spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1649

Kelebihan dan Kekurangan 5G

0

Teknologi generasi ke-5 menawarkan berbagai fitur, yang bermanfaat bagi semua kelompok orang termasuk mahasiswa, profesional (dokter, insinyur, guru, pemerintahan, badan-badan administratif, dan lain-lain) dan bahkan untuk orang biasa.

ericsson

Keuntungan Teknologi 5G

Ada beberapa keuntungan dari teknologi 5G, beberapa diantaranya telah ditunjukkan pada gambar Ericsson di atas, dan banyak lagi seperti dijelaskan di bawah ini:

  • Resolusi tinggi dan bentuk bandwidth yang besar dan bi-directional.
  • Teknologi untuk mengumpulkan semua jaringan pada satu platform.
  • Lebih efektif dan efisien.
  • Teknologi untuk memfasilitasi alat pengawasan pelanggan untuk tindakan yang cepat.
  • Kemungkinan besar, akan memberikan data penyiaran yang besar (dalam Gigabit), yang akan mendukung lebih dari 60.000 sambungan.
  • Mudah dikelola dengan generasi sebelumnya.
  • Teknologi suara untuk mendukung layanan heterogen (termasuk jaringan pribadi).
  • Mungkin untuk menyediakan seragam, tanpa gangguan, dan konektivitas yang konsisten di seluruh dunia.

Beberapa keuntungan lain untuk khalayak umum

  • Layanan paralel multiple, seperti Anda dapat mengetahui cuaca dan lokasi saat berbicara dengan orang lain.
  • Anda dapat mengontrol PC Anda lewat smartphone.
  • Proses belajar mengajar akan lebih mudah – Murid yang berada di belahan bumi lain dapat mengikuti pelajaran.
  • Pengobatan akan menjadi lebih mudah dan hemat – Dokter dapat mengobati pasien yang berada di tempat terpencil di dunia.
  • Monitoring akan lebih mudah – Organisasi pemerintah dapat memonitor setiap bagian dari dunia. Memungkinkan untuk mengurangi tingkat kejahatan.
  • Memvisualisasikan alam semesta, galaksi, dan planet-planet akan menjadi mungkin.
  • Memungkinkan untuk menemukan dan mencari orang yang hilang.
  • Memungkinkan mendeteksi bencana alam termasuk tsunami, gempa bumi dan lain-lain lebih cepat.

Kekurangan Teknologi 5G

Ibarat dua mata pisau, teknologi memiliki tak hanya kelebihan tetapi juga kekurangan. Nah, teknologi 5G termasuk diantaranya. Meskipun teknologi ini diteliti dan dikonsep untuk menyelesaikan semua masalah sinyal radio dan kesulitan dunia mobile, namun karena beberapa alasan keamanan dan kurangnya kemajuan teknologi di sebagian besar wilayah geografis, teknologi ini juga tak lepas dari kekurangan. Di bawah ini adalah beberapa diantaranya:

disadvantages

  • Teknologi ini masih dalam proses dan penelitian.
  • Kecepatan yang dijanjikan teknologi terasa sulit untuk dicapai (di masa depan, mungkin) karena masih kurangnya dukungan teknologi di sebagian besar belahan dunia.
  • Banyak dari perangkat lama tidak akan kompeten untuk 5G, karena semuanya perlu diganti dengan yang baru – sesuatu yang tidak murah.
  • Mengembangkan infrastruktur membutuhkan biaya tinggi.
  • Keamanan dan masalah privasi belum diselesaikan.

Oppo Semakin ‘Pede’ di Indonesia

0

Telko.id – Ketika awal Oppo datang ke Indonesia, banyak pihak yang ‘mencibir’ pada merek ini. Pasalnya, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Oppo tidak seperti yang dilakukan oleh para pemilik merek di Indonesia. Mulai dari pemberian show case ke pedagang dengan ‘gampang’ karena cukup jualan 1 smartphone Oppo saja sudah bisa dapat. Hingga, cara pendistribusiannya yang sangat memberikan keuntungan bagi para penjual Oppo.

Setelah beberapa tahun, ternyata Oppo mampu membuktikan bahwa langkah awal yang dilakukannya itu, memberikan dampak yang luar biasa. Ketika, merek lain mulai ‘termehek-mehek’ jualan, Oppo tetap berkibar di pasar. Bahkan, strateginya mulai dilirik oleh merek lain.

