spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1720

Ramaikan CES 2016, Linksys Kenalkan Router MU-MIMO Teranyar

0

Telko.id – Ajang CES 2016 dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan untuk memperkenalkan ‘ide cemerlangnya’. Linksys adalah salah satunya, perusahaan yang bergerak di bidang solusi jaringan untuk rumahan dan bisnis itu menghadirkan jajaran terbaru solusi jaringan MAX-STREAM MU-MIMO miliknya hari ini.

Sebagai perusahaan pertama yang meluncurkan router MU-MIMO berfungsi penuh pada bulan Mei tahun lalu, Linksys kemudian memperluas portofolio MU-MIMO miliknya dengan menambahkan dua router, sebuah range extender, serta sebuah adapter USB ke dalam jajaran portofolio produknya tersebut. Lini produk Linksys MAX-STREAM dilengkapi dengan teknologi Wi-Fi – 802.11ac Wave 2 MU-MIMO (Multi-User, Multiple-Input, Multiple Output) generasi masa depan yang menjamin hadirnya konektivitas Wi-Fi bebas kendala di seluruh perangkat di rumahan, serta memiliki fungsi bak masing-masing perangkat tersebut memiliki router tersendiri yang terdedikasikan untuknya.

Berkat teknologi MU-MIMO, seluruh anggota keluarga sekaligus dapat menikmatinya secara bersamaan, baik itu untuk memainkan video games, mendengarkan musik, mengecek email, berbelanja online, stream film, dan lain sebagainya.

Merujuk pada buku putih yang disampaikan oleh ABI Research bertajuk ‘The Importance of Mu-Mimo In The Wi-Fi Ecosystem’, dimana lebih dari 84% seluruh 5GHz chipsets nirkabel akan beralih ke teknologi MU-MIMO di tahun 2019, pelanggan tentu ingin merasakan suguhan kecepatan dan performa yang semakin tinggi dari perangkat yang akan segera menjamur di pasar, seperti TV, laptop, smartphone, tablet, serta konsol game berkualitas 4K. Untuk itulah router Wi-Fi mutakhir dibutuhkan guna mendukung seluruh perangkat tersebut di rumah.

Bahkan, Sandvine Research melaporkan bahwa 70% trafik internet di Amerika Utara dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan streaming konten video dan audio dari sumber-sumber online, seperti Netflix, Amazon Prime Instant Video, iTunes, Pandora, dan lain sebagainya. Padahal angka tersebut lima tahun lalu hanya mencapai 30%.

“Lini terbaru solusi Linksys MU-MIMO yang kami suguhkan menjadi jaringan backbone yang memungkinkan seluruh pengguna dapat menikmati Wi-Fi berperforma tinggi secara simultan, dengan kecepatan yang lebih tinggi, serta jangkauan dan cakupan yang lebih luas lagi,” ungkap Justin Doucette, Direktur Product Management Linksys dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/1).

Ia menambahkan, dengan semakin pesatnya kebutuhan streaming berkualitas 4K serta pertumbuhan klien MU-MIMO, memiliki teknologi MU-MIMO termutakhir menjadi pilihan tepat bagi pengguna agar dapat menikmati pengalaman Wi-Fi terbaik.

Operator O2 Tawarkan Platform Rumah Pintar Baru di Inggris

0

Telko.id – Operator seluler asal Inggris, O2, telah mengumumkan akan bermitra dengan AT&T dalam menawarkan platform rumah pintar baru untuk konsumen Inggris akhir tahun ini.

Dalam acara AT&T Developer Conference di Las Vegas belum lama ini, O2 mengatakan akan menjadi operator pertama yang menawarkan layanan berbasis platform rumah pintar Digital Life AT&T di Eropa. Perusahaan memposisikan O2 Home sebagai ‘pengalaman rumah pintar terlengkap’ dan juga bermitra dengan perusahaan termostat Tado, serta Samsung dan Serco untuk kamera dan Yale untuk kunci mencapai hal ini.

