spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1719

Coolpad Perkenalkan Logo Baru

0

Telko.id – Pada ajang Consumer Electronics Show di Las Vesgas, Amerika, Coolpad, salah satu produsen smartphone asal Cina mengubah logo nya.

“Ketika Coolpad memulai untuk menentukan bagaimana identitas Coolpad yang baru terlihat secara visual, kami tidak melakukan perubahan kecil, namun perubahan yang mewakili besarnya perkembangan yang terjadi di Coolpad. Perubahan logo dari yang lama menjadi logo baru saat ini, sudah di persiapkan dari jauh – jauh hari oleh kantor pusat kami di China. Transformasi ini dilakukan secara bertahap dan disebar ke seluruh kantor Coolpad di setiap negara. Seluruh proses perubahan logo mengacu pada kondisi perusahaan dan kebutuhan pasar sehingga menjadi prinsip perusahaan dan kekuatan baru untuk menyongsong tahun kehidupan baru,” kata Natalie Chen, Brand Manager Coolpad Indonesia.

Logo baru Coolpad ini menggunakan warna utama fajar biru yang menggambarkan rasionalitas, loyalitas, serta fokus untuk memberikan teknologi terbaru kepada pengguna dan warna hijau tumbuh yang menggambarkan harapan, menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi Coolpad untuk terus tumbuh di masa depan.

Coolpad merepresentasikan prinsip perusahaan terbarunya dengan 4C (four C) yaitu:

Catalyst : merupakan aturan yang Coolpad terapkan kepada seluruh karyawannya agar selalu melihat pasar dan menciptakan inovasi-inovasi yang brilian agar bisa beradaptasi secara cepat dalam memasuki kemajuan teknologi dunia.

Creative : tentu saja kreativitas sangat diperlukan oleh seluruh karyawan Coolpad dalam menciptakan suatu produk yang baru, fresh, dan bisa terintegrasi dengan kebutuhan penggunanya.

Confident : Coolpad juga selalu menghadirkan perangkat untuk masyarakat dengan kualitas material dan spesifikasi yang baik serta tingkat keamanan yang sangat tinggi. Mengingat smartphone bisa dikatakan barang personal dan telah menjadi privasi seseorang. Hal ini dirasa sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memberikan rasa yang nyaman kepada penggunanya.

Caring : Coolpad ingin menjadi sahabat smartphone Anda, mencoba menghubungkan teman, sahabat, keluarga yang jauh untuk berkomunikasi tanpa batasan jarak. Hal tersebut juga diterapkan di dalam

Prinsip baru 4C tersebut, yaitu Catalyst: Katalisator, Creative: Kreatif, Confident: Percaya Diri, Caring: Peduli, merupakan perwujudan dari kerja keras dan profesionalisme untuk menjadikan Coolpad sebagai leader market di pasar global. Perangkat-perangkat yang dihadirkan oleh Coolpad akan selalu mengandalkan bahan atau material-material yang sempurna, wujud tampilannya yang baik dan elegan sampai berada digenggaman penggunanya, sehingga pengguna akan merasakan pengalaman yang sempurna ketika memakai Coolpad Smartphone. (Icha)

AT&T dan Ericsson Garap Pelestarian Air berbasis IoT di Atlanta

0

 

Telko.id – AT&T bekerjasama dengan Ericsson menciptakan solusi Connected Water di Atlanta, Amerika. Serangkaian uji coba pun telah di lakukan. Uji coba tersebut memungkinkan Chattahooche Riverkeeper, sebuah organisasi di bidang pelestarian air di Chattahoochee River Basin, memantau kualitas air kota di lokasi sumber air utama, dari lokasi terpisah.

Uji coba lapangan proyek Connected Water ini, memanfaatkan sebuah prototipe desain dari pemenang lomba ide inovasi “Technology for Good” di kalangan mahasiswa, yang disponsori oleh Ericsson belum lama ini. Sementara AT&T akan menyediakan seluruh konektivitas nirkabel bagi perangkat Internet of Things (IoT).

