spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1622

Luncurkan Dua Handset 4G, Bagaimana Dengan TKDN Huawei?

0

Telko.id – Huawei untuk lini smartphone yang kini menjadi vendor smartphone terbesar ketiga di dunia kembali menghadirkan produk baru di pasaran Indonesia. Seperti diketahui, penjualan handset Huawei di beberapa tahun terakhir memperlihatkan grafik yang meningkat sehingga mereka berhasil menduduki peringkat ketiga di dunia. Sekadar informasi, Q1 peringkat tiga dengan pendapatan sebesar 28 juta USD.

Bersamaan dengan bulan suci Ramadhan sekaligus menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini, Huawei menghadirkan dua smartphone terbaru dikelas menengah yang diklaim memiliki spesifikasi terbaik dikelasnya. Tidak tanggung-tanggung, dua smartphone yang bernama GR3 dan GR5 ini memiliki desain premium dengan balutan logam alumunium.

Lo Khin Sheng, Sales Director Huawei Device Indonesia menyebutkan, “Saya sangat confidence dengan hero product ini agar dapat memenuhi target 10% di tahun 2016, ” ujarnya pada saat peluncuran kedua smartphone terbaru Huawei di Jakarta (14/6).

Lebih lanjut mengenai spesifikasi, kedua smartphone ini juga mengandalkan fitur kamera sebagai senjata mereka untuk meraup banyak pengguna di pasar Indonesia.

Kedua handset ini dibenamkan kamera sebesar 13 Megapiksel untuk rear kamera serta 5 Megapiksel untuk front kamera yang dihadirkan.

DSC_0013_1

Untuk fingerpirnt yang dihadirkan juga merupakan fingerprint generasi kedua dan diklaim sebagai ‘King Fingerprint’,
Dalam kondisi tangan lembab, fingerprint GR5 masih bisa membaca sidik jari pengguna. Bisa juga digunakan untuk mengcapture foto serta menerima panggilan masuk.

Huawei GR5 ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 616 Octa-core. Sedangkan pada GR3 menggunakan prosesor Octa-core pabrikan Mediatek. Untuk UI sendiri, kedua handset terbaru dari Huawei ini menggunakan EMUI 3.1 yang di develope sendiri oleh Huawei.

Berbicara mengenai konektifitas, GR5 didukung dengan 4G cat4, yang memiliki kecepatan hingga 150 Mbps. Untuk 4G sendiri, kedua ponsel ini mendukung 4G FDD dan TDD. Untuk GR5, smartphone ini mendukung FDD pada band 1/5/6/8/19 sedangkan untuk TDD, mampu mendukung band 40, sehingga smartphone ini bisa menggunakan konektivitas 4G dari seluruh operator 4G di Indonesia.

Sementara untuk GR3, konektivitas 4G yang disediakan untuk FDD ada pada band 1/3. Sedangkan untuk TDD pada band 38/39/40/41. Mengenai harga dan ketersediaan, kedua perangkat ini hadir di beberapa situs e-commerce, Erafone dan outlet resmi Huawei. Untuk harga, Huawei GR5 dibanderol pada Rp. 3.599.000,- sementara GR3 dibanderol dengan harga 2.699.000,-

Jumlah TKDN

Berbicara mengenai smartphone 4G, tentunya akan saling terkait dengan peraturan TKDN di Indonesia. Sampai dengan saat ini, Huawei telah memenuhi sekitar 20% kandungan lokal mereka, melalui pabrik perakitan mereka yang ada di Surabaya.

Sementara untuk unsur software, Huawei mengungkapkan akan menunggu keputusan final dari pemerintah mengenai unsur software tersebut.

Operator Vimplecom Pilih Ericsson untuk Dandani Infrastruktur TI

0

Telko.id – Banyak cara ditempuh operator untuk meningkatkan kelincahan serta memperkecil biaya. Salah satunya dengan melakukan upgrade pada sistem back office. Operator Vimpelcom, dalam hal ini menempuh jalur serupa. Lewat sebuah kesepakatan bernilai US$ 1 miliar, perusahaan asal Belanda ini memilih Ericsson untuk mendandani infrastruktur TI-nya.

