Kategori: OTT

  • Rusia Siapkan Aplikasi Pengganti WhatsApp dan Telegram

    Rusia Siapkan Aplikasi Pengganti WhatsApp dan Telegram

    Telko.id – Rusia sudah lama menginginkan kedaulatan digital dengan mempromosikan layanan dalam negeri. Pemerintah Rusia berambisi membuat aplikasi perpesanan sendiri untuk menggantikan WhatsApp dan Telegram.

    Anggota parlemen Rusia sendiri telah menyepakati pengembangan aplikasi pengganti perpesanan ini yang didukung negara dan akan terintegrasi erat dengan layanan pemerintah.

    Menurut Reuters, parlemen Rusia telah menyepakati peluncuran “Vlad’s App” yang kabarnya saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Pemerintah juga tengah mengurus persetujuan dari majelis tinggi parlemen untuk aplikasi pengganti WhatsApp atau Telegram ini.

    Hal ini merupakan bagian dari upaya Rusia untuk mereduksi ketergantungan dengan platform asing seperti WhatsApp dan Telegram, dikutip dari Reuters, Minggu (29/6/2025).

    Baca juga :

    Dorongan mengganti platform mempromosikan teknologi asing jadi lebih mendesak karena beberapa perusahaan barat telah menarik diri dari pasar Rusia setelah mereka melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.

    Wakil kepala komite kebijakan informasi parlemen Rusia, Anton Gorelkin mengatakan “Vlad’s App” ini akan dibekingi pemerintah akan memiliki fungsi yang tersemat pada WhatsApp dan Telegram yakni bisa mengirim pesan dan melakukan panggilan telepon.

    “Keunggulan kompetitif utama platform ini adalah integrasi mendalam dengan layanan pemerintah,”

    Melansir Indianews, beberapa layanan yang diperkirakan akan dapat terintegrasi langsung dengan aplikasi baru tersebut yaitu meliputi akses dokumen resmi, penandatanganan kontrak digital, sistem pembayaran, hingga layanan pendidikan.

    Namun hal ini juga memicu sebuah kontroversi. Para pengkritik pemerintah mengatakan Rusia berupaka meningkatkan kontrol terhadap privasi dan kebebasan berekspresi masyarakatnya melalui aplikasi tersebut.

    Mikhail Klimarev yang merupakan direktur organisasi hak digital masyarakat, Internet Protection Society, mengumbar prediksinya bahwa pemerintah Rusia akan memperlambat kecepatan akses WhatsApp dan Telegram untuk mendorong masyarakat beralih ke aplikasi baru nantinya.

    Menurut Menteri Pembangunan Digital Rusia, Maksud Shadeyev, langkah untuk mengintegrasikan layanan pesan instan ke berbagai layanan digital yang dikelola negara temasuk sebagai prioritas utama pemerintah.

    Pasalnya, Shadeyev menilai bahwa Rusia telah tertinggal dari negara – negara lain yang menurutnya sudah lebih maju dan tanggap dalam mengadopsi infrastruktur layanan digital yang terpusat di satu negara.

    Kabarnya, “Vlad’s App” hanya akan tersedia dan hanya bisa diakses di Rusia saja. Di luar wilayah tersebut, pengguna tidak akan bisa mengakses layanan.

    Kepala Komite Kebijakan Informasi Duma, Sergei Boyarski, “Vlad’s App” dirancang sebagai aplikasi perpesanan instan yang “aman dan multifungsi”. (AGI/Icha)

  • Gojek Luncurkan Program Yuk Libur untuk Sambut Liburan Sekolah 2025

    Gojek Luncurkan Program Yuk Libur untuk Sambut Liburan Sekolah 2025

    Telko.id – Gojek kembali menghadirkan program “Yuk Libur” untuk menyambut musim liburan sekolah 2025. Program ini menawarkan berbagai penawaran spesial dan diskon hingga 60% untuk layanan transportasi, kuliner, hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

    Kampanye ini akan berlangsung mulai 16 Juni hingga 13 Juli 2025. Head of Region User Growth Gojek Erika Agustine mengatakan, “Liburan sekolah adalah momen yang dinanti keluarga. Yuk Libur hadir untuk mempermudah masyarakat menikmati waktu berkualitas bersama orang terdekat.”

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan minat liburan domestik, dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Desember 2024 mencapai 101,08 juta – naik 11,6% dari tahun sebelumnya.

