Telko.id – Apple resmi meluncurkan MacBook Neo di Indonesia hari ini, Jumat (22/5/2026). Laptop anyar ini langsung tersedia di 93 gerai retail Digimap di seluruh Indonesia, baik secara offline maupun online melalui website Digimap dan toko resmi mereka di Shopee.
Kehadiran MacBook Neo menjadi angin segar bagi penggemar Apple yang mendambakan laptop dengan harga lebih bersahabat.
Laptop ini hadir dalam empat pilihan warna menarik: Citrus, Blush, Indigo, dan Silver. Bagi kamu yang penasaran dengan banderol harganya, berikut rincian lengkap untuk setiap varian penyimpanan.
Untuk varian 256 GB, MacBook Neo dibanderol Rp 10.749.000. Sementara itu, varian 512 GB dijual dengan harga Rp 12.999.000. Dengan rentang harga tersebut, Apple berhasil menghadirkan laptop yang masuk kategori terjangkau di ekosistem mereka. MacBook Neo Terjangkau ini menjadi pilihan baru bagi pelajar dan pekerja kreatif.
Selain harga kompetitif, Apple juga menyuguhkan berbagai program menarik bagi konsumen. Pelanggan bisa memanfaatkan cicilan kartu kredit hingga program true zero yang mencakup Rp 0 biaya admin, 0% bunga, dan Rp 0 DP bagi pengguna paylater. Berikut promo lengkap yang bisa didapatkan saat membeli MacBook Neo di Digimap:
- Bebas cicilan hingga 2x dengan kartu kredit bank pilihan
- Bebas cicilan 1x True Zero (0% bunga, 0 biaya admin, dan 0 DP) dengan paylater pilihan
- Merchandise eksklusif Digimap x Muklay
- Gratis Extra proteksi hingga 24 bulan
- Bundling accessories hingga Rp 4.000.000
- MAP Gift Voucher Rp 200.000
Baca Juga:

Spesifikasi MacBook Neo
Dari segi layar, MacBook Neo mengusung panel LCD IPS Liquid Retina berukuran 13 inci. Resolusinya mencapai 2.408 x 1.506 piksel dengan kecepatan refresh 60 Hz serta rasio aspek 3:2. Meski tidak menggunakan teknologi ProMotion, kualitas visual yang dihasilkan tetap tajam dan memadai untuk penggunaan sehari-hari.
Apple menyematkan Keyboard Magic tanpa lampu latar pada laptop ini. Fitur Touch ID sayangnya hanya tersedia untuk varian penyimpanan 512 GB. Neo juga memiliki trackpad multi-sentuh, namun tidak mendukung umpan balik haptik Force Touch seperti yang ditemukan di lini MacBook Pro.
Dengan bobot hanya 1,23 kg, laptop ini sangat ringan dan mudah dibawa bepergian. Speaker di bagian samping mendukung audio spasial serta Dolby Atmos, memberikan pengalaman menonton film dan mendengarkan musik yang imersif. Selain itu, terdapat susunan mikrofon ganda dengan beamforming terarah untuk kualitas panggilan yang lebih jernih.
Untuk urusan performa, Apple membenamkan chipset A18 Pro di dalam MacBook Neo. Chip yang sama ini sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro dan Pro Max yang dirilis pada 2024 lalu. Apple mengklaim kecepatan 50% dalam browsing, serta 3x lebih cepat menjalankan beban kerja AI di perangkat dibandingkan laptop Windows dengan Intel Core Ultra 5.
Dari segi konektivitas, MacBook Neo dilengkapi dengan 2 port USB-C. Satu port mendukung kecepatan USB 3 dan kemampuan DisplayPort, sementara port kedua adalah USB 2. Terdapat pula jack headphone 3,5 mm untuk pengguna yang masih setia dengan kabel.
Selama periode peluncuran, pelanggan juga bisa mendapatkan penawaran eksklusif dari iBox, termasuk harga mulai dari Rp 9,9 juta dengan bebas cicilan hingga 2 bulan dan perlindungan Mac hingga 12 bulan. Ini menjadi kesempatan menarik bagi yang ingin beralih ke ekosistem Apple dengan budget terbatas.
Kehadiran MacBook Neo jelas mengubah peta persaingan di pasar laptop entry-level. Dengan harga yang mulai dari Rp 10 jutaan, laptop ini menjadi pesaing serius bagi produk-produk lain di kelasnya. Harga Rp 10 Jutaan ini menawarkan nilai lebih berkat ekosistem Apple yang solid.
Bagi kamu yang penasaran dengan lini MacBook lain, MacBook Pro 2023 dengan chip M3 masih menjadi pilihan bagi pengguna profesional yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Dengan spesifikasi yang solid, harga terjangkau, dan dukungan ekosistem Apple yang matang, MacBook Neo berpotensi menjadi primadona baru di pasar laptop Indonesia.
Apalagi dengan berbagai promo cicilan yang memudahkan konsumen, laptop ini siap menyasar segmen pelajar, pekerja kreatif, dan pengguna kasual yang selama ini terhalang harga MacBook yang relatif mahal. (Icha)


