Kategori: Telkom

  • Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival Dorong Solusi Limbah

    Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival Dorong Solusi Limbah

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower, Surabaya.

    Kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) ini melibatkan karyawan dari berbagai regional untuk menciptakan solusi pengelolaan limbah operasional yang aplikatif dan berkelanjutan.

    Direktur Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom, Dr. Runik Machfiroh, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis perusahaan.

    Program tersebut dirancang tidak sekadar meningkatkan kesadaran, melainkan memicu tindakan nyata dari seluruh elemen internal terhadap isu keberlanjutan lingkungan hidup.

    Pengelolaan sampah dan limbah operasional perusahaan seperti kabel, perangkat elektronik, hingga residu kantor kerap menjadi tantangan besar.

    Melalui kompetisi ini, ide-ide terbaik dari lima Telkom Regional (TREG) dikompetisikan pada tingkat nasional untuk menentukan solusi paling berdampak yang siap diimplementasikan secara luas di lingkungan TelkomGroup. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan Inovasi Pengolahan Sampah yang bernilai guna.

    Sebelumnya, rangkaian kompetisi serupa telah diselenggarakan di TREG I hingga V yang mencakup wilayah Bandung, Makassar, Medan, Tarakan, dan Yogyakarta.

    Langkah ini sejalan dengan pilar ESG utama yang dicanangkan oleh perusahaan, yakni Save Our Planet dan Empower Our People, yang bertujuan Bawa Perubahan Bumi ke arah yang lebih baik.

    Kompetisi Sengit Lima Finalis Regional

    Rangkaian acara tingkat nasional GoZero% Innovation Festival ini berlangsung selama dua hari penuh. Hari pertama difokuskan pada sesi presentasi inovasi dari para finalis. Sebanyak lima perwakilan regional memaparkan solusi terbaik mereka di hadapan dewan juri untuk divalidasi kelayakannya.

    Content image for article: Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival Dorong Solusi Limbah

    Kelima finalis tersebut meliputi MyCarbon dari TREG I, Ecoquest perwakilan TREG II, Forec dari TREG III, Restylecle Transforming Uniforms Sustainability utusan TREG IV, serta Clean Ocean IoT atau CLEOO dari TREG V.

    Penilaian juri menitikberatkan pada aspek relevansi terhadap prinsip ESG, potensi implementasi, skala dampak, keberlanjutan proyek, serta nilai kebaruan dari ide yang ditawarkan.

    Berdasarkan hasil penilaian ketat, tim Forec dari TREG III berhasil keluar sebagai juara utama. Mereka membawa inovasi cemerlang berupa pengolahan limbah kabel menjadi material konstruksi dan paving.

    Solusi ini dinilai sangat aplikatif, mampu mengurangi timbulan limbah secara signifikan, serta membuka potensi nilai ekonomi baru bagi perusahaan.

    Validasi Lapangan di PLTSA Benowo

    Memasuki hari kedua, seluruh peserta dilibatkan dalam kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive. Agenda ini bertujuan memperdalam pemahaman praktik pengelolaan limbah yang sejalan dengan program nasional Waste to Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola oleh BPI Danantara. Inisiatif ini juga mempertegas komitmen Energi Terbarukan Telkom di Indonesia.

    VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menyatakan bahwa kunjungan lapangan ini dirancang sebagai proses pembelajaran berkelanjutan. Ilmu yang diperoleh dari fasilitas pengolahan sampah tersebut diharapkan dapat dibawa kembali dan diterapkan secara nyata di masing-masing regional asal peserta.

    Peserta diajak meninjau langsung operasional PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). Fasilitas pengolahan ini diketahui mampu memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari, yang setara dengan hampir 70 persen total timbulan sampah masyarakat Kota Surabaya.

    Mengubah Residu Menjadi Energi Listrik

    Secara teknis, PLTSA Benowo mengandalkan dua teknologi utama. Pertama, teknologi Fermentasi Gas (Landfill Gas Power Plant) yang memiliki kapasitas 1,65 hingga 2 Megawatt (MW). Kedua, fasilitas ini menggunakan teknologi Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW yang terbukti efektif Kurangi Emisi Karbon di lingkungan perkotaan.

    Gabungan kedua teknologi tersebut mampu menghasilkan total 11 MW energi listrik. Daya yang dihasilkan setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan langsung disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

    Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, turut memberikan pemaparan mendalam kepada para peserta GoZero% Innovation Festival. Ia menjelaskan bahwa karakteristik sampah rumah tangga di Indonesia sebenarnya sangat ideal untuk dikonversi menjadi energi listrik, air layak pakai, hingga pupuk kompos.

    Melalui seluruh rangkaian acara ini, Telkom kembali mempertegas komitmen keberlanjutannya. Pengelolaan sampah kini tidak sekadar dipandang sebagai tanggung jawab pelestarian lingkungan, melainkan peluang strategis untuk memberdayakan karyawan, memacu kreativitas, dan menghadirkan Inovasi Digital ESG yang berdampak nyata demi masa depan. (Icha)

  • 4 Tahun NeutraDC: Perkuat Fondasi Digital Ecosystem Hub dan Infrastruktur AI

    4 Tahun NeutraDC: Perkuat Fondasi Digital Ecosystem Hub dan Infrastruktur AI

    Telko.id – Memasuki usia operasional yang keempat, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC Group), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berfokus pada bisnis pusat data, semakin agresif mengukuhkan posisinya sebagai Digital Ecosystem Hub.

    Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk merespons lonjakan kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kian masif, sekaligus memperkuat kedaulatan data nasional di tengah persaingan infrastruktur digital Asia Pasifik yang semakin ketat.

    CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F, menegaskan bahwa pencapaian usia empat tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum krusial untuk mempertegas peran perusahaan.

    Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membangun infrastruktur yang tidak hanya menawarkan keandalan dan keamanan tingkat tinggi, tetapi juga sepenuhnya siap mendukung akselerasi teknologi masa depan.

    “Empat tahun ini bukan sekadar penanda usia, tetapi momentum untuk mempertegas peran. Kami membangun infrastruktur yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga siap mendukung akselerasi AI.

    Melalui kolaborasi lintas ekosistem, NeutraDC ingin memastikan Indonesia memiliki fondasi komputasi yang kompetitif di tingkat regional,” ungkap Andreuw di Jakarta, 5 Maret 2026.