Tak heran, Oppo pun merasa pede, dengan market share 8.8% ditahun lalu, akan meningkat menjadi dua kali lipat pada tahun ini. Selain itu, Oppo juga sangat yakin bisa berada di posisi terdekat dengan Samsung dalam waktu dekat. Strategi lain yang diaplikasikan Oppo adalah mengurangi jumlah tipe smartphone yang diluncurkan. Jumlahnya, tidak akan sebanyak tahun lalu. Jika tahun lalu mencapai 12 tipe, ini hanya 8 tipe saja. Kenapa?. “Kami sudah paham terhadap permintaan pasar. Itu sebabnya, kami hanya akan fokus pada smartphone yang memiliki keunggulan di kamera. Jadi, tidak akan banyak tipe lagi. Hanya ada 8 tipe di tahun 2016 ini,” ujar Aryo Meidianto A, Media Enggagment, Indonesia Oppo Eelectronics menjelaskan.

Salah satu yang diluncurkan adalah Oppo F1 Plus. Smartphone dengan desain yang menawan dan diperuntukan bagi pecinta selfie di Indonesia. Kamera depan yang dimilikinya sudah 16 MP dengan berbagai fitur kamera terbaru yang menjanjikan hasil selfie yang cerah dan berwarna hampir diseluruh kondisi cahaya.

Oppo F1 Plus ini juga didukung oleh teknologi sensor ISOCELL 1/3.1 inci dan hi-Light camera yang akan memberikan sensivitas cahaya lebih tinggi dibandingkan dengan kamera smartphone pada umumnya. Hal itu juga membuat smartphone ini memiliki 2x dynamic range dan gambar yang dihasilkan 4x lebih minim noise.

Sedangkan untuk performance, Oppo sudah dilengkapi dengan prosesor delapan inti miliki mediate, Helio P10 2.0Ghz dan 4GB RAM untuk mengurangi lagging saat membuka banyak aplikasi. (Icha)

Alibaba Cloud Kenalkan Platform IoT Teranyar

0

Telko.id – Alibaba Cloud telah meluncurkan serangkaian produk baru yang bertujuan untuk memperluas kemampuan IoT, hybrid cloud, penyimpanan dan keamanannya.

Pada event bertajuk Shenzhen Summit yang berlangsung pekan lalu, anak usaha Alibaba Group ini meluncurkan versi 1.0 dari IoT, platform serba ada miliknya untuk IoT dan komputasi awan. Layanan ini akan menyediakan infrastruktur untuk penyebaran IoT di beberapa area termasuk medis, energi, rumah pintar dan jaringan kampus yang cerdas.

Dilansir dari Telecomasia, Senin (25/4), IoT Versi 1.0 menggabungkan kit dasar IoT, sebuah platform diseminasi intelijen dan perangkat cerdas serta fungsi ekosistem. Platform ini kompatibel dengan berbagai protokol untuk memungkinkan perangkat terhubung dengan cepat ke awan dan perangkat lainnya.

Selain itu, dalam acara yang sama, Alibaba Cloud juga meluncurkan Apsara Stack, platform cloud khusus untuk hybrid cloud. Apsara Stack dapat digunakan untuk menghasilkan kemampuan awan publik di lingkungan yang sepenuhnya terisolasi dalam suatu pusat data perusahaan.

Untuk kebutuhan database dan penyimpanan tingkat enterprise, perusahaan meluncurkan sejumlah layanan termasuk migrasi data, mesin penyimpanan, protokol akses dan model penggunaan.

Perusahaan juga memperkenalkan konsep yang disebut “light computing”, yang melibatkan penyediaan antarmuka aplikasi penyimpanan awan yang memungkinkan pengguna untuk membuat aplikasi atau modul pengolahan data “instant-on.”

Terakhir, Alibaba Cloud juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah meningkatkan fitur AliCloud CDN-nya untuk mendukung komunikasi terenkripsi HTTPS, layanan sertifikat otoritas dan layanan keamanan kelas enterprise lainnya.

Elang Nusa Telkomsel Sudah Sampai Palembang dan Ambon

0

Telko.id – Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) yang sudah memasuki pekan kedua, kini sudah sampai di Palembang dan Ambon. Sebelum tiba di Palembang, Elang Barat telah menjelajahi Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Sibolga, Padang, Pekanbaru, dan Jambi. Masyarakat Palembang dapat menyaksikan lebih dekat droneberukuran besar yang menangkap keindahan Indonesia bagian Barat dari udara tersebut saat melintasi Stadion Jakabaring Sport City, Jembatan Ampera, Sungai Musi, Benteng Kuto Besak, dan Mall Palembang Trade Center (PTC).