Proyek ini meliputi operasi Vimpelcom di 11 negara, dan akan menghasilkan upgrade pada sistem pendukung bisnis (BSS) perusahaan menjadi ke digital sepenuhnya dalam upaya mempercepat pengembangan produk dan layanan, lapor Total telecom, Selasa, (14/6).

Selain itu, Vimpelcom juga akan menyebarkan analisis real-time untuk menawarkan layanan pribadi kepada pengguna akhir. Harapannya, proyek ini dapat menghasilkan penghematan signifikan pada sisi opex.

“Sistem digital baru akan membantu kami lebih baik dalam merespon pelanggan, disamping juga memusatkan dan menyederhanakan bisnis, menciptakan operasi yang ramping dan lincah yang akan menghasilkan struktur biaya yang lebih efisien di seluruh area cakupan kami,” kata Jean-Yves Charlier, CEO Vimpelcom , dalam sebuah pernyataan.

Menurut Vimplecom, proyek transformasi akan mempercepat strategi berkaitan dengan hiburan mobile, IoT, dan jasa keuangan, di samping tentunya komunikasi.

“Dalam dunia yang terhubung sepenuhnya, kesuksesan untuk operator membutuhkan kinerja, fleksibilitas, dan efisiensi,” kata CEO Ericsson Hans Vestberg.

Keunikan BSS Ericsson sebagai konsep layanan, dikombinasikan dengan kemampuan teknologi perusahaan, diakui Vestberg akan mendukung Vimpelcom dalam mewujudkan ambisinya sementara memposisikan perusahaan untuk pertumbuhan lebih lanjut seiring dengan besarnya dampak ICT pada industri.

Dibeli Microsoft Rp 350 Triliun, LinkedIn Tak akan Berubah

0

Telko.id – Perlahan tapi pasti, Microsoft mulai menapakkan kakinya di media sosial. Kesepakatan terbaru, dimana perusahaan telah setuju untuk mengakuisisi LinkedIn sebesar USD 26,2 miliar atau setara Rp 350 triliun, adalah buktinya.

Berdasarkan kesepakatan, yang mencakup kas bersih LinkedIn, perusahaan akan mempertahankan merek, budaya dan kemandiriannya. Dan Jeff Weiner, seperti diungkapkan bos Microsoft Satya Nadella, akan tetap menjadi CEO.

Baik Weiner maupun Reid Hoffman, chairman, co-founder dan pemegang saham pengendali di LinkedIn, mengaku mendukung sepenuhnya transaksi ini, yang diharapkan akan tuntas sebelum tahun 2016 berakhir.

Proses akuisisi LinkedIn ini akan dibayar secara tunai, dimana setiap lembar saham LinkedIn dihargai USD 196 atau sekitar Rp 2,6 juta, lapor The verge. Sementara itu, kabar akuisisi oleh Microsoft ini sendiri langsung berimbas pada saham perusahaan yang terdongkrak naik sebesar 48%.

Microsoft akan membiayai transaksi terutama melalui penerbitan saham baru. Setelah penutupan, Microsoft akan melaporkan keuangan LinkedIn di bawah segmen Productivity and Business Processes.

Saat ini, seperti dilaporkan Telecompaper, Selasa (14/6), akuisisi masih menunggu persetujuan dari pemegang saham LinkedIn, pun demikian dengan regulasi dan ketentuan lainnya.

Setelah proses akuisisi rampung, Microsoft berencana untuk mendorong pertumbuhan LinkedIn lebih jauh lagi, dan memperluas penggunaan layanan berlangganan Microsoft Office 365 dan Dynamics untuk melengkapi setiap orang maupun organisasi di seluruh dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir jaringan profesional LinkedIn terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan pengguna tumbuh 19 persen setahun dan saat ini menjadi 433 juta pengguna.