    Integrasi Layanan untuk Kebutuhan AI

    Dalam pandangan manajemen, kebutuhan terhadap AI-ready infrastructure kini telah bergeser menjadi kebutuhan aktual industri, bukan lagi sekadar proyeksi jangka panjang. Menyikapi dinamika tersebut, perusahaan tidak hanya berfokus pada perluasan kapasitas fisik semata.

    Strategi utama yang dijalankan adalah pengintegrasian layanan Colo (Colocation), Connect, dan Compute untuk menciptakan orkestrasi konektivitas dan komputasi dalam satu sistem terpadu.

    Secara operasional, pendekatan ini diwujudkan melalui ekosistem modular yang dirancang adaptif. Sistem ini dibangun untuk mengakomodasi dinamika teknologi yang bergerak cepat, termasuk pertumbuhan adopsi cloud, kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi, serta Infrastruktur AI yang membutuhkan daya besar.

    Dengan integrasi ini, NeutraDC memposisikan diri lebih dari sekadar penyedia fasilitas gedung perangkat server, melainkan sebagai penggerak ekosistem digital yang menyatukan seluruh elemen infrastruktur dalam satu kerangka strategis.

    Ekspansi Regional dan Lisensi Strategis

    Strategi penguatan ekosistem tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi fasilitas fisik yang terukur. Selain pengembangan di Jakarta, perusahaan tengah memacu pembangunan pusat data berskala besar di Batam yang baru saja meraih Sertifikasi Tier-3, serta mengoptimalkan operasional di Singapura.

    Keberadaan fasilitas di Singapura dinilai memiliki arti sangat strategis mengingat status negara tersebut sebagai salah satu hub interkoneksi dan lalu lintas data terbesar di kawasan Asia Pasifik.

    Langkah signifikan juga telah dicapai oleh NeutraDC Singapore yang berhasil memperoleh lisensi Services-Based Operator (SBO). Lisensi ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan penjualan kembali (resale) layanan konektivitas secara resmi.

    Hal ini tidak hanya memperkuat aspek kepatuhan regulasi di tingkat regional, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang dengan menghubungkan ekosistem domestik ke jaringan global secara lebih efisien.

    Kehadiran fasilitas di luar negeri menjadikan NeutraDC sebagai operator data center asal Indonesia dengan jejak operasional internasional yang nyata.

    Model operasional ini menghadirkan nilai tambah strategis bagi pelanggan, mulai dari peningkatan keandalan melalui redundansi antarnegara, penguatan konektivitas regional, hingga fleksibilitas dalam pengelolaan beban kerja domestik dan global secara bersamaan melalui arsitektur hybrid.

    “Posisi ini memberikan nilai tambah berupa konektivitas regional yang lebih kuat, redundansi lintas negara, serta fleksibilitas arsitektur hybrid. Dengan model tersebut, Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumsi data, tetapi juga bagian dari rantai nilai infrastruktur digital regional,” tambah Andreuw.

    Memasuki fase pertumbuhan selanjutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan infrastruktur secara proaktif. Transformasi dari sekadar penyedia fasilitas menjadi penggerak ekosistem dinilai krusial untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai AI Hub Regional dalam peta infrastruktur digital Asia Pasifik.

    Ketersediaan kapasitas hyperscale di dalam negeri diharapkan tidak hanya mempercepat transformasi industri, tetapi juga meningkatkan daya tarik investasi berbasis teknologi ke Indonesia.(Icha)

  • CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Telko.id – Menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi nasional.

    Melalui program TelkomGroup Siaga RAFI (Ramadan Idulfitri) 2026, perusahaan pelat merah ini memastikan kesiapan infrastruktur guna mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, turun langsung melakukan peninjauan kesiapan operasional di wilayah Telkom Regional III, Semarang, pada Rabu (4/3).

    Dalam kunjungan tersebut, Dian didampingi oleh EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza, serta jajaran pimpinan senior lainnya.

    Agenda utama kunjungan ini adalah memastikan seluruh infrastruktur jaringan dan layanan pelanggan berfungsi optimal selama periode krusial ini.

    Mengusung tema “Hadir Tanpa Henti, Layani Sepenuh Hati,” kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang digelar secara nasional. Fokus utama manajemen adalah memonitor performa jaringan serta menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Dian menyambangi GraPARI Pahlawan Semarang untuk melihat langsung interaksi layanan dengan pelanggan. Ia meninjau sejumlah fasilitas digital modern yang diterapkan untuk mempercepat pelayanan, mulai dari smart greeter yang menyambut pengunjung hingga device corner.

    Selain itu, Dian juga memeriksa sistem registrasi prabayar berbasis face recognition yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses validasi data pelanggan.

    Content image for article: CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Antisipasi Lonjakan Trafik Digital

    Setelah memastikan pelayanan pelanggan berjalan lancar, rombongan direksi bergerak menuju Integrated Operation Center (IOC) Semarang. Lokasi ini berfungsi sebagai Posko TelkomGroup Siaga RAFI 2026 yang menjadi pusat komando monitoring operasional jaringan di wilayah tersebut.

    Keberadaan posko ini vital untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi digital di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik dan lebaran.

    Berdasarkan proyeksi perusahaan, trafik layanan data dan komunikasi pada periode RAFI tahun ini diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap trafik digital untuk bersilaturahmi maupun mengakses hiburan selama bulan puasa dan hari raya.

    Guna menghadapi lonjakan tersebut, TelkomGroup telah melakukan serangkaian langkah preventif. Upaya ini meliputi penguatan kapasitas infrastruktur, optimalisasi alat pemantauan berbasis teknologi informasi (IT tools), serta pelaksanaan uji kesiapan jaringan atau rehearsal test. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sistem dan prosedur operasional berjalan selaras tanpa gangguan berarti.

    Content image for article: CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Untuk mengawal keandalan layanan, TelkomGroup membentuk satuan tugas khusus yang akan beroperasi penuh selama periode RAFI, yakni mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.

    Sebanyak 13.700 personel posko dan teknisi disiagakan secara bergantian selama 24 jam penuh atau siaga 24/7.

