spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1650

Keluhan Pelanggan Terhadap Perusahaan Telko Masih Tinggi

Telko.id – Telecommunications Industry Ombudsman (TIO) telah mengungkapkan bahwa keluhan terhadap perusahaan telekomunikasi di Australia meningkat 29 persen pada Januari hingga Maret tahun ini, tapi turun 13,8 persen dari waktu yang sama tahun lalu.

Dalam laporan Telecommunications Complaints In Context – sebuah laporan kuartalan yang diterbitkan bersama-sama oleh TIO dan Communications Alliance – diketahui bahwa keluhan meningkat pada periode Januari hingga Maret, dengan “faktor musiman” berkontribusi terhadap peningkatan tersebut, termasuk event musim panas yang dapat mengganggu layanan fixed line.

Dilaporkan Gizmodo, Jumat (22/4), keluhan per 10.000 SIO (Services In Operation) meningkat untuk Telstra, Optus, Vodafone dan amaysim selama kuartal Januari. Sementara Pivotel tetap stabil.

Siapa yang menerima paling banyak keluhan? Jika Anda berpikir bahwa Telstra akan menempati posisi teratas, Anda salah. Pasalnya, meskipun keluhan terhadap operator ini meningkat dari 4,9 menjadi 6,4 keluhan per 10.000 SIO, namun jumlah ini masih dibawah apa yang diterima Optus. Perusahaan telekomunikasi ini memimpin dengan peningkatan angka dari 5,9 menjadi 7,9 keluhan per 10.000 SIO.

Vodafone hanya meningkat sedikit menjadi 3,7 dari 5,5, dan Pivotel mempertahankan tren penurunan dengan menjadi yang terendah dalam hal keluhan, dengan 0,8 per 10.000.

Total keluhan per 10.000 SIO untuk semua penyedia layanan yang berpartisipasi adalah 6,2, mewakili 13,8 persen penurunan pada waktu yang sama tahun lalu (turun dari 7,2). Angka 6,2 pada Januari sampai Maret 2016 merupakan peningkatan dari 29,2 persen dari bulan Oktober sampai Desember 2015.

Selama kuartal yang sama tahun lalu ada peningkatan 7,4 persen keluhan di semua perusahaan telekomunikasi sebagai proporsi SIO perusahaan telekomunikasi, dari 6,7 menjadi 7,2.

5G dan Beberapa Kemajuan yang Dibawanya

0

Penerapan 5G hampir setara dengan mewujudkan mimpi. Teknologi ini terintegrasi dengan fitur-fitur luar bisa yang bila dibandingkan dengan teknologi sebelumnya, jauh lebih meningkat.

advancement (1)Berikut ini adalah beberapa fitur yang dimaksud:

  • Sangat mungkin untuk memanfaatkan kecepatan super, yakni 1 sampai 10 Gbps.
  • Latensi akan mencapai 1milidetik (end-to-end round trip)
  • 1000x bandwidth per unit area.
  • Kelayakan untuk menghubungkan 10 hingga 100 perangkat.
  • Cakupan yang sangat luas.
  • Pengurangan sekitar 90 persen pada penggunaan energi jaringan.
  • Daya tahan baterai akan lebih tahan lama.
  • Seluruh dunia akan berada dalam zona WiFi.

5G dan Aplikasinya

0

Teknologi 5G dihiasi dengan beragam fitur, yang dapat digunakan untuk banyak hal untuk berbagai macam orang terlepas dari tujuan mereka (seperti yang ditunjukkan pada gambar mweb).

applications

Aplikasi dari 5G

Beberapa aplikasi 5G yang signifikan adalah…

  • Ini akan membuat standar global terpadu untuk semua perangkat.
  • Ketersediaan jaringan akan di mana-mana dan akan memfasilitasi orang untuk menggunakan komputer mereka dan beragam jenis perangkat mobile di mana saja kapan saja.
  • Karena teknologi IPv6, visiting care alamat IP mobile akan ditugaskan per jaringan yang terhubung dan posisi geografis.
  • Aplikasinya akan membuat dunia nyata zona Wi Fi.
  • Teknologi radio kognitifnya akan memfasilitasi versi teknologi radio yang berbeda untuk berbagi spektrum yang sama secara efisien.
  • Penerapannya akan memudahkan orang untuk memanfaatkan sinyal radio pada ketinggian yang lebih tinggi juga.