    Empat Ide Aktivitas Liburan

    Program Yuk Libur menyediakan empat kategori aktivitas liburan:

    Content image for article: Gojek Luncurkan Program Yuk Libur untuk Sambut Liburan Sekolah 2025
    1. Pergi Berlibur: Diskon hingga Rp450 ribu untuk GoCar ke/dari bandara dengan kode GOBANDARA
    2. Jelajah Kota: Rekomendasi destinasi di 9 kota besar dengan diskon Rp70 ribu (kode YUKLIBUR)
    3. Wisata Kuliner: Flash sale GoFood hingga 50% dan promo GoDineIn khusus kuliner Jepang di Jabodetabek
    4. Waktu Berkualitas di Rumah: Diskon hingga 60% untuk kebutuhan liburan di GoMart

    Kolaborasi dengan Mitra Strategis

    Gojek menjalin kerja sama dengan Lion Air Group yang memberikan voucher GoCar Rp100 ribu (hanya bayar Rp10 ribu) saat beli tiket pesawat. Program ini tersedia di website Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Book Cabin.

    Kolaborasi lain dengan Archipelago International Hotel Group memberikan voucher Rp30.000 untuk GoCar/GoRide dengan kode “GOARCHIPELAGO” yang berlaku nasional.

    Program Yuk Libur sejalan dengan tren liburan domestik yang semakin populer. Seperti diungkapkan dalam artikel tiket.com dan Plataran Indonesia Kolaborasi Dorong Wisata Berkelanjutan, wisata lokal menjadi pilihan utama masyarakat.

    Content image for article: Gojek Luncurkan Program Yuk Libur untuk Sambut Liburan Sekolah 2025

    Untuk pengguna yang ingin lebih hemat selama liburan, bisa memanfaatkan Paket Liburan Hemat dari Indosat atau alternatif pembayaran digital seperti yang ditawarkan Jenius untuk liburan. (Icha)

  • Pemegang Saham GoTo Setujui Seluruh Agenda RUPS 2025

    Pemegang Saham GoTo Setujui Seluruh Agenda RUPS 2025

    Telko.id – Pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyetujui seluruh agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2025, termasuk perubahan struktur kepemimpinan dan strategi pengelolaan modal perusahaan.

    RUPS yang digelar di Jakarta pada 18 Juni 2025 juga mengesahkan rencana buyback saham senilai USD 200 juta serta program kepemilikan saham karyawan.

    Direktur Utama GoTo Patrick Walujo menyatakan apresiasi atas dukungan pemegang saham. “Pembaruan kepemimpinan dan strategi modal ini menjadi fondasi penting untuk fase pertumbuhan berikutnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

    GoTo juga mengumumkan lima nama direktur baru dari internal perusahaan, termasuk Monica Lynn Mulyanto sebagai Chief People Officer dan Wuzhen (William) Xiong sebagai Chief Technology Officer.

    Pembaruan Struktur Kepemimpinan

    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi GoTo mengalami penyegaran signifikan. Agus D.W. Martowardojo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, didukung oleh tujuh komisaris lainnya termasuk Wishnutama Kusubandio dan Dirk Van den Berghe.

    Di jajaran direksi, Catherine Hindra Sutjahyo naik jabatan menjadi Wakil Direktur Utama menggantikan Thomas Husted.

    Content image for article: Pemegang Saham GoTo Setujui Seluruh Agenda RUPS 2025

    Strategi Penguatan Modal

    Selain perubahan manajemen, pemegang saham menyetujui program buyback saham hingga USD 200 juta. Langkah ini sejalan dengan upaya GoTo meningkatkan nilai pemegang saham setelah sebelumnya melakukan aksi serupa senilai Rp1,6 triliun pada 2024.

    “Kami fokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas Patrick Walujo.

    RUPS juga mengesahkan laporan keuangan 2024, remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan auditor independen. Komisaris Utama Agus Martowardojo menegaskan komitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

    “Dewan Komisaris akan terus mendukung direksi dalam membangun ekosistem digital Indonesia,” ucapnya.

    Perubahan struktur kepemimpinan ini terjadi dua tahun setelah GoTo resmi terbentuk dari merger Gojek dan Tokopedia. Sebelumnya, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan positif.

    Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru adalah sebagai berikut:

    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama: Agus D. W. Martowardojo
    Komisaris: Winato Kartono
    Komisaris: Wishnutama Kusubandio
    Komisaris: Pablo Malay
    Komisaris Independen: John A. Prasetio
    Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
    Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
    Direksi
    Direktur Utama: Sugito Walujo
    Wakil Direktur Utama: Catherine Hindra Sutjahyo
    Direktur: Simon Tak Leung Ho
    Direktur: Hans Patuwo
    Direktur: Monica Lynn Mulyanto
    Direktur: R.A. Koesoemohadiani
    Direktur: Ade Mulyana
    Direktur: Wuzhen (William) Xiong
    Direktur: Sudhanshu Raheja

    (Icha)

  • Tokopedia dan TikTok Shop Gelar Pelatihan Barista di Bali

    Tokopedia dan TikTok Shop Gelar Pelatihan Barista di Bali

    Telko.id – Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia bersama Indonesia Coffee Academy (ICA) menggelar pelatihan kopi intensif di Politeknik Pariwisata Bali. Pelatihan ini bertujuan mencetak barista muda berkualitas sekaligus mendukung industri kopi lokal.

    Inisiatif #SatuDalamKopi ini melibatkan mahasiswa dan dosen seni kuliner untuk menguasai teknik manual brew dan latte art.

    Vonny Susamto, Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, mengatakan, “Kami ingin membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri kopi saat ini.”

    Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bali menghasilkan sekitar 13.000 ton kopi dari total produksi nasional 758.730 ton pada 2023.

    Potensi ini mendorong kolaborasi antara platform digital dan akademisi untuk memperkuat ekosistem kopi lokal.

    Content image for article: Tokopedia dan TikTok Shop Gelar Pelatihan Barista di Bali untuk Cetak Talenta Muda

    Pelatihan Praktis untuk Industri Kopi

    Agam Restu, Trainer ICA sekaligus Beverage Creator Anomali Group, menjelaskan, “Kami menggabungkan teori dan praktik agar peserta memahami karakter rasa kopi serta teknik penyajian profesional.”

    Salah satu peserta, Ida Ayu Kenanga Pratiwi, mengaku pelatihan barista ini sangat bermanfaat untuk mengasah keterampilan di dunia kuliner.

    Dukungan Digital untuk UMKM Kopi

    Vonny menambahkan, Tokopedia dan TikTok Shop berkomitmen mendorong kewirausahaan muda melalui transfer pengetahuan dan pemanfaatan platform digital.

    “Kami terus berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda dan akademisi,” ujar Vonny.

    Ia pun percaya dengan mendorong transfer pengetahuan secara praktis kepada generasi muda, dengan memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop, pelaku UMKM kopi bisa menjangkau lebih banyak pelanggan dan membangun bisnis berkelanjutan. (Icha)

  • GoBiz Berevolusi Jadi GoFood Merchant, Kelola Bisnis Kuliner Makin Mudah

    GoBiz Berevolusi Jadi GoFood Merchant, Kelola Bisnis Kuliner Makin Mudah

    Telko.id – Gojek resmi mengubah aplikasi GoBiz menjadi GoFood Merchant dengan berbagai pembaruan fitur untuk memudahkan Mitra Usaha GoFood mengelola bisnis kuliner secara digital.

    Perubahan ini diumumkan pada 4 Juni 2025 sebagai bagian dari komitmen Gojek mendukung pertumbuhan UMKM kuliner melalui teknologi.

    Head of Food, Ads, and Merchants Gojek, Sovan Kumar Ganguly, menjelaskan, “Sejak 2018, GoBiz telah membantu jutaan Mitra Usaha beradaptasi dengan digital. Kini, GoFood Merchant hadir dengan inovasi lebih lengkap untuk operasional, keuangan, dan pemasaran.”

    Aplikasi ini menjadi solusi bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, yang ingin berkembang di ekosistem GoFood.

    Fitur Unggulan GoFood Merchant

    GoFood Merchant menawarkan tiga pilar utama pengembangan:

    Content image for article: GoBiz Berevolusi Jadi GoFood Merchant, Kelola Bisnis Kuliner Makin Mudah
    • Operasional: Fitur “Kelola Menu Sekaligus” memungkinkan pengelolaan multi-outlet secara efisien, termasuk tambah outlet baru dan edit menu massal.
    • Pengelolaan Keuangan: Laporan penjualan harian dan pencairan dana real-time membantu Mitra Usaha memantau arus kas.
    • Promo dan Iklan: Fitur Promo Rekomendasi berbasis machine learning membantu menentukan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

    Pendaftaran Mitra Lebih Cepat

    Proses pendaftaran Mitra Usaha GoFood kini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 5 menit. Gojek tetap memastikan keamanan data dengan verifikasi identitas berstandar industri.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Gojek memperluas akses bagi pelaku usaha, seperti yang terlihat dalam kolaborasi dengan Telkomsel untuk paket data UMKM.