    Kehadiran ribuan personel ini diharapkan membuat penanganan gangguan menjadi lebih responsif dan terintegrasi, sejalan dengan upaya pemerintah yang juga menyiapkan berbagai posko digital untuk kelancaran mudik.

    Selain fokus pada infrastruktur fisik, aspek keamanan siber juga menjadi prioritas utama. Hal ini penting mengingat meningkatnya volume transaksi digital selama Ramadan.

    TelkomGroup dijadwalkan akan menggelar kick-off Posko Siaga RAFI secara resmi pada Jumat (6/3) mendatang sebagai simbol dimulainya pengawalan ketat terhadap ketersediaan konektivitas bagi pelanggan B2B, B2C, dan masyarakat luas.

    Penyaluran Bantuan Sosial dan Transformasi Perusahaan

    “Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan komunikasi dan layanan digital. Untuk itu, seluruh insan TelkomGroup berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur serta menghadirkan layanan terbaik agar pelanggan dapat menikmati pengalaman telekomunikasi yang prima dan berkualitas,” ujar Dian Siswarini di sela-sela kegiatannya.

    Dian juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel satgas yang bertugas. Menurutnya, dedikasi para teknisi dan petugas posko sangat krusial dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, sehingga momen silaturahmi keluarga Indonesia tidak terputus oleh kendala jaringan.

    Di luar agenda teknis, kunjungan ke Semarang juga dimanfaatkan Dian untuk bertatap muka dengan karyawan TelkomGroup di Kantor Regional III. Dalam sesi ini, ia menyampaikan pembaruan terkait transformasi perusahaan, khususnya mengenai arah dan peta jalan strategi TLKM 30.

    Pertemuan ini menjadi wadah bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi eksekusi sekaligus mendengar aspirasi langsung dari karyawan di lapangan.

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), rangkaian Safari Ramadan ini turut diisi dengan program Telkom Berbagi. Telkom menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp2 miliar.

    Bantuan tersebut dialokasikan dalam bentuk perangkat dan konektivitas internet untuk 50 madrasah, sekolah, dan pesantren.

    Selain itu, santunan juga diberikan kepada 1.000 anak yatim serta 1.000 kaum duafa dan penyandang disabilitas.

    “Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian. Semoga berbagai inisiatif yang dihadirkan TelkomGroup dalam rangkaian Safari Ramadan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat, serta turut menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga Indonesia dalam menyambut hari kemenangan,” tutup Dian. (Icha)

  • CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Telko.id – Menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi nasional. Melalui program TelkomGroup Siaga RAFI (Ramadan Idulfitri) 2026, perusahaan pelat merah ini memastikan kesiapan infrastruktur guna mengantisipasi lonjakan aktivitas digital masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, turun langsung melakukan peninjauan kesiapan operasional di wilayah Telkom Regional III, Semarang, pada Rabu (4/3). Dalam kunjungan tersebut, Dian didampingi oleh EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza, serta jajaran pimpinan senior lainnya. Agenda utama kunjungan ini adalah memastikan seluruh infrastruktur jaringan dan layanan pelanggan berfungsi optimal selama periode krusial ini.

    Mengusung tema “Hadir Tanpa Henti, Layani Sepenuh Hati,” kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang digelar secara nasional. Fokus utama manajemen adalah memonitor performa jaringan serta menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Dian menyambangi GraPARI Pahlawan Semarang untuk melihat langsung interaksi layanan dengan pelanggan. Ia meninjau sejumlah fasilitas digital modern yang diterapkan untuk mempercepat pelayanan, mulai dari smart greeter yang menyambut pengunjung hingga device corner. Selain itu, Dian juga memeriksa sistem registrasi prabayar berbasis face recognition yang dirancang untuk mempermudah dan mempercepat proses validasi data pelanggan.

    Content image for article: CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Antisipasi Lonjakan Trafik Digital

    Setelah memastikan pelayanan pelanggan berjalan lancar, rombongan direksi bergerak menuju Integrated Operation Center (IOC) Semarang. Lokasi ini berfungsi sebagai Posko TelkomGroup Siaga RAFI 2026 yang menjadi pusat komando monitoring operasional jaringan di wilayah tersebut. Keberadaan posko ini vital untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi digital di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat mudik dan lebaran.

    Berdasarkan proyeksi perusahaan, trafik layanan data dan komunikasi pada periode RAFI tahun ini diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap trafik digital untuk bersilaturahmi maupun mengakses hiburan selama bulan puasa dan hari raya.

    Guna menghadapi lonjakan tersebut, TelkomGroup telah melakukan serangkaian langkah preventif. Upaya ini meliputi penguatan kapasitas infrastruktur, optimalisasi alat pemantauan berbasis teknologi informasi (IT tools), serta pelaksanaan uji kesiapan jaringan atau rehearsal test. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sistem dan prosedur operasional berjalan selaras tanpa gangguan berarti.

    Content image for article: CEO Telkom Tinjau Infrastruktur Jelang Lebaran, Prediksi Trafik Naik 9,2%

    Untuk mengawal keandalan layanan, TelkomGroup membentuk satuan tugas khusus yang akan beroperasi penuh selama periode RAFI, yakni mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Sebanyak 13.700 personel posko dan teknisi disiagakan secara bergantian selama 24 jam penuh atau siaga 24/7. Kehadiran ribuan personel ini diharapkan membuat penanganan gangguan menjadi lebih responsif dan terintegrasi, sejalan dengan upaya pemerintah yang juga menyiapkan berbagai posko digital untuk kelancaran mudik.

    Selain fokus pada infrastruktur fisik, aspek keamanan siber juga menjadi prioritas utama. Hal ini penting mengingat meningkatnya volume transaksi digital selama Ramadan. TelkomGroup dijadwalkan akan menggelar kick-off Posko Siaga RAFI secara resmi pada Jumat (6/3) mendatang sebagai simbol dimulainya pengawalan ketat terhadap ketersediaan konektivitas bagi pelanggan B2B, B2C, dan masyarakat luas.

    Penyaluran Bantuan Sosial dan Transformasi Perusahaan

    “Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti dengan peningkatan kebutuhan komunikasi dan layanan digital. Untuk itu, seluruh insan TelkomGroup berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur serta menghadirkan layanan terbaik agar pelanggan dapat menikmati pengalaman telekomunikasi yang prima dan berkualitas,” ujar Dian Siswarini di sela-sela kegiatannya.

