, adalah lelang spektrum umum (General Spectrum Auction) yang akan diadakan setelah kesimpulan dari lelang pertama diperoleh. Lelang ini akan terbuka untuk MNO incumbent, seperti M1, Singtel Mobile dan StarHub Mobile serta MNO baru lainnya yang muncul setelah lelang sebelumnya.

IDA akan mengharuskan MNO baru untuk mencapai cakupan layanan outdoor pada Oktober 2018.

Direktur IT BEI tentang Link Net, “Selama Ini Relatif Tidak Pernah Ada Insiden”

0

Telko.id – Direktur IT dan Manajemen Risiko BEI, Sulistyo Budi mengungkap alasan dibalik diperpanjangnya kontrak Link Net sebagai penyedia layanan koneksi data untuk JTPM di pasar modal. Menurutnya, Link Net telah mampu memberikan akses internet yang baik sehingga memenuhi requirement untuk jaringan di pasar modal.

“Yang paling utama di sini adalah availability. Jaringan tidak pernah putus,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini Link Net berhasil memenuhi kriteria itu, karena jaringan yang disediakan relatif tidak pernah mengalami gangguan atau mati. Kalau mati satu ada, tapi tidak terlalu menganggu aktivitas pasar modal karena di sini kita menggunakan dua jaringan. Jadi jika yang satu mati masih ada jaringan yang satu lagi, tambahnya.

Sebagai industri yang dinamis, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) merasa perlu untuk melakukan berbagai inovasi di pasar modal sebagai respon logis atas kebutuhan pelaku pasar, pemodal, maupun stake holders. Dan penyediaan sistem perdagangan yang andal sehingga memungkinkan setiap orang dapat langsung bertransaksi di pasar modal di mana saja secara real time melalui fasilitas perdagangan secara online (online trading) adalah salah satu bentuknya.

“Tren penerapan ‘online trading’ yang selama ini telah dimiliki oleh mayoritas perusahaan efek telah membuat rata-rata jumlah transaksi harian BEI mengalami peningkatan, yakni sebesar 196.312 atau 987 persen kali transaksi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum “booming era online trading” yakni pada 2009 rata-rata nilai transaksi harian di BEI mencapai 87.040 kali transaksi. Setelah “era online trading” di 2010, rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi 105.790 kali transaksi dan terus tumbuh hingga mencapai 216.192 kali transaksi di 2016.

Sebagai informasi, Link Net telah mendukung BEI dalam menciptakan perdagangan efek yang wajar, teratur, dan efisien melalui penyediaan layanan koneksi data berkecepatan tinggi selama 10 tahun terakhir. Layanan koneksi data yang andal dari Link Net juga telah membantu SRO dalam memberikan pelayanan perdagangan maupun akses informasi kepada pemodal, anggota bursa, maupun para stake holders.

Link Net Kembali Digandeng BEI untuk Optimalkan JTPM

0

Telko.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia mengumumkan perpanjangan kontrak perjanjian dan pemeliharaan perangkat Jaringan Terpadu Pasar Modal (JTPM) milik self regulatory organization (SRO) dengan PT Link Net Tbk. Melalui kerjasama baru ini, yang akan berlangsung selama 5 tahun ke depan, terhitung sejak 30 Desember 2015, Link Net akan menyediakan layanan koneksi data berkecepatan tinggi lewat JTPM.

JTPM merupakan jaringan telekomunikasi dan data yang digunakan untuk menghubungkan antara BEI, KPEI dan KSEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Anggota Bursa, Bank Kustodian dan Bank Umum. Jaringan-jaringan yang ada di lingkungan pasar modal mulai dikonsolidasikan menjadi JTPM sejak akhir tahun 2010 dan selesai pada akhir tahun 2011. JTPM saat ini telah menjadi infrastruktur utama dalam mendukung operasional bisnis Pasar Modal.

CEO PT Link Net, Richard Kertawijaya mengungkap rasa senangnya karena dapat terus bekerjasama dengan BEI untuk menyediakan koneksi data dalam mendukung kegiatan Pasar Modal.

