spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 14

MAXStream TV & iQIYI Rilis Serial Misteri The Other Sister

Telko.id – MAXStream TV bersama iQIYI resmi menghadirkan original series Indonesia berjudul Bercinta Dengan Maut (The Other Sister) yang dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026.

Serial misteri ini mengusung kisah yang dekat dengan realita relasi masa kini, menghadirkan konflik keluarga, identitas, dan dinamika emosional yang membumi.

Kolaborasi strategis antara MAXStream TV dan iQIYI ini merupakan respons terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan, “Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan akan hiburan yang relevan dan mudah diakses. Pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi layanan digital yang dihadirkan, sehingga setiap produk dan konten yang diluncurkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata.”

Serial ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius saudara kembarnya, Anna. Dalam prosesnya, Raya menyamar menjadi Anna untuk masuk ke dalam keluarga Ardana yang dikenal memiliki kekuatan politik serta menyimpan banyak rahasia.

Situasi ini menghadirkan berbagai konflik emosional, dilema moral, dan ketegangan psikologis yang terus berkembang di setiap episode.

Dibintangi Deretan Aktor Berbakat

Dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya, The Other Sister menghadirkan performa akting yang kuat dengan karakter yang memiliki lapisan moral yang kompleks.

Setiap karakter dirancang untuk merepresentasikan sisi manusia yang realistis, termasuk kelemahan, ambisi, dan konflik batin. Alur cerita yang penuh plot twist memperkuat daya tarik series ini sebagai tontonan yang memancing rasa penasaran.

Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam mengatakan, “Melalui Bercinta Dengan Maut (The Other Sister), kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia.”

Serial ini menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan. Cerita dirancang untuk membangun keterlibatan emosional penonton secara bertahap melalui narasi yang berlapis dan karakter yang kompleks.

Pendekatan ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman menonton yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan mereka.

Kolaborasi untuk Industri Kreatif Lokal

Sebagai hasil kolaborasi antara MAXStream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios, series ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati konten lokal berkualitas.

Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui distribusi yang lebih inklusif. Dengan dukungan platform yang luas, konten lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih beragam.

Fadhli menambahkan, “Kolaborasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam membuka peluang lebih luas bagi karya kreatif lokal. Melalui distribusi lintas platform, konten Indonesia dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Selain itu, langkah ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri konten digital global.”

Pelanggan dapat menyaksikan The Other Sister mulai 29 Mei 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI dengan akses yang mudah di berbagai perangkat digital. Akses ini mencakup aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya.

Kemudahan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan jaringan Telkomsel yang andal, pengalaman menonton menjadi lebih lancar dan nyaman.

Dengan alur cerita yang penuh kejutan, The Other Sister diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan favorit pelanggan. Pendekatan karakter yang kuat membuat cerita terasa lebih hidup dan relatable.

Hal ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas secara emosional. Series ini dirancang untuk menjawab ekspektasi penonton terhadap kualitas storytelling yang lebih matang.

Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

Dengan cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, The Other Sister menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan.

Dinesh Ratnam juga menambahkan, “Kami optimis series ini akan disukai karena memiliki cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan dinamika penonton saat ini.

Ke depannya, iQIYI akan terus menghadirkan konten lokal berkualitas dengan standar produksi yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat regional dan global.”

Serial misteri ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas platform dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan secara emosional dengan penonton Indonesia.

Dengan dukungan dari MAXStream TV dan iQIYI, The Other Sister siap menjadi salah satu tontonan wajib bagi pecinta drama misteri tanah air. (Icha)

Amazon Investasi US$33 Miliar di Asia Tenggara untuk AI dan Cloud

Telko.id – Amazon mengumumkan rencana investasi besar-besaran di Asia Tenggara. Perusahaan teknologi global itu akan menggelontorkan dana lebih dari US$33 miliar hingga 2039 untuk infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Investasi ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Menurut penilaian dampak ekonomi Amazon, kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) gabungan keempat negara tersebut bisa mencapai lebih dari US$64 miliar pada 2039.

Selain itu, investasi ini diperkirakan akan mendukung lebih dari 56.300 pekerjaan setara purna waktu per tahun dalam rantai pasok pusat data lokal.

“Amazon berencana untuk menginvestasikan lebih dari US$33 miliar di seluruh kawasan Asia Tenggara hingga 2039. Kami tengah membangun infrastruktur, melatih tenaga kerja lokal, dan memberdayakan bisnis di kawasan ini agar bisa bersaing di tingkat global,” ujar David Zapolsky, Chief Global Affairs and Legal Officer Amazon.

Komitmen Jangka Panjang di Asia Tenggara

Kiprah Amazon di Asia Tenggara sudah dimulai sejak 16 tahun lalu. AWS Region pertama di kawasan ini diluncurkan di Singapura pada 2010. Kini, Amazon memiliki AWS Region di Singapura (2010), Indonesia (2021), Malaysia (2024), dan Thailand (2025).

Perusahaan saat ini memiliki lebih dari 3.000 karyawan dan lebih dari 2.500 tenaga kerja pendukung di berbagai lokasi operasional di kawasan ini.

Pada 2025 saja, Amazon telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar. Dana tersebut mencakup infrastruktur dan kompensasi karyawan di berbagai lini bisnisnya, termasuk Stores, Amazon Web Services (AWS), Global Selling, Devices, dan Entertainment di Asia Tenggara.

Investasi ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi digital ASEAN yang diprediksi mencapai US$560 miliar pada 2030. Amazon mendukung kapabilitas digital Asia Tenggara dengan memperluas infrastruktur cloud dan AI yang telah digunakan oleh berbagai bisnis dan organisasi untuk bertumbuh dan berinovasi.

Pelatihan Tenaga Kerja dan Dampak Nyata

Amazon juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Sejak 2017, perusahaan telah melatih lebih dari 2,7 juta individu di Asia Tenggara dalam meningkatkan keterampilan di bidang cloud. Pelatihan ini menjadi fondasi penting bagi adopsi AI di kalangan perusahaan.

“Pelatihan dan peningkatan keterampilan di bidang AI dan cloud merupakan pendorong utama, dan di sinilah masih banyak negara yang perlu berinvestasi lebih besar,” ujar Zapolsky. “Sejak 2017, kami telah melatih 2,7 juta orang di seluruh Asia Tenggara, tetapi percepatan ini perlu ditingkatkan lebih jauh.”