    Heru Dwi Soesilo, pemilik 2080 Burger, membagikan pengalamannya: “Dari satu outlet, kini saya memiliki 6 outlet di Jakarta dan Bali berkat dukungan fitur multi-outlet di GoFood Merchant.” Kisah sukses serupa juga tercermin dari popularitas kuliner ayam dan burger di GoFood.

    Content image for article: GoBiz Berevolusi Jadi GoFood Merchant, Kelola Bisnis Kuliner Makin Mudah

    Aplikasi GoFood Merchant tersedia untuk diunduh di perangkat Android. Pembaruan ini menegaskan posisi Gojek sebagai mitra strategis UMKM kuliner di era digital. (Icha)

  • GoTo Impact Foundation Gandeng Gandrung Tirta Tingkatkan Produktivitas Kopi Malang 18%

    GoTo Impact Foundation Gandeng Gandrung Tirta Tingkatkan Produktivitas Kopi Malang 18%

    Telko.id – Indonesia, produsen kopi terbesar keempat di dunia, ternyata hanya menduduki peringkat ke-14 dalam hal produktivitas.

    Di Desa Ketindan, Malang, 200 petani kopi fine robusta hanya mampu menghasilkan 43% dari potensi maksimal.

    Masalah klasik ini akhirnya menemukan solusi modern: kombinasi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Gandrung Tirta.

    GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba Grup GoTo, bersama konsorsium Agroniaga, BIOPS Agrotekno, FAM Rural, dan Rise Social, meluncurkan program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0.

    Baca juga : GoTo Impact Foundation Bangun Ekosistem Pariwisata Hijau, Ini Targetnya!

    Tidak sekadar meningkatkan angka, proyek ini bertujuan mengubah paradigma petani dari pekerja menjadi mitra agribisnis berkelanjutan. Monica Oudang, Ketua GIF, menegaskan, “Inovasi harus tumbuh dari masyarakat, bukan hanya diberikan.”

    Revolusi Digital di Kebun Kopi

    Bagaimana IoT dan AI bekerja untuk petani Malang? Sensor canggih dipasang di kebun memantau kelembaban tanah, suhu, dan kesehatan tanaman secara real-time.

    Data dikirim ke platform berbasis AI yang memberikan rekomendasi pemupukan dan pengendalian hama berbasis presisi.

    Hasilnya? Pengurangan risiko gagal panen dan peningkatan produktivitas 18% pada tahun pertama.

    Nasrullah Aziz, Perwakilan Gandrung Tirta, memaparkan, “Teknologi ini memangkas biaya produksi 15% sekaligus meningkatkan kualitas biji kopi.”

    Petani yang awalnya bergantung pada pengalaman turun-temurun, kini memiliki asisten digital yang akurasinya teruji.

    Limbah Kopi Jadi Emas

    Inovasi tak berhenti di kebun. Kulit kopi yang biasanya dibuang, diolah ibu-ibu Desa Ketindan menjadi produk fashion premium: dompet kulit, bingkai kacamata, hingga jam tangan.

    Limbah cair kopi diubah menjadi “coffee peat” (media tanam) dan pestisida alami, sementara kotoran ternak diproses menjadi pupuk organik.

    “Setiap elemen dari buah kopi kini bernilai ekonomi,” ujar salah satu peserta pelatihan. Program ini tidak hanya menambah pendapatan keluarga petani hingga 20%, tetapi juga menyelesaikan masalah lingkungan akibat limbah perkebunan.

    Regenerasi Petani Muda

    Persoalan krusial lain adalah minimnya minat generasi muda. Melalui Catalyst Changemakers Lab (CCLab), GIF menyelenggarakan pelatihan agropreneur muda dengan kurikulum khusus: dari budidaya kopi berkelanjutan (Good Agricultural Practices) hingga manajemen keuangan kelompok tani.

    Tomie Herawanto, Kepala BAPPEDA Malang, menambahkan, “Program ini selaras dengan target indeks ekonomi hijau 66,84% pada 2045.”

    Dukungan pemerintah daerah memperkuat ekosistem, memastikan inovasi tidak berhenti sebagai proyek percontohan.

    Gandrung Tirta menutup rangkaian implementasi CCE 3.0 setelah sukses di Magelang, Lombok Tengah, dan Belitung. Monica Oudang menekankan, “Ini bukti kolaborasi teknologi, SDM lokal, dan kebijakan bisa menciptakan perubahan sistemik.”

