spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1624

SpeedCast & KTsat Sediakan Broadband Global untuk 150 Kapal

0

Telko.id – SpeedCast International Limited, sebuah satelit komunikasi global dan penyedia layanan jaringan terkemuka, dan KTsat, satu-satunya penyedia satelit di Korea, telah mengumumkan kerjasamanya untuk menyediakan layanan komunikasi maritim global Ku-band ke hingga 150 kapal.

Menurut laporan Telecomtiger, Jumat (10/6), layanan ini akan dipasang selama 18 bulan ke depan.

Pita frekuensi Ku (Ku-band) sendiri merupakan kelas pertama dari K-band. Ku-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz (downlink frequencies) dan 14 hingga 14,5 GHz (uplink frequencies). Ku-band atau Kurtz-under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. Ku-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.

“Kami senang melihat pertumbuhan kemitraan kami dengan KTsat, melayani pelanggan Korea dalam hal pengiriman. Selama enam tahun terakhir, SpeedCast telah menyediakan pelanggan KTsat dengan akses ke layanan jaringan telekomunikasi satelit global kami, menawarkan cakupan satelit yang tak terganggu sepanjang rute maritim utama dan wilayah lepas pantai, ” kata Wakil Presiden Layanan Maritim SpeedCast, Piers Cunningham.

Sementara itu, CEO KTsat Shin Kyushik mengatakan bahwa kerjasama dengan SpeedCast merupakan sebuah pengalaman fenomenal untuk pelanggan maritimnya. KTsat menganggap kerjasama ini sebagai momentum besar untuk terus berkembang tak hanya di Korea tetapi juga Asia-Pasifik.

“SpeedCast telah menyediakan infrastruktur yang luas untuk menyediakan konektivitas tanpa batas ini untuk layanan data, video dan komunikasi suara maritim, dan melanjutkan upaya berkesinambungan untuk meningkatkan dan memperluas cakupan, kapasitas dan kemampuan dalam solusi komunikasi maritimnya,” kata Shin.

Operator Diharapkan Bangun Tower di Pulau Penyengat

0

Telko.id – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi berujar akan segera berkoordinasi dengan operator telekomunikasi agar tower telekomunikasi dapat segera dibangun di Pulau Penyengat.

“Saya akan ajukan ke pihak mereka, bagaimana pola yang cocok untuk membangun tower di Pulau Penyengat,” ujar Wan Samsi seperti dilaporkan Batam Post (10/6).

Sebelumnya, Warga Pulau Penyengat sempat mengeluhkan akses komunikasi yang tidak lancar di wilayah mereka.  Padahal, sejatinya lokasi pulau yang dicanangkan menjadi warisan sejarah dunia itu tidak terlampau jauh dari Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, bahkan hanya memakan waktu sekitar 10 menit saja melalui perjalanan laut.

Wan Samsi menambahkan, setelah satu-satunya tower telekomunikasi di Pulau Penyengat dirobohkan, warga Penyengat memanfaatkan sinyal dari Kota Tanjungpinang yang tentunya tidak memberikan layanan komunikasi yang optimal.

Berkaca dari hal tersebut, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pihak operator telekomunikasi yang sebelumnya pernah membangun tower di Pulau Penyengat agar dibangun kembali tower di wilayah ini.

Wan Samsi mengatakan, Bidang Udara akan segera mengurus keluhan tersebut, dan akan mengecek persoalannya. “Di Penyengat boleh dibangun tower. Tapi harus dirancang bangun supaya tidak mengganggu situs budaya,” ujarnya.

Senada dengan Wan Samsi, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ade Angga sangat setuju jika Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang membantu persoalan warga Pulau Penyengat, terkait dengan sarana komunikasi tadi.

Dia akan minta Komisi I DPRD mengajak Dishubkominfo untuk meminta provider telekomunikasi memasang tower di Pulau Penyengat. “Jangan sampai Penyengat menjadi terasing di pusat Ibu Kota Provinsi Kepri,” tambahnya.

Ade juga memastikan, dia akan terus mengawasi perkembangan upaya pembangunan tower telekomunikasi itu.