    Dian juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel satgas yang bertugas. Menurutnya, dedikasi para teknisi dan petugas posko sangat krusial dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, sehingga momen silaturahmi keluarga Indonesia tidak terputus oleh kendala jaringan.

    Di luar agenda teknis, kunjungan ke Semarang juga dimanfaatkan Dian untuk bertatap muka dengan karyawan TelkomGroup di Kantor Regional III. Dalam sesi ini, ia menyampaikan pembaruan terkait transformasi perusahaan, khususnya mengenai arah dan peta jalan strategi TLKM 30. Pertemuan ini menjadi wadah bagi manajemen untuk menyelaraskan strategi eksekusi sekaligus mendengar aspirasi langsung dari karyawan di lapangan.

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), rangkaian Safari Ramadan ini turut diisi dengan program Telkom Berbagi. Telkom menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dalam bentuk perangkat dan konektivitas internet untuk 50 madrasah, sekolah, dan pesantren. Selain itu, santunan juga diberikan kepada 1.000 anak yatim serta 1.000 kaum duafa dan penyandang disabilitas.

    “Ramadan selalu menjadi momen yang penuh makna untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian. Semoga berbagai inisiatif yang dihadirkan TelkomGroup dalam rangkaian Safari Ramadan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat, serta turut menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga Indonesia dalam menyambut hari kemenangan,” tutup Dian.

  • Nuon Pertegas Peran Orkestrator Ekosistem Digital Lifestyle Nasional 2026

    Nuon Pertegas Peran Orkestrator Ekosistem Digital Lifestyle Nasional 2026

    Telko.id – PT Nuon Digital Indonesia (Nuon) secara resmi mempertegas langkah strategisnya sebagai orkestrator utama dalam ekosistem gaya hidup digital di tanah air.

    Dalam agenda Media Update 2026 yang digelar di Jakarta, anak usaha Telkom Group ini memaparkan visi besarnya untuk menghubungkan konten, distribusi, dan monetisasi guna menangkap potensi nilai ekonomi digital yang diproyeksikan tumbuh signifikan.

    Nuon kini memosisikan diri sebagai titik temu krusial untuk memastikan nilai tambah industri tetap berputar di dalam negeri.

    Langkah agresif ini diambil di tengah proyeksi pasar yang menjanjikan namun penuh tantangan. Mengacu pada laporan e-Conomy SEA 2025, sektor media online di Indonesia diperkirakan akan menyentuh angka valuasi USD 10 hingga USD 12 miliar pada periode 2026–2027.

    Pasar ini didukung oleh basis konsumen yang masif, mencakup lebih dari 190 juta pengguna digital serta komunitas pemain gim aktif yang mencapai angka 175 juta orang. Data ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.

    Kendati memiliki pasar yang gemuk, industri hiburan digital nasional masih menghadapi isu serius terkait value leakage atau kebocoran nilai.

    Sebagian besar monetisasi konten digital saat ini masih terkonsentrasi pada platform global, yang mengakibatkan optimalisasi nilai tambah domestik menjadi terbatas. CEO Nuon, Aris Sudewo, menyoroti bahwa posisi perusahaan saat ini berada pada titik krusial dalam rantai nilai digital, khususnya pada aspek distribusi dan monetisasi untuk mengatasi tantangan tersebut.

    Integrasi Ekosistem Telkom Group

    Aris menjelaskan bahwa kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital yang solid. Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia milik Telkom Group, Nuon memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan konten dan pengguna dalam satu ekosistem utuh.

    Mandat utama yang diemban adalah menekan kebocoran nilai ekonomi sekaligus memastikan inisiatif baru dalam ekosistem digital nasional dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

    Content image for article: Nuon Pertegas Peran Orkestrator Ekosistem Digital Lifestyle Nasional 2026

    “Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar digital terbesar—kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Aris. Pernyataan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya bermain di sisi hilir, tetapi juga memperkuat fundamental industri kreatif nasional agar lebih berdaya saing menghadapi platform mancanegara.

    Keunggulan kompetitif yang ditawarkan bertumpu pada kemampuan mengintegrasikan penciptaan kekayaan intelektual (IP), distribusi platform, sistem pembayaran, serta pemanfaatan wawasan perilaku konsumen.

    Sinergi dengan ekosistem Telkom Group memberikan akses langsung ke lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta pelanggan broadband rumah tangga. Selain itu, potensi pasar yang dapat disasar (addressable market) mencapai 182 juta pengguna seluler dan lebih dari 4 juta rumah tangga broadband lainnya.

    Melalui integrasi masif ini, Nuon tidak sekadar memperluas jangkauan layanan, tetapi juga mengoptimalkan konversi, retensi, dan monetisasi secara end-to-end.

    Pendekatan ini menciptakan model bisnis berbasis ecosystem flywheel, di mana setiap elemen dalam ekosistem saling mendorong pertumbuhan satu sama lain, sehingga meningkatkan nilai ekonomi per pengguna secara berkelanjutan.

    Perluasan Produk dan Monetisasi Kreator

    Salah satu strategi kunci dalam menjangkau pasar yang lebih luas adalah penerapan integrasi Direct Carrier Billing (DCB). Metode ini membuka jalur pembayaran alternatif yang sangat krusial bagi segmen masyarakat yang belum terlayani jasa perbankan (unbanked) dan yang memiliki akses terbatas (underbanked).

    Skema pembayaran ini tidak hanya mempermudah konsumen mengakses konten premium, tetapi juga memperbesar potensi pendapatan bagi para kreator dan mitra konten.

    Dalam operasionalnya, Nuon saat ini mengelola berbagai lini bisnis digital yang strategis. Di sektor gim, distribusi dan layanan top-up dikelola melalui platform UPOINT.ID, serta penyediaan voucer gim ke berbagai operator dan mitra distribusi nasional.

    Hal ini sejalan dengan upaya memperluas akses PC Game Pass dan layanan gim lainnya bagi masyarakat Indonesia.

    Sementara itu, di lini musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform streaming dan agregasi. Untuk mendukung ekonomi kreator, tersedia layanan musik latar PlayUp yang dirancang khusus untuk memperluas peluang monetisasi bagi para musisi lokal.