Sementara itu, setelah bertolak dari Merauke, Elang Timur sudah menyusuri Jayapura, Sorong, dan Waisai. Di Ambon, drone tersebut mengeksplorasi keindahan Indonesia bagian Timur dari udara dengan melintasi Lapangan Merdeka Ambon, Pantai Liang, Pantai Natsepa, Pulau Ora, dan Jembatan Merah Putih.

Proses perjalanan Elang Barat dan Elang Timur melewati kota Palembang dan Ambon untuk menangkap dan kemudian mengunggah hasil video didukung kehandalan infrastruktur broadband Telkomsel, masing-masing 550 BTS 3G dan 4G di Palembang dan 192 BTS 3G dan 4G di Ambon, yang tentunya memberikan pelanggan kualitas terbaik dalam menikmati layanan data.

Vice President Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Pada pekan kedua, Palembang dan Ambon menjadi titik pemberhentian Elang Nusa yang menjelajahi jalur Barat dan Timur Indonesia. Berbagai aktivitas dan program Elang Nusa yang kami lakukan di Palembang dan Ambon ini juga dalam rangka mengajak masyarakat dan berbagai komunitas setempat untuk dapat melihat lebih dekat drone berukuran besar yang menangkap keindahan Indonesia dari udara.”

Selama penerbangan drone, tidak ada masalah yang berarti karena jika pun ada kerusakan pada drone, sudah ada yang ready untuk menjadi penggantinya. “Hanya saja yang unik adalah setiap akan terbang maupun mendarat. Masyarakat begitu antusias sehingga sering menyulitan drone untuk terbang ataupun mendarat,” ujar Nirwan Lesmana menjelaskan.

Di Palembang, salah satu aktivitas yang digelar adalah seminar bertajuk “Empowerment DigitalMarketing untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sumatera Selatan”. Seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi para pelaku UKM untuk menciptakan efisiensi serta dapat lebih fokus dalam mengatur penetrasi pasar. Hal ini tentunya dapat meningkatkan daya saing UKM itu sendiri, sehingga dapat menciptakan peluang sebagai world class company.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan pesat dalam dunia bisnis saat ini. Tentunya dibutuhan efisiensi waktu dan biaya sehingga pelaku UKM dapat menerapkan pemanfaatan fasilitas digital broadband guna meningkatkan daya saing usahanya dengan biaya yang terjangkau dan tepat sasaran melalui device yang mereka miliki. Dengan ditunjang layanan 4G LTE Telkomsel yang telah hadir di Palembang, digital broadband diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku UKM untuk meningkatkan promosi dan menawarkan penjualannya melalui berbagai pilihan media online shoping,” jelas Bambang Supriogo, Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera.

Bambang menambahkan, melalui kehadiran 4G LTE di Palembang, Telkomsel juga secara aktif mendukung pemerintah kota dalam mewujudkan Palembang sebagai kota cerdas (smart city).

Setelah Palembang, Elang Barat akan melanjutkan perjalanannya ke Tasikmalaya, Jawa Barat. Sementara Elang Timur akan melanjutkan ekspedisi dari Ambon ke Manado, Sulawesi Utara.

Hingga pekan kedua, video penjelajahan Elang Nusa Telkomsel yang disiarkan secara live streamingmaupun recorded melalui www.telkomsel.com/elangnusa telah disaksikan lebih dari 4 juta kali dengan durasi sekitar 15 juta menit.

Ekspedisi Langit Nusantara

Untuk membuktikan keunggulan layanan broadband Telkomsel di berbagai wilayah di Indonesia, Telkomsel melakukan penjelajahan Indonesia melalui Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa). Selama satu bulan penuh, mulai dari 14 April hingga 14 Mei 2016, Telkomsel mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menguji kehandalan jaringan  broadband  ‘Terluas dan Tercepat’ Telkomsel, melalui video streaming yang akan disiarkan dari dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia.

