Telko.id – Baru pagi ini (22/02), pelanggan TCASH mulai bisa migrasi ke LinkAjA. Tapi ternyata, proses nya tidak mulus. Dari pagi, banyak pelanggan yang tidak bisa melakukan konversi TCASH nya ke LinkAja. Akhirnya, proses konversi pun ditunda. Seperti yang disampaikan dalam pernyataan resminya pada malam hari pukul 20.27.
Dalam pernyataan resminya tersebut, disampaikan bahwa Proses konversi aplikasi ini mengalami kendala teknis, sehingga untuk kenyamanan pelanggan, TCASH menunda proses konversi aplikasi mobile ke LinkAja dan mengembalikan ke aplikasi mobile TCASH semula, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH dengan normal, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya.
Sebelum proses migrasi ini, TCASH melakukan berbagai persiapan bisnis maupun teknis. Meski demikian team teknis kemudian menemukenali masalah teknis dalam proses konversi update aplikasi mobile TCASH ke LinkAja.
Hal ini berakibat pelanggan yang mengupdate/mengkonversi aplikasi mobile TCASH ke LinkAja menemui kendala untuk login. Kendala teknis ini berimbas pada layanan-layanan yang berbasis aplikasi mobile sedangkan layanan berbasis lainnya berjalan dengan normal tanpa gangguan seperti layanan pembayaran di berbagai merchant menggunakan NFC dan token; layanan isi saldo di mitra-mitra TCASH termasuk kanal-kanal ATM dan aplikasi elektronik dari Bank Himbara, layanan USSD (*800#) bagi pengguna ponsel non-smartphone, layanan web-check out seperti di Blanja.com dan aplikasi KAI Access.
“Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah menganalisa secara menyeluruh kami memutuskan untuk menunda proses migrasi aplikasi mobile ini hingga awal minggu depan. Pelanggan akan kami kembalikan ke aplikasi mobile TCASH, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH seperti semula, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya,” ungkap Danu Wicaksana, CEO TCASH
“Pelanggan-pelanggan TCASH yang lebih dari 95 persen menggunakan ponsel berbasis Android akan mendapatkan SMS berisi petunjuk untuk mengupdate aplikasi mereka kembali ke aplikasi mobile TCASH sebelumnya, sehingga bisa melakukan transaksi TCASH secara normal. Sedangkan untuk pelanggan berbasis iOS kami mohon maaf untuk beberapa hari ke depan belum bisa menggunakan layanan aplikasi mobile TCASH,” lanjut Danu.
“Pengalaman pengguna merupakan prioritas utama kami. Sekali lagi kami mohon maaf atas kendala teknis pada proses konversi ke aplikasi mobile LinkAja ini. Kami berupaya untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin. PT Finarya melalui LinkAja juga sangat berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75% pada tahun 2019 ini,” tutup Danu. (Icha)
Telko.id – Hari Internet Aman Sedunia, jatuh pada 5 Februari. Tema global yang diangkat pada Hari Internet Aman tahun ini adalah “Bersama Membangun Internet Menjadi Lebih Baik”. Instagram menyambut baik dan sangat mendukung tema tersebut. Oleh karena itu, Instagram pun ingin memastikan setiap penggunanya mengetahui berbagai fitur keamanan Instagram untuk melindungi dirinya dan pengguna lain. Berikut, 6 tips keamanan dari Instagram yang perlu diketahui.
Apa yang harus Anda lakukan saat melihat postingan melanggar Pedoman Komunitas Instagram?
Jika Anda melihat sebuah postingan yang seharusnya tidak berada di Instagram, Anda dapat melaporkan postingan tersebut kepada Instagram. Tim Instagram akan bekerja sepanjang waktu untuk meninjau dan menghapus setiap postingan yang melanggar Pedoman Komunitas Instagram dengan cepat. Untuk melaporkan sebuah postingan, Anda dapat mengklik ikon “…” di pojok kanan atas postingan atau profil seseorang.
Anda juga dapat melaporkan komentar yang tidak pantas dengan menggeser komentar tersebut ke arah kiri. Sedangkan untuk melaporkan konten negatif di Stories, Live dan IGTV, Anda hanya perlu mengklik ikon “…” di bagian bawah layar.
Bukan hanya melaporkan postingan, Anda juga dapat melaporkan pesan masuk yang dikirimkan seseorang melalui Direct. Anda cukup menekan dan menahan pesan tersebut selama beberapa detik dan pilih opsi “Laporkan”. Setiap laporan di Instagram bersifat anonim, sehingga orang yang Anda laporkan tidak akan tahu bahwa Anda telah melaporkan postingan mereka. Tim Instagram akan segera meninjau setiap foto, video, komentar maupun pesan yang telah dilaporkan oleh pengguna Instagram. Jika konten yang dilaporkan terbukti melanggar Pedoman Komunitas Instagram, kami akan segera menghapusnya.
Apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami perundungan atau intimidasi di Instagram?