Sekadar informasi, beberapa tahun lalu pernah juga dibangun tower telekomunikasi. Namun sekitar tiga tahun lalu, tower telekomunikasi dari salah satu operator seluler tersebut tersambar petir. Akibatnya merusak sebagian dinding dan menara masjid. “Alhasil tower dibongkar,” ujarnya. Hingga saat ini, pihak provider belum kembali melakukan pemasangan tower.

Kominfo sendiri sejatinya sedang mencanangkan proyek Palapa Ring yang bertujuan untuk memberikan arus internet di wilayah-wilayah rural di Indonesia. Diharapkan, kesuksesan proyek ini dapat memberikan kualitas internet yang baik di semua wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Dengan begitu, akan semakin banyak kekayaan dan pesona alam yang bisa di eksplorasi dan pada akhirnya dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah tersebut.

Bayar Iuran BPJS Kini Bisa Pakai XL Tunai

0

Telko.id – XL Tunai kembali memperpanjang portofolio layanannya. Setelah beberapa waktu lalu memungkinkan pengguna menggunakannya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kini XL Tunai bisa digunakan juga untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Pembayaran BPJS Kesehatan melalui XL Tunai sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mulai 24 Mei 2016.

“Dengan e-money XL Tunai kami ingin ikut serta memberikan kemudahan kepada pelanggan dan masyarakat yang memerlukan sarana pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Karena layanan XL Tunai bisa diakses melalui ponsel, maka pelanggan menjadi semakin mudah jika membayar iuran BPJS,” kata  VP Digital Services Business XL, Rafael Jeffry A. Sani dalam keterangan resminya, Kamis (9/6).

XL Tunai sendiri merupakan layanan uang elektronik dari XL yang memungkinkan pelanggan XL melakukan transaksi keuangan hanya dengan menggunakan ponsel. Jenis transaksi yang bisa digunakan beragam, mulai dari jual beli pulsa XL, bayar tagihan, belanja di toko, belanja online, hingga kirim uang di dalam negeri dan luar negeri.

Saat ini, XL Tunai bisa digunakan di kurang lebih 202 merchant dan 20.000 lebih lokasi isi dan tarik saldo di Indomaret, Alfamart dan XL Centre.

“Dengan XL Tunai, pengguna bebas bertransaksi dengan mudah tanpa menggunakan uang tunai,” tambah Rafael.

Selain untuk pembayaran BPJS Kesehatan, XL Tunai juga bisa digunakan untuk membayar tagihan langganan PDAM di beberapa kota, juga membayar tagihan listrik PLN. XL juga telah bekerjasama dengan beberapa pemerintah daerah untuk menyediakan sarana pembayaran bagi sejumlah layanan publik, diantanya pembayaran PBB di Yogyakarta, dan pajak kendaraan bermotor di Nusa Tenggara Barat.

Merchant XL Tunai lainnya terbagi dalam beberapa jenis transaksi, merchant online shopping seperti Elevenia, Blibli, Groupon, Bhinneka, Dinomarket, pembayaran belanja di toko Alfamart, Alfamidi, Lawson dan Indomaret, serta pembayaran tagihan air di Jakarta, Bandung, Surabaya

Mulai diperkenalkan sejak 2012, saat ini XL Tunai digunakan secara aktif oleh tidak kurang dari 1.7 juta pelanggan, yang tersebar di hampir semua wilayah layanan XL. Sebagian besar pelanggan menggunakan XL Tunai untuk jenis transaksi kirim uang dan pembayaran tagihan.

 

Huawei Ujicoba Smart Parking

0

Telko.id – Vendor asal China, Huawei dan raksasa telekomunikasi yang berbasis di U.K yakni Vodafone telah menyelesaikan uji coba pertama pada jaringan komersial untuk pra-standar Smart Parking NB-IOT di Spanyol.

Huawei mengatakan bahwa solusi Smart Parking ini akan menghasilkan peluang pendapatan bagi pemerintah kota yang bersangkutan.

Dilaporkan RcrWirelles (10/6), Setelah uji coba smartbmetering di Spanyol pada November lalu, kedua perusahaan mulai bekerja pada sebuah pra-komersial NB-IOT tahap kedua untuk Smart Parking.

Ujicoba Smart Parking, yang dilakukan berkat kerjasama dengan Fangle dan Ublox, diadakan secara tertutup di berbagai tempat parkir dalam ruangan. Huawei mengatakan bahwa Smart Parking akan memungkinkan pengguna untuk mengakses data parkir jarak jauh, dari aplikasi mobile, termasuk memeriksa ketersediaan tempat parkir dan menavigasikan kendaraan mereka ke tempat yang tersedia, disamping akan akan ada fitur-fitur lainnya.