Jalur Terjal Hutchison Untuk Konsolidasi O2

0

Telko.id – CK Hutchison yang merupakan sebuah Holding dari operator Hutchison 3 Indonesia, merasa tidak siap untuk menawarkan konsesi lebih lanjut untuk mengamankan persetujuan dari  European Commission’s (EC) dalam hal proses merger yang direncanakan untuk O2 di Inggris.

Mengutip TotalTelecom(22/4) yang melaporkan bahwa perusahaan yang berbasis di Hong Kong ini merass bahwa penawaran sebelumnya sudah cukup besar dan masih berharap untuk meyakinkan EC untuk mendukung proses merger ini.

Sementara itu, perusahaan siap untuk menantang setiap putusan yang merugikan di pengadilan, berdasarkan laporan Bloomberg.

Sekadar informasi, dalam beberapa pekan terakhir Hutchison telah ditengahi serangkaian penawaran. Hal ini terlihat dengan akan dijualnya sekitar 40% dari kapasitas jaringan Inggris untuk Sky, Virgin, Tesco Mobile dan UK Broadband, asalkan mereka mendapat lampu hijau untuk menggabungkan bisnis 3UK dengan Telefonica O2 UK. Jika berhasil menggabungkan bisnis, Mereka juga berjanji untuk membekukan harga dan berinvestasi besar dalam mobile operation di Inggris.

Namun, mereka masih dihadapkan oleh oposisi yang kuat dengan kesepakatan tersebut. Pekan lalu Competition and Markets Authority (CMA) Inggris mengungkapkan dengan jelas bahwa mereka sama sekali tidak mendukung proses konsolidasi antara 3UK / O2 ini. Mereka menyebutkan bahwa peringatan kerusakan jangka panjang untuk pasar berasal dari kurangnya kompetisi. Dalam sebuah surat kepada kompetisi Eropa komisaris Margrethe Vestager, CMA berpendapat bahwa Inggris memerlukan operator jaringan seluler keempat agar tetap kompetitif dan untuk memastikan konsumen tidak terkena dampak atas kenaikan harga.

Hal ini sejatinya Ini jatuh ke lengan European Commission’s untuk membuat keputusan akhir dalam kasus ini, tapi mulai terlihat seolah-olah Hutch menghadapi perjuangan yang berat. Bahkan, rumor mengatakan bahwa Komisi akan memerintah untuk melawan dalam beberapa minggu mendatang, menjelang tenggat waktu terakhir pada 19 Mei mendatang.

Sementara itu, Telefonica tengah mempertimbangkan opsinya, jika kesepakatan dengan Hutchison gagal. Dalam laporan terpisah pada hari Rabu, Bloomberg mengatakan raksasa telko asal Spanyol ini sedang mempertimbangkan ulang proses penjualan, mulai dari cableco Liberty global dan perusahaan ekuitas swasta yang mungkin menjadi pembeli. Namun, hal ini belum mendapat komentar resmi dari Telefonica atau dari CK Hutchison.

Swisscom Hadirkan Kecepatan 1 Gbps Untuk Mobile

0

Telko.id – Swisscom pada minggu ini mengumumkan telah berhasil menguji LTE-Advanced Pro, yang mencapai kecepatan koneksi puncak hingga 1 Gbps.

LTE-Advanced Pro sendiri adalah sebutan resmi diberikan kepada Rilis LTE 3GPP, yang mencakup beberapa perangkat tambahan untuk carrier aggregation (CA), dan dukungan untuk akses LTE-Unlicensed (LTE-U) dan licence assisted access (LAA).

Dilaporkan TotalTelecom (22/4), Swisscom sendiri menyatakan telah melakukan tes pada jaringan seluler hidup bersama dengan  mitra mereka yakni Ericsson.

