spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1648

Ambisius, EE Ingin Selimuti 95% Wilayah Inggris dengan 4G

0

Telko.id – Operator Inggris, EE, baru-baru ini mengungkap rencana ambisiusnya terkait 4G. Perusahaan telekomunikasi terbesar ini ingin menyelimuti 95% daratan Inggris dengan layanan 4G mereka pada tahun 2020.

Cakupan ini akan meningkat dari posisinya saat ini, yang telah mencakup 60% dari daratan – paling luas dibanding operator Inggris lainnya.

Dilaporkan Telecomtechnews, Selasa (26/4), rencana EE adalah untuk memberantas area yang tidak tercover internet dan menantang industri mobile untuk mengukur metrik cakupan penting berdasarkan geografi Inggris ketimbang skor populasi usang yang digunakan saat ini.

Menurut Marc Allera, CEO EE, untuk pengguna smartphone rata-rata, area yang tidak tercover internet tidak ditoleransi dan 2G tidak memberikan apa yang mereka butuhkan. “Pelanggan ingin kecepatan 4G kemana pun mereka pergi, dan operator seluler biasanya terlalu sering mengatakan ‘tidak’ untuk cakupan baru. Hari ini, saya katakan ‘ya’, dengan ambisi untuk pergi lebih jauh dibanding yang bisa dilakukan operator manapun, dan dengan tujuan akhir menyelimuti seluruh Inggris dengan 4G,” katanya.

Operator mengatakan akan mempekerjakan 600 customer service, yang berarti semua panggilan pelanggan EE akan dijawab di Inggris dan Irlandia pada akhir tahun. Lebih dari 100 posisi akan disediakan di Merthyr, Tyneside Utara, Plymouth dan Irlandia pada akhir Juni. Sementara 500 pekerjaan yang tersisa, menyediakan layanan untuk pelanggan prabayar dan Home, akan diumumkan pada semester kedua 2016. Demikian menurut Telecompaper.

Tower

Rival EE menyalahkan kebijakan pemerintah yang dianggap menjadi penghalang kunci untuk membangun menara baru, yang notabene diperlukan untuk cakupan yang lebih luas. Dan EE setuju dengan hal ini, seraya mengatakan bahwa reformasi kebijakan diperlukan pada Electronic Communications Code untuk mendukung ambisi operator dalam memperluas cakupannya.

Microsoft : Cloud Computing Akan Jadi Landasan E-Goverment

Telko.id – Microsoft Indonesia, salah satu penyedia platform berbasis cloud meyakini bahwa sistem cloud computing akan mendukung masa depan pemerintahan berbasis digital. Seperti diketahui, Pemerintah Jokowi-Jk telah lama meng kampanye kan e-goverment (pemerintahan berbasis digital) di Indonesia, namun hingga saat ini kejadian di lapangan belum sepenuhnya berhasil menjalankan keinginan tersebut.

Ditemui pada diskusi terbatas dengan beberapa media di kantor Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono, National technology Officer, Microsoft Indonesia menjelaskan bahwa data center konvensional yang ada saat ini sejatinya dinilai masih banyak pemborosan dan kurang efisien dalam hal penggunaannya, sehinga cloud computing menjadi salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut.

Ia juga mengungkapkan, “Setidaknya ada tiga keuntungan dalam menggunakan Cloud, yakni bisa diakses dimana saja, memiliki fleksibilitas, serta bisa diukur penggunaan storage nya terkait dengan berapa biaya yang harus dibayarkan untuk penyimpanan data,” ungkapnya ketika media briefing di kantor Microsoft Indonesia(26/4).

Ia juga menjelaskan bahwa disarankan pemerintah membangun sebuah private cloud yang berada di Indonesia untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada teknologi cloud coputing. Disamping itu, Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan memiliki data yang up-to-date di lapangan, sehingga dapat memecahkan segala permasalahan yang ada saat itu juga.

“Data-data yang tersimpan dalam komputasi awan dapat selalu diperbarui dengan informasi terkini, sehingga dapat membantu pemerintah untuk memiliki data yang up-to-date sesuai dengan perkembangan yang ada,”

Sekadar informasi, Lebih dari dua dekade Pemerintah Indonesiamenyiapkan berbagai macam komponen yang dapat mendukung terciptanya sistem e-goverment. Mulai dari membenahi regulasi, menyusun rencana pitalebar Indonesia, menguatkan konektivitas hingga proyek Palapa Ring. Namun, usaha ini nampaknya masih belum bisa dikatakan berhasil menjadikan Indonesia menerapkan sistem e-goverment, jika dilihat dari survey yang dilakukan oleh PBB berjudul ‘EGoverment Survey 2014’ Indonesia masih berada di peringkat 106 dari 193 negara di dunia dalam hal pengimplementasian e-goverment tadi.