Didirikan pada tahun 1994, Chattahooche Riverkeeper adalah organisasi advokasi lingkungan, yang memiliki lebih dari 7000 anggota,mendedikasikan diri untuk menjaga dan memulihkan DAS (Daerah Aliran Air)Chattahooche, yang merupakan sumber air minum bagi hampir 4 juta penduduknya.

“Chattahooche Riverkeeper sangat bangga dan senang dapat bekerja sama dengan Ericsson dan AT&T di proyek yang sangat menarik ini. Proyek ini akan menghasilkan persediaan air yang lebih bersih dan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi kota Atlanta dan sekitarnya,” ujar Jason Ulseth, Chattahooche Riverkeeper menjelaskan.

Uji coba ini menjadi contoh penerapanInternet of Things (IoT), dimana segala yang telah diuntungkan karena saling terkoneksi, akan semakin terhubung. Segmen IoT telah berkembang dengan pesat. Menurut Ericsson Mobility Report, akan ada lebih dari 28 milyar perangkat yang terhubung pada akhir 2021 nanti.

Prototipe pertama proyek ini ditempatkan pada sebuah sumber air kota Atlanta di Proctor Creek. Lebih dari 60.000 penghuni tinggal di sepanjang Proctor Creek, dimana aliran sumber air ini mengalir melewati wilayah pemukiman, kompleks industri, taman kota dan di sepanjang sisi sekolah umum. (Icha)

Ericsson Luncurkan solusi Data Analytics IoT

0

Telko.id – Teknologi baru yang mendukung pertumbuhan Internet of Things menjadi primadona di Consumer Electronics Show 2016 di Las Vegas. Maklum saja, device yang mendukung teknologi ini jumlahnya akan meningkat tajam di 2016 ini dan seterus nya. Itu sebabnya, teknologi yang bersinggungan dengan IoT ini pun menjadi salah satu incaran para pengunjung. Ericsson, pada ajang pameran international ini pun memamerkan solusi data Analaytics untuk IoT.

”Peluncuran Solusi User & IoT Data Analytics adalah langkah penting dari komitmen Ericsson untuk IoT – menuju terwujudnya visi kita dalam Networked Society. Ericsson User Data Consolidation (EUDC) mampu mengatur milyaran data pelanggan dan dengan solusi baru ini kita dapat membantu operator untuk tumbuh dan memonetisasi aset data, dalam layanan baru pada pasar IoT yang terus berkemban,” ujar Jan Häglund, Vice President and Head of Product Area Network Analytics & Control Ericsson menjelaskan.

Solusi tersebut akan membantu para operator seluler untuk meningkatkan efisiensi internal dalam pengaturan data pelanggan dan perangkat Internet Of Things (IoT), serta melakukan eksplorasi dari berbagai aplikasi intas-vertikal IoT.

Solusi User & IoT Data Analytics ini akan menggabungkan data pengguna dan perangkat IoT dalam layaknya sebuah database. Hal ini akan memberikan akses jaringan yang aman bagi berbagai jenis perangkat, baik yang berbasis selular maupun non-selular, dan memungkinkan operator untuk melakukan analisis data real-time berdasarkan fungsionalitas analitik database pada sistem manajemen data pelanggan. Solusi iniberbasis Ericsson User Data Consolidation (UDC) yang sudah terbukti kemampuannya, termasuk komponen Centralized User Database (CUDB) dan User Profile Gateway (UPG).

Sebagai hasilnya, operator dapat mengekstrak gambaran unik berbagai perilaku pengguna dan perangkat yang terkoneksi, yang juga didapat dari penggunaan sumber-sumber jaringan. Solusinya juga memungkinkan pengaturan akses data dari dan kepada pelanggan dan aplikasi-aplikasi industri. Rencananya, solusi ini mulai tersedia secara komersial pada akhir kuartal kedua 2016.

Di dalam Networked Society, jumlah data akan meningkat secara eksponen, dengan ribuan perangkat IoT yang terhubung dalam jaringan. IoT menjanjikan perubahan cara kita hidup dan beraktivitas, melalui pemanfaatan konektivitas yang akan membawa kita ke tingkat kecerdasan baru untuk terhubung dengan dunia sekitar, dengan menggunakan cara yang tidak memungkinkan sebelumnya. Bagi penyedia operator, ledakan data ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan keuntungan. (Icha)

Kontes 4G Resmi Bergulir di Aljazair

0

Telko.id – Regulator telekomunikasi Aljazair Kamis kemarin mengumumkan pembukaan resmi kontes lisensi 4G-nya. Autorité de Régulation de la Poste et des Télécommunications (ARPT) mengatakan proses ini terbuka untuk operator seluler Aljazair yang ada.

