spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1575

Indosat Ooredoo Beri Apresiasi Pada Atlet Karate-do Nasional

0

Telko.id – Mendukung kemajuan olahraga di Indonesia, Indosat Ooredoo kembali memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet nasional. Kali ini penghargaan diberikan kepada atlet Karate-do nasional yang dinilai berprestasi di kancah internasional.

Para atlet yang diberikan apresiasi oleh Indosat Ooredoo adalah yang telah mengharumkan nama bangsa di Kejuaraan Dunia Federasi Karate Shotokan Internasional (SKIF) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan komitmen Indosat Ooredoo untuk turut serta bersama pemerintah memajukan dunia olahraga di tanah air,” kata Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo sendiri turut serta menjadi salah satu pendukung Kejuaraan Dunia SKIF ke-12 sebagai official telco partner yang menyediakan fasilitas telekomunikasi bagi para peserta yang bertanding. Kejuaraan Dunia SKIF ke-12 diikuti oleh 1000 peserta dari 46 negara dalam beberapa kategori pertandingan Kata dan Kumite. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menurunkan 85 karateka terbaiknya untuk memperebutkan medali emas sebanyak-banyaknya bagi tanah air.

Dari 85 karateka, 43 diantaranya mampu meraih medali yang dipersembahkan untuk negeri. Indosat Ooredoo memberi penghargaan khusus kepada para atlet yang berprestasi berupa saldo Dompetku dan smartphone. Diharapkan hal itu mampu memotivasi Karate-do Indonesia berprestasi lebih banyak lagi di berbagai kejuaraan bertaraf internasional lainnya. 

“Dukungan dan apresiasi Indosat Ooredoo ini merupakan bagian dari upaya kami membantu perkembangan dunia olahraga nasional khususnya olahraga karate-do. Kami berharap hal ini juga akan dapat memotivasi para atlet olahraga meraih prestasi di segala ajang kejuaraan,” tambah Alexander Rusli.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo memberikan kartu perdana yang berisi paket data 10,3 GB kepada seluruh peserta Kejuaraan Dunia SKIF ke-12 kemarin. Dengan ini mereka dapat melakukan komunikasi antara sesama peserta secara gratis, baik itu telpon maupun SMS. Selain itu, ada juga tarif flatcall bagi peserta yang mau menghubungi keluarga dan kolega di negara asal dengan tarif mulai Rp 400/menit.

Ketua SKIF Indonesia, Aldrin mengatakan, “kami sangat senang olagraga karate mendapatkan perhatian dari Indosat Ooredoo. Penghargaan kepada atlet-atlet kami tentunya akan menambah kebahagiaan dan semangat mereka untuk terus berusaha menjadi yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa. Semoga kegiatan yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo ini juga menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk terus mendukung atlet-atlet Indonesia.” (Icha)

Akhir Tahun, Bolt! Targetkan 2.5 Juta Pelanggan

0

Telko.id – Penyedia layanan internet 4G pertama di Indonesia yakni Bolt! menargetkan peningkatan dalam jumlah pelanggan di Jabodetabek.

Ditemui pada salah satu Community Experience yang digelar oleh ArenaLte.com (15/9), Billy Abe selaku Chief Product Officer Bolt! berujar saat ini jumlah pelanggan mereka untuk wilayah Jabodetabek sampai dengan saat ini berada di angka 2.3 juta pelanggan.

“Saat ini jumlah pelanggan kami di Jabodetabek mencapai 2.3 juta pelanggan dan pada akhir tahun, harapan kami akan bertambah hingga 2.5 juta pelanggan,” ujar Abe.

Dituturkan Abe, Pihaknya selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, baik dari sisi kualitas maupun dari Value Added Services.

Untuk menjaring pengguna lainnya, Bolt! menyediakan produk dan kecukupan infrastruktur di wilayah Jabodetabek. Bolt! Menyediakan starter pack yang sudah bisa digunakan oleh banyak smartphone 4G dari berbagai brand smartphone ternama.

Untuk kualitas jaringan, beberapa waktu lalu mereka sempat menguji jaringan mereka di beberapa titik di Jakarta dan berhasil menyediakan kecepatan download hingga 20 Mbps. Namun sayangnya, mereka enggan mengungkapkan titik mana saja, tempat mereka melakukan pengujian.