“Di O2 kami sedang membangun sebuah ekosistem yang akan memberikan pengalaman rumah pintar lengkap,” kata David Plumb, Direktur Digital di O2. “Dengan bekerja sama dengan penyedia layanan, platform dan perangkat terbaik, kami akan mampu memberikan orang teknologi cerdas untuk rumah mereka.”

O2 Home

Plumb pun mengungkap rasa senangnya atas kerjasama yang terjalin dengan AT&T untuk platform Digital Life mereka, yang akan mengintegrasikan perangkat lama dan baru di sekitar rumah, dan Tado untuk kontrol pemanasnya yang benar-benar pintar. O2 juga membuka peluang untuk mereka yang ingin bergabung dengan ekosistemnya.

“Platform Digital Life adalah solusi end-to-end yang menarik berbagai perangkat dan kemampuan menjadi pengalaman tunggal yang memungkinkan konsumen untuk melihat melalui suara dan mengelola sistem melalui aplikasi tunggal,” kata Kevin Peterson, Presiden Digital Life AT&T. “Dengan menambahkan OEM seperti Tado ke ekosistem, pelanggan O2 akan memiliki bahkan lebih banyak pilihan dalam mengelola rumah terhubung mereka.”

Dilansir dari Telecoms, Kamis (7/1), perusahaan induk O2, Telefónica, sebelumnya telah melakukan percobaan platform AT&T ini di Eropa pada 2014, sehingga akan butuh dua tahun untuk melihat hasilnya ketika O2 Home akhirnya diluncurkan di Inggris. Upaya ini mungkin akan menjadi yang pertama, yang mungkin mengkatalisis kesibukan rumah pintar di Inggris akhir tahun ini.

AT&T Hadirkan Konektivitas Kecepatan Tinggi di 10 Juta Mobil Ford

0

Telko.id – Ford dan AT&T akan menghadirkan konektivitas kecepatan tinggi dan bahkan pengalaman pengguna yang lebih baik kepada pelanggan tahun ini – dengan rencananya menghubungkan lebih dari 10 juta pelanggan ke Ford SYNC Connect dalam lima tahun ke depan.

SYNC Connect sendiri, yang tak lain merupakan teknologi konektivitas berkecepatan tinggi baru milik Ford, menambahkan tingkat kenyamanan ke SYNC, sistem hiburan dan komunikasi in-car terkemuka di industri ini. Ford memperkenalkan SYNC Connect di Amerika Serikat dan Kanada musim semi ini di Escape baru.

“Pemilik kendaraan menginginkan kenyamanan untuk terhubung dengan apa yang ada di rumah dan di mana saja,” ungkap Wakil Presiden Eksekutif Ford, Pengembangan Produk Global dan kepala petugas teknis, Raj Nair. “Dengan SYNC Connect, kami dapat menyediakan fitur dan layanan yang membuat mobil menjadi bagian terbaik dari gaya hidup pelangan kami yang terhubung.”

Dengan Ford SYNC Connect, seperti ditambahkan Nair, pemilik kendaraan Ford tak hanya dapat membuka dan mengunci mobil dari jarak jauh dan dari mana saja, tetapi juga menemukan dimana mereka memarkir kendaraannya (dengan menggunakan sistem GPS), menghidupkan kendaraan dari jarak jauh, melihat informasi kendaraan, termasuk bahan bakar dan tingkat baterai serta kondisi tekanan ban, dan banyak lagi.

SYNC Connect memainkan peran kunci dalam strategi konektivitas Ford sebagai bagian dari Ford Smart Mobility, rencana untuk membawa Ford ke tingkat berikutnya dalam konektivitas, mobilitas, kendaraan otonom, pengalaman pelanggan, dan data dan analisis.

SYNC Connect akan memulai debutnya musim semi ini pada Ford Escape. Setelah peluncuran awal di Amerika Utara, SYNC Connect baru akan diluncurkan di pasar global, menggenapi 10 juta kendaraan yang terhubung pada tahun 2020.