    Sinergi ini diharapkan mampu memberikan panggung yang lebih luas bagi karya anak bangsa di tengah gempuran musik internasional.

    Inovasi teknologi juga terus dikembangkan, salah satunya melalui layanan Gaming-on-Demand bernama HELD yang saat ini tengah memasuki tahap playtest.

    Selain itu, Nuon memperkuat lini pengalaman langsung (live experiences) melalui layanan tiket Tiketapasaja.com. Fokus strategis tahun 2026 juga diarahkan pada pengembangan IP lokal guna meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global.

    Struktur bisnis yang terintegrasi mulai dari penciptaan IP hingga monetisasi menjadikan Nuon berkembang sebagai aset digital strategis dalam portofolio Telkom Group.

    Model bisnis ini tidak hanya memperluas aliran pendapatan di luar layanan konektivitas tradisional, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik. Dalam jangka panjang, integrasi ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara nyata. (Icha)

  • Mitratel dan AALTO Kembangkan HAPS di Stratospace, Ini Targetnya!

    Mitratel dan AALTO Kembangkan HAPS di Stratospace, Ini Targetnya!

    Telko.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited (AALTO), anak perusahaan Airbus, resmi memperpanjang kolaborasi strategis mereka untuk pengembangan teknologi Stratospace di Indonesia.

    Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada Senin (2/3), yang menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur telekomunikasi non-terestrial yang inovatif.

    Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan konektivitas di seluruh nusantara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur darat konvensional.

    Dalam kerja sama ini, AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft. Layanan ini mencakup penempatan, pengoperasian, hingga pengelolaan solusi berbasis High Altitude Platform System (HAPS) yang beroperasi di lapisan stratosfer.

    Sementara itu, Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia sekaligus bagian dari TelkomGroup, akan memberikan dukungan penuh melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara.

    Dukungan infrastruktur darat ini sangat krusial untuk memastikan operasional wahana HAPS dapat berjalan lancar dan terintegrasi dengan jaringan terestrial yang sudah ada. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih andal dan merata.

    Perpanjangan kerja sama hingga Oktober 2027 ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mengeksplorasi potensi teknologi dirgantara untuk kebutuhan telekomunikasi sipil.

    Fokus utama dari kolaborasi ini adalah menghadirkan solusi konektivitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan geografis Indonesia yang unik sebagai negara kepulauan.

    Solusi Konektivitas Daerah 3T dan Kebencanaan

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi besar TelkomGroup dalam membangun fondasi next generation infrastructure.

    Teknologi HAPS dinilai memiliki potensi besar untuk melengkapi jaringan terestrial yang selama ini menjadi tulang punggung telekomunikasi nasional.

    Content image for article: Mitratel dan AALTO Kembangkan HAPS, Internet dari Stratosfer untuk Indonesia

    Menurut Seno, teknologi ini sangat relevan untuk mengatasi tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kemampuan HAPS untuk memancarkan sinyal dari ketinggian stratosfer memungkinkannya menjangkau area yang sulit ditembus oleh menara BTS biasa atau serat optik.

    Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan akses informasi digital yang merata di seluruh pelosok negeri.

    Selain pemerataan akses, Seno juga menyoroti keunggulan teknologi ini dalam situasi darurat. Solusi Stratospace dapat dimanfaatkan secara efektif ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan akibat bencana alam.

    Dengan kemampuan deployment yang fleksibel, HAPS dapat mendukung proses pemulihan layanan komunikasi secara lebih cepat, memastikan koordinasi penanganan bencana dapat berjalan tanpa hambatan komunikasi.

    TelkomGroup menegaskan akan mendukung kelanjutan inisiatif ini melalui serangkaian pengujian dan studi kelayakan yang komprehensif.

    Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa implementasi teknologi canggih ini benar-benar siap secara teknis dan operasional sebelum digelar secara masif. Seno menekankan bahwa setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent atau penuh kehati-hatian.

    Kepatuhan Regulasi dan Tata Kelola

    Aspek kepatuhan terhadap hukum dan regulasi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kerja sama ini. Kedua perusahaan sepakat untuk menjunjung tinggi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).

    Hal ini mencakup pemenuhan seluruh ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun yurisdiksi internasional yang terkait dengan pengoperasian wahana udara.

    Mitratel dan AALTO berkomitmen untuk memastikan seluruh proses perizinan, persetujuan, serta dokumentasi dari instansi pemerintah dan lembaga terkait terpenuhi dengan lengkap.

    Kepatuhan terhadap aturan regulasi sangat penting mengingat pengoperasian HAPS melibatkan penggunaan ruang udara dan frekuensi yang diatur ketat oleh negara. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran operasional jangka panjang dan mencegah potensi kendala hukum di kemudian hari.

    Evaluasi potensi sinergi kedua pihak akan dilakukan melalui kajian menyeluruh. Kajian ini tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek bisnis, finansial, operasional, dan komersial.

    Pendekatan holistik ini diperlukan untuk memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan proyek Stratospace ini dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel) dan memberikan manfaat optimal bagi ekosistem digital nasional.

    Teknologi Zephyr dan Direct-to-Device

    CEO AALTO, Hughes Boulnois, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kerja sama ini, terutama di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace secara global.

    AALTO mengandalkan teknologi Zephyr, sebuah wahana udara tanpa awak bertenaga surya yang mampu terbang di stratosfer selama berbulan-bulan.

    Keunggulan utama Zephyr terletak pada kemampuannya menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat pengguna atau direct-to-device. Fitur ini memungkinkan pengguna ponsel standar untuk mendapatkan sinyal langsung dari wahana di angkasa tanpa memerlukan perangkat keras tambahan yang rumit.

    Teknologi ini membuka peluang besar untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses infrastruktur darat.

    Bagi AALTO, kawasan Asia-Pasifik, khususnya Indonesia, merupakan pasar strategis bagi pertumbuhan perusahaan. Wilayah ini dianggap sebagai bagian penting dari evolusi konektivitas global.

    Kemampuan untuk menyediakan jaringan yang andal di negara kepulauan seperti Indonesia akan menjadi pembuktian keandalan teknologi HAPS dalam skala luas.

    CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menambahkan bahwa sinergi antara infrastruktur menara yang dimiliki Mitratel dan teknologi HAPS dari AALTO diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara signifikan.