Instagram tidak memperbolehkan adanya konten perundungan dan pelecehan. Kami memiliki fitur yang dapat membantu melindungi Anda dari pengalaman yang tidak menyenangkan. Jika Anda tidak mau berinteraksi dengan sebuah akun tertentu, Anda dapat memblokir akun tersebut, sehingga mereka tidak dapat melihat profil Anda atau membuat komentar di postingan Anda. Saat Anda memblokir sebuah akun, mereka tidak akan mendapat notifikasi apapun dan Anda dapat berhenti memblokir mereka kapan saja.
Anda juga dapat mengendalikan komentar di postingan Anda serta dapat mengatur agar orang lain tidak dapat meninggalkan komentar di postingan Anda. Selain itu, kami menyediakan filter yang dapat secara otomatis menyembunyikan komentar ofensif di postingan Anda. Filter ini diaktifkan secara default untuk komunitas global kami dan dapat dinonaktifkan di bagian pusat Kontrol Komentar yang ada di dalam aplikasi Instagram.
Anda juga dapat meningkatkan kemampuan filter ini dengan memanfaatkan filter manual kami yang memungkinkan Anda membuat daftar kata atau frasa ofensif versi Anda sendiri. Dan terakhir, Anda bisa memilih siapa saja orang yang dapat berkomentar di postingan Anda atau bahkan memblokir komentar dari orang tertentu.
Untuk mengakses fitur-fitur di atas, kunjungi Pengaturan dan pilih “Kontrol Komentar”.
Bagaimana cara melindungi privasi Anda?
Anda memiliki kendali terhadap apa saja yang ingin Anda bagikan di Instagram. Anda dapat membuat akun Anda menjadi privat, sehingga Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa mengikuti Anda di Instagram dan menghapus pengikut/followers tertentu kapan saja. Anda juga dapat menonaktifkan “Status Aktivitas” agar orang tidak dapat melihat bahwa Anda sedang online. Untuk mengaktifkan semua fitur tersebut, pilih “Privasi dan Keamanan” di bagian Pengaturan.
Jika ada sebuah foto atau video yang ingin Anda hilangkan dari Feed, Anda dapat menghapusnya dengan mengklik “Hapus” di bagian atas postingan, atau Anda dapat mengarsipkan postingan tersebut.
Jika Anda ingin membagikan Stories hanya kepada orang-orang tertentu, Anda memiliki pilihan untuk membuat daftar teman dekat di Stories dan membagikan postingan hanya dengan orang-orang yang telah Anda masukkan ke dalam daftar tersebut. Untuk membuat daftarnya, Anda harus mengunjungi profil Instagram Anda dan mengklik pilihan “Teman Dekat” di bagian menu.
Bagaimana cara memastikan agar akun Instagram Anda tetap aman?
Kehilangan akses masuk ke akun Anda sendiri dapat menjadi sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk melindungi akundari tindakan peretasan.
Pertama, buat kata sandi yang kuat. Setidaknya, gunakan kombinasi enam karakter yang terdiri dari angka, huruf, dan tanda baca (seperti ! dan &), serta hindari penggunaan kata sandi yang sama untuk semua layanan internet.
Apabila Anda sudah memiliki kata sandi yang kuat, tingkatkan keamanan akun Anda dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti DUO Mobile atau Google Authenticator dalam melindungi akun Anda. Anda juga bisa menemukan cara mengatur autentikasi dua faktor di sini.
Bagaimana cara mengatur berapa banyak waktu yang Anda habiskan di Instagram?
Untuk memantau berapa banyak waktu yang Anda habiskan di Instagram, kami menyediakan sebuah dasbor aktivitas yang dapat diakses di bagian “Aktivitas Anda”. Di bagian atas, Anda dapat melihat dasbor yang menunjukkan jumlah rata-rata waktu yang Anda habiskan di Instagram dalam sehari. Klik di bagian grafik harian untuk melihat total waktu yang telah Anda habiskan selama satu hari.
Di bagian bawah dasbor, Anda dapat mengaktifkan pengingat harian yang akan secara otomatis mengirimkan notifikasi saat telah mencapai batas waktu tertentu dari waktu yang telah ditentukan dalam mengakses Instagram dalam satu hari. Anda dapat mengubah atau menonaktifkan notifikasi tersebut kapan saja. Anda juga dapat mengklik “Pengaturan Notifikasi” untuk mengaktifkan “Senyapkan Notifikasi Otomatis” secara cepat.
Bagaimana cara melindungi orang lain?
Jika Anda melihat postingan yang mengandung ancaman bunuh diri atau tindakan melukai diri sendiri di Instagram, Anda dapat melaporkan postingan tersebut sebagai postingan yang “melukai diri sendiri” secara anonim. Setelah itu, jika orang tersebut membuka aplikasi Instagram, mereka akan melihat sebuat pesan yang dapat menghubungkan mereka ke beberapa sumber bantuan, seperti berbicara dengan teman, menghubungi layanan bantuan atau menemukan sumber bantuan lain.
Fitur dukungan ini juga akan muncul jika seseorang mencoba mencari konten yang bersifat melukai diri sendiri di Instagram. Kami telah bekerja sama dengan lebih dari 40 organisasi layanan bantuan di seluruh dunia untuk membantu setiap pengguna Instagram dimanapun mereka berada. Jika seorang teman atau anggota keluarga melaporkan postingan Instagram seseorang yang mereka kasihi, mereka juga akan menerima tips dan informasi untuk membantu teman atau anggota keluarganya tersebut.