“Layanan mobil terhubung merupakan fitur penting bagi konsumen,” kata Chris Penrose, wakil presiden senior, Internet of Things, AT&T Mobility. “Kami senang untuk memperluas hubungan kami dengan Ford untuk memberikan pengalaman terhubung yang ditingkatkan ke lebih banyak pengendara Ford.”

General Motor Klaim Sebagai Pemimpin Industri ‘Connected Cars’

0

Telko.id – CEO General Motors (GM)  Mary Barra menegaskan status perusahaan mereka sebagai pemimpin dalam ruang connected car saat memperkenalkan kendaraan listrik terbaru mereka yakni Chevrolet Bolt pada ajang CES 2016.

“OnStar sekarang telah menanggapi lebih dari satu miliar permintaan pelanggan karena kami merintis connected car kembali pada tahun 1996,” kata Barra.

Dilansir dari Mobile World Live, Dia menyatakan bahwa di Amerika Serikat dan Kanada merek Chevrolet sendiri memiliki hampir 4 juta kendaraan dengan tertanam teknologi LTE, sementara General Motor tahun lalu sukses menjual tujuh kali lebih banyak kendaraan yang terkoneksi 4G dari sisa industri otomotif di Amerika Serikat.

“Tahun lalu sekitar 1,2 miliar smartphone terjual di seluruh dunia, jadi bayangkan kekuatan yang menggabungkan konektivitas dan elektrifikasi di mobil dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.

Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Barra untuk memperkenalkan mobil listrik mereka seharga $ 30.000 di atas panggung. Sekedar informasi, mobil ini merupakan mobil kendaraan listrik pertama yang mendukung Android dan Apple Auto CarPlay.

“Kami melihat Bolt EV sebagai lebih dari sekedar mobil,” kata Barra. “Ini adalah platform yang upgradeable untuk teknologi baru,” tambahnya.

Barra memprediksi bahwa dalam 5 sampai 10 tahun kedepan, Industri otomotif akan akan berubah dan memiliki sebuah babak baru dalam perjalanannya.

Smartfren Catat Kenaikan Semasa Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Smartfren baru saja mengeluarkan jumlah kenaikan data traffik pengguna 4G pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2015.

Dari pantauan tim Smartfren, terdapat kenaikan traffik pengguna data pada masa liburan panjang tersebut. Data tersebut berasal dari data pengguna 4G mereka yang sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 800 ribu pengguna tersebut. Tim Telko.id berhasil mendapatkan keterangan langsung dari pihak operator 4G tersebut pada Selasa (1/5).

Smartfren sendiri membagi wilayah Indonesia menjadi dua wilayah yakni wilayah barat dan wilayah timur. Untuk wilayah barat sendiri, sejatinya terjadi kenaikan traffik data 4G sebesar 15 %.

Kenaikan traffik data 4G juga dirasakan pada wilayah Indonesia Timur, tercatat di wilayah ini kenaikan pengguna data pada masa liburan ini mencapai 8 %.

Pihak Smartfren menyebut tidak ada masalah terkait dengan kenaikan traffik ini. Pasalnya, mereka telah melakukan mereka mulai melakukan monitoring khusus sejak tanggal 19 November sampai dengan 4 Januari 2015.

Berbicara mengenai pengguna 4G mereka, sampai dengan akhir tahun 2015 lalu,  tercatat pengguna 4Gmereka baru mencapai kisaran 800 ribu user. Hal ini sejatinya diluar dari ekspektasi mereka yang menargetkan pengguna 4G mencapai 1 juta pengguna hingga akhir tahun 2015 silam.

Jumlah pengguna yang masih sedikit ditambah dengan kapasitas spektrum yang luas di frekuensi 2300 Mhz mereka membuat internetan di jaringan 4G mereka jauh dari kata ‘lelet’.

Sementara untuk OTT, mereka menyebut, bahwa penggunaan OTT ssmasa liburan natal dan tahun baru masih di dominasi oleh para pemain lama seperti Whatsapp, Line, Twitter dan juga Facebook.

Pihak Smartfren sendiri belum dapat mengkonfirmasi mengenai target mereka setidaknya pada kuartal pertama di tahun ini.