“Pada awal pekan ini, kami mampu merayakan sebuah kemajuan pertama untuk Eropa dengan mencapai transfer rate sebesar 1 Gbps, berkat kerjasama erat kami dengan Ericsson. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Swisscom tengah berada di jalan yang benar untuk inovasi,” kata Heinz Herren, CTO dan CIO dari Swisscom, dalam sebuah pernyataan.

Sekadar informasi, jaringan LTE-A milik Swisscom sendiri saat ini mampu mendukung kecepatan koneksi puncak 300 Mbps di lebih dari 100 lokasi. Hal ini juga menjadi salah satu rencana dari operator ‘incumben’ asal Swiss untuk mulai meluncurkan LTE-Advanced jaringan Pro pada awal 2017.

Martin Burki, CEO Ericsson Swiss mengatakan bahwa Swisscom adalah salah satu operator seluler paling inovatif di seluruh dunia.

Ia menyebut, “Dengan kecepatan transfer 1Gbps dari LTE-Advanced Pro yang juga pertama di Eropa melalui jaringan mobile broadband Swisscom ini, kita menyoroti kekuatan inovatif kolaborasi yang sangat dekat antara kami dengan Swisscom.” Tukas Burki.

Q4, Pendapatan Redhat Naik 14%

0

Telko.id – Salah satu penyedia solusi open source, Redhat. Mengumumkan peningkatan pada pendapatan total mereka di Q4 pada tahun anggaran mereka yang berakhir pada bulan februari tahun ini.

Secara keseluruhan, jumlah pendapatan mereka naik sebesar 17% secara year-on-year atau setara dengan USD 544 juta.

Adalah Jim Whitehurst, Presiden dan Chief Executive Officer Red Hat yang mengungkapkan bahwa kenaikan pendapatan mereka di sebabkan oleh banyaknya perusahaan saat ini yang telah mengadopsi sistem Cloud Hybrid dan open source pada bisnis mereka.

“Perusahaan-perusahaan yang semakin banyak mengadopsi infrastruktur cloud hibrid dan teknologi open source mendorong hasil finansial kami yang kuat. Kuartal keempat menandai peningkatan pendapatan kami selama 56 kuartal berturut-turut, yang berkontribusi terhadap tahun anggaran Red Hat perdana yang melampaui dua miliar dolar dalam total pendapatan,” ujar Whitehurst.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan kecenderungan pelanggan yang semakin menginginkan teknologi yang memodernisasi manajemen pengembangan, penyebaran dan life-cycle aplikasi di seluruh lingkungan cloud hibrid. “Banyak pelanggan yang bergantung pada Red Hat dalam menyediakan baik infrastruktur maupun platform pengembangan aplikasi untuk menjalankan aplikasi perusahaan mereka secara konsisten dan handal di seluruh lingkungan cloud fisik, virtual, private dan cloud publik.” tuturnya.

Sementara itu, Frank Calderoni, Executive Vice President, Operations and Chief Financial Officer Red Hat menyebutkan, “Kuartal keempat merupakan suatu penutupan yang kukuh untuk tahun ini karena hasil kami melampaui pedoman kami.Kami mempertahankan tingkat eksekusi yang tinggi selama tahun anggaran ini, yang berkontribusi terhadap lebih dari 20% peningkatan pendapatan dalam nilai tukar tetap pada setiap kuartalnya. Kinerja ini juga mendorong tercapainya rekor jaminan simpanan sebesar 2,13 miliar dolar, naik 15% year-over-year, dan memberikan kami visibilitas yang berarti akan pendapatan di masa mendatang,”

Calderoni menambahkan, momentum bisnis mereka juga mendorong arus kas tahunan sebesar 716 juta dolar, atau naik sekitar 15% dan menggambarkan margin arus kas operasional sebanyak kira-kira 35% selama lima tahun berturut-turut.

Nampaknya, kecenderungan para pebisnis di semua sektor yang mulai beralih ke cloud dan transformasi digital memberikan sebuah angin segar bagi penyedia solusi seperti Redhat. Digitalisasi yang merupakan sebuah keharusan juga menjadi cambuk bagi para decision maker di perusahaan untuk segera beralih ke tren tersebut. Namun sayangnya, pihak Redhat tidak menyebutkan dari industri mana permintaan cloud hybrid ini di dapatkan.