    Tantangan ke depan adalah replikasi model ini ke daerah penghasil kopi lain dengan adaptasi kontekstual. (Icha)

  • TikTok Didenda Rp 9,8 Triliun karena Kirim Data Pengguna ke China

    TikTok Didenda Rp 9,8 Triliun karena Kirim Data Pengguna ke China

    Telko.id – TikTok baru saja terkena sanksi denda sebesar Rp 9,8 triliun oleh regulator Eropa karena terbukti mengalihkan data pengguna Eropa ke China.

    Denda ini bukan hanya angka fantastis, tapi juga tamparan keras bagi perusahaan milik ByteDance tersebut.

    Kasus ini bermula dari investigasi Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC), badan pengawas privasi digital Uni Eropa.

    DPC menemukan bahwa TikTok melanggar aturan General Data Protection Regulation (GDPR) dengan mentransfer data pengguna di wilayah Ekonomi Eropa (EEA) ke China tanpa jaminan perlindungan setara dengan standar Eropa.

    Baca juga : TikTok dan Tokopedia-TikTok Shop Bicara Tren Ramadan Ekstra Seru 2025

    Lebih buruk lagi, TikTok ternyata memberikan informasi yang tidak akurat selama penyelidikan. Klaim awal mereka bahwa data pengguna Eropa tidak pernah disimpan di server China terbantahkan oleh pengakuan internal perusahaan sendiri.

    Skandal ini mencoreng reputasi TikTok sebagai platform yang bisa dipercaya dalam hal perlindungan data.

    Pelanggaran Berat terhadap Regulasi GDPR

    Wakil Komisaris DPC, Graham Doyle, menjelaskan bahwa TikTok gagal memverifikasi dan menjamin bahwa data pribadi pengguna Eropa yang diakses dari China mendapatkan perlindungan setara dengan standar Uni Eropa.

    “Transfer data pribadi TikTok ke China melanggar GDPR,” tegas Doyle dalam pernyataan resminya.

    Masalahnya tidak berhenti di situ. TikTok juga dianggap lalai dalam menilai dampak undang-undang China seperti hukum antiterorisme dan antispionase terhadap data pengguna Eropa.

    Regulator khawatir data tersebut bisa diakses oleh otoritas China berdasarkan peraturan yang bertentangan dengan prinsip perlindungan data Eropa.

    Kebohongan yang Terungkap

    Yang membuat kasus ini semakin parah adalah pengakuan TikTok pada Februari 2025 bahwa sebagian data pengguna Eropa ternyata pernah tersimpan di server China.

    Ini bertentangan dengan klaim sebelumnya bahwa mereka tidak pernah menyimpan data Eropa di China.

    DPC menyatakan sedang mempertimbangkan tindakan regulasi tambahan setelah berkonsultasi dengan otoritas perlindungan data Eropa lainnya.

    Ini menunjukkan bahwa denda Rp 9,8 triliun mungkin bukan akhir dari masalah TikTok di Eropa.

    Implikasi bagi Pengguna dan Industri Teknologi

    Kasus ini menjadi pengingat keras bagi perusahaan teknologi tentang pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data.

    Bagi pengguna, ini adalah peringatan untuk lebih kritis terhadap platform digital yang mereka gunakan.

    Di tengah ketegangan geopolitik antara Barat dan China, kasus TikTok ini juga berpotensi mempengaruhi persepsi terhadap perusahaan teknologi China secara global.

    Apakah ini akan memicu gelombang regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi asal China?

    Satu hal yang pasti: perlindungan data pribadi bukan lagi sekadar formalitas, tapi menjadi isu strategis yang menentukan masa depan perusahaan teknologi di era digital.

    TikTok sekarang menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan pengguna dan regulator di Eropa. (Icha)

  • GOTO Buyback Saham Rp1,6 T: Sinyal Kuat Pemulihan Bisnis?

    GOTO Buyback Saham Rp1,6 T: Sinyal Kuat Pemulihan Bisnis?

    Telko.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja mengumumkan pembelian kembali saham senilai Rp1,6 triliun—langkah strategis yang tak hanya mengejutkan pasar tetapi juga mengundang pertanyaan: Apakah ini awal dari kebangkitan finansial perusahaan?

    Sejak melantai di bursa, GOTO kerap menjadi sorotan karena volatilitas harga sahamnya. Namun, laporan terbaru menunjukkan perubahan signifikan.

