Telko.id – Perusahaan dana investasi pemerintah milik Singapura (GIC) dikabarkan memiliki rencana untuk menghabiskan €230 juta untuk membeli 16% saham di operator Incumbent Irlandia, Eir.
Dilaporkan GTB, Senin (13/6), perusahaan mengumumkan bahwa GIC mengusulkan untuk membeli saham dari pemegang saham yang ada.
“Eir memahami bahwa usulan akuisisi akan diatur sedemikian rupa sehingga pemegang saham dengan kepemilikan persentase yang lebih kecil akan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam penjualan sehingga memudahkan acara likuiditas bagi pemegang saham itu,” kata perusahaan.
Pemegang saham akan mempertimbangkan kesepakatan pada rapat umum luar biasa yang rencananya akan digelar perusahaan induk pada akhir Juni. Setelah transaksi, Anchorage Capital Group akan tetap menjadi pemegang saham terbesar Eir, dengan lebih dari 35%.
Keputusan GIC ini memang bisa dikatakan ironis. Pasalnya, perusahaan dana investasi Singapura lainnya, ST Telemedia, yang merupakan bagian dari Temasek, sebelumnya juga pernah memiliki 61% saham di operator ini, sebelum akhirnya kehilangan itu pada 2012 lalu.
ST Telemedia telah membeli saham Eircom – sebelum rebranding menjadi Eir – pada tahun 2009 seharga US$ 250 juta, namun pada tahun 2012 perusahaan tersangkut utang sebesar € 4,1 miliar. Kreditur Eircom mengambil kendali dan ST Telemedia pun kehilangan sahamnya.
Eircom keluar dari kebangkrutan pada bulan Juni 2012, setelah hanya dua bulan, dengan utang dipotong menjadi €2.35 miliar dan kontrol di tangan pemberi pinjaman senior. Pemilik baru mendapuk Herb Hribar sebagai CEO dan Richard Moat sebagai CFO. Pada tahun 2014, Hribar membentuk rencana baru untuk mengembangkan Eircom – IPO perusahaan ketiga dalam 15 tahun – tetapi pemegang saham tidak setuju dan Hribar pun hengkang, digantikan oleh Moat sebagai CEO.
Tahun lalu, Eircom menghabiskan €16 juta untuk rebranding menjadi Eir.
Kini, keputusan GIC muncul untuk menunjukkan bahwa pekerjaan Moat dalam merekonstruksi perusahaan telah berhasil. Jika pemegang saham menyetujui keputusan ini, GIC akan menjadi pemegang saham terbesar kedua, setelah Anchorage Capital dengan 35%, dengan para pemangku kepentingan utama lainnya seperti York Capital dengan 15% dan Davidson Kempner dengan 12%.
Telko.id – Bos Google, Eric Schmidt mengatakan dalam rapat tahunan pemegang saham Alphabet baru-baru ini, bahwa ftth (fibre to the home) sudah usang dan akan digantikan oleh koneksi nirkabel.
Schmidt mengatakan kepada para pemegang saham bahwa teknologi nirkabel telah meningkat sedemikian rupa sehingga koneksi point-to-point dipercaya bisa memberikan kecepatan 1Gbps.
Google sendiri, seperti diketahui, memiliki anak perusahaan bernama Google Fiber, yang berkomitmen untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di kota-kota sehingga dapat meningkatkan layanan telepon mereka seperti menghadirkan layanan call screening. Disamping fitur do not distrub dan filterisasi terhadap spam.
Saat ini, Google Fiber tersedia di Atlanta, Austin, Charlotte, North Carolina, Kansas City, Missouri, Nashville, Provo, Utah, Raleigh-Durham, Salt Lake City dan San Antonio. Google juga sedang membangun jaringan serat di Afrika Timur, lapor GTB, Senin (13/6).
Menggambarkan Fiber Phone sebagai layanan telepon rumah, Google mengatakan layanan ini memiliki fitur pesan suara, nomor telepon yang berada di cloud dan mengakhiri kekhawatiran pengguna dalam hal baterai.
Seperti Google Voice, Fiber Phone juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan nomor telepon baru atau mentransfer nomor yang sudah ada (ponsel atau telepon rumah) untuk Fiber Phone pengguna. Layanan ini juga duplikat dari layanan pesan suara transkripsi Google Voice.
Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, bisnis di jaringan tetap menggunakan kabel masih sangat besar. Itu sebabnya, Nokia melakukan langkah korporasinya dengan mengakuisisi Gainspeed.
Gainspeed adalah perusahaan start-up berbasis di Amerika Serikat yang mengkhususkan diri di solusi DAA (Distributed Access Architecture) untuk industri kabel melalui lini produk CCAP (Converged Cable Access Platform) Virtual-nya. Gainspeed banyak diakui sebagai pimpinan industri bidang DAA, yang telah diadopsi oleh industri kabel sebagai solusi generasi berikut untuk menghadapi peningkatan kebutuhan kapasitas.