Tahun lalu, LinkedIn telah meluncurkan versi baru dari aplikasi mobile-nya untuk meningkatkan jumlah pengguna mereka, disamping menambahkan fitur newsfeed untuk anggotanya.

TKDN dan OnePlus yang Tumbang

0

Telko.id – Aturan pemerintah tentang Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), yang mengharuskan setiap vendor smartphone memasukan minimal 20% unsur lokal ke dalam setiap handset 4G LTE miliknya, mulai menelan korban. Belum lama ini, vendor asal Tiongkok, OnePlus dipastikan meninggalkan pasar Indonesia.

Walaupun belum diketok palu, peraturan yang dimaksudkan agar Indonesia dapat bermain lebih jauh dan bukan hanya sekadar menjadi pasar ini memang tak bisa dipungkiri telah membuat ‘pening’ sejumlah produsen smartphone. Pasalnya, investasi lebih mau tak mau harus mereka kucurkan, jika ingin tetap berjualan di Indonesia. Entah itu dengan cara membangun pusat Research and Development (R&D), bekerjasama dengan pabrik lokal dalam hal perakitan smartphone, ataupun melakukan investasi pada software.

Dari segi manfaat, aturan ini tentu saja membawa dampak positif bagi negara. Karena selain dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal melalui pabrik perakitan smartphone yang dibangun, keinginan Pemerintah untuk memasukkan unsur software ke dalam TKDN juga memberikan peluang bagi startup dan pengembang lokal untuk mulai unjuk gigi di kancah internasional.

Bagi produsen smartphone sebesar Samsung, atau Lenovo, aturan TKDN mungkin bukan hal yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Tapi bagaimana dengan produsen kecil, yang pasarnya bahkan belum stabil di tanah air?

Bukan hal yang mudah, pastinya. Dan itu dibuktikan oleh OnePlus, yang baru-baru ini terpaksa angkat kaki dari tanah air.

Peraturan Pemerintah yang mengharuskan dimasukannya kandungan lokal, diakui cukup memberatkan oleh perusahaan startup asal Tiongkok ini.

“Karena beberapa perubahan regulasi baru-baru ini, kita tidak akan dapat menjual produk baru di Indonesia sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Ryan Fenwick, Head of Communications OnePlus Global, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Fenwick menambahkan, sebagai perusahaan startup, manufaktur OnePlus harus tetap terpusat untuk menjaga produksi dan biaya lebih murah. Dengan begitu, perusahaan dapat memberikan pengalaman terbaik secara keseluruhan untuk pelanggan di seluruh dunia.

Saat ini, OnePlus menjadi perusahaan pertama yang hengkang dari pasar Indonesia. Bukan tidak mungkin ke depannya akan disusul perusahaan lainnya, khususnya yang ‘tidak kerasan’ dengan rencana Pemerintah untuk memberlakukan TKDN. Pun, meski pemerintah masih terbilang ‘labil’ dalam menetapkan skema terbaik untuk TKDN, yang saat ini menjadi lima skema.

Sekedar informasi, Xiaomi dan Apple pun hingga kini belum mengeluarkan produk terbaru mereka di Tanah Air. Alasan serupa disebut-sebut menjadi penyebabnya.

Masalah lain yang ditimbulkan atas peraturan ini adalah dengan maraknya smartphone ‘BM’ yang mejeng di beberapa situs e-commerce. Hadirnya ponsel ‘Ilegal’ ini juga tak bisa dipungkiri telah merugikan negara. Belum lagi, ditambah ulah nakal sejumlah produsen smartphone yang kerap ‘mengakali’ TKDN demi tetap berjualan di tanah air.

Menarik pastinya, untuk melihat sejauh mana dampak aturan TKDN ini ke depan, dan melihat siapa saja kira-kira yang mampu bertahan atau tumbang. [ak/if]

 

AT & T dan Verizon Jadi Kandidat Kuat Dapatkan Yahoo

0

Telko.id – Perusahaan telekomunikasi asal Amerika Serikat AT & T kabarnya akan diundang untuk mengajukan tawaran akhir untuk mengakuisis perusahaan Internet.