Berbagai program pelatihan telah diluncurkan, termasuk Program AI Spring Amazon di Singapura dan kolaborasi dengan siswa dari 21 sekolah menengah atas di Jawa Barat, Indonesia. Dalam satu hari, lebih dari 2.600 peserta menciptakan 10.821 aplikasi AI generatif yang unik dan mencatatkan rekor GUINNESS WORLD RECORDS®. Amazon juga menawarkan lebih dari 30 kursus gratis tentang AI dan AI generatif dalam bahasa Vietnam melalui inisiatif “AI Ready”.

Dampak nyata dari infrastruktur AWS sudah terlihat di berbagai sektor. 123RF dari Malaysia menggunakan layanan AI Amazon untuk menganalisis konten visual dari jutaan gambar, menggandakan akurasi pencarian, dan memangkas waktu penelusuran konten hingga 90%.

Union Bank of the Philippines menghadirkan analytics berbasis AI generatif ke lebih dari 200 pengguna bisnis. Sementara itu, Sansiri dari Thailand membangun asisten AI di AWS yang memproses 50.000 faktur per bulan dengan akurasi 90%.

Bagi Anda yang tertarik dengan perkembangan teknologi cloud di Indonesia, simak analisis mendalam tentang Bisnis Data Center di tanah air. Selain itu, perkembangan pusat data juga menarik perhatian investor global seperti yang terlihat dalam akuisisi Bisnis Data Center XL Axiata oleh Princeton Digital Group.

Ekspansi Konektivitas dan Keberlanjutan

Amazon juga berinvestasi dalam teknologi satelit orbit rendah (LEO) melalui Project Kuiper. Teknologi ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan konektivitas di Asia Tenggara, di mana lebih dari 150 juta orang belum memiliki akses internet yang andal dan terjangkau.

Access Partnership memperkirakan penutupan kesenjangan ini dapat membuka manfaat ekonomi tahunan senilai US$47,8 miliar dan menciptakan hingga 3,8 juta pekerjaan.

Dalam hal keberlanjutan, Amazon berkomitmen mencapai target water positive pada 2030. Di Singapura, semua pusat data Amazon beroperasi menggunakan NEWater, air daur ulang berkualitas tinggi.

Amazon juga berkolaborasi dengan Air Selangor dalam inisiatif air daur ulang skala besar pertama di Malaysia. Di Jawa Barat, Amazon bermitra dengan Habitat for Humanity untuk membangun sembilan fasilitas air bersih yang bermanfaat bagi 1.394 rumah tangga.

Untuk mencapai target nol emisi karbon bersih pada 2040, Amazon berinvestasi dalam energi terbarukan. Di Singapura, dua proyek energi terbarukan menghasilkan cukup listrik untuk memenuhi kebutuhan hampir 20.000 rumah tangga setiap tahun.

Di Indonesia, Amazon bermitra dengan PT PLN dalam kesepakatan tarif hijau pertama dengan kapasitas 210 megawatt.

Pemberdayaan Bisnis dan Konten Lokal

Melalui Amazon Global Selling, ribuan bisnis di Asia Tenggara, yang sebagian besar merupakan UKM, dapat menjangkau pelanggan di lebih dari 200 negara. Produk-produk inovatif dari kawasan ini, mulai dari furnitur Vietnam hingga perlengkapan rumah Singapura, kini bisa dinikmati pasar global.

Amazon juga membawa cerita dan suara Asia Tenggara ke audiens global melalui Prime Video. Baru-baru ini, Amazon meluncurkan tujuh Amazon Original lokal di Filipina yang akan tersedia di lebih dari 240 negara dan wilayah.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang teknologi, program seperti IDCamp 2021 yang digelar Indosat Ooredoo Hutchinson menunjukkan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap pelatihan digital.

Komitmen Amazon di Asia Tenggara mencakup kemitraan aktif dengan pemerintah untuk membangun kerangka kebijakan yang mendukung kesuksesan jangka panjang kawasan ini. Amazon mendukung aturan perdagangan digital berstandar tinggi di bawah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), termasuk ketentuan yang memungkinkan arus data lintas batas yang tepercaya.

Zapolsky menekankan pentingnya kedaulatan dan kontrol dalam adopsi AI. “Kedaulatan memiliki arti yang berbeda di setiap negara. Bagi kami, hal ini bergantung pada teknologi dan kontrol operasional, bukan pada kewarganegaraan penyedia layanan. Anda yang menentukan di mana data Anda berada, siapa yang dapat mengaksesnya, dan model mana yang digunakan,” ujarnya.

Seiring Asia Tenggara meneguhkan posisinya sebagai salah satu ekonomi digital paling dinamis di dunia, Amazon berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam infrastruktur, pengembangan keterampilan, pemberdayaan bisnis, dan penciptaan konten. Perusahaan akan terus bekerja sama dengan pemerintah di seluruh kawasan untuk memastikan manfaat AI dapat dirasakan secara luas, inklusif, dan berkelanjutan. (Icha)

MacBook Neo Resmi Dijual di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Telko.id – Apple resmi meluncurkan MacBook Neo di Indonesia hari ini, Jumat (22/5/2026). Laptop anyar ini langsung tersedia di 93 gerai retail Digimap di seluruh Indonesia, baik secara offline maupun online melalui website Digimap dan toko resmi mereka di Shopee.

Kehadiran MacBook Neo menjadi angin segar bagi penggemar Apple yang mendambakan laptop dengan harga lebih bersahabat.

Laptop ini hadir dalam empat pilihan warna menarik: Citrus, Blush, Indigo, dan Silver. Bagi kamu yang penasaran dengan banderol harganya, berikut rincian lengkap untuk setiap varian penyimpanan.

Untuk varian 256 GB, MacBook Neo dibanderol Rp 10.749.000. Sementara itu, varian 512 GB dijual dengan harga Rp 12.999.000. Dengan rentang harga tersebut, Apple berhasil menghadirkan laptop yang masuk kategori terjangkau di ekosistem mereka. MacBook Neo Terjangkau ini menjadi pilihan baru bagi pelajar dan pekerja kreatif.