Solusi CCAP Virtual Gainspeed akan secara secara strategis mendiversifikasi portfolio produk Nokia untuk konsumen akses kabel serta memperluas jejak kaki Nokia di pasar yang sedang berkembang ini. Setelah rencana transaksi ini ditutup, Gainspeed akan menjadi bagian dari grup bisnis Fixed Networks Nokia.
CCAP Virtual akan memungkinkan para operator kabel memenuhi peningkatan kebutuhan konsumen akan layanan data dan video IP kecepatan tinggi. Dengan CCAP Virtual, operator kabel dapat meningkatkan kapasitas dari infrastruktur HFC (Hybrid Fiber Coax) mereka dan secara cepat menggelar layanan-layanan baru, sambil di saat yang sama menurunkan kebutuhan ruang dan daya ‘headend’ dengan biaya hemat. Selain itu, pelanggan juga dapat memigrasi jaringan mereka menuju arsitektur all-IP yang berbasis piranti lunak. Dengan mengakuisisi Gainspeed, Nokia akan memiliki platform fleksibel serta dapat diperluas yang nantinya akan menjadi ‘host’ untuk inovasi-inovasi industri kabel di masa mendatang.
“Kami gembira Gainspeed, pimpinan teknologi di bidangnya, dapat bergabung dengan kami. Kabel adalah salah satu area dengan pertumbuhan tercepat di bisnis jaringan tetap kami, dan kami berkomitmen untuk menyediakan sebuah set lengkap solusi untuk para operator kabel. CCAP Virtual Gainspeed sangat sempurna melengkapi solusi-solusi akses serat kami yang terkemuka, untuk para MSO, ” Federico Guillen, Presiden Group Bisnis Fixed Networks Nokia, menjelaskan.
Penyelesaian dari proses akuisisi Gainspeed yang didirikan pada tahun 2012 dan merupakan perusahaan swasta berlokasi di Sunnyvale, California yang memiliki 70 karyawan ini diharapkan dapat ditutup di Q3 2016, serta tunduk pada persyaratan-persyaratan penutupan transaksi yang umum berlaku. (Icha)
Telko.id – Jakarta Fair Kemayoran 2016 menjadi digelar menyambut hari jadi kota Jakarta ke-489. Pada kesempatan ini, Telkomsel memanfaatkan untuk melakukan edukasi digital lifestyle pada para pengunjung dengan menghadirkan booth utama di area open space JI Expo Kemayoran.
Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel, Venusiana Papasi mengatakan, “Kehadiran Telkomsel di JFK 2016 tahun ini terasa sangat special karena dilangsungkan saat momen bulan Ramadhan di saat mayoritas masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa. Melalui sejumlah inovasi layanan terbaru, Telkomsel ingin lebih mendekatkan sejumlah layanan digital lifestyle Telkomsel yang kini sudah didukung kualitas teknologi 4G LTE terbaru kepada para pengunjung JFK 2016 yang umumnya berasal dari berbagai segmen.”
Telkomsel kembali mendorong pemanfaatan layanan mobile digital untuk segmen masyarakat yang lebih umum melalui event JFK 2016, sehingga ekosistem layanan digital Telkomsel dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti dengan melalui layanan digital payment TCASH TAP, Layanan Machine 2 Machine (M2M) T-Bike, serta layanan digital service melalui Teman Mudikmu *900*77# dan simPATI Entertainment HOOQ.
Pada partispasi kali ini, di booth Telkomsel pelanggan dapat merasakan langsung bermain Virtual Reality (VR) secara langsung cukup dengan melakukan pembelian layanan digital service Telkomsel melalui UMB *900*77# di tempat. Selain itu, tersedia sejumlah games online seperti World of Tank dan Papa Bravo yang dapat dimainkan juga secara gratis dengan penawaran hadiah merchandise games ekslusif. Dengan begitu diharapkan akan lebih mendekatkan pelanggan dengan fasilitas layanan digital service Telkomsel yang dapat diperoleh transaksi memotong pulsa pelanggan, tanpa harus mendaftarkan kartu kredit.
Venusiana lebih lanjut menambahkan, untuk memberikan kenyamanan berbeda dalam bertransaksi menggunakan layanan digital payment bagi para pelanggan yang hadir di JFK 2016, tersedia TCASH Café memberikan diskon hingga 20% serta promo TCASH Tap & Rush dimana pelanggan dapat menikmati promo harga minuman hanya Rp. 1.000,- di jam tertentu untuk semua transaksi menggunakan TCASH Tap.
Selain itu, pelanggan di JFK 2016 juga akan dimanjakan dengan beragam promo menarik lainnya seperti harga khusus untuk Paket Basic layanan T-Bike mulai Rp. 200 ribuan, serta promo redeem Telkomsel POIN dengan jumlah tertentu dan disertai pembelian produk Telkomsel yang menghadirkan kesempatan bagi pelanggan untuk meraih keuntungan berlimpah mulai dari merchandise ekslusif, cashback untuk pembelian device smartphone, hingga lucky dip berhadiah 1 unit motor matic Vespa yang akan diundi di akhir periode JFK 2016.