AT & T dan Verizon berada serta beberapa penawar terpilih dan masih berada dalam lomba untuk memperoleh bisnis inti dari perusahaan internet Yahoo, pada hari Senin lalu.

Dilaporkan TotalTelecom (14/6), dewan direktur Yahoo telah bertemu untuk membahas dan menawarkan putaran kedua serta minggu ini akan memberitahu calon pelamar apakah mereka telah berhasil lolos ke babak ketiga dan babak terakhir.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan akhir pekan lalu bahwa Verizon, dikatakan sebagai favorit untuk mendapatkan Yahoo, dengan mengajukan tawaran pada putaran kedua senilai USD 3,5 miliar. Sedangkan AT & T dikabarkan menawar USD 5 miliar, seperti yang dilakukan Cleveland Cavaliers, tim basket pemilik dan pendiri pemberi pinjaman secara online Quicken Loans, Dan Gilbert.

Sekadar informasi, ketiganya diharapkan akan diundang untuk membuat penawaran pada putaran akhir untuk proses akuisisi ini.

Sementara itu, Sumber yang dikutip Reuters pada Senin (14/6) mengatakan bahwa beberapa perusahaan ekuitas swasta yang berpartisipasi dalam putaran kedua belum berhasil melewati putaran tersebut.

Seperti diketahui, 40 perusahaan awalnya menunjukkan minatnya untuk mengakuisisi aset Internet Yahoo, tetapi hanya 10 perusahaan yang maju dengan tawaran pada putaran pertama.

Pada pekan lalu, perusahaan mengklaim bahwa mereka telah menempatkan 3.000-strong portofolio paten di blok. Perusahaan mengharapkan untuk meningkatkan penawaran setidaknya USD 1 milyar dari proses tersebut.

Setelah Yahoo menjual aset dan paten Internet mereka, mereka akan meninggalkan sahamnya pada Yahoo Jepang dan raksasa e-commerce asal Cina Alibaba.

Start-Up Kelase Asal Indonesia Dapat Bantuan Dana Dari Microsoft

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri, namanya internet di Indonesia masih belum merata. Masih banyak wilayah yang belum terjangkau oleh akses internet ini. Walau demikian, Kelase sebagai start-up mencoba untuk fokus memberikan kemudahan bagi sekolah-sekolah di area terluar Indonesia untuk mendapatkan pembelajaran secara online. Hal itu yang membuat Microsoft akhirnya memilih Kelase dalam programnya Affordable Access Initiatives untuk memberikan bantuan dana.

Program Affordable Access Initiatives ini sendiri memberikan bantuan dana bagi para start-up di berbagai Negara. Dan untuk di Indonesia yang terpilih adalah Kelase. Dimana, start-up ini menyediakan platform di bidang pendidikan. Bantuan dana ini akan dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan penerima untuk membantu pengembangan dan penerapan internet yang terjangkau bagi lingkungan dan komunitas.

Setiap perusahaan yang mendapatkan bantuan akan menerima tambahan sarana BizSpark seperti software gratis, layanan, dan bantuan teknologi untuk meningkatkan kualitas dari hardware, aplikasi, konektivitas serta power solutions.

“Pemberian dana dari Microsoft akan sangat membantu mengembangkan program kami yaituKelase Blended Learning dimana kami hendak menyiapkan end-to-end solution untuk sekolah-sekolah di area terluar Indonesia dalam melakukan pembelajaran secara online. Kami ingin memperluas jangkauan platform kami agar dapat digunakan oleh seluruh sekolah dan organisasi pendidikan di Indonesia,” ujar Winastwan Gora, Chief Operating Officer dari Kelase.