Sekadar informasi, Sampai dengan saat ini Bolt berhasil memiliki ARPU sebesar Rp. 50.000,- perbulan dengan mayoritas pemakaian adalah streaming video hingga 70%. Untuk OTT sendiri, pengguna mereka lebih banyak menggunakan Youtube untuk streaming video.

Rangsang Penjualan, Oppo Ajak Komunitas Jajal F1S

0

Telko.id – Vendor smartphone asal Tionkok, Oppo kembali mengajak para komunitas mereka untuk menguji smartphone terbaru mereka yakni Oppo F1s.

Seperti diketahui, Oppo F1s memiliki kelebihan dalam sisi kamera, terutama kamera depan yang sangat bisa diandalkan dalam aktifitas selfie pengguna.

Aryo Meidianto, Media Engagement Oppo Indonesia menjelaskan bahwa community Experience ini merupakan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai fitur Oppo F1s berdasarkan pengalaman Media.

“Kita akan mengetes smartphone Oppo F1s yang merupakan smartphone terbaru kami, dan performa F1s di pasaran. Nantinya, teman-temab juga akan melihat keunggulan yang ditawaekan oleh after sales service kami,” ujar Aryo disela kegiatan ini (15/9).

Ia juga mengharapkan, hadirnya fitur kamera depan yang mencapai 16 MP, tidak hanya digunakan untuk selfie saja, melainkan digunakan juga untuk komunikasi video yang lebih produktif seperti untuk meeting dan menunjang pekerjaan.

Kualitas Kamera Oppo F1s
Kualitas Kamera Oppo F1s

Sementara itu, berbicara mengenai komunitas sendiri Aryo mengakui peran komunitas sangat penting dalam kelangsungan bisnis Oppo Indonesia. Pasalnya, komunitas mereka kerap kali memberikan input positif tentang produk dan pemasaran dari Oppo Indonesia.

Terkait pemasaran, hadirnya komunitas juga ikut merangsang pertumbuhan penjualan smartphone Oppo berkat experience dari para komunitas tentang produk.

Aryo menambahkan, untuk tahun 2016 ini mereka memfokuskan diri pada handset 4G saja, terkait dengan terpenuhinya peraturan TKDN.

“Di 2016, kita akan fokus untuk device 4G seluruhnya karena telah lulus dalam kewajiban TKDN. F1s sendiri memiliki jumlah penjualan yang sangat tinggi yakni mencapai 40% dari total produk Oppo,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, mereka memiliki 86 service center di Indonesia untuk after sales service. Mereka juga memiliki Oppo Care, yakni Asuransi dari Oppo yang mencover 80% dari harga smartphone tersebut.

WAN Optimisation Jadi Cara telkomtelstra Maksimalkan Jaringan

0

Telko.id – Peningkatan daya saing industri tak bisa dipungkiri merupakan kunci dari keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang menantang seperti saat ini.

Fakta tersebut didukung juga oleh pernyataan dari Bank Indonesia yang telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,9-5,3% sepanjang tahun 2016. Optimisme pertumbuhan ekonomi ini tak hanya mendorong perbaikan iklim investasi, khususnya pada investasi infrastruktur, tetapi juga pelaku industri untuk meningkatkan daya saing melalui optimalisasi infrastruktur jaringan.

Menurut laporan McKinsey Consulting (2016), transformasi digital menjadi tren baru di lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Transformasi ini hanya akan berhasil dengan adanya integrasi antara front- end dan back-end. Disamping itu, pelaku industri juga dituntut untuk beradaptasi dengan dinamika bisnis yang kian meningkat sebagai dampak dari penyebaran penggunaan TIK yang semakin meluas, khususnya dari sisi operasional bisnis serta kepuasan pelanggan.

Berkaca dari kondisi ini, telkomtelstra menghadirkan layanan WAN (Wide Area Network) Optimisation sebagai solusi optimalisasi khususnya terhadap infrastruktur jaringan perusahaan.

Solusi WAN Optimisation ini melengkapi layanan Managed Network Service telkomtelstra yang mampu melakukan
percepatan kinerja aplikasi dan jaringan perusahaan serta memaksimalkan customer experience tanpa menambah kerumitan lapisan jaringan serta biaya pengelolaan.