    Kolaborasi ini memberikan landasan yang kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang, demi mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional.

    Kerja sama yang telah terjalin sejak 2023 ini kini memasuki babak baru yang lebih konkret. Dengan diperpanjangnya MoU, Mitratel dan AALTO akan terus mematangkan potensi integrasi teknologi ini sebagai solusi masa depan untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

    Inovasi seperti koneksi satelit dan HAPS diprediksi akan menjadi kunci dalam menutup kesenjangan digital di tanah air. (Icha)

  • Telkom Blokir ChatGPT di Kantor, Karyawan Wajib Pakai AI Internal

    Telkom Blokir ChatGPT di Kantor, Karyawan Wajib Pakai AI Internal

    Telko.id – PT Telkom Indonesia secara resmi mengambil langkah tegas dengan membangun platform chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) internal untuk seluruh operasional perusahaan.

    Keputusan strategis ini dilakukan sebagai upaya preventif dan antisipatif manajemen terhadap risiko keamanan data akibat maraknya penggunaan layanan AI publik seperti ChatGPT, Gemini, dan aplikasi serupa di lingkungan kerja.

    Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengungkapkan bahwa fenomena penggunaan chatbot publik di kalangan karyawan sempat tidak terkendali karena kemudahan akses yang ditawarkan.

    Sebelum tersedianya platform internal yang mumpuni, pegawai cenderung mengandalkan layanan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan tugas harian mereka, yang tanpa disadari membuka celah kerentanan keamanan informasi perusahaan.

    “Memang pertama kali pada saat perusahaan belum memiliki platform seperti ChatGPT di internal, pegawai cenderung menggunakan ChatGPT karena mudah sekali,” ujar Komang dalam acara silaturahmi Ramadan dan Business Update Telkom yang digelar di Jakarta, Senin (2/3/2026).

    Ia menekankan bahwa kenyamanan penggunaan tersebut menyimpan potensi bahaya laten, terutama terkait kerahasiaan dokumen strategis yang bisa saja terekspos ke server publik.

    Kekhawatiran utama manajemen Telkom berpusat pada mekanisme kerja AI publik yang menyimpan data input pengguna ke dalam server mereka.

    Komang menjelaskan bahwa ketika karyawan mengunggah dokumen internal untuk diproses oleh AI publik, data tersebut secara otomatis tersimpan dan berpotensi diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk kompetitor bisnis.

    “Pada saat kita mengunggah dokumen itu, maka dokumen tersebut tersimpan di server mereka. Bisa jadi diakses kompetitor atau pihak yang tidak bertanggung jawab, dan terjadilah kebocoran data,” tegas Komang.

    Situasi ini mendorong Telkom untuk tidak hanya membangun infrastruktur tandingan, tetapi juga menerapkan kebijakan ketat guna melindungi aset informasi perusahaan dari ancaman siber yang tidak disengaja.

    Aturan Tegas dan Pemblokiran Akses Intranet

    Guna memitigasi risiko kebocoran data yang semakin nyata, Komang menilai pendekatan persuasif saja tidak cukup. Perusahaan perlu mengambil langkah top-down melalui regulasi resmi yang mengikat.

    Manajemen Telkom mendorong adanya aturan tegas (enforcement) yang melarang penggunaan aplikasi AI publik untuk keperluan pekerjaan yang melibatkan data sensitif.

    “Perusahaan harus mengeluarkan enforcement atau aturan. Bila perlu ada sanksinya jika ketahuan mengunggah dokumen perusahaan ke aplikasi terbuka ini,” paparnya.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa integritas data perusahaan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar, meskipun teknologi AI menawarkan efisiensi kerja yang tinggi.

    Sebagai bentuk implementasi teknis dari kebijakan tersebut, Telkom telah melakukan pemblokiran akses ke berbagai situs dan aplikasi AI publik melalui jaringan intranet perusahaan.

    Langkah ini memaksa karyawan untuk beralih menggunakan infrastruktur yang telah disediakan secara mandiri oleh perusahaan.

    Komang memastikan bahwa kapabilitas Model AI Coding dan pemrosesan bahasa yang dimiliki oleh GPT internal Telkom tidak kalah dengan versi publik, namun dengan jaminan keamanan yang jauh lebih tinggi.

    “Kalau ingin bantuan, gunakan GPT internal yang sudah kita bangun. Hasilnya juga sama,” tambah Komang, meyakinkan bahwa produktivitas karyawan tidak akan terganggu dengan adanya pembatasan akses ke platform eksternal.

    Tantangan Halusinasi dan Kematangan Adopsi AI

    Meskipun telah memiliki platform internal, Komang mengakui bahwa tingkat kematangan (maturity) pemanfaatan teknologi ini di Indonesia, termasuk di lingkungan Telkom, masih dalam tahap perkembangan awal.

    Tantangan terbesar dalam pengelolaan solusi chatbot korporat adalah menjaga akurasi dan relevansi jawaban yang dihasilkan oleh mesin.

    Chatbot membutuhkan pembaruan basis pengetahuan (knowledge base) secara berkala dan pelatihan yang konsisten. Tanpa adanya injeksi data baru yang valid, sistem AI berisiko mengalami “halusinasi”, yaitu kondisi di mana AI memberikan jawaban yang tampak meyakinkan namun faktanya salah atau tidak konsisten.

    Hal ini berbeda dengan sistem pencarian informasi tradisional seperti Trafik Wikipedia yang berbasis artikel statis.

    “Apa yang kita tanyakan kadang-kadang jawabannya berbeda, itu halusinasi. Karena itu diperlukan tambahan knowledge agar semakin lama semakin pintar,” jelas Komang.

    Ia menekankan bahwa proses pelatihan AI adalah investasi jangka panjang yang memerlukan dedikasi sumber daya manusia untuk terus memvalidasi dan memperkaya data yang dimiliki mesin.

    Manusia vs AI: Siapa Menggantikan Siapa?

    Di luar isu teknis dan keamanan, Komang juga menyoroti diskursus global mengenai ancaman AI terhadap tenaga kerja manusia. Ia membantah narasi pesimistis yang menyebutkan bahwa AI akan sepenuhnya menggantikan peran manusia.

