Di Eropa, Perusahaan Bisa Pecat Karyawan karena Yahoo Messenger

 

Telko.id – Kabar buruk bagi karyawan yang suka mengisi waktu dengan ber-chatting ria via Yahoo Messenger, khususnya mereka yang tinggal di Eropa. Pasalnya, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) telah memutuskan bahwa perusahaan diperbolehkan untuk memantau aktivitas Internet karyawan, termasuk chatting online, asalkan mereka telah diperingatkan sebelumnya bahwa penggunaan sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi dilarang.

Ini adalah hasil dari kasus yang dibawa oleh seorang insinyur Rumania, Bogdan Bărbulescu, yang dipecat karena menggunakan akun Yahoo Messenger perusahaan untuk chatting dengan tunangan dan saudaranya.

Bărbulescu yang merasa keputusan pemecatan ini tidak adil, dan telah mencederai haknya untuk berkorespondensi dan memiliki kehidupan pribadi membawa kasus ini ke ECHR, setelah pengadilan domestik Rumania dianggap telah gagal dalam melindungi haknya.

Insinyur ini berargumen bahwa “perangkat lunak Yahoo Messenger pada dasarnya dirancang untuk penggunaan pribadi dan bahwa sifat layanan pesan instan ini telah memberinya hak untuk berharap bahwa komunikasinya akan bersifat pribadi. Jika ia tidak mengharapkan privasi, ia akan menahan diri dari mengungkapkan informasi intim.”

Namun, ECHR mencatat dalam keputusannya bahwa larangan untuk menggunakan komputer perusahaan dan sumber daya untuk keperluan pribadi telah diberikan oleh perusahaan. Selain itu, pengadilan menemukan bahwa “sah-sah saja bagi perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan menyelesaikan tugas-tugas profesional mereka selama jam kerja.”

Fakta bahwa karyawan telah diberitahu bahwa ia tidak diizinkan untuk menggunakan sumber daya perusahaan untuk keperluan pribadi memainkan peran besar dalam keputusan ini. Itu berarti, Bărbulescu tidak bisa mengklaim itu adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika perusahaan memeriksa apa yang dia lakukan. Selain itu, bukti menunjukkan bahwa ia sebenarnya telah menggunakan akun Yahoo Messenger perusahaan untuk hal-hal pribadi, melanggar peraturan internal perusahaan, yang membuat pemecatannya sah.

Elemen kunci di sini tampaknya adalah peringatan sebelumnya bahwa penggunaan pribadi dari sumber daya perusahaan tidak diizinkan. Setelah itu disampaikan, perusahaan kemudian dapat memonitor setiap sumber daya tersebut untuk memeriksa bahwa karyawan tidak melanggar aturan.

Mengingat keputusan ini telah dikeluarkan oleh ECHR, yang tak lain merupakan pengadilan hak asasi manusia tertinggi di Eropa, maka putusan ini bukannya tidak mungkin dapat mempengaruhi hampir setiap negara di Eropa (kecuali Belarusia dan Kosovo). Demikian dilaporkan Ars technica, Senin (18/1).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0