“Manfaat efisiensi yang ditawarkan oleh WAN Optimisation dapat mendorong perusahaan untuk memaksimalkan penggunaan network dan aplikasi berbasis cloud yang dimiliki serta meminimalisir biaya pengelolaan yang kerap dikeluarkan untuk mendapatkan network stability,” kata Chief Product and Synergy telkomtelstra, Agus F Abdillah dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, seiring dengan semakin banyaknya adopsi cloud, perusahaan pun dapat mengurangi server yang terdistribusi di berbagai lokasi cabang untuk meminimalisir biaya dengan mengeliminasi duplikasi transmisi data dan memungkinkan konsolidasi server antar kantor cabang.

Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan Office 365 berbasis cloud dengan WAN Optimisation memiliki network yang stabil khususnya pada aplikasi Office Exchange –email dan SharePoint – collaboration. Pemanfaatan WAN Optimisation untuk aplikasi cloud mampu mengurangi kebutuhan jaringan hingga 92% pada SharePoint dan 36% pada Office Exchange, sehingga mampu menghadirkan seamless collaboration yang nyata yang lebih baik walaupun server sudah terkonsolidasi di cloud.

Pada aplikasi-aplikasi perusahaan lainnya untuk kebutuhan DR dan backup, solusi ini juga mampu mempercepat “proses end of day” atau “end of month” dengan cukup siginificant sampai dengan 1/10 – 1/20 dari waktu yang diperlukan dibandingkan dengan tanpa WAN optimisation.

Kemenkoinfo Bakal Terapkan Dua Pilihan Sertifikasi Ponsel

0

Telko.id – Proses sertifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika akan dihapuskan. Namun, penghapusan tersebut tidak berlaku untuk semua produsen. Jadi nanti akan ada dua cara untuk memperoleh sertifikasi. Pertama adalah tanpa menempuh jalur pengujian. Cara kedua adalah mengukuti pengujian di laboratorium yang tersedia di tanah air.

“Sertifikasi perangkat ini nantinya bisa dua cara. Pertama, tanpa test report, dengan cara mengajukan pengujian perangkat di laboratorium di Indonesia. Kedua, dengan melampirkan hasil tes laboratorium atau standar internasional,” terang Noor Iza selaku Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, seperti dikutip dari Kompas Tekno.

Secara detail Noor menjelaskan, para vendor yang ingin menginginkan sertifikasi untuk ponsel mereka tetapi tidak melengkapinya dengan laporan pengujian, mereka wajib menjalankan uji laboratorium terlebih dahulu di Indonesia.

Apabila setelah hasil pengujian dari laboratorium lokal tersebut dicek sesuai dengan standar nasional yang telah di tetapkan di Indonesia, maka ponsel tersebut lolos dan selanjutnya akan mendapatkan sertifikasi Postel.

Tetapi untuk ponsel yang telah memiliki laporan untuk hasil pengujian, hanya diperlukan menyertakan dokumen yang diperlukan serta telah memenuhi standar internasional.
Kemudian setelah itu akan dilakukan pengecekan terhadap dokumen. Apabila komponen perangkat genggam tersebut telah memenuhi standar nasional, sertifikat pun akan dikeluarkan.

Dalam hal ini Noor memberikan contoh untuk standar nasional yang telah diuji. Diantaranya seperti Electromagnetic Compatibility (EMC), emisi liat (emisi spurious), frekuensi telekomunikasi, dan daya yang diperlukan untuk perangkat untuk berfungsi.

“Jadi tidak ada uji perangkat. Meski demikian, tetap terjadi (kontrol). Pasalnya sertifikat ini mesti terbit dulu baru bisa memproses barang masuk. Begitu juga pengujian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tetap berlaku,” jelasnya.

Noor melihat bahwa kedua pilihan dalam proses sertifikasi itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000 mengenai Penyelenggaraan Telekomunikasi.

“Tinggal pembuatan Peraturan Menteri (Permen) saja, soal tata caranya,” tambahnya.

Menkominfo Rudiantara sebelumnya pernah menyampaikan keinginannya untuk menghilangkan sistem sertikasi ponsel di bulan Januari 2017 nanti. Mengenai prosedur yang nantinya dihilangkan ialah mengenai pengujian perangkat, dimana ini merupakan persyaratan guna memperoleh sertifkasi.