    Menurutnya, disrupsi teknologi justru akan menciptakan peluang kerja baru yang lebih banyak dibandingkan pekerjaan yang hilang, asalkan tenaga kerja mau beradaptasi.

    “Bukan AI yang menggantikan orang. Kita akan digantikan oleh orang yang lebih pintar menguasai AI dari kita,” cetusnya.

    Pandangan ini menggarisbawahi bahwa ancaman sebenarnya bagi profesional bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan ketertinggalan kompetensi individu dalam memanfaatkan alat-alat modern tersebut.

    Komang memberikan contoh pada sektor manufaktur yang telah lama mengadopsi robotika. Pekerjaan yang bersifat repetitif dan berulang memang sudah sewajarnya digantikan oleh otomatisasi.

    Namun, hal ini membuka ruang bagi manusia untuk naik kelas mengerjakan tugas-tugas yang lebih strategis dan bernilai tambah. Ia pun menyinggung profesi jurnalis yang kini juga dituntut untuk memahami alat bantu AI demi efisiensi dan akurasi, mirip dengan bagaimana perusahaan teknologi mengembangkan Chatbot AI Penuh untuk melayani pelanggan.

    “Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI,” tegasnya kembali. Oleh karena itu, Telkom terus mendorong karyawannya dan masyarakat luas untuk tidak pasif, melainkan aktif mempelajari kapabilitas alat-alat AI yang tersedia. Peningkatan kemampuan (upskilling) menjadi kunci pertahanan karir di era digital yang serba cepat ini.

    Ke depan, Telkom berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sinergi antara manusia dan kecerdasan buatan.

    Dengan menguasai teknologi seperti platform internal yang telah dibangun, karyawan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan tanpa mengorbankan keamanan data.

    Meskipun teknologi terus berkembang, seperti klaim AI Hemat Memori yang semakin efisien, faktor manusia sebagai pengendali tetap menjadi elemen krusial dalam ekosistem bisnis. (Icha)

  • Telkom Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026: Siapkan Bus dan Kapal Laut

    Telkom Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026: Siapkan Bus dan Kapal Laut

    Telko.id – TelkomGroup secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran program “Mudik Bersama TelkomGroup 2026” yang akan dimulai pada tanggal 3 Maret 2026.

    Langkah ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap inisiatif Mudik Gratis BUMN untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.

    Dalam penyelenggaraan tahun ini, TelkomGroup menyiapkan total 27 armada bus ramah lingkungan serta tiga rute kapal laut yang diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 1.700 pemudik ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.

    VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

    Mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan”, inisiatif ini tidak hanya sekadar menyediakan transportasi cuma-cuma, tetapi juga menekankan pada aspek kenyamanan dan keamanan pemudik.

    Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak yang terus meningkatkan fasilitas, termasuk penyediaan Posko Digital untuk memantau kelancaran arus mudik tahunan.

    “Selain menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan armada bus ramah lingkungan dalam program ini juga menjadi langkah nyata TelkomGroup dalam mendorong perjalanan yang lebih efisien, rendah emisi, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan perusahaan,” ujar Andri dalam keterangan resminya di Jakarta.

    Ia menambahkan harapan agar program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta tetapi juga bagi lingkungan.

    Rute dan Jadwal Keberangkatan

    Program mudik tahun ini dirancang untuk melayani rute-rute padat pemudik. Berdasarkan data yang dirilis, keberangkatan peserta dijadwalkan secara serentak pada hari Selasa, 17 Maret 2026.

    Titik kumpul utama bagi para pemudik yang menggunakan moda transportasi darat akan dipusatkan di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan. Lokasi ini dipilih untuk memudahkan koordinasi dan pengondisian ribuan peserta sebelum dilepas menuju kampung halaman.

    Penyediaan armada yang prima menjadi prioritas, mengingat tingginya antusiasme masyarakat setiap tahunnya. Hal ini juga mengingatkan pada kesuksesan program sebelumnya di mana Mudik Gratis BUMN selalu menjadi incaran utama masyarakat perantau.

    Adapun rute tujuan bus yang disediakan oleh TelkomGroup mencakup:

    • Jakarta – Surabaya – Malang
    • Jakarta – Magelang – Sleman – Yogyakarta – Wonosari
    • Jakarta – Semarang
    • Jakarta – Yogyakarta
    • Jakarta – Ponorogo
    • Jakarta – Malang
    • Jakarta – Lampung
    • Jakarta – Palembang
    • Jakarta – Tasikmalaya

    Selain moda transportasi darat, TelkomGroup juga menyediakan tiga rute kapal laut untuk memfasilitasi pemudik yang menyeberang pulau. Opsi ini memberikan alternatif perjalanan yang nyaman bagi masyarakat yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas jalur darat.

    Tata Cara Pendaftaran dan Verifikasi

    Masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat melakukan pendaftaran secara daring mulai tanggal 3 Maret 2026. TelkomGroup telah menyediakan kanal resmi melalui laman https://mudik2026.telkomgroup.id/.

    Calon pemudik diimbau untuk segera mendaftar begitu portal dibuka, mengingat kuota yang tersedia—yakni sekitar 1.700 kursi—sangat terbatas dan diprediksi akan cepat terisi penuh.

    Proses ini sepenuhnya gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia mudik.

    Kewaspadaan digital semacam ini sangat penting, selaras dengan kampanye operator seluler lain seperti IM3 yang gencar mengajak masyarakat untuk Lindungi WhatsApp dari potensi kejahatan siber selama bulan Ramadan.

    Setelah melakukan pendaftaran online, peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan informasi detail terkait waktu kehadiran dan teknis keberangkatan secara langsung. Sistem verifikasi ini diterapkan untuk memastikan bahwa bantuan transportasi ini tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Melalui penyelenggaraan Mudik Bersama TelkomGroup 2026, perusahaan berharap dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Indonesia dalam merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta di kampung halaman.

    Kesiapan infrastruktur dan layanan pendukung, termasuk Jaringan Andal telekomunikasi di sepanjang jalur mudik, juga terus dipantau untuk memastikan kenyamanan maksimal bagi para pemudik. (Icha)

  • Finnet Gandeng KP2MI Perkuat Digitalisasi Layanan Pekerja Migran

    Finnet Gandeng KP2MI Perkuat Digitalisasi Layanan Pekerja Migran

    Telko.id – PT Finnet Indonesia (Finnet) resmi menjalin kesepakatan strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mempercepat digitalisasi layanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, aman, dan inklusif bagi para pahlawan devisa negara.