Namun, setidaknya di tahun ini mereka akan lebih berkonsentrasi pada lini digital conten mereka. Bahkan, digital content diharapkan akan dapat menyumbang sebesar 5% dari total revenue smartfren dan bagaimana layanan digital ini bisa meningkatkan arpu Smartfren.

Mediatek Luncurkan Chipset untuk IoT

0

 

Telko.id – Consumer Electronics Show 2016 baru saja digelar di Las Vegas, Amerika. Pada ajang ini, berbagai macam teknologi baru diperkenalkan. Terutama yang berkenaan dengan internet of things yang menjadi masa depan dunia digital. Salah satu yang ikut berperan adalah perusahaan chipset asal Taiwan yakni Mediatek.

Pada ajang bergengsi ini, Mediatek memperkenalkan tiga chispet terbaru nya yakni MT7697. Chipset ini diperuntukan sebagai jembatan untuk sebuah smart device, tablet dan smartphone untuk dapat berkoneksi dengan cloud. Terutama untuk berbagai peralatan dirumah.

“Chipset MT7697 ini merupakan produk dengan level yang tinggi untuk integrasi tetapi konsumsi power yang rendah. Sehingga sangat cocok untuk kebutuhan di rumah. Hal itu membuat produk ini menjadi pemimpin untuk masa depan inovasi smart home applications,” ujar JC Hsu, Corporate Vice President and general Manager of Business IOT Business Unit Mediatek menjelaskan.

Mediatek MT7697 ini berteknologi BLE atau Bluetooth Low Energy (BLE) dan mendukung juga integrasi dengan SoCs, kombinasi dan optimalisasi DB WiFi, BLE, CM4 dan RAM. Selain itu juga sudah ada di dalamnya power amplifier dengan TX power berkekuatan up to 10 decible-milliwatts (dBm). Untuk device dengan platform iOs sudah ditanamkan BLE yang mendukung up to 160 byte Maximum transmisiion unit (ATT_MTU).

Untuk koneksi jangkauan yang lebih luas, MT7697 ini didukung juga dengan WiFi. Dengan demikian, untuk koneksi internet di rumah dapat menggunakan ke dua teknologi tersebut. Selain itu, produk ini juga sudah mendukung dual band yakni di frekuensi 2.4GHz dan 5 GHz. Rencananya, produk ini mulai diluncurkan secara luas pada semester pertama di 2016.

Kenapa Mediatek begitu antusias meluncurkan produk yang begitu beragam? Ya, karena Mediatek melihat bahwa saat ini adalah waktu nya display. Di mana, berbagai informasi selalu akan dicari melalui berbagai media yang memiliki display. Baik itu TV, mobile handset, tablet atau beragam device lainnya.

Untuk itu, Mediatek juga menyediakan chipset khusus untuk home entertainmen yakni MT8581 yang sudah diklaim merupakan chipset pertama di dunia yang sudah mendukung Ultra-HD 4K Blu-ray player SoC dengan High Dynamic Range.

Lalu, Mediatek juga meluncurkan chipset yang diproduksi Wearables yakni MT2523. Produk ini di klaim oleh Mediatek sebagai SoC pertama yang mampu mengkombinasikan mobile screen dengan resolusi tinggi. Lalu sudah didukung dengan dual-mode Bluetooth dan GPS. Ditambah lagi, produk ini memiliki efisiensi power. (Icha)

Pemerintah Melunak, BlackBerry Batal Tinggalkan Pakistan

0

Telko.id – Awal 2016 membawa kabar baik bagi pengguna BlackBerry di Pakistan. Perusahaan Kanada ini  mengumumkan tidak akan menutup layanannya di negara itu setelah pemerintah menarik perintah yang mengharuskan BlackBerry menyediakan akses ke data terenkripsi yang dikirim melalui server perusahaan.

Langkah tersebut, konon muncul menyusul meningkatnya upaya pemerintah untuk mendapatkan akses ke pesan terenkripsi untuk penyelidikan kriminal dan keamanan nasional. Raksasa teknologi Amerika Serikat, Apple dan Google telah menerapkan enkripsi untuk smartphone sehingga hanya pengguna yang memiliki ‘kunci’, yang berarti perusahaan tidak bisa membagi data bahkan dengan surat perintah atau surat perintah pengadilan.