Vendor asal negeri Tirai Bambu ini juga mengatakan bahwa solusi tersebut akan menciptakan pendapatan baru untuk manajemen kota, biaya parkir umum operasional yang lebih rendah, serta membantu untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang diakibatkan sulitnya mencari tempat parkir yang kosong.

“Dengan NB-IOT Open Lab yang didirikan di Inggris, Huawei berkomitmen untuk bekerja sama dengan Vodafone untuk memperluas ekosistem NB-IOT dan mengembangkan solusi yang lebih inovatif, seperti Smart Metering dan saat ini Smart Parking, untuk sepenuhnya mendukung industri dan mitra untuk merangkul setiap peluang yang dibawa oleh solusi NB-IOT ini, ” ujar David Wang, Presiden Product Line Wireless di Huawei.

Kedua perusahaan, baik itu Huawei dan Vodafone mengatakan mereka telah bekerjasama untuk mencapai standarisasi pada bulan Juni lalu serta tahap pra-komersial pada akhir tahun ini.

Sementara untuk komersialisasinya, diharapkan solusi ini bisa mulai pada awal 2017 mendatang.

Jika memang terwujud, maka bukan tidak mungkin solusi ini juga dapat diterapkan di Indonesia. Dengan banyaknya pusat perbelanjaan yang memiliki lahan parkir yang kurang mendukung, ditambah lagi semakin meledaknya jumlah kendaraan di Indonesia, sudah barang tentu solusi seperti ini akan ‘laris’ dipasaran Indonesia.

Gandeng US Cellular, Proyek Fi Google Tambah Cakupan

0

Telko.id – Proyek Fi, yakni sebuah MVNO yang diluncurkan oleh raksasa internet Amerika Serikat, Google setahun yang lalu, telah menambahkan US Cellular ke daftar jaringan seluler mereka.

“Konektivitas Mobile adalah pusat segala sesuatu yang kita lakukan,” desak pihak Google di blog yang mengumumkan berita ini, sebelum memperluas dengan narasi standar tentang bagaimana menggunakan komunikasi nirkabel. Dengan pemikiran ini Google telah memutuskan untuk menambah jaringan lain untuk Proyek Fi guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna dari MVNO di daerah di mana US Cellular kuat.

Ketika diluncurkan, Proyek Fi menggunakan T-Mobile dan Sprint sebagai mitra jaringan, sembari menekankan bahwa jaringan dirancang untuk mengalihkan orang sebanyak mungkin ke jalur wifi. Hal yang sedikit lebih cerdas ketimbang beberapa penyedia selular adalah kemampuan untuk secara dinamis menilai cakupan terbaik pada lokasi tertentu dan pemilihan jaringan ketika menggunakan Project Fi phone.

“Dengan mengakses beberapa jaringan selular, pengguna Fi memiliki koneksi hampir 99% pada smartphone mereka, dan menghabiskan sekitar 95% dari waktu selular LTE, angka tersebut akan meningkat seiring dengan penambahan US Cellular sebagai mitra mereka,” ujar blog Google, seperti dilansir dari Telecoms (10/6).

Menurut Ovum WCIS, US Cellular memiliki seperlima dari total pelanggan pada setiap operator di Amerika Serikat atau setara dengan 5 juta pelanggan, dengan akuntansi untuk sekitar pangsa pasar nasional sebesar 1%. Sementara Google belum mempublikasikan jumlah data pelanggan untuk Proyek Fi.

US Cellular sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi Asal Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan nirkabel terbesar kelima di Amerika Serikat yang melayani 4,9 juta pelanggan di 426 pasar di 23 negara bagian Amerika Serikat pada kuartal pertama di tahun 2016.  Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Chicago, Illinois.

GSA : China Kuasai Pertumbuhan Pengguna LTE

Telko.id – Jumlah koneksi layanan LTE meningkat pada angka 2 juta subscriber per hari secara global pada Q1, menurut GSA.