1

Platform yang disediakan Kelase merupakan layanan online untuk belajar yang dapat diakses melalui pendaftaran pada laman Kelase. Sekolah-sekolah dapat mengunggah pelajaran-pelajaran yang mereka gunakan untuk diakses secara internal sehingga bahan pelajaran dapat tersimpan secara online dan dapat diunduh kembali untuk digunakan secara offline. (Icha)

Nokia dan China Mobile Kerjasama Senilai 1,36 Miliar Euro

0

Telko.id – Operator, dimana pun berada, selalu mengusahakan agar investasi yang dilakukan efisien. Terlebih kini, banyak ragam teknologi yang ditawarkan oleh vendor jaringan. Jadi, operator dapat lebih leluasa menentukan pilihan. Saat ini pun, sudah berkembang teknologi untuk infrastruktur jaringan yang fleksibel sehingga akan memberikan manfaat yang lebih banyak dan lebih efisien.

China Mobile memilih Nokia untuk melakukan transisi menuju infrastruktur jaringan cloud fleksibel yang mampu menyediakan konektivitas tanpa hambatan yang akan secara efisien memenuhi kebutuhan data yang terus berkembang dari basis pelanggan. Kerjasama antara China Mobile dan Nokia ini senilai 1,35 miliar Euro. Kerjasama ini berjangka satu tahun, sepanjang 2016.

Penandatanganan tersebut dilakukan pada acara Sino-German Economic Forum oleh Li Huidi, Wakil Presiden Eksekutif China Mobile, dan Hans-Juergen Bill, Wakil Presiden Eksekutif Nokia dan juga Ketua Dewan Direksi Nokia Networks GmbH & Co KG di Jerman. Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang juga hadir di forum tersebut.

“Ini adalah sebuah perjanjian yang sangat signifikan dengan mitra lama kami. Sekaligus juga memperkuat posisi Nokia sebagai provider terkemuka dari teknologi-teknologi generasi berikut di Tiongkok, serta mencerminkan jejak kaki kami yang lebih besar di tanah air setelah akuisisi Alcatel-Lucent,” ujar Mike Wang, Presiden dari tim pengelola bersama di Nokia Network Tiongkok dan ASB, menjelaskan.

Wang juga menambahkan bahwa Nokia berkomitmen untuk memberikan kemampuan broadband selular yang akan memungkinkan operator mengoptimalkan jaringan mereka serta membuka peluang-peluang baru dan bagi para pelanggan operator.

Berdasarkan perjanjian ini, Nokia akan menggelar AirScale Base Station 5G-ready miliknya, yang akan memungkinkan beberapa teknologi radio beroperasi secara bersamaan dalam satu base station serta secara virtual menawarkan skalabilitas tanpa batas untuk mendukung kebutuhan kecepatan 5G dan IoT.

nokia_airscale-infographic

Nokia juga akan menyediakan elemen-elemen tambahan akses radio selular dan portfolio intinya selain dari produk-produk akses tetap, IP routing dan transport optik, pengelolaan pengalaman konsumen, sistem dukungan operasional (OSS) dan pihak ketiga, serta juga keahlian Layanan global-nya.

Ke depannya, Nokia dan China Mobile akan bekerja secara erat untuk mendefinisikan produk-produk serta layanan yang akan memungkinkan operator memenuhi kebutuhan yang terus meningkat di sebuah negara di mana mayoritas pengguna Internetnya – 620 juta dari total 688 juta – menggunakan perangkat selular untuk terkoneksi ke Internet. Ponsel adalah pilihan paling populer untuk 71,5 persen pengguna baru untuk mengakses Internet di Tiongkok sepanjang 2015.

Kerangka perjanjian didasarkan pada hubungan yang telah lama terjalin antara kedua perusahaan yang mencakup pengembangan, ujicoba dan penggelaran teknologi-teknologi baru untuk memungkinkan konektivitas cloud tanpa hambatan serta akses Internet yang lebih cepat, lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan serta evolusi jaringan untuk merangkul Internet of Things dan 5G pada akhirnya. (Icha)

Kerjasama, XL dan Asuransi Umum Mega Siap Bantu Penderita DBD

0

Telko.id – Melanjutkan kerjasama kedua perusahaan, yang sebelumnya meluncurkan produk bertajuk Asuransi Mega XL Proteksi Diri, operator XL dan Asuransi Umum Mega kembali hadir dengan layanan terbaru, dipanggil Mega Sehat.