“Ini adalah tahun ke-16 bagi Link Net, dan kami merasa bangga dapat kembali menerima kepercayaan dari BEI untuk menyediakan dan memelihara JTPM hingga tahun ke-20,” ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di BEI, Jakarta, Jumat (19/2).

Hal senada diuntai Sulistyo Budi, Direktur IT PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui kerjasama dengan Link Net, yang sudah berjalan cukup lama ini, ia berharap bursa efek Indonesia bisa semakin maju di masa mendatang.

Lewat perpanjangan kerjasama ini, PT Link Net juga akan meningkatkan kecepatan (bandwidth) JTPM menjadi 20 Mbps dari yang sebelumnya 10 Mbps.

“Kami percaya dengan mengupgrade kecepatan menjadi dedicated 20 Mbps akan membantu mengoptimalkan pekerjaan para pengguna jaringan untuk mendapat pengalaman koneksi data yang maksimal,” pungkas Richard.

 

Akhirnya MAP Juga Ikut Jualan Online

0

Telko.id – Perusahaan retail raksasa yang berbasis pada fashion dan gaya hidup yakni PT. Mitra Adi Perkasa Tbk. atau yang lebih dikenal dengan nama MAP akhirnya jua ikut kedalam bisnis online. MAP membuka toko e-commerce mereka secara keseleuruhan yang mencakup semua brand yang mereka miliki.

Bertempat di salah satu Hotel mewah di Jakarta pada (18/2), MAP membuka toko online mereka dengan nama Mapemall.com, gerai oline ini menawarkan berbagai macam pilihan dari merek-merek global terkemuka di dunia fashion, olahraga, travel, lifestyle serta kategori anak.

VP Sharma, CEO MAP Group menyatakan, “Melalui peluncuran MAP EMALL, pelanggan kami di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia, tanpa perlu mengkhawatirkan keasliannya,” ujarnya pada saat peluncuran Mapemall di Jakarta.

Guna memuluskan urusan pembayaran, MAP juga menggandeng Standart Chartered Bank sebagai mitra kartu kredit eksklusif MAP EMALL.Hal ini tentunya akan memberikan beberapa benefit bagi nasabah Bank ini dengan memberikan sejumlah penawaran khusus.

Sekedar informasi, beberapa merek ternama yang tergabung kedalam grup MAP diantaranya adalah Stradivarius, ZARA, Lacoste, Mango, Converse, NIKE, Swatch serta Adidas. setidaknya terdapat lebih dari 150 merek dagang terkemuka di duniayang tergabung kedalam grup ini.

Sharma juga menjelaskan, mengapa mereka tidak memulai bisnis e-commerce tersebut setidak nya sejak dua tahun yang lalu, Ia mengungkapkan, “Mengapa kami tidak meluncurkan ini sejak 2 tahun lalu, karena kami menganggap ini adalah hal yang tergesa-gesa dan menurut pengalaman kami, hal yang tergesa-gesa akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik,” ucapnya.

Melalui peluncuran MAP EMALL, diharapkan pelanggan mereka di Indonesia dapat mengakses secara online gaya terkini dan pilihan merek yang luas dari seluruh dunia serta pelanggan juga akan lebih praktis dengan pilihan paket pengiriman, karena jika pembeli tidak menginginkan pengiriman produk secara kurir, mereka juga dapat mengambil produk tersebut di berbagai store MAP yang tersebar luas di Indonesia.

Sharma juga menyebut, MAP EMALL akan tersedia dalam versi aplikasi mobile untuk perangkat bersistem operasi Android dan iOS pada kuartal dua tahun ini. Sementara itu, pada kuartal tiga, MAP akan memulai proses digitalisasi gift voucher sehingga dapat digunakan untuk berbelanja di EMALL.

Ini Tanggapan Lenovo soal VoLTE

0

Telko.id – Seperti pada bahasan sebelumnya, layanan voice over LTE atau VoLTE merupakan salah satu fitur utama yang dihadirkan oleh jaringan 4G. Di negara-negara maju seperti di India dan Amerika Serikat, layanan voice berbasis jaringan 4G ini tengah bahkan telah diimplementasikan. Di Indonesia sendiri, barulah Smartfren yang paling berani menghadirkan layanan ini, walaupun belum secara komersial tentunya.