    Hingga 31 Maret 2025, perusahaan telah membeli kembali 25,9 miliar lembar saham, setara dengan US$99 juta, dari total program buyback senilai US$200 juta yang disetujui pemegang saham sejak Juni 2024.

    Angka ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan cerminan dari transformasi kinerja yang mulai terlihat.

    Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar GOTO? Dari laporan keuangan hingga strategi korporasi, mari kita telusuri lebih dalam.

    Buyback Saham: Langkah Percaya Diri atau Strategi Defensif?

    Program buyback saham GOTO tidak muncul begitu saja. Ini adalah bagian dari rencana besar untuk memulihkan kepercayaan investor setelah periode penuh tantangan.

    Dengan membeli kembali saham, perusahaan secara tidak langsung mengirim sinyal bahwa mereka percaya sahamnya undervalued—sebuah pesan kuat di tengah ketidakpastian pasar.

    Menariknya, aksi serupa pernah dilakukan oleh XL Axiata pada 2020 sebagai antisipasi dampak pandemi. Bedanya, GOTO melakukan ini di tengah momentum pemulihan bisnis yang nyata.

    EBITDA yang disesuaikan tercatat Rp393 miliar, berbalik dari rugi Rp101 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih pun melesat 37% year-on-year (yoy) menjadi Rp4,2 triliun.

    Kinerja Keuangan: Dari Merah ke Hijau

    Pemulihan GOTO tidak hanya terlihat dari aksi korporasi, tetapi juga angka-angka kunci. Gross Transaction Value (GTV) inti melonjak 54% yoy menjadi Rp83,2 triliun, didorong oleh pertumbuhan di segmen on-demand services dan e-commerce.

    Ini menunjukkan bahwa strategi integrasi antara Gojek dan Tokopedia mulai membuahkan hasil.

    Analis JP Morgan bahkan meningkatkan target harga saham GOTO, menyoroti potensi percepatan profitabilitas.

    “Dengan efisiensi biaya dan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, GOTO mungkin mencapai break-even lebih cepat dari perkiraan,” tulis laporan mereka.

    Optimisme ini sejalan dengan tren konsolidasi di industri teknologi, di mana perusahaan berusaha memperkuat posisi melalui sinergi.

    Tantangan ke Depan: Kompetisi dan Ekspektasi Pasar

    Meski kinerja kuartal pertama 2025 menggembirakan, jalan GOTO tidak sepenuhnya mulus. Persaingan dengan pemain seperti Shopee dan Grab masih ketat, sementara ekspektasi investor terus meningkat.

    Buyback saham mungkin bisa menstabilkan harga dalam jangka pendek, tetapi sustainability bisnis tetap menjadi kunci.

    Seperti kasus Axiata yang melepas saham di Idea Cellular, keputusan strategis harus didukung oleh fundamental kuat. Untuk GOTO, fokus pada penguatan ekosistem dan monetisasi layanan akan menentukan apakah momentum ini bisa bertahan—atau justru menjadi euforia sesaat.

    Dengan buyback Rp1,6 triliun dan kinerja yang mulai membaik, GOTO sedang berada di persimpangan jalan.

    Apakah ini awal dari babak baru? Jawabannya mungkin terletak pada kuartal-kuartal mendatang. (Icha)

  • GoTo Impact Foundation Bangun Ekosistem Pariwisata Hijau, Ini Targetnya!

    GoTo Impact Foundation Bangun Ekosistem Pariwisata Hijau, Ini Targetnya!

    Telko.id – GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo, bersama changemakers, para pemangku kepentingan, dan masyarakat lokal siap membangun ekosistem pariwisata hijau di Lombok Tengah yang bertajuk “Lombok Eco Kriya”.

    Dibentuk dalam inisiatif Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0, inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika lewat pengelolaan limbah, pelatihan dan lokakarya, serta perluasan akses pasar.

    KEK Mandalika, sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas sejak 2019, berpotensi tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Lombok Tengah.

    Ini tercermin dari proyeksi penyerapan 58.700 tenaga kerja pada tahun 2025, termasuk di sektor green tourism. Namun, meningkatnya aktivitas pariwisata yang tidak disertai dengan prinsip berkelanjutan, dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, penurunan kualitas hidup masyarakat, hingga penurunan daya tarik wisata.