Latar belakang adanya rencana itu untuk bisa mempercepat prosedur bagi ponsel impor. Jadi tidak diperlukan lagi proses birokrasi yang panjang untuk ponsel itu masuk ke Indonesia, apabila ponsel tersebut mereknya sudah lolos sertifikasi internasional.

Terkait dengan masalah perlindungan konsumen, Kemenkominfo akan berkolaborasi bersama Kementerian Perdagangan guna mengadakan uji petik yang dilakukan di pasar ponsel Indonesia. (Icha)

STC Gandeng Intelsat Untuk Garap Pasar Minyak dan Gas

0

Telko.id – Ladang minyak dan gas memang jauh dari keramaian. Namun, komunikasi di wilayah tersebut harus didukung dengan kualitas yang optimal karena bagi sebuah negara minyak dan gas menjadi sumber devisa yang luar biasa. Hal itu yang membuat Saudi Telecom Company atau STC menggandeng Intelsat untuk memenuhi kebutuhan komunikasi tersebut.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Saudi Perusahaan Telekomunikasi (STC) dengan Intelsat baru saja dilakukan (14/09) seperti yang dilansir dari Trade Arabia. Intelsat adalah perusahaan yang memberikan layanan video dan broadband. Sebenarnya, kerjasama ini merupakan perpanjangan dari kemitraan yang terdahulu untuk STC menggunakan menggunakan solusi satelit untuk mendukung operasi bagi produsen minyak & gas terbesar.

Intelsat yang merupakan operator jaringan global pertama di dunia mengatakan bahwa pihaknya menggabungkan backbone satelit terbesar di dunia dengan infrastruktur terestrial, managed services, interoperable architecture yang memungkinkan pelanggan untuk mendorong pendapatan dan memberikan layanan pada generasi baru selanjutnya.

Berdasarkan perjanjian multi-tahun, STC, operator telekomunikasi terbesar di Arab Saudi, akan menggunakan konektivitas yang disediakan oleh Intelsat 2/10, terletak pada 1 ° Barat, untuk memberikan layanan satelit untuk sektor minyak dan gas. Dan, pada tahun 2016, STC dan Intelsat terus memperluas hubungan mereka untuk mendukung pertumbuhan sektor VSAT di Arab Saudi.

Intelsat sendiri sudah melayani beberapa operator telekomunikasi dengan menggunakan beberapa satelit untuk menyediakan jaringan broadband berkualitas tinggi bagi pelanggan korporasi di perbankan, pemerintah dan sektor minyak & gas yang beroperasi di seluruh Timur Tengah dan Asia.
“Operasi perusahaan minyak dan gas sangat penting untuk Arab Saudi maupun ekonomi global.

Komunikasi broadband yang diandalkan adalah bagian penting dari operasi sehari-hari untuk kedua sektor tersebut,” kata Walid Al Wabel, General Manager Manajemen Operasi, STC menjelaskan seperti dilansir dari Trade Arabia.

Lebih lanjut, Walid juga menjelaskan bahwa “Intelsat telah menjadi mitra yang berharga dalam mendukung kami sebagai klien yang memiliki pelanggan utama dari industri minyak dan gas dengan memberikan konektivitas satelit yang menjamin layanan broadband yang selalu tersedia. Dengan dukungan Intelsat, STC memiliki infrastruktur satelit terbaik yang tersedia dan terintegrasi ke dalam jaringan. Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan layanan dengan kualitas terbaik bagi pelanggan perusahaan kami terlepas dari lokasi, “tambahnya.

Shahrokh Khanzadeh-Amiri, Director of Sales at Intelsat RegionMiddle East and North Africa, mengatakan, “Permintaan untuk konektivitas VSAT di Arab Saudi dan Timur Tengah tetap kuat, menunjukkan bahwa satelit merupakan pilihan terbaik untuk memberikan layanan komunikasi yang handal untuk perusahaan besar dengan ratusan lokasi yang tersebar di wilayah yang luas dan kadang-kadang jauh. ”

Upaya yang terus menerus dilakukan oleh Intelsat untuk meningkatkan teknologi memastikan pelanggan akhir akan memperoleh keuntungan dari “aplikasi VSAT terbaru yang tersedia,” lanjut Shahrokh menambahkan. (Icha)

Demi Bayar Utang, Axiata Jual Kepemilikan Saham di Indonesia?