Menurut laporan Total Telecom, Jumat (8/1), ada tiga lisensi 4G yang tersedia. Ketiganya akan ‘diperebutkan’ oleh tiga operator jaringan seluler utama di negara tersebut, yakni Djezzy, yang masuk ke dalam kategori BUMN, unit lokal Ooredoo, dan Algerie Telecom Mobilis.

Pihak yang berkepentingan dapat mengumpulkan dokumentasi kontes dari ARPT antara 10 Januari dan 13 Januari dengan biaya 100.000 dinar atau setara Rp 12 juta.

Menurut Algerie Presse Service, negara akan mengumumkan pemenang lisensi ini pada bulan Mei.

“Peluncuran resmi 4G dijadwalkan untuk semester pertama 2016,” Imane Houda Feraoun, Menteri Pos dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Aljazair mengungkapkan pada Desember lalu.

Ia menambahkan, keterlambatan ini sendiri terjadi dalam kaitannya dengan penggunaan layanan lokasi satelit geografis (GPS). “Proyek ini masih dalam pemeriksaan pada tingkat lanjutan,” katanya kala itu.

Sebagai informasi, ada lebih dari 38 juta pelanggan ponsel di negara Afrika Utara ini. Dan itu adalah peluang bagi ketiga operator yang bermain di sana.

Netflix Hadir di Indonesia, TV Berbayar Terancam Lesu

Telko.id – Salah satu penyedia layanan streamingvideo populer, Netflix, resmi menginjakan kakinya di Indonesia pada Kamis, 7 Januari 2016. Hal tersebut tentunya akan semakin memanjakan para penikmat siaran televisi di Indonesia.

Menurut The New York Times, kehadiran Netflix di Indonesia merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis perusahaan.

Selain Indonesia, perusahaan yang berbasis di Los Gatos, California AS tersebut akan melakukan ekspansi ke banyak negara lain. Tercatat mereka akan menghadirkan layanan streaming mereka di 130 negara lagi dengan total negara saat ini telah mencapai 190 negara.

“Hari ini Anda akan melihat kelahiran jaringan TV internet global baru. Dengan peluncuran ini, konsumen di seluruh dunia, dari Singapura sampai ke St Petersburg, dari San Francisco ke Sao Paulo bisa menikmati acara TV dan film secara bersamaan tanpa harus menunggu lama,” kata Co-founder and Chief Executive Netflix, Reed Hastings di sesi presentasinya yang diadakan di CES 2016, Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat.

Yang menjadi permasalahannya adalah, Hadirnya TV Streaming ini apakah akan mengganggu bisnis TV berbayar di Indonesia. Pasalnya, Netflix dianggap  sebagai alternatif para pencinta film untuk menyaksikan tayangan kesayangan mereka dan tak perlu lagi mengandalkan konten dari televisi berbayar. Inilah yang dianggap bakal mengancam bisnis televisi berbayar di Indonesia.

Terlebih, Untuk pelanggan Indonesia Netflix akan memberikan masa percobaan selama satu bulan gratis. Kegiatan promosi ini disinyalir akan meraup banyak subscriber sekaligus menjadi pilot project mereka di Indonesia.

Koneksi internet yang semakin baik menjadi salah satu alasan hadirnya raksasa streaming ini di Indonesia. Namun, berbicara mengenai regulasi, sejatinya Menkominfo Rudiantara belum mengetahui apakah Netflix masuk kedalam kategori OTT (Over The Top) atau bukan.

“Belum tahu, makanya nanti lihat. Bisa jadi OTT harus lihat servernya di mana dan lainnya,” tutur Rudiantara. Terlebih, ia tidak mau menyamakan Netflix dengan OTT seperti Youtube, walaupun sama-sama menghadirkan konten video.