Dilaporkan TotalTelecom(10/6), Jumlah langganan LTE mencapai 1,29 miliar pada kuartal pertama di tahun ini, berkat penambahan bersih lebih dari 645 juta selama periode 12 bulan yang lalu, ungkap Gobal mobile Suppliers Association (GSA) pada pekan ini.

Sementara Angka-angka, yang meliputi koneksi LTE-Advanced, disediakan oleh perusahaan analis Ovum, tambah GSA.

Sekadar informasi, koneksi LTE meningkat sebesar 182 juta di Q1 tahun ini, sedangkan tingkat pertumbuhan teknologi yang lebih usang gagal untuk menyamai pertumbuhan LTE. Pertumbuhan pelanggan 3G / HSPA meningkat sebesar 48 juta, sementara subscriber GSM turun sekitar 120 juta, ujar GSA.

Lebih lanjut, GSA juga memprediksi bahwa subscriber dari teknologi jaringan LTE / LTE-A akan melebihi jumlah koneksi 3G pada tahun 2020 dan bahkan bisa lebih cepat.

“Pelanggan LTE yang mendaftar selama Q1 2016 mencapai angka rata-rata 2 juta per hari dan angka tersebut terus meningkat,” kata Alan Hadden, wakil presiden dari GSA, dalam sebuah pernyataan.

Hadden menambahkan, bahwa saat ini layanan LTE telah menghubungkan lebih dari satu per enam pelanggan ponsel di seluruh dunia, atau sekira 17,4%.

Seperti diketahui, benua Asia secara alami menjadi pasar LTE terbesar di dunia dan saham yang tumbuh, terdapat sebesar 734 juta koneksi yang memberikan 56,9% dari total koneksi LTE di dunia pada Q1. Sementara pertumbuhan terbesar berasal dari negeri Tirai Bambu, China, yang mengklaim memiliki 511 juta pelanggan LTE pada tanggal yang sama, setelah penambahan mengejutkan sebesar 96.300.000 subscriber pada kuartal pertama, atau lebih dari setengah pertambahan di dunia.

Sementara India yang digadang-gadang sebagai kekuatan baru di Asia, nampaknya belum menunjukan taring mereka. Sampai dengan laporan ini diturunkan saja, mereka masih berada di urutan keempat dari jumlah pelanggan LTE.

Amerika Utara adalah pasar LTE terbesar kedua dengan 253 juta koneksi, namun share mereka terlihat menurun. Amerika Utara menyumbang sekitar 19,6% pada Q1, sementara Eropa mengklaim 14% share pada kuartal yang sama.

GSA mencatat pertumbuhan yang kuat di Amerika Latin dan Karibia, yang kini memiliki 67 juta pelanggan, sementara Timur Tengah memiliki 46.600.000 dan Afrika 9 juta.

Terdapat sekira 503 juta jaringan LTE komersial di dunia, GSA mengumumkan baru-baru ini, dengan 500 jaringan telah diluncurkan pada Mei tahun ini.

Sebentar Lagi Bakal Ramai Smartphone 4G Harga Rp1 jutaan

0

Telko.id – Di pasar, kini untuk memperoleh ponsel 2G sudah tidak mudah. Memang eranya sudah harus perpindah menjadi 3G atau 4G. Dan ini merupakan peluang yang cukup besar bagi para pemain smartphone. Pasalnya, masih sekitar 100 juta pengguna selular masih menggunakan ponsel 2G dan harus pindah ke 3G atau 4G. Peluang ini juga dilihat oleh SPC Mobile, di bawah bendera Supertone Indonesia.

Namun, pasar Indonesia ini unik. Agak sulit memprediksi produk yang diinginkan. Hanya saja, berdasarkan pengalaman, maka smartphone 4G yang bakal diserap oleh pasar adalah di bawah Rp.1 juta. “Tidak lama lagi, kami akan mengeluarkan smartgphone 4G, kerjasama dengan operator. Dan kami sedang mencoba untuk bisa memberikan pada masyarakat Indonesia, smartphone 4G di bawah 1 juta,” ujar Raymond Tedjokusumo, Chief

Raymond menambahkan bahwa harga smarthphone 4G yang terjangkau itu disebabkan karena SPC sudah memenuhi peraturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri yakni 20%. Sedangkan tahun mendatang SPC pun sangat optimis bisa mencapai 30%.

