spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1586

Palapa Ring Paket Tengah Resmi Boleh Membangun Setelah Dapat Kredit Rp. 975 Miliar

0

Telko.id – LEN Telekomunikasi Indonesia sudah memenangkan tender untuk mengerjakan proyek Palapa Ring Paket Tengah. Proyek tersebut merupakan salah satu bagian dari Masterplan of National Broadband 2014 – 2019. 

Untuk menjalankan proyek tersebut, LEN Telekomunikasi Indonesia baru saja menandatangani perjanjian pembiayaan dari sindikasi Indonesia Infrastructure Finance atau IIF, BNI dan SMI atau Sarana Multi Infrastruktur. Kredit yang diberikan sebesar Rp.975 Miliar dari total nilai proyek Rp.1.7 Triliun.

Dengan telah terpenuhi kebutuhan pendanaan ini maka LEN Telekomunikasi Indonesia sudah dapat melanjutkan proses pembangunan proyek Palapa Ring Paket Tengah ini. Targetnya, pada bulan Maret 2018 sudah mulai dapat beroperasi.

“Saat ini sudah mengerucut menjadi 2 vendor yang akan menyuplai peralatan yang akan digunakan dalam proyek ini. Setidaknya, tiga bulan lagi baru mulai membangun,” ujar Raden Wahyu Pantja Gelora, Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia menjelaskan usai penandatanganan perjanjian pembiayaan (29/08), di Jakarta.

Sebagai informasi, LEN Telekomunikasi Indonesia akan membangun di lima provinsi, 17 kota atau kabupaten. Total panjang kabel serat optik yang akan dibangun sekitar 1.676 km.

“Kami harus minta ijin pada pemda-pemda sebagi pemilik lahan. Namun, kita tidak sendiri karena semua yang terlibat akan melakukan beragam-sama,” sahut Raden optimis.

Hal ini juga disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara bahwa “Kominfo juga akan ikut ke Pemda-pemda agar perijinan dapat cepat keluar”.

Khusus untuk submarine, Raden menyebutkan bahwa LEN Telekomunikasi Indonesia menginginkan agar kabel yang ditarik untuk proyek ini merupakan kabel yang tersambung terus. “Dengan spesifikasi kabel serat optik yang kami perlukan ada perusahaan dari Asia dan Eropa yang memiliki teknologi tersebut”, sahut Raden menambahkan. Hanya saja, belum diberikan siapa yang akan dipilih. “Bulan September ini baru akan diputuskan,” kata Raden menambahkan.

Sebagai tambahan informasi, berdirinya LEN Telekomunikasi Indonesia ini tidak lepas dari peran Konsorsium Pandawa Lima yang memenangkan tender Proyek Palapa Ring Paket Tengah yang kemudian sepakat mendirikan Badan Usaha Pelaksana atau BUP. Dengan komposisi kepemilikan LEN Telekomunikasi Indonesia atau LTI terdiri dari 51% LEN Industri, Teknologi Riset Global Investama 39%, Multi Kontrol Nusantara 5% dan Bina Nusantara Perkasa sebesar 5%. (Icha)

Indonesia ICT Summit 2016 Siap Digelar

0

Telko.id – Indonesia ICT Summit 2016 segera di gelar, untuk tahun ini, Indonesia ICT Summit 2016 memiliki tiga tema besar yakni Broadband, Broadcasting Digital serta Wirelles Broadband.

“Dalam pameran ini akan hadir berbagai exibitor dari berbagai sektor seperti IoT, Networking, IT Solution Provider, cloud hingga Big Data,” ujar Ben Wong, Presiden Direktur PT. Pamerindo Indonesia pada Jumpa Media di Jakarta (29/8).                   

“Dalam event ini, kita akan mengundang 120 pembicara dari berbagai belahan dunia. Seperti Telkom Indonesia, IBM, hingga Iflix dan akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla,” tambahnya.

Sementara itu, Kristiono selaku ketua umum MASTEL menegaskan bahwa Event ini merupakan dua kombinasi event yang saling berkolaborasi.

“Dimana ICT Summit yang memiliki tiga tema besar yakni broadband dan IoT yang menjadi isu yang sangat sentral dalam industri ini, Broadcasting Digital dan wirelles broadband,” ungkapnya.

Kristiono menambahkan, outlook industri ICT untuk semester kedua akan merepresentasikan rencana Kominfo untuk efisiensi industri telekomunikasi, TKDN dan pengembangan wirelles broadband.