Selain harga kompetitif, Apple juga menyuguhkan berbagai program menarik bagi konsumen. Pelanggan bisa memanfaatkan cicilan kartu kredit hingga program true zero yang mencakup Rp 0 biaya admin, 0% bunga, dan Rp 0 DP bagi pengguna paylater. Berikut promo lengkap yang bisa didapatkan saat membeli MacBook Neo di Digimap:

  • Bebas cicilan hingga 2x dengan kartu kredit bank pilihan
  • Bebas cicilan 1x True Zero (0% bunga, 0 biaya admin, dan 0 DP) dengan paylater pilihan
  • Merchandise eksklusif Digimap x Muklay
  • Gratis Extra proteksi hingga 24 bulan
  • Bundling accessories hingga Rp 4.000.000
  • MAP Gift Voucher Rp 200.000

Spesifikasi MacBook Neo

Dari segi layar, MacBook Neo mengusung panel LCD IPS Liquid Retina berukuran 13 inci. Resolusinya mencapai 2.408 x 1.506 piksel dengan kecepatan refresh 60 Hz serta rasio aspek 3:2. Meski tidak menggunakan teknologi ProMotion, kualitas visual yang dihasilkan tetap tajam dan memadai untuk penggunaan sehari-hari.

Apple menyematkan Keyboard Magic tanpa lampu latar pada laptop ini. Fitur Touch ID sayangnya hanya tersedia untuk varian penyimpanan 512 GB. Neo juga memiliki trackpad multi-sentuh, namun tidak mendukung umpan balik haptik Force Touch seperti yang ditemukan di lini MacBook Pro.

Dengan bobot hanya 1,23 kg, laptop ini sangat ringan dan mudah dibawa bepergian. Speaker di bagian samping mendukung audio spasial serta Dolby Atmos, memberikan pengalaman menonton film dan mendengarkan musik yang imersif. Selain itu, terdapat susunan mikrofon ganda dengan beamforming terarah untuk kualitas panggilan yang lebih jernih.

Untuk urusan performa, Apple membenamkan chipset A18 Pro di dalam MacBook Neo. Chip yang sama ini sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro dan Pro Max yang dirilis pada 2024 lalu. Apple mengklaim kecepatan 50% dalam browsing, serta 3x lebih cepat menjalankan beban kerja AI di perangkat dibandingkan laptop Windows dengan Intel Core Ultra 5.

Dari segi konektivitas, MacBook Neo dilengkapi dengan 2 port USB-C. Satu port mendukung kecepatan USB 3 dan kemampuan DisplayPort, sementara port kedua adalah USB 2. Terdapat pula jack headphone 3,5 mm untuk pengguna yang masih setia dengan kabel.

Selama periode peluncuran, pelanggan juga bisa mendapatkan penawaran eksklusif dari iBox, termasuk harga mulai dari Rp 9,9 juta dengan bebas cicilan hingga 2 bulan dan perlindungan Mac hingga 12 bulan. Ini menjadi kesempatan menarik bagi yang ingin beralih ke ekosistem Apple dengan budget terbatas.

Kehadiran MacBook Neo jelas mengubah peta persaingan di pasar laptop entry-level. Dengan harga yang mulai dari Rp 10 jutaan, laptop ini menjadi pesaing serius bagi produk-produk lain di kelasnya. Harga Rp 10 Jutaan ini menawarkan nilai lebih berkat ekosistem Apple yang solid.

Bagi kamu yang penasaran dengan lini MacBook lain, MacBook Pro 2023 dengan chip M3 masih menjadi pilihan bagi pengguna profesional yang membutuhkan performa lebih tinggi.

Dengan spesifikasi yang solid, harga terjangkau, dan dukungan ekosistem Apple yang matang, MacBook Neo berpotensi menjadi primadona baru di pasar laptop Indonesia.

Apalagi dengan berbagai promo cicilan yang memudahkan konsumen, laptop ini siap menyasar segmen pelajar, pekerja kreatif, dan pengguna kasual yang selama ini terhalang harga MacBook yang relatif mahal. (Icha)

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

0

Telko.id – Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata memiliki intensitas fisik yang setara dengan latihan High Intensity Interval Training (HIIT).

Mulai dari menggendong anak naik tangga, mengejar balita saat waktu makan, hingga membereskan rumah, semua aktivitas ini memberikan tekanan fisik dan mental yang signifikan setiap hari. Garmin, melalui kampanye terbaru bertajuk Women of Endurance, mengangkat realita ini untuk menyadarkan banyak pihak akan fenomena kelelahan yang tak kasat mata atau invisible fatigue.

Kampanye ini menggambarkan bagaimana rutinitas perempuan modern dapat dianalogikan sebagai “latihan tanpa garis finis.” Aktivitas seperti menggendong anak sambil membawa tas belanjaan dapat meningkatkan detak jantung hingga setara sesi HIIT.

Sementara itu, mobilitas dan multitasking sepanjang hari menyerupai tantangan obstacle race jarak jauh.

“Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Fenomena ini sering disebut sebagai invisible fatigue, yaitu akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sulit diukur. Garmin melihat banyak perempuan terbiasa terus bergerak dan menunda istirahat, bahkan ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan.

Padahal, fragmented sleep, tingkat stres tinggi, dan kurangnya recovery dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Melalui kampanye ini, Garmin berkolaborasi dengan ilustrator perempuan Chouyi untuk menghadirkan visual emosional tentang ketahanan perempuan dalam keseharian mereka.

Wearable Garmin Bantu Deteksi Invisible Fatigue

Untuk membantu perempuan memahami fenomena ini, Garmin merekomendasikan pemanfaatan data dari wearable mereka. Beberapa fitur utama yang dapat digunakan antara lain: Kenali Fragmented Sleep, di mana fitur Garmin Sleep Coach yang didukung Firstbeat Analytics membantu mengidentifikasi periode istirahat dengan kualitas rendah.

Pantau Tren Tingkat Stres, di mana latihan pernapasan terpandu dapat membantu tubuh kembali rileks. Lacak Recovery dan Imunitas Tubuh, dengan memantau HRV yang sering berubah selama siklus menstruasi atau saat kurang istirahat.

Selain itu, fitur Lifestyle Logging membantu memantau dampak kafein, alkohol, atau makanan tinggi gula terhadap metrik kesehatan. Terakhir, Terapkan Active Rest, di mana istirahat yang dilakukan secara sadar dan terencana merupakan bagian penting menjaga performa tubuh.