Hal ini disebabkan, bukan hanya SPC sudah memiliki pabrik perakitan sendiri yang membuat biaya produksi ini lebih efisien. “Kami juga sudah memiliki tim untuk creating content local sendiri atau tim software development. Jadi kami akan lebih mudah memenuhi kandungan lokal yang diatur oleh pemerintah,” tutur Raymond menjelaskan.

Untuk smartphone 4G yang rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat, SPC berencana akan menanamkan procesor milik Mediatek. Walau demikian, SPC akan tetap menyesuaikan dengan kebutuhan dalam menggunakan procesor. Bisa saja, nanti akan menggunakan Intel, Mediatek atau Qualcomm.

“Pada tahun ini, kami berencana untuk meluncurkan 3 produk 4G. Smartphone ada 2 tipe dan tablet 1 tipe,” ujar Raymond menjelaskan. Setidaknya, Raymond menyatakan bahwa pada tahun ini akan ada sekitar 15 tipe smartphone maupun tablet yang diluncurkan. Dengan komposisi 60% adalah smartphone dan 40% adalah tablet.

Selain SPC, sudah ada merek lokal lain yang juga akan meluncurkan smartphone 4G dengan harga di bawah Rp.1 juta. Direncanakan juga dalam peluncurannya akan bekerjasama dengan operator. (Icha)

SPC Mobile dan Intel Siap Gempur Pasar Pinggiran

0

Telko.id – Sudah lama, rasanya SPC tidak terdengar meluncurkan produk. Tiba-tiba, diawal ramadhan ini memperkenalkan produk terbarunya yakni SPC P5 Speed. Tablet 7 inchi dengan kemampuan yang heboh tapi harga murah.

“Pasar tablet saat ini masih sangat besar. Tapi tidak dikota besar. Melainkan pinggir-pinggr. Hal ini yang membuat SPC Mobile yakin mampu menarik perhatian konsumen. Pasar mid dan low segmen ini juga yang jadi target kami,” ujar Raymond Tedjokusumo, Chief Operating Officer SPC Mobile.

Ditambah dengan menggandeng Intel dalam proses produksinya, Raymond yakin bahwa produk ini akan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Padahal, banyak konsumen yang memiliki persepsi bahwa produk yang menggunakan Intel adalah mahal. Namun, dengan keluarnya SPC P5 Speed ini maka terbantahkan semuanya.

“Penggunaan Intel Atom X3 pada SPC P5 Speed ini membuat teknologi semakin terjangkau bagi komunitas lokal dan sekaligus menunjukan kolaborasi Intel yang erat dengan salah satu pemimpin lokal vendor,” ujar Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia menjelaskan.

Mengapa SPC mampu memproduksi produk yang lebih terjangkau dibandingkan dengan merek lokal lain? Raymond menyatakan bahwa, harga terjangkau yang ditawarkan oleh SPC Mobile ini dikarenakan SPC sudah memiliki pabrik perakitan di Indonesia. Tepatnya diwilayah Tangerang. “Dengan demikian, kami bisa lebih efisiensi dalam biaya produksi. Di mana, lebih hemat dari sisi pajak, upah, dan biaya lainnya,” ujar Raymond menjelaskan.

Keberadan pabrik yang sudah 2 tahun ini ternyata belum mampu membawa SPC ke posisi teratas. Saat ini, baik di pasar smartphone maupun Tablet, SPC masih berada di posisi 5 besar untuk di kelas merek loka. “Target kami, pada tahun ini mampu mencapai posisi 3 besar,” ujar Raymond optimis.

Raymond mengaku bahwa tahun ini SPC baru menguasai pasar tablet atau phablet sebesar 5% dari total pasar yang berkisar antara 4 juta hingga 5 juta setahun. Atau sekitar 200 ribu hingga 250 ribu produk SPC yang terjual. Padahal, untuk kapasitas produksi pabrik yang dimiliki adalah 500 ribu unit tiap bulannya. Baik untuk smartphone maupun untuk phablet. “Jadi memang target kami ini sangat moderate, “tutur Raymond menjelaskan. (Icha)

Perjalanan CDMA Segera Berakhir di India

0

Telko.id – Operator India, Reliance Communications (RCom) telah mulai menutup jaringan CDMA perusahaan, dan memindahkan pelanggan ke 4G LTE (sebagian besar wilayah) serta 2G GSM (empat kabupaten).