Oppo Belum Siap Luncurkan Smartphone 4G Murah

0

Telko.id – Dengan adanya program pemerintah untuk menggelar broadband seluruh Indonesia, maka ekosistem pun harus mendukung. Ekosistem ini adalah DNA atau Device, Network dan Aplikasi. Dari sisi device, tentu peran serta dari produsen smartphone menjadi penting. Namun, ternyata untuk bisa menyediakan smartphone berbasis broadband, minimal 3G dan 4G, yang berharga dibawah Rp.1 juta bukan persoalan mudah.

Untuk smartphone 3G dibawah Rp.1 juta sedikit lebih mudah. Bahkan dipasar, sudah mulai banyak beredar. Namun, untuk smartphone 4G menjadi persoalan sendiri. Ditambah ada aturan diawal 2017 nanti harus memenuhi peraturan pemerintah tentang TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri menjadi persoalan sendiri.

“Kami akan selalu coba untuk komplai dengan peraturan pemerintah. Namun, untuk saat ini, ekosistem untuk bisa memproduksi smartphone 4G dibawah Rp.1 juta masih sangat sulit karena masih banyak komponen yang belum tersedia di Indonesia, walaupun kami sudah bekerjasama untuk memproduksi produk di dalam negeri,” ujar Aryo Meidianto, Media Engagement, Indonesia Oppo Electronics menjelaskan usai peluncuran terbarunya Oppo F1 Plus.

Aryo juga mengaku bahwa saat ini Oppo baru dapat memenuhi TKDN 20% saja. Untuk lebih dari itu masih sulit. Ditambah lagi, untuk mencari perusahaan yang ahli dibidang software, terutama yang ‘jago’ di operating system Android masih sulit. Kebanyakan, masih bermain di aplikasi. Walau begitu, terus menjajaki berbagai kemungkinan bermitra untuk memperkaya TKDN produknya.

Saat ini, Oppo mengklaim sudah menguasai pangsa pasar Indonesia, khusus untuk smartphone diangka 8.8% pada 2015. Dan akan ditingkatkan pada tahun 2016 ini menjadi dua kali lipatnya. Sedangkan, untuk produksi di dalam negeri, Oppo baru bisa mencapai 150 ribu unit setiap bulannya atau sekitar 1,8 juta unit setahun. Padahal, kapasitas produksi pabrik Oppo, diakui oleh Aryo mencapai 500 ribu unit. Jika pun sudah sampai pada angka produksi 500 ribu unit, Oppo yakin bahwa dapat diserap oleh pasar Indonesia. (Icha)

Telkomsel Dukung BI Implementasikan Desa Digital

0

Telko.id – Bukan hanya kota yang akan dibuat menjadi smart city. Desa-desa pun mulai diarahkan untuk masuk ke era digital. Hal ini diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Pusat, Daerah dan Desa. Yang dijadikan pilot project untuk Desa Digital pada tahap awal ini ada 5 wilayah yakni di Kepualauan Mentawai, Gunung Kidul, Lombok Timur, Raja Ampat serta Cirebon. Ke lima wilayah ini akan dijadikan Desa Digital dalam elektrinifikasi penyaluran dan pemanfaatan dana desa. Yang pertama kali diresmikan adalah Cirebon.
Pilot Project Desa Digital ini merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan keuangan inklusif melalui Layanan Keuangan Digital (LKD). Untuk itu, kehadiran layanan Telkomsel sebagai operator telekomunikasi dengan jangkauan terluas diharapkan akan mendukung kelancaran pelaksanaan Pilot Project Desa Digital tersebut. Peran utama Telkomsel dalam Pilot Project Desa Digital tahap awal di Cirebon ini adalah dengan memfasilitasi tersedianya jaringan yang stabil dan luas untuk penggunaan mesin EDC yang akan memberikan kemudahan transaksi pembayaran dalam pemanfaatan dana desa dan transaksi non-tunai di desa.