Dengan tetap menghadirkan petugas layanan yang untuk upgrade kartu uSIM 4G LTE Telkomsel, Telkomsel juga ingin memastikan ekosistem digital Telkomsel didukung penerapan konsep DNA (Device-Network-Application) secara menyeluruh dengan juga menggandeng distributor device yang menghadirkan penawaran special sejumlah bundling smartphone 4G terbaru, seperti promo smartphone Samsung Galaxy J1 Mini (4G LTE) harga di bawah Rp. 1 juta dengan bonus kartu simPATI paket internet TAU 4G kuota 10GB, diskon harga hingga 60%, trade-in handphone lama yang akan dihargai hingga Rp 5 juta, serta program cicilan 0% tanpa kartu kredit, yang mana semuanya dibundling kartu simPATI paket internet dengan kuota hingga 15GB.
“Telkomsel berharap pengalaman pelanggan di event JFK 2016 ini akan semakin seru dengan kehadiran inovasi layanan digital di booth Telkomsel. Terlebih di seluruh area JFK 2016 Telkomsel telah mengoptimalisasikan kualitas dari jaringan 3G dan 4G BTS existing, baik indoor maupun outdoor. Telkomsel juga telah menyiagakan tambahan 2 unit Combat BTS yang akan mendukung jangkauan layanan broadband Telkomsel di area open space Arena JI Expo Kemayoran, di mana biasanya ramai di saat konser musik artis/band berlangsung di panggung utama” pungkas Venusiana. (Icha)
Telko.id – Setelah sukses meluncurkan layanan Voice over LTE pertama di Indonesia, Smartfren kini mulai merambah dunia iklan digital dengan cakupan sekitar 12 juta pelanggan mereka diseluruh Indonesia.
Operator 4G LTE yang bermarkas di Jalan Sabang ini meluncurkan layanan SmartAds, sebuah fitur iklan multimedia yang interaktif dan langsung ditujukan bagi target pelanggan data dan pengguna Smartphone. Melalui fitur terbaru ini, para pelanggan Smartfren akan mendapatkan informasi menarik yang sesuai dengan preferensi masing-masing pelanggan, langsung di layar smartphone mereka.
Berdasarkan keterangan pers(13/5) yang diterima tim Telko.id, Smartfren juga menjamin layanan mereka ini tidak mengganggu kenyamanan berkomunikasi pelanggan.
Selain dapat menikmati fitur ini tanpa terkena biaya kuota data, SmartAds dapat mengirimkan format informasi atau iklan yang lebih bersifat personalize dan interaktif, yakni multimedia OTA (Over The Air) push berupa foto, video, rich media (misalnya suara atau lagu), bahkan mengirimkan aplikasi.
Fitur ini juga bisa digunakan untuk melakukan survei, program promosi, maupun mengirimkan program diskon atau voucher untuk produk tertentu dengan tertarget berdasarkan behaviour pelanggan mereka.
Untuk memastikan kenyamanan pelanggan, notifikasi SmartAds hanya akan muncul ketika smartphone milik pelanggan berada dalam kondisi idle atau tidak sedang digunakan, sehingga pelanggan tidak akan merasa terganggu ketika sedang aktif menggunakan handset seperti menelepon, bermain games, chatting, dan lain sebagainya.
Revie Sylviana, SVP Digital Services Smartfren mengungkapkan, “Layanan SmartAds merupakan langkah awal bagi Smartfren untuk mulai merambah dunia Iklan Digital, dimana fitur ini kami bangun bukan hanya untuk mendapatkan potensi revenue dari layanan digital, tetapi sebagai medium baru untuk komunikasi interaktif yang lebih sesuai untuk target pelanggan data dan smartphone,”
Sekadar informasi, selama ini fitur umum yang tersedia hanya dalam bentuk SMS, USSD, atau banner, padahal pengguna data memiliki kebutuhan dan profil pemakaian yang sangat berbeda. Dengan adanya layanan ini, diharapkan pelanggan Smartfren mendapatkan prioritas dan akses langsung terhadap produk menarik yang berguna bagi pelanggan, sehingga pelanggan tidak akan ketinggalan informasi-informasi terbaru yang bermanfaat untuk mereka.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, layanan SmartAds juga disesuaikan dengan minat target pelanggan, sehingga dapat memastikan produk maupun informasi yang ditawarkan oleh pengiklan sesuai dengan kebutuhan para pelanggan.
Dengan adanya layanan ini, Smartfren berkomitmen untuk memasuki bidang Digital Advertising dan terbuka untuk pengiklan yang ingin menawarkan produknya ke pelanggan Smartfren.
Telko.id – Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) akan mengupayakan penyelesaian pembangunan layanan Hub Pengelolaan Konten yang nantinya akan berfungsi untuk menseleksi konten Internet. Layanan Hub Pengelolaan Konten ini bertujuan menyajikan konten Internet kepada masyarakat yang Bersih, Selektif dan Aman (BERSAMA).