“Setelah diskusi yang produktif, pemerintah Pakistan telah mencabut perintah penutupan, dan BlackBerry telah memutuskan untuk tetap berada di pasar Pakistan,” ungkap Chief Operating Officer BlackBerry, Marty Beard dalam sebuah posting blog 31 Desember lalu.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan memberitahu operator seluler di negara itu pada bulan Juli bahwa server BlackBerry Enterprise Service (BES) BlackBerry tidak lagi diperbolehkan untuk beroperasi di negara itu sejak Desember “untuk alasan keamanan.” Otoritas Telekomunikasi Pakistan kemudian memperpanjang batas waktu penutupan hingga akhir tahun.

Pemerintah telah menuntut untuk memantau semua lalu lintas BES perusahaan, termasuk email dan pesan BBM, kata BlackBerry saat itu. Ditegaskan bahwa hal itu tidak akan memberikan akses terbuka terhadap informasi pelanggan, mencatat bahwa permintaan itu bukan masalah keamanan publik; BlackBerry selalu senang untuk membantu dengan penyelidikan kegiatan kriminal, katanya.

“Kami berterima kasih kepada Otoritas Telekomunikasi Pakistan dan pemerintah Pakistan untuk menerima posisi BlackBerry bahwa kami tidak dapat menyediakan konten dari lalu lintas pelanggan BES kami, kami tidak akan menyediakan akses ke server BES kami,” tulis Beard pekan lalu.

“Kami berharap dapat melayani pasar Pakistan selama bertahun-tahun ke depan, termasuk memperkenalkan produk dan layanan baru, dan berterima kasih pada pelanggan kami di Pakistan untuk kesabaran dan kesetiaan mereka,” tambahnya.

Inilah Kota-Kota Smart Cities AT & T

0

Telko.id – Salah satu Operator terbesar di Amerika Serikat yakni AT & T akhirnya memberitahukan kota-kota mana saja yang akan menjadi tempat pengujian layanan Smart Cities mereka.

Bertempat di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat, AT & T sejatinya menginformasikan tiga nama kota yang menjadi tesbeds dari program Smart Cities mereka. Tiga nama tersebut antara lain Atlanta, Chicago dan Dallas.

Adalah Glenn Lurie, Presiden dan CEO AT & T Mobility yang berbicara tentang strategi operator asal negeri Paman Sam ini untuk kota-kota pintar mereka. Dia menunjukkan bahwa AT & T ingin mengambil pendekatan yang sama k
dengan Connected Cars. “Anda harus melihat ini sebagai rencana yang sama dan merupakan strategi empat pilar yang melibatkan kemitraan dengan Cisco, IBM, Deloitte, Ericsson, Intel dan Qualcomm,” tuturnya seperti dikutip dari laman Mobile World Live.

Lurie bergabung di atas panggung bersama Hans Vestberg, CEO Ericsson, Brian Krzanich, CEO Intel, Komisaris FCC Jessica Rosenworcel dan Kasim Reed, selaku orang nomor satu di Atlanta.

Mereka berada di panggung tersebut pada sesi ‘Operator’s Developer Summit’ setelah sebelumnya CEO AT & T Ralph de la Vega membahas mengenai Connected Cars.

Kabar mengenai pengumuman nama-nama kota ini sejatinya telah berhembus sejak beberapa hari lalu, namun belum ada keterangan resmi yang mengungkap nama kota tersebut sampai pada ajang CES 2016 ini.

Istilah “smart city” merujuk pada kota yang menghubungkan infrastruktur seperti lampu lalu lintas, parkir meter dan meter air ke Internet. AT & T juga akan bekerja dengan perusahaan di seluruh dunia untuk menghubungkan perangkat di otomotif, perkapalan, industri, kesehatan, keamanan rumah ke sektor smart city.