General Manager Sales Regional Jawa Barat Telkomsel, Hasan Kurdi, mengatakan “Dengan mengandalkan jangkauan layanan terluas serta teknologi terbaru seperti 4G LTE, Telkomsel siap mendukung pelaksanaan Pilot Project Desa Digital oleh BI di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Sindangjawa. Telkomsel menjamin kenyamanan pelaksanaan transaksi pembayaran, baik dalam proses penyaluran maupun pemanfaatan dana desa, yang dilakukan melalui elektronikfikasi dapat berjalan lancar dengan dukungan jaringan Telkomsel sehingga menciptakan ekosistem layanan keuangan mobile yang terintegrasi yang bertujuan untuk mengakselerasi keuangan inklusif bagi masyarakat Indonesia.”

Dukungan Telkomsel dalam solusi layanan keuangan digital dan perbankan bukan pertama kali ini saja dilakukan, sebelumnya Telkomsel bersama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) bekerjasama mengembangkan layanan keuangan terhubung antara TCASH dan BTPN Wow! yang dipasarkan secara bersama. Layanan ini menghubungkan mobile money TCASH serta rekening tabungan BTPN Wow! yang merupakan layanan perbankan dengan memanfaatkan telepon genggam, sehingga menjadikan TCASH – BTPN Wow! sebagai layanan keuangan terhubung pertama di Indonesia dengan mengkombinasikan kekuatan produk dan jaringan telekomunikasi dengan produk dan jaringan perbankan.

Selain itu, Telkomsel juga dipercaya BI sebagai operator penyedia jasa layanan VPN Wireless guna pengkinian akses pengelolaan aplikasi laporan yang melalui Jaringan Komunikasi Data (JKD) Ekstranet Bank Indonesia yang akan diterapkan di jaringan Bank Perkreditan Rakyat/ Syariah (BPR/S) untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

Hasan menambahkan, di hari yang sama Telkomsel juga melakukan sosialisasi layanan VPN Wireless kepada sekitar 47 BPR/S yang berada di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon. Dengan mengandalkan layanan Corporate Business Solutions, Telkomsel bersama Perhimpuhan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (PERBARINDO) wilayah 3 Cirebon untuk pemanfaatan solusi layanan komunikasi korporasi dengan pemanfaatan produk My Group Data dan Web2SMS. (Icha)

 

MokaPOS Solusi Financial Khusus UKM ‘Go Digital’

0

Telko.id – Transformasi digital, kini menjadi keharusan. Bagi perusahaan besar, mungkin tidak menjadi masalah karena memiliki dana untuk melakukannya. Bagaimana dengan usaha kecil menengah? Telkomsel menggandeng starup Moka dengan meluncurkan MokaPOS untuk mendukung bisnis UKM ‘Go Digital’.

Moka Poin of Sales atau Moka POS adalah sebuah platform solusi finansial bagi UKM yang memungkinkan penggunaan telepon seluler (ponsel) dan tablet sebagai terminal untuk melakukan transaksi online secara real time dimana pun dan kapan pun. Selain itu, solusi ini juga dapat membantu UKM dalam mengelola inventaris dan adminstrasi konsumen/pelanggan.

General Manager Corporate Business Solution Management Telkomsel, Rini Apriliani mengatakan, “Dengan meningkatnya adopsi gaya hidup digital di masyarakat, Telkomsel menghadirkan solusi finansial digital bagi para pengusaha UKM untuk mengelola bisnisnya dengan mudah dan nyaman melalui MokaPOS. Hal ini juga sejalan dengan misi Telkomsel untuk membangun ekosistem digital di Indonesia.”

Rini menambahkan bahwa penggunaan MokaPOS dengan dukungan jaringan broadband terluas dan tercepat dari Telkomsel akan meningkatkan produktivitas UKM. “Penggunaan layanan data Telkomsel akan memperlancar transaksi pembayaran merchant dan pengelolaan data berbasis cloud, serta meningkatkan kenyamanan komunikasi dengan pelanggan melalui platform digital ini”, jelas Rini.

CEO & CoFounder Moka, Haryanto Tanjo mengatakan, “Ada jutaan UKM di Indonesia yang masih mengatur usaha mereka secara manual. Berkerjasama dengan Telkomsel, Moka memudahkan para pemilik usaha untuk menggunakan aplikasi sistem kasir yang dapat diunduh langsung pada smartphone dan tablet. Dengan basis Cloud yang digunakan oleh Moka, pemilik usaha dapat mengakses laporan penjualan, inventaris dan lainnya secara real time.”