“Masyarakat akan dapat menikmati layanan ini melalui penyelenggara jasa internetnya masing-masing yang sudah menjadi anggota APJII,” kata sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima oleh tim Telko.id, Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengungkapkan komposisi trafik Internet Indonesia ini adalah 70% trafik konten luar negeri dan 30% trafik konten dalam negeri.
“Kita sebegitu tergantungnya dengan bukan hanya konten asing bahkan juga ekosistem digital asing. Hal inilah yang membuat kita harus mempunyai perencanaan yang matang dan bertahap apabila kita berkeinginan memerdekakan diri dari konten dan ekosistem digital asing,” ujarnya.
Izza menambahkan, Blocking 100% terhadap suatu situs atau sumber konten dapat menimbulkan sebuah ‘mudharat’ yang lebih besar daripada manfaat yang akan didapatkan oleh konsumen.
Izza juga mengajak seluruh masyarakat untuk secara bersama mewujudkan Internet Indonesia yang lebih baik. “APJII akan bekerjasama dengan organisasi masyarakat seperti ICMI, Muhammadiyah dan NU, untuk memaksimalkan manfaat dari Hub Konten APJII BERSAMA ini,” tukasnya.
Sekadar informasi, beberapa waktu lalu Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta pemerintah memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube. Alasannya, kedua layanan tersebut jadi lahan penyebaran konten pornografi dan kekerasan.
Lebih lanjut lagi, organisasi cendekiawan itu menyebutkan bahwa rata-rata pelaku kekerasan seksual memakai Google dan YouTube sebagai alat ‘pencari inspirasi’ yang dimaksudkan berupa konten porno dan rangsangan seksual.
Telko.id – Tren smart city yang sedang mendunia seakan memaksa semua industri terkait untuk terus berinovasi, yang paling terlihat tentu saja industri otomotif. Yap, industri ini sedang berusaha memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan sebuah mobil pintar pada diri connected car.
Selain pabrikan mobil yang bekerja keras, tentunya connected car juga memerlukan dukungan dari perusahaan teknologi penyedia software maupun hardware untuk menciptakan mobil pintar yang mendukung smart city.
Berkacar dari hal tersebut, Qualcomm Incorporated melalui anak perusahaannya, Qualcomm Technologies mengumumkan Qualcomm® Connected Car Reference Platform yang bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi untuk generasi connected car selanjutnya yang lebih kompleks dan mutakhir.
Sekadar informasi, Qualcomm Technologies telah berhasil mengapalkan lebih dari 340 juta chip kepada lebih dari 20 produsen otomotif sampai dengan saat ini. Selain itu, Qualcomm Technologies tengah mengembangkan sebuah produk yang dirancang untuk dapat mengikuti perkembangan dunia otomotif yang selalu bergerak cepat, yang akan difasilitasi dengan teknologi terbaru seperti 4G LTE, Wi-Fi, Bluetooth, dan komunikasi melalui vehicle-to-everything (V2X).
Berdasarkan keterangan pers yang diterima tim Telko.id, Platform tersebut juga didesain untuk menyelesaikan berbagai tantangan seperti keselerasan kerja jaringan nirkabel, layanan future-proofing, dan arsitektur in-car hardware dalam skala besar.
Platform Referensi untuk Connected Cars ini diciptakan berdasarkan beberapa teknologi yang diprakarsai oleh Qualcomm dalam bidang otomotif, yakni di antaranya modem LTE Qualcomm X12 dan X5, quad-constellation Global Navigation Satellite System (GNSS) dan solusi pencari lokasi 2D/3D Dead Reckoning (DR). Teknologi Qualcomm® VIVE™ Wi-Fi®, Dedicated Short
Range Communications (DSRC) untuk V2X, Bluetooth, Bluetooth Berdaya Rendah dan kemampuan penyiaran, seperti penyetem analog dan digital yang menggunakan perangkat lunak khusus radio melalui chip Qualcomm® tuneX™.
Selain itu, platform ini juga menghadirkan teknologi jaringan dalam kendaraan, seperti Gigabit (OABR) Ethernet dengan Automotive Audio Bus (A2B) dan interface Controller Area Network (CAN).
Setidaknya, terdapat empat kunci kelebihan yang ditawarkan oleh platform ini, seperti :
Skalabilitas: Menggunakan kerangka kerja umum yang mencakup mulai dari Telematics Control Unit (TCU) hingga portal nirkabel yang saling terhubung, meliputi beberapa Electronic Control Units (ECUs) yang ada di fungsi pendukung terpenting di dalam mobil, seperti peningkatan-peningkatan perangkat lunak dan koleksi data serta analisis over-the-air.
Future-proofing: Memudahkan konektivitas perangkat keras dan perangkat lunak dalam kendaraan untuk ditingkatkan sepanjang siklus hidupnya, memberikan migrasi pelacak dari DSRC ke hybrid/cellular V2X dan dari 4G LTE ke 5G kepada para produsen otomotif.