“Recovery bukan hanya tentang tidur, tetapi bagian penting dari menjaga performa tubuh dalam menjalani berbagai peran setiap hari,” tambah Desideriani.

Bagi kamu yang penasaran dengan teknologi terbaru Garmin, kamu bisa menyimak ulasan tentang Fitur Terbaru dari seri Garmin fēnix 8 yang hadir dengan fitur ECG App.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kampanye sebelumnya yang mengajak pekerja kantoran untuk lebih aktif, seperti yang dibahas dalam artikel #BeMoreBeHealthier.

Pendekatan Holistik untuk Kesehatan Perempuan

Garmin tidak hanya fokus pada data fisik, tetapi juga pada keseimbangan hidup. Kampanye ini mengingatkan bahwa perempuan sering kali fokus menjaga orang lain, tetapi lupa mendengarkan kebutuhan tubuh mereka sendiri.

Dengan data kesehatan yang lebih mudah dipahami, Garmin ingin membantu perempuan mengambil waktu recovery yang lebih tepat. Hal ini juga relevan dengan tren terbaru di industri wearable, seperti pengembangan fitur Energy Score untuk Galaxy Watch7 dari Samsung yang juga fokus pada pemantauan energi harian.

Melalui kampanye Women of Endurance, Garmin mengajak lebih banyak perempuan untuk melihat kesehatan dan pemulihan sebagai bagian penting dari keseharian. Sama seperti seorang atlet menjaga performanya dalam jangka panjang, perempuan juga perlu menjaga kesejahteraan diri sendiri.

“Karena kami percaya, untuk dapat hadir sepenuhnya bagi keluarga dan lingkungan sekitar, langkah pertama yang paling esensial adalah menjaga kesejahteraan diri sendiri,” tutup Desideriani.

Kampanye ini juga mengingatkan pentingnya study-life balance, yang menerapkan keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi.

Dengan memadukan teknologi wearable, data kesehatan, dan storytelling yang emosional, Garmin berharap kampanye ini dapat membantu perempuan lebih memahami tubuh mereka sekaligus menghargai ketahanan luar biasa yang mereka jalani setiap hari. (Icha)

Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan Ketahanan

Telko.id – Samsung resmi meluncurkan Galaxy A37 5G sebagai penerus Galaxy A36 5G di segmen midrange. Smartphone anyar ini membawa sejumlah peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: kamera, performa chipset, dan ketahanan bodi.

Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 menjadi topik hangat bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade.

Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyatakan bahwa Galaxy A37 5G tidak hanya menawarkan spesifikasi lebih tinggi, tetapi juga pengalaman optimal.

“Mulai dari performa Exynos 1480 yang lebih responsif untuk multitasking hingga AI, juga peningkatan durabilitas IP68 yang lebih maksimal,” ujarnya.

Lantas, apa saja perbedaan utama antara kedua ponsel ini? Berikut ulasan lengkapnya untuk membantu Anda menentukan pilihan.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan KetahananHasil video pada Galaxy A37 5G membuat area membuat objek pohon dan kupu-kupu lebih terang, lebih detail, dan jelas. Sorotan cahaya lampu memiliki warna kontras yang lebih seimbang dan lebih natural.

Kamera: Sama-Sama 50MP, Hasil Galaxy A37 Lebih Tajam

Baik Galaxy A37 5G maupun Galaxy A36 5G dibekali konfigurasi triple camera 50MP (utama) + 8MP (ultra-wide) + 5MP (macro). Namun, perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 di sektor kamera menunjukkan peningkatan pada Image Signal Processor (ISP) dan dukungan HDR Video di model terbaru.

Galaxy A37 5G juga memiliki ukuran pixel sensor 1 mikrometer, lebih besar dibandingkan 0,8 mikrometer di Galaxy A36 5G. Hasilnya, foto dan video di kondisi low-light lebih terang, tajam, dan minim noise.

Fitur Nightography pun bekerja lebih optimal untuk konten malam hari seperti konser atau nongkrong di kafe remang-remang.

Hasil foto olahraga malam dengan Galaxy A37 5G makin terang terlihat pada sorotan lampu di area lapangan dan rumput tampak lebih terang, hidup dan tajam

Untuk pengguna yang sering mengabadikan momen di malam hari, peningkatan ini terasa signifikan. Warna yang dihasilkan lebih hidup dan detail, membuat pengguna lebih percaya diri saat membuat konten di berbagai situasi.

Performa: Exynos 1480 Lebih Responsif

Salah satu poin krusial dalam perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 adalah sektor dapur pacu. Galaxy A36 5G masih menggunakan Snapdragon 6 Gen 3, sementara Galaxy A37 5G ditenagai Exynos 1480.

Chipset anyar ini menawarkan peningkatan performa hingga 167% pada NPU, 14% pada CPU, dan 24% pada GPU.

Dalam aktivitas harian, perbedaan ini membuat Galaxy A37 5G terasa lebih responsif saat multitasking, scrolling media sosial, editing konten, hingga gaming.

Performa AI juga lebih mulus berkat NPU yang lebih bertenaga. Fitur Circle to Search 3.0 dengan Find the Look hanya tersedia di Galaxy A37 5G, memudahkan pengguna mencari inspirasi fashion secara instan.

Circle to Search 3.0 Find the Look tersedia di Galaxy A37 5G dan tidak hadir di Galaxy A36 5G

Ada pula fitur Voice Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks secara offline. Galaxy A37 5G sudah menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5, memberikan opsi kustomisasi quick panel yang lebih leluasa dibandingkan pendahulunya yang masih menggunakan Android 15 dan One UI 7.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan KetahananOpsi kustomisasi yang lebih banyak pada Quick Panel Galaxy A37 5G memberikan kontrol yang lebih bebas bagi pengguna dalam mengatur perangkatnya

Jika Anda mencari HP AI untuk Multitasking, lini Galaxy A series terbaru menawarkan pengalaman yang lebih baik.

Durabilitas: IP68 Lebih Maksimal

Perbedaan lain yang cukup signifikan dalam perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 ada pada sertifikasi ketahanan. Galaxy A37 5G mengantongi sertifikasi IP68, naik satu level dari IP67 yang dimiliki Galaxy A36 5G.