Mulai minggu ini, kami juga akan mengaktifkan layar sensitivitas untuk konten yang menunjukkan aksi melukai diri. Gambar tersebut tidak akan langsung terlihat, sehingga akan mempersulit orang untuk menemukannya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur-fitur keamanan Instagram, kunjungi https://wellbeing.instagram.com/. Jika Anda merupakan orang tua dan ingin mempelajari cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak remaja Anda, seputar bagaimana cara agar tetap aman di Instagram, silakan kunjungi Panduan Orang Tua. (Icha)
Telko.id – Perundungan (bullying), ujaran kebencian, pelecehan seksual, dan komentar spam semakin banyak di media sosial. Itu sebabnya, Instagram mengumumkan perluasan fitur penyaring komentar dalam Bahasa Indonesia sebagai salah satu upaya untuk menjaga Instagram sebagai tempat yang aman dan positif untuk berekspresi dan membagikan minat pengguna di Indonesia.
Fitur ini dibuat dengan teknologi mesin pembelajaran (machine learning) yang secara otomatis akan menyaring komentar yang dapat membuat pengguna merasa tidak nyaman seperti perundungan (bullying), ujaran kebencian, pelecehan seksual, dan komentar spam. Dengan teknologi ini, komentar-komentar yang mengganggu akan secara otomatis disaring dan disembunyikan, sehingga orang tidak dapat melihat atau menyadari keberadaan komentar tersebut.
Kategori pertama yang disaring oleh fitur ini adalah komentar bersifat perundungan atau bullying. Pedoman Komunitas Instagram melarang keberadaan konten perundungan di Instagram dan filter ini akan menyaring tingkah laku yang dapat membuat orang merasa tidak nyaman dan bersifat agresif terhadap pengguna lain.
Fitur ini juga dapat memberikan notifikasi kepada Instagram apabila sebuah akun memposting konten agresif berulang kali, sehingga Instagram dapat segera mengambil tindakan untuk menghapus keberadaan akun tersebut.
Selain itu, fitur ini juga akan menyaring komentar yang berkaitan dengan ujaran kebencian atau hate speech, terutama komentar yang mengancam kelompok agama atau etnik tertentu. Dua kategori komentar lainnya yang disaring adalah komentar yang menggunakan bahasa seksual yang ditujukan untuk melecehkan orang lain, serta komentar tidak otentik yang dikenal sebagai spam.
Fitur penyaring komentar merupakan fitur yang tersedia secara otomatis di Instagram. Anda dapat mengaktifkan atau menon-aktifkan fitur dengan mengakses profil Anda, pilih Pengaturan, dan Kontrol Komentar. Untuk menon-aktifkan fitur ini, matikan pilihan ‘Sembunyikan Komentar Ofensif’ pada pengaturan Kontrol Komentar.
Instagram mengembangkan fitur ini untuk secara otomatis menemukan dan menyembunyikan komentar yang tidak pantas, fitur ini memungkinkan Instagram untuk melakukan proses peninjauan dan penghapusan komentar maupun konten yang melanggar Pedoman Komunitas dengan lebih efektif.
Aplikasi ini juga mengklaim bahwa tingkat akurasi fitur penyaring komentar di Instagram telah mencapai 95% dengan pemeriksaan berkelanjutan oleh tim Instagram.
Saat ini, ada ratusan juta komentar yang diposting di Instagram setiap harinya, dan tim Instagram secara manual mengevaluasi komentar tersebut sebelum melakukan input ke dalam model pembelajaran komputer. Setiap komentar ditinjau oleh tim Instagram setidaknya dua kali sebelum diinput ke dalam model pembelajaran untuk menjamin akurasi.
Fitur penyaring komentar secara otomatis ini pertama kali diperkenalkan pada bulan Oktober 2016 untuk menyaring komentar dalam bahasa Inggris di Feed. Pada bulan Juni 2017, fitur ini diperluas ke dalam 8 bahasa lainnya, yaitu Spanyol, Portugis, Arab, Perancis, Jerman, Rusia, Jepang, dan Mandarin. Pada bulan Oktober 2018, fitur ini kembali dikembangkan untuk dapat menyaring komentar di Feed, Profil, dan Instagram Live.
Kini fitur filter komentar kembali dikembangkan dan tersedia dalam bahasa Indonesia. Ke depannya, Instagram akan terus memperluas keberadaan filter ini di bagian fitur Instagram lainnya.
Selain itu, Instagram juga mengajak Anda turut mengambil bagian dalam menjadikan Instagram sebagai tempat yang aman untuk berbagi dengan melaporkan postingan atau komentar tidak pantas ke Instagram. Anda dapat menekan simbol tiga titik di bagian kanan atas untuk melaporkan postingan yang tidak pantas atau geser ke kiri pada komentar yang menggangu dan tekan tanda seru untuk melaporkan komentar tersebut. (Icha)
Telko.id – Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di bilangan Jakarta Barat nampak asyik menggulir layar smartphone-nya. Mahasiswi program studi Film dan Televisi itu menatap linimasa media sosial yang dipadati dengan lokasi-lokasi yang dikunjungi teman-temannya dan lagu-lagu yang sedang didengarkan.