Seperti diketahui, Broadcasting juga menjadi isu hangat di industri telekomunikasi, pasalnya dengan kecanggihan broadband yang mulai meningkat di Indonesia, tentu akan mengkonversi siaran televisi analog ke digital serta konten digital yang semakin inovatif.

Sementara untuk wirelles broadband juga tidak kalah seru, dengan rencana perubahan PP Nomor 52/2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan perubahan terhadap PP Nomor 53/2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit, akan sangat memungkinkan hadirnya operator dengan model MVNO.

Lebih lanjut, Ismail MT perwakilan Kominfo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan industri ini. Ia juga menegaskan, kominfo sendiri memiliki rencana yang sejalan dengan summit ini yakni Broadband, Digitalisasi Broadcasting dan internet.

“Ada tiga pilar yang sangat penting yang saling terkait dan mempengaruhi industri ICT dan Broadcasting yakni Regulasi, pemilik modal dan Broadband,” ujar Ismail.

Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 31 Agustus hingga 3 September yang bertempat di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Kegiatan ini juga akan diikuti oleh 264 peserta pameran yang berasal dari 28 negara di dunia. Dalam event ini juga akan ada kegiatan Commune Indonesia Showcase dan Broadcast Indonesia.

SK Telecom Kenalkan Sistem Logistik Berbasis Cloud

0

Telko.id – Operator Korea Selatan, SK Telecom, baru-baru ini telah memperkenalkan layanan logistik baru yang diberi nama ‘Smart FreshX,’ yang berbasis pada teknologi cloud. Sebagai awalan, layanan ini akan tersedia di truk pengiriman belanja online Home Plus.

Dilaporkan Telecompaper, Senin (29/8), SK juga berencana untuk meningkatkan layanan Smart FreshX-nya sebagai sistem manajemen bahan makanan logistik terpadu dengan menambahkan navigasi pengiriman dan fungsi kontrol cold storage.

“Di tengah masalah sosial dan lingkungan yang disebabkan oleh debu yang sangat kecil, Smart FreshX akan menyediakan layanan ramah lingkungan yang sesuai dengan upaya pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Kwon Song, EVP Divisi Layanan IoT SK Telecom.

Ia menjelaskan, perusahaan juga berencana untuk memperluas aplikasi Smart FreshX dari bahan makanan ke lebih banyak item logistik sensitif ke depannya, salah satunya kedokteran.

SK Telecom juga mengatakan Smart FreshX akan terhubung ke server cloud dan menyediakan data termasuk suhu cold storage, lokasi mobil dan tanda-tanda alarm secara real time untuk pengguna.

Taiwan Mobile Tawarkan Layanan IoT untuk Perusahaan

0

Telko.id – Taiwan Mobile berencana untuk menawarkan layanan IoT perusahaan di pasar Taiwan, dengan menggunakan platform Cisco Jasper Control Center.

Operator ini berencana untuk menawarkan layanan IoT plug-and-play yang dapat dikonfigurasi untuk memberikan analisis, otomatisasi dan intelijen diagnostik.

Dilaporkan TelecomAsia, Senin (29/8), perusahaan akan menawarkan jasa untuk industri apapun, dengan fokus khusus pada segmen termasuk mobil terhubung, pembayaran mobile, manufaktur, kota cerdas dan transportasi umum.

“Perusahaan di seluruh Taiwan bersemangat untuk memberikan layanan IoT yang baru dan memiliki nilai tambah kepada pelanggan mereka,” kata Direktur Senior Taiwan Mobile untuk Pemasaran mobile dan layanan IoT Eddie Chan.

Ia menjelaskan, perusahaan semakin fokus menawarkan layanan yang menghasilkan recurring revenue sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan. Taiwan Mobile sangat tertarik untuk berada di garis depan untuk memungkinkan transformasi bisnis ini di seluruh Taiwan melalui platform Cisco Jasper IoT ini.

Sebelumnya, seperti diketahui, Cisco telah mengakuisisi Jasper yang berbasis di AS dan platform layanan IoT berbasis cloudnya seharga US$1,4 miliar pada bulan Maret, sebagai bagian dari upaya untuk mendapatkan pijakan kuat di segmen pasar baru yang berkembang.

Cisco Jasper Control Center sendiri menawarkan monitoring, manajemen dan kontrol real-time atas layanan IoT, dan ini terukur untuk implementasi global berkat kemitraan perusahaan dengan 30 kelompok operator seluler global yang mewakili lebih dari 120 jaringan mobile di seluruh dunia.