“Kalau (Netflix) ini soal film dan payable (bisa berbayar)Itu larinya ke mana, dari sisi pelanggan kan bayarnya langsung ke Netflix, tapi datanya bayar ke operator,” tandas pria yang kerap disapa Chief R.A ini.

Berbicara mengenai persaingan denganTV berbayar atau Bioskop, Rudiantara mengungkapkan, “Sekarang di Indonesia itu bukan seribu layar lagi, tapi dengan adanya 4G pada perangkat pelanggan, hasilnya jutaan layar pengganti bioskop, tapi, pelanggan kita belum biasa, Coba deh, nanti kalau ke depannya bagus, itu akan jadi killer applications,” ungkapnya.

HKT dan Huawei Telah Selesaikan Proses Migrasi Jaringan VoLte

0

Telko.id – HKT (Hong Kong Telecommunication),  selaku tangan kanan dari  PCCW Group, dan Huawei telah menyelesaikan proses home industri pertama  mereka yang diberinama Home Subscriber Server (HSS) / Voice over LTE (VoLTE) cutover, hal ini tentunya membuka jalan bagi integrasi penuh dari jaringan mobile inti HKT dan CSL .

Dalam pernyataan bersama, perusahaan mengatakan cutover HSS / VoLTE adalah langkah pertama dari serangkaian migrasi untuk mengintegrasikan dua jaringan inti mobile HKT dan CSL ke jaringan inti yang terintegrasi yang baru dibangun.

Integrasi adalah langkah strategis yang diikuti proses akuisisi HKT  dari CSL untuk menyatukan pengalaman pengguna dengan homogen dan set layanan yang disederhanakan.

Rencana jangka panjang mereka adalah untuk memungkinkan HKT dalam menawarkan layanan canggih, cakupan jelajah lebih luas dan kecepatan data yang lebih tinggi, kata perusahaan dalam sebuah pernyataan bersama.

Seluruh integrasi jaringan diharapkan akan selesai pada tahun 2016.

“Migrasi pertama ini adalah yang paling penting dan sulit di seluruh integrasi, database yang dinamis untuk beberapa juta pelanggan CSL harus ditransfer dari HSS, yang dianggap sebagai otak dari jaringan mobile,” seperti dikutip dari laman telecom asia.

Migrasi jaringan VoLTE mencakup IP Multimedia Subsystem (IMS) dan circuit switched domain, termasuk inti 2G / 3G / 4G / IMS HSS.

Sebuah tim yang berdedikasi dari HKT dan ahli dari Huawei menghabiskan sekitar sembilan bulan untuk membangun jaringan inti baru yang terintegrasi. Termasuk desain awal, instalasi peralatan dan commissioning, integrasi sistem dan pengujian, serta pengujian penerimaan pengguna.

HKT dan Huawei mengungkapkan bahwa proses migrasi mereka menuai hasil “sukses besar” mengingat ruang lingkup yang belum pernah terjadi sebelumnya, kompleksitas teknis dan koordinasi yang luas antara dua vendor.

Kedua perusahaan tersebut juga meyakini bahwa migrasi ini merupakan migrasi live pertama di dunia untuk ranah 2G / 3G / 4G / IMS HSS ditambah IMS / VoLTE cutover dari satu vendor ke yang lain.

Verizon akan Saingi AT&T dalam Lomba Smart City

0

Telko.id – AT&T tampaknya tidak akan menjadi satu-satunya operator di AS yang terjun ke ranah smart city (kota cerdas). Pasalnya, Verizon, baru-baru ini juga mengurai ketertarikannya untuk terjun ke lahan yang sama. Perusahaan bahkan mengatakan bahwa kota cerdas adalah bagian penting dari strategi jangka panjang untuk Internet of Things (IOT).

“Salah satu bagian IOT yang membuat kami benar-benar bersemangat adalah kota cerdas. Kami punya sejumlah rencana di luar sana, satu dengan Savannah, Georgia, satunya lagi akan kami bicarakan akhir tahun ini,” ungkap EPV dan President of product innovation and new businesses di Verizon Communications Inc, Marni Walden dalam sebuah konferensi di Las Vegas belum lama ini.