Tony menambahkan, “komputasi awan juga dapat mempermudah pemerintah untuk melakukan proses analisis seperti pemetaan demografis masyarakat, ekonomi dan sosial. Memahami berbagai data seperti ini akan mempermudah pemerintah untuk menetapkan kebijakan ataupun menyelesaikan masalah yang ada,” tambahnya.

Microsoft sendiri saat ini masih menjagokan solusi Microsoft Azzure miliknya, dengan sangat memperhatikan soal keamanan dari platform cloud mereka ini. Hal ini dibuktikan dengan usaha Microsoft untuk berinvestasi  besar guna menghadirkan sistem keamanan kelas wahid pada Azzure miliknya. Sebagai bukti dari investasi besar tersebut, Microsoft Azzure sukses menjadi penyedia layanan cloud computing oleh otoritas perlindungan data Uni Eropa karena komitmennya terhadap undang-undang privasi yang ketat di Uni Eropa.

Tony juga menghimbau agar pemerintah lebih jeli dalam merekrut para staff ahli. Dengan sertifikasi terkait pengoperasian cloud ataupun seseorang yang kompeten dibidangnya. Pasalnya, SDM Indonesia di luar pemerintahan sendiri banyak yang sudah mahir dalam industri cloud computing ini, namun hal tersebut nampaknya berbanding terbalik dengan staff yang dimiliki oleh pemerintah.

Ini Dia Beberapa Tantangan Dalam 5G

0

Tantangan adalah bagian yang melekat dari perkembangan baru; jadi, seperti semua teknologi, 5G juga tak luput dari tantangan-tantangan yang dihadapinya. Seperti di masa lalu misalnya, kita melihat teknologi radio berkembang dengan sangat cepat. Mulai dari 1G ke 5G, perjalanan hanya berusia sekitar 40 tahun (Dengan catatan 1G di tahun 1980-an dan 5G di tahun 2020-an). Namun, dalam perjalanan ini, tantangan umum yang kami amati adalah kurangnya infrastruktur, metodologi penelitian, dan biaya.

challengesHal ini ditandai dengan masih banyaknya negara-negara di luar sana yang menggunakan teknologi 2G dan 3G dan bahkan tidak tahu tentang 4G. Nah, dalam kondisi seperti itu, pertanyaan yang paling signifikan muncul dalam pikiran setiap orang adalah seberapa jauh kelayakan 5G dan apakah ini akan menjadi teknologi yang membawa manfaat bagi beberapa negara maju atau negara berkembang?

Untuk memahami pertanyaan ini, tantangan 5G dikategorikan ke dalam dua bagian, yakni tantangan teknologi dan tantangan umum.

Tantangan teknologi

  • Inter-cell Interference – Ini adalah salah satu masalah teknologi utama yang perlu dipecahkan. Ada variasi dalam ukuran sel makro tradisional dan sel-sel kecil yang secara bersama-sama akan menyebabkan gangguan.
  • technological_challengesEfficient Medium Access Control – Dalam situasi, di mana penyebaran padat jalur akses dan terminal pengguna diperlukan, throughput pengguna akan rendah, latency akan tinggi, dan hotspot tidak akan kompeten untuk teknologi seluler untuk memberikan throughput yang tinggi. Perlu diteliti dengan baik untuk mengoptimalkan teknologi.
  • Traffic Management – Dibandingkan dengan lalu lintas manusia ke manusia yang tradisional di jaringan selular, banyak perangkat Machine to Machine (M2M) dalam sel dapat menyebabkan tantangan sistem yang serius, misalnya tantangan jaringan akses radio (RAN), yang akan menyebabkan overload dan kemacetan.