Content image for article: Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36: Kamera, Performa, dan Ketahanan

Galaxy A37 5G memiliki sertifikasi IP68 memberikan perlindungan lebih maksimal ketika pengguna beraktivitas outdoor

Dengan IP68, Galaxy A37 5G mampu bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit, serta perlindungan lebih baik terhadap debu dan pasir. Ini membuatnya lebih andal untuk aktivitas outdoor, traveling, atau penggunaan di lingkungan berdebu.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, peningkatan durabilitas ini menjadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan saat memutuskan upgrade.

Harga dan Ketersediaan

Galaxy A37 5G tersedia dalam empat pilihan warna: Awesome Lavender, Awesome Charcoal, Awesome Gray Green, dan Awesome White. Varian 8/128GB dibanderol Rp6.599.000, sementara 8/256GB seharga Rp7.299.000.

Jika Anda tertarik dengan pilihan lain di segmen ini, simak rekomendasi HP Samsung Terbaru untuk referensi lebih lengkap.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Cocok?

Perbandingan Samsung Galaxy A37 vs A36 menunjukkan bahwa Galaxy A37 5G unggul di hampir semua aspek: kamera lebih tajam di low-light, performa lebih responsif berkat Exynos 1480, dan ketahanan IP68 yang lebih maksimal. Untuk pengguna yang menginginkan pengalaman lebih optimal, Galaxy A37 5G menjadi pilihan tepat.

Sementara itu, Galaxy A36 5G masih menjadi opsi bagi mereka yang budget-nya lebih terbatas namun tetap menginginkan perangkat midrange yang mumpuni. Keputusan akhir tergantung pada prioritas dan anggaran masing-masing.

Bagi yang penasaran dengan teknologi kamera terbaru, Anda juga bisa membaca tentang Sensor Kamera Baru Samsung yang akan digunakan di perangkat lain. (Icha)

Konten AI Kini Bisa Ditandai, ChatGPT dan Nvidia Ikut Pakai

Telko.id – Persaingan industri AI memasuki fase baru setelah OpenAI dan Nvidia resmi mengadopsi teknologi watermark AI milik Google bernama SynthID.

Melansir dari SindoNews, langkah ini dilakukan untuk membantu pengguna membedakan konten asli dengan konten yang dihasilkan kecerdasan buatan, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran gambar, video, dan audio AI yang semakin sulit dikenali.

Penggunaan SynthID yang diperluas, yang diperkenalkan sejak tahun 2023, akan memungkinkan sistem AI Google termasuk Gemini untuk lebih mudah mendeteksi konten gambar, video, dan audio generatif yang dihasilkan AI.

Fitur deteksi dapat diakses oleh pengguna melalui aplikasi Gemini, fungsi Circle to Search, dan integrasi di browser web Google Chrome.

Melalui kerja sama ini, OpenAI akan mulai menerapkan SynthID pada gambar yang dihasilkan lewat ChatGPT dan API mereka, sementara NVIDIA mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam model AI Cosmos miliknya.

Baca Juga:

Selain OpenAI dan Nvidia, beberapa perusahaan lain seperti ElevenLabs dan Kakao juga ikut mendukung penggunaan SynthID sebagai standar identifikasi konten AI lintas platform.

Google juga memperluas kemampuan verifikasi AI melalui dukungan standar C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity).

Teknologi ini bekerja dengan metadata dan tanda kriptografi untuk menunjukkan asal-usul sebuah konten digital, termasuk apakah konten tersebut pernah dimodifikasi AI.

Fitur verifikasi ini mulai tersedia di aplikasi Gemini dan nantinya akan diperluas ke Google Search serta browser Chrome.

Selain software, Google turut membawa dukungan C2PA ke perangkat keras.

Seri smartphone Pixel terbaru disebut akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mendukung standar tersebut secara native, termasuk kemampuan menambahkan informasi metadata AI langsung pada foto dan video yang direkam pengguna.Dalam pengembangan perangkat keras, seri ponsel pintar Pixel 10 akan menjadi salah satu perangkat pertama yang mendukung standar C2PA secara native.

Google juga berencana untuk memperbarui perangkat Pixel 8 dan Pixel 9 dalam waktu dekat sehingga informasi metadata C2PA dapat secara otomatis disertakan dalam konten video yang direkam.

Kolaborasi lintas perusahaan ini menunjukkan bahwa industri AI mulai bergerak menuju sistem verifikasi bersama untuk menghadapi era konten sintetis.

Seiring kualitas AI generatif yang semakin realistis, keberadaan watermark dan sistem identifikasi seperti SynthID dipandang penting untuk membantu menjaga kepercayaan pengguna terhadap konten digital di internet.

AMD Hidupkan Lagi Ryzen 7 5800X3D untuk Gamer Hemat

Telko.id – AMD dikabarkan kembali menghadirkan prosesor gaming legendaris mereka, Ryzen 7 5800X3D, sebagai opsi menarik untuk pengguna PC gaming low budget.

Kabar perilisan ulang ini pertama kali mencuat lewat sejumlah bocoran slide presentasi di internet, mengutip dari Arstecnica.

Langkah ini cukup mengejutkan karena prosesor tersebut sebenarnya sudah dirilis beberapa tahun lalu, namun hingga kini masih dianggap sebagai salah satu CPU gaming terbaik untuk platform AM4.

Berdasarkan bocoran yang ada, prosesor edisi perayaan ini diyakini tidak akan membawa modifikasi teknis apa pun dari versi aslinya.

Prosesor AMD tersebut akan tetap mengusung 8 core, 16 thread, boost clock hingga 4,5 GHz, dan TDP 105W.

Daya tarik utamanya tetap terletak pada teknologi 3D V-Cache yang membawa kapasitas cache sebesar 100 MB.
Fitur inilah yang membuat Ryzen 7 5800X3D dinilai masih sangat relevan untuk memainkan game-game modern saat ini, bahkan mampu bersaing ketat dengan prosesor yang jauh lebih baru.

Baca Juga:

Kehadiran ulang prosesor ini dianggap sebagai kabar baik bagi pengguna yang masih memakai motherboard AM4 dan RAM DDR4.

Dengan menggunakan Ryzen 7 5800X3D, pengguna tidak perlu melakukan upgrade besar-besaran ke platform baru seperti AM5 yang membutuhkan motherboard dan memori generasi terbaru dengan biaya lebih mahal.

Karena itu, prosesor ini dinilai cocok untuk gamer yang ingin meningkatkan performa PC tanpa harus merakit sistem baru dari nol.