Kominfo Blokir Situs Cektkp.com

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, ramai di media sosial tentang cek KTP melalui ektp.cektkp.com. Ternyata, laman tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Dalam Negeri.

Terkait dengan persoalan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika atas permintaan Kementerian Dalam Negeri telah melakukan pemblokiran terhadap laman ektp.cektkp.com.

Sebelumnya laman tersebut memberikan layanan untuk pengecekan rekam data e-KTP dengan cara meminta pengisinya memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Informasi tentang laman tersebut tersebar melalui berbagai media sosial dan dikaitkan dengan adanya kebijakan pemerintah melakukan rekam data e-KTP. Padahal dalam laman resmi Kementerian Dalam Negeri disebutkan jelas bahwa laman ektp.cekktp.com bukan dibuat oleh Kemendagri.

Dengan demikian informasinya tidak bisa dipercaya. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo meminta masyarakat tidak menghiraukan pesan hoax tersebut.

Namun, ternyata pemilik cektkp.com menyatakan pernyataan dan keberatannya atas pemblokiran yang disampaikan melalui lamannya tersebut. Menurut si pemilik, banyaknya antusias masyarakat yang mengecek status eKTP secara online, menunjukkan bahwa masyarakat butuh informasi yang secara cepat dapat diakses tanpa harus ngantri ke DUKCAPIL untuk mengecek status kependudukan mereka.

Si pemilik laman pun mengelak jika lamanya dikatakan sebagai hoax karena data yang tertera adalah valid. Dan, keberatannya tersebut sudah disampaikan melalui surat elektronik ke Kominfo dan memintanya untuk membuka blokir domain utama. (Icha)

Telkom Perkuat Bisnis Di Timor Leste

0

Telko.id – Telkom tidak hanya ‘berkutat’ di dalam negeri saja untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu yang dilakukan oleh perusahaan plat merah ini adalah melakukan memperkuat bisnis di Timor Leste. Pengembangan sayap bisnis Telkom di luar Indonesia ini dilakukan oleh Telekomunikasi Indonesia International atau Telin dan Telkomcel adalah anak usaha Telin yang bermain sebagai operator seluler di Timor Leste.

Untuk memperkuat bisnis di Timor Leste, Telkomcel melakukan kerjasama dengan lima mitr penting yakni Telemor, Banco Nacional de Comercio de Timor Leste (BNCTL), Bank Mandiri, Grupo de Media Nacional (GMN) Holding dan Sriwijaya Group.

Sekadar informasi, Telekomunikaasi Indonesia International (Telin) adalah sayap bisnis yang digunakan Telkom untuk mengelola bisnisnya di luar Indonesia. Telkomcel adalah anak usaha Telin yang bermain sebagai operator seluler di Timor Leste.

“Semoga dengan kerjasama ini akan mewujudkan sebuah spirit bagi semua pelaku bisnis di Timor-Leste untuk memberikan high standard value of grade of service to make our business become bigger. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Telkom Group, khususnya Telkomcel untuk memberikan yang terbaik serta menunjang semua segment bisnis di Timor-Leste agar menjadi lebih baik”, ujar Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Telkom menjelaskan dalam sambutannya usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara anak perusahaan Telin di Timor Leste yaitu Telkomcel dengan lima mitra pentingnya (25/08).

Adapun kerjasama Telkomcel dengan para partners di bidang layanan dan solusi Telekomunikasi, yaitu dengan Telemor merupakan kerjasama antar operator Telco di Timor Leste terkait penggunaan band width, voice hubbing serta infrastructure sharing.

Telkomcel bekerja sama dengan Banco Nacional de Comercio de Timor Leste atau BNCTL yang merupakan satu-satunya Bank Nasional Pemerintah Timor Leste. Di mana, Telkomcel akan mengembangkan international remittance, penggunaan data center dan layanan data.

Sementara itu kerjasama Telkomcel dengan Bank Mandiri terkait masalah mobile services, internet services, data center dan managed services.

Sedangkan dengan GMN Holding sebagai perusahaan nasional holding pertama di Timor Leste, Telkomcel akan bekerjasama di bidang mobile services, data services dan data center, TV Uplink untuk stasiun TV swasta pertama milik GMN yang segera beroperasi, serta value added services.