Tantangan Umum

  • Layanan Multiple – Tidak seperti layanan sinyal radio lainnya, 5G akan memiliki tugas besar untuk menawarkan layanan untuk jaringan, teknologi, dan perangkat heterogen yang beroperasi di wilayah geografis yang berbeda. Jadi, tantangannya adalah standardisasi untuk memberikan layanan yang dinamis, universal, berpusat pada pengguna dan data-rich wireless untuk memenuhi harapan tinggi dari orang.
  • common_challengesInfrastruktur – Para peneliti menghadapi tantangan teknologi standardisasi dan aplikasi layanan 5G.
  • Komunikasi, navigasi, & Sensing – Layanan ini sebagian besar tergantung pada ketersediaan spektrum radio, di mana sinyal tersebut dikirimkan. Meskipun teknologi 5G memiliki daya komputasi yang kuat untuk memproses volume data yang besar yang berasal dari sumber yang berbeda, tapi ini perlu dukungan infrastruktur yang lebih besar.
  • Keamanan dan Privasi – ini adalah salah satu tantangan yang paling penting bahwa 5G harus nemastikan perlindungan data pribadi. 5G harus menentukan ketidakpastian yang terkait dengan ancaman keamanan termasuk kepercayaan, privasi, cybersecurity, yang tumbuh di seluruh dunia.
  • Legislasi dari Cyberlaw – Kejahatan siber dan penipuan lainnya juga dapat meningkat dengan kecepatan tinggi dan teknologi 5G di mana-mana. Oleh karena itu, undang-undang dari Cyberlaw juga merupakan masalah penting, yang sebagian besar adalah melibatkan pemerintah dan politik (isu nasional maupun internasional).

Balon Google Jatuh di Chili?

0

Telko.id – Setelah beberapa waktu lalu sempat dikabarkan jatuh di perkebunan teh di Sri Lanka, proyek balon udara milik Google disebut-sebut kembali mengalami nasib. Menurut laporan Theregister, Selasa (26/4), balon Google tersungkur di area pertanian di Chili, Sabtu pagi waktu setempat.

Tim polisi telah memberi garis batas pada lokasi kecelakaan, yang terletak di sebelah Timur Los Angeles, sekitar 100 km sebelah Tenggara dari kota pesisir Concepción. Hingga Senin kemarin, penyelidikan terhadap sisa-sisa gumpalan balon masih dilakukan.

policia_balloon

Sementara itu, Google sendiri meyakinkan bahwa balon ini telah “berhasil menyelesaikan uji terbang”-nya. Perusahaan menyebut bahwa jatuhnya balon ini sudah direncanakan sebelumnya.

“Pendaratan ini dikontrol secara lokal, dan pada akhirnya balon ini bisa mendarat pelan-pelan di daerah Los Angeles,” katanya

Saat ini, otoritas penerbangan sipil Chili – Dirección General de Aeronautica Civil (DGAC) – masih menyelidiki.

chile_loon_balloon_teaser

Proyek balon udara Google – Project Loon – sendiri dirancang untuk mengapung di ketinggian 20 km sampai 100 hari.Setiap balon dapat menyediakan konektivitas untuk luas tanah dengan diameter sekitar 80 km menggunakan teknologi komunikasi nirkabel yang disebut LTE atau Long-Term Evolution.

Dijelaskan Google, untuk menggunakan LTE, Project Loon bermitra dengan perusahaan telekomunikasi untuk berbagi spektrum seluler sehingga orang akan dapat mengakses Internet di mana saja langsung dari ponsel mereka dan perangkat lain yang mendukung LTE.

Di Indonesia misalnya, tiga operator seluler terbesar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata telah tercatat sebagai mitra Google untuk proyek ini dan akan memulai pengujian Project Loon tahun ini.

Yang Jie Resmi Jadi CEO Baru China Telecom

0

Telko.id – Operator China, China Telecom menunjuk Yang Jie sebagai pimpinan dan CEO baru perusahaan. Penunjukkan ini, seperti dilaporkan Total telecom, (selasa (26/4), akan efektif dalam waktu dekat.

Yang Jie sendiri sebelumnya menjabat sebagai pemimpin sementara dan COO China Telecom. Dia menjabat posisi tersebut menyusul pengunduran diri pendahulunya akhir tahun lalu.

Seperti diketahui, pimpinan sekaligus CEO China Telecom, Chang Xiaobing mundur dari jabatannya akhir tahun lalu setelah tersandung kasus korupsi. Sejak saat itu, secara efektif per 30 Desember 2015, Presiden dan Chief Operating Officer (COO) Yang Jie mengambil alih tugas Chang dan bertindak sebagai CEO sementara sampai kesepakatan akhir dibuat oleh dewan perusahaan.