Solusi MokaPOS menghadirkan berbagai layanan yang akan membantu mempermudah kerumitan pengelolaan bisnis sehingga pengusaha dapat lebih fokus dalam pengembangan usahanya. MokaPOS memungkinkan merchant untuk melakukan transaksi pembayaran dari konsumen/pelanggan dengan menggunakan kartu kredit maupun kartu debit. Selain itu, platform ini juga dapat menyediakan laporan dan analisa keuangan secara real time tanpa harus menunggu sampai akhir hari. Tidak hanya itu, tersedia juga fitur untuk pengelolaan karyawan dan inventaris, serta manajemen data dan feedback dari pelanggan.

Aplikasi MokaPOS dapat dengan mudah diunduh, dan penggunanya akan selalu mendapatkan update fitur-fitur terbaru secara gratis. Selain itu, berkat basis cloud yang digunakan oleh aplikasi ini, pelaku bisnis dapat mengelola usahanya kapanpun dan dimanapun dengan cukup melakukan sign in ke akun yang dimilikinya.

Dalam acara peluncuran yang diselenggarakan di Berry Biz Hotel, Bali tersebut diadakan juga seminar dengan tema ‘Peran Internet dan Solusi Digital untuk Memaksimalkan Bisnis UKM’ serta demonstrasi layanan solusi MokaPOS yang dihadiri oleh para UKM di Bali.

Sebagai wujud komitmen untuk mendukung perkembangan bisnis UKM di Indonesia, Telkomsel juga telah menghadirkan SME Corner yang dapat dijumpai oleh pelanggan di GraPARI Denpasar, GraPARI Banda (Bandung), GraPARI Pemuda (Surabaya), dan GraPARI Yogya. Di SME Corner ini, para pelaku UKM akan dilayani oleh agen customer service yang memiliki product knowledge lengkap tentang UKM. Agen-agen ini juga siap untuk memberikan konsultasi dan menjawab berbagai pertanyaan terkait produk/solusi UKM Telkomsel. Bahkan di beberapa lokasi terdapat demo produk dan display solusi yang ditawarkan.

Selain itu, berbagai kegiatan terkait dengan dunia UKM dilakukan secara berkala, seperti kelas workshop dan FGD (Focus Group Discussion) yang berkolaborasi dengan komunitas pelaku UKM setempat, seperti yang belum lama ini dilakukan oleh Manajemen Telkomsel Area Jabotabek Jabar yang ikut terlibat dalam acara Indonesia Marketeers Festival 2016 yang diselenggarakan di kota Bandung guna mensosialisasikan layanan corporate business solutions untuk kalangan komunitas UKM yang ada di wilayah Jawa Barat.

Telkomsel juga menawarkan solusi UKM lainnya yang tergabung dalam layanan PAKAR (PAket Komunikasi Andalan wiRausaha). PAKAR menyediakan solusi yang memenuhi kebutuhan UKM, mulai dari komunikasi hingga kebutuhan UKM dalam memasarkan produknya. (Icha)

Q1 2016, XL Catat Laba Bersih Rp20 miliar

0

Telko.id – PT XL Axiata Tbk (XL) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 2% YoY selama kuartal pertama tahun 2016. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan penggunaan layanan utama, meliputi voice, SMS, Data dan VAS sebesar 5% YoY, serta pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data (naik 23% QoQ).

Melalui keterangan resminya, Kamis (21/4), President Direktur sekaligus CEO XL, Dian Siswarini mengatakan bahwa perusahaan telah membuat pencapaian awal yang menjanjikan melalui peningkatan dalam berbagai kegiatan operasional yang berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. “Kami berharap ini menjadi momentum untuk terus melanjutkan Agenda Transformasi perusahaan yang masih berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Pencapaian terbesar yang berhasil diraih XL adalah Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) yang meningkat sebesar 17% YoY menjadi Rp2,2 Triliun, sehingga menghasilkan margin EBITDA sebesar 39%, naik hingga 5% YoY.