Remaja berusia 19 tahun itu nampak menyimpan layar tampilan gawainya. Kemudian, perempuan berkerudung bernama Nanda Salsabilaviani itu membuka akun Instagram dan memasukkan gambar tadi ke fitur story.
“Thank you udh nemenin gw disetiap blan puasa~ Bai path”. Tulisan dengan huruf berwarna merah itu ia sematkan ke gambar tadi sebelum ia unggah untuk dilihat oleh teman-temannya.
Nanda merupakan satu dari banyak pengguna Path yang merespons pengumuman penutupan media sosial yang sempat “ngehits” itu dengan mengunggah tangkapan layar linimasa Path dan mengucapkan kata perpisahan lewat story Instagram.
Path telah mengeluarkan pernyataan akan menutup media sosial yang telah berdiri selama delapan tahun itu di situs resminya pada 17 September lalu. Dan tanggal 1 Oktober nanti, aplikasi Path sudah tidak tersedia di iTunes maupun Google Play. Path akan menutup aksesnya di tanggal 18 Oktober dan pada tanggal 15 November layanan pelanggan yang berkaitan dengan Path akan diputus. So, sejarah Path akan terhenti dipenghujung tahun 2018 ini.
Melesat Sejak Awal Peluncuran
Sejarah Path dimulai dengan peluncuran aplikasi Path di bulan November 2010 oleh mantan manajer sekaligus ‘investor malaikat’ (angel investor) Facebook, Dave Morin bersama dua rekannya, yakni Shawn Fanning dan Dustin Mierau di San Fransisko, Amerika Serikat.
Fitur-fitur yang disajikan Path pada awalnya tidak jauh berbeda dengan Facebook. Pengguna Path dapat mengunggah gambar, membagikan lokasi, dan menandai teman. Selain itu, Path juga memungkinkan penggunanya untuk membagikan judul lagu yang sedang didengarkan, film yang sedang ditonton, dan buku yang sedang dibaca di linimasanya.
Namun berbeda dengan Facebook, di versi awalnya Path hanya membatasi setiap penggunanya dengan maksimal 50 teman. Di laman blog mereka, Path menjelaskan bahwa ada alasan di balik angka tersebut.
“Kami terinspirasi oleh Profesor Robin Dunbar dari Universitas Oxford yang penelitiannya menggali tentang jumlah hubungan kepercayaan antarmanusia yang dapat dipertahankan seumur hidup. Kita memiliki tendensi untuk mempunyai 5 sahabat, 15 teman baik, 50 teman dekat dan keluarga, dan 150 total teman,” tulis Path.
Keterbatasan ‘teman’ yang dimiliki pengguna di Path menantang standar media sosial pada umumnya yang kebanyakan bertujuan untuk berbagi konten ke banyak orang. Namun, karakteristik Path itu rupanya disenangi oleh warganet.
Terbukti, hanya dalam waktu tiga minggu setelah diluncurkan, Pathtelah diunduh sebanyak 1,5 juta kali. Popularitas Path mencapai puncaknya ketika Google menawarkan 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,5 triliun untuk membeli Path, tiga bulan setelah diluncurkan. Namun, Dave Morin tak bergeming, dan memilih untuk menolaknya.
Seakan menunjukkan bahwa Path baik-baik saja setelah mengabaikan tawaran Google, Path akhirnya mencapai kejayaan dengan meraup 2 juta pengguna dengan interaksi harian sebanyak 15 juta di bulan Februari 2012, atau kurang dari 2 tahun sejak diluncurkan.
Keberhasilan Path bahkan masih terus berlanjut. Selang empat bulan kemudian, Path telah mendapatkan 3 juta pengguna. Dan puncaknya, pada April 2013, pengguna Path dengan cepat menyentuh angka 10 juta pengguna di seluruh dunia.
Path dan Privasi Pengguna yang Dikhianati
Tahun 2012, Path dianggap melakukan kesalahan fatal. Seorang pengguna sekaligus programmer Arun Thampi menulis di laman blognya bahwa ia menemukan seluruh daftar kontak (termasuk nama lengkap, alamat e-mail, dan nomor telepon) dikirim ke Path. Thampi menambahkan bahwa ia tidak merasa Path pernah meminta izinnya untuk mengambil data-data sensitif di daftar kontaknya.
Merespons postingan Thampi, Morin menulis bahwa daftar kontak tersebut digunakan untuk mempermudah pengguna mencari dan terhubung dengan teman-teman dan keluarga. Morin juga menambahkan bahwa Path telah meminta izin dari pengguna Android untuk mengunggah daftar kontak, tapi fitur tersebut memang belum diberlakukan bagi pengguna iPhone.
CEO Path itu kemudian meminta maaf dan mengaku telah menghapus semua daftar kontak yang telah dikumpulkan. Versi baru Path untuk pengguna iPhone pun diluncurkan, kini disertai dengan permintaan izin bagi pengguna sebelum mengunggah daftar kontak ke server.
Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika pun menindak kasus itu. Selain karena telah mengumpulkan informasi pengguna tanpa izin, Path juga dikenai sanksi akibat mengoleksi data anak di bawah umur secara ilegal tanpa izin orang tua mereka. Jejaring sosial yang baru berusia tiga tahun itupun dikenakan denda sebesar 800 ribu dolar AS atau sekitar Rp 12 miliar.
Dalam laman blognya, Path menuliskan bahwa di awal peluncuran, anak-anak berusia di bawah 13 tahun masih bisa membuat akun karena sistem mereka saat itu tidak secara otomatis menolak pembuatan akun bagi pengguna di bawah usia 13 tahun.
Path kemudian menyatakan bahwa mereka telah menghapus akun-akun terkait. FTC juga mewajibkan Path untuk menghapus informasi-informasi yang telah mereka kumpulkan dari pengguna berusia di bawah 13 tahun .
Bakrie dan Dinamika Bisnis Path
Masalah yang menimpa Path rupanya tidak mempengaruhi popularitas Path di Indonesia. Di tahun 2013, Kominfo menyebutkan Path sebagai salah satu media sosial yang paling sering dipakai di Indonesia dengan pengguna sebanyak 700 ribu orang.
Angka tersebut meningkat drastis ketika Dave Morin menyebutkan Indonesia sebagai pengguna terbanyak Path dengan jumlah mencapai 4 juta pengguna, melampaui pengguna Path di negara asalnya, Amerika Serikat. Saat itu, Path telah memiliki 20 juta pengguna aktif di seluruh dunia.
Pertumbuhan Path di Indonesia dilirik oleh Bakrie Global Group (Bakrie Telecom). Di tahun 2014, perusahaan keluarga Bakrie tersebut menginvestasikan dana sebesar 25 juta dolar AS atau sekitar Rp 373 miliar. Walaupun pihak Bakrie mengklaim mereka memiliki saham mayoritas di media sosial tersebut, Path mengklarifikasi bahwa Bakrie tidak memegang saham lebih dari satu persen.
Dave Morin tampak menyadari kesempatan Path untuk tumbuh besar di Indonesia. Dari 23 juta pengguna Path di dunia saat itu, seperlimanya adalah pengguna Indonesia. Path bahkan berencana untuk membuka kantor di Jakarta pada awal tahun 2015.
Peminat Path menurun di AS dan Eropa menurun drastis, tapi Path bertahan di Asia, khususnya di Indonesia. Tanda-tanda kehancuran Path sudah mulai nampak, dengan pengguna harian global hanya 5 juta orang.
Melihat gelagat buruk itu, Morin memutuskan untuk menjual jejaring sosialnya pada Daum Kakao, perusahaan asal Korea Selatan yang meluncurkan aplikasi Kakao Talk. Strateginya adalah agar Daum Kakao mendapat lebih banyak pengguna di Indonesia untuk menyaingi rivalnya, yaitu aplikasi chatting asal Jepang, LINE.
Namun rencana itu tidak berjalan mulus. Akuisisi Daum Kakao dan pilihan Path untuk memfokuskan targetnya di Indonesia rupanya tidak membawa keuntungan yang berarti. Di tahun 2017, survei yang dilakukan oleh JakPat menunjukkan bahwa Path masih menjadi media sosial keempat yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan persentase sebesar 24 persen.
Meski begitu, masa depan Path di Indonesia dinilai tidak begitu cerah, karena harus bersaing dengan para rival-rivalnya yang semakin besar. Seperti misalnya aplikasi berbasis foto lainnya, Instagram, yang kokoh berada di posisi kedua dengan tingkat penetrasi sebesar 70 persen.
‘The Last Goodbye’
Di tahun kedelapan, Path akhirnya lempar handuk alias menyerah. Path pada akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal kepada penggunanya. Pengumuman yang dirilis di situs resminya membawa para pengguna Path di Indonesia pada nostalgia.
Banyak yang mengunduh kembali aplikasi Path dan memandang linimasa akun mereka, mengenang masa ketika media sosial tersebut masih ramai digunakan. Namun, ada pula yang masih memiliki aplikasi Path di gawai mereka, walaupun kini sudah tidak mereka gunakan lagi.
Nanda merupakan salah satunya. Ia mengaku tidak menggunakan Path sehari-hari, tapi jejaring sosial tersebut telah menemaninya di tiap bulan Ramadan sejak tahun 2012. “Iya, pokoknya tiap bulan puasa aku pakai Path,” sebutnya.
Nanda menjelaskan bahwa ia senang menggunakan fitur di Path yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan waktu saat ia tidur dan kapan ia bangun di linimasa.
Alvin Filbert (19) juga masih menyimpan Path di gawainya. Ia bercerita bahwa teman-temannya yang membuatnya bergabung ke media sosial Path di tahun 2013. Mahasiswa program studi Akuntansi ini mengaku bahwa ia terakhir kali membuka Path di tahun 2017.
“(Tidak aktif lagi) karena yang lain juga udah jarang update, kan,” terangnya. “Ngapain lagi ngeliatin (linimasa) yang sama terus,” sambung Alvin menjelaskan alasannya meninggalkan Path.