Kepemimpinan Yang di China Telecom akan berjalan sampai rapat umum tahunan 2016 China Telecom diselenggarakan pada 2017 mendatang. Tanggalnya sendiri belum ditentukan, kata perusahaan.

Sebagai pengganti Yang Jie di posisi presiden dan COO, perusahaan juga telah menunjuk Yang Xiaowei, direktur eksekutif perusahaan, yang akan segera efektif.

Baik Yang Jie maupun Yang Xiaowei telah sama-sama memiliki pengalaman panjang dalam sektor telekomunikasi di China.

Yang Jie menjabat sebagai Presiden dan Chief Operating Officer di China Telecommunications Corp Ltd sejak 2 November 2011, sebelum akhirnya menjabat sebagai pimpinan dan Chief Executive Officer sejak 30 Desember 2015 lalu. Sebelumnya, Yang yang merupakan Senior Engineer tingkat Profesor telah menduduki banyak jabatan di sejumlah perusahaan, seperti Wakil Direktur Jenderal Biro Administrasi Shanxi Pos dan Telekomunikasi, General Manager di Shanxi Telecommunications Corporation dan Wakil Presiden China Telecom Beijing Research Institute. Secara total, lelaki yang telah memasuki kepala 5 ini telah memiliki lebih dari 24 tahun pengalaman dalam penanganan masalah yang berkaitan dengan operasi dan manajemen industri telekomunikasi di China.

Smartfren Janjikan Kompensasi Bagi Pelanggan yang Ingin Migrasi

0

Telko.id – Smartfren berjanji akan memberikan sebuah kompensasi terkait proses migrasi pelanggan. Beberapa offering juga dipersiapkan bagi pelanggan CDMA yang ingin bermigrasi ke jaringan 4G Smartfren.

Sekadar Informasi, Sampai dengan saat ini jumlah pengguna Smartfren mencapai lebih dari 12 juta pelanggan, namun untuk pengguna 4G mereka hanya sekitar 1,4 juta pelanggan.

Sekadar informasi, proses migrasi ini juga berkaitan dengan frekuensi 1900 Mhz yang harus dikembalikan oleh pemerintah.

Derrick Surya,  VP Brand and Marcomm Smartfren meyebutkan, ” untuk pindah, pengguna hanya tinggal mengirimkan SMS dengan format LTE dan kirim ke 6046, nanti kita akan memberikan penawaran menarik terkait hal tersebut,”

Derrick juga mengungkapkan, bahwa pihak Smartfren akan memberikan offering menarik untuk para pengguna CDMA yang telah mengirimkan sms tadi.

Ia berujar, “Beberapa offering tadi seperti penggantian Handset serta potongan harga hingga Rp.600.000,-” ujar Derrick ketika ditemui pada peluncuran paket terbaru dari Smartfren di Jakarta (25/4).

Offering tadi tentunya bervariasi, dalam artian tidak semua pelanggan mendapatkan penawaran yang sama. Penawaran tadi tergantung dari ARPU serta loyalitas dari si pelanggan tersebut kepada Smartfren.

“Kita tentunya akan mempertahankan pelanggan loyal dan pelanggan yang tingkat ARPU nya tinggi,”

Berbicara mengenai proses migrasi, Bukan hanya pada frekuensi 1900 Mhz saja Smartfren harus pindah, melainkan untuk frekuensi 800 Mhz juga mereka setidaknya melakukan ‘realokasi’ spektrum. Pasalnya, akan ada rencana penggunaan frekuensi bekas TelkomFlexi oleh Telkomsel dan StarOne oleh Indosat. Spektrum itu rencananya akan digandengkan (extended) dengan spektrum yang dimiliki keduanya di 900 MHz.

Telkomsel dan Indosat nantinya menempati Band B, sementara Smartfren di band A. Posisi tak ideal ada di Jabodetabek dan Jawa Barat di mana posisi kepemilikan frekuensi selebar 5,5 MHz dari Smartfren belum berdampingan sehingga harus ada penataan ulang.

Terkait hal ini, Smartfren diberi waktu hingga akhir Desember 2016 mendatang. Namun, masalah selanjutnya adalah ketika mereka melakukan penataan ulang di frekuensi tersebut, maka mereka harus mengganti perangkat Andromax CDMA yang telah ada di pasaran, dikarenakan handset mereka yang di ‘lock’.