Untuk kerjasama Telkomcel dengan Sriwijaya dan Nam Air akan bergerak di bidang mobile services, internet services serta joint marketing. (Icha)

Inilah ‘Rapor’ ZTE di Semester I

0

Telko.id – ZTE meningkatkan laba bersih mereka sebesar 150 juta yuan atau setara dengan € 19.900.000 dan USD 22.400.000 secara year-on-year dalam semester awal tahun 2016. Hasil ini diperoleh berdasarkan keuntungan yang stabil dalam penjualan infrastruktur mobile, perangkat konsumen, dan penggelaran smart city.

Dilaporkan TotalTelecom (28/8), Vendor asal China ini mengkalim menjadi yang terdepan untuk penjualan peralatan 4G, melaporkan pertumbuhan yang solid dalam perangkat konsumen dan bisnis smart city.

Vendor infrastruktur China ini menghasilkan profit sebesar 1,77 miliar yuan pada semester pertama 2016 dibandingkan dengan 1,62 miliar yuan pada periode yang sama di tahun 2015, angka tersebut sekaligus meningkatkan pendapatan dengan 4.05% menjadi 47,76 miliar yuan. ZTE mengatakan sebagian besar pendapatan (58%) berasal dari pasar domestik, dan sisanya dari penjualan internasional.

Lebih lanjut, ZTE mengatakan pertumbuhan penjualan didorong oleh ekspansi stabil pangsa pasarnya di pasar jaringan operator selama semester pertama. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengaku telah mempertahankan posisinya sebagai nomor satu untuk vendor perangkat 4G dalam hal pengiriman global untuk tahun ketiga berturut-turut, dan telah meningkatkan pangsa pasarnya di sektor infrastruktur nirkabel dan kabel.

Pasar infrastruktur untuk fixed operator ZTE menjadi generator penjualan terbesar selama periode tersebut dengan akuntansi sebesar 28,74 miliar yuan dari total pendapatan.

Sedangkan untuk bisnis konsumen, ZTE menghasilkan 14,42 miliar yuan pendapatan selama semester pertama tahun ini. vendor mengatakan smartphone premium termasuk model Axon dan blade membantu untuk mendorong mereka ke dalam daftar enam vendor top global selama kuartal kedua, dengan share yang kuat di Rusia, Swedia, Spanyol, Afrika Selatan, Meksiko, Australia, dan Amerika Utara.

Segmen goverment dan enterprise bisnis berhasil menyumbang 4,61 miliar yuan untuk vendor asal China ini dari total pendapatan selama semester pertama 2016. ZTE mengatakan infrastruktur smart city adalah pendorong utama pertumbuhan dalam divisi, mencatat bahwa perintah meningkat 40% secara year-on-tahun selama periode.

Perusahaan menambahkan bahwa solusi smart city mereka telah diimplementasikan di 145 kota pada akhir Juni, dan itu membuat terobosan di Eropa di bidang penerangan jalan cerdas dan metering.

OLX Bukukan 1.6 Juta Transaksi di Bulan Ramadan, Total Rp 37 Triliun

0

Telko.id – Selain memperkenalkan kampanye terbarunya yang bertajuk #BekasJadiApapun, dalam acara Media Update yang berlangsung di Jakarta hari ini, Jumat (26/8), OLX juga mengumumkan pencapaiannya selama Ramadan hingga Lebaran kemarin.

Diakui CMO OLX Edward Kilian, selain berhasil menembus angka 1 juta untuk pengguna aktif harian, OLX juga memfasilitasi 1.6 juta transaksi dengan nilai transaksi lebih dari Rp. 37 Triliun pada bulan Ramadan lalu, meningkat dari bulan sebelumnya (Maret) yang tercatat sebesar Rp 26 Triliun.

“Tren di bulan Ramadan kemarin tidak jauh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kategori elektronik dan gadget masih mendominasi,” kata Kilian.

Menyusul itu, Ia menambahkan, kategori otomotif seperti motor dan mobil masih berjaya, diikuti oleh keperluan pribadi di tempat keempat.

Di kategori gadget, OLX mencatat sebanyak 490 ribu smartphone terjual selama bulan Ramadan. Smartphone yang paling banyak diminati adalah mereka yang berada di kategori middle-end, dengan harga rata-rata Rp1,3 juta. Sementara untuk brand atau produsen sendiri, Samsung masih menempati peringkat teratas, disusul Apple, BlackBerry, Xiaomi, Asus dan Sony.