Saat ini, operator tengah melakukan pemantauan utilitas dan tes kontrol lalu lintas masing-masing di Pesisir Timur dan Barat.

Lomba untuk menjadi yang paling dominan dalam mengembangkan kota cerdas di AS telah resmi dimulai. Lebih tepatnya setelah Selasa lalu AT&T Inc mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan kota-kota di Atlanta, Chicago dan Los Angeles untuk mengimplementasikan sistem utilitas dan lalu lintas yang lebih cerdas.

Sebagian besar pendapatan Verizon terkait IOT masih berasal dari telematika lama dan bisnis manajemen armada. “Pada kuartal keempat itu setengah miliar dolar [dalam pendapatan],” tambah Walden seperti dilansir dari Lightreading, Jumat (8/1).

Walden menggambarkan sektor Internet of Things dan mesin-ke-mesin (M2M) sebagai sesuatu yang “memiliki banyak potensi … tapi dengan landasan pacu yang panjang.”

SK Telecom Demonstrasikan Teknologi Interkoneksi Internet of Things

0

Telko.id – Operator Korea, SK Telecom, belum lama ini berhasil menunjukkan interworking antara dua standar Internet of Things (IOT) yang berbeda, yakni oneM2M dan Open Internet Consortium (OIC).

Standar oneM2M dirancang untuk mendukung komunikasi antara perangkat yang letaknya berjauhan, sementara OIC ditujukan untuk menghubungkan perangkat yang dekat satu sama lain.

“Interworking antara standar IOT yang berbeda penting karena secara dramatis dapat memperluas ekosistem IOT keseluruhan dengan meningkatkan pengembangan produk dan layanan yang dapat beroperasi secara mulus terlepas dari standar,” ungkap SK Telecom, dalam sebuah pernyataannya.

Menurut laporan Total telecom, Jumat (8/1), empat mitra membantu SK Telecom dalam demonstrasi ini. Mereka adalah Samsung, Electronics Technology Institute (KETI), pembuat mikrokontroler Atmel, dan pembuat modul mesin-ke-mesin (M2M) Axstone.

Demonstrasi ini sendiri menunjukkan bahwa perangkat berbasis OIC yang dikembangkan oleh Samsung dan Atmel dikontrol melalui smartphone yang terhubung ke platform yang IOT ThingPlug SK Telecom, yang didasarkan pada oneM2M. Menjembatani kesenjangan antara kedua standar itu adalah sebuah gateway yang menampilkan solusi interworking oneM2M-OIC yang dikembangkan oleh KETI dan Axstone.

“Demonstrasi ini akan mengantar dunia baru IOT, di mana perangkat IOT dari semua standar dapat terhubung secara mulus, sehingga memberikan pelanggan dengan nilai yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui berbagai kasus penggunaan baru,” pungkas SK Telecom.

Perancis Gelar Proyek Percontohan ‘Spektrum Bersama’

0

Telko.id – Sejumlah vendor bekerja pada proyek percobaan spektrum bersama, dengan mengeksplorasi teknologi yang bisa “melepaskan cukup spektrum untuk mengaktifkan layanan 5G inovatif untuk semua warga negara Uni Eropa”.

Namun, dari kesemuanya yang hadir, sejauh ini tidak ada operator yang ikut berpartisipasi sebagai peserta.

Proyek ini menggunakan frekuensi yang dimiliki oleh Departemen Pertahanan Perancis di band 2.3GHz-2.4GHz. Jika berhasil, ini “harus mengarah pada pelepasan sejumlah besar spektrum berlisensi  di Perancis selama 24 bulan ke depan.

Dilansir dari Mobile World Live, pihak yang ikut berpartisipasi dalam proyek ini adalah start-up Perancis Red Technologies, yang menyediakan platform manajemen spektrum yang dinamis, Ericsson, yang menyediakan jaringan radio dengan kemampuan operator agregasi dan Qualcomm, yang memasok perangkat.

“Ketersediaan Spektrum adalah kondisi inti untuk mengembangkan adopsi dan inovasi teknologi, oleh karena itu pryek percontohan Licensed Shared Access (LSA) ini merupakan langkah penting menuju realisasi Digital Single Market di Eropa, “kata Wassim Chourbaji, VP urusan pemerintahan di Qualcomm Communications.