Koeksistensi Nirkabel: Mengatur penggunaan beberapa teknologi nikabel secara bersamaan yang menggunakan spektrum frekuensi yang sama, seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan Bluetooth Berdaya Rendah.
Dukungan OEM dan aplikasi pihak ketiga: Memberikan kerangka kerja keamanan untuk pengembangan dan eksekusi aplikasi buatan sendiri.
Platform Referensi ini memungkinkan para produsen dan pemasok mobil
untuk mencari peluang-peluang baru, membuat sample, dan mengomersialkan desain teknologi ini menggunakan modul dan solusi yang diberikan berdasarkan tujuan jangka panjang Qualcomm Technologies.
“Dengan Platform Referensi untuk Connected Car ini, Qualcomm Technologies telah mengembangkan sebuah platform untuk produsen otomotif, modul untuk OEM, dan para pengembang yang menitikberatkan pada skalabilitas, modularitas, dan keamanan untuk
mengintegrasikan dan mengelola beragam teknologi nirkabel terkini dalam kendaraan,” ujar Nakul Duggal, Vice President, Product Management, Qualcomm Technologies.
Platform Referensi untuk Mobil Terkoneksi milik Qualcomm ini diperkirakan akan tersedia di pasaran pada akhir tahun 2016.
Telko.id – Program bertajuk #UpgradeJadiHepi menjadi upaya baru dari dua pemain e-commerce tanah air, OLX dan elevania untuk memperluas pasar. Lewat program ini, keduanya berharap untuk tak hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga menarik lebih banyak minat konsumen untuk masuk ke industri e-commerce.
James Lee, Chief Executive Officer elevenia mengungkapkan hal itu dalam acara peresmian kerjasama antara elevania dan OLX yang berlangsung di Pasific Place, Jakarta, Jumat (10/6). Dijelaskan James, program #UpgradeJadiHepi menandai dimulainya hubungan yang erat antara elevenia dan OLX.
“Melalui program ini, kami berharap bisa memenuhi kebutuhkan konsumen yang akan semakin beragam di bulan Ramadan ini, dan kami sebagai pemain e-commerce mencoba memberikan fasilitas dalam pemenuhan kebutuhan tersebut,” katanya.
Digelar mulai tanggal 13 Juni 2016 hingga 25 Juli 2016, program #UpgradeJadiHepi ini akan membagikan voucher belanja senilai Rp150 ribu kepada para seller OLX yang melakukan pemasangan iklan di fitur premium listing. Voucher belanja ini bisa digunakan untuk bertransaksi di elevenia.
“Lewat program ini kita ingin meningkatkan jumlah seller yang melakukan pemasangan iklan di fitur premium listing,” ungkap CEO OLX, Daniel Tumiwa.
Kerjasama antara elevania dan OLX ini diharapkan akan dapat membawa dampak positif, baik dari segi traffic maupun transaksi. Dan bisa menjadi benchmark atas semakin meningkatnya rasa percaya masyarakat kepada industri e-commerce, yang secara tidak langsung menjadi tanda kian majunya perkembangan dunia e-commerce di Indonesia.
“Kalau responnya baik, tidak tertutup kemungkinan akan diperpanjang,” kata Daniel diamini Anggita Vela Lydia, GM Partnership & Promotion Marketing elevania terkait masa waktu program.
Saat ini, OLX yang sebelumnya adalah Tokobagus.com dan Berniaga.com tak hanya menjadi media yang memudahkan para penjual untuk memasang iklan untuk dapat dengan cepat menjual barangnya, tetapi juga menjadi media bagi pembeli untuk mencari beragam produk barang bekas dan barang baru. Sementara elevenia, yang merupakan sebuah usaha patungan antara PT. XL Axiata, Tbk., dan SK Planet menjadi media yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara online. Ada setidaknya 40.000 seller, dimana 20 persen diantaranya UKM dan 8 juta produk tersedia di elevania.
Telko.id – Untuk Indonesia, kebutuhan koneksi broadband sangat dibutuhkan. Dengan wilayah yang banyak terpisah laut dari satu pulau ke pulau yang lainnya, koneksi broadband ini menjadi salah satu pilihan untuk berkomunikasi selain tentunya infrastruktur lainnya. Telkomsel sebagai salah satu perusahaan plat merah, tentu sangat diharapkan peran sertanya agar memudahkan masyarakat Indonesia untuk saling berkomunikasi.
Agar broadband di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang, maka ekosistem pun harus mendukung. Tak heran, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, secara terus menerus mendengungkan bahwa era broadband tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh ekosistem. Apa itu ekosistem broadband? “Kita harus membangun ekosistem broadband, yakni DNA, Device, Network dan Application,” ujar Rudiantara, kominfo Indonesia dalam berbagai kesempatan.
Telkomsel 4G Nation
Jika dulu, komunikasi hanya dilakukan melalui panggilan atau suara dan SMS saja, kini sudah mulai meningkat menjadi komunikasi data. Di mana, kebutuhan akan transfer gambar dan video pun sudah mulai dirasakan. Dengan broadband, maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Dengan semakin tinggi teknologi broadband yang diaplikasikan maka semakin cepat komunikasi data itu bisa dilakukan.