Berbicara mengenai VoLTE, perlu juga adany handset yang mendukun teknologi ini. Walaupun syarat utama dari handset tersebut adalah mampu berjalan di jaringan 4G, namun tentunya pihak vendor masih perlu untuk setidaknya melakukan update firmware terhadap handset tersebut.

Salah satu vendor yang sedang gencar-gencarnya dalam mempromosikn handset 4G mereka yait Lenovo, memberikan sedikit pandangn mereka mengenai layanan yang menawarkan kualitas suara HD ini.

Anvid Erdian, 4P Manager Lenovo Indonesia mengungkapkan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren mampu menudukung layanan VoLTE. “Waktu itu pak Sukoco bilang Lenovo A6010 bisa VoLTE, dan sekarang memang sedang dalam tahap proses testing, secara chipset nya sudah support voLTE dan sekarang yang sedang di lakukan test adalah parameter-parameter VoLTE,” ucapnya disela-sela kegiatan sponshorship Lenovo untuk film AADC 2.

Nantinya, para pengguna yang ingin menggunakan layanan VoLTE dari Smartphone A6010 bisa mengunduh update firmware. Hanya saja saat ini belum diberikan oleh pihak Lenovo. Sekedar informasi, saat ini belum ada handset Lenovo yang sudah mendukung VOLTE, namun kedepannya Anvid menyebut akan ada Handset Lenovo yang langsung mendukung VoLTE, mengingat para operator 4G akan meluncurkan layanan VoLTE.

“Hanya saja tidak semua operator meluncurkan VoLTE secara bersamaan, jadi kami juga akan meluncurkan update tersebut secara bertahap,” tuturnya.

Disinggung Mengenai kerjasama lagi dengan Smartfren, Anvid menjawab,”tunggu aja lah,” Namun, Ia mengungkapkan ingin kerjasama dengan semua operator 4G karena perangkat yang mereka tawarkan adalah perangkat 4G. Berbicara mengenai perangkat 4G Lenovo yang ada di pasaran saat ini, Anvid menjawab secara chipset beberapa sudah mendukung namun mereka belum menyediakan update firmware.

“Di dalam VoLTE itu kan terdapat banyak parameter dan itu semua harus di test, karena VoLTE itu kan ada video call, conference call dan itu semua harus dilakukan test sehingga butuh waktu untuk melakukan itu semua,” ucapnya lagi.

Mengenai kemungkinan bisa digunakan, Anvid mengatakan bahwa Smartphone 4G di pasaran saat ini sebenarnya belum bisa digunakan untuk layanan VoLTE, namun Ia menyebut bahwa chipset yang ada di dalamnya sudah mendukung layanan tersebut.

Disinggug mengenai kapan Lenovo akan melakukan update firmware pada smartphone 4G mereka yang ada di pasaran, Anvid menjawab denga aksen khasnya “tunggu aja lah”. Nampaknya mereka belum mau memberikan kapan waktu yang tepat untk melakukan update firmware, namun sekali lagi Ia menjelasskan bahwa Lenovo A6010 yang dibundling dengan Smartfren sudah dalam tahap testing, mengingat Smartfren akan meluncurkan layanan VoLTE secepatnya.

Sekedar Informasi, untuk Lenovo A6010 sejatinya sudah bisa dignakan untuk layanan VoLTE, mereka bekerjasama dengaan salah satu operator terbesar di India yakni Reliance Jio untuk sama – sama menghadirkan layanan VoLTE bagi masyarakat India.

Minim Investasi, Indosat Ooredoo Tetap Berikan Layanan 1 Gbps

0

Telko.id – Anda ingin semakin akrab dengan keluarga? Mungkin dengan berlangganan akses internet hingga 1 GBps, bisa lebih akrab lagi karena memungkinkan untuk nonton film box office terbaru bersama di ruang keluarga. Untuk itu, Anda bisa menggunakan GIG dari Indosat Ooredoo yang baru saja diluncurkan. GIG ini adalah layanan Giga Speed Home Internet. Memang, ada beberapa provider lain yang juga sudah memberikan layanan yang mirip, hanya saja, yang memberikan belum sampai 1 GBps.