Keputusan AMD untuk menghidupkan kembali “monster” gaming dari masa lalu ini dinilai sebagai respons langsung terhadap kondisi pasar saat ini.

Strategi AMD ini juga menunjukkan bahwa pasar PC gaming murah masih memiliki permintaan tinggi.

Di tengah harga komponen komputer yang terus naik, banyak pengguna mulai mencari kombinasi hardware lama dengan performa tinggi agar tetap bisa memainkan game modern secara nyaman tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar.

Dengan kembalinya pasokan chip ini, pengguna bisa menikmati performa frame rate (FPS) secara maksimal sembari tetap mempertahankan motherboard AM4 dan memori DDR4 lama mereka.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak AMD mengenai detail ketersediaan dan distribusi globalnya, bocoran soal harga sudah mulai terendus publik.

Berdasarkan temuan terbaru di sebuah situs ritel India, Ryzen 7 5800X3D edisi perayaan 10 tahun ini diyakini akan dibanderol di kisaran harga 310 dollar AS (sekitar Rp 5,3 juta).

Angka tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga peluncuran awal sang prosesor beberapa tahun silam yang sempat menyentuh 449 dollar AS.

Kehadiran ulang CPU ini memberikan alternatif menarik di tengah tren hardware baru yang semakin mahal. Dengan performa gaming yang masih kuat dan kompatibilitas luas dengan komponen lama, Ryzen 7 5800X3D berpotensi kembali menjadi pilihan favorit bagi perakit PC hemat.

AMATI Resmi Deklarasi, Tegaskan Media Jadi Mitra Strategis Korporasi di Era AI

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi dideklarasikan di Jakarta, Kamis (22/5/2026). Bersamaan dengan deklarasi, AMATI menggelar diskusi panel strategis bertajuk “Managing Communication in the AI Era: Strengthening Media’s Role as a Strategic Partners for Brand/Corporate”.

Acara ini mempertemukan praktisi Public Relations (PR), pimpinan redaksi, dan perwakilan merek teknologi untuk membahas perubahan lanskap komunikasi akibat kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital.

Diskusi yang didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung ini menyoroti peran krusial media arus utama di tengah gempuran AI. Temuan riset AMATI menjadi salah satu sorotan utama. Riset tersebut mengungkapkan bahwa audiens kini lebih sering bertanya langsung ke AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset ini membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri; setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pemimpin Redaksi Telset, dalam presentasinya.

Riset Ungkap Dominasi Narasi di Media Massa

Salah satu temuan paling menarik dari riset AMATI adalah studi kasus tentang narasi kecerdasan buatan di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dari dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar—Claude, Gemini, dan ChatGPT—secara serempak memberikan jawaban yang sama: merekomendasikan produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Temuan ini menegaskan bahwa media massa memiliki peran vital dalam membentuk persepsi publik, termasuk persepsi yang diadopsi oleh mesin AI. Hal ini menjadi peluang emas bagi brand untuk membangun reputasi jangka panjang melalui pemberitaan yang kredibel.

Era Konvergensi dan Kerancuan Definisi KOL

Mengawali diskusi, Bambang Moegono, Founding Board Member Strategic Asia Marketing Alliance Indonesia (SAMA), menyoroti paparan riset AMATI mengenai ledakan data dan pergeseran pola komunikasi. Bambang menyebut masa ini sebagai “era konvergensi”, di mana ancaman terhadap reputasi brand bisa datang dari mana saja, bahkan dari perilaku staf internal perusahaan yang kemudian diamplifikasi oleh publik di media sosial.

Bambang juga memberikan kritik tajam mengenai kerancuan industri dalam memahami konsep Key Opinion Leader (KOL).

“Sekarang banyak sekali yang didefinisikan sebagai KOL tapi dia hanya punya kekuatan untuk buzzing, jadi rancu ya antara KOL dengan buzzer sebenarnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan kembali esensi dasar KOL: “Yang KOL adalah satu entah itu person entah itu lembaga tapi expert dan menguasai bidangnya yang mampu menghadirkan pesan yang kredibel, bereputasi dan didasari oleh expertise,” jelasnya.

Krisis Korporasi: Media sebagai Pembangun Reputasi

Berbicara mengenai manajemen krisis, Uday Rayana, Pemimpin Redaksi Selular sekaligus moderator diskusi, mengingatkan kembali beberapa studi kasus krisis besar yang pernah menimpa korporasi.

Ia menegaskan bahwa pada titik krisis yang mengancam keberlangsungan bisnis, perusahaan tidak bisa menyandarkan nasibnya pada influencer, melainkan harus kembali kepada media.

“Reputasi itu kan jujur saja kalau kami sebagai media masih melihat reputasi itu di-build oleh media bukan oleh influencer faktanya,” ungkap Uday.

Ia menjelaskan bahwa peran influencer lebih condong pada dorongan konversi penjualan sesaat atau product oriented, sementara fondasi kepercayaan publik hanya bisa dibentuk melalui validasi jurnalistik di media.

Pandangan ini diamini oleh Bambang. Ia menekankan bahwa dalam situasi krisis, media massa tidak menerima bayaran untuk memutarbalikkan fakta, sehingga posisinya sangat kuat untuk membangun trust di mata publik.

“Media tetap menjadi satu aktor utama, satu aktor terpenting dalam situasi apapun termasuk dalam crisis sebagai partner dari teman-teman komunikasi sebagai partner validasi,” kata Bambang.

Lebih jauh, ia menambahkan, “Publik akan melihat bahwa apa yang disampaikan oleh media adalah informasi yang memang terpercaya. Berbeda dengan akun-akun yang memang paid itu ya ibaratnya memang diposisikan sebagai buzzer.”

AI Mensintesis Berita: Peluang Emas bagi Media

Terkait ancaman AI, para panelis sepakat bahwa sintesis berita oleh AI bukanlah akhir dari media massa, melainkan peluang baru.

AI dinilai tidak akan gegabah mengambil referensi dari akun-akun media sosial yang tidak kredibel karena hal itu akan menghancurkan reputasi mesin AI itu sendiri. Oleh karena itu, AI akan selalu bergantung pada karya jurnalistik media terpercaya.