Disampaikan Chief Digital Service Officer XL, Joseph Lumban Gaol melalui keterangan resmi, Senin (13/6), Asuransi Mega XL Sehat pada dasarnya sama dengan Mega XL Proteksi Diri, yakni bersifat micro insurance. Maksudnya, selain sederhana, juga mudah, ekonomis, dan singkat atau segera.

“Ini adalah sebuah solusi yang menyediakan kemudahan bagi mereka yang membutuhkan asuransi perlindungan dengan cara mudah, cepat, aman dan terpercaya,” katanya.

Diberikan khusus kepada pelanggan XL dan AXIS, asuransi Mega XL Sehat memberikan manfaat bagi pelanggan, sebagai santunan harian apabila harus menjalani rawat inap akibat penyakit Demam Berdarah (Dengue Haemorrhagic Fever) atau Tifus (Typhoid).

“Santunan akan diterima peserta apabila peserta harus dirawat inap lebih dari 2×24 jam. Besarnya adalah Rp 500 ribu/hari hingga maksimal 10 hari dan atau Rp 5 juta untuk satu periode kepesertaan (30 hari),” imbuh Joseph. Menambahkan bahwa manfaat tersebut dapat diterima setelah polis diaktivasikan.

Santunan ini mencakup wilayah pertanggungan seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Pelanggan dapat mengasuransikan keluarga (suami/istri, anak, ayah/ibu, kakak/adik) dengan menggunakan 1 (satu) nomor ponsel yang sama, maksimal 10 polis dalam 1 ponsel. Setiap orang dapat memiliki 3 poli (nilai pertanggungan menjadi 3 kali lipat).

Produk Asuransi ini juga terbilang mudah didapatkan masyarakat dan pelanggan XL karena biayanya terjangkau (Rp 4.950/bulan), proses mendapatkannya pun sangat simpel, cukup mendaftar menggunakan ponsel dan membayar dengan pulsa XL. Sementara untuk klaim, peserta cukup menghubungi seluruh kantor cabang PT. Asuransi Umum Mega, atau mengunjungi website perusahaan.

Wind dan 3 Italia Siap bebaskan Spektrum untuk Operator Baru

0

Telko.id – Dua operator Italia, Wind dan 3 Italia, dilaporkan telah menawarkan aset termasuk 8.000 situs jaringan, frekuensi dan kesepakatan roaming untuk membuat operator seluler baru di Italia dan meyakinkan regulator EC untuk menyetujui merger yang diusulkan keduanya.

Telecompaper mewartakan, Senin (13/6), berdasarkan kuisioner Komisi Eropa yang terlihat, perusahaan bersedia untuk membebaskan frekuensi dari 900 MHz hingga 2640 MHz yang mencakup kota dan daerah pedesaan.

Selain itu, operator baru akan menerima hingga 5425 situs jaringan dan akan dapat meminta 3.000 lagi. Kedua spektrum dan situs akan tersedia dalam beberapa tahapan hingga akhir 2019.

Para operator juga siap untuk memberikan kesepakatan roaming nasional meliputi layanan 2G hingga 5G selama lima tahun, dengan opsi untuk memperpanjang selama lima tahun lagi. Operator-operator termasuk Fastweb, Iliad dan Digicel telah mengajukan tawaran awal untuk beberapa aset, lapor Bloomberg baru-baru ini.

Otoritas anti-trust Komisi Eropa dijadwalkan untuk mengeluarkan keputusan terkait merger pada tanggal 8 September setelah regulator menyatakan keprihatinannya bahwa merger dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi dan lebih sedikit pilihan bagi pelanggan seluler di Italia.

Masyarakat di China Beli Ponsel secara Online, Bagaimana Indonesia?

Telko.id – konsumen di Cina nyatanya lebih awal dalam pengadopsi teknologi, dan memimpin pengembangan kawasan Asia-Pasifik dalam minat pembelian produk tenologi secara online.