Peningkatan tersebut merupakan hasil dari upaya XL untuk lebih fokus pada pelanggan-pelanggan yang produktif dan juga upaya untuk meningkatkan profitabilitas dari portofolio produk dan layanan yang ada. Ini juga merupakan peningkatan EBITDA dan EBITDA margin selama empat kuartal berturut-turut.

XL juga telah membelanjakan Rp1,1 Trilun belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal. Total hutang mengalami penurunan dari Rp30,2 Triliun menjadi Rp25,2 Triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga hutang bersih/EBITDA juga mengalami penurunan dari 2,8x menjadi 2,6x

Untuk periode kuartal pertama 2016, XL mencatat laba bersih sebesar Rp20 miliar karena adanya penguatan Rupiah terhadap US Dollar. XL juga telah berhasil untuk meneruskan rangkaian program inisiatif “Balance Sheet Management” (Pengelolaan Neraca Keuangan) guna mengurangi dampak fluktuasi nilai mata uang asing (Forex).

Penerbitan saham baru (Right Issue) yang diumumkan untuk membayar hutang USD ke Axiata serta penjualan 2.500 menara ke Protelindo senilai Rp3,6 Triliun untuk membayar hutang dalam Rupiah juga telah disetujui oleh pemegang saham. Dengan selesainya kedua hal tersebut di semester pertama 2016, kinerja XL disebut berada pada kondisi yang sama seperti sebelum mengakusisi Axis.

Seperti diketahui, saat ini merupakan tahun kedua bagi XL melakukan Transformasi “3R – Revamp, Rise & Reinvent,” agenda yang sudah dilakukan sejal awal tahun 2015.

XL dan 4G LTE

XL menyebut 4G LTE sebagai kunci utama dari strategi perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan Internet Mobile guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan Internet kecepatan tinggi.

Selama kuartal pertama tahun 2016, XL telah membangun 3.286 BTS 4G, dengan cakupan mencapai lebih dari 36 kota/wilayah di Indonesia. XL juga terus melakukan investasi dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G guna meningkatkan kualitas dan cakupan layanan Data, sehingga sampai dengan akhir Maret 2016, XL telah memiliki sebanyak 59.040 BTS.

Meningkatnya penggunaaan 4G LTE dan perangkat yang memiliki kemampuan akses data sangat mendorong adanya peningkatan trafik layanan Data. Di kuartal pertama 2016, Trafik layanan Data tumbuh 94% YoY, dengan total pengguna layanan Data mencapai 22,8 juta atau 54% dari total jumlah pelanggan XL.

Pertumbuhan smartphone yang terus berlanjut juga turut mendorong meningkatnya penggunaan layanan Data di Indonesia. Hingga akhir kuartal pertama 2016, laju penetrasi pengguna smartphone di XL mencapai 48% dari total penetrasi. Pengguna smartphone di XL mengalami pertumbuhan sebesar 19% YoY dan mencapai sebesar 20,5 juta pengguna.

Selama kuartal pertama 2016 tersebut, XL juga berhasil mendorong pelanggan untuk menggunakan paket HotRod 4G yang menawarkan harga terjangkau dan memungkinkan pelanggan untuk dapat menikmati pengalaman menggunakan layanan Internet cepat yang berkualitas. XL juga terus mendorong pelanggan untuk beralih menggunakan smartphone 4G, selaras dengan agenda transformasi untuk lebih fokus menyasar pelanggan-pelanggan di segmen yang lebih tinggi (higher value customer) dengan menawarkan berbagai pilihan paket bundling smartphone, seperti Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, dan Sharp.

XL juga telah meluncurkan kembali layanan Pascabayar melalui XL Prioritas yang menawarkan kepada pelanggan berbagai kemudahan dan manfaat termasuk untuk layanan 4G LTE. Layanan ini ditujukan untuk melayani segmen pelanggan yang lebih tinggi (higher value customer) dan untuk memperkuat posisi merek XL di pasar. XL juga terus meningkatkan layanan konten melalui kemitraan bersama Tribe dan MNC Indovision guna menyediakan layanan konten streaming yang menarik seperti drama Korea, olahraga dan konten-konten populer lainnya.