0

Telko.id – Menyusul upayanya mengurangi utang, Axiata baru-baru ini menegaskan bahwa perusahaan sedang melihat kemungkinan untuk mengatasinya dengan mengurangi sahamnya di beberapa perusahaan di luar negeri.

“Sejak pertengahan tahun lalu, Axiata telah menjajaki pilihan untuk lebih mengoptimalkan neraca dan struktur grup, berpotensi meliputi, namun tidak terbatas pada, rebalancing portofolio dan ulasan dari kepemilikan saham di anak perusahaan,” kata operator Malaysia ini, dalam sebuah pernyataan.

Komentar itu dikeluarkan dalam merespon laporan Bloomberg awal pekan ini, yang menyatakan bahwa Axiata berencana untuk memangkas sahamnya di berbagai anak perusahaan dengan kesepakatan yang bisa mengumpulkan hingga US$ 700 juta atau sekitar Rp 9 Triliun.

Sumber yang dikutip dalam laporan itu mengatakan bahwa Axiata ingin menjual sekitar 11% dari sahamnya di XL Axiata (Indonesia), serta sampai dengan 30% dari bisnisnya di Sri Lanka yang dipegang Dialog Axiata, dan 30% dari operasinya di Kamboja lewat Smart Axiata.

Sebagian dari hasil penjualan akan digunakan untuk membayar utang, yang menurut Bloomberg mencapai US$ 5.2 miliar pada akhir Juni.

Axiata sendiri masih bungkam terkait kebenaran berita ini. Perusahaan mengatakan akan mengungkap semua hal yang diperlukan pada waktu yang tepat. “Sampai saat ini, laporan tersebut adalah spekulatif,” kata Axiata, seperti dilansir Totaltelecom, Kamis (15/9).

Pelanggan Mobile Arab Saudi Tembus 48 Juta

0

Telko.id – Menurut statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Komisi Komunikasi dan Informasi Teknologi (CITC) Arab Saudi, jumlah pelanggan mobile di negara tersebut telah mencapai 48 juta pada akhir Q2 2016.

Pelanggan prabayar masih mendominasi dengan lebih dari 84% dari semua pelanggan mobile, lapor ITP.

Saluran telepon tetap mencapai 3,6 juta pada akhir Q2 2016, dimana sekitar 1,9 juta atau 52% adalah jalur perumahan. Ini mewakili teledensitas rumah tangga sekitar 31,1%, sedangkan teledensitas populasi sekitar 11%.

Jumlah pelanggan mobile broadband mencapai sekitar 26,6 juta, mewakili tingkat penetrasi penduduk 83,5%.

Langganan broadband tetap termasuk DSL, nirkabel tetap (WiMax), FTTx dan jaringan tetap lainnya mengalami penurunan mencapai sekitar 3.06 juta langganan pada akhir Q2 2016. Tingkat penetrasi broadband tetap untuk perumahan adalah sekitar 41%.

Jumlah pengguna internet telah meningkat pesat tahun lalu dan menjadi sekitar 22,4 juta pada akhir Q2. Peningkatan permintaan untuk layanan internet dan broadband diamati karena penggunaan aplikasi jejaring sosial, video on demand (YouTube, Snapchat) dan game yang tinggi.

Eropa akan Berlakukan Standar yang Sama antara Operator & OTT

0

Telko.id – Standar yang sama seperti halnya operator akan diberlakukan Uni Eropa pada beberapa pemain OTT. Sebuah rancangan usulan baru dari Uni Eropa akan segera memperpanjang aturan keamanan yang saat ini berlaku secara eksklusif untuk operator telekomunikasi seperti Vodafone, Orange, dan Deutsche Telekom untuk layanan web seperti Whatsapp milik Facebook, Skype, dan FaceTime milik Apple.

Aturan baru, seperti dilaporkan Digitaltrends, Rabu (14/(0,  ini akan mewajibkan perusahaan web yang juga memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan dan mengirim pesan untuk menjamin keamanan dan integritas layanan mereka, termasuk melaporkan pelanggaran kepada pihak berwenang dan memiliki rencana kontingensi dan strategi kelangsungan pelayanan.