    Baca juga : GoTo Impact Foundation dan Magelang Setories: Solusi Regeneratif untuk Petani Magelang

    Mengetahui hal tersebut, Monica Oudang, selaku Ketua GoTo Impact Foundation menyampaikan, “Dari pengalaman kami mendukung 138 changemakers–yang terdiri dari startup, organisasi nirlaba, hingga akademisi–di enam wilayah Indonesia, transformasi terjadi saat masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penerima manfaat”.

    Monica menambahkan bahwa melalui CCE 3.0, kami mengedepankan prinsip kreasi bersama dengan menjadikan masyarakat lokal sebagai aktor utama sejak awal proses berinovasi, yaitu dari tahap ideasi dan eksperimentasi di Catalyst Changemakers Lab (CCLab).

    Ia melanjutkan bahwa l ebih dari sekedar edukasi ataupun teknologi, prinsip ini memastikan bahwa setiap inovasi yang tercipta bukan sekedar bantuan sesaat, namun investasi untuk membangun sistem jangka panjang yang dapat berkembang bersama masyarakat. Prinsip ini pula yang kuat kami lihat di Lombok Eco Kriya.

    H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., Bupati Kabupaten Lombok Tengah, turut menyampaikan dukungannya, “Inisiatif Lombok Eco Kriya sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Lombok Tengah sebagai pusat inovasi pengelolaan sampah”.

    Menurut Lalu, selain berpotensi memberikan dampak positif bagi lingkungan, inisiatif ini juga dapat mendorong perekonomian lokal.

    Ia pun menyebutkan bahwa hal tesebut sedang gencar diupayakan melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik di level desa maupun dengan mitra, seperti Lombok Eco Kriya.

    “Harapannya, cakupan inisiatif baik ini dapat diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dengan lebih cepat dan merata,” ucap Lalu.

    Lombok Eco Kriya ini dijalankan oleh gabungan organisasi Plana, Timba, dan Wise Steps Foundation, juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB.

    Selain itu juga dengan Asosiasi Lintas Hidup Indonesia (AHLI) NTB, Politeknik Pariwisata Lombok, Karang Taruna Pujut, Bank Sampah Bintang Sejahtera, Bank Sampah Putri Nyale, Keep Kuta Clean, Unit Pengelola Sampah (UPS) Tumpak, Masyarakat Sadar Iklim Segala Anyar, dan Black Soldier Fly (BSF) Sengkol, desa-desa penyangga, dan industri pelayanan dan makanan di Mandalika.

    Kolaborasi ini menghasilkan solusi berbasis ekonomi sirkular yang akan menggandeng masyarakat di 10 desa penyangga Kawasan Mandalika, lewat tiga strategi utama.

    Pengelolaan Limbah

    Mengolah limbah plastik dari TPS dan bank sampah menjadi Planawood dan decking, serta mengolah limbah non-organik pariwisata menjadi souvenir dan peralatan rumah tangga seperti kotak tisu, tempat peralatan makan, dan kap lampu. Proses ini didaulat untuk mengurangi limbah TPA dan pencemaran lingkungan. 


    Pelatihan dan Lokakarya

    Memberdayakan masyarakat, termasuk perajin, tukang kayu, dan para penjahit untuk memproduksi souvenir dan produk bernilai lainnya dari limbah. Dengan dukungan alat dan pendampingan yang tepat, hal ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat lokal. 


    Membuka Akses Pasar

    Membangun sinergi dengan para mitra seperti hotel, restoran, dan pertokoan, untuk memperluas akses pasar produk lokal berbasis keberlanjutan. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian terutama di sektor pariwisata. 


    Joshua Christopher Chandra, Perwakilan Konsorsium Lombok Eco Kriya, menjelaskan, “Dengan pendekatan Community-Based Business, kami membekali masyarakat dengan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi daerah”.

    Menurut Joshua, target nya, 80% peserta pelatihan mampu menciptakan produk bernilai ekonomi, dan jumlah masyarakat yang terlibat dalam aktivitas bisnis bisa meningkat 25%, sehingga dapat berkontribusi pada roda perekonomian daerah.

    “Harapannya, Lombok Eco Kriya dapat menjadi ekosistem pariwisata hijau pertama di Pulau Lombok dengan melibatkan minimal 10 institusi di sektor pariwisata,” unhgkap Joshua.

    Ekosistem pariwisata hijau bukan hanya soal menjaga alam, tetapi soal mengangkat peran masyarakat lokal sebagai jantung rantai nilai pariwisata.

    “Dengan terbukanya peluang lewat Lombok Eco Kriya, kami mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif mendukung inovasi ini. Ini adalah ruang kolaborasi, ruang belajar, dan ruang uji coba. Bukan untuk GIF atau konsorsium, tapi untuk masyarakat Lombok, untuk Indonesia,” ujar Monica.