Dengan berlangganan GIG, pelanggan akan mendapatkan manfaat dari koneksi full fiber optic tanpa batas, dapat diandalkan, dan koneksi internet yang stabil mulai dari 15MBps hingga 1GBps untuk meningkatkan pengalaman digital yang lebih baik.

“Ini merupakan kelanjutan dari semangat baru kami dalam membangun Indonesia Digital Nation. Dengan hadirnya GIG, kami ingin memberikan akses yang lebih baik dan lebih banyak di tempat tinggal sehingga para anggota keluarga tetap terhubung dengan dunia digital dan menikmati semua hiburan digital bersama-sama. Kami memahami bahwa semua perjalanan berawal dari rumah,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli. “Itulah mengapa, GIG dapat menjadi solusi terpadu dan mengubah gaya hidup pelanggan menjadi lebih digital di tempat tinggalnya.”

GIG sendiri adalah merek yang dimiliki oleh Indosat Ooredoo, demikian juga dengan jaringannya yang dipakai. Yang merupakan ‘perkawinan’ dari network mobile yang sudah dimiliki oleh provider ini ditambah dengan jaringan Fiber Optic nya. Sedangkan layanan nya ini sendiri sudah sejak kuartal 2 tahun lalu sudah dipasarkan oleh IndosatM2. “Saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan layanan ini sudah mencapai 100 ribu,” ujar Prashant Gokarn, Chief New Business and Innovation Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

‘Dengan ‘perkawinan’ jaringan ini, maka agak sulit jika kami ditanya tentang investasinya,” ujar Alexander menjelaskan. Selanjutnya, Alex juga menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memaksimalkan jaringan sudah ada dan tinggal disambungkan ke apartemen, atau area residensial. Artinya, investasi yang dikeluarkan bukan dalam bagian CAPEX saja, tetapi ada OPEX juga. Sayang, Alex tidak mau terbuka untuk masalah ini.

Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh Telko.id, Indosat Ooredo untuk meluncurkan layanan ini minim sekali investasinya. Pertama karena menggunakan jaringan yang sudah ada, ke dua, untuk masuk ke apartemen, tinggal ‘colok’ saja, karena biasanya, apartemen sudah memiliki akses di dalam gedung. Sedangkan untuk perluasan dari layanan ini, IndosatM2 baru akan mengajukan investasi di tahun 2016 ini. Besarannya seperti apa, masih belum diungkapan.

Bahkan untuk promosi pun, Indosat Ooredoo menggandeng Google. Memang, dengan kerjasama dengan Google maka benefit yang diberikan oleh GIG ini juga bertambah karena setiap berlangganan layanan ini, pelanggan akan diberikan Google Chromecast, Chromebooks, dan Drive.

“Ini pertama kalinya Google merilis Chromecast di Indonesia, hasil kerja sama dengan Indosat. Produk ini sangat populer di negara lain, sudah terjual lebih dari 20 juta unit, dan kami percaya produk ini juga akan sukses di Indonesia,” ujar Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia menjelaskan.

Dengan berlangganan GIG, para pelanggan akan mendapatkan paket internet dengan Google Chromecast dan 50GB dari penyimpanan Google Drive tanpa biaya tambahan. Sebagai tambahan untuk Chromecast dan Google Drive, Google Chromebooks juga tersedia dengan beberapa paket bundling. Sekarang ini, produk bundling tersebut hanya tersedia dengan berlangganan GIG di Indonesia. Tarif yang dipatok untuk layanan internet broadband ini berkisar dari Rp 250 ribu sampai Rp 5,5 juta.

Selama sembilan bulan terakhir, peminat GIG sudah cukup banyak terutama untuk area high residential seperti apartemen di Jabodetabek dan Bandung. Tahun ini, GIG juga akan memperluas pasarnya ke kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makasar, Balikpapan, dan Bali baik di high residential seperti apartemen dan kawasan komplek perumahan (landed house). “Kami akan menambah cakupan di 10 sampai 12 kota tahun 2016 ini,” ujar Arpad Istvan Kiraly Commercial and Business Director IM2 menjelaskan. (Icha)