Penelitian baru dari Consumer Technology Assosiation (CTA) menunjukkan bahwa ketika mempertimbangkan pembelian produk teknologi berikutnya semisal smartphone, konsumen Cina jauh lebih mungkin untuk berbelanja online (62%) daripada pembelian di toko offline (38%).

Dilaporkan TelecomAsia(13/5), Hal ini berbeda dengan di Indonesia yakni hanya 38% perencanaa pembelian online, Malaysia dengan 33%, Vietnam 29% dan Filipina yang hanya menyentuh angka 24% saja. Hal ini menggambarkan bagaimana negara-negara di Asia Tenggara belum sekuat China dalam minat belanja produk teknologi secara online.

“Mengingat pasar online yang kuat di negara itu dan antusiasme untuk teknologi, itu tidak mengherankan apabila China jauh meninggalkan negara lain di APAC ketika datang ke adopsi teknologi awal dan pembelian produk teknologi secara online,” kata Gary Shapiro, presiden dan CEO CTA.

Antara konsumen online di wilayah APAC, China juga memiliki persentase tertinggi pengadopsi teknologi awal yang dilaporkan sendiri, dengan 59% menunjukkan mereka membeli produk teknologi dengan segera, atau tak lama setelah produk tersebut tersedia. Di belakang China adalah Malaysia dan Indonesia yang sama-sama memperoleh presentase 49%, Vietnam (40%) dan Filipina (32%).

Lebih lanjut, diantara konsumen online di Cina, smartphone adalah teknologi yang paling dimiliki, disusul oleh komputer desktop, komputer laptop, kamera digital dan headphone. Smartphone juga merupakan perangkat teknologi yang paling populer di Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Sedangkan Di Filipina, headphone on atau over-the-ear menduduki peringkat teratas sebagai perangkat teknologi yang paling milik.

“Perusahaan teknologi di Cina dan konsumen memainkan peran kunci dalam ekonomi global, konsumen di seluruh wilayah APAC mengembangkan beragam dalam kebiasaan konsumsi teknologi mereka, tetapi ‘nafsu makan’ yang jelas untuk mobilitas adalah tren pemersatu,” kata Steve Koenig, direktur senior riset pasar, CTA.

Di negara-negara APAC lain, pembelian di toko offline masih menjadi bentuk yang paling populer dari sebuah pembelanjaan, menurut penelitian ini.

Filipina memimpin di sini dengan 74% konsumen mereka mengatakan berencana untuk pergi ke toko untuk pembelian produk teknologi berikutnya. Menyusul Vietnam (71%), Malaysia (66%) dan Indonesia (60%).

CTA mencatat bahwa pembelian di toko didorong oleh keinginan untuk mencoba produk, sementara pembelian online terutama didorong oleh harga dan kenyamanan.

Khusus untuk Indonesia, meskipun angka pertumbuhan e-commerce meningkat, namun total transaksi melalui jalur internet itu jauh lebih sedikit dibandingkan toko offline. Lebih lanjut, hadirnya pusat tradisional market untuk smartphone, seperti yang berada di kawasan Roxy serta Mangga Dua yang masih berdiri megah, menjadikan banyak pengguna yang lebih nyaman untuk berbondong-bondong membeli produk smartphone disana.

Sebaliknya, salah satu alasan mengapa konsumen Indonesia membeli produk teknologi seperti smartphone pada situs e-commerce adalah karena harga yang kompetitif serta ingin mendapatkan smartphone tersebut ketika pre order.

Selain itu, hadirnya peraturan TKDN yang menyebabkan banyak produsen smartphone seperti Apple dan Xiaomi tidak bisa menjual produk mereka di Indonesia secara offline, juga menjadi alasan pengguna membeli produk tersebut di situs belanja online. Pasalnya, pada beberapa situs belanja online populer di Indonesia, menyajikan smartphone-smartphone yang belum lolos TKDN dan bisa dibeli kapan saja oleh end user.