Sejatinya pelanggan tidak perlu khawatir dengan keadaan ini, seperti yang dibicarakan diatas, pihak Smartfren akan memberikan beberapa offering kepada pelanggan untuk bermigrasi.

OMH Jadi Senjata Baru Smartfren Garap Pengguna 4G

0

Telko.id – Total pengguna Smartfren saat ini mencapai 12 juta pelanggan. Angka ini merupakan gabungan dari pelanggan CDMA dan 4G mereka. Sementara itu, total pengguna 4G mereka mencapai sekitar 1.4 juta pelanggan.

Seperti diketahui, image Andromax sangat kental sekali dengan Smartfren, bahkan tidak jarang masyarakat yang sering keliru dengan memanggil Smartfren sebagai vendor smartphone, bukan operator. Namun, nampaknya Andromax kini bukanlah menjadi senjata dari Smartfren. Pasalnya Smartfren sendiri ke depannya lebih mengharapkan Open Market Handset (OMH) sebagai ‘senjata’ utama mereka meraih pelanggan 4G.

Berkaca dari komentar Derrick Surya, VP Brand dan Marcomm Smartfren, yang mengungkapkan bahwa segmen OMH punya potensi yang tinggi untuk tumbuh. Bahkan, Ia berujar, jika sampai akhir tahun 2016 ini OMH bisa memenuhi target sebesar 40% dari seluruh pengguna 4G milik operator yang enggan disebut CDMA ini.

“Kami yakin tumbuh karena potensi OMH tinggi. Diharapkan dapat menyasar sekitar 40% pelanggan Smartfren 4G di segmen OMH ini sampai akhir tahun,” ucap Derrick, pada peluncuran paket terbaru Smartfren di Jakarta,(25/4).

Sekadar informasi, Sejak mencanangkan penggunaan teknologi 4G, Smartfren mulai melirik segmen OMH. Salah satu alasannya adalah karena perangkat OMH yang mendukung jaringan 4G mereka sudah mulai bermunculan. Selain itu, Hadirnya OMH juga semakin memanjakan pengguna untuk memilah dan memilih brand smartphone mana yang jadi andalan mereka, dengan tetap didukung oleh sim card 4G Smartfren. Namun tentunya, ada beberapa kelebihan Andromax dibandingkan OMH terkait dengan layanan Smartfen seperti paket ‘True Unlimited’ dan VoLTE yang tertanam di dalam Andromax tanpa perlu menggunakan aplikasi.

Sejauh ini baru ada beberapa nama yang telah bekerjasama dengan Smartfren untuk penyediaan ponsel OMH, yaitu Samsung, Lenovo, dan HiSense. Namun Smartfren menegaskan bahwa ponsel yang mendukung jaringan 4G miliknya akan segera bertambah dari vendor lainnya.

“Ada (OMH lain), tunggu tanggal mainnya,” ucap Derrick.

Derrick juga mengungkapkan, kedepannya tidak menutup kemungkinan Smartfren bekerjasama dengan vendor smartphone lokal. Seperti yang dilakukan oleh Indosat dengan Advan melalui program bundling nya.

Jika menilik dari target OMH yang mencapai 40% tadi, bisa disimpulkan bahwa Smartfren memang menyimpan harapan besar dari OMH dan perangkat 4G non Andromax ini juga menjadi salah satu senjata mereka dalam menjaring pelanggan 4G baru ataupun migrasi.

Lebih lanjut, Derrick juga menyebutkan proses akuisisi pelanggan 4G yang telah dilakukan Smartfren. Ia berujar, pada saat ini proses akuisisi yang dilakukan Smartfren sudah bisa mencapai 6.000 pengguna baru tiap harinya. Dengan memberikan berbagai penawaran menarik, mulai dari smartphone gratis dan potongan harga hingga Rp.600.000,- menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka dalam memigrasikan pelanggan lama ke 4G.

Diklaim Paling Canggih, Smartphone Sirin Labs Dihargai US$10.000

0

Telko.id – Tidak semua orang rela merobek kantongnya hanya demi sebuah smartphone. Mungkin, Anda yang tengah membaca tulisan ini adalah salah satunya. Namun Sirin Labs yakin bahwa baru besutannya akan banyak diminati orang. Pun meski harga yang ditawarkannya terbilang sangat mahal. Nah, apa alasannya?