Dalam Elang Nusa ini, dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,5 meter akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8.500 kilometer. Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupunrecorded. (Icha)

Telefónica Jual 2.350 Menaranya Seharga Rp8.7 Triliun

0

Telko.id – Telefónica Deutschland belum lama ini menandatangani kontrak untuk menjual sebagian dari portofolio menaranya kepada Telxius, perusahaan infrastruktur milik Telefónica SA, dengan harga €587 juta atau sekitar Rp8.7 Triliun.

Menurut laporan GTB, Senin (25/4), penjualan sekitar 2.350 infrastruktur menara pasif yang disepakati untuk harga pembelian cash ini telah disetujui oleh dewan pengawas dan dewan manajemen Telefónica Deutschland.

“Dengan transaksi ini Telefónica Deutschland mengambil keuntungan dari kondisi pasar yang menguntungkan saat ini untuk aset infrastruktur, sehingga memaksimalkan nilai pemegang saham,” ungkap Telefónica melalui sebuah pernyataan.

Telefónica Deutschland akan terus menggunakan tiang-tiang nirkabel, yang terletak terutama di daerah pedesaan, melalui perjanjian sewa operasi dan hasil dari kesepakatan tersebut akan diinvestasikan kembali dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

Penjualan ini akan menyumbang kurang dari 10% dari portofolio infrastruktur pasif yang ditargetkan Telefónica Deutschland.

XL Impelentasikan Teknologi NFV Untuk Jawab Tantangan Pasar

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, XL menyebutkan bahwa akan melakukan konvergensi Network dan IT. Yang digunakan adalah Network Functions Virtualization (NFV). Dan, tahap pertama sudah selesai.

“Kami mengejar implementasi NFV ini untuk menyambut ramadhan dan lebaran 2016. Selain itu juga untuk menjawab tantangan industry digital,” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

Di Indonesia yang memanfaatkan teknologi NFV ini baru XL. Hal ini dilandasi oleh tiga hal. Pertama, kompetisi dengan perusahaan sejenis. Kedua, permintaan pelanggan akan layanan yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhannya. Ketiga, perkembangan teknologi yang sangat cepat. “Untuk itulah XL mengadopsi teknologi NFV sebagai solusi untuk bisa mendukung strategi bisnis kami dalam memenangi kompetisi sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Yessie menambahkan.

Terlebih lagi, XL menilai bahwa secara riil NFV merupakan salah satu solusi bagi XL untuk mempercepat implementasi layanan baru sesuai dengan strategi bisnis. Selain itu, XL juga akan menerapkan NFV pada mobile packet core gateway 4G LTE. Dengan demikian, penerapan NFV ini sekaligus juga mendukung penyelenggaraan layanan bare XL yang berbasis pada pemanfaatan internet cepat 4G LTE.

Dengan menggunakan NFV, maka XL lebih mudah melakukan switching jaringan, dari yang ‘longgar’ ke wilayah yang memang lebih membutuhkan. Sehingga tidak terjadi ‘konjes’. Seperti misalnya saat mudik lebaran. Sebelum lebaran, Jabodetabek memiliki beban yang besar. Tapi pada saat mudik, beban itu akan pindah ke daerah Pantura dan jalur selatan hingga Jawa Tengah. Dengan demikian, layanan XL pada pelanggan tetap dapat dinikmati dengan baik.

Apalagi untuk koneksi data. Yang setiap harinya, XL mampu menyalurkan trafik data hingga 1350 Terabytes. Pada saat lebaran, akan terjadi kenaikan sekitar 30% atau menjadi 1750 Terabytes. Dengan menerapkan teknologi NFV ini maka sangat mudah dilakukan. Hanya dalam hitungan menit. Tidak seperti dulu yang harus menunggu hingga 3 bulan. Lalu, jika sudah tidak terpakai bisa di non aktifkan dan dengan mudah juga nantinya dipergunakan lagi.

Pada tahap awal ini yang dilakukan oleh XL bare selesai di bagian Core Network. Selanjutnya akan diterapkan pada transmission dan BTS. Setidaknya, sampai akhir tahun ini akan selesai pada implementasi NFV di sisi transmission. Sedangkan untuk BTS akan diselesaikan pada tahun 2017.