Itu sebabnya, Telkomsel pun sangat mengharapkan para pelangganya untuk perpindah dari 2G ke teknologi 3G atau 4G LTE. Namun sayang, semua itu tidak semudah membalikan tangan. Masih banyak pelanggan Telkomsel belum bermigrasi ke 3G bahkan ke 4G. “Dari 153 juta pelanggan, yang masih menggunakan layanan 2G mencapai 65 juta,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.
Hal ini mencerminkan, bahwa begitu sulit bagi operator, bukan hanya Telkomsel untuk mendorong masyarakat Indonesia untuk migrasi ke 3G apalagi ke 4G. “Untuk pelanggan 4G Telkomsel baru sekitar 5 jutaan. Tapi kami punya rencana migrasi dengan target pelanggan yang migrasi dari 2G ke 4G itu 8 juta sampai 11 juta,” ujar Mas’ud menambahkan.
Dari sisi operator, tentu akan sangat berpengaruh untuk membangun ekosistem dalam hal network atau jaringan. Setiap operator pun berlomba membangun jaringan dengan kualitas broadband. Baik itu 3G maupun 4G. Maklum, tidak semua wilayah bisa dipasang BTS 4G karena lebih ke hitung-hitungan ekonomi. Sehingga, tidak pelak, jumlah BTS atau node B untuk melayani 4G belum terlalu banyak. Demikian juga dengan wilayah yang dicover.
Saat ini, layanan 4G LTE Telkomsel sudah bisa dicicipi masyarakat di 100 kota kabupaten di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, kawasan Bali dan Nusa Tenggara, hingga Papua.
“Berbagai upaya peningkatan kualitas terus kami lakukan, termasuk memperluas ketersediaan layanan,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel dalam peluncuran Telkomsel 4G Nation.
Sejauh ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 4500 eNode B (BTS 4G) di berbagai wilayah di Indonesia dengan total pelanggan mencapai 5 juta.
“Kami konsisten untuk menghadirkan layanan 4G LTE yang terbesar dan terluas dengan kualitas yang sesuai harapan pelanggan,” Ririek melanjutkan.
Selama kuartal I 2016 (dibandingkan periode sama di 2015), jumlah pelanggan 4G LTE Telkomsel diklaim naik di angka yang memuaskan. Targetnya, hingga akhir 2016 Telkomsel dapat melayani 12 juta pelanggan 4G LTE.
Elang Nusa Jadi Bentuk Pembuktian Jaringan Telkomsel
Jpeg
Sebagai pembuktian terhadap jaringan yang sudah digelar, Telkomsel meluncurkan proyek Langit Nusantara. Sebuah pembuktian terhadap masyarakat Indonesia tentang keberadaan jaringan broadband nya di seluruh Indonesia.
Project, yang menerbangkan 2 (dua) drone dari Barat dan Timur yang kemudian bertemu di pulau Bali mengawinkan kekuatan jaringan broadband Telkomsel dengan beragam keindahan Indonesia. Hasil rekaman maupun jepretan dari kamera yang dibawa oleh drone pun dapat langsung dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Setidaknya, hingga akhir program, tayangan video streaming ini telah disaksikan oleh masyarakat selama sekitar lebih dari 75 juta menit, dengan lebih dari 24 juta kali view.
Adapun kecepatan rata-rata akses data selama perjalanan Elang Nusa berlangsung tercatat baik, di mana untuk download berada di angka 19,7 Mbps dan upload di angka 9,6 Mbps.
Vice President Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana menjelaskan, dari trafik yang masuk ternyata pengakses video streaming Elang Nusa tak cuma dari Indonesia, tak sedikit pula berasal dari negara lain.
“Trafiknya itu 90% pengaksesnya dari Indonesia dan 10% di antaranya dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan selanjutnya adalah Singapura. Jadi kami surprise juga, ternyata video streaming dari Elang Nusa memikat banyak orang, ini melebihi target kami,” lanjut Nirwan yang juga merupakan Chief The Mission dari program Elang Nusa ini saat acara akhir perjalanan Elang Nusa di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (14/5/2016).
Tapi kembali lagi pada ekosistem broadband, jaringan saja tidak cukup. Harus didukung oleh device. Sayang, keberadaan smartphone 4G masih sangat terbatas. Terbatas pada range harga yang tinggi. Lebih dari harga 1 juta untuk sebuah smartphone. Coba, ada vendor yang berani meluncurkan smartphone 4G dengan harga dibawah Rp.1 juta, mungkin, akan lebih mempercepat upaya operator untuk mengisi jaringan 4G yang sudah dibangun.