Langkah ini merupakan tahap terbaru dalam penurunan CDMA, dari yang semula adalah pesaing menjadi keluarga GSM.

Saat ini, China Mobile dan dua operator AS, Sprint dan Verizon masih menjalankan versi 3G CDMA, meskipun kebanyakan telah ditutup di seluruh dunia.

Menurut laporan GTB, Kamis (9/6), RCom akan mulai mematikan jaringan CDMA dengan memindahkan pelanggan yang paling menguntungkan ke 4G. Perusahaan akan mengoperasikan layanan 4G pada pita 800MHz di 16 daerah lisensi – atau lingkaran – di India.

Dalam sebuah konferensi pers, CEO RCom Gurdeep Singh mengatakan bahwa pengguna dongle CDMA akan diberikan yang setara 4G dengan harga nominal. Transisi akan dilakukan per lingkaran satu demi satu dan diharapkan akan selesai pada akhir Juli.

Pelanggan yang tidak ingin meng-upgrade dapat menyimpan nomor mereka melalui nomor portabilitas mobile. “Mereka yang tidak ingin pindah, begitu kami berhenti memancarkan dari peralatan CDMA, akan dimatikan,” kata Punit Garg, presiden strategi perusahaan dan urusan regulasi,

82% Lalu LIntas IP Didominasi Video pada 2020

0

Telko.id – Lalu lintas IP akan tumbuh tiga kali lipat pada tahun 2020 dan 82% diantaranya akan berupa video. Timur Tengah dan Afrika menjadi dua kawasan dengan lalu lintas yang paling cepat – dengan tingkat pertumbuhan tahunan 41% – diikuti oleh Asia Pasifik, dengan pertumbuhan tahunan 22%, demikian dilaporkan Cisco.

Menurut sang direktur, Thomas Barnett, ada tiga tren utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini. Pada tahun 2020, smartphone akan menghasilkan 30% dari total trafik IP, sedangkan total kontribusi trafik IP PC akan jatuh ke angka 29%. Pada tahun yang sama, koneksi mesin-ke-mesin (M2M) akan melebihi 12 miliar dan mewakili hampir setengah (46%) dari semua perangkat yang terhubung (26 miliar).

“Pada tahun 2020, Wifi dan perangkat mobile yang terhubung akan menghasilkan 78% dari lalu lintas internet,” kata Barnett.

Secara keseluruhan, pertumbuhan di angka 22% per tahun sangat sedikit di atas perkiraan Cisco VNI tahun lalu, yang memperkirakan angka tahunan 23% dari 2014 ke 2019. “Tampak bahwa pertumbuhan lalu lintas IP global stabil di kisaran 20-25 persen,” kata Cisco.

Perusahaan menambahkan beberapa pengamatan tambahan. Misalnya, pada tahun 2020, semua film yang dibuat setara gigabyte akan melewati Internet global setiap dua menit. Secara global, lalu lintas IP akan mencapai 511Tbps pada tahun 2020, setara dengan 142 juta orang streaming video internet high-definition secara bersamaan, sepanjang hari , setiap hari. Lalu lintas IP global pada 2020 akan setara dengan 504 miliar DVD per tahun, 42 miliar DVD per bulan, atau 58 juta DVD per jam.

Sementara itu, jumlah lalu lintas internet telah mengalami pertumbuhan dramatis dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 1992, jaringan internet global membawa sekitar 100GB lalu lintas sehari. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 2002, lalu lintas internet global sebesar 100Gbps. Pada 2015, lalu lintas internet global mencapai lebih dari 20,000Gbps.

Koneksi M2M akan menjadi kategori yang paling cepat berkembang, tumbuh hampir 2,5 kali lipat selama periode proyeksi, dengan 20% per tahun, menjadi 12,2 miliar sambungan di 2020. Pertumbuhan tercepat kedua ada pada smartphone, yang akan tumbuh 13% per tahun. TV yang terhubung dan perangkat sejenis tumbuh sebesar 12% per tahun.

“Pada tahun 2020 pangsa konsumen dari perangkat total, termasuk perangkat tetap dan bergerak, akan menjadi 74%, dengan bisnis sebagai sisanya di 26%,” kata Cisco seperti dilansir GTB, Kamis (9/6).