Dana yang dipersiapkan untuk implementasi NFV ini sekitar Rp.5 miliar dan akan dipergunakan selama 3 tahun. Namun, semua itu sudah termasuk dalam Capex yang diumumkan oleh XL. (Icha)

Developer Lokal Ditantang Untuk ‘Go Global’ di IWIC 2016

0

Telko.id – Developer lokal memang tidak kalah jika dibandingkan dengan developer global. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest atau IWIC ke 10 tidak hanya akan ‘mengadu’ pada developer lokal di Indonesia saja, tetapi dengan para developer global.

“Melalui IWIC, Indosat Ooredoo ingin mengajak pemuda Indonesia dan pemuda di belahan dunia lain untuk menciptakan ide dan aplikasi agar Indonesia bahkan dunia yang lebih baik,” tambah Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) adalah ajang untuk merangsang minat generasi muda Indonesia di dunia digital. Ajang kompetisi aplikasi mobile ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia di tengah tingginya trend penggunaan aplikasi online saat ini.

Pada IWIC Go Global ke 10 yang bertema #ChangetheWorld ini akan melibatkan peserta internasional. Langkah ini dilakukan untuk mensejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangetheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak.

Diharapkan, ada lebih dari 2000 peserta yang akan mengikuti ajang ini. Dan yang membedakan dengan IWIC sebelumnya, para peserta dan hasil karyanya akan lebih diseleksi lagi, sehingga, jumlah peserta menjadi lebih sedikit tetapi memang layak disejajarkan secara internasional. Sebagai catatan, tahun lalu peserta yang mengikuti mencapai lebih dari 7000 peserta.

Selain itu, pada IWIC ke 10 ini juga menghadirkan berbagai kategori yang dapat diikuti, salah satunya Special Category for Women & Girls seiring dengan komitmen Indosat Ooredoo untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui program  women connected to mobile internet. Peserta dapat mengirimkan ide dan aplikasi yang mampu membantu aktivitas perempuan baik itu dalam profesinya atau dalam keseharian. Kategori ini dihadirkan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang terhubung dengan internet agar kualitas kehidupannya dapat meningkat. Terdapat juga Disabled Category yang berawal dari semangat Indosat Ooredoo untuk menghadirkan dunia digital bagi semua, tidak terkecuali masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Selain itu ada juga Kids, Teens, University Student and Public, serta Developers Category yang dapat diikuti oleh peserta sesuai jenjang usia. Seluruh kategori akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang Communications, Lifestyle, & Education; Multimedia & Games; Utility (tools, security, ideas/apps for disabled); tourism; dan Social Innovation. Peserta dapat membuat ide dan aplikasi untuk diaplikasikan di sistem operasi Android, Apple, Symbian, Blackberry, dan Windows Phone.

Rangkaian program IWIC ke-10 antara lain roadshow ke kampus di Indonesia, gathering dengan  komunitas developer, Pesta Digital Anak Indonesia, Hackathon, dan Bootcamp menjelang Final IWIC.  Berbagai hadiah telah disiapkan diantaranya uang tunai, gadget terbaru, dan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Pada penyelenggaraan IWIC ke-10, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Kompas Gramedia, Tech in Asia, Dicoding, HarukaEdu, Cody’s App Academy dan Yayasan Cendikia Indosat.

Selain IWIC, Indosat Ooredoo juga memiliki rangkaian program yang mendukung startup Indonesia. Yakni Ideabox, inkubator bisnis untuk startup siap memasarkan produknya melalui program mentoring dan juga pendanaan dari  SB-ISAT Fund senilai USD 50 juta yang terbuka untuk disuntikkan ke startup lokal yang memiliki prospek bisnis yang tepat. (Icha)

Verizon Ingin Hadirkan 5G Lebih Cepat

0

Telko.id – Konsep ‘kecepatan’ saat ini banyak dibicarakan tentang unsur jaringan 5G masa depan, tetapi operator seluler asal Amerika Serikat, Verizon, memiliki fokus yang sedikit berbeda pada kecepatan 5G sekarang, karena tampaknya mereka lebih bertekad untuk mendrive perkembangan teknologi yang pesat daripada menggembar-gemborkan bandwith besar serta kecepatan tinggi untuk download.

Berbicara dalam keynote di Brooklyn 5G Summit pagi ini,  VP of networks dari Verizon Wireless Adam Koeppe berulang kali menekankan keinginan operator untuk memindahkan semua hal secara bersamaan dan jauh lebih cepat daripada apa yang sering mereka lakukan di industri.