Tentu saja, ini merupakan kabar baik bagi perusahaan telekomunikasi, yang selama bertahun-tahun menilai pemain OTT seperti Google, Microsoft, dan Facebook tidak menghadapi peraturan ketat yang sama dengan perusahaan-perusahaan komunikasi yang lebih tradisional seperti mereka, meskipun penyediaan layanannya sangat mirip. Perubahan baru yang diusulkan ini juga dapat membantu untuk menyamai skor antara penyedia layanan Eropa dan sebagian besar perusahaan internet yang berbasis di AS, yang telah lama menjadi subjek perdebatan dalam Uni Eropa.

Namun, tidak semua layanan web akan diminta untuk menegakkan kewajiban keamanan yang sama, karena beberapa dari layanan ini “tidak melakukan kontrol atas transmisi jasa mereka melalui jaringan telekomunikasi,” lapor Reuters.

“Penyedia layanan seperti ini harus memastikan tingkat keamanan yang sepadan dengan tingkat risiko yang ditimbulkan terhadap keamanan layanan komunikasi yang mereka berikan,” bunyi draft dokumen itu.

Oleh karena itu, jika ada pelanggaran keamanan yang berdampak signifikan pada layanan mereka, aplikasi dan perusahaan harus memberitahukan otoritas nasional “tanpa penundaan.”

Setelah diresmikan minggu ini, proposal yang baru masih akan memerlukan persetujuan dari Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa, yang berarti perubahan undang-undang masih dimungkinkan.

Deutsche Telekom Capai 1.2 Gbps Dalam Uji Coba LTE-A Pro

0

Telko.id – Ericsson dan Telstra boleh saja berbangga hati, pasca keberhasilannya menembus angka 978 Mbps dalam uji coba LTE-A terbaru, namun pencapaian yang jauh lebih baik dicetak Deutsche Telekom. Bekerjasama dengan Huawei, operator raksasa Jerman ini melesat dengan kecepatan 1,2 Gbps dalam demo LTE.

Demo ini dilakukan di Berlin, dengan melibatkan salah satu BTS makro DTyang digabungkan dengan small cell. Throughput tertinggi dicapai dengan menggabungkan lima operator dan menggunakan 4×4 multiple-input, multiple-output (MIMO).

“Akses internet cepat tidak bisa terbatas hanya untuk jaringan tetap dan serat optik – pelanggan kami juga menginginkan kecepatan setinggi mungkin untuk kenyamanan maksimal saat di perjalanan,” kata Claudia Nemat, anggota dewan Deutsche Telekom untuk Eropa dan Teknologi, dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Deutsche Telekom mengatakan demonstrasi yang digelar hari Senin lalu dengan mudah memecahkan rekor kecepatan jaringan sebelumnya di Berlin yang tercatat sebesar 340 Mbps.

“Huawei senang bisa mendukung Deutsche Telekom untuk membuktikan manfaat dari langkah terbaru evolusi teknologi ini, LTE Advanced Pro, dalam penerapan di dunia nyata”, tambah Lin Baifeng, President Huawei Technologies deutschland GmbH disadur dari Totaltelecom, Rabu (14/9)..

Deutsche Telekom bisa dibilang hanyalah satu dari beberapa operator yang mencapai kecepatan LTE lebih dari 1 Gbps.

Akhir Agustus lalu, perusahaan telekomunikasi Finlandia, Elisa juga mengklaim rekor dunia kecepatan LTE baru setelah mencapai 1,9 Gbps, meskipun di bawah kondisi laboratorium.

Sementara itu, Dialog dan Mobitel di Sri Lanka, TDC Denmark, SK Telecom Korea Selatan, Swisscom Swiss, dan tentu saja Telstra Australia telah berbagi rencananya masing-masing untuk menggelar LTE-A Pro.

Global Mobile Suppliers Association (GSA) sendiri memang telah menyatakan pada bulan Agustus lalu, bahwa sembilan jaringan LTE-A Pro sudah terbangun dan berjalan, dan bahwa mereka mengharapkan layanan mobile Gigabit ini akan bisa dikomersialkan pada akhir 2016.