Baik Nanda maupun Alvin menyayangkan tutupnya media sosial yang pernah mereka gunakan dalam waktu lama. Namun, mereka berpendapat bahwa kegagalan Path diakibatkan karena fitur-fiturnya yang tidak berkembang dan kalah bersaing dengan aplikasi-aplikasi pesaingnya.
Kedua mahasiswa ini sama-sama menyebutkan Instagram sebagai aplikasi saingan yang telah mengalahkan Path. Mereka menilai fitur-fitur Instagram yang terus bertambah sebagai keunggulannya.
“Instagram sekarang lagi hits banget tuh, update-nya lagi bagus-bagus juga kan. Mungkin karena itu (Path) kalah, karena fitur dan perkembangannya kurang,” tutur Alvin.
Nanda turut mengamini pendapat Alvin. “Karena fiturnya (Path) gitu-gitu doang, makanya aku mainnya di bulan Ramadan doang,” ucap Nanda.
“Yang ngebosenin (karena) gitu-gitu doang fiturnya. Kayak enggak ada berkembangnya. Kalau Instagram kan sekarang bisa IGTV, tiba-tiba story-nya bisa di-zoom,” tambah Nanda, menyebut berapa kelebihan aplikasi pesaing Path.
Begitupun Livyani (20), mahasiswi program studi Manajemen ini memiliki pendapat yang hampir-hampir mirip. Dia mengatakan pernah menggunakan Path selama dua tahun, dan menganggap bahwa banyaknya fitur tidak menjadi standar popularitas suatu media sosial.
“Path itu (perlu) inovasi. Walaupun sedikit fitur, paling enggak ada keunikan sendiri. Sayangnya enggak ada inovasi. Snapchat aja walaupun (hampir) sama kayak Instagram, ada keunikan sendiri, kan? Kalau dia (Path) enggak. Mau gimana?” terangnya.
Kurang Inovasi dan Kurang Duit
Kabar tutupnya Path juga mendapat perhatian dari sejumlah pengamat media sosial di Tanah Air. Nukman Luthfie adalah salah satu pengamat yang banyak dimintai pendapatnya soal penyebab Path akhirnya ditinggalkan penggunanya.
Menurut Nukman Luthfie, masalah tutupnya Path ada pada masalah finansial dan karakteristik Path yang berubah. “Awalnya Path membatasi hanya 150 teman. Ketika ditambah menjadi 500, apa bedanya dengan Facebook?” ujar Nukman kepada tim Telko.id.
Pria berusia 53 tahun itu juga menambahkan bahwa di awal peluncurannya, orang-orang beralih ke Path karena mencari kenyamanan dari Facebook. Keterbatasan jumlah teman di Path menjadikan media sosial itu lebih eksklusif dan privat, sehingga pengguna bisa leluasa untuk memposting gambar maupun status di antara teman-teman dekatnya.
“Sudah produk (Path) lari dari fitrah awal, muncul pesaing baru yang lebih menarik, yaitu Instagram,” tuturnya.
Nukman menjelaskan, media sosial yang kini digunakan oleh warganet di Indonesia terbagi tiga kelompok besar, yakni Facebook, Instagram, dan Twitter, dan ketiganya memiliki karakteristik masing-masing.
Facebook yang berbasis pertemanan memungkinkan pengguna untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya. Sementara itu, pengguna Instagram dan Twitter yang berbasis informasi dalam bentuk gambar (Instagram) dan teks (Twitter) dapat mengikuti (follow) pengguna lain dengan bebas.
“Orang Indonesia itu cerewet dan mereka mencari media sosial yang bisa menampung kecerewetan mereka,” sebut Nukman, menggambarkan karakteristik pengguna media sosial di Indonesia.
Ia menyebutkan, saat ini Facebook, Instagram, dan Twitter mampu memfasilitasi pengguna-penggunanya dengan baik, termasuk dari Indonesia, dengan interaksi dan percakapan lewat status maupun komentar.
Mulanya, kata Nukman, Path telah memenuhi syarat itu. Keterbatasan teman membuat pengguna Path hanya berjejaring dengan orang-orang terdekatnya saja dan mereka bisa berinteraksi dengan lebih nyaman.
Namun sayangnya, karena ingin menanggapi desakan pengguna di Indonesia, Path kemudian menambah batasannya menjadi 500 teman. “Path mengambil langkah yang salah,” tandas Nukman.
Selain melanggar “fitrah awal”, kejatuhan Path juga dianggap karena kesalahan me-manage keuangan. Michael Carney, lewat tulisannya di Pando.com, bahkan sudah mencemaskan kejatuhan Path di tahun 2014, karena masalah keuangan.
Kala itu, Path masih mendapat kucuran dana dari banyak investor. Carney berpendapat bahwa Path tidak berkembang akibat eksekusi yang buruk, fokus berlebih pada desain dibandingkan kegunaan, dan pengeluaran yang “terlampau mewah”.
Hal tersebut tercermin dari tim awal Path dengan rasio desainer dan pengembang aplikasi sebesar 1 banding 2 ketika rata-rata seharusnya adalah 1 banding 20. Path juga dinilai menggunakan uangnya dengan berlebihan untuk kantornya yang disebut-sebut pernah memakan biaya 2,5 juta dolar AS (setara Rp 37 miliar) per bulan.