Menurut perusahaan Israel ini, smartphone perdananya akan memungkinkan pengguna mendapatkan perangkat mobile paling canggih yang menggabungkan pengaturan privasi tertinggi, beroperasi lebih cepat daripada telepon lain dan dibangun dengan bahan-bahan terbaik dari seluruh dunia.

Debut smartphone Sirin Labs ini akan diluncurkan di toko flagship baru di kawasan eksklusif Mayfair di kota London. Harga yang ditawarkan tidak tanggung-tanggung, US$10.000 atau setara Rp 132 juta.

Meskipun smartphone ini akan menjalankan Android, namun perusahaan mengatakan telah melakukan kustomisasi pada handset dengan menggunakan teknologi pertahanan cyber untuk memberikan privasi, konektivitas dan kualitas.

“Tidak seperti perusahaan teknologi mainstream dimana harga adalah yang terpenting, Sirin Labs tidak perlu menunggu beberapa tahun sebelum membawa teknologi yang paling canggih untuk pelanggan. Kami dapat menawarkan mereka teknologi yang akan datang, hari ini. Biaya tidak mempengaruhi pengambilan keputusan kami, sebaliknya, fungsi optimal dan kualitas yang berperan,” ungkap CEO perusahaan, Tal Cohen.

Smartphone ini telah dikembangkan selama dua tahun, dibawah pimpinan seorang mantan direktur produk Sony Mobile.

Saat ini, Sirin baru saja mengumpulkan dana US$72 juta, sebagai tambahan US$23 juta yang dihasilkan di 2013, dalam rangka menghadirkan handset high-end ke pasar.

Perusahaan menambahkan, rincian mengenai smartphone ini masih ‘disembunyikan’ hingga tiba saatnya waktu peluncuran.

Dua Paket Ini Jadi Pengganti Promo True Unlimited, Bagus kah?

0

Telko.id – Smartfren kembali menghadirkan paket baru untuk para pelanggan mereka. Pihak Smarfren menyebutkan, bahwa da paket ini dihadirkan sebagai pengganti dari promo paket True Unlimited yang sangat populer belakangan ini.

Kedua paket tersebut adalah paket Smartplan Limitless 75 Ribu dan Paket Kuota Super besar 30GB dengan harga Rp. 300.000,-. Seperti diketahui, promo tarif True Unlimited sebesar Rp. 75.000,- akan berakhir pada tanggal 30 April mendatang.

Derrick Surya,  “kita memperkenalkan dua paket baru kita sebagai pengganti dari promo paket true unlimited, Hadirnya dua paket ini merupakan sebuah jawaban atas banyaknya pertanyaan mengenai program apa yang akan dihadirkan oleh Smartfren ketika masa promo paket ‘unlimited’ berakhir,” ujarnya ketika peluncuran kedua paket ini, di Jakarta(25/4).

Paket Smartplan Limitless ini hadir dengan harga Rp. 75.000,- untuk satu bulan pemakaian. Pengguna akan mendapatkan kuota sebesar 2GB plus 1GB,bukan hanya itu, pengguna juga mendapatkan unlimited untuk tiga social media populer yakni Whatsapp, Line dan BBM. Meskipun pengguna melakukan theatring ke ponsel lain, ponsel tersebut masih bisa mengakses tiga OTT ini.

Namun, Tiga OTT ini hanya bisa digunakan untuk teks saja, tetapi video call ataupun panggilan melalui OTT tidak akan berlaku secara unlimited dan dikenakan pakt kuota yang telah disediakan tadi. Pengguna juga akan mendapatkan bonus sebesar 1000 menit telepon sesama Smartfren dan bisa digunaka untuk VoLTE.

Paket kedua adalah paket kuota internet sebesar 30 GB dengan masa aktif hingga 90 hari terhitung sejak aktivasi paket tersebut. Untuk paket ini, pengguna diharuskan merogoh kocek senilai Rp. 300.000,- untuk sekali aktivasi. Sama halnya seperti paket pertama, paket kedua ini juga bisa ditambahkan dengan add-ons. Untuk pembelian pertama, pengguna mendapatkan bonus 5 GB. Sekadar informasi, harga 1GB untuk data Smartfren sebesar 25 ribu rupiah.