Seperti diletahui, Verizon merupakan operator Amerika Serikat pertama yang mengungkapkan keinginan untuk menghadirkan 5G, dengan pengumuman pada September lalu bahwa mereka akan terus melakukan uji coba lapangan terkait 5G di tahun 2016.

Dilansir dari MobileWorldLive (25/4), Verizon sempat mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Alcatel-Lucent (sekarang Nokia), Cisco, Ericsson, Qualcomm dan Samsung sebagai bagian dari 5G Teknologi Forum Verizon. Bahkan, pada bulan Februari di ajang Mobile World Congress (MWC) mereka mengatakan bahwa 5G akan hadir dalam bentuk pra-komersial dan pengujian pada akhir tahun ini. Terlebih, di ajang yang sama, mereka juga menjalin kerjasama dengan operator Asia NTT DoCoMo, KT dan SK Telecom, yang disebut juga sebagai ‘5G Open Trial Specification Alliance’ untuk pengembangan dan percobaan jaringan 5G.

“Hal terbesar dalam kelompok ini adalah gairah,” ujar Koeppe. “Kami duduk setiap beberapa bulan dan pergi melalui apa yang akan kita lakukan bersama untuk mempercepat hadirnya 5G,”

Ia menambahkan bahwa aliansi ini merupakan sekelompok operator yang kompeten untuk mempercepat hadirnya teknologi jaringan generasi kelima tersebut. Koeppe juga mengatakan Verizon berkomitmen penuh untuk proses standarisasi 5G, tetapi mereka ingin membuatnya lebih cepat.

Koeppe mengatakan Verizon sudah memiliki “banyak” dari uji coba lapangan terjadi sekarang, seperti Lingkungan dunia nyata di untuk fixed dan nirkabel.

Koeppe menekankan dalam keynotenya,  bahwa pembangunan 5G akan mendapat manfaat dari dukungan yang lebih luas. “Kami ingin menciptakan banyak kegembiraan dalam ekosistem. Itu sebabnya kita berbicara tentang apa yang kita lakukan sekarang dan nanti. Kami ingin menciptakan buzz. Itu cara kunci untuk kemajuan teknologi dan Kami perlu tindakan,”

Koeppe juga yakin bahwa siklus pengembangan 5G akan jauh lebih pendek dari yang biasanya digunakan oleh industri. Meskipun pendekatan ‘bullish’ ini, konsensus industri menunjukkan 5G tidak akan memiliki standar resmi untuk setidaknya satu atau dua tahun, dengan pertama jaringan komersial sepenuhnya diluncurkan pada tahun 2020. Apakah Verizon akan segera menghadirkan 5G di tahun ini? Wajib kita tunggu.

Inilah Laporan Q1 Verizon

0

Telko.id – Verizon membukukan pendapatan sebesar USD32,17 miliar pada kuartal pertama tahun ini, hasil ini tentunya mengalami peningkatan kecil sebesar 0,6% dari periode tahun lalu.

Berdasarkan laporan Q1 dari operator Asal Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan sekitar 1,4% pada pendapatan layanan diangka USD$ 28,22 miliar, sementara berbeda dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,2% yang diraih dari lini peralatan nirkabel. Untuk wireline dan wireless divisi membukukan juga penurunan pendapatan usaha.

Namun, dalam sebuah pernyataan yang menyertai hasil pengumuman, CEO Verizon Lowell McAdam menyoroti kontribusi yang tumbuh dari sumber-sumber pendapatan baru.

“Hasil kuat pada kuartal pertama Verizon menunjukkan kemampuan kita untuk bersaing secara efektif, selagi melaksanakan rencana kami untuk jadi pemimpin jaringan lanjutan dan penyemaian pasar pertumbuhan baru di mobile video dan Internet of Things,” katanya seperti dilansir dari TotalTelecom(24/4).

Sekadar informasi, pada kuartal pertama ini, Verizon menghasilkan pendapatan sekitar USD 195.000.000 dari ranah IOT, atau meningkat sebesar 25% secara year-on-year.

Raksasa telko tersebut melaporkan pendapatan bersih di angka USD 4,43 miliar di Q1, atau meningkat sebesar 2,1% pada kuartal tahun lalu. Sementara laba per pendapatan saham tumbuh sebesar 2,9% menjadi USD 1,09.