    Monica pun menambahkan bahwa sudah saatnya kita Berani untuk Berdaya, terbebas dari cara penyelesaian lama sehingga mampu untuk berkreasi dan maju bersama. (Icha)


  • GoTo Impact Foundation dan Magelang Setories: Solusi Regeneratif untuk Petani Magelang

    GoTo Impact Foundation dan Magelang Setories: Solusi Regeneratif untuk Petani Magelang

    Telko.id – Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, adalah salah satu lumbung pangan terpenting di Indonesia. Namun, di balik potensinya yang besar, tersimpan tantangan yang menggerogoti kesejahteraan petani.

    Bagaimana jika solusinya datang dari kolaborasi antara teknologi, komunitas lokal, dan pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan?

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 10,83% penduduk Magelang masih hidup di bawah garis kemiskinan—angka yang ironis untuk wilayah dengan 57% masyarakat bergantung pada sektor pertanian.

    Desa Mangunsari, salah satu episentrum pertanian di Magelang, menjadi contoh nyata: ketergantungan pada pupuk kimia, metode konvensional, dan minimnya akses informasi justru memperburuk risiko keberlanjutan. Lantas, adakah jalan keluar yang tidak sekadar tambal sulam?

    Baca juga : GoNusantara, Cara GoTo Lanjutkan Transformasi Digital UMKM Indonesia

    Jawabannya hadir melalui inisiatif Magelang Setories, sebuah program pertanian regeneratif hasil kolaborasi GoTo Impact Foundation (GIF) dengan konsorsium lokal.

    Bukan sekadar proyek filantropi, ini adalah investasi jangka panjang yang dirancang untuk memberdayakan petani dari akar rumput.

    Magelang Setories: Lebih dari Sekadar Program Pertanian

    Monica Oudang, Ketua GoTo Impact Foundation, menegaskan bahwa pendekatan mereka berbeda. “Perubahan nyata terjadi ketika masyarakat menjadi agen perubahan di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.

    Magelang Setories adalah buktinya—sebuah ekosistem yang melibatkan Setara Indonesia, Bhumee Artani, dan Waste & Wishes Indonesia, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga kelompok tani.

    Content image for article: GoTo Impact Foundation dan Magelang Setories: Solusi Regeneratif untuk Petani Magelang

    Bupati Magelang, Bapak Grengseng Pamuji, melalui perwakilannya, Arif Yulianto, menyambut baik inisiatif ini. “Magelang punya potensi besar sebagai lumbung pangan Jawa Tengah. Namun, potensi saja tidak cukup tanpa kemampuan mengelolanya,” tegasnya. Di sinilah Magelang Setories berperan sebagai katalisator.

    Tiga Pilar Utama Magelang Setories

    Theodorus Dedy Tri Kuncoro, perwakilan konsorsium, memaparkan tiga solusi inti program ini:

    Content image for article: GoTo Impact Foundation dan Magelang Setories: Solusi Regeneratif untuk Petani Magelang
    1. Demonstration Plot (Demplot) Agro Learning Center: Pusat edukasi pertanian regeneratif yang mencakup teknik penanaman, panen, hingga pengelolaan limbah pasca panen.
    2. Pendampingan Pertanian Regeneratif: Petani dibimbing untuk menerapkan rotasi tanaman, agroforestri, dan penggunaan kompos organik—termasuk untuk komoditas seperti padi, cabai, dan sayuran.
    3. Pengelolaan Limbah Organik: Limbah diubah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan maggot sebagai pakan ternak, menciptakan ekonomi sirkular.

    “Kami ingin petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan hingga 30%,” tambah Theodorus.

    Dampak Jangka Panjang: Dari Lingkungan hingga Kesejahteraan

    Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi. Puas Siswa Widada, Kepala Desa Mangunsari, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

    “Masyarakat tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak untuk memastikan inovasi ini berkelanjutan,” katanya.

    Dari sisi lingkungan, Magelang Setories menargetkan pengelolaan 100% limbah organik di Demplot.

    Dalam jangka panjang, ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, memperkuat ketahanan terhadap longsor, dan memulihkan daerah aliran sungai.

    “Ini bukan milik GIF atau konsorsium semata, tapi milik kita bersama,” tutup Monica. “Sudah saatnya kita berani berdaya dan menciptakan solusi yang benar-benar transformatif.” (Icha)