AT & T Beberkan layanan ‘Connected Cars’ mereka di ajang CES 2016

0

Telko.id –  Pada ajang CES 2016 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Seikat, AT & T membeberkan strategi mereka untuk menyongsong ranah smart cities, dengan membuat kesepakatan baru dengan Ford untuk hal ‘Connected Car’, mereka melihat ini merupakan  kesempatan besar, serta kompleksitas besar dan sangat terlibat dengan konsep smart cities.

Operator AS ini mengumumkan akan membawa konektivitas 4G untuk semua kendaraan Ford baru di AS dan Kanada di bawah perjanjian eksklusif multiyear. Target mereka adalah untuk mengkoneksikan 10 juta kendaraan pada tahun 2020 melalui kesepakatan ini.

Pengumuman ini dibuat oleh Presiden dan CEO AT & T untuk mobile dan solusi bisnis, Ralph de la Vega di atas panggung pada sesi ‘Operator’s Developer Summit’ di Las Vegas dengan CTO Ford Raj Nair.

Melihat lebih luas, de la Vega mengatakan AT & T bekerja dengan 9 dari 16 produsen mobil terkemuka pada inisiatif Connected Car.

Selain itu, de la Vega juga menyebutkan tentang hubungan mereka dengan perusahaan minuman energi Red Bull. Kesepakatan AT & T dengan perusahaan minuman berenergi ini adalah dengan mengaktifkan tanggal pendingin yang ada pada setiap dealer Red Bull. Dengan pengaktifan ini, nyatanya dapat menghemat waktu bagi dealer perusahaan tersebut. Saat ini Red Bull memiliki 200.000 ‘connected coolers’ berkat kerjasama dengan AT & T.

AT & T juga bekerja sama dengan tim balap Formula Satu Red Bull. Tim menjalankan VPN internasional atas infrastruktur AT & T dan UK HQ dapat menerima data langsung dari trek balap di seluruh dunia.

“Orang-orang ini menggunakan data secara real-time untuk memotong milidetik dari waktu yang ada,” kata de la Vega seperti dilansir dari Mobile World Live. AT & T juga bekerja dengan tim balap Red Bull pada sektor MDM dan keamanan.

Lebih lanjut, de la Vega mengungkapkan, “Data mengubah permainan, itu adalah revolusi industri baru,” tuturnya.

Telefonica Bikin Perusahaan Patungan Dengan China Unicorm

0

Telko.id – China Unicom dan Telefonica mendirikan perusahaan patungan untuk menyediakan layanan Big Data di Cina.

Kemitraan ini merupakan langkah cerdas untuk mengembangkan teknologi digital, itu akan menyediakan layanan digital dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi dasar milik China Unicom  yang stabil dan luas serta kaya akan pengalaman dan pasar dan tentunya akan ditopang oleh teknologi ‘mature’ milik Telefonica di layanan Big Data seperti Smart Steps.

Dilansit dari Mobile World Live, perusahaan patungan ini akan dikelola dengan mekanisme berorientasi pasar,  dengan pembagian kepemilikan masing-masing 55/45 untuk China Unicom dan Telefonica.

Grup telekomunikasi di Eropa dan Amerika Latin menyebutkan ini adalah langkah pintar dengan menggunakan anonymised, agregat dan ekstrapolasi jaringan data untuk memberikan lokasi dan gerakan wawasan dengan cepat.

Diharapkan perusahaan patungan ini dapat digunakan secara luas di Cina, di daerah-daerah seperti konstruksi transportasi dan operasi, perencanaan kota, manajemen pariwisata, keamanan publik, pengendalian risiko keuangan, real estate dan analisis ritel serta wawasan konsultasi bisnis dan statistik makro.

Dikatakan bahwa upaya ini akan lebih meningkatkan penyebaran China Unicom di pasar big data dan memberikan Telefonica akses ke potensi yang luar biasa dari pasar data yang besar Cina.

Telefonica dan China Unicom telah bekerja sama pada sejumlah inisiatif bersama, seperti aliansi strategis yang dibentuk pada tahun 2009 dan bekerja sama di sektor M2M dan pengadaan handset.