Di kategori otomotif, sebanyak 270 ribu motor diketahui telah terjual selama bulan Ramadan kemarin, dengan harga rata-rata Rp 13 juta, naik dari yang awalnya Rp 11 juta. Sementara itu, mobil tercatat laku sebanyak 260 ribu unit, atau naik 10%. Harga rata-rata mobil yang dicari adalah yang berada di kisaran Rp 160 juta, dengan Toyota menjadi brand yang paling diminati.

“Peningkatan di bulan puasa bukan sesuatu yang mengejutnya, karena OLX memang mengusung model bisnis berbeda dari e-commerce yang menjual produk baru,” tambah Kilian.

Tren yang sedikit berbeda disebut Kilian terjadi setelah Ramadan berakhir. Dan itu tidak lain karena booming game Pokemon Go. Diakuinya, iklan unik terkait game ini terus bermunculan. Bahkan hingga mencapai 4.300 iklan, sementara yang dihubungi oleh pengguna adalah 1.300.

“Sebagian besar iklan itu menawarkan jasa berburu Pokemon,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui iklan itu, penjual menawarkan jasa antar kepada pengguna yang ingin berburu Pokemon, baik dengan menggunakan motor maupun mobil, dengan tarif sebesar Rp50 ribu per jam.

Menariknya, jasa antar berburu Pokemon ini tidak hanya marak di Jakarta, tetapi juga di beberapa wilayah lainnya seperti Surabaya dan Makasar.

Lewat #BekasJadiApapun, OLX Ajak Masyarakat Wujudkan Mimpinya

0

Telko.id – Setelah pada bulan Ramadhan lalu meluncurkan kampanye bertajuk #BekasJadiDuit, OLX kali ini kembali lagi dengan program terbarunya. Dipanggil #BekasJadiApapun, program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai macam barang yang tidak terpakai, untuk menjadi modal dalam mewujudkan mimpi atau keinginannya dengan lebih cepat.

Ditemui tim Telko.id dalam acara Media Update yang berlangsung di Jakarta hari ini, Jumat (26/8), CMO OLX Indonesia, Edward Kilian menyebut bahwa kampanye ini berawal dari pengalaman para pengguna OLX sendiri. Dimana setelah disurvei, diketahui bahwa mayoritas mengumpulkan berbagai macam jenis barang untuk dijadikan modal dalam mencapai keinginan atau mimpinya.

Untuk meng-upgrade smartphone misalnya, mereka tidak hanya menjual smartphone lamanya, tetapi juga mengumpulkan  barang-barang lain yang sudah tidak terpakai seperti pakaian, sepatu, jam tangan hingga alat elektronik lainnya untuk menjadi modal tambahan. Dengan melakukan itu, mereka mendapatkan smartphone yang diinginkan dengan lebih cepat dan dengan sedikit tambahan dana yang dibutuhkan.

“Melalui kampanye #BekasJadiApapun, OLX intinya ingin mengajak masyarakat menceritakan pengalamanannya dalam mewujudkan keinginan dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai,” kata Kilian.

Ia menjelaskan, beragam hadiah mulai dari voucher BBM hingga voucher belanja pun akan disediakan dalam kampanye ini, untuk mereka yang berhasil mewujudkan keinginannya.

“Kita akan memberikan gratis BBM selama 1 tahun untuk mereka yang berhasil mewujudkan mimpinya membeli mobil atau semacamnya, memberikan gratis pulsa 1 tahun untuk mereka yang berhasil meweujudkan mimpinya membeli gadget idaman, serta voucher belanja untuk barang lainnya,” tambahnya.

Selain memperkenalkan kampanye terbarunya, dalam kesempatan yang sama OLX juga mengurai sedikit mengenai fitur terbarunya, yakni berupa Notifikasi Chat. Menurut Kilian, fitur baru ini akan sangat membantu terutama di kalangan wanita yang umumnya merasa tidak nyaman atau takut untuk menunjukkan nomor teleponnya.

Layanan Digital XL Tumbuh 40.4%

0

Telko.id – Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis digital akan menjadi lahan baru bagi operator yang cukup mengiurkan di masa depan. Saat ini mungkin belum terlihat ‘sumbangannya’ terhadap bisnis secara keseluruhan. Di XL Axiata, layanan digital atau digital service memperlihatkan tren pertumbuhan. Setidaknya, pada semester 1 2016 terjadi pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Di mana pertumbuhan penjualan mencapai 40.4% YoY. 