Diskusi juga berlangsung interaktif dengan para hadirin yang juga pelaku industri mengemukakan pendapatnya. Kesamaan persepsi yang muncul adalah bahwa media konvensional saat ini memegang peran ganda yang krusial bagi sebuah brand.

Di satu sisi, media menjadi penyuplai kebenaran bagi mesin AI masa kini dan masa depan. Di sisi lain, media tetap menjadi benteng pertahanan dan mitra validasi yang paling diandalkan saat perusahaan menghadapi potensi krisis dari kebisingan media sosial.

Menutup diskusi, Bambang memberikan pandangan optimis kepada rekan-rekan media yang tergabung dalam AMATI untuk tidak gamang dan terus berinovasi memanfaatkan AI sebagai alat pembaca profil audiens.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

“Era AI saya rasa tidak akan membunuh media kalau bisa mengoptimalkan secara optimal. Justru di era inilah teman-teman media bisa mencari solusi agar kembali lagi memegang hegemoni pendistribusian media kepada publik,” pungkasnya.

Deklarasi AMATI: Empat Komitmen Utama

Bersamaan dengan acara diskusi, AMATI menggelar acara deklarasi pendirian asosiasi. Didirikan untuk merespon perkembangan terkini seperti era transformasi digital dengan perkembangan AI yang masif serta dinamika media sosial, AMATI berkomitmen menjadi kompas strategis di tengah banjir informasi.

Pendirian AMATI bertumpu pada empat komitmen utama untuk mengamankan masa depan jurnalisme teknologi di Indonesia. Pertama, menjadi pilar kredibilitas dengan menjaga integritas jurnalistik di atas kepentingan algoritma. Kedua, menjamin keamanan merek (brand safety) dengan menyediakan ekosistem media yang sehat bagi mitra strategis.

Ketiga, adaptasi teknologi yang etis dengan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan kualitas intelektual. Keempat, membangun ekosistem digital nasional dengan menjadi mitra strategis pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

Acara diskusi ini menjadi tonggak baru dalam industri. AMATI sendiri akan secara rutin menggelar diskusi strategis yang relevan dengan kondisi terkini.

Bagi korporasi yang ingin membangun reputasi berkelanjutan, bermitra dengan media profesional menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan, terutama di era di mana setiap konten hari ini bisa menjadi jawaban AI di masa depan.

Riset AMATI : Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Telko.id – Asosiasi Media Teknologi Indonesia (AMATI) resmi merilis riset komprehensif yang mengungkap peran krusial media di era Kecerdasan Buatan (AI).

Riset yang dirilis bertepatan dengan deklarasi pendirian AMATI pada 20 Mei 2026 ini menegaskan bahwa AI tidak mematikan peran media, melainkan menjadikannya infrastruktur pembentuk realitas yang direproduksi hingga jutaan kali.

Temuan utama riset ini menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam lanskap kehumasan. Praktik Media Monitoring tradisional dinilai sudah tidak lagi mencukupi.

Pasalnya, sistem Media Intelligence modern kini mampu membedah satu artikel berita menjadi 24 titik data intelijen yang terbagi dalam tiga lapisan utama: Analisis Utama, Deteksi Krisis, dan Intelijen Kompetitif.

Riset AMATI didasarkan pada pengolahan data nyata. Melalui pemrosesan AI, tim peneliti menganalisis 1.503 artikel dari 15 media massa selama periode 30 hari. Artikel-artikel tersebut menyoroti 12 merek teknologi terkemuka di Indonesia.

Dari ribuan artikel yang diproses, dihasilkan lebih dari 36.072 titik data yang siap diagregasi, dibandingkan, dan ditindaklanjuti oleh pemilik merek.

“Liputan media hari ini akan menjadi jawaban AI di hari esok, dan pada akhirnya akan menjadi fondasi kepercayaan publik di lusa hari,” kata Hamzah, Pimpinan  Redaksi Telset dalam presentasi di acara diskusi dan deklarasi AMATI di Jakarta.

Salah satu temuan paling krusial dari riset ini adalah perubahan perilaku audiens yang kini lebih sering bertanya langsung kepada AI dibandingkan membaca artikel.

Namun, riset membuktikan bahwa AI tidak memiliki opini sendiri. Setiap jawaban AI bersumber dari jurnalisme yang ditulis dan diterbitkan oleh media.

Studi kasus konkret dalam riset ini membedah narasi ‘Kecerdasan Buatan’ di ranah ponsel pintar. Riset menemukan bahwa merek Samsung secara dominan menguasai 64% narasi terkait AI di media massa Indonesia.

Akibat dominasi pemberitaan ini, narasi tersebut mengendap ke dalam model AI. Hasilnya, saat ditanya mengenai “HP dengan fitur AI terbaik”, tiga platform AI terbesar (Claude, Gemini, dan ChatGPT) secara serempak memberikan rekomendasi produk Samsung seperti Galaxy S24 Ultra.

Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh liputan media terhadap output AI. Untuk memahami lebih dalam tentang strategi Samsung dalam mengadopsi AI, Anda bisa membaca artikel kami tentang Samsung Unpacked 2026 yang memamerkan Galaxy AI terbaru.

Merespons temuan ini, AMATI memperingatkan para praktisi komunikasi agar segera meninggalkan metrik Share of Voice (SOV). Metrik volume tersebut terbukti gagal mengukur kualitas dan pengaruh narasi.

Tools monitoring konvensional saat ini bekerja secara pasif, hanya merekam apa yang sudah terjadi dan menyerahkan laporan yang terlambat hingga 30 hari.

Sebagai gantinya, riset AMATI merekomendasikan penggunaan lima lapisan intelijen yang tidak dapat dijawab oleh SOV tradisional. Pertama, Narrative Health untuk mengetahui framing narasi mana yang memenangkan simpati publik.

Kedua, Belief Mapping untuk memetakan apa yang dipercaya publik berdasarkan pola berulang dari ratusan artikel. Ketiga, Predictive Signal untuk mendeteksi sinyal mikro pergeseran framing secara dini. Keempat, AI Presence untuk mengukur narasi yang dibangun AI tentang suatu merek. Kelima, Decision Intelligence yang menyajikan rekomendasi strategis siap eksekusi secara real-time.

Peluncuran riset dan deklarasi AMATI ini sejalan dengan agenda panel diskusi “Managing Corporate Reputation: Effective Communication and Public Engagement Strategies to Counter Disinformation” yang digelar pada 20 Mei 2026. Acara ini didukung oleh Telkom Indonesia, Advo, dan Samsung.