    Kesepakatan yang berlangsung di Gedung Bidakara 2, Jakarta Selatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua instansi.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Dr. Muh. Fachri, serta Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifuddin yang didampingi Direktur Business & Marketing Finnet Aziz Sidqi.

    Kehadiran para petinggi ini menegaskan komitmen kuat untuk menciptakan sinergi lintas lembaga demi memberikan nilai tambah nyata bagi PMI dan keluarganya.

    Wakil Menteri KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menekankan bahwa transformasi digital merupakan elemen krusial dalam strategi nasional untuk mendongkrak kesejahteraan pekerja migran.

    Kolaborasi dengan Finnet diharapkan mampu mempermudah proses pengiriman uang atau remitansi dari luar negeri ke tanah air. Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan penguatan inklusi keuangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

    Dalam skema kerja sama ini, Finnet yang merupakan bagian dari TelkomGroup akan berperan sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran.

    Teknologi ini akan diintegrasikan langsung ke dalam platform layanan milik KP2MI. Integrasi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, mulai dari pengelolaan dana hingga layanan remitansi yang lebih efisien bagi keluarga PMI di daerah asal.

    Kontribusi PMI terhadap perekonomian nasional melalui remitansi tercatat sangat signifikan. Oleh sebab itu, keberadaan sistem pembayaran yang andal menjadi syarat mutlak untuk menjamin keamanan dana selama masa penempatan kerja.

    Selain aspek teknis, sinergi ini juga membidik peningkatan literasi keuangan agar para pekerja migran memiliki kemandirian pekerja migran yang lebih baik dalam mengelola keuangan mereka.

    Direktur Utama Finnet, Rakhmad Tunggal Afifuddin, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan ekosistem pembayaran yang inklusif. Menurutnya, transformasi digital adalah kunci utama untuk mempermudah akses layanan keuangan yang aman bagi PMI.

    Langkah ini juga menjadi bukti dukungan Finnet terhadap program pemerintah dalam memperluas akses ekonomi digital ke seluruh lapisan masyarakat.

    Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman mendukung layanan publik dan BUMN, Finnet terus memperkuat digitalisasi pembayaran nasional.

    Perusahaan juga fokus pada pengembangan jaringan agen collection serta optimalisasi kanal digital guna memudahkan akses masyarakat.

    Ke depan, kolaborasi bersama KP2MI ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan ekosistem pembayaran digital serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan, selaras dengan strategi DANA dan pelaku industri lainnya dalam memajukan ekonomi digital Indonesia. (Icha)

  • Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub, Jangkau 9 Provinsi

    Telkom Integrasikan 1.231 Anak ke Stunting Action Hub, Jangkau 9 Provinsi

    Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting nasional melalui pendekatan teknologi.

    Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, perusahaan pelat merah ini berhasil mengintegrasikan data 1.231 anak ke dalam ekosistem digital Stunting Action Hub.

    Langkah ini merupakan bagian dari program intervensi gizi terpadu yang dilaksanakan secara intensif di sembilan provinsi di Indonesia.

    Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memperkuat fondasi penanganan stunting melalui sistem pemantauan berbasis data.

    Dari total 3.169 anak yang menjadi penerima manfaat program ini, integrasi digital terhadap ribuan anak tersebut memungkinkan pencatatan parameter pertumbuhan yang lebih akurat.

    Data tinggi badan, berat badan, serta status gizi kini terpantau secara terstruktur dan berkelanjutan, memastikan setiap intervensi yang dilakukan dapat dievaluasi presisinya.

    SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menegaskan bahwa integrasi data merupakan elemen vital dalam keberhasilan program kesehatan masyarakat.

    Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan logistik semata, melainkan membutuhkan penguatan ekosistem data yang solid. Melalui Platform Digital Stunting Action Hub, Telkom berupaya memastikan setiap tindakan intervensi dapat dipantau secara real-time dan terukur.

    Urgensi Data Akurat dalam Penurunan Stunting

    Langkah strategis Telkom ini merespons kondisi kesehatan balita di Indonesia yang masih menghadapi tantangan serius. Merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting nasional tercatat berada di angka 21,5%.

    Angka ini menunjukkan bahwa satu dari lima balita di Indonesia masih mengalami gangguan pertumbuhan. Pemerintah sendiri telah menetapkan target agresif untuk menurunkan angka tersebut hingga 14% sebagai agenda prioritas pembangunan kesehatan.

    Dalam konteks tersebut, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas pada pemenuhan nutrisi. Sistem pendataan yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak agar program pemerintah dan swasta dapat berjalan efektif.

    Sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital yang dilakukan Telkom menjadi kunci untuk menciptakan dampak berkelanjutan. Hal ini sekaligus membuktikan komitmen perusahaan bahwa teknologi harus hadir sebagai solusi atas masalah kemanusiaan yang mendasar, didukung dengan Akses Internet yang mumpuni di berbagai daerah.

    Sebaran Wilayah dan Komitmen Berkelanjutan

    Program intervensi gizi yang dijalankan Telkom memiliki cakupan wilayah yang luas, menyasar daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Pelaksanaan program ini tersebar di sembilan provinsi strategis, meliputi:

    • Lampung
    • Sumatera Barat
    • Kepulauan Bangka Belitung
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
    • Nusa Tenggara Barat (NTB)
    • Nusa Tenggara Timur (NTT)
    • Sulawesi Selatan

    Di seluruh wilayah tersebut, Telkom berkolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah.

    Kolaborasi ini bertujuan memastikan distribusi bantuan nutrisi serta pendampingan kepada keluarga penerima manfaat berjalan tepat sasaran.

    Pendekatan kolaboratif ini juga sejalan dengan semangat inovasi sosial yang kerap digalakkan perusahaan, seperti dalam program Innovillage 2024 yang melibatkan masyarakat dalam solusi digital.

    Inisiatif integrasi data ke Stunting Action Hub ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom.

    Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

    Dengan mendorong praktik penanggulangan stunting yang transparan dan berbasis data, Telkom berkontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang sehat, berdaya saing, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (Icha)