Telkomsel pun tidak kehilangan akal. Berbagai program pun dibuat agar dapat memuluskan upaya migrasi ke 4G para pelanggannya. “Kami akan hadir dengan bonus paket dan handset. Harapan kami, jumlah pelanggan yang migrasi pun bertambah. Apalagi, saat ini, handset 2G sudah sulit. Kondisi ini mendukung upaya kami agar dapat memaksimalkan jaringan 4G Telkomsel,” ujar Mas’ud menjelaskan.
Telkomsel pun menggandeng para produsen smartphone global dan lokal dalam program ‘TAU 4G’. Program ini hadir dengan beragam pilihan smartphone bagi pelanggan. Program untuk smartphone Android yang melibatkan lima mitra device baik global maupun lokal ini, menawarkan skema bundling dengan paket data yang menarik.
Ririn Widaryani, Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, mengatakan layanan Telkomsel 4G LTE saat ini sudah terus digelar ke berbagai kota di Indonesia, dan tidak lupa kami pun terus melengkapi ekosistemnya, seperti dalam hal ketersediaan device (perangkat) berupa smartphone 4G yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Gebrakan Telkomsel Menuju Era IoT
Dalam upaya memanfaatkan jaringan broadband yang dimiliki, Telkomsel pun melakukan inovatif layanan yakni T-Bike. T-Bike adalah salah satu gebrakan Telkomsel menuju era Internet of Things, di mana layanan ini merupakan layanan M2M atau machine to machine dari Telkomsel untuk pengendara roda dua. Yang membanggakan, T-Bike ini merupakan hasil karya anak bangsa sendiri.
Layanan T-Bike ini didukung oleh sistem GPS yang canggih. Di mana, layanan ini mampu mendukung operasional dan pengelolaan armada secara real time (tracking & fleet management), efisien, pelaporan detail perjalanan, pembatasan wilayah operasional (geofencing) dan pembatasan kecepatan (speed limit). Selain itu, aplikasi pendukung T-Bike ini pun sudah dapat diakses melalui semua jenis operating system smartphone yang banyak beredar di pasar saat ini. Mulai dari Android hingga iOS.
Jika awal kemunculannya, T-Bike hanya dapat dimanfaatkan oleh pelanggan yang berada di Jawa, sekarang, layanan ini sudah dapat dirasakan juga oleh pelanggan di luar Jawa.
Instalasi T-Bike pada kendaraan sepeda motor bermesin injeksi pun dapat dilakukan dengan cepat dan mudah karena dengan plug-in device, tidak perlu lagi dilakukan pemotongan kabel dan tidak akan menguras baterai kendaraan.
Aplikasi T-Bike ini juga dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat juga mendorong perilaku berkendara yang baik di seluruh kalangan masyarakat. Seperti ketika digunakan oleh keluarga dan anak remaja, T-Bike dapat memantau dan mendampingi mereka dalam berkendara sehingga memberikan rasa aman bagi anggota keluarga mereka.
Telkomsel Dorong Putra Putri Bangsa Buat Aplikasi
Jika jaringan sudah dibangun, maka perlu adanya aplikasi untuk mengisi ‘jalur’ broadband tersebut. Itu sebabnya, Telkomsel begitu bersemangat untuk mengajak para muda-mudi Indonesia untuk berprestasi dan membuat aplikasi yang bernuansa lokal.
Telkomsel pun membuat program The NexDev. Untuk tahun ini, NextDev 2016 mengusung tema ‘Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia’. Tujuannya menantang kawula muda untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan. Jadi, bukan hanya untuk mencarikan solusi bagi masyarakat perkotaan, tetapi juga pedesaan karena memang jaringan Telkomsel bukan hanya di kota besar saja, tetapi juga sudah masuk ke kota kabupaten, kecamatan dan pedesaan.
“The NextDev hadir untuk mendorong kontribusi positif generasi muda, di mana aplikasi seluler yang dihasilkan akan mempermudah aktivitas seluruh elemen masyarakat,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.
Langkah ini dilakukan karena masalah perkotaan memiliki keterkaitan yang erat dengan masalah pedesaan. Dengan demikian, diharapkan konsep Smart City sebaiknya juga mampu mengakomodasi masalah di pedesaan untuk menciptakan dampak yang lebih holistik bagi masyarakat.
Melalui The NextDev, Telkomsel berupaya membangun ekosistem pengembangan digital Indonesia yang berkesinambungan yang ditentukan oleh Smart Innovation,Smart Community, dan Smart Solution. Sebagai Smart Innovation, The NextDev akan memberikan dampak positif dengan pemecahan masalah di Indonesia secara kreatif. Sebagai Smart Community, The NextDev akan menjadi roda penggerak masyarakat Indonesia dalam melakukan inovasi di bidang teknologi aplikasi. Sebagai Smart Solution, The NextDev akan menghasilkan teknologi aplikasi yang mampu menyelesaikan masalah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.
TCASH TAP Inovasi Telkomsel di Mobile Payment
Satu lagi yang menjadi inovasi Telkomsel untuk mendukung era broadband yakni Telkomsel TCASH TAP. Layanan ini merupakan cara bayar baru dengan teknologi Near Field Communication (NFC) yang bisa digunakan untuk semua pelanggan Telkomsel dan semua jenis handphone. Tinggal tempel saja di EDC yang ada di merchant, lalu masukan PIN dan transaksi pun selesai. Begitu mudah.