Banyak pemerintah di seluruh dunia sedang melihat alokasi spektrum yang diadakan oleh badan-badan publik seperti militer, dengan latar belakang meningkatnya permintaan dari industri mobile.

Sementara dalam beberapa kasus, ini mengarah ke bagian alokasi yang diserahkan kembali dan berbagi dalam memberikan cara alternatif untuk memastikan sumber daya yang digunakan secara efisien.

Pertimbangan penting adalah bahwa banyak aplikasi umum yang tidak menggunakan semua alokasi yang diberikan, fokus regional atau tidak memiliki tingkat penggunaan yang konsisten, yang berarti ada kesempatan untuk mendukung penggunaan lainnya.

Twitter Berencana Perpanjang Karakter Hingga 10 ribu

0

 

Telko.id – Twitter baru saja mengumumkan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk memperpanjang jumlah maksimumnya menjadi lebih dari 140 karakter. Menurut laporan terbaru, Twitter berencana untuk meningkatkan ke batas karakter untuk 10.000. Jika rencana tersebut dilakukan maka Twitter harus mengakomodir sekitar 400 kata dan terjadi keseimbangan dengan image atau gambar.

Twitter, yang berbasis di San Francisco menolak untuk memberikan informasi tentang rencana menaikan limit karakternya terwsebut. Dorsey menunjukkan Itu Sudah mereka telah menemukan beberapa screenshot dengan konten yang panjang.

Jack Dorsey, Chief Executive Twitter dalam tweeted nya menyebutkan bahwa sudah menemukan beberapa screenshot dengan konten yang panjang.

Lebih lanjut, Dorsey juga menyebutkan bahwa Twitter memiliki mekanisme yang akan mendukung para penggunanya untuk mengekspresikan konten nya di beberapa ruangan tanpa tanpa mengubah infrastruktur yang ada. Selain itu, Dorsey juga menyatakan bahwa perusahaannya juga komit untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk membentuk platform komunikasi yang stabil untuk para penggunanya.

Walaupun sebenarnya, Twitter mendukung adanya pembatasan karakter pada pesan yang diposting oleh para penggunanya karena akan merangsang kreatifitas untuk menyampaikan dalam kalimat yang singkat.

Jika pun rencana menaikan jumlah karakter nya dilakukan, Twitter harus tetap merespon pengguna lama nya yang lebih memilih mengekspresikan sesuatu daam 140 karakter. Di saat yang sama, Dorsey juga peduli pada shareholdernya. Yang menginginkan memperluas jumlah karakter karena akan merangsang peningkatan pendapatan dan keuntungan perusahaan untuk pertama kali nya di perusahaan.

Menurut para analis, Twitter tidak boleh stagnan. Harus mampu berfikir lebih besar lagi dan menciptakan tambahan ruangan untuk platfor advertising. Pertumbuhan Twitter memang melemah selama dua tahun terakhir ini. Dan perusahaan berusaha untuk mengatasi persaingannya dengan Facebook, sejak Dick Costolo pergi dari perusahaan pada 2015.

Perusahaan membutuhkan pemikiran yang oyt of the box untuk memperoleh popularitas dan retensi penggunanya dengan meningkatkan batas karakter secara bertahap.

Limit 140 karakter itu, dulu diberlakukan karena pada 2006, smartphone masih sangat baru. Ibarat anak masih usia balita. Tapi saat ini, kondisi sudah berubah, perusahaan pun harus memikirkan kembali dan meningkatkan batas karakter untuk mengakomidir kebutuhan pengguna dalam mengekspresikan pendapatnya dengan cara yang lebih leluasa.

Jalan terbaik untuk perubahan batas karakter ini adalah dengan menampilkan beberapa baris konten dan kemudian dapat dibuka secara menyeluruh pada jendela baru. Perusahaan pun harus menyediakan fasilitas untuk melakukan editing tweets.

Jika berbicara tentang media social, Facebook masih berada menempati tempat pertama. Dan Twitter harus mengubah situasi ini dengan menambah fitur baru yang memungkinkan pengguna secara teratur menggunakannya. (Icha)