Well, kini nasib Path sudah menjadi bubur. Aplikasi yang sempat digadang-gadang akan menjadi pesaing berat Facebook itu akhirnya tersungkur dan tak bisa bangkit lagi. Kesalahan manajemen keuangan dan kurangnya inovasi, membuat Path harus gulung tikar dan tinggal nama.
“Kurang inovasi, kurang pelanggan, kurang duit,” ujar Livyani menyimpulkan alasan kegagalan Path dengan singkat dan padat. [AF/HBS]
Telko.id – Tidak hanya pihak operator seluler saja yang berlomba-lomba menghadirkan paket dan promo khusus menjelang bulan suci Ramadhan. Grab, selaku perusahaan teknologi yang bergerak di ranah transportasi juga menghadirkan beberapa paket khusus guna menyambut bulan suci bagi umat Muslim ini.
Sekadar informasi, Grab memiliki tiga yakni, memberikan transportasi yang aman di kawasan asia tenggara. Misi selanjutnya adalah menghadirkan transportasi yang mampu dijangkau oleh semua penumpang fan mudah diakses. Serta memberikan kesejahteraan kepada para armada. Sampai dengan saat ini mereka juga telah Grab Taxi, GrabBike, GrabExpress, GrabCar, dan GrabFood.
Bertepatan dengan ulang tahun Grab yang ke-4, Perusahaan asal Singapura ini mengumumkan beberapa layanan baru yang mereka hadiahkan untuk pelanggan setia di Indonesia.
Ini merupakan komitmen Grab dalam menyediakan solusi yang menjadikan pengalaman menggunakan Aplikasi Grab bebas hambatan baik dalam hal pembayaran perjalanan lintas negara atau layanan baru,” ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia di perayaan ulang tahun Grab ke-4 di Jakarta (03/06).
Beberapa layanan tadi seperti,
GrabTakjil
Bekerjasama dengan Alfamart, Grab akan memberikan takjil kepada para pengguna grab secara cuma-cuma. Pengguna dapat mengambil takjil di beberapa titik.
Grab Service
Layanan ini sejatinya akan memberikan tumpangan gratis bagi para pengguna. Setiap pengguna mendapatkan mobil grab bertanda khusus, maka pengguna akan di bebaskan segala bentuk pembayaran transportasi serta berbagai fasilitas di dalam seperti wifi ketika menggunakan kendaraan tersebut.
GrabPay
Layanan ini akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan debit card atau kredit card untuk membayar tagihan perjalanan Grab, Grab akan menyediakan promo seru bagi pengguna. Seperti tarif yang lebih murah dan lebih mudah. Berbeda dari layanan sejenis yang dihadirkan para kompetitor, GrabPay tidak mengharuskan pengguna mengisi saldo, melainkan pengguna bisa membayar biaya perjalanan yang telah mereka menggunakan kredit card atau debit card.
GrabFood
Layanan yang telah tersedia ini mampu menjadikan pengguna untuk memesan makanan via Grab. Layanan ini sejatinya telah lebih dulu hadir di kompetitor mereka.
GrabExpress
Layanan pesan antar barang juga dihadirkan oleh Grab, layanan GrabExpress juga menjadi layanan terbaru dari Grab guna menyambut bulan suci Ramadhan. Berbicara mengenai harga, tarif yang ditawarkan juga cukup kompetitif.
Pada kesempatan yang sama, Grab juga mengumumkan kerjasama dengan Lyft, yakni sebuah layanan serupa yang berada di negara Amerika Serikat. Kerjasama ini memungkinkan pengguna Grab dapat memesan layanan Lyft ketika mereka berada di Amerika Serikat. Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya.
Sementara itu, berbicara mengenai pembayaran. Para pengguna disarankan menggunakan cashless, untuk menghilangkan kerumitan yang terjadi ketika melakukan pembayaran dengan kurs mata uang yang berbeda.
Selain itu, saat ini di Amerika Serikat sendiri kecenderungan pembayaran lebih menggunakan kartu kredit ketimbang cash.
Telko.id – program smart city yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Pusat di Indonesia memang perlu dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya Pemerintah Pusat ataupun Daerah, para pemuda juga bisa ikut ambil bagian dalam pengimplementasian tren yang sedang berkembang di dunia saat ini.
Sebuah aplikasi bernama TRAFI merupakan alat perencanaan perjalanan perkotaan yang diklaim paling akurat dengan algoritma uniknya, dengan dukungan data secara real-time. Aplikasi ini digadang-gadang akan membantu para komuter di Jakarta.
“Pendekatan dengan fokus real-time dan akurat dari TRAFI menawarkan akurasi informasi yang tinggi, yang menunjukkan kepada para pengguna apa yang sebenarnya terjadi pada transportasi umum di kota,” ujar Dimas Dwilasetio, Country Manager TRAFI di Indonesia.
Welfizon Yuza, Service and Development Director, Transjakarta menyebutkan, “Ketersediaan teknologi real-time TRAFI akan membawa TransJakarta ke level tertinggi dalam penyediaan informasi transportasi umum untuk penumpang, yang saat ini hanya ada di beberapa kota di dunia,” ujarnya pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id (27/5).