“Saat ini kontribusi dari layanan digital pada pendapatan perusahaan masih kurang dari 5%. Kedepannya, target kontribusi ini dapat meningkat di angka di atas 5%. Kami harus bekerja keras dan yakin akan bisa mencapainya,” ujar Joseph Lumban Gaol, Chief Digital Services Officer XL menjelaskan dalam Media Update (26/08).

Joseph menambahkan bahwa setidaknya hingga akhir tahun 2016 bisa menyentuh 6 sampai 7%, sumbangan digital service ini terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

Untuk mencapai target sampai akhir tahun tersebut ada tiga hal yang akan dilakukan XL. Pertama, fokus di beberapa inisiatif transformasi XL yang sudah ada dan sangat relevan dengan dunia layanan digital. Sebagai contoh, di semester 2 nanti, XL akan gencar memasarkan solusi mobile broadband berbasis 4G untuk pasar SME.

Kedua, mempercepat transformasi organisasi untuk menuju sales/market centric organization. Salah satu bentukannya adalah dengan membentuk tim khusus yang menangani SME market.

Terakhir atau yang ketiga adalah terus berupaya dan konsisten dalam membangun ekosistem layanan digital demi mendukung program ekonomi digital pemerintah. Misalnya dari sisi PP 82 tahun 2012. Walaupun XL telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai the Best Cloud Operator di kategori Partnership dalam ajang Global Telco Cloud Forum ke-7 di London, namun XL terus berupaya meningkatkan layanan yang ada demi mendukung implementasi PP 82 tersebut dan menciptakan Cloud & Data Center bertaraf internasional di negeri ini.
Terkait dengan layanan digital yang dimiliki oleh XL saat ini, secara umum terbagi dalam 11 kategori, yaitu Cloud & Data Center, Mobile Finance, Mobile Banking, Mobile Advertising, dan Internet of Thing (IoT). Lalu ada elevenia, layanan korporate seperti CUG, layanan MPLS dan Leased Lines, Mobile Broadband (MBB), Digital Entertainment, dan terakhir Solution Selling/Business Development.

Sampai saat ini, layanan yang paling banyak diakses oleh pelanggan adalah layanan Digital Entertainment atau lebih dikenal juga dengan nama Value Added Services (VAS). Jumlah pelanggannya mencapai sekitar 3 juta dan terus meningkat.

Untuk lebih memacu penjualan VAS, maka di semester ini, XL tengah melakukan peningkatan kualitas antara lain dengan memperbaharui fitur keamanan dan sisi kenyamanan yang ada. XL akan membuat aplikasi dan portal di mana pelanggan bisa mengetahui dengan jelas layanan apa saja yang bisa dinikmati. Pelanggan juga dapat mengelola layanan VAS mereka tanpa rasa khawatir. Nomor pelanggan yang menikmati layanan VAS pun dijamin tidak akan terekspos ke penyelenggara layanan.

Prospek XL Tunai
Pada ranah produk layanan Mobile Finance, yaitu XL Tunai, XL mampu menempatkan layanan e-money ini sebagai salah satu yang terbaik yang ada di Indonesia. Berdasarkan laporan audit 2016 dari Bank Indonesia untuk layanan remitansi, XL Tunai secara keseluruhan sudah mematuhi (comply), Peraturan Penyelenggara Transfer Dana.

Predikat lain yang berhasil disandang adalah XL sebagai operator yang berhasil meraih laba (profit) dari layanan e-money, serta kedua terbaik untuk jumlah transaksi non-tunai yang ada.

XL Saat ini memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna layanan XL Tunai dan jumlahnya diharapkan akan terus meningkat sejalan dengan program transformasi XL Tunai yang baru saja dicanangkan.

Ke depan, dengan adanya program transformasi XL Tunai, layanan ini akan dikembangkan untuk dapat masuk ke sektor-sektor yang menjanjikan seperti transportasi, property, dan komunitas. Pengembangan baru yang akan disasar misalnya mengimplementasikan e-money berbasis aplikasi mobile dengan fitur-fitur yang relevan dan customer centric, selain juga menambah partnership yang ada dengan lembaga keuangan baik di pusat maupun di daerah.

Harapannya, 60 juta transaksi yang ada akan terus meningkat secara eksponensial. Di mana, saat ini ada tiga transaksi yang paling banyak dilakukan yakni pembelian pulsa prabayar, transfer dana, serta pembayaran belanja. Untuk transaksi belanja, sudah ada lebih dari 200 merchant/biller yang telah bekerjasama dengan XL Tunai dan akan terus bertambah sesuai dengan segmen yang disasar. (Icha)