Derrick juga menyebutkan bahwa perbedaan antara paket true unlimited dengan paket kuota super besar 30GB ini adalah paket ini bisa digunakan di semua OMH (Open Market Handset) yang telah bekerjasama dengan Smartfren.

Kedua paket ini berlaku hingga akhir tahun 2016 dan pihak Smartfren mengkliam akan menghadirkan paket terbaru lainnya. Mengenai cocok tidaknya kedua paket ini sebagai pengganti promo True Unlimited, tinggal anda saja sebagai pelanggan yang menentukan.

Kinerja Positif, Telkom Bagikan Dividen Rp9,29 Triliun

0

Telko.id – Kinerja positif terus ditorehkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2015 yang berlangsung di Jakarta, Jumat lalu, perseroan memutuskan untuk membagikan 60% dari total laba bersih perseroan, yang berjumlah Rp 15,49 triliun, sebagai dividen.

Adapun rincian dividen tunai sebesar Rp 7,74 triliun (50% dari laba bersih) atau sebesar Rp 78,86 per lembar saham dan dividen spesial Rp 1,55 triliun (10% dari laba bersih) atau sebesar Rp 15,77 per lembar saham. 40% sisa laba bersih atau sebesar Rp 6,2 triliun digunakan sebagai laba ditahan.

Kinerja yang semakin baik ini juga diikuti dengan meningkatnya kontribusi Telkom terhadap negara. Pertumbuhan kontribusi pada negara YoY 2015 untuk Total Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP (BHP Frekuensi, BHP Jastel, Konstribusi USO dan Dividen) sebesar 13,3%. Kontribusi Telkom kepada negara ini selama 10 tahun terakhir secara total mengalami peningkatan dari Rp 13,8 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 32,0 triliun pada 2015 dengan CAGR sebesar 9,8%.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga mengatakan bahwa kinerja Telkom yang baik di tahun 2015 ditandai tak hanya dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 102,47 triliun atau tumbuh 14,2%, tetapi juga kian melonjaknya kontribusi anak perusahaan di luar Telkomsel.

“Berkat kinerja yang sangat baik, pada tahun buku 2015 ini Telkom dapat membagikan dividen senilai Rp 9,29 triliun,” ungkapnya.

Dividen per lembar saham tersebut berdasarkan jumlah saham yang dikeluarkan, yaitu sebabnyak 98,18 miliar lembar sahan dan dibayarkan secara sekaligus pada tanggal 26 Mei 2016 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 4 Mei 2016 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Pencapaian kinerja Perseroan yang baik ini ditopang dari pertumbuhan Segmen Data, Internet & IT Services (tidak termasuk SMS) sebesar 37,5% yang menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan Telkom. Segmen ini memberikan kontribusi sekitar 32% terhadap total pendapatan Telkom, naik signifikan dari kontribusi tahun sebelumnya sebesar 26%.

“Ini merupakan bukti bahwa Perseroan telah berada di jalur yang benar untuk menjadi digital company,” tambah Alex.

Perseroan juga mampu mencatat pertumbuhan EBITDA yang cukup tinggi sebesar 12,6% menjadi Rp 51,42 triliun dengan marjin EBITDA yang masih superior sebesar 50,2%, meskipun terdapat tekanan biaya operasi seiring dengan pembangunan infrastruktur dan ekspansi bisnis baik di segmen seluler maupun jaringan tetap.

Biaya operasi naik 15,8% menjadi Rp 70,01 triliun sepanjang tahun 2015, dengan Laba Bersih Perseroan yang meningkat 7,0% menjadi Rp 15,49 triliun.

Dalam mendukung penguatan infrastruktur, Telkom secara konsisten mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) yang cukup tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan layanan data, baik segmen mobile maupun fixed, yang bertumbuh dengan pesat. Sepanjang tahun 2015, Perseroan membelanjakan Rp 26,4 triliun atau sekitar 26% dari pendapatan untuk membangun infrastruktur dengan fokus mendukung layanan data.

Meskipun Telkomsel merupakan entitas anak yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan, EBITDA dan laba bersih Perseroan, namun entitas anak perusahaan lainnya juga memperlihatkan kenaikan kontribusi yang semakin siginifikan. Tahun 2015 kontribusi pendapatan Telkomsel terhadap total pendapatan Perseroan masih dominan yakni sebesar 57%, sedangkan pendapatan anak perusahaan lainnya tahun ini memberikan kontribusi hingga 20% atau tumbuh 3%.