Verizon juga mengungkapkan, bahwa basis pelanggan ritel mobile mereka naik sebesar 3,7% menjadi 112.570.000 pengguna, yang mana sebagian besar pelanggannya berasal dari pasca bayar. Berbicara mengenai layanan ini, Verizon mengungkapkan pengguna dari layanan pasca bayar bersih bertambah menjadi 640.000 pada kuartal tersebut, Verizon tidak menentukan apa proporsi mereka adalah pelanggan smartphone. Ini memiliki total 35.720.000 rekening nasabah pasca bayar, dengan rata-rata tiga koneksi per account, naik dari 2,89 tahun sebelumnya.

Verizon menambahkan 180 juta pelanggan, termasuk suara, broadband dan pelanggan video untuk layanan wireline FiOS, secara signifikan lebih sedikit dari penambahan sebesar 282.000 pada kuartal tahun lalu. Total pengguna FiOS berada di angka 17,8 juta, naik 3,8%, sedangkan pendapatan meningkat sebesar 5% menjadi $ 3,52 miliar.

Ridesharing Tak Boleh Tentukan Tarif, Siapa yang Bakal Dirugikan?

0

Telko.id – Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengeluarkan Peraturan Menteri (PM) no 32 tahun 2016, dimana salah satu isinya mengatur transportasi berbasis aplikasi online. Pada salah satu pasalnya disebutkan, perusahaan ridesharing seperti Uber, Grab dan lainnya tidak boleh menentukan tarif sendiri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto menjelaskan bahwa pelayanan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek terdiri atas angkutan taksi, angkutan pariwisata, angkutan kawasan tertentu, dan angkutan dengan tujuan tertentu yang memiliki lima jenis pelayanan, yaitu angkutan antarjemput, angkutan permukiman, angkutan karyawan, angkutan carter, dan angkutan sewa.

Pudji menambahkan, untuk menyelenggarakan angkutan umum tidak dalam trayek seperti yang dilakukan Uber dan Grab, perusahaan wajib mempunyai izin yang dikenakan PNBP, dan juga harus berbentuk badan hukum Indonesia.

“Untuk memperoleh izin, memiliki minimal lima kendaraan yang dibuktikan dengan STNK atas nama perusahaan, memiliki pool, memiliki fasilitas perawatan kendaraan yang dibuktikan dengan dokumen kepemilikan atau perjanjian kerja sama dengan pihak lain,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/4).

Perusahaan juga harus mempekerjakan pengemudi dengan SIM umum sesuai golongan kendaraan serta persyaratan administrasi lainnya berupa akta pendirian, bukti pengesahan sebagai badan hukum, TDP, SITU, surat pernyataan kesanggupan sebagai pemegang izin, dan pernyataan kesanggupan menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan.

“Perusahaan angkutan umum dapat menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi baik yang dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa aplikasi yang berbadan hukum Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, perusahaan penyedia jasa aplikasi teknologi informasi yang memberikan layanan reservasi angkutan umum harus bekerjasama dengan perusahaan angkutan yang telah memiliki izin penyelenggara angkutan.

Sementara terkait tarif, Pudji mengatakan bahwa perusahaan transportasi dilarang bertindak sebagai penyelenggara angkutan umum seperti menetapkan tarif dan memungut bayaran, merekrut pengemudi, dan menentukan besaran penghasilan pengemudi.

Bahkan, Dalam Bab IV soal Penyelenggaraan Angkutan Umum dengan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi, pasal 40 disebutkan bahwa perusahaan angkutan umum boleh atau dapat menggunakan aplikasi berbasis TI.

Sementara di poin 3 dituliskan bahwa perusahaan angkutan umum dapat bekerjasama dengan perusahaan aplikasi dan harus taat terhadap ketentuan di bidang informasi dan transaksi elektronik.

Hal ini diperkuat oleh pasal 41 ayat 4 yang menegaskan bahwa perusahaan aplikasi transportasi harus melaporkan identitas perusahaan, akses monitoring operasional pelayanan data kendaraan dan pengemudi ke Direktur Jendral Kemenhub.

Sehingga dari penjelasan di atas bisa dimaksudkan bahwa Uber, Grab dan bahkan mungkin Go-Car (layanan milik Gojek), harus bekerjasama dengan perusahaan angkutan umum dan tidak boleh lagi merekrut secara langsung atau menentukan tarif perjalanan mereka.

Padahal, tarif yang cenderung lebih murah dan juga stabil menjadi salah satu alasan bagi pengguna untuk memilih ridesharing.