Dengan TRAFI, nantinya para penumpang dapat mengetahui posisi bus TransJakarta pada peta saat mereka melalui koridor TransJakarta tersebut. “Kami sangat senang bekerja sama dengan TRAFI untuk kepentingan penumpang kami,” tambah Yuza.
Peluncuran TRAFI di Jakarta akan sangat membantu mewujudkan konsep Smart Mobility. TRAFI juga telah menjalin kerja sama erat dengan Jakarta Smart City untuk memperluas cakupannya ke mode transportasi lain seperti angkot, Metromini dan berbagai jaringan bus dari semua operator bus di Jakarta.
Sekadar informasi, salah satu misi Jakarta Smart City adalah meningkatkan sistem transportasi umum Jakarta, termasuk menyediakan informasi sistem transportasi umum yang paling akurat.
Peluncuran TRAFI di Jakarta dan kesiapan perusahaan untuk berinvestasi dalam menyediakan informasi transportasi umum bagi komuter diharapkan bisa mempercepat tersedianya konsep Smart Mobility di Jakarta.
TRAFI yang didirikan di Lithuania pada tahun 2013, menyediakan informasi perencanaan perjalanan yang presisi, melalui kerjasama strategis dengan pihak transportasi yang berwenang.
Fokus tim adalah pasar berkembang dengan pertumbuhan tinggi, di mana mereka menggunakan teknologi prediktif untuk mengamati pola lalu lintas lokal dan menerapkan algoritma TRAFI untuk menghitung dengan tepat waktu perjalanan.
Aplikasi ini juga telah terpilih sebagai Travel Planner terbaik untuk transportasi umum dalam Olympic Games 2016 oleh Cidade Olímpica (Olympic City) Rio de Janeiro, dinobatkan dalam daftar Best Apps 2014’ Apple di Turki, dan terus berada dalam daftar teratas di kelasnya di Google Play Store dan Apple App Store di pasar-pasar utamanya.
TRAFI saat ini tersedia di Brasil, Turki, Lithuania, Latvia, Estonia, Rusia, dan Taiwan. Kantor pengelola TRAFI di Indonesia telah aktif sejak April 2016.
Telko.id – Sudah menjadi rahasia umum, bahwa developer lokal di Indonesia terganjal sejumlah permasalahan untuk berkembang dan menuai sukses. Padahal, tak terhitung banyaknya, dengan bakat yang mengesankan, mulai dari mahasiswa, para konseptor hingga mereka yang benar-benar developer.
Pakar sekaligus praktisi IT, Budi Rahardjo mengurai beberapa alasan mengapa developer lokal jarang menyentuh kata sukses dalam bisnis aplikasi yang mereka rintis. Salah satu diantaranya, dan yang paling unik adalah karena perilaku masyarakat di Indonesia cenderung lebih menyukai aplikasi yang bersifat hiburan semata, ketimbang aplikasi kreatif yang sebenarnya dapat membantu serta mempermudah aktifitas masyarakat dan membuat suatu kota menjadi lebih ‘smart’.
“Kalau dulu hambatannya adalah kurangnya sumber daya kretaif, saat ini bukan itu lagi permasalahannya. Uniknya, masyarakat kita lebih senang dengan aplikasi yang bersifat hura-hura, seperti dubsmash dan lainnya. Sedangkan aplikasi kreatif lebih susah dijual, karena aplikasi yang dibutuhkan justru kurang diminati oleh masyarakat seperti micro finance,” kata Budi ketika ditemui tim Telko.id di Jakarta, Rabu (11/5).
Ia menambahkan, aplikasi seperti Micro Finance sejatinya dapat mengembangkan bisnis UKM di Indonesia. Pasalnya, transaksi online yang tidak terlalu membutuhkan banyak uang masih sulit dalam hal pembayaran.
“Jika terealisasi, mungkin saja ketika kita pergi ke toilet umum, kita hanya tinggal melakukan tapping di smartphone untuk membayar jasa toilet tadi yang hanya berjumlah seribu rupiah,” tandasnya.
Menurut Budi, ada tiga faktor utama yang menghambat perkembangan para developer lokal, seperti Infrastruktur, kurangnya wawasan serta kurang wadah untuk menampung ide mereka.
“Saat ini internet di Indonesia masih lemot, sehinga banyak developer yang terkesan enggan menciptakan aplikasi yang berbau internet. Banyak juga developer yang kurang wawasan karena kurang banyak melihat developer kelas dunia ketika sedang melakukan aktivitas coding, sehinggamembuat mereka kurang percaya diri,” tuturnya.
Ke depannya, Ia berharap infrastruktur internet di Indonesia bisa lebih baik lagi dan merata hingga ke pelosok. Selain itu, perlu juga para pemangku kepentingan untuk mendatangkan developer kelas dunia untuk mengajarkan dan memberikan pengalaman mereka bagi para developer lokal.
“Sesekali boleh lah kita undang developer yang mengembangkan MiUI ke Indonesia, terus juga kita ciptakan playstore-nya Indonesia untuk para developer lokal meletakan karya mereka. Karena di playstore syaratnya juga cukup ribet,” tutupnya. [ak/if]