TCASH TAP ini pun sudah dikembangkan sehingga kini terdapat aplikasi pembayaran berbasis NFC pertama di Indonesia. Pengguna cukup mengunduh T-Wallet dari application store dan mengaktifkan fitur NFC TCASH TAP.
Sayang, tidak mudah untuk memperkenalkan metode pembayaran digital pada masyarakat. Tidak heran, masih belum banyak pengguna dari NFC TCASH TAP ini. Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober 2015 lalu, saat ini baru digunakan oleh lebih dari 500.000 pengguna.
Persoalannya, bukan pada edukasi nya saja yang cukup sulit. Pasalnya, edukasi ini bukan hanya perlu dilakukan pada masyarakat saja, tetapi juga pada merchant. Sebab, jika merchant saja tidak mau menggunakan, bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan kecanggihan metode bayar digital baru ini. Ditambah lagi, masalah kepercayaan terhadap layanan ini yang masih kurang. Sehingga wajar, jika masih banyak yang belum menggunakan.
Telkomsel Semakin Dekat Lewat GraPARI
Era broadband ini memang banyak hal yang perlu diedukasi pada masyarakat Indonesia. Untuk, Telkomsel pun menjadikan GraPARI sebagai pusat edukasi, selain memang menjadi tempat layanan purna jualnya. Terlebih, sebagai perusahaan dibidang jasa, perlu dekat dengan para pelanggannya, sehingga, Telkomsel tidak sendirian membangun GraPARI ini. Tetapi juga menggandeng mitra dealer untuk mendirikan pusat layanan ini.
GraPARI sendiri sekarang menjadi salah satu pusat layanan pelanggan (customer touch point) walk-in dengan konsep layanan modern dan digital ini merupakan wujud komitmen Telkomsel untuk lebih mendekatkan dan memudahkan akses bagi pelanggan untuk mendapatkan pelayanan menyeluruh tentang produk Telkomsel.
Adanya GraPARI ini juga customer touch point walk-in yang diharapkan mampu mendorong percepatan migrasi pelanggan menggunakan layanan 4G LTE Telkomsel, khususnya dalam penyediaan layanan upgrade kartu uSIM 4G LTE. Sejumlah GraPARI juga telah menyediakan layanan ATM MyGraPARI yang menyediakan fasilitas self service untuk pergantian kartu, baik upgrade maupun kehilangan, yang memudahkan pelanggan untuk tidak perlu mengantri untuk dilayani secara langsung petugas layanan.
Selain itu, Telkomsel juga mendorong pelanggan untuk mulai memanfaatkan fasilitas layanan online customer touch point digital Telkomsel untuk keperluan aktivitas yang tidak memerlukan kehadiran fisik pelanggan, melalui layanan aplikasi MyTelkomsel yang dapat dengan mudah diunduh pelanggan di Google Play Store untuk smartphone berbasis Android dan App Store untuk smartphone berbasis iOS. Pelanggan juga dapat mendapatkan layanan pelanggan Telkomsel melalui aktivitas di akun resmi social media Telkomsel, seperti di Twitter dan Facebook.
Saat ini, Telkomsel sudah memiliki telah 416 titik layanan GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia dan 19 di antaranya terletak di pusat perbelanjaan premium seperti Mall dan Plaza. (Icha)
Telko.id – Ooredoo telah meluncurkan rencana serat 1Gbps barunya di Qatar, seiring dengan upaya perusahaan untuk terus meng-upgrade Ooredoo Supernet secara nasional. Berkat layanan ini, Qatar telah menjadi salah satu dari (hanya) 10 negara di dunia yang mampu memberikan koneksi serat tercepat untuk rumah.
“Upaya Ooredoo untuk terus mencetak rekor baru dengan investasi besar dan terus-menerus serta jaringan yang cepat di jaringan serat negara terbaru berarti bahwa pelanggan kami dapat menikmati kecepatan serat 1Gbps yang luar biasa untuk pertama kalinya,” kata CEO Ooredoo Qatar, Waleed Al Sayed.
Ia menambahkan, seperti dilaporkan Commsmea, Jumat (10/6), Ooredoo merupakan salah satu operator pertama di dunia yang meluncurkan layanan serat rumah 1Gbps dan yang pertama di Qatar.
“Kami percaya dengan teknologi jaringan kami, dan kami terus berusaha untuk menghadirkan teknologi terbaru ke negara kami terlebih dahulu,” tambahnya.
Untuk merayakan peluncuran layanan ini, setiap pelanggan yang meng-upgrade rencana seratnya saat ini ke rencana 1Gbps baru akan mendapatkan dua bulan tanpa biaya tambahan. Setelah itu, mereka akan mulai membayar harga bulanan standar sebesar QR 1.900 atau setara Rp 6,9 juta.