AMATI merupakan asosiasi baru yang didirikan oleh pimpinan enam media teknologi utama: Technologue, TeknoBuzz, Telset, Telko ID, Selular, dan Hybrid.co.id. Asosiasi ini berkomitmen menjadi kompas strategis yang menjamin kredibilitas informasi, keamanan merek, serta adaptasi teknologi yang etis di tengah gempuran kebisingan digital.

Content image for article: AMATI Rilis Riset Media di Era AI, Buktikan Liputan Berita Hari Ini Jadi Jawaban AI Esok Hari

Bagi korporasi, riset ini memberikan pesan yang jelas. Di lanskap media yang bergerak secepat AI, Media Intelligence bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat utama untuk bertahan hidup. Praktisi komunikasi dituntut untuk mengubah peran mereka menjadi “pengelola makna” yang mampu mengelola narasi secara cerdas dan adaptif.

Perubahan ini juga memengaruhi strategi komunikasi merek. Pemilik merek tidak bisa lagi mengandalkan kliping berita tradisional. Mereka perlu beralih ke sistem intelijen yang mampu memonitor bagaimana narasi mereka terbentuk, bagaimana publik memercayainya, dan bagaimana AI mereproduksinya.

Implikasinya, perusahaan harus berinvestasi pada teknologi dan sumber daya manusia yang mampu mengelola data intelijen ini. Ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan soal kelangsungan reputasi merek di era di mana opini publik dibentuk oleh algoritma. (Icha)

Xiaomi Luncurkan REDMI Watch 6, Targetkan Gen Z Aktif

Telko.id – Xiaomi Indonesia resmi meluncurkan REDMI Watch 6 pada 21 Mei 2026, sebuah smartwatch yang dirancang khusus untuk mendukung gaya hidup aktif dan seimbang generasi muda.

Perangkat ini akan tersedia mulai 25 Mei 2026 dengan mengusung semangat “Big Views, Big Moves”.

Layar besar menjadi andalan utama untuk memudahkan pengguna memantau progres olahraga dan kondisi tubuh di tengah aktivitas harian yang dinamis.

“Olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun di saat yang sama, mereka juga ingin tetap menjaga balance antara aktivitas, kesehatan, dan keseharian mereka. Karena itu, kami menghadirkan REDMI Watch 6, smartwatch yang mudah digunakan, insightful, dan dibekali baterai tahan lama untuk menemani pengguna tetap #AlwaysReady dalam berbagai aktivitas. REDMI Watch 6 juga hadir dengan desain stylish yang cocok digunakan di berbagai occasion,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Sekilas, REDMI Watch 6 langsung mencuri perhatian berkat AMOLED Display 2,07 inci dengan bezel super tipis hanya 2 mm. Layar besar dan jernih ini memberikan kesan premium sekaligus menjadi statement item bagi anak muda yang ingin tampil sporty.

Dengan refresh rate 60 Hz dan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits, pengguna bisa melihat notifikasi, mengecek progres olahraga, dan memeriksa heart rate dengan nyaman, bahkan saat di luar ruangan.

Kenyamanan visual ini dilengkapi kemudahan akses fitur melalui tombol fisik baru. Cukup tekan sekali untuk membuka control center, tekan dan tahan lama untuk masuk menu restart, atau tekan tiga kali untuk menghubungi kontak darurat. Desain ini memastikan pengguna tetap terhubung dan aman dalam berbagai situasi.

REDMI Watch 6 juga serba bisa untuk menjaga kebugaran. Tersedia lebih dari 150 pilihan aktivitas fisik, didukung dual L1 antenna, chip GNSS, dan ketahanan air hingga 5 ATM (kedalaman 50 meter). Smartwatch ini memungkinkan pencatatan akurat untuk setiap aktivitas olahraga.

Pengguna bisa memantau jumlah kalori terbakar dan detak jantung secara lebih presisi berkat peningkatan teknologi sensor PPG.

Agar progres olahraga maksimal, REDMI Watch 6 memandu pengguna untuk tidak berolahraga terlalu keras dan beristirahat optimal. Fitur all-day heart rate monitoring dan all-day blood oxygen monitoring membantu pengguna berolahraga sesuai kemampuan demi mengurangi risiko cedera. All-day sleep monitoring juga membantu kualitas tidur yang lebih baik untuk recovery maksimal.

Selain fungsional, REDMI Watch 6 tetap stylish dengan bodi super ramping hanya 9,9 mm. Frame aluminium alloy yang sleek dan pilihan warna trendy menjadikannya fashion item pelengkap outfit. Baterai tahan hingga 24 hari mendukung mobilitas pengguna dari satu event lari ke event berikutnya.

REDMI Pad 2 9.7″ Siap Hadir di Indonesia

Selain REDMI Watch 6, Xiaomi juga memperkaya ekosistem REDMI dengan tablet compact terbaru, REDMI Pad 2 9.7 inci. Tablet ini mengusung konsep “Simply Smart, Simply Fun” untuk merespons penggunaan tablet yang semakin berkembang di kalangan Gen Z, baik untuk belajar, bekerja, atau berkreasi.

Dengan layar 9,7 inci yang compact namun lega, tablet ini nyaman untuk membaca e-book atau menonton konten favorit.

Chipset mumpuni membuatnya ideal untuk mengedit foto dan video, mengerjakan desain visual, atau membuat dokumen. REDMI Pad 2 9.7″ akan dirilis di Indonesia pada 2 Juni 2026.

Ekosistem produk REDMI yang semakin kaya ini siap mendukung anak muda agar Always Ready untuk produktif, aktif, dan terhubung kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut tentang tren gadget terkini, simak artikel kami tentang Tren Gadget dan Ekonomi Digital 2026.

REDMI Watch 6 tersedia dalam tiga varian warna: Silver Gray, Obsidian Black, dan Glacier Blue. Informasi harga resmi belum diumumkan, namun diperkirakan kompetitif di segmen smartwatch entry-level.

Peluncuran REDMI Watch 6 ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk menghadirkan perangkat wearable yang tidak hanya fungsional tetapi juga stylish. Dengan fitur lengkap dan baterai tahan lama, smartwatch ini menjadi pilihan tepat bagi Gen Z yang ingin tetap aktif dan balanced. (Icha)